Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki jumlah


daratan yang masih luas sehingga memberi keuntungan untuk para penduduknya
dalam melakukan mata pencarian di bidang pertanian. Dengan melihat kenyataan
akan adanya kekayaan alam yang melimpah di Indonesia, maka pemerintah
melakukan upaya dengan cara memajukan sektor pertanian yang merupakan tulang
punggung tata ekonomi Indonesia.
Selain itu, laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus meningkat
membawa korelasi antara meningkatnya kebutuhan pangan yang harus diikuti
dengan usaha peningkatan produksi melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi
di sektor pertanian serta pembangunan pabrik kimia.
Atas dasar pertimbangan inilah, maka pemerintah merasa perlu untuk
mendirikan sebuah perusahan pupuk di Indonesia. Biro Perancang Negara (BPN)
sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Lima Tahun 1 (REPELITA I) periode
1956-1960 diberi kepercayaan untuk perencanaan pembangunan pabrik pupuk urea
pertama di Indonesia. BPN melakukan studi kelayakan pembangunan pabrik pupuk
tersebut, dilanjutkan dengan pemilihan lokasi yaitu di Sumatera Selatan, dan
percobaan lapangan penggunaan pupuk urea. Proyek pendirian pabrik pupuk urea
ini kemudian dilimpahkan kepada Departemen Perindustrian dan Pertambangan
dengan nama “Proyek Pupuk Urea 1”.
Perusahaan pupuk tersebut salah satunya ialah PT Pupuk Sriwidjaja yang
merupakan salah satu produsen pupuk yang didirikan di Indonesia. Keberadaan PT
Pupuk Sriwidjaja ini memiliki peranan penting dalam ahli teknologi di bidang
industri petrokimia dan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam Negeri.

1.1 Sejarah dan Perkembangan Pabrik


PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PT Pusri) adalah perusahaan pupuk pertama
di Indonesia yang diharapkan mampu membantu swasembada pangan dengan
intensifikasi pertaniannya. PT Pusri resmi didirikan secara legal berdasarkan akte
Notaris Eliza Pondang nomor 177 tanggal 24 Desember 1959 dan diumumkan

1
dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia nomor 46 tanggal 7 Juni 1960.
Pada saat itu yang menjadi Presiden Direkur adalah Ir. Ibrahim Zahier dan Ir.
Salmon Mustafa sebagai Direktur Utama.
PT Pusri memiliki kantor pusat dan pusat produksi yang berkedudukan di
Palembang Sumatera Selatan. Nama Sriwidjaja sendiri sebenarnya diambil dari
nama sebuah kerajaan Sriwidjaja yang dahulu sangat terkenal karena armada
lautnya, kerajaan ini terletak di Sumatera Selatan. Pemilihan Provinsi Sumatera
Selatan khususnya Palembang sebagai lokasi pabrik didasarkan pada ketersediaan
bahan baku berupa gas alam dan letak kota Palembang di tepian sungai Musi yang
tinggi debit airnya.
PT Pusri telah mengalami dua kali perubahan bentuk badan usaha. Perubahan
pertama berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 20 tahun 1964 yang mengubah
statusnya dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perusahan Negara (PN). Perubahan
kedua terjadi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1969 dan dengan akte
notaris Soeleman Ardjasasmita pada bulan Januari 1970, statusnya dikembalikan
ke Perseroan Terbatas (PT). Selain itu, dari aspek permodalan PT Pusri juga
mengalami perubahan seiring perkembangan industri pupuk di Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 tanggal 7 Agustus 1997 ditetapkan
bahwa seluruh saham Pemerintah pada industri pupuk PT Pupuk Kujang, PT
Iskandar Muda, PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk, dan PT Petrokimia Gresik
sebesar Rp. 1.829.290 juta dialihkan kepemilikannya kepada PT Pupuk Sriwidjaja
(Persero).
Struktur modal PT Pusri diperkuat lagi dengan adanya pengalihan saham
pemerintah sebesar Rp. 6 milyar di PT. Mega Eltra kepada PT Pusri tambahan
modal disektor sebesar Rp. 728.768 juta dari hasil rekapitalisasi laba dari PT Pupuk
Kaltim Tbk. Dengan demikian keseluruhan modal disetor dan ditempatkan PT Pusri
per 31 Desember 2002 adalah Rp. 3.634.768 juta.
PT Pusri melalui pabrik Pusri I berhasil memproduksi Urea pertama di
Indonesia pada tanggal 16 Oktober 1963 dengan kapasitas produksi 100.000 ton
urea per tahun atau 300 ton per hari serta 180 ton Amoniak per hari. Dan satu tahun
berikutnya, produksi telah mencapai 100,4 % dari target yang ditetapkan.

2
Pada tanggal 7 Desember 1972, berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan
oleh John Van Der Volk and Associate (Amerika Serikat), pabrik Pusri II mulai
didirikan dengan kontraktor pabrik Amoniak dari M. W. Kellog Overseas
Corporation (Amerika Serikat) dan kontraktor pabrik Urea dari Toyo Engineering
Company (Jepang). Pabrik Pusri II mulai beroperasi pada tanggal 8 Agustus 1974
dengan kapasitas produksi sebesar 660 MTPD (Metric Ton Per Day) Amoniak dan
1.150 MTPD Urea. Pembangunan pabrik Pusri III mulai dilakukan pada tanggal 21
Mei 1975 dengan pemancangan tiang pertama oleh Menteri Perindustrian M. Jusuf.
Kapasitas produksi dari pabrik Pusri III ini adalah 1000 ton Amoniak per hari
dengan menggunakan proses Kellog dan 1725 ton Urea per hari atau 570.000 ton
Urea per tahun dengan proses Mitsui Toatsu Total Recycle (MTTR) C-Improved.
Pembangunan pabrik Pusri III ini dikerjakan oleh Kellog Overseas Corp. dan Toyo
Engineering Coorporation (TEC).
Pada tanggal 7 Agustus 1975, tepat satu tahun setelah penandatanganan
kontrak pembangunan Pusri III, pemerintah kembali merencanakan pembangunan
pabrik Pusri IV. Pembangunan pabrik ini dimulai pada tanggal 25 Oktober 1975
dengan kapasitas produksi dan proses yang sama dengan Pusri III. Pabrik Pusri IV
selesai dibangun dan mulai beroperasi pada tanggal 15 September 1977, tidak lama
setelah Pusri III mulai beroperasi.
Pada tahun 1985, dilakukan penghentian operasi terhadap pabrik Pusri I
karena pabrik ini dinilai sudah tidak ekonomis. Sebagai gantinya, pada tahun 1990
pabrik ini mengalami perombakan menjadi pabrik Pusri IB yang menggunakan
teknologi Kellog untuk produksi Amoniak dan ACES (Advanced Cost And Energy
Savings) dari TEC untuk produksi Urea. Kapasitas produksi Pusri IB ini sebesar
446.000 ton Amoniak per tahun dan 570.000 ton Urea per tahun. Pabrik dengan
kapasitas produksi terbesar diantara pabrik–pabrik di PT Pusri lainnya ini
diresmikan pengoperasiannya pada tanggal 22 Desember 1994 oleh Presiden
Soeharto. Pabrik Pusri IB ini merupakan pabrik yang dibangun dengan konsep
hemat energi dan telah menggunakan sistem kendali komputer “Distributed
Control System”.
Sistem pengolahan limbah di PT Pusri Palembang juga mengalami
pengembangan. Sebagai upaya penanganan terhadap limbah gas, maka pada tahun

3
1981 atas usul Direksi PT Pusri, Bapak Edi Madnawijaya maka dibangunlah proyek
PGRU (Purge Gas Recovery Unit) di Pusri IV. Pembangunan proyek ini ditujukan
untuk mengurangi polusi udara, mengambil kembali gas NH3 dan memanfaatkan
kembali gas H2 dari purge gas pada unit sintesa Amoniak. Dalam pengerjaannya
dilakukan oleh kontraktor Inggris. Namun sebagai upaya pengembangan pada
tahun 2012 dibangun proyek PGRU dengan sistem membran.
Pada tahun 1992, dalam rangka peningkatan efisiensi pabrik, dilakukan upaya
optimasi pada pabrik Pusri II, III, dan IV melalui program Ammonia Optimization
Project (AOP) dan Urea Optimization Project (UOP). Sebagai hasil AOP, produksi
Amoniak Pusri II, III, dan IV mengalami peningkatan sebesar 20% dan
penghematan penggunaan gas alam sebesar 10%. Sementara itu, sebagai hasil
UOP, produksi Urea pabrik Pusri II mengalami peningkatan sebesar 50% dan
penghematan penggunaan gas alam sebesar 30%. Total kapasitas produksi keempat
pabrik yang dimiliki PT Pusri adalah sebesar 1.149.000 ton Amoniak per tahun dan
2.280.000 ton Urea per tahun.
Pada tahun 1993 PT Pusri membangun PET (Pusri Effluent Treatment) yang
berlokasi di Pusri IV untuk memisahkan limbah gas dan cair yang berasal dari
pabrik Urea II, III, IV, dan IB. Sebagai upaya penanganan terhadap limbah cair,
maka pada tahun 2005 PT. Pusri membangun IPAL (Instalasi Pengolahan Air
Limbah) di Pusri IV untuk mengolah limbah cair hasil proses produksi yang berasal
dari Pusri II, III, IV, dan IB. Oleh karena itu, setiap pabrik Urea dibangun MPAL
(Minimalisasi Pengolahan Air Limbah) untuk meminimalisasi limbah cair sebelum
dikirim ke IPAL.
Pada tahun 1997, seiring dengan bertambahnya pabrik pupuk yang didirikan
untuk mencukupi kebutuhan pupuk nasional, maka dibentuk Holding BUMN
pupuk di Indonesia. Perusahaan-perusahaan pupuk yang tercakup dalam Holding
tersebut adalah:
a. PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang, Sumatera Selatan sebagai perusahaan
induk,
b. PT Petrokimia Gresik (berdiri pada 31 Mei 1975) di Gresik, Jawa Timur,
c. PT Pupuk Kujang (berdiri pada 9 Juni 1975) di Cikampek, Jawa Barat,

4
d. PT Pupuk Kalimantan Timur (berdiri pada 7 Desember 1977) di Bontang,
Kalimantan Timur,
e. PT Pupuk Iskandar Muda (berdiri pada 24 Februari 1982) di Lhokseumawe,
NAD.
Selain itu, terdapat pula perusahaan-perusahaan lain (sebagai bagian dari
Holding Company) yang berdiri karena kebutuhan PT. Pusri dan anak-anak
perusahaannya, antara lain:
a. PT Rekayasa Industri (berdiri pada 11 Maret 1985) di Jakarta, bergerak di
bidang konsultasi teknik, perancangan, dan konstruksi pabrik,
b. PT Mega Eltra (berdiri pada 1970) di Jakarta, bergerak di bidang layanan
ekspor-impor, pemasok barang kimia, distributor pupuk, dan konstruksi.
Dalam sejarah perkembangannya, PT Pusri mendapat berbagai penghargaan
dari dalam dan luar negeri. Dalam laporan ini hanya dicantumkan penghargaan-
penghargaan yang berhubungan dengan kinerja pabrik dan keselamatan kerja di PT
Pusri. Beberapa penghargaan tersebut diantaranya adalah :
a. Upakarti sebagai Pembina Industri Kecil dari Presiden RI (1988)
b. Upakarti sebagai Pembina Industri Kecil dari Presiden RI (1988)
c. Piagam sebagai salah satu perusahaan pembayar pajak terbesar dari Menteri
Keuangan RI (1988)
d. Highest Safety Performance dari British Safety Council (1989)
e. Piagam sebagai Perusahaan Teladan dalam Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(K3) tingkat nasional dari Menteri Tenaga Kerja (1991)
f. Piagam Zero Accident dari Menteri Tenaga Kerja (1991)
g. Penghargaan Sahwali (Sahwali Award) dari Indonesian Environmental
Management and Information Centre (1991)
h. Satya Lencana Pembangunan dalam Pembinaan Koperasi Mandiri dari Wakil
Presiden RI (1992)
i. Sword of Honour dari British Safety Council (1993)
j. Piagam Zero Accident dari Menteri Tenaga Kerja (1994)
k. Penghargaan ISO-25 dalam bidang Akreditasi Laboratorium atas Analisa
Pengujian Mutu Produk Ammonia dan Urea dari National Association of
Testing Authorities (NATA) Australia

5
l. Penghargaan ISO-14001 untuk keselamatan lingkungan (2000)
m. Penghargaan ISO-9002 untuk kualitas produk (2001).
Pada tahun 2010, dilakukan Pemisahan (Spin Off) dari Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Pusri sebagaimana tertuang didalam RUPS-LB tanggal 24 Desember
2010 yang berlaku efektif 1 Januari 2011. Spin Off ini tertuang dalam Perubahan
Anggaran Dasar PT Pupuk Sriwidjaja Palembang melalui Akte Notaris Fathiah
Helmi, SH nomor 14 tanggal 12 November 2010 yang telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan HAM tanggal 13 Desember 2010 nomor AHU-57993.AH.01.01 tahun
2010.
Pada 8 April 2013, Pabrik II melakukan perombakan menjadi Pabrik Pusri
IIB dan mulai berkonstruksi dengan menggunakan teknologi KBR Purifier
Technology untuk Pabrik Amoniak dan teknologi ACES 21 milik TOYO
Engineering. Kapasitas Pabrik produksi IIB pada Amoniak 660.000 ton per tahun
dan kapasitas pabrik Urea 907.500 ton per tahun. Pabrik IIB diresmikan
pengoperasiannya pada bulan November 2016.
Berikut ini adalah data pembangunan dan spesifikasi pabrik PUSRI-I,
PUSRI-II, PUSRI-III, PUSRI-IV, PUSRI-IB dan PUSRI-IIB:
A. Pabrik Pusri I
- Studi Kelayakan Ekonomi : Gass dan Bell
- Pelaksana Konstruksi : Marrison Knudsen of Asia, Inc.
- Penandatangan Kontrak : 1 Maret 1961
- Mulai Konstruksi : Oktober 1961
- Selesai Konstruksi : Agustus 1963
- Produksi Perdana : 16 Oktober 1963
- Biaya : US $ 33 Juta
- Sumber Dana : Bank Exim RI
- Jenis Proyek : Turn Key + Cost Plus
- Kapasitas Terpasang : Urea 300 ton/hari
Ammonia 180 ton/hari
- Proses Pembuatan : Ammonia-Gidler dan Mitsu Toatsu
Process (Urea)
- Kebutuhan Gas Alam : 12.50 MMCR/MBTU

6
- Kapasitas Gudang : 25.000 MT
- Fasilitas Angkut Pupuk : Pupuk dalam kantong ke kapal dan truk
- Sumber Gas Alam : Stanvac

B. Pabrik Pusri II
- Studi Kelayakan Ekonomi : Jhon Vander Valk
- Pelaksana Konstruksi : Kellog Overseas Corp. (AS)
Toyo Engineering Corp. (JP)
- Penandatangan Kontrak : 1 Agustus 1972
- Mulai Konstruksi : 7 Desember 1972
- Selesai Konstruksi : 6 Agustus 1974
- Produksi Perdana : 6 Agustus 1974
- Biaya : US $ 86 Juta
- Sumber Dana : USAID, OECF, IDA BANKAsia,RI
- Jenis Proyek : Cost Plus Fixed Fee
- Kapasitas Terpasang : Urea 1150 ton/hari
Ammonia 660 ton/hari
- Proses Pembuatan : Ammonia Kellog Urea-MTC (Total
Recycle C- Improved)
- Kebutuhan Gas Alam : 40.000 MMCR/MBTU
- Kapasitas Gudang : 15.000 MT
- Fasilitas Angkut Pupuk : Pupuk curah dari gudang ke kapal
dengan Belt Conveyor
- Sumber Gas Alam : Pertamina / Stanvac

C. Pabrik Pusri III


- Tahun Pendirian : 21 Mei 1975
- Pelaksanaan Kontruksi : Kellog Overseas Cor. (AS)
Toyo Engineering Corp. (JP)
- Produksi Perdana : Desember 1976
- Biaya : US $ 192 Juta
- Sumber Dana : Bank Dunia, RI

7
- Jenis Proyek : Cost Plus Fixed Fee
- Kapasitas Terpasang : Urea 1725 ton/hari
Ammonia 1000 ton/hari
- Proses Pembuatan : Ammonia-Kellog
Urea-MTC (Total Recycle C- Improved)
- Kebutuhan Gas Alam : 40.000 MMCR/MBTU
- Kapasitas Gudang : 15.000 MT
- Fasilitas Angkut : Pupuk Curah dari gudang ke kapal
dengan ban berjalan (Belt Conveyor)
- Sumber Gas Alam : Pertamina / Stanvac

D. Pabrik Pusri IV
- Tahun Pendirian : 25 Oktober 1975
- Pelaksanaan Kontruksi : Kellog Overseas Cor. (AS)
Toyo Engineering Corp. (JP)
- Produksi Perdana : Desember 1977
- Biaya : US $ 186 Juta
- Sumber Dana : Dana Pembangunan Saudi Arabia, RI
- Jenis Proyek : Cost Plus Fixed Fee
- Kapasitas Terpasang : Urea 1725 ton/hari
Ammonia 1000 ton/hari
- Proses Pembuatan : Ammonia-KellogUrea-MTC (Total Recycle
C-Improved)
- Sumber Gas Alam : Pertamina / Stanvac

E. Pabrik Pusri IB
- Studi Kelayakan Ekonomi : PT Pusri (April 1985 direvisi 1988)
- Mulai Konstruksi : Agustus 1990
- Produksi Perdana : Tahun 1994
- Pelaksana Konstruksi : PT Rekayasa Industri yang bekerja
berdasarkan Process Engineering
Design Package (PEDP)

8
- Biaya : US $ 297 Juta
- Sumber Dana : USAID, OECF, IDA BANK Asia,RI
- Jenis Proyek : Cost Plus Fixed Fee
- Kapasitas Terpasang : Urea 1725 ton/hari
Ammonia 1350 ton/hari
- Proses Pembuatan : Ammonia-Kelog dan Urea-ACES
- Kebutuhan Gas Alat : 50 MMSCFD/MBTU
- Fasilitas Angkut Pupuk : Pupuk curah dari gudang ke kapal
dengan ban berjalan (Belt Conveyor)
- Sumber Gas Alam : Pertamina / Stanvac

F. PUSRI-IIB
- Studi Kelayakan Ekonomi : PT Pusri
- Pelaksanaan Konstruksi : Konsorsium PT. Rekayasa Industri-
Toyo Engineering Coorporation
- Penandatanganan Kontrak : 14 Desember 2012
- Mulai Konstruksi : 8 April 2013
- Selesai Konstruksi :-
- Produksi Pertama : 3 November 2014/2016
- Biaya : US $ 247,5 juta
- Sumber Dana : PT. Pusri, Pemerintah RI, Bank Exim
Jepang
- Kapasitas Terpasang : Ammonia 2000 metrik ton/hari
Urea 2.750 metrik ton/hari
- Proses Pembuatan : Ammonia-KBR Purifier, Urea-ACES
- Kebutuhan Gas Alam : 62 MMSCF
- Sumber Gas Alam : Pertamina EP,Medco,dan Perta Gas

9
Data Pabrik PT PUSRI Palembang dapat dilihat padat Tabel 1.1 berikut :
Tabel 1.1 Data Perkembangan Pabrik PT Pusri
Pabrik Tahun Lisensor Proses Kapasitas Terpasang Pelaksanaan
Mulai Konstruksi
Operasi
Pusri-II 1974 Kellog MTC, 218.000 ton Kellog Overseas
Total Recycle C- ammonia/tahun Corp (AS)
Improved 570.000 ton urea/tahun

Pusri- 1976 Kellog MTC, 330.000 ton Kellog Overseas


III Total Recycle C- ammonia/tahun Corp (AS)
Improved 570.000 ton urea/tahun

Pusri- 1977 Kellog MTC, 330.000 ton Kellog Overseas


IV Total Recycle C- ammonia/tahun Corp (AS)
Improved 570.000 ton urea/tahun

Pusri- 1995 Kellog Advanced 446.000 ton PT. Rekayasa Industri


IB Process for Cost ammonia/tahun (Indonesia)
and Energy 570.000 ton
Saving (ACES) of urea/tahun
Toyo Engineering
Corp
KBR Purifier
Technology Acces
Pusri- 2016 21 of Toyo 660.000 ton PT. Rekayasa Industri
IIB Engineering Corp ammonia/tahun (Indonesia)
907.500 ton
urea/tahun
Sumber: HUMAS PT Pusri Palembang, 2018

10
1.1.1 Visi dan Misi
Pada tahun 2012, PT Pusri melakukan review terhadap Visi, Misi, Nilai dan
Budaya perusahaan. Review Visi, Misi, Tata Nilai dan Makna perusahaan dibangun
dengan dasar perubahan posisi perusahaan sebagai anak perusahaan dari PT Pupuk
Indonesia (Persero) dan lingkup lingkungan bisnis perusahaan pasca spin off. Dasar
pengesahan hasil review Visi, Misi, Tata Nilai dan Makna perusaan adalah Surat
Keputusan Direksi No. SK/DIR/207/2012 tanggal 11 Juni 2012.
Visi:
“Menjadi perusahaan yang kuat dan tumbuh dalam industri pupuk di tingkat
Nasional maupun Regional”.
Misi:
“Memproduksi, memasarkan pupuk dan produk agrobisnis dengan
memperhatikan aspek mutu secara menyeluruh”.

1.1.2 Tata Nilai Perusahan


PT Pusri Palembang memiliki tata nilai perusahaan sebagai berikut:
a. Integritas
b. Profesional
c. Fokus Pada Pelanggan
d. Loyalitas
e. Baik Sangka

1.1.3 Lambang Perusahaan


PT Pupuk Sriwidjaja Palembang mengabadikan nama Sriwidjaja sebagai
nama perusahaan untuk mengenang kembali kejayaan kerajaan Indonesia pertama
yang telah termasyhur pada abad ke tujuh di segala penjuru dunia. Di samping itu,
penggunaan nama Sriwidjaja merupakan penghormatan bangsa Indonesia kepada
leluhurnya yang pernah membawa Nusantara ini ke puncak kegemilangan pada
sekitar abad ke tujuh yang silam. Sebagai lambang perusahaan, PT Pusri
menggunakan logo seperti yang ditampilkan pada Gambar 1.1.

11
Gambar 1.1 Logo PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
Sumber: HUMAS PT.Pusri Palembang, 2018

a. Lambang PT Pusri yang berbentuk huruf “U” melambangkan singkatan


“Urea”. Lambang ini telah terdaftar di Dirjen Haki Departemen Kehakiman
dan HAM nomor 021391.
b. Setangkai padi dengan jumlah butiran 24 melambangkan tanggal akte
pendirian PT Pusri.
c. Butiran-butiran urea berwarna putih sejumlah 12 melambangkan bulan
Desember pendirian PT Pusri.
d. Setangkai kapas yang mekar dari kelopaknya, butir kapas yang mekar
berjumlah 5 buah kelopak yang pecah berbentuk 9 retakan ini melambangkan
angka 59 sebagai tahun pendirian PT Pusri.
e. Perahu Kajang merupakan ciri khas kota Palembang yang terletak di tepian
sungai musi.
f. Kuncup teratai yang akan mekar, merupakan imajinasi pencipta akan prospek
perusahaan di masa datang.
g. Komposisi warna lambang kuning dan biru Benhur dengan dibatasi garis-garis
hitam tipis yang melambangkan keagungan, kebebasan cita-cita, serta
kesuburan, ketenangan, dan ketabahan dalam mengejar dan mewujudkan cita-
cita itu.

1.1.4 Maksud dan Tujuan Perusahaan


Maksud dan tujuan PT Pusri yang dinyatakan dalam anggaran dasarnya
adalah:

12
a. Perseroan ini bertujuan untuk turut melaksanakan dan menunjang program
pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, dan
pada bidang industri pupuk dan industri kimia lain pada khususnya.
b. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, perseroan menjalankan usaha-usaha
produksi, perdagangan, pemberian jasa, dan usaha lain.
c. Perseroan dapat pula mendirikan atau menjalankan perusahaan dan usaha
lainnya yang mempunyai hubungan dengan bidang usaha tersebut di atas, baik
secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dengan pihak lain yang
sejalan dengan ketentuan-ketentuan dalam anggaran dasar.

1.2 Lokasi Pabrik


1.2.1 Lokasi Pabrik
PT.Pupuk Sriwidjaja Palembang terletak 7 km dari pusat kota Palembang,
Provinsi Sumatera Selatan.Berdasarkan rekomendasi dari Gas Bell & Associates
(Amerika Serikat), pemilihan lokasi ini didasarkan pada ketersediaan bahan baku
dan jalur transportasi untuk pemasaran produk. Bahan baku pembuatan pupuk Urea
adalah air, gas alam, dan udara. Sumatera Selatan memiliki semua bahan baku
tersebut. Gas alam merupakan salah satu komoditi andalan Sumatera Selatan pada
waktu itu.Pertamina memiliki beberapa sumur pengeboran minyak, termasuk
sumur gas alam di Prabumulih yang sampai sekarang menjadi sumber gas alam
yang digunakan PT Pusri. Air sangat berlimpah ruah, dimana sungai Musi
merupakan salah satu sungai yang terbesar di Indonesia.Nilai tambah lainnya
adalah sungai Musi yang berujung di Samudera Hindia dan Selat Bangka, juga
dapat dilayari oleh kapal-kapal besar, sehingga mempermudah transportasi
pemasaran pupuk ke daerah pemasaran dalam jumlah besar dengan menggunakan
kapal laut.
Saat pembangunan PT Pusri, lokasi yang sekarang digunakan oleh PT Pusri
terletak di luar kota Palembang. Namun, akibat perkembangan dan perluasan kota
Palembang, sekarang PT Pusri terletak di dalam kota Palembang. Alasan
pembangunan PT Pusri waktu itu didekat ibu kota Provinsi adalah kemudahan
memperoleh sumber daya manusia sebagai pekerja dan kemudahan pengurusan

13
administrasi pemerintah (dekat dengan pusat administrasi). Berikut ini ditampilkan
adalah lokasi dari PT Pusri.

Gambar 1.2. Peta lokasi PT Pupuk Sriwidjaja Palembang


Sumber: HUMAS PT Pusri Palembang, 2018

1.2.2 Tata Letak Pabrik


Kompleks perindustrian PT Pupuk Sriwidjaja terletak tepat di tepi sungai
Musi.Bagian depan kompleks menghadap ke Jl. Mayor Zen. PT Pupuk Sriwidjaja
memiliki luas area dengan total 500 Ha. Bagian depan kompleks industri
merupakan gedung Kantor Pusat. Kantor Pusat merupakan kantor Staf Direksi dan
Administrasi Umum PT Pupuk Sriwidjaja. Di dalam kompleks tersebut juga
terdapat kompleks perumahan karyawan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas,
seperti rumah sakit, fasilitas olah raga, gedung pertemuan, perpustakaan umum,
rumah makan, masjid, dan sebagainya.Selain itu, terdapat juga penginapan yang
diperuntukkan bagi tamu PT Pusri. Kompleks perumahan dan kompleks pabrik
dibatasi oleh pagar dan terdapat dua buah gerbang masuk kompleks pabrik yang

14
dijaga oleh aparat keamanan. Empat buah pabrik terletak berkelompok-kelompok
mengelilingi daerah tangki penyimpanan Amoniak.
Dalam setiap pabrik terdapat rumah kompresor, dimana pada tempat tersebut
kompresor dan pompa diletakkan menjadi satu. Alasan pengelompokkan ini adalah
karena kompresor merupakan peralatan yang sangat berisik, sehingga harus
dikelompokkan agar suara bising tidak tersebar kemana-mana. Selain itu,
kompresor yang dioperasikan PT Pusri menggunakan tenaga steam. Jika kompresor
dikelompokkan menjadi satu, penanganan kondensat menjadi lebih mudah. Hal
yang sama juga dilakukan dengan Boiler. Boiler dan GTG diletakkan berdekatan
agar kehilangan panas akibat transportasi yang panjang dapat dihindari.
Daerah yang agak mengarah ke sungai Musi digunakan sebagai daerah
pengantongan dan gudang. Peletakan gudang dan daerah pengantongan ke arah
dermaga adalah supaya pengangkutan untuk bongkar muat di pelabuhan menjadi
lebih mudah dan memerlukan biaya yang lebih murah. Untuk keperluan bongkar
muat, PT Pusri memiliki pelabuhan sendiri di tepi sungai Musi. Gambar 1.3.
menunjukkan tata letak PT Pusri.

V
Urea plant utilitas plant
T P-II P-II

S Urea plant
NH3 plant P-III
Y NH3 plant
P-II
P-III
Urea plant
O P-IV
o
utilitas plant
P-III
N O
NH3 plant
18 17
16 15 P-IV
O

L A M L 19
14 13
O
R 20 9
12 10 8 utilitas
plant
K A 11
6 7
P-IV
23 22 21 4 5

Q P J 2 3
24 25 26 27 1

Y P P I H
P P
D D
D G
E
F
Q
C
W

B
A A

JL. Mayor Zen

Gambar 1.3. Tata Letak Kompleks PT Pupuk Sriwidjaja Palembang


Sumber : HUMAS PT.Pusri Palembang, 2018

Keterangan:
A. Pos satpam 1. Primary reformer
B. Kantor utama 2. Secondary reformer
C. Lapangan 3. Stripper
D. Perumahan 4. Absorber

15
E. Gedung serba guna 5. Methanator
F. Diklat 6. HTSC dan LTSC
G. Sekolah 7. ARU
H. Kolam 8. HRU, PGRU
I. Masjid 9. Molecular sieve
J. Rumah makan 10. Kompresor
K. Parkir 11. Refrijerasi
L. Tenik proses 12. Reaktor ammonia
M. Dinas K3 13. Seksi penjumputan (recovery)
N. Main Lab 14. Seksi purifikasi
O. Ammonia storage 15. Seksi kristalisasi dan pembutiran
(prilling) 16. Seksi sintesis urea
P. Kantor 17. Sistem pembangkit listrik
Q. Wisma 18. Package boiler
R. Lapangan olahraga 19. Waste heat boiler
S. Perluasan pabrik 20. Kantor dan pusat kontrol
T. Gudang 21. Cooling Tower
U. Dermaga 22. GMS
V. PPU 23. Unit penukar ion
W. Rumah sakit 24. Filter water
X. Wisma 25. Sand filter
26. Clarifier
27. Kantor instrumentasi
dan pemeliharaan

1.3 Jenis Produk yang dihasilkan


PT Pusri Palembang memproduksi dua produk utama yaitu Urea dan
Amoniak. Urea merupakan produk yang akan dipasarkan sedangkan ammonia
merupakan bahan baku dari pembuatan urea itu sendiri. Selain memproduksi pupuk
Urea sebagai pupuk tunggal, PT Pusri juga sedang mengembangkan produk pupuk
majemuk yaitu NPK yang baru beroperasi dari tahun 2016. Produksi Urea dan
Amoniak per tahun dapat dilihat pada Tabel 1.2 dan Tabel 1.3.

16
Tabel 1.2. Produksi pabrik IB, II dan III ammonia dan urea Tahun 2012-2016
PUSRI – IB PUSRI – II PUSRI - III

Tahun Ammonia Urea Ammonia Urea Ammonia Urea


(ton)
(ton) (ton) (ton) (ton) (ton)

2012 331.325 395.030 227.668 424.694 345.282 548.033

2013 393.950 491.677 222.116 455.139 337.688 510.973

2014 378.180 475.680 225.605 410.945 386.620 554.780

2015 397.180 511.070 232.700 420.370 333.450 458.490

2016 397.260 486.960 127.752 119.619 332.280 440.340

Sumber: Dinas Teknik Proses PT Pusri Palembang, 2018

Tabel 1.3. Produksi pabrik IV dan II B ammonia dan urea tahun 2012-2016
PUSRI – IV PUSRI - IIB

Tahun Ammonia Urea Ammonia Urea

(ton) (ton) (ton) (ton)

2012 350.265 592.303

2013 332.306 522.231

2014 344.695 568.645

2015 333.020 510.130

2016 360.910 561.640 46.448 62.601

Sumber: Dinas Teknik Proses PT Pusri Palembang, 2017

1.3.1 Produk Pabrik Urea


Pabrik urea menghasilkan produk Urea prill (NH2CONH2) sebagai senyawa
berbentuk kristal putih dan tidak berbau. Daya racunnya rendah, tidak mudah
terbakar, dan tidak meninggalkan residu garam setelah dipakai untuk tanaman.
Spesifikasi dari produk urea yang dihasilkan PT Pusri Palembang dapat dilihat pada
Tabel 1.4.

17
Tabel 1.4. Spesifikasi Produk Urea PT Pusri Palembang
Spesifikasi Detail Keterangan
Komposisi (% wt) :
1. 1. Nitrogen 46% Minimum
2. 2. Biuret 0,5% Maksimum
3. 3. Kandungan air 0,5% Maksimum
150 ppm (b/b) Maksimum
4. 4. NH3 bebas 15 ppm (b/b) Maksimum
5. 5. Debu (pan) 1 ppm (b/b) Maksimum
6. 6. Fe
Ukuran (Prill Size) :
1. 6 – 8 US mesh 95% Minimum
2. > 25 US mesh 2% Maksimum
Putih, butiran (prilled),free
Penampilan flowing, tidak mengandung -
bahan berbahaya.
1.000 metrik ton/ jam Urea dalam
Kecepatan Muat (loading rate)
kantong urea 3.500
curah metrik ton/ jam
Ukuran vessel draft pembuatan 6,5 meter -
Sumber : Dinas Teknik Proses PT Pusri Palembang,2018

1.3.2 Produk Pabrik Ammonia


Produk yang dihasilkan oleh Pabrik Ammonia adalah Karbon dioksida (CO2)
dan Ammonia (NH3). Karbon dioksida dan Ammonia digunakan sebagai bahan baku
dalam pembuatan Urea. Spesifikasi produk Karbon dioksida ditunjukkan pada
Tabel 1.5
Tabel 1.5. Spesifikasi Produk CO2 PT Pusri Palembang
Spesifikasi Detail Keterangan
1. CO2(dry basis) 98 % weight Minimum
2. Gas inert 2 % volume
Maksimum
3. Sulfur 1 ppm
4. H2O Jenuh Maksimum
Sumber : Dinas Teknik Proses PT Pusri Palembang,2018

18
Penampungan produksi Ammonia dilakukan di Refrigerant Receiver dan NH3
Cold Storage. Ammonia yang dihasilkan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu produk
amoniak panas (30 oC) dan produk amoniak dingin (-30 oC).
Spesifikasi ammonia yang dihasilkan PT Pusri Palembang dapat dilihat dari
Tabel 1.6 di bawah ini.
Tabel 1.6.Spesifikasi Produk Ammonia PT Pusri Palembang
Spesifikasi Detail Keterangan
Komposisi (%wt)
1. NH3 99,5 % Minimum
2. H2O 0,5 % Maksimum
3. Oil 5 ppm (b/b) Maksimum
Fasilitas loading :
1. Kecepatan muat 300 metrik ton/jam Minimum
2. Panjang 190 meter Maksimum
vessel(LOA) yang
diizinkan
3. Vessel draft 6,5 meter
4. Jenis vessel yang Semi / full
dapat digunakan refrigerated vessel
Sumber : Dinas Teknik Proses PT Pusri Palembang, 2018

1.4 Sistem Pemasaran


Pada Pada tahun 1979, PT Pusri ditunjuk sebagai penanggung jawab
pengadaan dan penyaluran seluruh jenis pupuk bersubsidi, baik yang berasal dari
produksi dalam negeri maupun luar negeri untuk memenuhi kebutuhan program
intensifikasi pertanian melalui Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi
No.56/KP/II/1979.

Berdasarkan penunjukan tersebut, PT Pusri bertanggung jawab dalam


memasarkan dan mendistribusikan berbagai jenis pupuk hingga sampai di tangan
petani (Pipe Line Distribution Pattern) dengan menekankan mekanisme distribusi
pada faktor biaya (Least Cost Distribution Pattern). Untuk dapat memenuhi

19
kewajibannya tersebut, PT Pusri memiliki sistem distribusi yang ditunjukkan pada
Gambar 1.4 dan Gambar 1.5.

Gedung

lini II Gedung Koperasi/KU


PT Pupuk Sriwidjaja Gedung Koperasi/KUD
D
UPP ( Unit Lini III
Lini III penyalur
UPP ( Unit
Pengantongan
Pengantongan
Pupuk)
Pupuk)
Pengecer
Pengecer
Keterangan :
Pupuk Kantong
Petani
Pupuk Kantong
Petani
Pupuk Curah
Pupuk Curah

Gambar 1.4. Jalur pengadaan dan distribusi pupuk dalam negeri (Pipe Line
Distribution Pattern)
Sumber: PT Pusri Palembang, 2018

Importir KUD
yang Gudang Gudang Koperasi
ditunjuk Lini II Lini III penyalur Pengecer Petani
pemerintah

Gambar 1.5. Pengadaan dan distribusi pupuk ekspor


Sumber : PT Pusri Palembang, 2018

Wilayah pemasaran PT Pusri terdiri dari:


Wilayah I : NAD, Sumatera Utara, Sumater Barat, Riau, Kepri, Jambi, Sumatera
Selatan, Bengkulu, Babel, Lampung, dan Kalimatan Barat.
Wilayah II : Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, dan Kalimantan
Selatan
Selain dipasarkan di dalam negeri, produk Urea PT Pusri juga diekspor ke
negara tetangga seperti Philipina, Thailand dan Malaysia.

20
Gambar 1.6. Jalur perencanaan kebutuhan dan alur pendistribusian
Sumber: Dinas Teknik Proses PT Pusri Palembang, 2018

Tabel 1.7. Laporan penjualan pupuk PT Pusri

Sumber: Dinas Teknik Proses PT Pusri Palembang, 2017

Untuk dapat memenuhi kewajibannya tersebut PT Pusri memiliki sistem


distribusi, baik untuk tata niaga pupuk produksi dalam negeri maupun pupuk untuk
di impor. Sarana distribusi dan pemasaran yang dimiliki PT Pusri, yaitu :

21
1. Satu buah kapal amoniak : MV. Sultan Machmud Badarudin II.
2. Tujuh buah kapal pengangkut pupuk curah dan satu unit kapal sewa berdaya
muat masing-masing 66.500 ton, yaitu MV. Pusri Indonesia, MV.Abusamah,
MV. Sumantri Brojonegoro, MV. Mochtar Prabunegara, MV. Julianto Mulio
Diharjo, MV. Ibrahim Zahier dan MV. Otong Kosasih.
3. Empat unit pengantongan pupuk di Belawan, Cilacap, Surabaya, Dan
Banyuwangi serta 1 UPP (Unit Pengantongan Pupuk) sewa di Semarang.
4. 595 buah gerbong kereta api.
5. 107 unit gudang persediaan pupuk dan 261 unit gudang sewa.
6. 25 unit pemasaran Pusri daerah (PPD) di Ibukota Propinsi.
7. 180 kantor pemasaran Pusri Kabupaten (PPK) di Ibukota Kabupaten.
8. Empat unit kantor perwakilan Pusri Holding di produsen pupuk, yaitu :
a. PT Pusri Palembang
b. PT Pupuk Kujang
c. PT Petrokimia
d. PT Pupuk Iskandar Muda
e. PT Pupuk Kalimantan Timur
Pada tanggal 1 Desember 1998, pemerintah menghapuskan tata niaga pupuk,
baik produksi dalam Negeri maupun impor. Keputusan tersebut membuat setiap
pabrik pupuk berhak untuk memasarkan sendiri produknya di Indonesia, namun
untuk penyalur untuk setiap pabrik pupuk yang ada dengan sistema rayonisasi.
Sebagai contoh pemenuhan kebutuhan pupuk untuk provinsi Bali merupakan
kewajiban dari PT Pupuk Kalimatan Timur, namun apabila terjadi kekurangan
suplai di Bali maka produsen yang lain dapat memberi bantuan penjualan pupuk di
Bali. Adanya keputusan pemerintah ini hanya berlaku pada tata niaga Pupuk
Nasional dan tidak mempengaruhi status PT Pusri Holding Company.

1.5 Sistem Manajemen


Perkembangan suatu perusahaan sangat ditunjang oleh struktur organisasi
yang baik sehingga efisiensi kerja yang tinggi dapat tercapai. Jika efisiensi kerja
tinggi maka akan menciptakan produktifitas kerja yang optimal. Kondisi tersebut

22
sangat diharapkan oleh perusahaan sehingga diperoleh peningkatan baik kuantitas
maupun kualitas produk.
Jumlah Karyawan pada tahun 2016 di PT Pusri sebanyak 1.306karyawan
produktif dan 1.059 karyawan non-produktif, dimana mayoritas karyawan tersebut
dengan tingkat pendidikan setingkat SLTA yang dapat dilihat pada Tabel 1.8
dibawah ini.
Tabel 1.8. Jumlah karyawan berdasarkan tingkat pendidikan PT Pusri

Sumber: Dinas Teknik Proses PT Pusri Palembang, 2017

1.5.1 Struktur Organisasi PT Pusri


PT Pusri Palembang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan
bentuk perusahaan perseroan terbatas (PT) dan modal pengelolaan pabrik berasal
dari pemerintah. Dalam manajemennya PT Pusri Palembangmenerapkan struktur
organisasi dengan Sistem Line and Staff Organization. Dimana proses manajemen
di PT Pusri Palembang berdasarkan Total Quality Control Management (TQCM)
yang melibatkan seluruh pimpinan dan karyawan dalam rangka peningkatan mutu
secara kontinyu.
PT Pusri Palembang dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang dibantu oleh
empat orang Direksi dalam organisasinya. Dalam kegiatan operasionalnya, Direksi
dibantu oleh staf dan Kepala Departemen. Direksi bertanggung jawab kepada
Dewan Komisaris, dimana Dewan Komisaris terdiri dari wakil-wakil pemegang
saham yang bertugas menentukan kebijaksanaan umum yang harus dilaksanakan
oleh Direksi, selain itu juga bertindak sebagai pengawas atas semua kegiatan dan
pekerjaan yang telah dilakukan oleh Dewan Direksi. Dewan Komisaris terdiri dari
wakil-wakil pemerintah, yaitu:

23
- Departemen Pertanian
- Departemen Keuangan Direktorat Jendral Moneter Dalam Negeri
- Departemen Perindustrian Direktorat Jenderal Industri Kimia Dasar
- Departemen Pertambangan dan Energi
Untuk tugas operasionalnya, Dewan Komisaris dibantu oleh Dewan Direksi yang
terdiri dari lima Direktur, yaitu:
- Direktur Utama
- Direktur Produksi
- Direktur Komersil
- Direktur Teknik dan Pengembangan
- Direktur SDM dan Umum

DIREKTUR UTAMA

Kepala Satuan
Sekretaris
Pengawasan Intern

DIREKTUR TEKNIK
DIREKTUR SDM DAN
DIREKTUR PRODUKSI DIREKTUR KOMERSIL DAN
UMUM
PENGEMBANGAN

General Manager Jasa


General Manager General Manager General Manager
Teknik dan
Operasi Keuangan SDM
Perekayasaan

General Manager
General Manager General Manager General Manager
Perencaan dan
Pemeliharaan Pemasaran Umum
Pengembagnan Usaha

General Manager
Perkapalan

-
Gambar 1.7. Struktur Organisasi PT Pusri Palembang
Sumber: Humas PT Pusri Palembang, 2017

24
Selain itu juga terdapat Dewan Komisaris yang dipimpin oleh seorang
Komisaris utama dan dibantu oleh 5 anggota komisaris. Direktur produksi sebagai
salah satu bagian penting di dalam perusahaan yang membawahi 2 Kompartemen
dan 1 Departemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup
(K3LH). Kompartemen terdiri dari kompartemen Operasi yang membawahi
Departemen Opersi IB, IIB, III, IV, Teknik Produksi Subdepartemen Laboratorium
dan Subdepartemen PPU dan Kompartemen Pemeliharaan membawahi Panel,
Teknik Keandalan dan Jaminan Kualitas serta Instrumen dan Listrik.
- Departemen Operasi
Tugas dan tanggungjawab utama departemen operasi adalah sebagai berikut:
a.) Mengoperasikan sarana produksi secara optimal dengan faktor produksi
setinggi-tingginya
b.) Menjaga kualitas produksi, bahan baku dan peralatan serta bahan–bahan
penunjang
c.) Membuat sendiri peralatan dan suku cadang yang mampu dibuat dengan
tetap memperhatikan segi teknis dan ekonomis
d.) Menggantikan peralatan pabrik yang pemakaiannya sudah tidak
ekonomis.
Departemen operasi IB, II, III, IV ini dipimpin oleh seorang Plant Manager
yang dibantu oleh Superintendent. Setiap Superintendent dibantu oleh Assistant
Superintendent. Di bawahnya terdapat group shift yang dipimpin oleh seorang
kepala seksi.
- Departemen Teknik Produksi
Departemen teknik produksi bertugas membantu kopartemen operasi dalam hal
pengamatan operasi, persiapan dan pengendalian mutu bahan baku serta bahan
pendukung, perhitungan produksi, evaluasi kondisi serta studi untuk melakukan
modifikasi dan peningkatan efisiensi. Departemen teknik produksi membawahi
staf engineer ammonia, urea, utilitas.
Kepala Laboratorium engineer rendal produksi dengan tugas utama sebagai
berikut:
a.) Memonitor dan mengefaluasi kondisi operasi pabrik sehingga dapat
dioperasikan pada kondisi yang optimum

25
b.) Mengendalikan dan mengefaluasi kualitas dan kuantitas hasil – hasil
produksi
c.) Memberikan bantuan yang bersifat teknis kepada unit-unit yang terkait
d.) Merencanakan modifikasi peralatan produksi serta tambahan unit
produksi dalam rangka penigkatan efisiensi dan produktifitas
e.) Memberikan rekomondasi pengganti katalis resin dan bahan sejenis.

- Subdepartemen Laboratorium
Subdepartemen Laboratorium bertugas menganalisa, mengontrol dan
mengawasi mutu bahan baku, bahan penunjang serta hasil produksi
pabrik.Subdepartemen Laboratorium ini terdiri dari beberapa bagian yaitu:
a) Bagian laboratorium kimia analisis, membawahi:
- Seksi analisis instrumen
- Seksi laboratorium pengujian mutu
- Seksi laboratorium pengujian dan standar.
b) Bagian laboratorium control produksi, membawahi:
- Seksi shift laboratorium control produksi I membawahi laboratorium
control Pusri IB dan II
- Laboratorium Pusri II membawahi lab. Control Pusri III dan IV.
c) Bagian laboratorium penunjang sarana, membawahi:
- Seksi penyedian dan distribusi sarana
- Seksi laboratorium kalibrasi
- Seksi laboratorium harian alat dan instrument.
- Departemen Keandalan dan Jaminan Kualitas (TK dan JK)
Departemen ini berada dibawah kompartemen pemeliharaan. Departemen ini
dipimpin oleh seorang Manager yang dibantu oleh staf. Struktur Organisasi PT
Pusri Palembang ditentukan oleh dewan direksi yang meliputi:
a) General Manager
b) Manager
c) Superintendent
d) Assitant Superintenden
e) Senior Foreman
f) Foreman

26
g) Koordinator Operator
h) Operator

1.5.2 Sistem Manajemen Produksi


Pabrik Pusri dipimpin oleh seorang Plant Manager Departemen Operasi
PUSRI yang bertanggung jawab terhadap operasional pabrik Pusri secara
keseluruhan.
Manager Departemen Operasi Pusri dibantu oleh 6 orang, yaitu:
a. Superintendent dan Assistant Superintendent Urea
b. Superintendent dan Assistant Superintendent Ammonia
c. Superintendent dan Assistant Superintendent Utilitas
Setiap Superintendent dibantu oleh Assistant Superintendent yang membawahi
langsung:
a. Senior Foreman
b. Kepala Regu/Foreman
c. Operator Senior (panel)
d. Operator lapangan
Setiap unit pabrik terdapat Senior Foreman yang bertugas sebagai koordinator
antar unit pabrik dan sebagai penanggung jawab teknis pada sore dan malam hari.
Pembagian jam kerja terdiri dari empat group shift dimana tiga group melakukan
shift sedangkan satu group shift libur (off duty). Setiap group dikepalai oleh senior
foreman shift. Pengaturan jam kerja untuk tiap shift di PT Pusri adalah:
a. Day shift : Pukul 07.00 – 15.00 WIB
b. Swing shift : Pukul 15.00 – 23.00 WIB
c. Night shift : Pukul 23.00 – 07.00 WIB
Selain operator dan karyawan lapangan yang dibutuhkan selama 24 jam
sehingga jadwal kerjanya dibagi per-shift, terdapat pula karyawan non-shift untuk
pegawai administrasi dan jabatan setingkat kepala bagian keatas dengan jadwal
kerja:
a. Senin - Kamis : Pukul 07.30 – 16.30 WIB
b. Jum’at : Pukul 07.30 – 17.00 WIB
c. Sabtu - Minggu : Libur

27