Anda di halaman 1dari 91

M

MODUL
ETIKA PROFESI
KELAS X SMK SEMESTER 1

PENULIS :
TATI,S.Sos.

DinasPendidikanPropinsiJawa Barat
SMKN 1 CIPUNAGARA PJJ
Tahun 2018

1
Kata Pengantar

Puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas nikmat dan karunia-
Nya penulis dapat menyelesaikan ‘Modul Etika Propesi” yang khusus disusun oleh penulis
untuk membantu pembelajaran di kelas X SMK PJJ Wilayah Jawabarat.

Penulis berharap modul ini dapat dijadikan salah satu sumber pembelajaran untuk siswa
kelas X PJJ, walaupun pada dasarnya saat ini siswa pjj menggunakan pembelajaran on line
dengan aplikasi MLS, namun tidak ada salahnya bila modul inipun dipergunakan dalam
pembelajaran tersebut.

Modul ini penulis susun berdasarkan KI/KD yang telah direvisi dan disesesuaikan dengan
kurikulum 13 revisi 2017, yang memang mengalami beberapa perubahan untuk
menyempurnakan kurikulum yang sudah ada serta sebagai jawaban untuk pemenuhan
tututan masyarakat dan dunia kerja bagi lulusan SMK, khususnya SMK PJJ.

Selain itu pemanfaatan teknologi kadang kala mengalami hambatan baik itu karena sarana
prasarananya belum memadai ataupun ada gangguan pada server yang telah disiapkan
dalam pembelajaran on line, oleh karena itu dengan menggunakan modulini siswa SMK PJJ
tetap bias mengikuti pembalajaran secara offline ditempatnya masing-masing.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas segala bentuk bantuan yang
telah diberikan dan semoga mendapat imbalan dan rahmat dari Allah SWT, aamiin.

Bandung, 10 Maret 2017

Tati

2
Daftar Isi

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
PENDAHULUAN 1
Deskripsi 1
Prasyarat 1
Panduan Belajar 1
Tujuan Akhir 2
Cek Kemampuan 2
Soal Teori 2
Soal Praktek 2
JUDUL MATERI 4
Tujuan Pembelajaran 4
Uraian Materi 4
Penilaian Pembelajaran 4
Tindak Lanjut Pembelajaran 5
Referensi 5
Daftar Istilah 5

3
PENDAHULUAN
Deskripsi Modul

Pelajaran Etika Profesi yang disajikan pada modul Etika Profesi Kelas X SMK ini
merupakan mata pelajaran yang berkaitan dengan karakter , watak kesusilaan
atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang
dimana oleh individu atau kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan
yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.

Materi-materi tersebut akan mengantarkan kalian untuk dapat menguasai


kompetensi, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap terkait dengan
kemampuan melakukan bisnis secara on line pada jaringan internet sesuai
tuntutan kurikulum 2013.

Penyajian materi-materi yang ada pada modul Etika Profesi Kelas X biasanya
diawali dengan pengenalan masalah-masalah nyata yang bertujuan untuk
menemukan konsep Etika Profesi. Selanjutnya, kalian dituntut untuk mengusai
konsep tersebut dengan latihan soal dan mengembangkannya untuk
memecahkan masalah dalam komunikasi secara digital, mata pelajaran lain, dan
masalah-masalah nyata yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Gunakan modul ini bersama dengan buku Etika Profesi Kelas X SMK Kurikulum
2013. Untuk mencapai hasil yang terbaik cara menggunakan modul ini
disarankan untuk mengikuti langkah-langkah berikut ini :

1. Pelajari setiap bab sampai tuntas, sehingga Kalian merasa sudah


menguasai seluruhnya materinya dan nilai hasil test formatif yang
berupa uji kompetensi minimal memiliki skor 75.
2. Untuk mempelajari satu bab, mulailah dengan mencermati informasi di
awal bab dan mengikuti petunjuk untuk mempelajari halaman-halaman
yang disarankan.
3. Setelah Kalian merasa cukup mengerti apa yang kalian pelajari, kerjakan
latihan soal yang disarankan. Sebagian soal latihan telah ada di buku
cetak, sebagian yang lain ada di modul ini.

4
4. Jika Kalian mampu mengerjakan soal latihan tanpa petunjuk yang
berupa rambu-rambu akan sangat baik, artinya Kalian memang sudah
terbiasa dan mampu belajar mandiri. Tetapi jika merasa masih kesulitan
gunakan petunjuk tersebut untuk membantu Kalian.
5. Cocokan hasil pekerjaan Kalian dengan kunci jawaban yang tersedia,
jika Kalian ragu mintalah saran kepada guru atau pembimbingmu.
6. Lanjutkan dengan mengikuti saran yang ada pada modul ini.
7. Pada akhir sub bab Kalian akan diminta untuk mengerjakan test formatif
untuk mengukur sejauh mana tingkat penguasaanmu dengan
mengerjakan Uji Kompetensi yang disarankan. Kerjakan secara mandiri
dan dengan sunggung-sunguh dan jangan mencoba membuka kunci
jawaban yang berupa pedoman penskoran. Pastikan bahwa Kalian
sudah mengerjakan secara maksimal sesuai kemampuan Kalian.
8. Cocokkan jawaban Kalian dengan pedoman penskoran yang tersedia.
Jika jawaban Kalian sama sekali berbeda pada soal atau langkah
tertentu berilah skor nol. Jika jawaban Kalian tepat beri skor sesuai skor
yang tersedia. Jika jawaban Kalian mendekati jawaban yang tersedia,
berilah skor dengan memperkirakan nya dibanding dengan skor yang
tercantum.
9. Hitung skor akhir sesuai aturan yang telah tersedia. Skor tersebut dapat
dijadikan ukuran tingkat penguasaan Kalian. Ikuti saran yang diberikan
sesuai skor yang Kalian dapatkan.

Materi Prasyarat.

Materi yang akan Kalian pelajari dalam modul ini sebagian sudah Kalian pelajari
pada waktu masih di kelas IX dan sebagian lainnya merupakan materi baru.
Pada saat masih di kelas IX Kalian pernah mempelajari materi IPS tentang
ekonomi. Pada jenjang ini, materi-materi tersebut akan diperluas dan diperdalam
lagi sesuai tuntutan kompetensi di tingkat SMK. Sedangkan materi baru yang
akan Kalian pelajari yang terangkum dalam materi “Etika Profesi”

5
Panduan Belajar
Secara rinci, materi yang akan Kalian pelajari pada kelas X ini adalah sebagai
berikut :

1. Pengertian sektor industri jasa


2. Pengertian sektor industri jasa keuangan
3. Ciri-ciri entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan
4. Entitas-entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan di
Indonesia
5. Peraturan pemerintah yang mengatur sektor industri jasa keuangan
6. Profesi-profesi yang ada dalam industri jasa keuangan
7. Pengertian Etika dan etika profesional secara umum
8. Pengertian etika profesi dalam bidang akuntansi
9. Cakupan etika profesi dalam bidang akuntansi

10. Pengertian profesi akuntan


11. Pengertian profesi teknisi akuntansi
12. Prinsip-prinsip etika profesi untuk akuntan di indonesia
13. Prinsip-prinsip ikatan teknisi akuntansi di Indonesia
14. Pengertian, peran dan tujuan K3 dalam produktifitas kerja
15. Hukum kesehatan dan keselamatan kerja di Indonesia
16. Prosedur K3
17. Identifikasi timbulnya bahaya

6
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4

Memahami, menerapkan, Mengolah, menalar, menyaji dan


menganalisis pengetahuan faktual, menciptakan dalam ranah kongkret
konseptual, prosedural, berdasarkan dan ranah abstrak terkait dengan
rasa ingin tahu tentang ilmu
pengembangan dari yang dipelajarinya
pengetahuan, teknologi, seni
budayadan humaniora, dengan di sekolah secara mandiri dan mampu
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metode sesuai kaidah
kenegaraan, dan peradaban terkait keilmuan.
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifiksesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah.

KOMPETENSI DASAR 3 KOMPETENSI DASAR 4

3.1 Memahami entitas yang 4.1 Melakukan pengelompokan entitas


termasuk dalam sektor industri yang termasuk yang termasuk
jasa keuangan dan bidang- dalam sektor industri jasa
bidang usaha serta jenis-jenis keuangan dan bidang-bidang
kepemilikannya. usaha serta jenis-jenis
kepemilikannya

3.2 Memahami pedoman, prosedur 4.2 Melakukan identifikasi pedoman,


dan aturan berkaitan dengan prosedur dan aturan berkaitan
industry jasa keuangan dan dengan industry jasa keuangan
profesi-profesi yang ada dalam dan profesi-profesi yang ada
industry jasa keuangan. dalam industry jasa keuangan.
3.3 Menerapkan etika profesi dalam 4.3 Melakukan pengecekan, etika
bidang akuntansi dan keuangan profesi dalam bidang akuntansi
dan keuangan dalam pelaksanaan
pekerjaan
3.4 Menganalisis kompetensi 4.4 Melakukan identifikasi kompetensi
personal dalam bidang akuntansi personal dalam bidang akuntansi
dan keuangan dan keuangan
4.5 Melakukan penanganan terhadap
3.5 Menganalisis faktor resiko faktor resiko bahaya/kecelakaan
kecelakaan kerja dalam bidang kerja untuk mencegah kecelakaan
dalam bekerja

7
akuntansi dan keuangan
4.6 Melakukan pengecekan kesehatan
3.6 Menganalisis kesehatan di
di lingkungan kerja
lingkungan kerja
3.7 Menganalisis penyakit akibat 4.7 Melakukan pencegahan terjadinya
kerja penyakit akibat kerja
3.8. Menerapkan komunikasi bisnis 4.8 Melakukan komunikasi bisnis
4.9 Memberikan solusi dalam
3.9 Menganalisis kendala-kendala mengatasi kendala komunikasi
komunikasi bisnis bisnis

Materi-materi tersebut akan mengantarkan Kalian untuk dapat menguasai


kompetensi, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap terkait dengan
kemampuan memecahkan masalah menggunakan simulasi digitalsesuai tuntutan
kurikulum 2013.

Silahkan Kalian cermati alur yang harus kalian lakukan dalam mempelajari modul
ini, seperti yang tergambar dalam flofchart di bawah :

KD.3.2 KD.3.3
KD.3.1
KD.4.2 KD.4.3
KD.4.1

KD.3.6 KD.3.5 KD.3.4


KD.4.6 KD.4.5 KD.4.4

KD.3.7
KD.4.7 KD.3.8 KD.3.9
KD.4.8 KD.4.9

SISWA KOMPETEN
PENGETAHUAN
KETERAMPLAN

8
Waktu Pembelajaran adalah 2 jam dalam satu minggu seperti pedoman
dalam kurikulum 2013

Mata Pelajaran : Etika Profesi

Jam Pelajaran : 72 JP (@ 45 Menit)

Jam Pejaran : 2 jam KBM per minggu

CEK KEMAMPUAN

Setiap kegiatan pembelajaran baik pembelajaran mandiri maupun pembelajaran


tatap muka akan mendapatkan porsi penilaian untuk setiap aspek penilaian,
adapun rubric penilaian untuk setiap kompetensi dasar adalah sebagai berikut:

Aspek Tugas Tugas Diksusi Uji


Mandiri Kelompok (forum) Kompetensi
per KD
Pengetahuan 20% 20% 30% 30%

Keterampilan 40% 30% 30%

SoalTeori

Soal Teori diberikan untuk mengukur kemampuan siswa dalam belajar


menggunakan modul sehingga daya serap dan pemahaman siswa dapat dilihat
dari hasil jawaban pada soal-soal Teori.

Soal teori dapat berbentuk essay, pilihan ganda, menjodohkan, dan bentuk lain
sesuai dengan tujuan pembelajaran.

SoalPraktek

Soal Praktek seperti Lembar Kerja siswa (LKS), Jobsheet dan lainnya dikerjakan
untuk mengukur keterampilan siswa setelah belajar menggunakan modul
pembelajaarn mandiri ini.
Diharapkan siswa aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan pembelajaran, baik
kegiatan diskusi, pembelajaran jarak jauh, kegiatan tatap muka, penugasan dan

9
kegiatan evaluasi per Kompetensi Dasar. Serta evaluasi akhir semester yang
terdapat pada bagian akhir modul yang dilaksanakan diakhir kegiatan
pembelajaran semester ini..

10
KOMPETENSI DASAR 3.1
Memahami Entittas yang termasuk dalam sektor industri jasa
keuangan dan bidang-bidang usaha serta jenis-
jeniskepemilikannya

11
Kompetensi Dasar 3.1

MEMAHAMI INDUSTRI JASA KEUANGAN

TujuanPembelajaran

Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat :


1. Pengertian sektor industri jasa
2. Pengertian sektor industri jasa keuangan
3. Ciri-ciri entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan
4. Entitas-entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan di
Indonesia

UraianMateri

PENGERTIAN SEKTOR INDUSTRI JASA

Sektor industri jasa merupakan pelayanan yang diberikan kepada konsumen


berupa jasa tanpa mengubah atau perpindahan kepemilikan yang berlangsung
pada sektor-sektor jasa tersebut. Salah satu contoh sektor industri jasa yaitu
industri jasa keuangan.
1. Pengertian industri
Industri adalah bidang matahati buka telingah yang menggunakan
ketrampilan dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan
alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai
dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari
usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi,
yaitu sesudah pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat
dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan
basis ekonomi, budaya, dan politik.

12
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah
atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk
mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi
adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga
dalam bentuk jasa.

Dalam arti luas, pengertian industri adalah segala kegiatan ekonomi yang
bersifat produktif atau menghasilkan keuntungan. Contoh: kegiatan bidang
layanan pariwisata disebut sebagai industri pariwisata. Contoh lain adalah
industri media yang meliputi publikasi berita melalui surat kabar, majalah, tabloid,
televisi, radio, maupun website di internet.
Dalam arti sempit, pengertian industri adalah usaha manusia mengolah
bahan mentah atau bahan baku menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi
sehingga memperoleh keuntungan atau profit. Dalam pengertian luas industri ini,
kita mengenal tiga jenis bahan yang digunakan, yaitu: bahan mentah, bahan
baku, dan bahan jadi. Pengertian masing-masing bahan tersebut adalah sebagai
berikut:
Menurut UU No. 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian industri adalah
kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah
jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk
penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.
 Bahan mentah adalah semua bahan yang didapat dari sumber daya alam
dan/atau yang diperoleh dari usaha manusia untuk dimanfaatkan lebih
lanjut, misalnya kapas untuk inddustri tekstil, batu kapur untuk industri
semen, biji besi untuk industri besi dan baja.
 Bahan baku industri adalah bahan mentah yang diolah atau tidak diolah
yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana produksi dalam industri,
misalnya lembaran besi atau baja untuk industri pipa, kawat, konstruksi
jembatan, seng, tiang telpon, benang adalah kapas yang telah dipintal
untuk industri garmen (tekstil), minyak kelapa, bahan baku industri
margarine. Barang setengah jadi adalah bahan mentah atau bahan baku
yang telah mengalami satu atau beberapa tahap proses industri yang
dapat diproses lebih lanjut menjadi barang jadi, misalnya kain dibuat

13
untuk industri pakaian, kayu olahan untuk industri mebel dan kertas untuk
barang-barang cetakan.
 Barang jadi adalah barang hasil industri yang sudah siap pakai untuk
konsumsi akhir ataupun siap pakai sebagai alat produksi, misalnya
industri pakaian, mebel, semen, dan bahan bakar. Rancang bangun
industri adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan perencanaan
pendirian industri/pabrik secara keseluruhan atau bagian-
bagiannya. Perekayasaan industri adalah kegiatan industri yang
berhubungan dengan perancangan dan pembuatan mesin/peralatan
pabrik dan peralatan industri lainnya.

Beberapa faktor yang menentukan bidang usaha perusahaan industri.


 Tanah tempat didirikan perusahaan itu baik dan strategis, agar
perusahaan dapat melakukan kegiatannya sehingga tidak mengganggu
lingkungannya. Dalam hal ini dipikirkan pula tentang kemungkinan
pengembangan perusahaan tersebut dimasa yang akan mendatang.
 Tersedianya bahan baku dan bahan pembantu agar produksi dapat
berlangsung terus menerus, sehingga perusahaan industri sangat baik
berada di tempat tersedia bahan baku dan bahan pembantu.
 Pengangkutan adalah salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam
menentukan kedudukan perusahaan industri, baik pengangkutan bahan
baku, bahan pembantu, maupun pengangkutan hasil industri ke daerah
pemasaran. Hal ini perlu dilakukan karena pengangkutan yang efisien
dapat meringankan biaya produksi serta memperlancar pendistribusian
produk.
 Pemasaran hasil produksi juga harus menjadi pertimbangan dalam
menentukan kedudukan perusahaan industri agar dapat mempercepat
dan memperbesar pemasaran barang.
 Tersedia tenaga kerja yang ahli, terampil serta murah juga menjadi salah
satu faktor yang menentukan penempatan kedudukan perusahaan
industri.
 Tersedianya tenaga penggerak, misalnya bahan bakar, listrik, san air.

14
Secara umum biaya kegiatan produksi dibagi menjadi tiga kelompok:
 Biaya bahan baku langsung, adalah semua biaya bahan baku yang
membentuk bagian integral dari barang jadi dan dimasukkan secara
eksplisit dalam perhitungan biaya produk. Contoh bahan baku langsung
adalah kayu yang digunakan untuk membuat furnitur.
 Tenaga kerja langsung, adalah tenaga kerja yang melakukan konversi
bahan baku langsung menjadi barang jadi dan dapat dibebankan secara
layak ke produk tertentu.
 Overhead pabrik disebut juga beban manufaktur atau beban pabrik,
adalah biaya yang terdiri atas semua biaya manufaktur yang tidak
ditelusuri secara langsung ke output tertentu. Overhead pabrik biasanya
memasukkan semua biaya manufaktur kecuali bahan baku langsung dan
tenaga kerja langsung.

1. Jenis / Macam-Macam Industri


A. Berdasarkan Tempat Bahan Baku
a. Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari
alam sekitar.
Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan,
pertambangan, dan lain lain.
b. Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari
tempat lain selain alam sekitar.
c. Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah
berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain
sebagainya.

B. Berdasarkan Besar Kecil Modal


a. Industri padat modal adalah industri yang dibangun dengan modal yang
jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya
b. Industri padat karya adalah industri yang lebih dititik beratkan pada
sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta
pengoperasiannya

15
C. Berdasarkan Klasifikasi Atau penjenisannya
a. Industri kimia dasar contohnya seperti industri semen, obat-obatan,
kertas, pupuk, dsb
b. Industri mesin dan logam dasar misalnya seperti industri pesawat
terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll
c. Industri kecil Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan
ringan, es, minyak goreng curah, dll
d. Aneka industri misal seperti industri pakaian, industri makanan dan
minuman, dan lain-lain.

D. Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja


a. Industri rumah tangga Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga
kerja berjumlah antara 1-4 orang.
b. Industri kecil Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja
berjumlah antara 5-19 orangi
c. Industri sedang atau industri menengah Adalah industri yang jumlah
karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
d. Industri besar Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja
berjumlah antara 100 orang atau lebih

E. Berdasarkan Produktifitas Perorangan


a. Industri primer adalah industri yang barang-barang produksinya bukan
hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu Contohnya
adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan
sebagainya.
b. Industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga
menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali. Misalnya adalah
pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.
c. Industri tersier Adalah industri yang produk atau barangnya berupa
layanan jasa.
Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan
masih banyak lagi yang lainnya.

16
2. Pembagian / penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi
1. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market
oriented industry)
Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target
konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana
konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin
menjadi lebih baik.
2. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor
(man power oriented industry) Adalah industri yang berada pada lokasi di
pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut
membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
3. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply
oriented industry)
Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada
untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar

3. Pembangunan industri bertujuan untuk :


1. Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara adil dan
merata dengan memanfaatkan dana, sumber daya alam, dan/atau hasil
budidaya serta dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian
lingkungan hidup;
2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap, mengubah
struktur perekonomian ke arah yang lebih baik, maju, sehat, dan lebih
seimbang sebagai upaya untuk mewujudkan dasar yang lebih kuat dan
lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi pada umumnya, serta memberikan
nilai tambah bagi pertumbuhan industri pada khususnya;
3. Meningkatkan kemampuan dan penguasaan serta mendorong terciptanya
teknologi yang tepat guna dan menumbuhkan kepercayaan terhadap
kemampuan dunia usaha nasional;
4. Meningkatkan keikutsertaan masyarakat dan kemampuan golongan
ekonomi lemah, termasuk pengrajin agar berperan secara aktif dalam
pembangunan industri;
5. Memperluas dan memeratakan kesempatan kerja dan kesempatan
berusaha, serta meningkatkan peranan koperasi industri;

17
6. Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor hasil
produksi nasional yang bermutu, disamping penghematan devisa melalui
pengutamaan pemakaian hasil produksi dalam negeri, guna mengurangi
ketergantungan kepada luar negeri;

4. Faktor Pendukung & Penghambat Pembangunan Industri


a. Faktor Pendukung
 Indonesia kaya bahan mentah
 Jumlah tenaga kerja tersedia cukup banyak
 Tersedia pasar dalam negeri yang banyak
 Iklim usaha yang menguntungkan untuk orientasi kegiatan industry
 Tersedia berbagai sarana maupun prasarana untuk industry
 Stabilitas politik yang semakin mantap
 Banyak melakukan berbagai kerjasama dengan negara-negara lain dalam
hal permodalan, alih teknologi, dll.
 Letak geografis Indonesia yang menguntungkan
 Kebijaksanaan pemerintah yang menguntungkan
 Tersedia sumber tenagalistrik yang cukup
b. Faktor Penghambat
 Penguasaan teknologi masih perlu ditingkatkan
 Mutu barang yang dihasilkan masih kalah bersaing dengan negara-
negara lain
 Promosi di pasar internasional masih sangat sedikit dilakukan
 Jenis-jenis barang tertentu bahan bakunya masih sangat tergantung
dengan negara lain
 Sarana dan prasarana yang dibutuhkan belum merata di seluruh
Indonesia
 Modal yang dimiliki masih relatif kecil

5. Dampak Positif & Negatif Pembangunan Inddustri


a. Dampak Positif
 Terbukanya lapangan kerja
 Terpenuhinya berbagai kebutuhan masyarakat
 Pendapatan/kesejahteraan masyarakat meningkan

18
 Menghemat devisa Negara
 Mendorong untuk berfikir maju bagi masyarakat
 Terbukanya usaha-usaha lain di luar bidang industry
 Penundaan usia nikah
b. Dampak Negatif
 Terjadi pencemaran lingkungan
 Konsumerisme
 Hilangnya kepribadian masyarakat
 Terjadinya peralihan mata pencaharian
 Terjadinya urbanisasi di kota-kota
 Terjadinya pemukiman kumuh di kota-kota

2. Ciri-ciri entitas yang termasuk dalam sektor keuangan

Entitas adalah sesuatu yang memiliki keberadaaan yang unik dan


berbeda, walaupun tidak harus dalam bentuk fisik. Abstraksi misalnya, biasanya
dianggap juga sebagai suatu entitas. Dalam pengembangan sistem entitas
digunakan sebagaimmodel yang menggambarkan komunikasi dan memproses
internet seperti membedakan dokumen dengan pemrosesan. Ciri-ciri entitas yang
termasuk dalam sektor keuangan. Sebagai berikut :

a. Tidak memproduksi suatu barang


b. Tidak memiliki persediaan bahan baku
c. Aktivitasnya lebih mengarah ke investasi
d. Mayoritas pengeluaran untuk membayar pengawas
e. Memiliki sumber permodalan yang mayoritas dari modal sendiri atau investasi
yang tidak memiliki bunga tinggi
f. Aktiva dineracanya mayoritas terdiri atas piutang, kas, dan aset tetap.

Adapun entitas-entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan,


sebagai berikut :

a. Bank BNI, Mandiri, dan BTN (milik pemerintah, bidang perbankan)

19
b. HSBC dan ABN AMRO (bank milik swasta, bidang perbankan)
c. Prudential dan AXA (milik swasta, bidang asuransi)
d. Askes dan asuransi (milik pemerintah, bidang asuransi)

Penilaian Pembelajaran

LATIHAN SOAL
1. Soal Pilihan Ganda

Berilah silang (X) pada huruf a,b,c,d, dan e sebagai jawaban yang
benar.
1. Berikut ini tidak termasuk entitas dalam bidang perbankan milik
pemerintah adalah....
a. Bank BNI
b. Bank Peermata
c. Bank BTN
d. Bank Mandiri
e. Bank BRI
2. Industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-
barang untuk diolah kembali, adalah merupakan...................
a. Industri primer
b. Industri sekunder
c. Industri tersier
d. Industri rumah tangga
e. Industri sedang
3. Yang dimaksud dengan industri rumah tangga adalah.................
a. Industri yang jumlah karyawan/tenaga kerjanya berjumlah antara 1-4
orang
b. Industri yang jumlah karyawan/tenaga kerjanya berjumlah antara 5-19
orang

20
c. Industri yang jumlah karyawan/tenaga kerjanya berjumlah antara 20-
99 orang
d. Industri yang jumlah karyawan/tenaga kerjanya berjumlah antara 100-
400 orang
e. Industri yang jumlah karyawan/tenaga kerjanya berjumlah antara 100-
orang atau lebih

4. Industri adalah kumpulan dari beberapa perusahaan-perusahaan atau


firma yang mengusahakan atau memproduksi suatu barang yang serupa,
adalah definisi menurut...............
a. Sadli
b. Komarudin
c. Levine
d. Lynch
e. Mukhlis
5. Perhatikan pernyataan berikut ini!

1) Sektor keuangan mulai menglami perkembangan


2) Sektor perbankan semakin memegang peranan penting dalam
penyaluran kredit dibandingkan dengan bank sentral.
3) Semakin berkembangnya sektor keuangan non bank, seperti
asuransi, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan
4) Semakin berkembanynya bersa saham
Pernyataan di atas adalah tahap perkembangan sektor keuangan,
menurut................

a. Sadli
b. Komarudin
c. Levine
d. Lynch
e. Mukhlis
2. Soal Essay
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Jelaskan penggolongan industri berdasarkan pemilhan lokasi!

21
2. Sebutkan macam-macam industri berdasarkan besar kecilnya
modal!
3. Jelaskan macam-macm industri berdasarkan produktifitas
perorangan!
4. Bagaimana pengertian jasa menurut Christian gronross?
5. Jelaskan jenis-jenis bank dilihat dari segi status !

3. Jobsheet

JOBSHEET

Tujuan Pembelajaran :

1. Memahami contoh profesi


2. Melakukan pengamatan dalam jasa keuangan
.
Langkah kerja :
1. Berkumpul dengan anggota kelompok!
2. Cari dan amatilah beberapa contoh profesi yang ada dalam jasa
keuangan dengan santun bersama kelompok kalian masing-masing!
3. Tulislah hasil pengamatan kalian mengenai contoh yang ada dalam
jasa keuangan dari hasil pengamatan yang telah kalian lakukan!
Hasil kerja :
1. Siswa dapat memahami contoh profesi dalam jasa keuangan
2. Siswa dapat mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.

Waktu : 45 menit

TINDAK LANJUT
Setelah kalian mempelajari materi di atas, untuk lebih

22
mendalami dan menguasai materi yang berkaitan dengan Kompetensi Dasar3.1
dengan materi Sektor industri jasa keuangan , silahkan mempelajari lagi dengan
referensi yang lainya yang berkaitan erat dengan materi sektor industri dan jasa
keuangan..
Setelah Kalian menyelesaikan pembelajaran pada materi KD 3.1 dengan
memahami pengertian sektor industri dan jasa keuangan, dan Kalian dapat
mengerjakan semua soal yang diberikan dengan benar memenuhi KKM yang
ditetapkan oleh guru, maka Kalian dapat melanjutkan pembelajaran ke pelajaran
selanjutnya atau ke KD selanjutnya, selamat yah ! Tetap semangat
pembelajaran KD 3.2

PERHATIAN !

Setelah mempelajari materi pada modul mandiri di atas, apakah kalian


telah memahami tentang materi sektor industri dan jasa keuangan? Atau
masih ada yang belum dimengerti? Jika masih ada yang belum difahami
silahkan kalian pelajari kembali materi di atas, tetapi apa bila kalian sudah
memahami seluruh materi di atas silahkan kalian lanjutkan untuk
mempelajari materi selanjutnya

TUGAS MANDIRI KOMPETENSI DASAR 3.1

Tugas Individu

Latihan
Coba kalian cari dan buatlah sebuah keliping dari internet yang memuat
tentang sektor industri jasa keuangan dengan cermat, kemudian setiap
gambar dalam kliping kalian sertakan pendapat kalian, setelah itu buat
hasilnya dalam bentuk makalah !

Rambu-rambupenilaian:
i. Kesesuaian jawaban sesuai dengan tema gambar yang tepat dalam kliping

23
ii. Langkah-langkah pengerjaan
iii. Kerapihan dan kecocokan gambar sesuai temanya

TugasKelompok (1 kelompok 3 sd 5 orang)

UJI KOMPETENSI KD 3.1

Berilah tanda silang pada salah satu huruf a,b,c,d,dan e, sebagai jawaban
yang benar !
1. Suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang
setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah atau
mendapatkan keuntungan disebut..............
a. Bahan baku
b. Industri
c. Bahan setengah jadi
d. Industri jasa
e. Industri las
2. Klasifikasi industri berdasarkan besar kecilnya modal, adlah industri ...
a. Padat modal dan padat karya
b. Kimia dasar dan mesin
c. Kecil dan aneka industri
d. Ekstraktif dan Fasilitatif
e. Rumah tangga dan besar

3. Pihak yang akan menentukan/menilai perusahaan jasa keuangan/aset-


aset yang ada di sebuah perusahaan, dan menjaga konsumen supaya
tidak tertipu dan menyesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya
adalah......
a. Akuntan pemerintah
b. Penilai
c. Akuntan publik
d. Akuntan pendidik
e. Konsultan hukum

24
4. Jasa asuransi yang termasuk dalam asuransi milik pemerintah adalah.......
a. Bumiputra
b. Askes
c. Jiwasraya
d. Prudential
e. AXA
5. Mendefinisikan jasa adalah setiap tindakan atau unjuk kerja yang
ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip
intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apa pun,
adalah merupakan definisi jasa dari..............
a. Philip Kotler
b. Adrian Payne
c. Christian Gronross
d. Mukhlis
e. Lynch
6. Perhatikan pernyataan berikut !
1) Proses produksi jasa bisa menggunakan atau tidak menggunakan
bantuan produk fisik
2) Jasa tidak mengakibatkan peralihak hak atau kepemilikan
3) Terdapat interaksi antara penyedia jasa dengan pengguna jasa
4) Produk yang ditawarkan berupa benda yang tidak berwujud (jasa)
5) Perusahaan dan konsumen kesulitan untuk mengukur tingkat harga
jasa
6) Produk yang ditawarkan tidak bisa disimpan dalam bentuk
persediaan
Pernyaan-pernyataan tersebut di atas adalah merupakan.........
a. Macam-macam jasa
b. Fungsi lembaga perantara keuangan
c. Perkembangan sektor keuangan
d. Sektor industri
e. Ciri-ciri jasa
7. Perhatikan pernyataan berikut !
1) Memobilisasi tabungan
2) Mengelola resiko

25
3) Memperoleh informasi tentang peluang-peluang investsi
4) Memonitor manajer dan mengerahkan kontrol bagi perusahaan
5) Memperlancar transaksi
6) Memfasilitasi barang dan jasa
Yang termasuk pada fungsi lembaga keuangan adalah..............
a. 1, 2, dan 3
b. 2, 3, dan 4
c. 1, 3, dan 5
d. 2, 4, dan 6
e. Semuanya benar
8. Industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung
atau tanpa diolah terlebih dahulu, disebut..........
a. Industri primer
b. Industri sekunder
c. Industri tersier
d. Industri setengah jadi
e. Industri yang produknya berupa layanan
9. Yang dimaksud dengan industri kecil berdasarkan jumlah tenaga kerjanya
adalah berjumlah antara...............
a. 1 – 4 orang
b. 5 – 19 orang
c. 20 – 99 orang
d. 100 -200 orang
e. Lebih dari 100 orang
10. Perhatikan pernyataan berikut!
1) Tidak memproduksi suatu barang
2) Semakin berkembangnya sektor keuangan nonbank
3) Mayoritas pengeluaran untuk membayar pegawai
4) Sektor keuangan mulai mengalami perkembangan
5) Aktifitasnya lebih mengarah ke investasi
6) Diversifikasi lembaga keuangan semangkin meningkat
Ciri-ciri entitas yang termasuk dalam sektor keuangan adalah nomor........
a. 1, 2, dan 3
b. 2, 4, dan 6

26
c. 1, 3, dan 5
d. 2, 3, dan 4
e. 4, 5, dan 6

KUNCI JAWABAN UJI KOMPETENSI DASAR 3.1


1. 1. B 6. E
2. 2. A 7. E
3. 3. C 8. A
4. 4. B 9. B
5. 5. A 10. C

Rubrik Penilaian Uji Kompetensi 1


Setelah kalian mengerjakan Uji Kompetensi diatas, sialhkan cocokan jawaban
kalian dengan kunci jawaban yang ada. Kemudian kalian gunakan Rumus
dibawah ini unutk menghitung perolehan skor kalian.
Skor= (jumlah jawaban benar)/(jumlah soal) ×100
Jumlah soal

Jika kalian sudah memperoleh skor minimal 70 keatas, kalian dipersilahkan


untuk melanjutkan mempelajari BAB berikutnya, Jika belum, silahkan anda
kerjakan kembali soal yang belum benar sampai skor yang anda peroleh
minimal 75

Daftar Istilah

KONSEP : Sesuai yang dipahami, atau suatu hal umum yang menjelaskan
atau menyusun suatu peristiwa, objek, situasi, ide, atau akal pikiran dengan
tujuan untuk memudahkan komunikasi antar manusia dan memungkinkan
manusia untuk berfikir lebih baik

27
Referensi
materi 3.1 – 4.1 Buku Etika Profesi untuk SMK kelas x

28
29
Kompetensi Dasar 3.2

MEMAHAMI PEDOMAN, PROSEDURN DAN


ATURAN BERKAITAN DENGAN JASA KEUANGAN

TujuanPembelajaran

Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat :


1. Peraturan pemerintah yang mengatur sektor industri jasa
keuangan
2. Mengidentifikasi jenis-jenis profesi yang ada dalam industri jasa
keuangan

Uraian Materi

PEDOMAN, PROSEDUR DAN ATURAN BERKAITAN


DENGAN JASA KEUANGAN

Peraturan Pemerintah tentang lembaga keuangan

a. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-


Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan
Dalam pengaturan di Undang-Undang Perbankan, keterkaitan dengan
pembentukan RUU tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) terdapat pada LKM
yang berbentuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Dalam Undang-Undang

30
Perbankan pengaturan mengenai BPR merujuk pada beberapa pasal, yaitu:
Pasal 13, Pasal 16, Pasal 19, dan Pasal 29. Dalam Pasal 13 Undang-Undang
Perbankan, usaha BPR meliputi:

a. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan


berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya
yang dipersamakan dengan itu;

b. memberikan kredit;

c. menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan


Prinsip Syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh
Bank Indonesia.;

d. menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia


(SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito dan/atau tabungan
pada bank lain.

Selanjutnya dalam melakukan kegiatan menghimpun dana dari masyarakat


dalam bentuk simpanan wajib, Pasal 16 Undang-Undang Perbankan menyatakan
bahwa BPR terlebih dahulu memperoleh izin usaha Bank Perkreditan Rakyat dari
Pimpinan Bank Indonesia, kecuali apabila kegiatan menghimpun dana dari
masyarakat dimaksud diatur dengan Undang-undang tersendiri, dimana
persyaratan yang wajib dipenuhi paling sedikit memuat:

a. susunan organisasi dan kepengurusan;

b. permodalan;

c. . kepemilikan;

d. keahlian di bidang Perbankan;

e. kelayakan rencana kerja.

Selanjutnya, menurut Pasal 29 Undang-Undang Perbankan, pembinaan dan


pengawasan BPR dilakukan oleh Bank Indonesia, dimana terkait ini, BPR wajib
memelihara tingkat kesehatan bank sesuai dengan ketentuan kecukupan modal,
kualitas aset, kualitas manajemen, likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, dan aspek

31
lain yang berhubungan dengan usaha bank, dan wajib melakukan kegiatan
usaha sesuai dengan prinsip kehati-hatian.

b. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian


Dalam hal LKM yang dibentuk berupa koperasi, yang dalam hal ini bentuk
koperasi yang sesuai dengan LKM adalah koperasi simpan pinjam atau unit
simpan pinjam koperasi, pengaturan dalam Undang-Undang Koperasi yang perlu
menjadi perhatian untuk diharmonisasi atau disinkronisasi dalam wacana
pembentukan Undang-Undang LKM adalah beberapa ketentuan pasal sebagai
berikut, yaitu Pasal 1 angka 1, Pasal 9, dan Pasal 44 Undang-Undang
Perkoperasian.

Dalam hal pendirian LKM yang berbentuk koperasi simpan pinjam, menurut
Pasal 9 Undang-Undang Koperasi, memperoleh status badan hukum setelah
akta pendiriannya disahkan oleh Pemerintah. Selanjutnya, dalam Pasal 44
Undang- Undang Perkoperasian menyatakan bahwa dalam menjalankan
usahanya, Koperasi dapat melaksanakan usaha simpan pinjam, dengan cara
menghimpun dana dan menyalurkannya melalui kegiatan usaha simpan pinjam
dari dan untuk:

1. anggota Koperasi yang bersangkutan;

2. koperasi lain dan/atau anggotanya.

Pada prinsipnya, pengaturan mengenai kegiatan Koperasi Simpan Pinjam atau


unit simpan pinjam koperasi belum diatur secara detil dalam undang-undang
tersendiri, namun sebagai peraturan pelaksana telah diatur dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan
Pinjam Oleh Koperasi. Substansi-substansi pokok yang diatur dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 memuat definisi Koperasi Simpan Pinjam
(KSP), bentuk organisasi, pendirian, permodalan, dan pembinaan. Definisi KSP
menurut Pasal 1 angka 2 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 adalah
koperasi yang kegiatannya hanya usaha simpan pinjam.

32
Bentuk organisasi dari KSP menurut Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 9
Tahun 1995 dinyatakan bahwa kegiatan usaha simpan pinjam hanya
dilaksanakan oleh Koperasi Simpan Pinjam atau Unit Simpan Pinjam, dimana
bentuk keduanya dapat berbentuk Koperasi Primer atau Koperasi Sekunder.
Selanjutnya, dalam hal pendirian, menurut Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor
9 Tahun 1995, dinyatakan bahwa Pendirian Koperasi Simpan Pinjam
dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan mengenai
persyaratan dan tata cara pengesahan Akta Pendirian dan perubahan Anggaran
Dasar Koperasi. Dimana permintaan pengesahan Akta Pendirian Koperasi
Simpan Pinjam diajukan dengan tambahan lampiran:

1. rencana kerja sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun;

2. administrasi dan pembukuan;

3. nama dan riwayat hidup calon Pengelola;

4. daftar sarana kerja.

c. 3. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin


Simpanan (LPS)
Sebagaimana Telah Diubah Terakhir Dengan Undang-Undang Nomor 7
Tahun 2009 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang Nomor 3 Tahun 2008 Menjadi Undang-Undang.

Pada prinsipnya LKM yang berbentuk BPR, menjadi obyek dalam Undang-
Undang LPS. Hal ini dapat dilihat pada Pasal 1 angka 2 Undang-Undang LPS,
yang menyatakan bahwa Bank adalah Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Perbankan. Mengingat
hal itu, maka ketentuan yang terdapat dalam Undang-Undang LPS berlaku pula
untuk BPR, yang di satu sisi merupakan salah satu bentuk dari LKM. Adapun
beberapa ketentuan pasal dalam Undang-Undang LPS yang perlu menjadi
perhatian bagi pembentukan Undang-Undang LKM, khususnya LKM yang
berbentuk BPR, yaitu ketentuan Pasal 8 dan Pasal 9 Undang-Undang LPS.

Dalam Pasal 8 Undang-Undang LPS, dinyatakan bahwa setiap Bank,


termasuk diantaranya BPR, yang melakukan kegiatan usaha di wilayah Negara
Republik Indonesia wajib menjadi peserta Penjaminan

33
Selanjutnya untuk melengkapi kewajiban BPR sebagai peserta penjaminan,
dalam Pasal 9 Undang-Undang LPS, BPR wajib :

a. menyerahkan dokumen sebagai berikut:

1. salinan anggaran dasar dan/atau akta pendirian bank;

2. salinan dokumen perizinan bank;

3. surat keterangan tingkat kesehatan bank yang dikeluarkan oleh

LPP yang dilengkapi dengan data pendukung;

4. surat pernyataan dari direksi, komisaris, dan pemegang saham

bank, yang memuat:

a) komitmen dan kesediaan direksi, komisaris, dan pemegang


saham bank untuk mematuhi seluruh ketentuan sebagaimana
ditetapkan dalam Peraturan LPS;

b) kesediaan untuk bertanggung jawab secara pribadi atas kelalaian

dan/atau perbuatan yang melanggar hukum yang mengakibatkan

kerugian atau membahayakan kelangsungan usaha bank;

c) kesediaan untuk melepaskan dan menyerahkan kepada LPS


segala hak, kepemilikan, kepengurusan, dan/atau kepentingan
apabila bank menjadi Bank Gagal dan diputuskan untuk
diselamatkan atau dilikuidasi;

b. membayar kontribusi kepesertaan sebesar 0,1% (satu perseribu) dari modal


sendiri (ekuitas) bank pada akhir tahun fiskal sebelumnya atau dari modal
disetor bagi bank baru;
c. membayar premi Penjaminan;
d. menyampaikan laporan secara berkala dalam format yang ditentukan;
e. memberikan data, informasi, dan dokumen yang dibutuhkan dalam rangka
penyelenggaraan Penjaminan; dan
f. menempatkan bukti kepesertaan atau salinannya di dalam kantor bank atau
tempat lainnya sehingga dapat diketahui dengan mudah oleh masyarakat.

34
d. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil Dan
Menengah (UMKM)

Dalam kaitannya dengan pembentukan LKM, dalam Undang-Undang UMKM


terdapat beberapa ketentuan pasal yang perlu menjadi perhatian, terutama
terkait dengan definisi usaha mikro dan pembiayaan, kriteria usaha mikro, dan
pembiayaan bagi usaha mikro, yang terdapat dalam Pasal 1 angka 1, Pasal 1
angka 11, Pasal 6 ayat 1, Pasal 21, Pasal 22, dan Pasal 23 Undang-Undang
UMKM.

Definisi usaha mikro yang terdapat dalam Pasal 1 angka 1 adalah Usaha
Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha
perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam
Undang-Undang ini. Sedangkan pembiayaan, yang merupakan kunci
pelaksanaan LKM dalam usaha mikro, menurut Pasal 1 angka 11 didefinisikan
sebagai penyediaan dana oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha,
dan masyarakat melalui bank, koperasi, dan lembaga keuangan bukan bank,
untuk mengembangkan dan memperkuat permodalan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah.

Selanjutnya, dalam Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang UMKM, menyatakan


kriteria suatu usaha mikro meliputi sebagai berikut:

a. memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 50.000.000,00 (lima pulu juta
rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau

b. memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 300.000.000,00 (tiga


ratus juta rupiah).

Terkait dengan pembiayaan untuk usaha mikro, dalam Pasal 21 Undang-


Undang UMKM, menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah
menyediakan pembiayaan bagi Usaha Mikro. Selain itu, Badan Usaha Milik
Negara dapat pula menyediakan pembiayaan dari penyisihan bagian laba
tahunan yang dialokasikan kepada Usaha Mikro dalam bentuk pemberian
pinjaman, penjaminan, hibah, dan pembiayaan lainnya. Masih terkait dengan
pembiayaan untuk usaha mikro, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Dunia
Usaha dapat memberikan hibah, mengusahakan bantuan luar negeri, dan
mengusahakan sumber pembiayaan lain yang sah serta tidak mengikat untuk

35
Usaha Mikro dan Kecil. Selain itu pula, Pemerintah dan Pemerintah Daerah
dapat memberikan insentif dalam bentuk kemudahan persyaratan perizinan,
keringanan tarif sarana prasarana, dan bentuk insentif lainnya yang sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan kepada dunia usaha yang
menyediakan pembiayaan bagi Usaha Mikro.

Selanjutnya, dalam Pasal 22 Undang-Undang UMKM, menyatakan bahwa


dalam rangka meningkatkan sumber pembiayaan Usaha Mikro, Pemerintah
melakukan upaya:
a. pengembangan sumber pembiayaan dari kredit perbankan dan
lembaga keuangan bukan bank;
b. pengembangan lembaga modal ventura;
c. pelembagaan terhadap transaksi anjak piutang;
d. peningkatan kerjasama antara Usaha Mikro dan Usaha Kecil
melalui koperasi simpan pinjam dan koperasi jasa keuangan
konvensional dan syariah; dan
e. pengembangan sumber pembiayaan lain sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan untuk meningkatkan akses Usaha Mikro, dalam Pasal 22 ayat


(1) Undang-Undang UMKM, Pemerintah dan Pemerintah Daerah:

a. menumbuhkan, mengembangkan, dan memperluas jaringan lembaga


keuangan bukan bank;

b. menumbuhkan, mengembangkan, dan memperluas jangkauan lembaga


penjamin kredit; dan

c. memberikan kemudahan dan fasilitasi dalam memenuhi persyaratan


untuk memperoleh pembiayaan.

e. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 Sebagaimana Telah Diubah


Terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008
tentang Perubahan Kedua Atas Tentang Bank Indonesia Menjadi Undang-
Undang (Undang-Undang BI)

36
Wacana pembentukan Undang-Undang LKM terkait dengan beberapa
Undang- Undang. Dalam hal keterkaitannya dengan Undang-Undang Bank
Indonesia dapat dilihat dari materi Tugas Mengatur dan Mengawasi Bank, yang
diatur dalam Pasal 24 sampai dengan Pasal 35 Undang-Undang BI, yang
merupakan salah satu tugas BI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 Undang-
Undang BI, selain menetapkan dan melaksanakan kebijaksanaan moneter dan
mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran

Pada prinsipnya tugas mengatur dan mengawasi bank, dilakukan oleh BI


terhadap semua kriteria yang didefinisikan bank menurut Pasal 1 angka 5
Undang- Undang BI, yaitu termasuk BPR dan BPRS, yang mana merupakan
salah satu jenis LKM berbentuk bank.

Dalam hal pengawasan terhadap BPR maupun BPRS, berdasarkan amanat


Undang-Undang BI, ke depan akan dibentuk lembaga pengawasan sektor jasa
keuangan yang independen, dan dibentuk dengan Undang-undang. Namun
demikian sepanjang lembaga pengawasan tersebut belum dibentuk, tugas
pengaturan dan pengawasan BPR/BPRS dilaksanakan oleh Bank Indonesia, hal
ini sebagaimana diatur dalam Pasal 34 dan Pasal 35 Undang-Undang BI.

f. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah terakhir


dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan
Daerah (Undang-Undang Pemerintahan Daerah)

Dalam hal keterkaitan pembentukan Undang-Undang LKM dengan Undang-


Undang Pemerintahan Daerah dapat dilihat pada lembaga kemasyarakatan di
desa dan badan usaha milik desa. Lembaga kemasyarakatan di desa
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211 Undang-Undang Pemerintah Daerah
dapat berfungsi untuk membantu pemerintah desa dan merupakan mitra dalam
memberdayakan masyarakat desa, yang salah satunya lembaga perbedayaan
masyarakat desa yang menyalurkan pembiayaan berbentuk keuangan mikro.

Selanjutnya untuk mengembangkan potensi dan kebutuhan desa, menurut


Pasal 213 Undang-Undang Pemerintahan Daerah, Desa dapat mendirikan badan
usaha milik desa, yang pendiriannya sesuai dengan peraturan perundang-
undangan. Badan usaha milik desa ini dalam prakteknya dapat berbentuk Badan

37
Kredit Desa, Badan Usaha Kredit Pedesaan dan bentuk-bentuk lainnya, yang
dalam operasionalisasinya dapat menyalurkan kredit/pembiayaan mikro.

g. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah


(Undang-Undang Perbankan Syariah)

Sama halnya dengan Undang-Undang Perbankan, keterkaitan Undang- Undang


Perbankan Syariah dengan pembentuan Undang-Undang LKM terletak pada
LKM yang berbentuk bank. Dalam Undang-Undang Perbankan Syari’ah
keterkaitan itu terdapat pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang
dalam operasionalisasinya menyalurkan pembiayaan mikro.

Dalam Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Perbankan Syariah, definisi BPRS


adalah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah adalah Bank Syariah yang dalam
kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sedangkan
untuk pembinaan dan pengawasan terhadap BPRS, menurut Pasal 50 Undang-
Undang Perbankan Syariah, dilakukan oleh Bank Indonesia.23

38
Penilaian Pembelajaran

LATIHAN SOAL
4. Soal Pilihan Ganda

Berilah silang (X) pada huruf a,b,c,d, dan e sebagai jawaban yang
benar.
1. Definisi dari Logika adalah ....
f. Pemecahan masalah
g. Mengurutkan masalah
h. Penalaran dalam bentuk pikiran
i. Masalah yang diselesaikan
j. Beberapa cara untuk menyelesaikan masalah
6. Algoritma pertama kali diperkenalkan oleh ...
f. Ibnu Sina
g. Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khawariz
h. Ibnu fajar al Kaf
i. Harun Arrasyid
j. Ibnu Yusuf al Kaffah
7. Definisi Algoritma adalah ...
f. Langkah – langkah yang dilakukan agar solusi masalah dapat
diperoleh.
g. Solusi pemecahan masalah
h. Semua susunan dalam memecahkan masalah
i. Semua yang terpikirkan dalam memecahkan berbagai masalah
j. Prosedur-prosedur yang banyak menyelesaikan masalah.

8. Bukan merupakan sifat – sifat algoritma :


a. Banyaknya Langkah Instruksi Harus Berhingga,
b. Langkah atau Instruksi harus Jelas,

39
c. Proses harus Jelas dan mempunyai batasan,
d. Input dan Output harus mempunyai Batasan,
e. Kurang Efektif
9. Hal-hal yg dapat mempengaruhi daripada waktu tempuh adalah :
a. Banyaknya langkah.
b. Besar dan jenis input data.
c. Jenis Operasi.
d. Komputer dan kompilator
e. Aplikasi komputer

5. Soal Essay
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !
6. Berasal dari bahasa apakah Logika ? Jelaskan !
7. Apa yang dimaksud dengan logika ?
8. Apa yang dimaksud denga algoritma ?
9. Teori algoritma pertama kali ditemukan oleh siapa ? jelaskan !
10. Berikan contoh pemanfaatan algoritma !

6. Jobsheet

40
JOBSHEET

Tujuan Pembelajaran :

3. Memahami konsep logika dan algoritma


4. Melakukan melakukan penerapan konsep logika dan algoritma ke
dalam aplikasi computer
5. Mengoperasikan fungsi-fungsi perintah (Command)
6. Memahami penggunaan fungsi-fungsi perintah (Command)
7. Menerapkan fungsi-fungsi perintah (Command) ke dalam aplikasi
komputer
.
Langkah kerja :
4. Menyiapkan peralatan untuk pembuatan logika dan algoritma
5. Buatlah prosedure pembuatan E-KTP
6. Gunakan logika dan algoritma dalam menentukan langkah-
langkahnya sehingga temapt dan sistematik

Hasil kerja :
1. Siswa dapat mengunakan logika dan algoritma dalam menyusun
prosedure pembuatan E-KTP
2. Bagan atau Flowchart pembuatan E-KTP yang tepat dan benar

Waktu : 45 menit

TINDAK LANJUT

41
Setelah kalian mempelajarimateri di atas,
untuklebihmendalamidanmenguasaimateri yang
berkaitandenganKompetensiDasar3.1denganmateri logika dan algoritma ,
silahkan mempelajari lagi dengan referensi yang lainya yang berkaitan erat
dengan materi logika dan algoritma.
Setelah Kalian menyelesaikan pembelajaran pada materi KD 3.1 dengan
memahami pengertian logika dan algoritma, dan Kalian dapat mengerjakan
semua soal yang diberikan dengan benar memenuhi KKM yang ditetapkan oleh
guru, maka Kalian dapat melanjutkan pembelajaran ke pelajaran selanjutnya
atau ke KD selanjutnya, selamat yah ! Tetap semangat pembelajaran KD 3.2

PERHATIAN !

Setelahmempelajarimateripadamodulmandiri di atas, apakah


kaliantelahmemahamitentangmateri simulasi digital?Ataumasihada yang
belumdimengerti?Jikamasihada yang belumdifahamisilahkan kalian
pelajarikembalimateri di atas, tetapiapabila kalian
sudahmemahamiseluruhhmateri di atassilahkan kalian
lanjutkanuntukmempelajarimateriselanjutnya

TUGAS MANDIRI KOMPETENSI DASAR 3.2

Tugas Individu

42
Latihan
Coba kalian perhatikan prosedur dan bagan yang ada di sekitar kalian,
setelah kalian temukan, coba kalian anaisis bagaimana cara kerjanya
dari prosedur atau bagan tersebut , tuliskan bagaimana prosedur tersebut
dilaksanakan dengan baik dan tepat !

Rambu-rambupenilaian:
iv. Kesesuaian jawaban sesuai definisi
v. Langkah-langkah pengerjaan
vi. Kerapihan

TugasKelompok (1 kelompok 3 sd 5 orang)

Coba lihatlah informasi logika dan algoritma di beberapa situs secara


berkelompok dan kalian tuliskan informasi apa saja yang terdapat pada situ
tersebut, tuliskan secara lengkap

Rambu-rambupenilaian:
i. Kesesuaian jawaban sesuai definisi
ii. Langkah-langkah pengerjaan
iii. Kerapihan

UJI KOMPETENSI KD 3.1

Berilah tanda silang pada salah satu huruf a,b,c,d,dan e, sebagai jawaban
yang benar !
1. Logika diperkenalkan pertama kali oleh , ...
f. Picasso
g. Aristoteles
h. Jon hook
i. Jhon Smith
j. Arsimedes
2. Logika berasal dari Bahasa Yunani yaitu ...
f. Logos

43
g. Log out
h. Logman
i. Log shoot
j. Log in
3. Definisi dari Logika adalah ....
a. Pemecahan masalah
b. Mengurutkan masalah
c. Penalaran dalam bentuk pikiran
d. Masalah yang diselesaikan
e. Beberapa cara untuk menyelesaikan masalah
4. Algoritma pertama kali diperkenalkan oleh ...
a. Ibnu Sina
b. Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khawariz
c. Ibnu fajar al Kaf
d. Harun Arrasyid
e. Ibnu Yusuf al Kaffah
5. Definisi Algoritma adalah ...
a. Langkah – langkah yang dilakukan agar solusi masalah dapat
diperoleh.
b. Solusi pemecahan masalah
c. Semua susunan dalam memecahkan masalah
d. Semua yang terpikirkan dalam memecahkan berbagai masalah
e. Prosedur-prosedur yang banyak menyelesaikan masalah

10. Bukan merupakan sifat – sifat algoritma :


a. Banyaknya Langkah Instruksi Harus Berhingga,
b. Langkah atau Instruksi harus Jelas,
c. Proses harus Jelas dan mempunyai batasan,
d. Input dan Output harus mempunyai Batasan,
e. Kurang Efektif
11. Hal-hal yg dapat mempengaruhi daripada waktu tempuh adalah :
a. Banyaknya langkah.
b. Besar dan jenis input data.
c. Jenis Operasi.

44
d. Komputer dan kompilator
e. Aplikasi komputer
1. Sebuah prosedur ketika akan mengirim kan surat kepada teman:
a. Tanggal surat dirahasiahkan.
b. Tulis surat pada secarik kertas surat
c. Ambil sampul surat atau amplop
d. Masukkan surat ke dalam amplop
e. Tutup amplop surat dengan lem perekat
2. Bukan merupakan bagian dari kriteria pemilihan algoritma.
a. Ada Output
b. Produktifitas
c. Jumlah Langkahnya Berhingga,
d. Berakhir, ( SEMI ALGORITMA )
e. Terstruktur.
3. Logos berasal dari bahasa :
a. Mesir kuno
b. Romawi kuno
c. Yunani Kuno
d. Dayak kuno
e. Urdu kuno

KUNCI JAWABAN UJI KOMPETENSI DASAR 3.1

Rubrik Penilaian Uji Kompetensi 1

45
Setelah kalian mengerjakan Uji Kompetensi diatas, sialhkan cocokan jawaban
kalian dengan kunci jawaban yang ada. Kemudian kalian gunakan Rumus
dibawah ini unutk menghitung perolehan skor kalian.

Skor= (jumlah jawaban benar)/(jumlah soal) ×100


Jumlah soal

Jika kalian sudahmemperolehskor minimal 70 keatas, kalian


dipersilahkanuntukmelanjutkanmempelajari BAB berikutnya, Jikabelum,
silahkanandakerjakankembalisoal yang belumbenarsampaiskor yang
andaperolehminimal 75

DaftarIstilah

KONSEP : Sesuai yang dipahami, atau suatu hal umum yang menjelaskan
atau menyusun suatu peristiwa, objek, situasi, ide, atau akal pikiran dengan
tujuan untuk memudahkan komunikasi antar manusia dan memungkinkan
manusia untuk berfikir lebih baik

Referensi

Direktorat Pembinaan SMK (2013)

46
KOMPETENSI DASAR 3.3
MENERAPKAN ETIKA PROFESI DALAM
BIDANG AKUNTANSI DAN KEUANGAN

47
Kompetensi Dasar3.3

MENERAPKAN ETIKA PROFESI AKUNTANSI

TujuanPembelajaran

Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat :


1. Pengertian Etika dan etika profesional secara umum
2. Pengertian etika profesi dalam bidang akuntansi

UraianMateri

ETIKA PROFESI BIDANG AKUNTANSI DAN KEUANGAN

Etika Profesi Akuntansi dan Kode Etik Profesi Akuntansi

Sebelum masuk ke pengertian dari Etika Profesi dan Kode Etik Profesi, kita
terlebih dahulu harus memahami maksa atau pengertian dari masing-masing kata
yaitu “

48
Sebelum masuk ke pengertian dari Etika Profesi dan Kode Etik Profesi,
kita terlebih dahulu harus memahami maksa atau pengertian dari masing-masing
kata yaitu “Etika” dan “Profesi.
terlebih dahulu harus memahami maksa atau pengertian dari masing-masing
kata yaitu “Etika” dan “Profesi”.
Apa itu Etika?
Etika merupakan cabang utama dari filsafat yang mempelajari nilai atau
kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika
mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk dan
tanggung jawab.
Apa itu Profesi?
Profesi adalah suatu pekerjaan yang melaksanakan tugasnya
memerlukan atau menuntut keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik
ilmiah, serta dedikasi yang tinggi.

sekarang…...........

Etika Profesi
Apa itu etika profesi? Etika profesi adalah sikap etis dari sikap hidup
dalam menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi serta mempelajari
penerapan prinsip-prinsip moral dasar atau norma-norma etis umum pada
bidang-bidang khusus (profesi) kehidupan manusia. Etika profesi berkaitan
dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sehingga sangatlah
perlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen
(klien atau objek). Etika profesi memiliki konsep etika yang ditetapkan atau
disepakati pada tatanan profesi atau lingkup kerja tertentu, contoh: pers dan
jurnalistik, engineering (rekayasa), science, medis/dokter, dan sebagainya.

Prinsip-prinsip dasar di dalam etika profesi :

49
 Prinsip Tanggung Jawab. Seorang yang memiliki profesi harus mampu
bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dari profesi tersebut,
khususnya bagi orang-orang di sekitarnya.
 Prinsip Keadilan. Prinsip ini menuntut agar seseorang mampu menjalankan
profesinya tanpa merugikan orang lain, khususnya orang yang berkaitan
dengan profesi tersebut.
 Prinsip Otonomi. Prinsip ini didasari dari kebutuhan seorang profesional
untuk diberikan kebebasan sepenuhnya untuk menjalankan profesinya.
 Prinsip Integritas Moral. Seorang profesional juga dituntut untuk memiliki
komitmen pribadi untuk menjaga kepentingan profesinya, dirinya, dan
masyarakat.

Kode Etik Profesi


Kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati
oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode Etik juga dapat diartikan sebagai
pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan
atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai
pedoman berperilaku dan berbudaya. Tujuan kode etik agar profesionalisme
memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai jasa atau nasabahnya.
Adanya kode etik aka nmelindungi perbuatan yang tidak profesional.

Sekarang setelah paham pengertian dari kode etik dan etika profesi, sebenarnya
bagaimana jika dihubungkan dalam bidang akuntansi?

Etika Profesi Akuntansi


Setiap profesi pasti memiliki kode etik tidak terkecuali profesi akuntansi.
Bahkan etika profesi akuntansi ini telah diatur langsung oleh Ikatan Akuntansi
Indonesia atau IAI. Apa itu etika profesi akuntansi? Etika profesi akuntansi
adalah suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk manusia
sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang
membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus
sebagai Akuntan.

50
Itulah sebabnya Ikatan Akuntansi Indonesia megeluarkan kode etik yang harus
dipatuhi akuntan. Etika ini memiliki beberapa tujuan tersendiri yaitu :

 Meningkatkan mutu organisasi profesi, profesi, dan pengabdian anggota


profesi.
 Menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota
 Menjunjung tinggi martabat profesi
 Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
 Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
 Menentukan baku standar.

Prinsip Dasar Etika Profesi Akuntansi


Menurut IFAC (International Federation of Accountant)

1. Integritas

Bersikap lugas dan jujur dalam semua hubungan profesional dan bisnis.

2. Objektivitas

Tidak membiarkan bias, benturan kepentingan, atau pengaruh yang tidak


semestinya dari pihak lain, yang dapat mengesampingkan pertimbangan
profesional atau bisnis.

3. Kompetensi dan kehati-hatian profesional

Menjaga pengetahuan dan keahlian profesional pada tingkat yang dibutuhkan


untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja akan menerima jasa
profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, peraturan, dan
teknik mutakhir, serta bertindah sungguh-sungguh dan sesuai dengan teknik dan
standar profesional yang berlaku.

4. Kerahasiaan

51
Menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh dari hasil hubungan
profesional dan bisnis dengan tidak mengungkapkan informasi tersebut kepada
pihak ketiga tanpa ada kewenangan yang jelas dan memadai, kecuali terdapat
suatu hak atau kewajiban hukum atau profesional untuk mengungkapkannya,
serta tidak menggunakan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi Akuntans
Profesional atau pihak ketiga.

5. Perilaku profesional

Mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku dan menghindari perilaku apa
pun yang mengurangi kepercayaan kepada profesi Akuntan Profesional.

Menurut IAI (Ikatan Akuntan Indonesia)

1. Tanggung Jawab Profesi

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional setiap anggota


harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam
semua kegiatan yang dilakukannya.

2. Kepentingan Publik

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka


pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan
komitmen atas profesionalisme.

3. Integritas

Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur


dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa.
Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan
pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan
perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak dapat menerima kecurangan dan
peniadaan prinsip.

52
4. Objektivitas

Prinsip ini mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur


secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan
kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain.

5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati-


hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk
mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang
diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh
manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan
praktik, legislasi, dan teknik yang paling mutakhir.

6. Kerahasiaan

Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh


selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau
mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau
kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.

7. Perilaku Profesional

profesi Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi


profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan.

8. Standar Teknis

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan


standar teknis dan standar profesional yang relevan sesuai dengan keahliannya
dan dengan berhati-hati. Anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan
penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan
prinsip integritas dan objektivitas.

53
Seperti yang disebutkan diatas prinsip dasar etika ini mengatur bagaimana
seorang akuntan melakukan pekerjaannya. Tanpa kode etik seorang akuntan
bisa saja langsung diberhentikan. Karena dalam profesi akuntansi sangat rawan
dalam kasus skandal yang tentu saja melanggar kode etik.

Contoh : Kasus Pelanggaran Kode Etik Akuntansi di Indonesia


Menkeu Bekukan Izin Akuntan Publik Oman Pieters (2008)
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indawati membekukan izin Akuntan
Publik Drs Oman Pieters Arifin karena yang bersangkutan telah melanggar
Standar Auditing (SA)-Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).
Menurut siaran pers dari Depkeu, Sabtu (24/5/2008), pelanggaran itu dilakukan
oleh Oman Pieters saat melakukan audit Laporan Keuangan PT Electronic
Solution Indonesia untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Maret 2007.
Pencabutan izin tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor
305/KM.1/2008 tanggal 29 April 2008 dan berlaku selama 9 bulan sejak tanggal
ditetapkannya keputusan dimaksud.
Selama masa pembekuan izin, Drs. Oman Pieters Arifin dilarang memberikan
jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan Nomor
17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik, yaitu : meliputi jasa atestasi yang
termasuk audit umum atas laporan keuangan, jasa pemeriksaan atas laporan
keuangan prospektif, jasa pemeriksaan atas pelaporan informasi keuangan
proforma, review atas laporan keuangan, serta jasa atestasi lainnya
sebagaimana tercantum dalam SPAP.
Akuntan publik itu juga dilarang memberikan jasa audit lainnya serta jasa yang
berkaitan dengan akuntansi, keuangan, manajemen, kompilasi, perpajakan, dan
konsultasi sesuai dengan kompetensi Akuntan Publik dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Selain itu Drs. Oman Pieters Arifin juga dilarang menjadi Pemimpin dan atau
Pemimpin Rekan dan atau Pemimpin Cabang Kantor Akuntan Publik, serta wajib
mengikuti Pendidikan Profesi Berkelanjutan (PPL), dan tetap bertanggung jawab
atas jasa-jasa yang telah diberikan.

Analisis:

54
Dari kasus diatas, terbukti Drs. Oman Pieters Arifin telah melanggar Standar
Auditing (SA) dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) saat melakukan
audit Laporan Keuangan PT Electronic Solution Indonesia untuk tahun 2007. Ini
megindikasikan bahwa Drs. Oman Pieters Arifin tidak mengindahkan prinsip-
prinsip dasar etika profesi akuntansi antara lain dengan tidak bertanggung jawab
terhadap profesinya, tidak memiliki integritas, dan tidak berperilaku secara
profesional. Ini membuat profesi akuntan menjadi sorotan masyarakat dan para
pembuat kebijakan. Masyarakat mulai meragukan dan mempertanyakan tingkat
kehandalan pada laporan keuangan yang telah di audit. Seharusnya auditor
sebagai pihak ketiga yang independen bertanggung jawab untuk memberikan
kerelevanan dan kehandalan dalam laporan keuangan yang diaudit.

ETIKA PROFESI DALAM BIDANG


AKUNTANSI DAN KEUANGAN

A. PENGERTIAN ETIKA

Pengertian Etika Secara Umum

 Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia


dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
 Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang
tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari seg baik dan buruk,

55
sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
 Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara
mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam
hidupnya.

Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik
dan buruknya prilaku manusia :
 Etika deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis
dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh
manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. etika deskriptif
memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang
prilaku atau sikap yang mau diambil.
 Etika normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap
dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup
ini sebagai sesuatu yang bernilai. etika normatif memberi penilaian
sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang
akan diputuskan.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi :


 Etika umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana
manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil
keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang
menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam
menilai baik atau buruknya suatu tindakan. etika umum dapat di
analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai
pengertian umum dan teori-teori.
 Etika khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam
bidang kehidupan yang khusus.Etika khusus dibagi menjadi dua bagian :
 Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap
manusia terhadap dirinya sendiri.
 Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan
pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

56
B. PENGERTIAN PROFESI

1. Pengertian Profesi Secara Umum


 PROFESI : mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus,
dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna
waktu), dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup, dilaksanakan
dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
 PROFESIONAL : Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya,
meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu,
hidup dari situ, bangga akan pekerjaannya.

Syarat-Syarat Suatu Profesi :


1. Melibatkan kegiatan intelektual.
2. Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
3. Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.
4. Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
5. Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
6. Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.

57
2. Prinsip-Prinsip Etika Profesi :

a) Tanggung jawab
Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat
pada umumnya.
b) Keadilan
Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang
menjadi haknya.
c) Otonomi
Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri
kebebasan dalam menjalankan profesinya.

3. Peranan Etika Dalam Profesi


 Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang, atau segolongan orang
saja, tetapi milik setiap kelompok masyarakat, bahkan kelompok yang paling
kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. Dengan nilai-nilai etika tersebut,
suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur
kehidupan bersama.
 Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi
landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya
maupun dengan sesama anggotanya, yaitu masyarakat profesional. Golongan ini
sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan
tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi
pegangan para anggotanya.
 Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian
para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah
disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi), sehingga terjadi
kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. Sebagai contohnya adalah
pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan, demikian juga pada profesi
dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah, sehingga
masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya.

58
4. Kode Etik Profesi
Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam
melaksanakan tugas dalam kehidupan sehari – hari. Kode etik profesi adalah
bagian dari etika profesi yang sebetulnya bukan merupakan hal yang baru.
Tujuan kode etik profesi adalah :
 Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
 Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota
 Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
 Untuk meningkatkan mutu profesi.
 Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
 Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
 Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
 Menentukan baku standarnya sendiri.

C. RUANG LINGKUP ETIKA PROFESI DALAM BIDANG AKUNTANSI

a. Pengertian Akuntansi
Secara Teknis, akuntansi merupakan kumpulan prosedur –
prosedur untuk mencatat, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, dan melaporkan
dalam bentuk laporan keuangan.
Secara Umum, akuntansi berasal dari kata asing accounting
yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah menghitung
atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi adalah suatu proses mencatat,

59
mengklasifikasi, meringkas, mengolah, dan menyajikan data, transaksi serta
kejadian yang berhubungan dengan keuangan, sehingga mudah dimengerti oleh
orang yang menggunakannya dan dapat digunakan untuk pengambilan suatu
keputusan serta tujuan lainnya.
b. Pengertian etika profesi akuntansi
Etika profesi akuntansi yaitu suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik
dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap
pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu
pengetahuan khusus sebagai akuntan.
c. Pengertian Profesi Akuntan
Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan
bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di
lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia
pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya.
d. Tujuan profesi akuntansi
Memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi,
mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik
e. Empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi:
a) Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informas
dan sistem informasi.
b) Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat
diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang
akuntansi.
c) Kualitas Jasa.Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh
dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
d) Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa
terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh
akuntan.

60
D. PRINSIP – PRINSIP ETIKA PROFESI DALAM BIDANG
AKUNTANSI

a) Kode Etik AICPA


1) Tanggung Jawab: Dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang
profesional,anggota harus menjalankan pertimbangan moral dan profesional
secara sensitive.
2) Kepentingan Publik: Anggota harus menerima kewajiban mereka untuk
bertindak sedemikian rupa demi melayani kepentingan publik, menghormati
kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.
3) Integritas: Untuk memelihara dan memperluas keyakinan publik, anggota
harus melaksanakan semua tanggung jawab profesinal dengan ras integritas
tertinggi.
4) Objektivitas dan Independensi: Seorang anggota harus memelihara
objektivitas dan bebas dari konflik kepentingan dalam menunaikan tanggung
jawab profesional.Seorang anggota dalam praktik publik seharusnya menjaga
independensi dalam faktadan penampilan saat memberikan jasa auditing dan
atestasi lainnya
5) Kehati-hatian (due care): Seorang anggota harus selalu mengikuti
standar-standar etika dan teknis profesi terdorong untuk secara terus menerus
mengembangkan kompetensi dan kualitas jasa, dan menunaikan tanggung
jawab profesional sampai tingkat tertinggi kemampuan anggota yang
bersangkutan
6) Ruang Iingkup dan Sifat Jasa: Seorang anggota dalam praktik publik
harus mengikuti prinsip-prinsip kode Perilaku Profesional dalam menetapkan
ruang lingkup an sifat jasa yang diberikan

b) Prinsip-prinsip Fundamental Etika IFAC


1) Integritas : Seorang akuntan profesional harus bertindak tegas dan jujur
dalam semua hubungan bisnis dan profesionalnya.

61
2) Objektivitas : Seorang akuntan profesional seharusnya tidak boleh
membiarkan terjadinya bias, konflik kepentingan, atau dibawah penguruh orang
lain sehingga mengesampingkan pertimbangan bisnis dan profesional.
3) Kompetensi profesional dan kehati-hatian : Seorang akuntan
professional mempunyai kewajiban untuk memelihara pengetahuan dan
keterampilan profesional secara berkelanjutan pada tingkat yang dipelukan untuk
menjamin seorang klien atau atasan menerima jasa profesional yang kompeten
yang didasarkan atas perkembangan praktik, legislasi, dan teknik terkini.
Seorang akuntan profesional harus bekerja secara tekun serta mengikuti
standar-standar profesional harus bekerja secara tekun serta mengikuti standar-
standar professional dan teknik yang berlaku dalam memberikan jasa
profesional.
4) Kerahasiaan : Seorang akuntan profesional harus menghormati
kerhasiaan informasi yang diperolehnya sebagai hasil dari hubungan profesional
dan bisnis serta tidak boleh mengungkapkan informasi apa pun kepada pihak
ketiga tanpa izin yang benar dan spesifik, kecuali terdapat kewajiban hukum atau
terdapat hak profesional untuk mengungkapkannya.
5) Perilaku Profesional : Seorang akuntan profesional harus patuh pada
hukum dan perundang-undangan yang relevan dan harus menghindari tindakan
yang dapat mendiskreditkan profesi.

c) Prinsip Etika Profesi Akuntan menrut IAI


1) Tanggung Jawab Profesi. Dalam melaksanakan tanggung jawabnya
sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan
pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
2) Kepentingan Publik. Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa
bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan
publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
3) Integritas.Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik,
setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan
integritas setinggi mungkin.
4) Obyektivitas. Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas
dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

62
5) Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional. Setiap anggota harus
melaksanakan jasa profesionalnya tkngan kehati-hatian, kompetensi dan
ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan
dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan
bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang
kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling
mutakhir.
6) Kerahasiaan. Setiap anggota harus, menghormati kerahasiaan informasi
yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau
mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau
kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
7) Perilaku Profesional. Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten
dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat
mendiskreditkan profesi.
8) Standar Teknis. Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya
sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai
dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban
untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut
sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas

SUMBER :

63
Kasanah, Nur. Etika Profesi dan Profesional Bekerja. 2013. Direktorat Pendidikan
SMK.

Suparmin. Etika Profesi. 2016. Surakarta : Putra Nugraha.

Penilaian Pembelajaran

LATIHAN SOAL
7. Soal Pilihan Ganda

Berilah silang (X) pada huruf a,b,c,d, dan e sebagai jawaban yang
benar.
12. Definisi dari Logika adalah ....
a. Pemecahan masalah
b. Mengurutkan masalah
c. Penalaran dalam bentuk pikiran
d. Masalah yang diselesaikan
e. Beberapa cara untuk menyelesaikan masalah
13. Algoritma pertama kali diperkenalkan oleh ...
k. Ibnu Sina
l. Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khawariz
m. Ibnu fajar al Kaf

64
n. Harun Arrasyid
o. Ibnu Yusuf al Kaffah
14. Definisi Algoritma adalah ...
k. Langkah – langkah yang dilakukan agar solusi masalah dapat
diperoleh.
l. Solusi pemecahan masalah
m. Semua susunan dalam memecahkan masalah
n. Semua yang terpikirkan dalam memecahkan berbagai masalah
o. Prosedur-prosedur yang banyak menyelesaikan masalah.

15. Bukan merupakan sifat – sifat algoritma :


a. Banyaknya Langkah Instruksi Harus Berhingga,
b. Langkah atau Instruksi harus Jelas,
c. Proses harus Jelas dan mempunyai batasan,
d. Input dan Output harus mempunyai Batasan,
e. Kurang Efektif
16. Hal-hal yg dapat mempengaruhi daripada waktu tempuh adalah :
a. Banyaknya langkah.
b. Besar dan jenis input data.
c. Jenis Operasi.
d. Komputer dan kompilator
e. Aplikasi komputer

8. Soal Essay
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !
11. Berasal dari bahasa apakah Logika ? Jelaskan !
12. Apa yang dimaksud dengan logika ?
13. Apa yang dimaksud denga algoritma ?
14. Teori algoritma pertama kali ditemukan oleh siapa ? jelaskan !
15. Berikan contoh pemanfaatan algoritma !

65
9. Jobsheet

JOBSHEET

Tujuan Pembelajaran :

8. Memahami konsep logika dan algoritma


9. Melakukan melakukan penerapan konsep logika dan algoritma ke
dalam aplikasi computer
10. Mengoperasikan fungsi-fungsi perintah (Command)
11. Memahami penggunaan fungsi-fungsi perintah (Command)
12. Menerapkan fungsi-fungsi perintah (Command) ke dalam aplikasi
komputer
.
Langkah kerja :
7. Menyiapkan peralatan untuk pembuatan logika dan algoritma
8. Buatlah prosedure pembuatan E-KTP

66
9. Gunakan logika dan algoritma dalam menentukan langkah-
langkahnya sehingga temapt dan sistematik

Hasil kerja :
1. Siswa dapat mengunakan logika dan algoritma dalam menyusun
prosedure pembuatan E-KTP
2. Bagan atau Flowchart pembuatan E-KTP yang tepat dan benar

Waktu : 45 menit

TINDAK LANJUT
Setelah kalian mempelajarimateri di atas,
untuklebihmendalamidanmenguasaimateri yang
berkaitandenganKompetensiDasar3.1denganmateri logika dan algoritma ,
silahkan mempelajari lagi dengan referensi yang lainya yang berkaitan erat
dengan materi logika dan algoritma.
Setelah Kalian menyelesaikan pembelajaran pada materi KD 3.1 dengan
memahami pengertian logika dan algoritma, dan Kalian dapat mengerjakan
semua soal yang diberikan dengan benar memenuhi KKM yang ditetapkan oleh
guru, maka Kalian dapat melanjutkan pembelajaran ke pelajaran selanjutnya
atau ke KD selanjutnya, selamat yah ! Tetap semangat pembelajaran KD 3.2

PERHATIAN !

Setelahmempelajarimateripadamodulmandiri di atas, apakah


kaliantelahmemahamitentangmateri simulasi digital?Ataumasihada yang
belumdimengerti?Jikamasihada yang belumdifahamisilahkan kalian
pelajarikembalimateri di atas, tetapiapabila kalian
sudahmemahamiseluruhhmateri di atassilahkan kalian
lanjutkanuntukmempelajarimateriselanjutnya
67
TUGAS MANDIRI KOMPETENSI DASAR 3.1

Tugas Individu

Latihan
Coba kalian perhatikan prosedur dan bagan yang ada di sekitar kalian,
setelah kalian temukan, coba kalian anaisis bagaimana cara kerjanya
dari prosedur atau bagan tersebut , tuliskan bagaimana prosedur tersebut
dilaksanakan dengan baik dan tepat !

Rambu-rambupenilaian:
vii. Kesesuaian jawaban sesuai definisi
viii. Langkah-langkah pengerjaan
ix. Kerapihan

TugasKelompok (1 kelompok 3 sd 5 orang)

Coba lihatlah informasi logika dan algoritma di beberapa situs secara


berkelompok dan kalian tuliskan informasi apa saja yang terdapat pada situ
tersebut, tuliskan secara lengkap

Rambu-rambupenilaian:
iv. Kesesuaian jawaban sesuai definisi
v. Langkah-langkah pengerjaan
vi. Kerapihan

UJI KOMPETENSI KD 3.1

68
Berilah tanda silang pada salah satu huruf a,b,c,d,dan e, sebagai jawaban
yang benar !
1. Logika diperkenalkan pertama kali oleh , ...
k. Picasso
l. Aristoteles
m. Jon hook
n. Jhon Smith
o. Arsimedes
2. Logika berasal dari Bahasa Yunani yaitu ...
k. Logos
l. Log out
m. Logman
n. Log shoot
o. Log in
3. Definisi dari Logika adalah ....
a. Pemecahan masalah
b. Mengurutkan masalah
c. Penalaran dalam bentuk pikiran
d. Masalah yang diselesaikan
e. Beberapa cara untuk menyelesaikan masalah
4. Algoritma pertama kali diperkenalkan oleh ...
f. Ibnu Sina
g. Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khawariz
h. Ibnu fajar al Kaf
i. Harun Arrasyid
j. Ibnu Yusuf al Kaffah
5. Definisi Algoritma adalah ...
f. Langkah – langkah yang dilakukan agar solusi masalah dapat
diperoleh.
g. Solusi pemecahan masalah
h. Semua susunan dalam memecahkan masalah
i. Semua yang terpikirkan dalam memecahkan berbagai masalah
j. Prosedur-prosedur yang banyak menyelesaikan masalah

69
17. Bukan merupakan sifat – sifat algoritma :
a. Banyaknya Langkah Instruksi Harus Berhingga,
b. Langkah atau Instruksi harus Jelas,
c. Proses harus Jelas dan mempunyai batasan,
d. Input dan Output harus mempunyai Batasan,
e. Kurang Efektif
18. Hal-hal yg dapat mempengaruhi daripada waktu tempuh adalah :
a. Banyaknya langkah.
b. Besar dan jenis input data.
c. Jenis Operasi.
d. Komputer dan kompilator
e. Aplikasi komputer
4. Sebuah prosedur ketika akan mengirim kan surat kepada teman:
a. Tanggal surat dirahasiahkan.
b. Tulis surat pada secarik kertas surat
c. Ambil sampul surat atau amplop
d. Masukkan surat ke dalam amplop
e. Tutup amplop surat dengan lem perekat
5. Bukan merupakan bagian dari kriteria pemilihan algoritma.
f. Ada Output
g. Produktifitas
h. Jumlah Langkahnya Berhingga,
i. Berakhir, ( SEMI ALGORITMA )
j. Terstruktur.
6. Logos berasal dari bahasa :
a. Mesir kuno
b. Romawi kuno
c. Yunani Kuno
d. Dayak kuno
e. Urdu kuno

KUNCI JAWABAN UJI KOMPETENSI DASAR 3.1

70
Rubrik Penilaian Uji Kompetensi 1
Setelah kalian mengerjakan Uji Kompetensi diatas, sialhkan cocokan jawaban
kalian dengan kunci jawaban yang ada. Kemudian kalian gunakan Rumus
dibawah ini unutk menghitung perolehan skor kalian.

Skor= (jumlah jawaban benar)/(jumlah soal) ×100


Jumlah soal

Jika kalian sudahmemperolehskor minimal 70 keatas, kalian


dipersilahkanuntukmelanjutkanmempelajari BAB berikutnya, Jikabelum,
silahkanandakerjakankembalisoal yang belumbenarsampaiskor yang
andaperolehminimal 75

DaftarIstilah

KONSEP : Sesuai yang dipahami, atau suatu hal umum yang menjelaskan
atau menyusun suatu peristiwa, objek, situasi, ide, atau akal pikiran dengan
tujuan untuk memudahkan komunikasi antar manusia dan memungkinkan
manusia untuk berfikir lebih baik

Referensi

http://iaiglobal.or.id/v03/files/file_berita/Kode%20Etik%20Akuntan%20Profesional
.pdf

71
https://id.wikipedia.org/wiki/Kode_etik_profesi
http://www.akuntansilengkap.com/akuntansi/iai-pengertian-etika-profesi-
akuntansi-serta-8-prinsip-dasar-kode-etik-lengkap/
http://rocketmanajemen.com/etika-profesi-akuntansi/
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/944355/menkeu-bekukan-
akuntan-publik-oman-pieters

72
KOMPETENSI DASAR 3.4
Menganalisis kompetensi personal dalam
bidang akuntansi keuangan

73
Kompetensi Dasar3.4

KOMPETENSI PERSONAL DALAM BIDANG


AKUNTANSI DAN KEUANGAN

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat :


1. Memahami kompetensi personal
2. Dapat membedakan personal akuntansi dan keuangan

UraianMateri

KOMPETENSI PERSONAL BIDANG AKUNTANSI DAN


KEUANGAN

ETIKA PROFESI DALAM BIDANG AKUNTANSI DAN


KEUANGAN

A. PENGERTIAN ETIKA

Pengertian Etika Secara Umum

74
 Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia
Dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
 Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang
tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari seg baik dan buruk, sejauh
yang dapat ditentukan oleh akal.
 Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara
mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam
hidupnya.

Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik
dan buruknya prilaku manusia :
1. Etika deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis
dandan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia
dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. etika deskriptif memberikan fakta
sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau
diambil.
2. Etika normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan
pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai
sesuatu yang bernilai. etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi
norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi :


Etika umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana
manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis,
teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi
manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya
suatu tindakan. etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang
membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
Etika khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar
dalam bidang kehidupan yang khusus.Etika khusus dibagi menjadi dua bagian :

75
1. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap
dirinya sendiri.

2. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku
manusia sebagai anggota umat manusia.

B. PENGERTIAN PROFESI

1. Pengertian Profesi Secara Umum


PROFESI : mengandalkan suatu keterampilan atau
keahlian khusus, dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama
(purna waktu), dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup, dilaksanakan
dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
PROFESIONAL : Orang yang tahu akan keahlian
dan keterampilannya, meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau
kegiatannya itu, hidup dari situ, bangga akan pekerjaannya.
Syarat-Syarat Suatu Profesi :
1. Melibatkan kegiatan intelektual.
2. Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
3. Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar
latihan.

76
4. Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
5. Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
6. Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.

2. Prinsip-Prinsip Etika Profesi :

a) Tanggung jawab
Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau
masyarakat pada umumnya.
b) Keadilan
Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa
yang menjadi haknya.
c) Otonomi
Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri
kebebasan dalam menjalankan profesinya.

3. Peranan Etika Dalam Profesi


 Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang, atau segolongan orang
saja, tetapi milik setiap kelompok masyarakat, bahkan kelompok yang paling
kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. Dengan nilai-nilai etika tersebut,
suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur
kehidupan bersama.
 Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi
landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya
maupun dengan sesama anggotanya, yaitu masyarakat profesional. Golongan ini
sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan
tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi
pegangan para anggotanya.

77
 Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian
para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah
disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi), sehingga terjadi
kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. Sebagai contohnya adalah
pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan, demikian juga pada profesi
dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah, sehingga
masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya.

4. Kode Etik Profesi


Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam
melaksanakan tugas dalam kehidupan sehari – hari. Kode etik profesi adalah
bagian dari etika profesi yang sebetulnya bukan merupakan hal yang baru.
Tujuan kode etik profesi adalah :
 Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
 Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota
 Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
 Untuk meningkatkan mutu profesi.
 Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
 Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
 Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
 Menentukan baku standarnya sendiri.

C. RUANG LINGKUP ETIKA PROFESI DALAM BIDANG AKUNTANSI

78
a. Pengertian Akuntansi
Secara Teknis, akuntansi merupakan kumpulan prosedur –
prosedur untuk mencatat, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, dan melaporkan
dalam bentuk laporan keuangan.
Secara Umum, akuntansi berasal dari kata asing accounting
yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah menghitung
atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi adalah suatu proses mencatat,
mengklasifikasi, meringkas, mengolah, dan menyajikan data, transaksi serta
kejadian yang berhubungan dengan keuangan, sehingga mudah dimengerti oleh
orang yang menggunakannya dan dapat digunakan untuk pengambilan suatu
keputusan serta tujuan lainnya.
b. Pengertian etika profesi akuntansi
Etika profesi akuntansi yaitu suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik
dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap
pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu
pengetahuan khusus sebagai akuntan.
c. Pengertian Profesi Akuntan
Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan
bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di
lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia
pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya.
d. Tujuan profesi akuntansi

79
Memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi,
mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik
e. Empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi:
a) Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informas
dan sistem informasi.
b) Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat
diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang
akuntansi.
c) Kualitas Jasa.Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh
dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
d) Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa
terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh
akuntan.

D. PRINSIP – PRINSIP ETIKA PROFESI DALAM BIDANG


AKUNTANSI

a) Kode Etik AICPA


1) Tanggung Jawab: Dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang
profesional,anggota harus menjalankan pertimbangan moral dan profesional
secara sensitive.
2) Kepentingan Publik: Anggota harus menerima kewajiban mereka untuk
bertindak sedemikian rupa demi melayani kepentingan publik, menghormati
kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.
3) Integritas: Untuk memelihara dan memperluas keyakinan publik, anggota
harus melaksanakan semua tanggung jawab profesinal dengan ras integritas
tertinggi.
4) Objektivitas dan Independensi: Seorang anggota harus memelihara
objektivitas dan bebas dari konflik kepentingan dalam menunaikan tanggung

80
jawab profesional.Seorang anggota dalam praktik publik seharusnya menjaga
independensi dalam faktadan penampilan saat memberikan jasa auditing dan
atestasi lainnya
5) Kehati-hatian (due care): Seorang anggota harus selalu mengikuti
standar-standar etika dan teknis profesi terdorong untuk secara terus menerus
mengembangkan kompetensi dan kualitas jasa, dan menunaikan tanggung
jawab profesional sampai tingkat tertinggi kemampuan anggota yang
bersangkutan
6) Ruang Iingkup dan Sifat Jasa: Seorang anggota dalam praktik publik
harus mengikuti prinsip-prinsip kode Perilaku Profesional dalam menetapkan
ruang lingkup an sifat jasa yang diberikan

b) Prinsip-prinsip Fundamental Etika IFAC


1) Integritas : Seorang akuntan profesional harus bertindak tegas dan jujur
dalam semua hubungan bisnis dan profesionalnya.
2) Objektivitas : Seorang akuntan profesional seharusnya tidak boleh
membiarkan terjadinya bias, konflik kepentingan, atau dibawah penguruh orang
lain sehingga mengesampingkan pertimbangan bisnis dan profesional.
3) Kompetensi profesional dan kehati-hatian : Seorang akuntan
professional mempunyai kewajiban untuk memelihara pengetahuan dan
keterampilan profesional secara berkelanjutan pada tingkat yang dipelukan untuk
menjamin seorang klien atau atasan menerima jasa profesional yang kompeten
yang didasarkan atas perkembangan praktik, legislasi, dan teknik terkini.
Seorang akuntan profesional harus bekerja secara tekun serta mengikuti
standar-standar profesional harus bekerja secara tekun serta mengikuti standar-
standar professional dan teknik yang berlaku dalam memberikan jasa
profesional.
4) Kerahasiaan : Seorang akuntan profesional harus menghormati
kerhasiaan informasi yang diperolehnya sebagai hasil dari hubungan profesional
dan bisnis serta tidak boleh mengungkapkan informasi apa pun kepada pihak
ketiga tanpa izin yang benar dan spesifik, kecuali terdapat kewajiban hukum atau
terdapat hak profesional untuk mengungkapkannya.

81
5) Perilaku Profesional : Seorang akuntan profesional harus patuh pada
hukum dan perundang-undangan yang relevan dan harus menghindari tindakan
yang dapat mendiskreditkan profesi.

c) Prinsip Etika Profesi Akuntan menrut IAI


1) Tanggung Jawab Profesi. Dalam melaksanakan tanggung jawabnya
sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan
pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
2) Kepentingan Publik. Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa
bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan
publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
3) Integritas.Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik,
setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan
integritas setinggi mungkin.
4) Obyektivitas. Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas
dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
5) Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional. Setiap anggota harus
melaksanakan jasa profesionalnya tkngan kehati-hatian, kompetensi dan
ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan
dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan
bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang
kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling
mutakhir.
6) Kerahasiaan. Setiap anggota harus, menghormati kerahasiaan informasi
yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau
mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau
kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
7) Perilaku Profesional. Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten
dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat
mendiskreditkan profesi.
8) Standar Teknis. Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya
sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai
dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban

82
untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut
sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

Penilaian Pembelajaran

LATIHAN SOAL
f. Soal Pilihan Ganda

Berilah silang (X) pada huruf a,b,c,d, dan e sebagai jawaban yang
benar.
19. Definisi dari Logika adalah ....
g. Pemecahan masalah
h. Mengurutkan masalah
i. Penalaran dalam bentuk pikiran
j. Masalah yang diselesaikan
k. Beberapa cara untuk menyelesaikan masalah
20. Algoritma pertama kali diperkenalkan oleh ...
p. Ibnu Sina
q. Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khawariz
r. Ibnu fajar al Kaf
s. Harun Arrasyid
t. Ibnu Yusuf al Kaffah
21. Definisi Algoritma adalah ...
p. Langkah – langkah yang dilakukan agar solusi masalah dapat
diperoleh.
q. Solusi pemecahan masalah
r. Semua susunan dalam memecahkan masalah
s. Semua yang terpikirkan dalam memecahkan berbagai masalah
t. Prosedur-prosedur yang banyak menyelesaikan masalah.

83
22. Bukan merupakan sifat – sifat algoritma :
a. Banyaknya Langkah Instruksi Harus Berhingga,
b. Langkah atau Instruksi harus Jelas,
c. Proses harus Jelas dan mempunyai batasan,
d. Input dan Output harus mempunyai Batasan,
e. Kurang Efektif
23. Hal-hal yg dapat mempengaruhi daripada waktu tempuh adalah :
a. Banyaknya langkah.
b. Besar dan jenis input data.
c. Jenis Operasi.
d. Komputer dan kompilator
e. Aplikasi komputer

l. Soal Essay
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !
16. Jelaskan penggolongan industri berdasarkan pemilhan lokasi!
17. Sebutkan tugas pokok bank umum menurut Pasal 6 UU No.7
Tahun 1992 dan UU No.10 Tahun 1998!
18. Jelaskan macam-macm industri berdasarkan produktifitas
perorangan!
19. Bagaimana pengertian jasa menurut Christian gronross?
20. Jelaskan jenis-jenis bank dilihat dari segi status !

m.Jobsheet

84
JOBSHEET

Tujuan Pembelajaran :

13. Memahami contoh profesi


14. Melakukan pengamatan dalam jasa keuangan
.
Langkah kerja :
10. Berkumpul dengan anggota kelompok!
11. Cari dan amatilah beberapa contoh profesi yang ada dalam jasa
keuangan dengan santun bersama kelompok kalian masing-masing!
12. Tulislah hasil pengamatan kalian mengenai contoh yang ada dalam
jasa keuangan dari hasil pengamatan yang telah kalian lakukan!
Hasil kerja :
1. Siswa dapat memahami contoh profesi dalam jasa keuangan
2. Siswa dapat mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.

Waktu : 45 menit

TINDAK LANJUT
Setelah kalian mempelajari materi di atas, untuk lebih
mendalami dan menguasai materi yang berkaitan dengan
Kompetensi Dasar3.1 dengan materi Sektor industri jasa keuangan , silahkan
mempelajari lagi dengan referensi yang lainya yang berkaitan erat dengan materi
sektor industri dan jasa keuangan..
Setelah Kalian menyelesaikan pembelajaran pada materi KD 3.1 dengan
memahami pengertian sektor industri dan jasa keuangan, dan Kalian dapat
mengerjakan semua soal yang diberikan dengan benar memenuhi KKM yang
ditetapkan oleh guru, maka Kalian dapat melanjutkan pembelajaran ke pelajaran

85
selanjutnya atau ke KD selanjutnya, selamat yah ! Tetap semangat
pembelajaran KD 3.2

PERHATIAN !

Setelah mempelajari materi pada modul mandiri di atas, apakah kalian


telah memahami tentang materi sektor industri dan jasa keuangan? Atau
masih ada yang belum dimengerti? Jika masih ada yang belum difahami
silahkan kalian pelajari kembali materi di atas, tetapi apa bila kalian sudah
memahami seluruh hmateri di atas silahkan kalian lanjutkan untuk
mempelajari materi selanjutnya

TUGAS MANDIRI KOMPETENSI DASAR 3.1

Tugas Individu

Latihan
Coba kalian perhatikan prosedur dan bagan yang ada di sekitar kalian,
setelah kalian temukan, coba kalian anaisis bagaimana cara kerjanya
dari prosedur atau bagan tersebut , tuliskan bagaimana prosedur tersebut
dilaksanakan dengan baik dan tepat !

Rambu-rambupenilaian:
x. Kesesuaian jawaban sesuai definisi
xi. Langkah-langkah pengerjaan
xii. Kerapihan

TugasKelompok (1 kelompok 3 sd 5 orang)

Coba lihatlah informasi logika dan algoritma di beberapa situs secara


berkelompok dan kalian tuliskan informasi apa saja yang terdapat pada situ
tersebut, tuliskan secara lengkap

86
Rambu-rambupenilaian:
vii. Kesesuaian jawaban sesuai definisi
viii. Langkah-langkah pengerjaan
ix. Kerapihan

UJI KOMPETENSI KD 3.1

Berilah tanda silang pada salah satu huruf a,b,c,d,dan e, sebagai jawaban
yang benar !
1. Suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang
setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah atau
mendapatkan keuntungan disebut..............
p. Bahan baku
q. Bahan setengah jadi
r. Industri
s. Industri jasa
t. Industri las
2. Klasifikasi industri berdasarkan besar kecilnya modal, adlah industri ...
p. Padat modal dan padat karya
q. Kimia dasar dan mesin
r. Kecil dan aneka industri
s. Ekstraktif dan Fasilitatif
t. Rumah tangga dan besar

3. Pihak yang akan menentukan/menilai perusahaan jasa keuangan/aset-


aset yang ada di sebuah perusahaan, dan menjaga konsumen supaya
tidak tertipu dan menyesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya
adalah......
a. Akuntan publik
b. Penilai
c. Akuntan pemerintah
d. Akuntan pendidik

87
e. Konsultan hukum
4. Jasa asuransi yang termasuk dalam asuransi milik pemerintah adalah.......
f. Askes
g. Jiwasraya
h. Prudential
i. AXA
j. Bumiputra
5. Mendefinisikan jasa adalah setiap tindakan atau unjuk kerja yang
ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip
intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apa pun,
adalah merupakan definisi jasa dari..............
f. Philip Kotler
g. Adrian Payne
h. Christian Gronross
i. Mukhlis
j. Lynch
6. Perhatikan pernyataan berikut !
7) Proses produksi jasa bisa menggunakan atau tidak menggunakan
bantuan produk fisik
8) Jasa tidak mengakibatkan peralihak hak atau kepemilikan
9) Terdapat interaksi antara penyedia jasa dengan pengguna jasa
10) Produk yang ditawarkan berupa benda yang tidak berwujud (jasa)
11) Perusahaan dan konsumen kesulitan untuk mengukur tingkat harga
jasa
12) Produk yang ditawarkan tidak bisa disimpan dalam bentuk
persediaan
Pernyaan-pernyataan tersebut di atas adalah merupakan.........
f. Macam-macam jasa
g. Ciri-ciri jasa
h. Fungsi lembaga perantara keuangan
i. Perkembangan sektor keuangan
j. Sektor industri
7. Industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung
atau tanpa diolah terlebih dahulu, disebut..........

88
f. Industri primer
g. Industri sekunder
h. Industri tersier
i. Industri setengah jadi
j. Industri yang produknya berupa layanan
8. Perhatikan pernyataan berikut !
7) Mobilasi tabungan
8) Mengelola resiko
9) Memperoleh informasi tentang peluang-peluang investsi
10) Memonitor manajer dan mengerahkan kontrol bagi perusahaan
11) Memperlancar transaksi
12) Memfasilitasi barang dan jasa
Yang termasuk pada fungsi lembaga keuangan adalah..............
f. 1, 2, dan 3
g. 2, 3, dan 4
h. 1, 3, dan 5
i. 2, 4, dan 6
j. Semuanya benar
9. Yang dimaksud dengan industri kecil berdasarkan jumlah tenaga kerjanya
adalah berjumlah antara...............
f. 1 – 4 orang
g. 5 – 19 orang
h. 20 – 99 orang
i. 100 -200 orang
j. Lebih dari 100 orang
10. Perhatikan pernyataan berikut!
1) Tidak memproduksi suatu barang
2) Semakin berkembangnya sektor keuangan nonbank
3) Mayoritas pengeluaran untuk membayar pegawai
4) Sektor keuangan mulai mengalami perkembangan
5) Aktifitasnya lebih mengarah ke investasi
6) Diversifikasi lembaga keuangan semangkin meningkat
Ciri-ciri entitas yang termasuk dalam sektor keuangan adalah nomor........
f. 1, 2, dan 3

89
g. 1, 3, dan 5
h. 2, 4, dan 6
i. 2, 3, dan 4
j. 4, 5, dan 6

KUNCI JAWABAN UJI KOMPETENSI DASAR 3.1

Rubrik Penilaian Uji Kompetensi 1


Setelah kalian mengerjakan Uji Kompetensi diatas, sialhkan cocokan jawaban
kalian dengan kunci jawaban yang ada. Kemudian kalian gunakan Rumus
dibawah ini unutk menghitung perolehan skor kalian.

Skor= (jumlah jawaban benar)/(jumlah soal) ×100


Jumlah soal

Jika kalian sudah memperoleh skor minimal 70 keatas, kalian dipersilahkan


untuk melanjutkan mempelajari BAB berikutnya, Jika belum, silahkan anda
kerjakan kembali soal yang belum benar sampai skor yang anda peroleh
minimal 75

DaftarIstilah

KONSEP : Sesuai yang dipahami, atau suatu hal umum yang menjelaskan
atau menyusun suatu peristiwa, objek, situasi, ide, atau akal pikiran dengan
tujuan untuk memudahkan komunikasi antar manusia dan memungkinkan
manusia untuk berfikir lebih baik
90
Referensi

Kasanah, Nur. Etika Profesi dan Profesional Bekerja. 2013. Direktorat Pendidikan
SMK.
Suparmin. Etika Profesi. 2016. Surakarta : Putra Nugraha.

91