Anda di halaman 1dari 6

Nama Mahasiswa : Rini Ramdhiani Muchtar

NIK : 17/421944/PEK/23521
Angkatan : Reguler 43
Mata Kuliah : Strategic Management
Dosen : Herris B. Simandjuntak, M.M., Dr.

Lululemon Atlethica, Inc. in 2016: Can The Company Get Back on Track?.

Dengan strategi bisnisnya Lululemon menjadi perusahaan leader di industri pakaian


olahraga. Lululemon mengembangkan senior strategi leadership team. Strategi tersebut terdiri
dari berbagai macam aspek seperti produk line strategi, distribusi retail, ekspansi toko, whole
sale strategi, direct to customer sale strategi, pengembangan produk, sourcing dan
manufaktur, pendekatan community based marketing dan strategi brand building serta store
personel training.
Pada tahun 1998, Chip wilson membuka studio desain untuk baju yoga dan juga sebagai
studio yoga pada malam hari untuk membantu membayar sewa. Chip Wilson membuka toko
pertamanya di Vancouver pada November tahun 2000. Menjadi toko unggulan dalam bidang
pakaian yoga, Wilson memiliki visi yaitu menjadikan tokonya sebagai sarana untuk
membentuk hubungan suatu komunitas dimana orang juga dapat belajar dan mendiskusikan
tentang hidup sehat dari yoga, running, bersepeda, ditambah yoga juga berhubungan dengan
aspek mental hidup yang kuat. Pada tahun 2002, perusahaan melakukan ekspansi di Amerika
dan membentuk anak perusahaan, Lululemon Athletica USA Inc. (Lululemon Usa, Inc).
Kedua operasi perusahaan tersebut sepenuhnya dibawah afiliasi Chip Wilson. Pada tahun
2004, perusahaan membuka waralaba di Australia sebagai sarana yang lebih cepat untuk
mensosialisasikan merek Lululemon Athletica, meningkatkan pengeluaran modal, dan
meningkatkan keuntungan. Lima tahun seteleah pembukaan toko retail pertama,
menyebabkan pakaian lululemon cepat menjadi fenomenal dikalangan penggemar yoga
didaerah manapun toko lululemon dibuka. Para peserta Avid yoga tidak ragu-ragu untuk
membeli seharga $120 untuk pakaian yoga yang nyaman dipakai dan membuat mereka
terlihat baik. Pengembang mall dan operatornya tahu apa itu lululemon dan mulai aktif untuk
merekrut lululemon ke mal mereka. Pada Desember 2005, dengan 27 toko yang dimiliki oleh
perusahaan, 2 toko waralaba, dan mempunyai rekor penjualan sebesar $85 juta per tahun,
Chip Wilson menjual 48% dari bunga saham perusahaan kepada sekelompok ekuitas investor
swasta yang di pimpin oleh Advent International Corporation, yang membeli 38,1% saham,
dan Highland Capital Partners, yang membeli kepemilikan sebesar 9,6%. Sehubungan dengan
transaksi tersebut, pemilik membentuk Lululemon Athletica, Inc sebagai perusahaan induk
untuk melayani semua entitas perusahaan, termasuk dua anak perusahaan, lululemon canada,
inc dan lululemon usa, inc. Robert Meers pernah menjadi CEO Reebok dari tahun 1996-1999
bergabung di perusahaan Lululemon sebagai CEO pada Desember 2005. Wilson dan Meers
mengumpulkan tim manajemen dengan campuran retail, desain, operasional, product
sourcing, dan pengalaman pemasaran dari perusahaan leading apparel dan retail seperti
Abercrombie & Fitch, Limited Brands, Nike, dan Reebok.
Pada tahun 2007, Lululemon Athletica, Inc melakukan go public. Perusahaan melakukan
IPO pada tanggal 02 agustus 2007 dengan menjual 2,290,909 lembar saham ke publik dan
beberapa pemegang saham menjual 15,909,901 lembar saham ke perusahaan pribadi. Saham
pertama diperdagangkan di NASDAQ dengan inisial nama LULU dan di Toronto Exchange
dengan inisial LLL.
Di tahun 2007, Perusahaan mengumumkan growth strategy yang terdiri dari 5 elemen
kunci yaitu:
1. Mengembangkan toko yang berbasis di Amerika Utara
Tujuan dari strategi ini adalah menambahkan toko-toko baru untuk memperkuat
kehadiran perusahaan di lokasi yang ramai dan strategis di Amerika dan Kanada.
2. Meningkatkan kesadaran merek
Inisiatif ini memanfaatkan iklan yang ada pada pembukaan toko-toko baru dengan
grassroots marketing program.
3. Memperkenalkan teknologi produk baru
Fokus ke pengembangan dan penawaran produk dengan meningkatkan teknologi yang
terdapat dalam bahan kain dan tampilan fitur yang berbeda di pakaian lululemon dan
membantu memperluas basis pelanggan.
4. Memperluas daya tarik produk Lululemon
Menambahkan item pakaian untuk laki-laki, memperluas penawaran produk untuk
wanita dan anak muda dengan kategori seperti tas olahraga, undergarments,
outerwear, dan sandals dan menambahkan produk suitable untuk additional sports
dan athletic activities.
5. Memperluas diluar Amerika bagian Utara
Perusahaan merencanakan untuk memperluas jangkauan bisnisnya di Australia dan
Jepang lalu kemudian segera mengejar peluang yang sama dipasar Asia dan Eropa
lainnya dengan demografi yang menarik.
Perusahaan tumbuh dan sukses mengesankan dalam jangka waktu 5 tahun dengan standar
yang dimiliki.

Pada januari 2008, Christine M. Day diangkat sebagai Vice President, untuk bagian
operasional perusahaan. Day ditunjuk sebagai presiden lululemon dan Chief Operating
Officer, atau yang lebih dikenal sebagai CEO dan BOD pada juli tahun 2008. Dia memegang
posisi tersebut sampai pada awal tahun 2012. Selama menjadi CEO, Day memperluas
kekuatan tim manajemennya untuk mendukung perluasan aktivitas operasi dengan
menambahkan orang-orang yang mempunyai latar belakang yang relevan dibidangnya dan
berpengalaman seperti pada perusahaan Nike, Abercrombie & Fitch, The Gap dan Speedo
International. Dia juga menyisihkan beberapa waktunya untuk berkunjung langsung ke toko-
toko untuk mengamati bagaimana pelanggan membeli, mendengarkan komentar dan keluhan
mereka, dan memberikan informasi untuk penawaran produk, merchandising, dan
operasional tokonya.

Strategi dan Bisnis lululemon pada Tahun 2016


Lululemon Athletica terus melanjutkan misi utamanya " providing people with the
components to live a longer, healthier and more fun life”
Core Komponen strategi bisnis yang diterapkan oleh Lululemon ketika menjadi
perusahaan publik :
1. Memperluas product-line melalui desain produk-produk lululemon sebagai yang
terbesar untuk aktivitas kebugaran
2. Menumbuhkan basis toko di dalam dan luar Amerika Utara.
3. Meningkatkan kesadaran merek lululemon melalui produk pakaiannya
4. Meningkatkan inovasi dan teknologi produk
5. Menyediakan pengalaman berbelanja yang khusus di dalam toko,
6. Meningkatkan penjualan di website perusahaan
Product Line Strategy
Ditahun 2016 lululemon menawarkan sesuatu yang berbeda dan memilih
pengembangan untuk pakaian dan aksesoris premium bagi wanita, pria dan gadis yang di
desain untuk aktivitas gaya hidup sehat seperti yoga, lari, dan fitness umum.

Strategi Distribusi Retail Dan Perluasan Toko


Setelah memiliki pengalaman dalam membangun dan bekerja dengan toko waralaba. Top
managemen menyimpulkan bahwa ini bukan strategi jangka panjang yang terbaik untuk
perusahaan. Kemudian perusahahaan memulai strategi untuk mengambil alih toko-toko
waralaba dan menjadikannya toko milik sendiri atau mengubah toko waralaba menjadi
perjanjian joint venture dimana lululemon memiliki control dalam toko dan menjadikan
pemilik waralaba sebagai kepentingan minoritas. Dalam beberapa kasus kontrak dengan
waralaba memasukkan ketentuan mengizinkan lululemon untuk memiliki persentase toko
waralaba selama 12 bulan penjualan

Wholesale sales strategy


Pasar produk premium studio yoga, klub kesehatan dan fitness center sehingga jalan
untuk mendapat endorsement dari instruktur local fitness dan orang untuk produk lululemon

Direct to Consumer Strategy


Menggunakan website dengan meluncurkan e-commerce website untuk memudahkan
konsumen melakukan pembelian online dan sudah dilengkapi dengan fungsi aktivitas telpon
untuk penjualan
Ada 3 keutungan dari online sales, yaitu:
1) Menghasilkan tambahan keyakinan untuk konsumen inti
2) Membuat produk lululemon di tempat yang tidak memiliki toko ofline
3) Membantu brand awareness khususnya di pasar yang baru

Product Design and Development


Lululemon memiliki tim design yang berdedikasi untuk membuat sebuah produk
dengan kualitas premium. Dimana tim tersebut terdiri dari pimpinan perusahaan, Chip
Wilson, beberapa designer internasional, termasuk atlet dan pengguna produk sehingga
produk ini diyakini memiliki kualitas seperti yang diinginkan oleh para pemakai produk
lululemon. Tim design lululemon juga bekerja secara langsung dengan manufaktur bahan
pakaian agar mendapatkan jenis bahan yang sesuai dengan karakteristik yang mereka
inginkan. Lululemon juga bekerjasama dengan pemasok utama terkemuka bahan pakaian
untuk mengidentifikasi kesempatan yang ada untuk pengembangan jenis bahan yang dapat
menjadi ciri khas dan sebagai diferensiasi produk dari lululemon seperti; luon, luxtreme, dan
silverscent.

Sourcing and Manufacturing


Produksi adalah satu-satunya aktifitas penambah nilai yang tidak dilakukan sendiri.
Lululemon melakukan hal yang baik dalam memastikan bahwa pemasok manufaktur berbagi
komitmen dalam hal kualitas dan etika bisnis. Lululemon menggunakan servis yang
mengarah pada inspeksi dan verifikasi perusahaan untuk memonitor secara ketat setiap
pemasok dalam kepatuhan akan hukum, dalam melakukan kode kerja lululemon, dan praktek
bisnis lain.

Fasilitas Distribusi
Memiliki fasilitas pusat distribusi di Melbourne, Australia, untuk menyuplai toko di
Australia dan New Zealand. Manajemen percaya ketiga fasilitas akan cukup untuk
mengakomodasi pertumbuhan yang diharapkan untuk beberapa tahun kedepan. Barang
dagang biasanya dikirim ke toko retail melalui pengiriman oleh pihak ketiga beberapa kali
dalam seminggu, memberikan mereka arus persediaan barang baru yang stabil.

Community-Based Marketing
Salah satu karakteristik pembeda dari Lululemon adalah pendekatan berdasarkan
komunitas untuk membangun mengetahui merek dan loyalitas konsumen.

Store Personnel
Sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam melayani pelanggan dengan cara
mengundang dan memberi informasi mengenai lingkungan toko. Personil toko berperan
sebagai pendidik dan dilatih secara pribadi terlibat dan terhubung dengan setiap tamu yang
datang ke toko.

Nilai-nilai dan Budaya Inti


Konsisten dengan misi perusahaan yaitu "providing people with the components to live a
longer, healthier and more fun life", Eksekutif lululemon berusaha untuk mempromosikan
dan menanamkan seperangkat nilai-nilai inti yang berpusat pada pengembangan produk
dengan kualitas terbaik, beroperasi dengan integritas, memimpin hidup sehat yang seimbang,
pemberdayaan dan tanggung jawab diri, pengembangan batin yang positif, dan penetapan
tujuan individu.

Kompetisi
Lululemon bersaing dengan pedagang grosir dan penjual langsung dari pakaian atletik
terutama Nike, The Adidas Group AG (yang memasarkan baju atletik dan olahraga dengan
merek Adidas, Reebok, dan Ashworth), dan Under Armour. Persaingan di industri pakaian
atletik pada prinsipnya berpusat pada kualitas produk, fitur penampilan, inovasi, gaya,
kemampuan distribusi, citra merek dan pengakuan, serta harga. Persaingan di antara merek
dalam industri ini sangatlah kuat, yang melibatkan beberapa perusahaan dimana mereka juga
memperluas produksi dan pemasaran produk mereka sehingga hal ini menjadi peluang
pertumbuhan yang menarik bagi new entrant