Anda di halaman 1dari 10

ROLE PLAY PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN

KELUARGA

OLEH
KELOMPOK 2
ANGGOTA :

1. DITA ANDRIANI DAUD SUYADI


2. DWI HASTUTI
3. ELIS SULISTIANAWATI
4. EMMILIA AGUSTINA GULTOM
5. ENDANG SRI WAHYUNI
6. EPA YOHANTI

Dosen Pembimbing
Ns. RINA PUSPITA SARI,M.Kep.,Sp.Kep.Kom

PROGRAM STUDI S 1
KEPERAWATAN YATSI TANGERANG
Peran :
Dwi Hastuti : Pembaca Narasi
Emmilia Agustina G : Perawat
Elis Sulistianawati : Ny. I
Epa Yohanti : Tn. F
Dita Andriani : An. K
Endang Sri : Kader

Latar Belakang Keluarga :


Tn F dan Ny. I memiliki satu anak K berumur 12 tahun yang menderita
keterbelakangan mental. Pengkajian hari pertama mengenai data umum,
riwayat perkembangan keluarga, keadaan lingkungan dan strukstur keluarga
telah dilaksanakan. Pada hari ini pengkajian keluarga akan dilanjutkan sesuai
dengan kontrak yang telah dilaksanakan kemarin.

Pengkajian Fungsi Keluarga : Fungsi Afektif


Kader : Assalamualaikum bu I.
Ny I : Waalaikum salam, eeeh bu kader dan mari masuk bu,?
Kader : Ini saya antar ibu perawat lagi. katanya mau melanjutkan
mendata lagi.
Perawat : Assalamualaikum bu, kita mau melanjutkan percakapan kita
yang kemarin ya bu ?
Ny. I : Iya baik
Perawat : Ibu, Apakah ibu dan bapak dapat menerima keadaan An. K ?
Ny. I : Ya di terima saja neng, namanya juga anak ibu tetap sayang
sama anak sendiri.
Perwat : Kalau bapak bagaimana bu ?
Ny. I : bapak kadang-kadang enggan mengakui anak saya. Dia
menganggap An. K adalah beban dikeluarga ini. Semenjak
keadaan An. K begitu saya tidak pernah bertemu dengan
keluarga suami saya, karena dilarang
Perawat : Kalau komunikasi ibu dengan bapak bagaimana ?, Apakah
sering bertengkar ?
Ibu : Kalau bertengkar sih jarang neng, karena ibu selalu menuru
saja apa kata bapak.
Dari hasil pengkajian ini, Fungsi Afektif Keluarga tidak terpenuhi karena
Tn F tidak menerima keadaan An. K

Pengkajian Fungsi Keluarga : Fungsi Sosialisasi

1
Perawat : Ibu, apakah di keluarga ini ada norma-norma tertentu harus
dilaksanakan ?
Ibu : Tidak ada yang khusus neng, sama saja seperti keluarga lain,
saya selalu menganggap anak saya normal, jadi anak saya suka
saya ajak ngobrol walau kadang gak nyambung, atau anak saya
suka tiba-tiba marah. Cuma saya suka sedih, suami saya
kadang jarang mau bicara sama anak, kalo perlu sekali baru dia
ngomong.
Perawat : Apakah tetangga ibu bisa menerima keadaan anak ibu?
Ny. I : Tentu saja tidak, sebagian besar tetangga saya menganggap
keadaan anak saya aneh untuk mereka. Mereka sering
mengucilkan anak saya. sayapun jadi malas bergaul dengan
mereka, dan tidak mau berkumpul atau ikut pengajian dengan
mereka
Perawat : Kalau suami ibu bagaimana? Apakah jarang bergaul dengan
masyarakat juga?
Ny. I : Kalau suami saya masih suka kumpul sama tetangga dan
teman-temannya neng.
Dari hasil pengkajian ini, Fungsi Sosialisasi Keluarga tidak terpenuhi
karena Tn F jarang berinteraksi dengan anaknya K

Pengkajian Fungsi Keluarga : Fungsi Refroduksi


Perawat : Ibu kan sudah punya anak satu, ada rencana untuk punya anak
lagi tidak bu?
Ny. I : Mau sih mau neng, tapi belum di kasih.
Perawat : Ibu ikut KB ?
Ny. I : Tidak neng, tapi belum di kasih juga. Kadang-kadang takut
juga sih nanti kalau di kasih keadaannya akan sama dengan K.
Dari hasil pengkajian ini, Fungsi Refroduksi Keluarga sudah terpenuhi
karena keluarga ini sudah memiliki 1 anak

Pengkajian Fungsi Keluarga : Fungsi Ekonomi


Perawat : Pekerjaan Bapak apa ya bu ?
Ny. I : Buruh Tani neng.
Perawat : Maaf sebelumnya bu, apakah penghasilan bapak cukup untuk
memenuhi kebutuhan ibu dan anak?

2
Ny. I : Alhamdulillah neng, di cukup-cukupin saja, yang penting ada
rumah, makan juga bisa tiap hari walau lauk seadanya, pakaian
juga seadanya aja neng. Disyukuri saja
Dari hasil pengkajian ini, Fungsi Ekonomi Keluarga sudah terpenuhi
karena keluarga dapat memenuhi kebutuhan semua anggota keluarganya.

Pengkajian Fungsi Keluarga : Fungsi Perawatan Kesehatan


Pola Istirahat/Tidur, Pola Diet/Makanan, Pola Eliminasi, Pola Aktivitas
Perawat : Apakah ada diantara keluarga ibu yang menderita penyakit
tertentu ?
Ny. I : Tidak ada, suami saya paling pusing-pusing dan pegal-pegal.
mungkin anak saya yang bisa di bilang sakit.
Perawat : Kalo istirahat, tidur malam jam berapa bu?
Ny. I : jam 8 paling lambat jam 9 biasanya saya dan anak sudah tidur
Perawat : Biasanya keluarga makan berapa kali sehari bu?
Ny I : 2 x sehari, itupun seadanya saja lauknya seperti nasi dengan
ikan atau telor atau hanya dengan sayur , tempe atau tahu saja .
Perawat : Apakah ada kesulitan dalam buang air besar dan buang air
kecil ? Kalo Buang Air Kira-kira berapa kali bu?
Ny I : kesulitan kadang - kadang, tapi memang suka tidak lancar.
BAB sehari 1 x sehari, kadang tidak sama sekali, tapi pernah
juga 2 x dalam sehari.
Perawat : Kalau an. K, apakah bisa makan dan buang air sendiri bu?
Ny. I : Tidak bisa, ibu suka liat tanda-tandanya aja, misalnya kalau dia
berdiri diam lama, suka langsung ibu bawa ke kamar mandi
karena biasanya mau BAB.
Perawat : Ibu, Kalo sehari-hari kegiatan ibu dan keluarga apa?
Ny. I : Kalau bapak ke sawah dari pagi sampai sore, kalau saya pagi-
pagi ngurus K dulu, rada siangan saya nyusul suami ke sawah,
kadang-kadang K saya ajak, kalau gak saya titip di rumah adik
saya.

Pengkajian Fungsi Keluarga : Fungsi Perawatan Kesehatan


Pengkajian 5 Tugas Kesehatan Keluarga : 1. Mengenal masalah
Perawat : Ibu tahu tidak K sakit apa?
Ny. I : Cuma tahu kalau anak saya cacat mental.
Perawat : Apakah ibu pernah memeriksakan penyakit anak ibu kerumah
sakit?

3
Ny. I : Pernah satu kali. Kata dokter anak saya mengalami cacat
mental.
Perawat : Pernahkah ibu menanyakan dan mengetahui penyebab keadaan
anak ibu seperti itu?
Ny. I : Tidak pernah, cuma sekali waktu periksa saja. Saya cuma
curiga kenapa anak saya mengalami hambatan dalam
pertumbuhannya. Saya takut memang anak saya idiot seperti
yang tetangga bicarakan. Saat saya periksa kata dokter anak
saya begitu karena kurang asupan gizi saat masa kehamilan.
Setelah itu saya tidak pernah memeriksakan kembali karena
tidak punya uang. Saya dan suami hanya lulusan SD dengan
pekerjaan menjadi seorang buruh tani.
.
Pengkajian 5 Tugas Kesehatan Keluarga : 2. Membuat keputusan tindakan
yang tepat
Perawat : Kalo ada di keluarga ibu yang sakit, bagaimana bu?
Ny. I : Biasanya tiduran dulu di rumah, kalau panas di kompres, dan
minum obat dari warung, tapi kalau keterusan sih berobat.

Pengkajian 5 Tugas Kesehatan Keluarga : 3. Memberikan Perawatan Pada


Anggota Keluarga yang sakit
Perawat : Kalo ada di keluarga ibu yang sakit, biasanya perawatan
seperti apa yang sudah dilakukan di rumah apabila menurut ibu
belum perlu dibawa ke puskesmas atau rs?
Ny. I : yah paling kalau anak saya demam, saya biasa kasih banyak
minum dahulu, kalau demamny masih belum reda. Saya biasa
kompres dengan air hangat dan minum obat penurun panas.
Kalau tidak turun juga panasnya , paling saya langsung bawa
ke puskesmas.

Pengkajian 5 Tugas Kesehatan Keluarga : 4. Mempertahankan dan


menciptakan Susana rumah yang sehat
Perawat : Ibu, biasanya yang beres-beres rumah siapa?
Ny. I : Saya sendiri neng, semua pekerjaan rumah saya yang
mengerjakan, habis mana sanggup saya bayar pembantu.
Perawat : Apakah ibu bersih-bersih tiap hari?

4
Ny. I : Iya neng, toh rumahnya kecil jadi gak terlalu repot
ngebersihinnya. Lagi pula kalau bersih kan enak di lihatnya

Pengkajian 5 Tugas Kesehatan Keluarga : 5. Menggunakan fasilitas


kesehatan yang ada di masyarakat
Perawat : Ibu, suka datang ke Posyandu?
Ny. I : Dulu suka neng, waktu K masih kecil, sekarang sudah nggak.
Perawat : Jadi kalo berobat suka ke Puskesmas ya bu?
Ny. I : Iya neng.

Dari hasil pengkajian Fungsi Perawatan kesehatan keluarga sudah


terpenuhi karena keluarga sanggup mencegah terjadinya gangguan
kesehatan dan/atau merawat anggota keluarga yang sakit dan keluarga
dapat melaksanakan 5 tugas kesehatan keluarga.

Pengkajian Stress dan Koping Keluarga


Stressor yang dimiliki : Jangka Pendek/ jangka panjang
Perawat : Apakah K dan bapak ada di rumah bu?
Ny. I : K sedang tidur, bapak belum pulang, mungkin sebentar lagi.
Perawat : Apakah ibu akhir-akhir ini mempunyai masalah ?
Ny. I : Tidak ada, yang saya pikirkan Cuma keadaan anak saya saja.

Pengkajian Stress dan Koping Keluarga


1. Stressor yang dimiliki : Jangka Pendek/ jangka panjang
Ny. I : eh, itu bapak pulang, pak ini bu kader sama bu perawat yang
kemarin.
Tn. F : Oh kalian datang lagi, masih wawancara lagi?
Perawat : iya pak, kita teruskan obrolan kita yang kemarin ya, ?
Tn. F : Iya boleh, mau nanya apa lagi?
Perawat : Ini tadi saya tanya sama ibu apakah keluarga ini punya
masalah akhir-akhir ini?
Tn. F : Sepertinya tidak, masalah terbesar keluarga ini ya itu si K,
malu-maluin punya anak kaya gitu.

Pengkajian Stress dan Koping Keluarga


2. Kemampuan Keluarga berespon terhadap masalah
Perawat : Terus bagaimana keluarga bapak menghadap masalah ini ?
Tn F : Yah mau bagaimana lagi, terima atau tidak ya harus di terima

Pengkajian Stress dan Koping Keluarga


3. Stategi koping yang digunakan

5
Perawat : Apa yang bapak dan keluarga lakukan menghadapi masalah
ini?
Tn F : Yaah berusaha aja menganggap anak itu nomal, biar ibunya
yang mengurusnya, mau di pikirin juga jadi pusing.
Ny. I : paling di tambah dengan kami berdoa setiap selesai shalat
berjemaah semoga K bisa sembuh.
Pengkajian Stress dan Koping Keluarga
4. Stategi Adaptasi disfungsional
Perawat : Apakah bapak pernah kesal tehadap K karena keadaannya?
Ny. I : Tidak, saya kan itu bukan salahnya, terlahir dengan keadaan
itu.
Tn F : Iya mungkin bukan salahnya, tapi kadang-kadang suka saya
pukul tuh anak biar dia ngerti habis dengan cara halus gak bisa
ya sudah di kerasin saja.
Perawat : Tapi rasanya tindakan itu kurang tepat pak.
Tn. F : terserah saya lah, dia kan anak saya

Dari hasil pengkajian Stess dan Koping Keluarga, keluarga memiliki stress
jangka panjang yaitu, ada anggota keluarga yang memiliki cacat fisik,
keluarga mampu merespon terhadap masalah tersebut dengan
menggunakan koping keluarga strategi kognitif : Normalisasi , yaitu
stategi kecenderungan bagi keluarga untuk normalisasi sesuatu sebanyak
mungkin saat mereka mengatasi stressor jangka panjang dengan
mengakui adanya penyakit tetapi menegaskan kehidupan keluarga sebagai
kehidupan yang normal. Selain itu Koping keluarga adalah strategi koping
disfungsional yang dilakukan Tn.F dengan melakukan kekerasan pada an.
K
Pemeriksaan Fisik
Perawat : Baik ibu, bapak, bolehkah saya melakukan pemeriksaan fisik
pada bapak sekeluarga untuk memastikan lebih jelasnya status
kesehatan keluarga ibu.
Ny. I : Boleh
Perawat : Bisa tolong panggilkan K juga bu? Biar saya periksa sekalian.
Ny. I : Iya Neng.
Ny. I keluar bersama dengan An. K
Perawat : halo Ade, Cantik sekali sudah sekolah belum ?
An. K : he…hee..
Perawat : Baiklah bu, Kita mulai dari ibu dulu ya.

6
Perawat melakukan pemeriksaan fisik pada Ny. I
Perawat : Selanjutnya kita periksa bapak ya.
Tn F : Iya sus.
Perawat melakukan pemeriksaan fisik pada Tn. F
Perawat : Selamat siang adik, saya perawat X. sekarang saya akan
melakukan pemeriksaan fisik pada adik. Apakah adik bersedia?
An. A : (senyum)
Perawat : Baik adik, jika adik setuju kita akan mulai untuk pemeriksaan
fisik ya?
Perawat melakukan pemeriksaan fisik pada An. K

Hasil Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan
Tn. F Ny. I An. K
Fisik

Kepala Rambut besih, tidak Rambut besih, tidak ada Rambut tipis, tidak ada luka
ada luka luka maupun benjolan maupun benjolan,

Tanda Vital N : 75 N : 78 N : 80

RR : 20 RR : 20 RR : 20

S : 37 S : 37 S : 37

TD : 140/90 TD : 110/80 TD : 110/80

BB dan TB BB : 63 Kg BB : 49 Kg BB : 25 Kg

TB : 165 cm TB : 155 cm TB : 120 cm

Mata Tidak anemis Tidak anemis Tidak anemis

7
Hidung Tidak bersekret Tidak bersekret Tidak bersekret

Mulut Mukosa lembab, Mukosa lembab, Mukosa lembab, menelan tidak


menelan tidak sulit menelan tidak sulit sulit, berbicara tidak jelas,
kesulitan berbicara.

Leher Tidak ada benjolan, Tidak ada benjolan, dan Tidak ada benjolan, dan
dan kelenjar limfe kelenjar limfe tidak kelenjar limfe tidak membesar,
tidak membesar membesar ada bekas operasi
pengangkatan kelenjar

Dada Bunyi jantung dan Bunyi jantung dan paru Bunyi jantung dan paru normal
paru normal normal

Abdomen Tidak ada kembung Tidak ada kembung Tidak ada kembung

Genital Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan

Tangan Tidak ada keluhan Kulit pada kedua Tidak ada keluhan
tangan mengelupas
akibat alergi sabun
pencuci tangan

Kaki Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan

Perawat : Baik adik, pemeriksaan fisiknya sudah selesai, adik hebat adik
pintar. Adik dapat bekerja sama dengan baik. besok pagi jam
delapan kita ketemu lagi ya, apakah adik bersedia?
An. K : Hahahah (senyum).
Perawat : Baiklah pak, pemeriksaan fisiknya sudah selesai, Alhamdulillah
sehat semua, haanya bapak yang Tekanan darahnya sedikit tinggi.
Tn F : Kalau saya suka pegel-pegel dan pusing kenapa?
Perawat : Itu bisa dari darah tingginya pak, besok saya bawa alat
pemeriksaan Asam urat dan kolestrol ya, agar lebih jelas nanti
penyebab pegal-pegalnya.

8
Dari hasil Pemeriksaan fisik, keluarga tidak ada kelainan yang berarti,
hanya Tn F yang memiliki tekanan darah tinggi.

Pengkajian Harapan Keluaga


1. Terhadap masalah kesehatannya
Perawat : Bagaimana menurut bapak hasil pemeriksaan tadi ?
Tn F : Saya harap tekanan darah saya tidak tinggi, saya memang sudah
lama tidak memeriksa tekanan darah. Saya harap juga ada jalan
keluar untuk keadaan anak saya agar tidak begitu terus.

Pengkajian Harapan Keluaga


2. Terhadap Petugas Kesehatan yang ada
Perawat : Baiklah pak, sebelum saya pamit, apakah ada yang ingin di
sampaikan pada saya ?
Tn F : Saya harap suster dapat membantu kami, untuk dapat memahami
keadaan anak kami
Perawat : Baik pak, besok kita akan diskusikan mengenai masalah di
keluarga bapak, dan kita akan berusaha mencari jalan keluarnya.
saya datang kembali besok sekitar jam 3 sore apakah bisa pak ?
Ny. I : baiklah, kami tunggu.
Perawat : Baik pak, ibu. terima kasih kami permisi dulu. Assalamualaikum
Bu Kader : Saya Juga pamit ya bu I.
Ny. I : Iya bu, terima kasih ya

Dari hasil Pengkajian harapan Keluarga, Keluarga mengharapkan agar


ada solusi untuk penyakit Tn. F dan solusi untuk keadaan An. K