Anda di halaman 1dari 61

KATA PENGANTAR

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 3
ayat (2) memberi rambu-rambu bahwa dalam peningkatan mutu dilakukan atas dasar prinsip keberlanjutan, terencana,
dan sistematis dengan kerangka waktu dan target capaian yang jelas. Dalam rangka memenuhi ketentuan tersebut,
khususnya dalam memperkuat kerangka waktu dan target-target capaiannya, SMKN 1 PELEPAT ILIR KABUPATEN BUNGO
menyusun rencana pemenuhan mutu pembelajaran selama tiga tahun ke depan sehingga akselerasi peningkatan mutu
pendidikan melalui pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan di sekolah terprogram dengan baik dan dapat
memenuhi Visi dan Misi SMKN 1 Pelepat Ilir Kabupaten Bungo.
Pemetaan ini disusun dengan memperhatikan berbagai peraturan dan produk hukum yang telah dikeluarkan oleh
pemerintah. Dengan adanya pemetaan ini semua stakeholder pendidikan dapat bergerak bersama-sama mememenuhi
SNP dengan rincian langkah-langkah pemenuhan, personil yang dapat dilibatkan, waktu atau durasi, dan hasil yang
ditargetkan. Sasaran utamanya adalah agar semua warga sekolah dapat mencapai SNP dalam waktu yang terukur.
Akhirnya dengan adanya pemetaan pencapaian mutu ini, kiranyasemua pihak dapat memanfaatkannya dengan
baik terutama bagi stakeholder pendidikan dan bagi semua pihak yang terlibat dalam peningkatan mutu pendidikan di
lingkungan SMKN 1 Pelepat Ilir . Terima kasih.

Bungo, Juni 2013


Tim Penyusun
PEDOMAN

PEMENUHAN MUTU 8 SNP

DI SMK BINAAN

KABUPATEN BUNGO

TAHUN 2012 -2016


A. Tujuan
Tujuan umum penyusunan pedoman penjaminan mutu adalah untuk memberikan acuan bagi satuan pendidikan
dalam melaksanakan penjaminan mutu pendidikan secara sinergis dan berkelanjutan.
Secara khusus penjaminan mutu bertujuan untuk:
1. memberi penjelasan tentang indikator esensial pada delapan Standar Nasional Pendidikan yang diuraikan
berdasarkan argumentasi perlunya pemenuhan indikator esensial, langkah pemenuhannya, waktu dan durasi
implementasi pemenuhannya, dan hasil yang dapat diukur.
2. mengatur peran dan tanggung jawab setiap unsur organisas dan pihak terkait lainnya untuk mencapai mutu
pendidikan berdasarkan acuan mutu delapan Standar Nasional Pendidikan.
3. memberi petunjuk pengelolaan dan koordinasi penjaminan mutu pendidikan yang diawali dari pemetaan mutu
pendidikan dengan berbagai penggunaan instrumen, pemenuhan standar yang mengacu pada SNP atau Standar
mutu pendidikan di atas SNP, serta evaluasi mutu pendidikan.
B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301),
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496),
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 TentangStandar Isi (SI),
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi
Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah, dan
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 12/2007 Tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah,
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 13/2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah,
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16/2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru,
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19/2007 Tentang Standar Pengelolaan Oleh Satuan Pendidikan Dasar
Dan Menengah,
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan,
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Dan Prasarana Untuk
Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan
Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA),
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan
Dasar Dan Menengah,
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi
Sekolah/Madrasah,
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 25/2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah,
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 26/ 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah,
15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 27/2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi
Konselor,
16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan,
17. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009 Tentang Standar Biaya Operasi Non Personalia
Tahun 2009.
PEDOMAN PEMENUHAN MUTU
8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PADA SMK BINAAN TAHUN 2012-2013
1. STANDAR ISI

INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI
Sekolah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  Melakukan sosialisasi tentang kebijakan Guru, konselor, kepala Awal tahun  Tersedianya Dokumen KTSP
pengembangan (KTSP) 2013 merupakan kurikulum yang KTSP.2013 sekolah, komite sekolah, (buku I)
kurikulum dengan memiliki prinsip otonomi yang menuntut  Melakukan rapat koordinasi untuk nara sumber, dan pihak-
melibatkan unsur guru, partisipasi warga sekolah dan semua menyusun KTSP pihak lain yang terkait.
konselor, kepala stakeholder pada tingkat satuan pendidikan.  Menyusun draft KTSP oleh 2 – 3 orang
sekolah, komite Arah dan kebijakan KTSP serta guru yang memiliki wawasan tentang
sekolah, dan nara keberhasilannya ditentukan oleh kerjasama KTSP
sumber, dan pihak- semua pihak yang terkait  Melaksanakan musyawarah untuk
pihak lain yang terkait. mengambil keputusan tentang isi dan
struktur KTSP.
 Hasil keputususan ditinjau kembali di
setiap awal tahun.
Sekolah, Standar isi merupakan bagaian inti dari  Melakukan analisis terhadap standar isi Guru, Wakasek Kurikulum Setiap awal  Tersedianya Dokumen KTSP
mengembangkan struktur kurikulum (KTSP) yang ditampilkan  Melakukan analisis kebutuhan untuk (atau Tim Pengembang semester (buku I)
kurikulum berdasarkan dalam bentuk mata pelajaran sesuai standar pengembangan KTSP yang relevan Kurikulum), dan Kepala  Terjaminnya relevansi antara
acuan dan prinsip- yang berlaku dan muatan lokal. dengan visi dan misi sekolah, Sekolah visi, misi, tujuan, dan struktur
prinsip pengembangan Pengembangan mata pelajaran diuraikan pembiayaan, dan kondisi lingkungan mata pelajaran yang
kurikulum dalam dalam bentuk silabus dan RPP.  Menetapkan kebijakan tentang struktur diberikan.
Standar Isi. kurikulum (susunan mata pelajaran,
jumlah jam pelajaran, jadwal, dan tenaga
pendidik).
 Merencanakan pencapaian tujuan
sekolah sesuai visi dan misinya
dipertimbangkan dari formasi atau
struktur mata pelajaran yang akan
disampaikan
Kurikulum sekolah Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun  Kajian terhadap Peraturan Pemerintah Kepala Sekolah, Guru, Setiap awal  Tersedianya Dokumen KTSP
mencakup kelima 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Wakasek Kurikulum (atau semester (buku I)
kelompok mata pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa Nasional Pendidikan. Tim Pengembang  Terjaminnya relevansi antara
pelajaran dengan kurikulum untuk jenis pendidikan umum,  Memasukkan lima kelompok mata Kurikulum). visi, misi, dan tujuan dengan
karakteristiknya kejuruan, dan khusus pada jenjang pelajaran pada kerangka KTSP yang indikator pencapaian dari lima
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI
masing-masing sesuai pendidikan dasar dan menengah terdiri atas dibuat. kelompok mata pelajaran.
dengan Standar Isi. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak  Menetapkan sebaran jumlah jam  Tersosialisasinya tujuan
mulia; kelompok mata pelajaran pelajaran untuk lima kelompok mata kelompok mata pelajaran
kewarganegaraan dan kepribadian; pelajaran sesuai dengan visi dan misi yang relevan dengan visi dan
kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan sekolah dengan tetap sesuai dengan misi sekolah
dan teknologi; kelompok mata pelajaran ketentuan dan rambu-rambu yang
estetika; kelompok mata pelajaran jasmani, berlaku
olahraga dan kesehatan. Dengan demikian  Mendiskusikan indikator pencapaian
menjadi persyaratan wajib yang harus tujuan dari masing-masing kelompok
dipenuhi oleh setiap penyelenggaraan mata pelajaran
pendidikan  Sosialisasi kepada guru untuk
memperhatikan tujuan pokok kelima
kelompok mata pelajaran.
Sekolah menerapkan Kurikulum dikembangkan dengan sejumlah  Kajian terhadap lampiran Peraturan Kepala Sekolah, Guru, Awal tahun  Tersedianya Dokumen KTSP
beban belajar sesuai prinsip yaitu diantaranya memperhatikan menteri pendidikan nasional nomor 22 Wakasek Kurikulum (atau (buku I)
dengan Standar Isi kebutuhan kehidupan, menyeluruh, dan tahun 2006 tanggal 23 mei 2006 tentang Tim Pengembang  Tersosialisasinya beban
memperhatikan keseimbangan antara Standar Isi Kurikulum) belajar kepada siswa dan
kepentingan nasional dan kepentingan  Memasukkan keterangan beban belajar orang tua siswa.
daerah. Oleh karrena itu perlu diatur beban pada KTSP Buku I
belajar supaya dapat memberi pelayanan  Sosialisasi kepada guru, siswa, dan
kepada peserta didik secara proprsional orang tua peserta didik tentang beban
sesuai usia dan tingkat perkembangannya mengajar dalam berbagai bentuk
kesempatan pertemuan.
Kurikulum sekolah Lampiran Peraturan menteri pendidikan  Kajian terhadap lampiran Peraturan Kepala Sekolah, Guru, Di awal semester  Tersedianya Dokumen KTSP
dibuat dengan nasional nomor 22 tahun 2006 tanggal 23 menteri pendidikan nasional nomor 22 Wakasek Kurikulum (atau (buku I)
mempertimbangkan mei 2006 tentang Standar Isi mengatakan tahun 2006 tanggal 23 mei 2006 tentang Tim Pengembang  Tersosialisasinya tentang visi,
karakter daerah, bahwa pengembangan KTSP harus Standar Isi Kurikulum), dan komite misi, dan kebijakan sekolah
kebutuhan sosial memperhatikan prinsip berpusat pada  Memasukkan prinsip berpusat pada sekolah. yang telah
masyarakat, kondisi potensi, perkembangan, kebutuhan, dan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan mempertimbangkan karakter
budaya, dan usia kepentingan peserta didik dan kepentingan peserta didik dan daerah, kebutuhan sosial
peserta didik. lingkungannya. Hal ini perlu dijadikan lingkungannya pada naskah KTSP (Buku masyarakat, kondisi budaya,
rambu-rambu karena esensi dari KTSP I) yang tercermin dalam visi dan misi dan usia peserta didik. Bentuk
bersifat otonomi dan kontekstual dengan sekolah serta muatan lokal yang dipilih sosialisasinya dapat berupa
keadaan lingkungan sekitarnya. oleh satuan pendidikan poster, spanduk, dan dalam
 Sosialisasi kepada guru, siswa, dan berbagai pertemuan.
orang tua peserta didik tentang visi, misi,
dan kebijakan sekolah yang telah
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI
mempertimbangkan karakter daerah,
kebutuhan sosial masyarakat, kondisi
budaya, dan usia peserta didik.
Sekolah melakukan Kegiatan BK memiliki kedudukan yang  Menganalisis permasalahan siswa. Kepala Sekolah dan guru Harian  Deskripsi identifikasi potensi
kegiatan pelayanan sangat penting dalam membina peserta  Menyusun program BK berdasarkan hasil BK dan permasalahan
konseling yang didik untuk dapat berkembang sesuai analisis perkembangan peserta didik
diperuntukkan bagi dengan potensi dan bakat yang dimilikinya.  Menganalisis kebutuhan bakat dan minat  Dokumen program layanan
semua peserta didik Selain itu BK memiliki perananan yang siswa BK untuk satu tahun berjalan
yang berkenaan penting untuk membantu peserta didik  Menetapkan jadwal rutin pelayanan BK.  Daftar hadir harian layanan
dengan masalah diri dalam mengatasi masalah diri pribadi dan  Penyediakan buku pemantauan BK yang memuan nama
pribadi dan kehidupan kehidupan sosial, belajar, dan perkembangan belajar siswa. siswa, waktu, dan isi layanan
sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta.didik.  Membuat daftar giliran layanan BK untuk BK.
pengembangan karier semua siswa (bersifat rutin) dan
peserta.didik mencatat kasus pelayanan bagi siswa
yang membutuhkan
 Melaporkan perkembangan kemajuan
siswa secara terbatas dalam waktu
tertentu dihadapan kepala sekolah dan
pengawas.
Sekolah melaksanakan Program BK merupakan kegiatan yang tidak  Menyusun program BK berdasarkan hasil Kepala Sekolah dan guru Bulanan  Deskripsi identifikasi potensi
kegiatan BK secara dapat dipisahkan dari kurikulum dan analisis BK dan permasalahan
terprogram, yang layanan pendidikan. Oleh karen aitu  Menganalisis kebutuhan bakat dan minat perkembangan peserta didik
meliputi: perencanaan, menjadi indikator mutu karena merupakan siswa  Dokumen program layanan
pelaksanaan, evaluasi, kelengkapan dalam membina siswa. Bukti  Menyusun program kerja BK dalam satu BK untuk satu tahun berjalan
dan tindak lanjut. kegiatan BK dapat direkam sesuai panduan tahun berjalan  Laporan bulanan hasil
yang tersedia.  Melakukan layanan BK evaluasi layanan BK.
 Melakukan evaluasi terhadap efektivitas
program BK tiap bulan.
 Membuat program tindak lanjut sesuai
program dan memperhatikan hasil
evaluasi bulanan.
Sekolah melaksanakan Kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian  Menganalisis kebutuhan bakat dan minat Guru yang dipilih untuk Bulanan  Deskripsi identifikasi potensi
kegiatan ekstra dari kegiatan pengembangan dalam struktur siswa membina kegiatan peserta didik kaitannya
kurikuler secara KTSP. Keberadaannya tidak dapat  Menganalisis potensi dan kompetensi ektrakurikuler dengan kegiatan
terprogram, yang dilepaskan dari kedudukan KTSP itu sendiri. guru untuk pemenuhan kebutuhan ektrakurikuler
meliputi: perencanaan, program ekstrakurikuler.  Program kurikuler yang
pelaksanaan, evaluasi,  Menetapkan jadwal kegiatan sekurang-kurangnya
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI
dan tindak lanjut. ektrakurikuler dan jenis ekstrakurikuler membuat nama kegiatan,
yang akan dibina tujuan, target, langkah
 Melakukan pembinaan kegiatan pembinaan ekstrakurikuler,
ektrakurikuler dan dampak yang diharapkan
 Melaporkan perkembangan kemajuan (pembinaan karakter,
siswa dalam kegiatan ektrakurikuler. kewirausahaan, dan prestasi).
 Melakukan tindak lanjut untuk  Daftar hadir guru pembina
peningkatan mutu kegiatan ektrakurikuler dan peserta didik.
dengan memasukkan program pada  Agenda kegiatan
tahun berikutnya atau melakukan ektrakurikuler yang memuat
perbaikan secara spontan setelah hari/tanggal, jumlah siswa,
ditemukan peluang untuk pengembangan guru pembina, dan isi
kegiatan ektrakurikuler
Sekolah melaksanakan Kegiatan ektrakurikuler merupakan kegiatan  Menganalisis potensi dan kompetensi Guru yang dipilih untuk Bulanan  Deskripsi identifikasi potensi
kegiatan ekstra pembelajaran yang tidak terstruktur dalam guru untuk pemenuhan kebutuhan membina kegiatan peserta didik kaitannya
kurikuler bagi semua mata pelajaran tetapi sangat berpengaruh program ekstrakurikuler. ektrakurikuler dengan kegiatan
siswa sesuai dengan terhadap pembinaan peserta didik sebagai  Menetapkan jadwal kegiatan ektrakurikuler
minat dan bakat dan manusia seutuhnya karena dikembangkan ektrakurikuler dan jenis ekstrakurikuler  Program kurikuler yang
kondisi sekolah sesuai dengan minat dan bakat peserta yang akan dibina sekurang-kurangnya
didik. Oleh karena itu perlu dikembangkan  Melakukan pembinaan kegiatan membuat nama kegiatan,
secara sungguh-sungguh. ektrakurikuler tujuan, target, langkah
 Melaporkan perkembangan kemajuan pembinaan ekstrakurikuler,
siswa dalam kegiatan ektrakurikuler. dan dampak yang diharapkan
(pembinaan karakter,
kewirausahaan, dan prestasi).
 Daftar hadir guru pembina
dan peserta didik.
 Agenda kegiatan
ektrakurikuler yang memuat
hari/tanggal, jumlah siswa,
guru pembina, dan isi
kegiatan ektrakurikuler
2. STANDAR PROSES

INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI
 Kegiatan untuk Silabus merupakan perencanaan  Workshop penyamaan persepsi tentang Guru dan wakil kepala Awal tahun  Silabus untuk masing-
merencanakan pembelajaran yang harus disediakan oleh format silabus sesuai ketentuan yang sekolah bidang masing mata pelajaran yang
pembelajaan guru sesuai perundang-undangan yang berlaku dan relevansi muatan silabus kurikulum,dan kepala telah dilelegalisasi oleh
 Kepemilikan silabus berlaku. Secara teoritis, silabus dapat dengan visi sekolah sekolah kepala sekolah yang
 Komponen silabus dijadikan dokumen mutu yang berfungsi  Penyusunan draft silabus oleh masing- sebelumnya telah di periksa
 Keterkaitan antar sebagai bagian perencanaan, penilaian, dan masing guru oleh tim ahli.
komponen dalam bahan acuan (base line) untuk mencapai  Review draft silabus melalui wokshop
silabus derajat kompetensi yang lebih tinggi sehingga menghasilkan isi silabus yang
Kualitas dari silabus harus dikontrol oleh inovatif sesuai standar proses.
kepala sekolah sebagai penanggung jawab  Pendokumentasian silabus yang berlaku
kegiatan, atau salah seorang yang dipercaya untuk tahun berjalan
sebagai ahli untuk mengawal kualitas  Harus diusahakan ada salah seorang ahli
silabus. Hal ini dilakukan karena silabus yang bertanggungjawab sebagai nara
tidak hanya sekedar ada secara administratif sumber/fasilitator dalam pengembangan
tetapi juga harus mememuhi komponen silabus
yang berkualitas dan memiliki Keterkaitan
antar komponen dalam silabus.
 Kepemilikan RPP RPP merupakan perencanaan pembelajaran  Wokshop penyaman persepsi tentang Guru dan wakil kepala Awal tahun ajaran  RPP untuk setiap kali
 Komponen RPP yang harus disediakan oleh guru sesuai format RPP sesuai ketentuan yang sekolah bidang pertemuan yang dipisahkan
 Keterkaitan antar perundang-undangan yang berlaku. Secara berlaku dan pemuatan inovasi kurikulum, kepala masing-masing mata
komponen RPP teoritis, RPP merupakan kelengkapan guru pembelajaran yang aktif dan kontekstual sekolah pelajaran dan guru yang
 Keterkaitan RPP profesional sebelum melaksanakan proses  Penyusunan draft RPP oleh guru untuk telah dilelegalisasi oleh
dengan silabus pembelajaran di kelas. seluruh pertemuan yang akan dilakukan kepala sekolah yang
 Kelayakan kegiatan Kualitas dari RPP harus dikontrol oleh  Review dan penyelarasan draft RPP oleh sebelumnya telah di periksa
pembelajaran kepala sekolah sebagai penanggung jawab guru sebelum mengajar sehingga oleh ahlinya
kegiatan, atau salah seorang yang dipercaya melahirkan RPP yang kontekstual baik
sebagai ahli untuk mengawal kualitas RPP. waktu dan tempat
Kualitas RPP antara lain dicirikan oleh  Pendokumentasian RPP yang berlaku
kelengkapan komponen RPP dengan untuk tahun berjalan.
indikator yang terukur dan skenario  Harus diusahakan ada salah seorang ahli
pembelajaran yang mendorong siswa aktif. yang bertanggungjawab sebagai nara
Selai itu terdapat keterkaitan antar sumber/fasilitator dalam penyusunan
komponen RPP dan keterkaitan RPP RPP
dengan silabus.
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI

 Ketersedian buku Buku teks, buku panduan, dan sumber  Rapat koordinasi untuk mencantumkan Guru dan wakil kepala Setiap Awal Tahun  Daftar inventaris judul dan
teks, buku panduan, belajar lainnya merupakan bagian terpenting mata anggaran pada RKS untuk sekolah bidang jumlah eksemplar
sumber belajar lain sebagai mendukung kegiatan pembelajaran. menyediakan berbagai sumber belajar kurikulum, kepala  Bukti fisik buku dan sumber
 Pemanfaatan buku Kedudukan sumber belajar yang berupa atau mengusulkan pengadaannya kepada sekolah belajar lain yang tercatat.
teks, buku panduan, buku teks dan lainnya sama dengan pihak dinas pendidikan dan dunia industri.  Aturan pemanfaatan buku
sumber belajar lain kedudukan guru.  Membuat aturan tentang optimasi teks, buku panduan,
pemanfaatan buku dan sumber belajar sumber belajar lain
lainnya baik dalam kegiata belajar di kelas
maupun di luar kelas
 Mensosialisasikan budaya baca dan
pemanfaatan sumber belajar di sekolah
dan di luar lingkungan sekolah.
 Pengelolaan kelas Pengelolaan kelas merupakan kegiatan inti  Menyiapkan ruang kelas dan  Guru dan kepala Setiap akhir pekan  Daftar hadir guru di kelas
dari standar proses. Efektivitas pendidikan perlengkapannya sebaik mungkin sesuai sekolah dalam bentuk agenda
salah satunya ditentukan oleh efektivitas strandar sarana dan prasarana pendidikan pembelajaran
pengelolaan kelas. Dengan demikian,  Guru mereview skenario pembelajaran  Agenda pertemuan lesson
pengelolaan kelas harus diperhatikan yang telah disusunnya pada RPP study di akhir pekan (jam
dengan seksama dalam peningkatan mutu  Menyiapakan berbagai bahan ajar dan yang digunakan setelah
pendidikan dan keterampilan pengelolaan sumber belajar proses pembelajaran dan
kelas merupakan ukuran terhadap tingkat  Guru melaksanakan pembelajaran atau pada waktu jam
kompetensi dan profesionalisme guru.  Secara rutin di akhir pekan, salah seorang ekstrakurikuler)
guru menyampaikan pengalamannya di
kelas di depan guru-guru lain dalam
kerangka kegiatan lesson study.
 Kesesuaian Kesesuaian pelaksanaan pembelajaran  Sebelum masuk kelas, guru membaca Guru Setiap akhir jam  Naskah RPP
pelaksanaan dengan RPP baik pada tahap pendahuluan, kembali RPP yang telah disusunnya pembelajaran di  Catatan akhir (anekdot)
pembelajaran inti, maupun penutup sangat penting karena terutama pada komponen langkah- setiap kelas pembelajaran yang dibuat
dengan RPP untuk RPP yang telah disusun tidak bermakna langkah pembelajaran dan indikatir oleh guru dengan memuat
pendahuluan apapun jika guru tidak melaksanakannya di pencapaiannya. keterangan nama mata
 Kesesuaian kelas. Oleh karena itu kesesuaian  Mengapresiasi tahap inti pada skenario pelajaran, jam pelajaran,
pelaksanaan pelaksanaan pembelajaran dengan RPP pembelajaran dengan kerangka aspek temuan di kelas, rencana
pembelajaran perlu diperhatikan dengan baik. eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. perbaikan di masa yang
dengan RPP untuk  Guru melakasanakan pembelajaran akan datang.
inti sesuai dengan RPP yang disusunya
 Kesesuaian  Melakukan refleksi segera setelah selesai
pelaksanaan melakukan pembelajaran sehingga dapat
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI
pembelajaran ditentukan tingkat kesesuaian antara RPP
dengan RPP untuk dengan pelaksanaanya di kelas.
penutup
Pelaksanaan Kegiatan Pemantauan, Pengawasan, dan  Penyebaran angket penggalian masalah Kepala sekolah 1 semester  Angket
Pemantauan, Evaluasi (persiapan, proses, penilaian), dan pembelajaran.  Laporan singkat analisis
Pengawasan, dan tindak lanjut merupakan kegiatan supervisi  Analisis kebutuhan supervisi kebutuhan
Evaluasi (persiapan, yang bermanfaat untuk peningkatan mutu pembelajaran  Lembaran observasi yang
proses, penilaian). proses pembelajaran  Observasi kelas setiap penampilan guru teriisi
sekurang-kurangnya dilakukan 1 kali  Catatan refleksi
dalam satu semester  Laporan hasil supervisi
 Refleksi langsung antara kepala sekolah akademik
dengan guru yang bersangkutan
Tindak lanjut Tindak lanjut hasil supervisi merupakan  Rekapitulasi data hasil observasi kelas Kepala Sekolah dan Guru 1 semester  Laporan analisis obervasi
implementasi peningkatan mutu. Dengan  Laporan dan ulasan hasil observasi kelas kelas
demikian memiliki kedudukan yang sangat  Pembinaan dan peningkatan proses  Daftar hadir peserta
penting dalam proses peningkatan mutu. pembelajaran minimal 1 kali di akhir Pembinaan dan
semester dipimpin oleh kepala sekolah peningkatan proses
(dapat menghadirkan nara sumber dari pembelajaran.
luar).  Notulen kegiatan
 Memberi tugas pelatihan bagi guru untuk pembinaan guru
meningkatkan kemampuannya dalam
pembelajaran

3. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI
Siswa memperoleh Tujuan pendidikan salah satunya  Merancang kegiatan yang membuka peluang Kepala Sekolah, guru, Mingguan  Dokumen KTSP (buku I)
pengalaman belajar menumbuhkan sikap percaya diri dan bagi peserta didik merasakan pengalamannya dan guru BK  Dokumen program layanan
untuk menumbuhkan bertanggung jawab. Sikap percaya diri untuk mengembangkan sikap percaya diri dan BK untuk satu tahun berjalan
dan mengembangkan adalah modal untuk menumbuhkan bertanggung jawab. Rancangan diawali  Daftar hadir harian layanan
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI
sikap percaya diri dan keberanian untuk melakukan sesuatu yang dengan mencantumkannya pada KTSP yaitu BK yang memuat nama
bertanggung jawab dianggap benar bagi dirinya, namun untuk dalam komponen pengembangan diri. siswa, waktu, dan isi layanan
memupuk percaya diri perlu dibarengi  Membina sikap percaya diri dan bertanggung BK.
dengan rasa tanggung jawab agar percaya jawab di ruang kelas, pada kegiatan
diri peserta didik adalah yang bertanggung ektrakurikuler, dan bimbingan BK secara
jawab. berkelanjutan
 Terus memantau hasil pembinaan sikap
percaya diri dan bertanggung jawab peserta
didik melalui catatan BK.
Siswa memperoleh Keterampilan peserta didik untuk mencari  Merancang kegiatan yang membuka peluang Kepala Sekolah, guru, Mingguan  Dokumen KTSP (buku I)
pengalaman belajar informasi/ pengetahuan lebih lanjut dari bagi peserta didik meningkatkan keterampilan dan guru BK  Dokumen program layanan
melalui program berbagai sumber belajar merupakan kunci mencari informasi/ pengetahuan lebih lanjut BK untuk satu tahun berjalan
pembiasaan untuk dari segala proses pembelajaran. Jika Rancangan diawali dengan mencantumkannya  Daftar hadir harian layanan
mencari informasi/ peserta didik mampu mencari informasi/ pada KTSP yaitu dalam komponen BK yang memuat nama
pengetahuan lebih pengetahuan sendiri maka ia akan pengembangan diri. siswa, waktu, dan isi layanan
lanjut dari berbagai berkembang sesuai minat dan potensi yang  Membina keterampilan mencari informasi/ BK.
sumber belajar dimilikinya pengetahuan lebih lanjut dapat dilakukan di
ruang kelas, pada kegiatan ektrakurikuler, dan
bimbingan BK secara berkelanjutan
 Terus memantau hasil pembinaan
keterampilan mencari informasi/ pengetahuan
lebih lanjut peserta didik melalui catatan BK.
Sekolah memiliki Kelulusan dan nilai rata-rata US/UN  Menganalisis potensi Kriteria Ketuntasan Guru Awal semester  Surat keputusan dan
prestasi yang merupakan indikator mutu pendidikan yang Minimal (KKM). lampiran tentang penetapan
ditunjukkan dengan dilakukan di akhir kegiatan pembelajaran.  menetapkan KKM mata pelajaran dengan KKM
tingkat kelulusan dan Dengan hasil ujian yang diperoleh, kita dapat mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu
rata-rata nilai US/UN menarik kesimpulan tentang keberhasilan kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta
yang tinggi sistem pendidikan yang diselenggarakan di didik.
sekolah  KKM dijadikan acuan untuk melakukan
penilaian harian, tengah semester, dan akhir
semester sehingga tingkat kelulusan dan rata-
rata nilai US/UN dapat dipantau.
 KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada
pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu
peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan.
Siswa memperoleh Pengalaman belajar untuk mengenal  Merancang kegiatan yang membuka peluang Kepala Sekolah, guru, Mingguan  Dokumen KTSP (buku I)
pengalaman belajar pemanfaatan lingkungan secara produktif bagi peserta didik untuk mengenal dan guru BK  Dokumen program layanan
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI
untuk mengenal dan bertanggung jawab merupakan salah pemanfaatan lingkungan secara produktif dan BK untuk satu tahun berjalan
pemanfaatan satu pilar dalam pembelajaran siswa aktif bertanggung jawab.Rancangan diawali dengan  Daftar hadir harian layanan
lingkungan secara baik PAKEM maupun Contextual Teaching mencantumkannya pada KTSP yaitu dalam BK yang memuat nama
produktif dan Learning (CTL). Dengan selalu mendorong komponen pengembangan diri. siswa, waktu, dan isi layanan
bertanggung jawab peserta didik untuk memanfaatkan  Membina pemanfaataan lingkungan secara BK.
lingkungan secara produktif dan bertanggung produktif dan bertanggung jawabketerampilan
jawab diharapkan akan terjadi akselerasi mencari informasi/ pengetahuan lebih lanjut
peningkatan mutu pendidikan. dapat dilakukan di ruang kelas, pada kegiatan
ektrakurikuler, dan bimbingan BK secara
berkelanjutan
 Terus memantau hasil pembinaan mengenal
pemanfaatan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawabmelalui catatan BK.
Siswa memperoleh Kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar dan  Merancang kegiatan yang membuka peluang Kepala Sekolah, guru, Mingguan  Dokumen KTSP (buku I)
pengalaman belajar aman adalah tujuan umum dari seluruh bagi peserta didik untuk memperoleh dan guru BK  Dokumen program layanan
yang menunjukkan proses pendidikan. Kebiasaan hidup bersih, pengalaman belajar yang menunjukkan BK untuk satu tahun berjalan
kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar dan aman adalah keterampilan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar dan  Daftar hadir harian layanan
sehat, bugar dan aman hidup bagi peserta didik sebagai bekal aman. Rancangan diawali dengan BK yang memuat nama
hidupnya. mencantumkannya pada KTSP yaitu dalam siswa, waktu, dan isi layanan
komponen pengembangan diri. BK.
 Membina kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar
dan aman dapat dilakukan di ruang kelas,
pada kegiatan ektrakurikuler, dan bimbingan
BK secara berkelanjutan
 Terus memantau hasil pembinaan kebiasaan
hidup bersih, sehat, bugar dan aman melalui
catatan BK.
Siswa memperoleh Tujuan pokok dari pendidikan adalah  Merancang kegiatan agar iswa memperoleh Guru Akhir semester  Jadwal pengayaan dan
pengalaman belajar menyiapkan peserta didik untuk dapat hidup pengalaman belajar yang disiapkan remedial
agar mampu menguasai di masyarakat (bekerja) dan melanjutkan ke melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih  Daftar hadir siswa dan
pengetahuan untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan tinggi. Rancangannya dituangkan dalam KTSP guru dalam kegiatan
melanjutkan ke jenjang demikian menguasai pengetahuan untuk yaitu dalam kalender penddikan pengayaan dan remedial.
pendidikan yang lebih melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih  Membina pengalaman belajar yang disiapkan
tinggi tinggi adalah komponen yang paling penting. melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi dapat dilakukan di ruang kelas dan
kegiatan remedial serta pengayaan
 Terus memantau hasil pembinaan di berbagai
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI
kesempatan.
Siswa memperoleh Khusus untuk SMK, pengalaman belajar  Merancang kegiatan praktek agar siswa Guru Akhir semester  Jadwal praktek
pengalaman belajar dalam penguasaan kompetensi keahlian dan memperoleh pengalaman untuk penguasaan  Daftar hadir siswa dan
agar menguasai kewirausahaan baik melalui kegiatan kompetensi keahlian dan kewirausahaan baik guru dalam kegiatan
kompetensi keahlian pembelajaran studi kasus, nyata, dan rekaan melalui kegiatan pembelajaran studi kasus, praktek.
dan kewirausahaan adalah sangat penting karena lulusan SMK nyata, dan rekaan. Rancangannya dituangkan
melalui kegiatan disiapkan untuk siap bekerja dan siap dalam KTSP yaitu dalam struktur kurikulum
pembelajaran studi melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih dan kalender penddikan
kasus/nyata dan rekaan tinggi.  Membina pengalaman untuk penguasaan
(hanya untuk SMK). kompetensi keahlian dan kewirausahaan dapat
dilakukan di ruang kelas dan praktek kerja.
 Terus memantau hasil pembinaan di berbagai
kesempatan.

Siswa memperoleh Kemampuan berkomunikasi baik lisan  Merancang kegiatan agar iswa memperoleh Guru Akhir semester  Jadwal pengayaan dan
pengalaman dalam maupun tulisan secara efektif dan santun pengalaman belajar berkomunikasi baik lisan remedial
berkomunikasi baik akan menjadi ukuran keberhasilan maupun tulisan secara efektif dan santun  Jadwal kegiatan
lisan maupun tulisan pendidikan karakter. Selain itu, kemampuan Rancangannya dituangkan dalam KTSP yaitu ekstrakurikuler yang
secara efektif dan berkomunikasi adalah tujuan utama dari dalam kalender penddikan relevan
santun pendidikan karena itu perlu dijadikan  Membina pengalaman belajar berkomunikasi  Daftar hadir siswa dan
indikator pemenuhan standar nasional dapat dilakukan di ruang kelas, kegiatan guru dalam kegiatan
pendidikan ektrakurikuler, dan kegiatan remedial serta pengayaan dan remedial.
pengayaan.
 Terus memantau hasil pembinaan di berbagai
kesempatan.
Siswa memperoleh Melaksanakan ajaran agama dan akhlah  Merancang kegiatan yang memberi Kepala Sekolah, guru, Mingguan  Dokumen KTSP (buku I)
pengalaman belajar mulia merupakan salah satu tujuan kesempatan peserta didik melaksanakan dan guru BK  Dokumen program layanan
untuk melaksanakan pendidikan di Indonesia yang berketuhanan ajaran agama dan akhlah mulia.Rancangan BK untuk satu tahun berjalan
ajaran agama dan yang mahaesa. Jika peserta didik tidak diawali dengan mencantumkannya pada KTSP  Daftar hadir harian layanan
akhlak mulia memperoleh pengalaman belajar yaitu dalam komponen pengembangan diri. BK yang memuat nama
melaksanakan ajaran agama dan akhlak  Membina peserta didik melaksanakan ajaran siswa, waktu, dan isi layanan
mulia dapat dikatakan kegiatan pembelajaran agama dan akhlah mulia melalui kegiatan di BK.
gagal total. Hal ini karena tujuan pendidikan ruang kelas, pada kegiatan ektrakurikuler, dan
nasional dilandasi oleh salah satu sila bimbingan BK secara berkelanjutan
Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa.  Terus memantau hasil pembinaan secara rutin
dan terencana.
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI

Siswa memiliki Untuk dapat menjalankan ajaran agamanya,  Merancang kegiatan yang memberi Kepala Sekolah, guru, Mingguan  Dokumen KTSP (buku I)
pengetahuan, sikap, peserta didik perlu dibekali dengan kesempatan peserta didik melaksanakan dan guru BK  Silabus dan RPP pendidikan
dan perilaku yang baik pengetahuan, sikap, dan pembiasaan ajaran agama dan akhlah mulia yang sekalus agama
setelah belajar akhlak perilaku yang terkait dengan ajaran menambah pengetahuan, sikap, dan perilaku  Dokumen program layanan
mulia sesuai ajaran agamanya. Sebaliknya pembelajaran ajaran baiknya.Rancangan diawali dengan BK untuk satu tahun berjalan
agama yang dianutnya agama yang dianturnya akan membina mencantumkannya pada KTSP yaitu dalam  Daftar hadir harian layanan
pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik. strukur kurikulum (pendidikan agama) dan BK yang memuat nama
Dengan demikian kedua pihak saling pengembangan diri. siswa, waktu, dan isi layanan
mempengaruhi.  Membina peserta didik melaksanakan ajaran BK.
agama dan akhlah mulia melalui kegiatan di
ruang kelas, pada kegiatan ektrakurikuler, dan
bimbingan BK secara berkelanjutan
 Terus memantau hasil pembinaan secara rutin
dan terencana.
Siswa memperoleh Indonesia merupakan negara yang  Merancang kegiatan yang memberi Kepala Sekolah, guru, Mingguan  Dokumen KTSP (buku I)
pengalaman belajar multikultur, multi agama, bangsa, suku dan kesempatan peserta didik untuk memperoleh dan guru BK  Dokumen program layanan
untuk menghargai ras. Pendidikan di Indonesia memiliki misi pengalaman belajar untuk menghargai BK untuk satu tahun berjalan
keberagaman agama, untuk membina peserta didik agar memiliki keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan  Jadwal kegiatan
bangsa, suku, ras, dan jiwa saling menghargai antar warga negara golongan sosial ekonomi.Rancangan diawali ektrakurikuler yang
golongan sosial yang berbeda agama, bangsa, suku, dan ras. dengan mencantumkannya pada KTSP yaitu menunjukkan kegiatan saling
ekonomi. dalam komponen pengembangan diri. menghargai antar siswa
 Pemberian peluang untuk memperoleh dengan berbagai latar
pengalaman belajar untuk menghargai belakang.
keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
golongan sosial ekonomimelalui kegiatan di
ruang kelas, pada kegiatan ektrakurikuler, dan
bimbingan BK secara berkelanjutan
 Terus memantau hasil pembinaan secara rutin
dan terencana.
Siswa memperoleh Kehidupan di masyarakat penuh dengan  Merancang kegiatan yang memberi Kepala Sekolah, guru, Mingguan  Dokumen KTSP (buku I)
pengalaman belajar aturan-aturan sosial. Pendidikan memiliki kesempatan peserta didik untuk memperoleh dan guru BK  Dokumen program layanan
untuk berpartisipasi misi menyiapkan peserta didik untuk dapat pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam BK untuk satu tahun berjalan
dalam penegakan hidup di masyarakat yang penuh aturan- penegakan aturan-aturan sosial.Rancangan  Jadwal kegiatan
aturan-aturan sosial. aturan sosial. Oleh karena itu dianggap diawali dengan mencantumkannya pada KTSP ektrakurikuler yang
penting dijadikan indikator mutu pendidikan. yaitu dalam komponen pengembangan diri. menunjukkan kegiatan
 Pemberian peluang untuk memperoleh pembiasaan berpartisipasi
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI
pengalaman belajar berpartisipasi dalam dalam penegakan aturan-
penegakan aturan-aturan sosial melalui aturan social.
kegiatan di ruang kelas, pada kegiatan
ektrakurikuler, dan bimbingan BK secara
berkelanjutan
 Terus memantau hasil pembinaan secara rutin
dan terencana.
Siswa memperoleh Pendidikan salah satunya memiliki misi untuk  Merancang kegiatan yang memberi Kepala Sekolah, guru, Mingguan  Dokumen KTSP (buku I)
pengalaman belajar tetap menjaga keutuhan sebuah negara. kesempatan peserta didik untuk partisipasi dan guru BK  Jadwal kegiatan
yang dapat melibatkan Dengan demikian mutu lulusan perlu siswa dalam kehidupan bermasyarakat, ektrakurikuler yang
partisipasi siswa dalam memberi peluang pembinaan agar siswa berbangsa, dan bernegara secara demokratis menunjukkan kegiatan
kehidupan mampu partisipasi dalam kehidupan dalam wadah NKRI.. Rancangan diawali latihan partisipasi siswa
bermasyarakat, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan mencantumkannya pada KTSP yaitu dalam kehidupan
berbangsa, dan secara demokratis dalam wadah NKRI. dalam komponen pengembangan diri dan bermasyarakat, berbangsa,
bernegara secara pendidikan karater dan bernegara secara
demokratis dalam  Melaksanakan pendidikan yang terintegrasi demokratis dalam wadah
wadah NKRI. dengan semua mata pelajaran dan kegiatan NKRI seperti pramuka,
ektrakurikuler paskibra, PMR, dan lain-lain.
 Terus memantau hasil pembinaan secara rutin
dan terencana.
Siswa memperoleh Pendidikan salah satunya memiliki misi untuk  Merancang kegiatan yang memberi Kepala Sekolah, guru, Mingguan  Dokumen KTSP (buku I)
pengalaman belajar menumbuhkan rasa cinta dan bangga kesempatan peserta didik untuk belajar dan guru BK  Jadwal kegiatan
yang dapat terhadap bangsa, negara dan tanah air menunjukkan kecintaan dan kebanggaan ektrakurikuler yang
menunjukkan kecintaan Indonesia. Dengan demikian perlu dijadikan terhadap bangsa, negara dan tanah air menunjukkan kecintaan dan
dan kebanggaan indikator mutu lulusan Indonesia. Rancangan diawali dengan kebanggaan terhadap
terhadap bangsa, mencantumkannya pada KTSP yaitu dalam bangsa, negara dan tanah air
negara dan tanah air komponen pengembangan diri dan pendidikan Indonesiaseperti pramuka,
Indonesia. karater. paskibra, PMR, dan lain-lain.
 Melaksanakan pendidikan yang terintegrasi
dengan semua mata pelajaran dan kegiatan
ektrakurikuler
 Terus memantau hasil pembinaan secara rutin
dan terencana.
Siswa memperoleh Tujuan pendidikan adalah mengembangan  Merancang kegiatan yang memberi Guru Mingguan  Silabus dan RPP
pengalaman belajar ilmu pengetahuan dan tekologi yang kesempatan peserta didik untuk belajar iptek
iptek secara efektif. disampaikan dengan pendekatan siswa aktif. secara efektif. Rancangan diawali dengan
Oleh karena itu Siswa memperoleh mencantumkannya pada silabus dan RPP
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI
pengalaman belajar iptek secara efektif pada mata pelajaran yang relevan.
dijadikan indikator mutu lulusan.  Melaksanakan pembelajaran aktif pada setiap
mata plajaran yang relevan dengan
penyampaian mata iptek.
Siswa memperoleh Belajar untukmengenali dan menganalisis  Merancang kegiatan yang memberi Guru Mingguan  Silabus dan RPP
pengalaman belajar gejala alam dan social dapat menyiapkan kesempatan peserta didik untuk mengenali
untukmengenali dan peserta didik hidup di masyarakat dengan dan menganalisis gejala alam dan social.
menganalisis gejala penuh wawasan. Keterampilan menganalisis Rancangan diawali dengan mencantumkannya
alam dan sosial. gejala alam dan social akan membantu pada silabus dan RPP pada mata pelajaran
mempertahankan diri dan menyesuaikan diri yang relevan.
dengan lingkungan hidupnya.  Melaksanakan pembelajaran aktif pada setiap
mata plajaran yang relevan.
Siswa memperoleh Belajar untukmemperoleh pengalaman  Merancang kegiatan yang memberi Guru Mingguan  Dokumen KTSP (Buku I)
pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni kesempatan peserta didik untuk  Silabus dan RPP
mengekspresikan diri dan budaya dapat menyiapkan peserta didik mengekspresikan diri melalui kegiatan seni
melalui kegiatan seni untuk mengembangan potensi dan bakat seni dan budaya. Rancangan diawali dengan
dan budaya. di masyarakat. Selain itu, melatih mencantumkannya pada KTSP yaitu pada
keterampilan dalam mengembangkan pengembangan diri, memasukkan pada
budaya luhur. silabus dan RPP pada mata pelajaran yang
relevan.
 Melaksanakan pembelajaran aktif pada setiap
mata plajaran yang relevan.
Mengembangkan dan Belajar untukmengembangkan dan  Merancang kegiatan yang memberi Guru Mingguan  Dokumen KTSP (Buku I)
memelihara kebugaran memelihara kebugaran jasmani serta pola kesempatan peserta didik untuk  Silabus dan RPP
jasmani serta pola hidup sehat dapat menyiapkan peserta didik mengembangkan dan memelihara kebugaran
hidup sehat untuk mengembangan potensi dan bakat jasmani serta pola hidup sehat. Rancangan
olah raga di masyarakat. diawali dengan mencantumkannya pada KTSP
yaitu pada pengembangan diri, memasukkan
pada silabus dan RPP pada mata pelajaran
yang relevan.
 Melaksanakan pembelajaran aktif pada setiap
mata plajaran yang relevan.
Siswa memahami Belajar untukmemahami perawatan tubuh  Merancang kegiatan yang memberi Guru Mingguan  Dokumen KTSP (Buku I)
perawatan tubuh serta serta lingkungan, mengenal berbagai kesempatan peserta didik untuk memahami  Silabus dan RPP
lingkungan, mengenal penyakit dan cara pencegahannya serta perawatan tubuh serta lingkungan, mengenal
berbagai penyakit dan menjauhi narkoba dapat menyiapkan peserta berbagai penyakit dan cara pencegahannya
cara pencegahannya didik hidup sehat dan terhindar dari bahaya serta menjauhi narkoba. Rancangan diawali
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR ISI
serta menjauhi narkoba narkoba dan obat-obatan yang berbahaya. dengan mencantumkannya pada KTSP yaitu
pada pengembangan diri, memasukkan pada
silabus dan RPP pada mata pelajaran yang
relevan.
 Melaksanakan pembelajaran aktif pada setiap
mata plajaran yang relevan.

4. STANDAR KOMPETENSI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
Guru mempunyai Tuntutan sebagai guru profesional harus  Kepala sekolah dan pengawas mendorong guru Kepala sekolah, guru, 4,5 tahun  Kualifikasi pendidikan guru
kualifikasi minimal memenuhi persyaratan sesuai PP no. 74 yang belum S1/DIV untuk melanjutkan studi pengawas S1/DIV dibuktikan dengan
th. 2008 tentang Guru dan Dosen dan yang sesuai. ijazah
Permendiknas No. 16 tahun 2007 tentang  Kepala sekolah dan guru mengajukan beasiswa  Guru melanjutkan studi S1/DIV
Standar Kualifikasi Akademik dan untuk studi S1/DIV. dengan biaya beasiswa
Kompetensi Guru (Pemda, Pemprov, Pusat,
pihak lainnya)
Jumlah guru Pemenuhan jumlah guru yang sesuai  Kepala sekolah mengajukan penambahan Kepala sekolah, komite Menjelang awal  Semua kebutuhan guru untuk
memenuhi dengan rombongan belajar/mata pelajaran jumlah guru kepada pemerintahan kab./kota sekolah tahun ajaran rombongan belajar yang ada di
persyaratan minimal memberikan dukungan kebermutuan melalui dinas pendidikan kab./kota; baru sekolah dapat terpenuhi
layanan pembelajaran  Jika pengajuan ini belum direspon, padahal
sekolah membutuhkan penambahan guru,
kepala sekolah bersama dengan komite sekolah
dan guru-guru melakukan rapat untuk
mempertimbangkan perekrutan guru honorer
yang dibiayai dari dana sekolah
 Kepala sekolah membuka komunikasi dengan
kepala sekolah lain di sekitar sekolah, jika ada
kelebihan jumlah guru/guru yang kekurangan
jam mengajar, dapat diberi jadwal pada sekolah
tersebut.
Guru mempunyai  Bagian dari tuntutan Permendiknas  Kepala sekolah melakukan penilaian kompetensi Kepala Sekolah, Guru, Sepajang tahun  Kompetensi guru yang kurang
kompetensi yang No. 16 Tahun 2007 tentang Standar guru (PKG) komite sekolah ajaran (hasil dari PKG) dapat
dipersyaratkan Kualifikasu Akademik dan Kompetensi  Kepala sekolah bersama komite sekolah ditingkatkan
Guru menyusun dan mengesahkan program  Guru memiliki kebiasaan untuk
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
 Untuk mendapatkan kebermutuan peningkatan kompetensi guru untuk satu tahun. mengimplementasikan
dalam memberikan layanan  Kepala sekolah dan guru-guru melaksanakan kemampuannya dalam layanan
pembelajaran bagi peserta didik program peningkatan kompetensi guru. bagi peserta didik.
Kepala sekolah Merupakan syarat formal yang harus  Kepala sekolah melanjutkan studi S1/D4; Kepala sekolah Sepanjang tahun  Kepala sekolah dapat
memiliki kualifikasi dipenuhi dari Permendiknas No. 13 tahun  Mengajukan bea siswa S1/D4 ke Pemerintahan ajaran menyelesaikan studi, minimal
pendidikan minimal 2007 tentang standar kepala kab./kota atau ke Pusat atau perusahaan sekitar S1/D4.
sekolah/madrasah melalui program CSR
 Konselor Merupakan syarat formal yang harus  TAS, Pustakawan, penanggungjawab bengkel, Kepala Sekolah, TAS, 1 – 4 tahun TAS, Pustakawan, Laboran,
mempunyai dipenuhi dari Permendiknas No. 24 tahun dan Konselor melanjutkan studi sesuai dengan Pustakawan, Konselor memiliki kualifikasi yang
kualifikasi 2008 tentang Standar TAS/M, tuntutan permendiknas (SMA/SMK, D3, S1/D4) Penanggungjawab sesuai dengan Permendiknas,
pendidikan Permendiknas No. 25 tahun 2008 tentang  Kepala sekolah mendorong dan memfasilitasi bengkel, Konselor yaitu:
minimal Standar Tenaga Perpustakaan sekolah/ TAS, Pustakawan, penanggungjawab bengkel, TASD = SMK/sederajat
 Tenaga Madrasah, Permendiknas No. 26 tahun Konselor untuk melanjutkan studi sesuai dengan TASMP = D3
Administrasi 2008 tentang Standar Tenaga kualifikasi pada masing-masing Permendiknas. TASMA/K = S1/D4
mempunyai Laboratorium Sekolah/ Madrasah,  Jika sekolah merekrut tenaga honorer untuk Kepala perpustakaan (pendidik) =
kualifikasi Permendiknas No. 27 tahun 2008 tentang TAS, Pustakawan, Penanggungjawab bengkel, S1/D4
pendidikan Standar Kualifikasi Akademik dan Konselor, diusahakan untuk merekrut yang Kepala perpustakaan (Non-
minimal Kompetensi Konselor sudah memenuhi kualifikasi. pendidik) = D2 Ilmu perpustakaan
 Tenaga Tenaga perpustakaan =
perpustakaan SMA/sederajat
mempunyai Kepala Laboratorium (pendidik) =
kualifikasi S1/D4
minimal Kepala Laboratorium (laboran) =
 Penanggung- D3
jawab bengkel Teknisi Laboratorium = D2
mempunyai Laboran sekolah =
kualifikasi SMA/Sederajat
pendidikan Konselor = S1
minimal
Sekolah Untuk memelihara dan menjaga sekolah  Jika memungkinkan, Kepala sekolah merekrut Kepala sekolah Sepanjang tahun Sekolah memiliki penjaga sekolah
mempunyai penjaga dari gangguan sosial, bencana, dan satu atau beberapa penjaga sekolah sesuai ajaran sesuai kebutuhan
sekolah lingkungan sekitar. dengan kebutuhan sekolah
 Kepala sekolah mengajukan pemenuhan tenaga
penjaga sekolah kepada Pemerintah daerah
kab./kota.

Kepala Sekolah Mengelola dan memimpin sekolah  Kepala sekolah melakukan penilaian diri sendiri Kepala sekolah Sepanjang tahun Kepala sekolah menguasai
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
mempunyai merupakan hal yang kompleks dilihat dari untuk mengetahui sejuahmana sudah/belum ajaran kompetensi yang dipersyaratkan
kompetensi yang urusan-urusan dan masalah-masalah yang menguasai kompetensi yang disyaratkan. Hal ini
dipersyaratkan harus ditangani dan dipecahkan oleh dapat dilakukan dengan cara refleksi diri atau
seorang kepala sekolah, karena itu, tanpa pengisian daftar checklist, atau bertanya kepada
penguasaan kompetensi yang disyaratkan warga sekolah mengenai kekurangan kepala
dalam Permendikan No. 13 tahun 2007, sekolah.
kemajuan sekolah akan sangat lambat,  Kepala sekolah menyusun rencana
bahkan sekolah tidak akan berhasil pengembangan profesi secara berkelanjutan
mencapai visi dan misinya  Kepala sekolah mengimplementasikan
program/kegiatan pengembangan diri melalui
berbagai bentuk dan jenis kegiatan seperti: 1)
mengikuti kegiatan pengembangan profesi di
K3S atau MKKS. 2) meminta dibina secara
langsung oleh pengawas pada kompetensi-
kompetensi yang belum dikuasai, dll.
Konselor Layanan tenaga konselor berkaitan  Tenaga konselor melakukan penilaian Kepala Sekolah, Tenaga Sepanjang tahun Kompetensi tenaga konselor
mempunyai langsung dengan pengembangan atau kompetensi sebagai konselor, baik melalui konselor ajaran sekolah terus meningkat stiap
kompetensi yang pemecahan masalah peserta didik, pengisian instrument, penilaian dari kepala tahunnya sesuai dengan
dipersyaratkan sehingga kompetensi yang harus dimiliki sekolah, penilaian pengawas, atau pihak lain kebutuhan/hasil pemetaan
harus betul-betul dikuasai. Jika tidak, maka yang dianggap kompeten. kompetensi.
tindakan yang dilakukan oleh konselor akan  Tenaga konselor menyusun rencana
sangat beresiko menyebabkan disorientasi pengembangan keprofesian untuk satu tahun
kepribadian peserta didik. ajaran yang dilakukan setiap tahunnya.
 Tenaga konselor melaksanakan
program/kegiatan pengembangan kompetensi
melalui berbagai cara, misalnya: penelitian
tindakan, pembinaan oleh kepala sekolah,
pembinaan oleh pengawas, MGMP BK, dll.
Tenaga Pengelolaan perpustakaan merupakan  Pustakawan sekolah/madrasah melakukan Kepala sekolah, tenaga Sepanjang tahun Kompetensi yang belum dikuasai
perpustakaan kegiatan yang secara langsung berkaitan penilaian kompetensi sebagai tenaga perpustakaan sekolah/ ajaran oleh pustakawan sekolah dapat
mempunyai dengan penyediaan atau fasilitasi belajar perpustakaan sekolah/madrasah, baik melalui madrasah dikuasai secara bertahap dalam
kompetensi yang peserta didik, khususnya di ruang pengisian instrument, penilaian dari kepala setiap tahunnya sesuai dengan
dipersyaratkan perpustakaan. Untuk memberikan sekolah, penilaian pengawas, atau pihak lain hasil pemetaan kompetensi
dukungan yang optimal, diperlukan layanan yang dianggap kompeten.
yang professional, karenanya tenaga  Pustakawan sekolah/madrasah menyusun
perpustakaan sekolah haruslah orang- rencana pengembangan keprofesian untuk satu
orang yang memiliki kompetensi tahun ajaran yang dilakukan pada setiap
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
sebagaimana dipersyaratkan dalam tahunnya.
Permendiknas No. 25 tahun 2008 tentang  Pustakawan sekolah/madrasah melaksanakan
Standar Tenaga Perpustakaan sekolah/ program/kegiatan pengembangan kompetensi
Madrasah melalui berbagai cara, misalnya: workshop
pengembangan layanan perpustakaan,
pembinaan langsung dari KS, pembinaan
langsung dari pengawas, mengikuti kegiatan
asosiasi pustakawan sekolah/madrasah,
pelatihan ICT untuk tenaga perpustakaan, dll.

5. STANDAR SARANA DAN PRASARANA

INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
Luas lahan sekolah Untuk kepentingan pelayanan yang  Kepala sekolah dan komite sekolah Kepala sekolah. komite Sepanjang tahun  Sekolah memiliki desain
sesuai dengan SNP memadai bagi peserta didik dan proses membandingkan lahan yang dimiliki sekolah sekolah ajaran pengembangan sarana dan
kerja bagi PTK, lahan sekolah harus dengan SNP sesuai jenjang sekolah prasana sekolah
distandarkan  Kepala sekolah menyusun kebutuhan  Sekolah melakukan
penambahan lahan sekolah disertai dengan pengajuan pemenuhan
rencana desain pengembangan sarana dan lahan sekolah kepada
prasarana sekolah berbgai pihak terkait
 Kepala sekolah dan komite sekolah  Sekolah memiliki lahan
mengajukan pemenuhan lahan sekolah sesuai sekolah sesuai dengan
dengan SNP ke pemerintah kab./kota atau SNP
pihak-pihak yang berkepentingan
Perabot yang Pemenuhan perabot yang dibutuhkan  Kepala sekolah dan komite sekolah Kepala sekolah. komite Sepanjang tahun  Sekolah memiliki rincian
dimiliki ruang kelas sesuai SNP akan memberikan mengidentifikasi perabor masing-masing kelas sekolah ajaran kebutuhan perabot kelas
sesuai dengan SNP kenyamanan bagi peserta didik dalam KBM yang dimiliki sekolah kemudian yang sudah dimiliki dan
membandingkannya dengan kebutuhan bagi belum dimiliki
peserta didik yang ada.  Sekolah melakukan
 Kepala sekolah menyusun kebutuhan pengajuan pemenuhan
penambahan atau pemeliharaan perabot kelas perabot kelas yang belum
sesuai kebutuhan dimiliki kepada berbgai
 Kepala sekolah dan komite sekolah pihak terkait
mengajukan pemenuhan perabot kelas sesuai  Sekolah memiliki
dengan SNP ke pemerintah kab./kota atau kelengkapan perabot kelas
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan SNP
Kelayakan/kenyama Kelayakan kelas merupakan pra-syarat  Sekolah memprogramkan kenyamanan Kepala sekolah, penjaga Penyusunan  Sekolah dapat melakukan
n ruang kelas untuk bagi keberhasilan belajar siswa sekolah dalam RKAS sekolah, peserta didik, RKAS dan program kenyamanan kelas
belajar  Sekolah menyusun aturan mengenai guru sepanjang tahun  Lingkungan kelas
kenyamanan ruang kelas dirasakan nyaman oleh
 Warga sekolah melakukan pemeliharaan peserta didik dan guru
terhadap fasilitas ruang kelas sesuai dengan untuk proses pembelajaran
perannya masing-masing  Diketahuinya kondisi
 Kepala sekolah mengevaluasi keterlaksanaan kenyamanan lingkungan
program pemenuhan kenyamanan ruang kelas
kelas
Buku perpustakaan untuk mencapai mutu hasil belajar peserta  Kepala sekolah mengidentifikasi jumlah buku Kepala sekolah, komite Sepanjang tahun  Sekolah memiliki informasi
sesuai dengan didik, sekolah harus melengkapi kebutuhan yang ada dan kebutuhan buku perpustakaan sekolah, pustakawan ajaran mengenai kondisi buku di
standar yang belajar peserta didik, khususnya buku-buku yang belum dimiliki perpustakaan dan
berlaku perpustakaan sebagai salah satu sumber  Kepala sekolah bersama komite sekolah kebutuhannya
belajar bagi peserta didik menyusun proporal untuk pemenuhan buku  Sekolah memiliki proposal
yang dibutuhkan di perustakaan pemenuhan buku
 Kepala sekolah dan komite sekolah perpustakaan
mengajukan pemenuhan kebutuhan buku  Buku-buku yang
perpustakaan kepada berbagai pihak terkait. dibutuhkan di perpustakaan
sekolah lengkap sesuai
kebutuhan
Ketersediaan Peralatan multimedia di perpustakaan  Kepala sekolah dan komite sekolah Kepala sekolah, komite Sepanjang tahun  Sekolah memiliki informasi
peralatan diperlukan untuk mendukung layanan menganalisis kebutuhan peralatan multimedia sekolah, pustakawan ajaran mengenai kondisi peralatan
multimedia di ruang sumber belajar secara online atau sumber di perpustakaan multimedia di perpustakaan
perpustakaan belajar yang bebasis teknologi informasi,  Kepala sekolah dan komite sekolah menyusun dan kebutuhannya
seperti penggunaan BSE, sumber belajar proporal untuk pemenuhan kebutuhan  Sekolah memiliki proposal
bahasa inggris dll. multimedia di perpustakaan kepada berbagai pemenuhan peralatan
pihak terkait multimedia di perpustakaan
 Kepala sekolah dan komite sekolah  Peralatan multimedia yang
mengajukan pemenuhan kebutuhan peralatan dibutuhkan di perpustakaan
multi media di perpustakaan kepada berbagai sekolah lengkap sesuai
pihak terkait. kebutuhan
Kelayakan/kenyama Kelayakan ruang perpustakaan untuk  Sekolah memprogramkan kenyamanan ruang Kepala sekolah, penjaga Penyusunan  Sekolah dapat melakukan
nan ruang belajar merupakan pra-syarat bagi perpustakaan dalam RKAS sekolah, peserta didik, RKAS dan program kenyamanan
perpustakaan untuk keberhasilan belajar siswa di perpustakaan  Pustakawan menyusun aturan mengenai pustakawan sepanjang tahun perpustakaan
belajar kenyamanan ruang perpustakaan  Lingkungan perpustakaan
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
dirasakan nyaman oleh
 Warga sekolah melakukan pemeliharaan peserta didik dan guru
terhadap fasilitas ruang perpustakaan sesuai untuk proses pembelajaran
dengan perannya masing-masing  Diketahuinya kondisi
 Kepala sekolah mengevaluasi keterlaksanaan kenyamanan lingkungan
program pemenuhan kenyamanan ruang perpustakaan
perpustakaan untuk belajar peserta didik
Peralatan Kelengkapan peralatan di laboratorium  Kepala sekolah dan komite sekolah Kepala sekolah, penjaga Sepanjang tahun  Sekolah memiliki informasi
pendidikan di akan memudahkan peserta didik dan guru menganalisis kebutuhan peralatan sekolah, laboran, guru ajaran mengenai kondisi peralatan
laboratorium IPA dalam proses praktikum laboratorium di laboratorium IPA IPA peralatan laboratorium di
lengkap  Kepala sekolah dan komite sekolah menyusun laboratorium IPA dan
proporal untuk pemenuhan kebutuhan kebutuhannya
peralatan laboratorium di laboratorium IPA  Sekolah memiliki proposal
kepada berbagai pihak terkait pemenuhan peralatan
 Kepala sekolah dan komite sekolah peralatan laboratorium di
mengajukan pemenuhan kebutuhan peralatan laboratorium IPA
peralatan laboratorium di laboratorium IPA  Peralatan yang dibutuhkan
kepada berbagai pihak terkait. di laboratorium IPA lengkap
sesuai kebutuhan
Peralatan Kelengkapan peralatan di laboratorium  Kepala sekolah dan komite sekolah Kepala sekolah, penjaga Sepanjang tahun  Sekolah memiliki informasi
pendidikan di akan memudahkan peserta didik dan guru menganalisis kebutuhan peralatan sekolah, laboran, guru ajaran mengenai kondisi peralatan
laboratorium Fisika dalam proses praktikum laboratorium di laboratorium Fisika IPA (fisika) peralatan laboratorium di
lengkap  Kepala sekolah dan komite sekolah menyusun laboratorium Fisika dan
proporal untuk pemenuhan kebutuhan kebutuhannya
peralatan laboratorium di laboratorium Fisika  Sekolah memiliki proposal
kepada berbagai pihak terkait pemenuhan peralatan
 Kepala sekolah dan komite sekolah peralatan laboratorium di
mengajukan pemenuhan kebutuhan peralatan laboratorium Fisika
peralatan laboratorium di laboratorium Fisika  Peralatan yang dibutuhkan
kepada berbagai pihak terkait. di laboratorium Fisika
lengkap sesuai kebutuhan
Peralatan Kelengkapan peralatan di laboratorium  Kepala sekolah dan komite sekolah Kepala sekolah, penjaga Sepanjang tahun  Sekolah memiliki informasi
pendidikan di akan memudahkan peserta didik dan guru menganalisis kebutuhan peralatan sekolah, laboran, guru ajaran mengenai kondisi peralatan
laboratorium kimia dalam proses praktikum laboratorium di laboratorium Kimia IPA (kimia) peralatan laboratorium di
lengkap  Kepala sekolah dan komite sekolah menyusun laboratorium kimia dan
proporal untuk pemenuhan kebutuhan kebutuhannya
peralatan laboratorium di laboratorium kimia  Sekolah memiliki proposal
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
kepada berbagai pihak terkait pemenuhan peralatan
 Kepala sekolah dan komite sekolah peralatan laboratorium di
mengajukan pemenuhan kebutuhan peralatan laboratorium kimia
peralatan laboratorium di laboratorium kimia  Peralatan yang dibutuhkan
kepada berbagai pihak terkait. di laboratorium kimia
lengkap sesuai kebutuhan
Peralatan Kelengkapan peralatan di laboratorium  Kepala sekolah dan komite sekolah Kepala sekolah, penjaga Sepanjang tahun  Sekolah memiliki informasi
pendidikan di akan memudahkan peserta didik dan guru menganalisis kebutuhan peralatan sekolah, laboran, guru ajaran mengenai kondisi peralatan
laboratorium biologi dalam proses praktikum laboratorium di laboratorium biologi IPA (biologi) peralatan laboratorium di
lengkap  Kepala sekolah dan komite sekolah menyusun laboratorium biologi dan
proporal untuk pemenuhan kebutuhan kebutuhannya
peralatan laboratorium di laboratorium biologi  Sekolah memiliki proposal
kepada berbagai pihak terkait pemenuhan peralatan
 Kepala sekolah dan komite sekolah peralatan laboratorium di
mengajukan pemenuhan kebutuhan peralatan laboratorium biologi
peralatan laboratorium di laboratorium biologi  Peralatan yang dibutuhkan
kepada berbagai pihak terkait. di laboratorium biologi
lengkap sesuai kebutuhan
Peralatan Kelengkapan peralatan di laboratorium  Kepala sekolah dan komite sekolah Kepala sekolah, penjaga Sepanjang tahun  Sekolah memiliki informasi
pendidikan di akan memudahkan peserta didik dan guru menganalisis kebutuhan peralatan sekolah, laboran, guru ajaran mengenai kondisi peralatan
laboratorium bahas dalam proses praktikum laboratorium di laboratorium bahasa Bahasa (inggris, peralatan laboratorium di
lengkap  Kepala sekolah dan komite sekolah menyusun Indonesia, daerah) laboratorium bahasa dan
proporal untuk pemenuhan kebutuhan kebutuhannya
peralatan laboratorium di laboratorium bahasa  Sekolah memiliki proposal
kepada berbagai pihak terkait pemenuhan peralatan
 Kepala sekolah dan komite sekolah peralatan laboratorium di
mengajukan pemenuhan kebutuhan peralatan laboratorium bahasa
peralatan laboratorium di laboratorium bahasa  Peralatan yang dibutuhkan
kepada berbagai pihak terkait. di laboratorium bahasa
lengkap sesuai kebutuhan
Peralatan Kelengkapan peralatan di laboratorium  Kepala sekolah dan komite sekolah Kepala sekolah, penjaga Sepanjang tahun  Sekolah memiliki informasi
pendidikan di akan memudahkan peserta didik dan guru menganalisis kebutuhan peralatan sekolah, laboran, guru ajaran mengenai kondisi peralatan
laboratorium IPS dalam proses praktikum laboratorium di laboratorium IPS IPS peralatan laboratorium di
lengkap  Kepala sekolah dan komite sekolah menyusun laboratorium IPS dan
proporal untuk pemenuhan kebutuhan kebutuhannya
peralatan laboratorium di laboratorium IPS  Sekolah memiliki proposal
kepada berbagai pihak terkait pemenuhan peralatan
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
 Kepala sekolah dan komite sekolah peralatan laboratorium di
mengajukan pemenuhan kebutuhan peralatan laboratorium IPS
peralatan laboratorium di laboratorium IPS  Peralatan yang dibutuhkan
kepada berbagai pihak terkait. di laboratorium IPS lengkap
sesuai kebutuhan
Peralatan Kelengkapan peralatan di laboratorium  Kepala sekolah dan komite sekolah Kepala sekolah, penjaga Sepanjang tahun  Sekolah memiliki informasi
pendidikan di akan memudahkan peserta didik dan guru menganalisis kebutuhan peralatan sekolah, laboran, guru ajaran mengenai kondisi peralatan
laboratorium TIK dalam proses praktikum laboratorium di laboratorium TIK TIK peralatan laboratorium di
lengkap  Kepala sekolah dan komite sekolah menyusun laboratorium TIK dan
proporal untuk pemenuhan kebutuhan kebutuhannya
peralatan laboratorium di laboratorium TIK  Sekolah memiliki proposal
kepada berbagai pihak terkait pemenuhan peralatan
 Kepala sekolah dan komite sekolah peralatan laboratorium di
mengajukan pemenuhan kebutuhan peralatan laboratorium TIK
peralatan laboratorium di laboratorium TIK  Peralatan yang dibutuhkan
kepada berbagai pihak terkait. di laboratorium TIK lengkap
sesuai kebutuhan
Peralatan kerja di Kelengkapan peralatan di ruang bengkel  Kepala sekolah dan komite sekolah Kepala sekolah, penjaga Sepanjang tahun  Sekolah memiliki informasi
ruang bengkel akan memudahkan peserta didik dan guru menganalisis kebutuhan peralatan di ruang sekolah, guru praktik, ajaran mengenai kondisi peralatan
lengkap dalam proses praktikum bengkel teknisi bengkel di ruang bengkel dan
 Kepala sekolah dan komite sekolah menyusun kebutuhannya
proporal untuk pemenuhan kebutuhan  Sekolah memiliki proposal
peralatan di ruang bengkel kepada berbagai pemenuhan peralatan di
pihak terkait ruang bengkel
 Kepala sekolah dan komite sekolah  Peralatan yang dibutuhkan
mengajukan pemenuhan kebutuhan peralatan di ruang bengkel lengkap
peralatan di ruang bengkel kepada berbagai sesuai kebutuhan
pihak terkait.
Kelayakan ruang Kelayakan ruang kerja KS menjadi unsur  Kepala sekolah menganalisis kebutuhan Kepala sekolah, komite Sepanjang tahun  Sekolah dapat
kerja pimpinan pendukung bagi keberhasilan kerja kepala ruang kerja bagi kepala sekolah sekolah ajaran melaksanakan program
sekolah, dan menjadi ruang untuk  Membuat keputusan bersama antara kepala peningkatan kelayakan
penerimaan tamu sekolah sekolah dengan komite sekolah untuk ruang kerja kepala sekolah
program peningkatan kualitas ruang kerja  Sekolah memiliki ruang
melalui pembangunan ruang kerja KS atau kerja pimpinan sekolah
renovasi ruang kerja KS yang layak untuk bekerja
 Penajaga sekolah melakukan perawatan
terhadap ruang kerja kepala sekolah secara
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
rutin
 Mengevaluasi keterlaksanaan program
pemenuhan kelayakan sekolah
Kelengkapan Kelengkapan ruang kerja KS menjadi unsur  Kepala sekolah menganalisis kebutuhan Kepala sekolah, komite Sepanjang tahun  Sekolah dapat melakukan
sarana ruang kerja pendukung bagi keberhasilan kerja kepala kelengkapan ruang kerja kepala sekolah sekolah ajaran pemenuhan kebutuhan
pimpinan sekolah, dan menjadi ruang untuk  Membuat keputusan bersama antara kepala ruang kerja kepala sekolah
penerimaan tamu sekolah sekolah dengan komite sekolah untuk  Ruang kerja pimpinan
program peningkatan kualitas ruang kerja sekolah nyaman untuk
melalui melengkapi perabotan ruang kerja KS bekerja
 Mengevaluasi keterlaksanaan program
pemenuhan kelengkapan sekolah
Kelayakan ruang Kelayakan ruang kerja guru menjadi unsur  Kepala sekolah dan guru menganalisis Kepala sekolah, komite Sepanjang tahun  Sekolah dapat
kerja guru pendukung untuk keberhasilan kerja guru kebutuhan ruang kerja guru sekolah, guru ajaran melaksanakan program
 Membuat keputusan bersama antara kepala peningkatan kelayakan
sekolah dengan komite sekolah untuk ruang kerja guru
program peningkatan kualitas ruang kerja guru  Sekolah memiliki ruang
melalui pembangunan ruang kerja guru atau kerja guru yang layak untuk
renovasi ruang kerja guru bekerja
 Penajaga sekolah melakukan perawatan
terhadap ruang kerja guru secara rutin
 Mengevaluasi keterlaksanaan program
pemenuhan kelayakan ruang kerja guru
Kelengkapan saran Kelengkapan ruang kerja guru menjadi  Kepala sekolah dan guru menganalisis Kepala sekolah, komite Sepanjang tahun  Sekolah dapat melakukan
ruang kerja guru unsur pendukung bagi keberhasilan kerja kebutuhan kelengkapan ruang kerja guru sekolah, guru ajaran pemenuhan kebutuhan
guru  Membuat keputusan bersama antara kepala ruang kerja guru
sekolah dengan komite sekolah untuk  Ruang kerja guru nyaman
program peningkatan kualitas ruang kerja untuk bekerja
melalui melengkapi perabotan ruang kerja
guru
 Mengevaluasi keterlaksanaan program
pemenuhan kelengkapan ruang kerja guru
Kelayakan/kenyama Kelayakan/kenyaman ruang ibadah  Kepala sekolah dan warga sekolah Warga sekolah Sepanjang tahun  Sekolah dapat
nan ruang ibadah menjadi unsur penting untuk meningkatkan menganalisis kebutuhan ruang ibadah ajaran melaksanakan program
praktik ibadah warga sekolah di ruang  Membuat keputusan bersama antara kepala peningkatan kelayakan
ibadah sekolah dengan komite sekolah untuk ruang ibadah
program peningkatan kualitas ruang ibadah  Sekolah memiliki ruang
melalui pembangunan atau renovasi ruang ibadah yang layak/nyaman
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
ibadah untuk ibadah warga
 Warga sekolah melakukan perawatan sekolah
terhadap ruang ibadah secara rutin sesuai
dengan perannya masing-masing
 Mengevaluasi keterlaksanaan program
pemenuhan kelayakan ruang ibadah
Kelengkapan Kelengkapan sarana ruang iabadah  Kepala sekolah dan warga sekolah Warga sekolah Sepanjang tahun  Sekolah dapat melakukan
sarana ruang menjadi unsur pendukung untuk motivasi menganalisis kebutuhan kelengkapan ruang ajaran pemenuhan kebutuhan
ibadah beribadah di ruang ibadah ibadah ruang ibadah
 Membuat keputusan bersama antara kepala  Ruang ibadah sekolah
sekolah dengan komite sekolah untuk nyaman untuk dijadikan
program peningkatan kualitas ruang kerja tempat ibadah
melalui melengkapi kelengkapan ibadah di
ruang ibadah
 Mengevaluasi keterlaksanaan program
pemenuhan kelengkapan ruang sarana di
ruang ibadah
Kelayakan/kenyama Kelayakan/kenyaman ruang jamban  Kepala sekolah dan warga sekolah Warga sekolah Sepanjang tahun  Sekolah dapat
nan ruang jamban menjadi unsur penting untuk meningkatkan menganalisis kebutuhan ruang jamban ajaran melaksanakan program
praktik hidup sehat di sekolah  Membuat keputusan bersama antara kepala peningkatan kelayakan
sekolah dengan komite sekolah untuk ruang jamban
program peningkatan kualitas ruang jamban  Sekolah memiliki ruang
melalui pembangunan atau renovasi ruang jamban yang layak/nyaman
jamban
 Warga sekolah melakukan perawatan
terhadap ruang jamban secara rutin sesuai
dengan perannya masing-masing
 Mengevaluasi keterlaksanaan program
pemenuhan kelayakan ruang jamban
Kelengkapan Kelengkapan sarana jamban menjadi unsur  Kepala sekolah dan warga sekolah Warga sekolah Sepanjang tahun  Sekolah dapat melakukan
sarana jamban pendukung untuk meningkatkan praktik menganalisis kebutuhan kelengkapan sarana ajaran pemenuhan kebutuhan
hidup sehat di sekolah jamban ruang jamban
 Membuat keputusan bersama antara kepala  Sarana jamban sekolah
sekolah dengan komite sekolah untuk nyaman untuk digunakan
program peningkatan kualitas jamban melalui oleh warga sekolah
melengkapi kelengkapan sarana jamban
 Mengevaluasi keterlaksanaan program
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
pemenuhan kelengkapan sarana jamban
Kelayakan/kenyama Kelayakan/kenyaman ruang UKS menjadi  Kepala sekolah dan warga sekolah Warga sekolah Sepanjang tahun  Sekolah dapat
nan ruang UKS unsur penting untuk meningkatkan praktik menganalisis kebutuhan ruang UKS ajaran melaksanakan program
hidup sehat di sekolah  Membuat keputusan bersama antara kepala peningkatan kelayakan
sekolah dengan komite sekolah untuk ruang UKS
program peningkatan kualitas ruang UKS  Sekolah memiliki ruang
melalui pembangunan atau renovasi ruang UKS yang layak/nyaman
UKS
 Warga sekolah melakukan perawatan
terhadap ruang UKS secara rutin sesuai
dengan perannya masing-masing
 Kepala sekolah mengevaluasi keterlaksanaan
program pemenuhan kelayakan ruang UKS
Kelengkapan Kelengkapan sarana ruang UKS menjadi  Kepala sekolah dan warga sekolah Warga sekolah Sepanjang tahun  Sekolah dapat melakukan
sarana ruang UKS unsur pendukung untuk meningkatkan menganalisis kebutuhan kelengkapan sarana ajaran pemenuhan kebutuhan
praktik hidup sehat di sekolah UKS ruang UKS
 Membuat keputusan bersama antara kepala  Sarana UKS sekolah
sekolah dengan komite sekolah untuk nyaman untuk digunakan
program peningkatan kualitas ruang UKS oleh warga sekolah
melalui melengkapi kelengkapan sarana UKS
 Mengevaluasi keterlaksanaan program
pemenuhan kelengkapan sarana UKS
Kelayakan/kenyama Kelayakan/kenyaman ruang konseling  Kepala sekolah dan warga sekolah Kepala sekolah, komite Sepanjang tahun  Sekolah dapat
nan ruang konseling menjadi unsur penting dalam memberikan menganalisis kebutuhan ruang konseling sekolah, guru BK, ajaran melaksanakan program
layanan bimbingan dan konseling peserta  Membuat keputusan bersama antara kepala penjaga sekolah peningkatan kelayakan
didik dan guru BK sekolah dengan komite sekolah untuk ruang konseling
program peningkatan kualitas ruang konseling  Sekolah memiliki ruang
melalui pembangunan atau renovasi ruang konseling yang
konseling layak/nyaman
 penjaga sekolah melakukan perawatan
terhadap ruang konseling secara rutin
 Kepala sekolah mengevaluasi keterlaksanaan
program pemenuhan kelayakan ruang
konseling
Kelengkapan Kelengkapan sarana konseling menjadi  Kepala sekolah dan warga sekolah Kepala sekolah, komite Sepanjang tahun  Sekolah dapat melakukan
sarana ruang unsur penting dalam memberikan layanan menganalisis kebutuhan kelengkapan sarana sekolah, guru BK ajaran pemenuhan kebutuhan
konseling bimbingan dan konseling peserta didik dan konseling ruang konseling
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
guru BK  Membuat keputusan bersama antara kepala  Sarana konseling sekolah
sekolah dengan komite sekolah untuk nyaman untuk digunakan
melengkapi kelengkapan sarana ruang oleh peserta didik dan guru
konseling BK
 Mengevaluasi keterlaksanaan program
pemenuhan kelengkapan sarana ruang
konseling
Kelayakan/kenyama Kelayakan/kenyaman tempat bermain/OR  Kepala sekolah dan warga sekolah Kepala sekolah, komite Sepanjang tahun  Sekolah dapat
nan tempat menjadi unsur penting dalam layanan menganalisis kebutuhan tempat bermain/OR sekolah, guru olahraga, ajaran melaksanakan program
bermain/OR kepada peserta didik  Membuat keputusan bersama antara kepala penjaga sekolah peningkatan kelayakan
sekolah dengan komite sekolah untuk tempat bermain/ OR
pembangunan atau renovasi tempat  Sekolah memiliki tempat
bermain/OR bermain/OR yang
 Warga sekolah melakukan perawatan layak/nyaman
terhadap tempat bermain/OR secara rutin
sesuai dengan perannya masing-masing
 Kepala sekolah mengevaluasi keterlaksanaan
program pemenuhan kelayakan tempat
bermain/OR
Kelengkapan Kelengkapan sarana tempat bermain/OR  Kepala sekolah dan warga sekolah Kepala sekolah, komite Sepanjang tahun  Sekolah dapat melakukan
sarana tempat menjadi unsur penting dalam layanan menganalisis kebutuhan kelengkapan tempat sekolah, guru olahraga ajaran pemenuhan kebutuhan
bermain/OR kepada peserta didik bermain/OR tempat bermain/OR
 Membuat keputusan bersama antara kepala  Sarana tempat bermain/OR
sekolah dengan komite sekolah untuk sekolah nyaman untuk
melengkapi kelengkapan sarana tempat digunakan oleh peserta
bermain/OR didik dan guru OR
 Mengevaluasi keterlaksanaan program
pemenuhan kelengkapan sarana tempat
bermain/OR
Kelayakan/kenyama Kelayakan/kenyaman ruang sirkulasi akan  Kepala sekolah dan warga sekolah Kepala sekolah, komite Sepanjang tahun  Sekolah dapat
nan ruang sirkulasi mempermudah layanan bagi peserta didik menganalisis kebutuhan ruang sirkulasi sekolah, guru olahraga, ajaran melaksanakan program
dalam mencari sumber belajar  Membuat keputusan bersama antara kepala penjaga sekolah peningkatan kelayakan
sekolah dengan komite sekolah untuk ruang sirkulasi
pembangunan atau renovasi ruang sirkulasi  Sekolah memiliki ruang
 Warga sekolah melakukan perawatan sirkulasi yang
terhadap ruang sirkulasi secara rutin sesuai layak/nyaman
dengan perannya masing-masing
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
 Kepala sekolah mengevaluasi keterlaksanaan
program pemenuhan kelayakan ruang
sirkulasi
Kelengkapan Kelengkapan ruang sirkulasi akan  Kepala sekolah dan pustakawan sekolah Kepala sekolah, komite Sepanjang tahun  Sekolah dapat melakukan
sarana ruang mempermudah layanan bagi peserta didik menganalisis kebutuhan kelengkapan ruang sekolah, pustakawan ajaran pemenuhan kebutuhan
sirkulasi dalam mencari sumber belajar sirkulasi ruang sirkulasi
 Membuat keputusan bersama antara kepala  Sarana ruang sirkulasi
sekolah dengan komite sekolah untuk sekolah nyaman untuk
melengkapi kelengkapan sarana ruang digunakan oleh peserta
sirkulasi didik dan pustakawan
 Mengevaluasi keterlaksanaan program
pemenuhan kelengkapan sarana ruang
sirkulasi
Pencemaran Sekolah yang bebas dari pencemaran  Kepala sekolah dan warga sekolah Warga sekolah Sepanjang tahun  Sekolah dapat
lingkungan lingkungan merupakan salah satu bentuk menganalisis pencemaran lingkungan sekolah ajaran melaksanakan program
pengkondisian hidup sehat bagi peserta  Membuat keputusan bersama antara kepala pencegahan pencemaran
didik sekolah dengan komite sekolah untuk lingkungan sekolah
penanganan pencemaran lingkungan sekolah,  Lingkungan sekolah
semisal dengan memprogramkan sekolah layak/nyaman sebagai
hijau tempat belajar bagi peserta
 Warga sekolah melakukan penanganan didik
pencemaran lingkungan sekolah secara rutin
sesuai dengan perannya masing-masing
 Kepala sekolah mengevaluasi keterlaksanaan
program penanganan pencemaran lingkungan
sekolah
Kelengkapan Kelengkapan sarana drainase,  Kepala sekolah dan warga sekolah Warga sekolah Sepanjang tahun  Sekolah dapat melakukan
sarana drainase, pembuangan limbah, pepohonan menganalisis kebutuhan sarana drainase, ajaran pemenuhan kebutuhan
pembuangan (perindang) memberikan kenyamanan bagi pembuangan limbah, pepohonan (perindang) sarana drainase,
limbah, pepohonan warga sekolah untuk tinggal di sekolah  Membuat keputusan bersama antara kepala pembuangan limbah,
(perindang) sekolah dengan komite sekolah untuk pepohonan (perindang)
melengkapi kelengkapan sarana drainase,  Lingkungan sekolah
pembuangan limbah, pepohonan (perindang) nyaman bagi warga
 Mengevaluasi keterlaksanaan program sekolah
pemenuhan kelengkapan sarana sarana
drainase, pembuangan limbah, pepohonan
(perindang)
6. STANDAR PENGELOLAAN

INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
Sosialisasi visi, misi Visi, misi, dan tujuan sekolah merupakan Visi, misi, dan tujuan sekolah dirumuskan PTK di sekolah, komite Satu bulan Sekolah memiliki visi, misi, dan
dan tujuan sekolah rujukan utama dalam penyusunan rencana bersama antara sekolah dengan para sekolah, pemangku tujuan sekolah yang dimiliki
dilakukan kepada kerja jangka pendek, menengah maupun pemangku kepentingan kepentingan sekolah, bersama oleh sekolahd an para
semua warga panjang missal: alumni, DU/DI, dll. pemangku kepentingan
sekolah.
Warga sekolah Visi, misi, dan tujuan sekolah yang tidak Visi, misi, dan tujuan sekolah dirumuskan PTK di sekolah, komite 1 bln Semua/kecenderungan warga
memahami visi, dipahami tidak akan memberikan energy bersama antara sekolah dengan para sekolah, sekolah dapat berkontribusi
misi dan tujuan untuk pencapaian visi dan tujuan dan pemangku kepentingan untuk pencapaian visi dan tujuan
sekolah pelaksanaan misi-misi sekolah sekolah, dan
mengimplementasikan misi
sekolah karena mereka
memahami visi, misi, dan tujuan
sekolah
Sosialisasi KTSP  KTSP merupakan produk bersama yang  KTSP dibuat dalam versi ringkas (resume) Kepala sekolah, guru-guru, Menjelang atau Stakeholders sekolah dapat
sekolah dilakukan mencerminkan layanan pokok sekolah dan versi lengkap. Versi ringkas komite sekolah awal tahun ajaran dengan mudah menerima dan
kepada semua bagi peserta didiknya. Karena itu, diperuntukan bagi masyarakat umum, memahami informasi yang
warga sekolah semua pihak yang terlibat dengan sedangkan versi lengkap diperuntukan terkandung dalam KTSP
penyelenggaraan sekolah ybs harus bagi pengelola sekolah.
mengetahui dan memahami informasi  Minimal satu tahun satu kali, pihak
yang tertuang dalam KTSP dengan baik sekolah wajib mengundang para
 Supaya tidak terjadi pemaknaan yang pemangku kepentingan (stakeholders)
berbeda atau salah terhadap hal-hal untuk melakukan proses sosialisasi KTSP.
yang harus dilakukan oleh berbagai  Jika sekolah memiliki website, proses
pihak dalam memberikan layanan bagi sosialisasi dapat dilakukan melalui
peserta didik, khususnya layanan pengunduhan di website sekolah.
pendidikan.  Jika sekolah memiliki Koran/majalah
 Supaya semua orang yang sekolah, sosialisasi dapat dilakukan
berkepentingan dapat ikut berkontribusi melalui perantara Koran/majalah sekolah.
terhadap penyelenggaraan sekolah
secara proporsional sesuai dengan
perannya masing-masing.
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
Sekolah memiliki  Penyusunan rencana program Sekolah menyelenggarakan workshop untuk Kepala sekolah, komite Antara 1 - 4 hari  Stakeholder skolah terlibat
dokumen rencana merupakan salah satu dari fungsi menyusun rencana kerja sekolah bersama sekolah, unsur peserta dalam penyusunan RPS
kerja sekolah dalam manajemen sekolah dengan stakeholders dalam bentuk RKS dan didik, unsur PTK lainnya, dan RKAS
bentuk RKS dan  RKS dan RKAS merupakan pedoman RKAS pengawas, dan pihak-pihak  Sekolah memiliki dokumen
RKAS bagi semua warga sekolah dalam yang dinilai sekolah RKS dan RKAS yang
mengelola dan mengembangkan berkontribusi dalam merupakan produk
sekolah untuk mencapai visi dan misi mengelola sekolah, seperti bersama
sekolah DU/DI, tokoh masyarakat yg
 RKS dan RKAS menjadi salah satu tidak masuk dalam komite
rujukan dalam proses evaluasi sekolah, dll.
keberhasilan program kerja/kegiatan
sekolah dalam setiap tahunnya.
Penyusunan RKS  Komite sekolah, dewan pendidikan,  Penyusunan/workshop/lokakarya RKS dan Kepala sekolah, komite Antara 1 - 4 hari  RKS dan RKAS dibuat
memperhatikan dinas pendidikan kab./kota, atau RKAS melibatkan para stakeholders sekolah secara bersama dengan
pertimbangan yayasan merupakan bagian yang tidak sekolah melibatkan stakeholder
komite sekolah, dapat dipisahkan dengan pengelolaan  Pengesahan RPS dan RKAS sekolah
disetujui oleh sekolah. Karena itu RKS dan RAKS mencantumkan “mengetahui” pihak komite  RKS dan RKAS
Dewan Pendidikan, perlu untuk diberikan pertimbangan oleh sekolah, dewan pendidikan, dan dinas ditandatangani oleh komite
dan disahkan unsur-unsur tersebut. pendidikan kab./kota atau pihak yayasan sekolah, dewan pendidikan,
berlakunya oleh  Sekolah merupakan bagian dari (khusus bagi sekolah swasta). dinas pendidikan kab./kota
Dinas Pendidikan komunitas yang lebih besar, seperti atau yayasan (khusus
kab./kota atau oleh masyarakat kelurahan, kecamatan, dst. sekolah swasta)
penyelenggara
sekolah bagi
sekolah swasta
Rencana kerja Guru yang berkualitas merupakan kunci  Kepala sekolah dan guru mengusulkan Kepala sekolah, guru Ketika  Dalam RKS dan RKAS
sekolah mendukung utama keberhasilan sekolah dalam untuk memasukan program kerja penyusunan RKS mencantumkan program
pengembangan memberikan layanan pokok pengembangan karir guru ke dalam RKS dan RKAS pengembangan karir guru
karir guru (pembelajaran/KBM). Pengembangan karir dan RKAS.  Kegiatan pengembangan
guru merupakan salah satu upaya untuk  Sekolah harus membuat indikator karir guru didukung oleh
menjadikan guru memiliki motivasi yang keberhasilan pengembangan karir guru kepala sekolah
tinggi dalam memberikan layanan yang untuk kepentingan pencapaian, evaluasi  Kegiatan pengembangan
professional kepada peserta didik dan pencapaian dan tindaklanjut dari evaluasi karir guru didukung oleh
berbagai pihak terkait. tersebut. pendanaan sekolah
Sekolah Program yang diselenggarakan oleh sekolah  Penyusunan program–program sekolah Warga sekolah (KS, guru, Sepanjang tahun  Dalam satu tahun ajaran,
melaksanakan harus berorientasi mutu bukan sekedar didasarkan pada masalah-masalah dan TAS, pustakawan, laboran, ajaran sekolah mampu
program pelaksanaan program tanpa ada orientasi tantangan-tantangan yang dihadapi konselor, penjaga sekolah, melaksanakan program
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
peningkatan mutu peningkatan mutu. Hal ini dikarenakan proses sekolah. komite sekolah, peserta peningkatan mutu yang
sekolah manajemen sekolah diorientasikan untuk  Sekolah menyusun indikator kebermutuan didik) tertuang dalam RKAS lebih
pencapaian tujuan secara efektif dan efisien sekolah/pemenuhan standar nasional dari 80%.
pendidikan yang dijadikan sebagai acuan  Mutu/prestasi akademik
dalam upaya pemenuhan SNP. dan non akademik sekolah
 Kepala sekolah mempertimbangkan (guru, siswa, KS) terus
dampak mutu ketika memutuskan program meningkat dari tahun ke
atau kegiatan yang akan dilakukan tahun
 Pengelolaan program dan kegiatan
dilakukan secara transparan sehingga
banyak orang/pihak yang akan
memberikan pemikiran untuk
kebermutuannya.
Penyusunan Untuk kesinambungan program dan hasil  Sekolah melakukan EDS dan Kepala sekolah, komite 1 bulan  Program peningkatan mutu
program yang lebih baik, penyusunan program mengolahnya menjadi profil mutu sekolah sekolah, unsur peserta sekolah didasarkan pada
peningkatan mutu peningkatan mutu perlu mengggunakan hasil  Berdasarkan profil mutu sekolah kemudian didik, unsur orang tua, data dan informasi yang
sekolah evaluasi diri, akreditasi sekolah, dan disusun program kerja jangka menengah akurat dan up todate
mendasarkan pada: kelulusan siswa. (RKS-4 tahunan) dan tahunan (RKAS).  RKS dan RKAS
hasil evaluasi diri,
hasil akreditasi
sekolah, dan
kelulusan siswa
Sekolah Pencapaian visi dan misi sekolah tidak dapat  Kepala sekolah bersama komute sekolah Kepala sekolah, guru, Sepanjang tahun  KBM yang dilaksanakan
merealisasikan visi dilakukan secara terpisah-pisah (parsial). dan guru-guru membuat indikator peserta didik, komite ajaran sesuai atau mencerminan
dan misi ke dalam Semua kegiatan yang dilakukan harus sesuai keberhasilan visi sekolah sebagai acuan sekolah, unsur orang tua, upaya pencapaian visi dan
pelaksanaan dengan upaya pencapaian visi dan misi untuk mengetahuai ketercapaian visi misi sekolah.
kegiatan sekolah. Demikian halnya pengelolaan PTK sekolah.  PTK memiliki kemampuan
pembelajaran, dan kesiswaan merupakan bagian dari  Kepala sekolah melakukan rapat sekolah dalam memberikan layanan
pengelolaan PTK, manajemen sekolah yang tujuan intinya untuk membahas upaya pencapaian visi bagi peserta didik dan
dan pelaksanaan adalah bagaimana mencapai visi dan misi sekolah melalui peran dan tugas masing- stakeholders lainnya
kegiatan kesiswaan sekolah. masing orang di sekolah.  Program kesiswaan dapat
 Kepala sekolah memberikan penguatan memfasilitasi
kepada warga sekolah mengenai pengembangan potensi
pentingnya kebermutuan layanan pokok peserta didik secara
sekolah, yaitu ”pendidikan bagi peserta memadai.
didik yang dirancang oleh guru dan
difasilitasi oleh sekolah”
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR

 Untuk menstimulasi motivasi warga


sekolah dalam pencapaian visi dan misi
sekolah, kepala sekolah membuat
program pemeliharaan dan peningkatan
kinerja bagi warga sekolah, seperti dalam
bentuk: pemilihan siswa terbaik untuk
setiap semester, pemilihan guru terbaik,
pemberian penghargaan kepada warga
sekolah yang berprestasi, dll.
Sekolah menyusun Pedoman pengelolaan memberikan  Kepala sekolah memberikan petunjuk Kepala sekolah Sepanjang tahun Sekolah memiliki dokumen-
pedoman-pedoman kemudahan bagi warga sekolah dalam kepada penanggungjawab program/ ajaran dokumen POS, khususnya
pengelolaan melaksanakan tugas-tugasnya untuk kegiatan untuk menyusun atau dalam implementasi layanan
sekolah mencapai tujuan sekolah mengembangkan pedoman-pedoman pokok sekolah.
yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kerja
masing-masing (menyusun POS)
 Jika POS ini sudah ada, kepala sekolah
melakukan kajian mengenai efektifitas
POS dan kemudian memperbaiki hal-hal
yang dianggap lemah/kurang.
 ISO
Budaya dan Pembelajaran sebagai layanan pokok  Kepala sekolah menjadi teladan dalam Kepala sekolah dan semua Sepanjang tahun Secara psikis, social, dan
lingkungan sekolah sekolah tidak akan tercapai secara efektif jika perilaku ideal yang diharapkan warga sekolah ajaran budaya, Lingkungan sekolah
kondusif untuk budaya dan lingkungan sekolah tidak  Sekolah mengeluarkan aturan tata tertib nyaman untuk belajar bagi
pembelajaran kondusif. Terlebih jika sekolah memiliki yang dilaksanakan secara konsisten, baik peserta didik dan nyamana
kondisi toxic culture (mindset, kebiasaan, dan untuk PTK maupun peserta didik. untuk bekerja bagi PTK
artifac/simbol-simbol yang bertentangan  Penataan lingkungan sekolah dan kelas
dengan proses pendidikan) diakukan dengan memperhatikan
kenyamanan psikis, sosial, dan budaya
belajar bagi peserta didik
Warga sekolah  Transaparansi dan akuntabilitas  Jika memungkinkan semua PTK dan PTK di sekolah Sepanjang tahun Warga sekolah dapat terlibat
dapat mengakses pengelolaan keuangan merupakan komite sekolah diberikan photo copy ajaran dalam menentukan anggaran
laporan bagian dari indikator good governance. RKAS dan dengan mudah mengakses
pengelolaan  Transparansi dan akuntabilitas akan  RKAS ditempel di mading atau pada informasi mengenai pengelolaan
keuangan sekolah memicu profesionalitas yang lebih tinggi media yang digunakan oleh warga sekolah keuangan sekolah (baik dalam
secara transparan dalam pelaksanaan setiap pekerjaan proses penganggaran,
dan akuntabel penggunaan, maupun
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
yang dilakukan  Sekolah mengeluarkan laporan keuangan pertanggyngjawaban)
bulanan, tiga bulanan, semesteran, dan
tahunan yang dipublikasikan secara rutin
kepada warga sekolah, baik melalui rapat,
media madding atau media yang paling
memunginkan digunakan oleh sekolah
 Setiap anggaran yang digunakan oleh
sekolah disertai oleh
pertanggungajawaban, baik secara
adeministratif dat/atau kesepakatan
bersama (pihak sekolah dengan komite
sekolah).
Sekolah menjalin  Pengelolaan sekolah sangat tidak  Kepala sekolah mengidentifikasi pihak- Kepala sekolah, komite Sepanjang tahun Sekolah memiliki kesepahaman
kemitraan dengan mungkin dilakukan hanya oleh kepala pihak yang potensial untuk menjadi mitra sekolah ajaran dan kerja sama dengan
lembaga lain untuk sekolah dan guru, tetapi harus sekolah dalam mencapai visi dan misi berbagai pihak terkait (eksternal)
mendukung melibatkan pihak lain di luar sekolah, sekolah, baik secara perorangan, dalam mencapai tujuan sekolah.
implementasi seperti orang tua, DU/DI, dan para kelompok, maupun organisasi.
rencana kerja pemangku kepentingan lainnya.  Kepala sekolah menjalin/membuka
sekolah  Sumber daya sekolah amat sangat pembicaraan dengan stakeholders untuk
terbatas, sedangkan sumber daya kerjasama yang mutualisme
masyarakat di sekitar sekolah itu tidak  Sekolah mengirimkan secara berkala
terbatas. informasi mengenai perkembangan
sekolah kepada stakeholders.
 Sekolah mengadakan pertemuan secara
berkala dengan pihak-pihak yang
dianggap potensial, untuk memelihara dan
meningkatkan komitmen dalam
pencapaian visi bersama sekolah
Sekolah melakukan Evaluasi rencana kerja dilakukan untuk  Pada setiap akhir semester dilakukan PTK, komite sekolah Setiap akhir Sekolah memiliki rencana tindak
evaluasi rencana mengetahui tingkat ketercapaian rencana, rapat evaluasi bersama mengenai capaian semester untuk pemecahan masalah yang
kerja sekolah sehingga dapat dilakukan tindak lanjut untuk kinerja PTK dan kinerja sekolah dihadapi oleh masing-masing
minimal 1 kali per perbaikan atau peningkatan  Berdasarkan evaluasi tersebut, jika maupun oleh satuan pendidikan
tahun diperlukan, rencana kerja sekolah
direvisi/diperbaiki/disesuaikan

Program supervisi Pelaksanaan supervisi jika tidak dibarengi Kepala sekolah membuat program supervisi Kepala Sekolah, guru Sepanjang tahun Guru mengalami
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
dan evaluasi dengan tindaklanjut, tidak akan memberikan tahunan untuk semua guru. Setiap guru ajaran perbaikan/peningkatan dalam
meliputi: perbaikan pada proses pembelajaran. minimal mengalami proses supervise sebanyak layanan pembelajaran
pemantauan, 3 kali untuk melihat apakah tindak lanjut yang
evaluasi dan tindak dilakukan berhasil atau tidak
lanjut
Sekolah Hasil evaluasi program kerja sekolah  Setiap akhir semester kepala sekolah PTK, komite sekolah Setiap akhir  PTK dan komite sekolah
mensosialisasikan merupakan informasi penting yang harus mengadakan rapat dengan PTK dan semester memahami tingkat capaian,
laporan hasil diketahui oleh warga sekolah untuk komite sekolah untuk membahas laporan kendala, dan pemecahan
pelaksanaan ditindaklanjuti oleh warga sekolah melalui hasil pelaksanaan program sekolah. masalah yang harus
program sekolah proses perbaikan atau peningkatan  Program kerja sekolah yang tidak diambil ke depannya
(continuous improvement) sesuai/tidak memungkinkan dicapai  Program kerja sekolah
direvisi yang telah direvisi, jika ada
kebutuhan untuk revisi
program kerja
Sekolah melakukan Tindaklanjut merupakan upaya pemecahan  Kepala sekolah, guru, pustawakan, PTK Setiap akhir  PTK termotivasi untuk
tindak lanjut hasil masalah atau peningkatan mutu, tanpa tindak laboran, TAS menganalisis hasil evaluasi semester dan bekerja lebih baik
evaluasi lanjut, maka evaluasi dapat dikatakan tidak terhadap pelaksanaan program kerja Sepanjang tahun  PTK yang kinerjanya
pelaksanaan memiliki makna apa-apa. sekolah ajaran rendah dapat
program/kegiatan  Melakukan perencanaan meningkatkan kinerjanya
sekolah ulang/penyesuaian terhadap program secara bertahap
kerja yang belum direalisasikan dan
dirasakan perlu untuk direvisi
 Merancang program kerja untuk tahun
ajaran selanjutnya yang didasarkan pada
hasil evaluasi hasil pelaksanaan program
kerja yang telah lalu.
 Memberikan reward kepada PTK atas
capaian keberhasilan kerja sesuai
ketentuan sekolah
 Melakukan pembinaan kepada PTK yang
kinerjanya rendah
Sekolah melakukan Proses kerja guru perlu dianalisis dalam  Menjelang tengah semester dan akhir KS, guru Menjelang tengah  Kepala sekolah dan guru
evaluasi proses pencapaian tujuan. Apakah efektif semester kepala sekolah dan guru dan akhir mengalami proses evaluasi
pendayagunaan atau tidak? Proses evaluasi ini dilakukan melakukan analisis terhadap capaian KKM semester bersama terhadap
pendidik pada untuk membandingkan antara apa yang peserta didik. efektivitas KBM dan beban
setiap akhir dilakukan dengan apa yang direncanakan  Berdasarkan capaian KKM siswa ini, kerja guru
semester atau membandingkan apa yang diharapkan
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
dengan apa yang menjadi kenyataan dari kepala sekolah berdiskusi dengan guru-  Sekolah memiliki informasi
guru-guru di sekolah guru mengenai apa yang menjadi kendala mengenai capaian KKM
bagi guru dalam KBM dan apa yang harus dan efektivitas beban kerja
diperbaiki. guru
 Kepala sekolah dan guru membandingkan
efektifitas beban kerja guru dengan
ketercapaian KKM pada masing-masing
kelas/mata pelajaran.
 Kepala sekolah dan guru membuat
kesimpulan-kesimpulan terhadap proses
kerja yang telah dilakukan, misal: beban
kerja guru terlalu berat, sehingga banyak
tugas-tugas siswa yang tidak terperiksa.
Dll.
Sekolah melakukan Proses kerja tenaga kependidikan perlu  Menjelang tengah semester dan akhir KS, pustakawan, laboran, Menjelang tengah  Kepala sekolah dan
evaluasi dianalisis dalam proses pencapaian tujuan. semester kepala sekolah dan tenaga TAS, konselor dan akhir mengalami proses evaluasi
pendayagunaan Apakah efektif atau tidak? Proses evaluasi ini kependidikan sekolah melakukan analisis semester bersama terhadap
tenaga dilakukan untuk membandingkan antara apa terhadap implementasi tupoksi masing- implementasi Tupoksi
kependidikan pada yang dilakukan dengan apa yang masing masing-masing, beban
setiap akhir direncanakan atau membandingkan apa  Berdasarkan implementasi tupoksi kerja, dan daya dukung
semester yang diharapkan dengan apa yang menjadi masing-masing, kepala sekolah berdiskusi kerja masing-masing
kenyataan dari tenaga kependidikan di dengan tenaga kependidikan (TK)  Sekolah memiliki informasi
sekolah mengenai apa yang menjadi kendala bagi mengenai capaian kerja
TK dalam melaksanakan tupoksinya dan masing-masing TK dan
apa yang harus diperbaiki kemudian. efektivitas beban kerja TK
 Kepala sekolah dan TK sekolah
membandingkan efektifitas beban kerja
masing-masing TK dengan ketercapaian
target kerja masing-masing.
 Kepala sekolah dan TK membuat
kesimpulan-kesimpulan terhadap proses
kerja yang telah dilakukan, misal:
implementasi pelayanan pustakawan
terkendala oleh kemampuan pustakawan
dalam menyusun buku-buku refensi. Dll.
Sekolah mengikuti  Akreditasi diperlukan sebagai salah satu  Kepala sekolah mengadakan rapat Warga sekolah Sesuai kebutuhan  Sekolah memiliki SK tim
akreditasi oleh bentuk pertanggungjawaban sekolah sekolah untuk membahas proses akreditasi sekolah
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
BAN-SM untuk terhadap para pemangku kepentingan akreditasi sekolah dan penyusunan tim  Sekolah memiliki sejumlah
melakukan status  Akreditasi diperlukan untuk kepentingan akreditasi sekolah persyaratan untuk
akreditasi sekolah sekolah dalam mengeluarkan izajah akreditasi sekolah
bagi peserta didik  Sekolah memiliki nilai
 Akreditasi diperlukan untuk berbagai  Kepala sekolah menyusun tim akreditasi akreditasi sekolah yang
kepentingan pengelolaan sekolah, sekolah yang dikukuhkan melalui surat dikeluarkan oleh BAN-SM
seperti pembinaan oleh kepala sekolah keputusan KS mengenai tim akreditasi
dan pengawas, dll. sekolah
 Kepala sekolah memfasilitasi tim
akreditasi untuk melakukan tugas-
tugasnya.
 Tim akreditasi menyiapkan semua
persyaratan untuk akreditasi, seperi
pengisian EDS, dll sesuai petunjuk
akreditasi BAN-SM
 Kepala sekolah memeriksa persiapan
syarat-syarat untuk diakreditasi yang
sudah disiapkan oleh tim akreditasi
sekolah.
 Jika dinilai sudah memenuhi berbagai
persyaratan akreditasi, Kepala sekolah
mengajukan, melalui dinas pendidikan
kab./kota untuk dilakukan proses
akreditasi.

Guru dilibatkan  Keterlibatan guru dalam perumusan visi,  Kepala sekolah menampung semua KS, guru Menjelang awal  Aspirasi guru-guru dapat
dalam perumusan misi, dan tujuan sekolah perlu karena aspirasi guru untuk perumusan visi, misi, tahun ajaran baru diidentifikasi oleh kepala
visi, misi dan tujuan guru menjadi bagian penting dalam dan tujuan sekolah (penyusunan sekolah
serta penyusunan pencapaian visi, misi, dan tujuan  Kepala sekolah menghadirkan guru-guru RPS/RKS)  Sekolah memiliki rumusan
rencana kerja sekolah. dalam rapat penyusunan visi, misi, dan visi, misi, dan tujuan
sekolah  Pelibatan guru akan menguatkan tujuan sekolah sekolah
komitmen guru dalam proses pencaaian
visi, misi, dan tujuan sekolah
 Pelibatan guru dalam merumuskan visi,
misi, dan tujuan sekolah akan
mengakibatkan iklim sekolah menjadi
lebih terbuka dan terbangunnya tim
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
kerja sekolah yang lebih solid.
Sesuai  Keteladanan kepala sekolah merupakan  Kepala sekolah melakukan evaluasi diri KS Sepanjang tahun  Perilaku kepala sekolah
kompetensinya bagian dari proses pendidikan di terhadap proses kepemimpinannya secara ajaran mencerminkan nilai-nilai
kepala sekolah sekolah, khususnya bagi peserta didik. berkala, seperti seminggu sekali yang dianut oleh sekolah
dapat dijadikan  Perilaku teladan kepala sekolah menjadi  Kepala sekolah mendengarkan suara-  Warga sekolah
teladan bagi semua perilaku pembanding bagi warga suara warga sekolah, baik secara menghormati
warga sekolah sekolah dalam menjalankan tupoksi langsung maupun tidak langsung kepemimpinan KS karena
masing-masing mengenai proses kepemimpinannya kesesuaian antara perilaku
 Keteladanan lebih bermakna/efektif  Perilaku kepala sekolah konsisten dalam keseharian KS dengan nilai
dalam proses kepemimpinan kepala menjalankan aturan-aturan sekolah yang dianut
sekolah dibandingkan perintah atau
petunjuk lisan
Kepemimpinan Kepemimpinan sekolah yang efektif menjadi  Kepala sekolah secara konsisten menjaga KS Sepanjang tahun  Warga sekolah dapat
sekolah mampu kunci untuk kinerja sekolah, kinerja guru, kesesuaian antara apa yang diucapkan ajaran mengikuti kepemimpinan
menerapkan ciri-ciri kinerja tenaga kependidikan sekolah dalam dengan apa yang dilakukan dalam proses kepala sekolah
kepemimpinan yang mencapai visi, misi, dan tujuan sekolah kepemimpinannya  Perilaku kepala sekolah
efektif  Kepemimpinan kepala sekolah dilakukan jadi teladan bagi warga
sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah sekolah
Warga sekolah  Kemudahan mengakses informasi dan  Kepala sekolah bersama dengan warga Kepala sekolah Sepanjang tahun  Sekolah memiliki
mudah mengakses pengaduan terkait dengan pengelolaan sekolah membuat mekanisme pengaduan ajaran mekanisme pengaduan
informasi dan sekolah merupakan bagian dari indikasi terhadap pengelolaan sekolah, seperti terkait dengan pengelolaan
pengaduan terkait good governance. menggunakan kotapengaduan, SMS, sekolah
dengan  Kemudahan mengakses informasi dan email, dll.  Sekolah menyediakan
pengelolaan pengaduan terkait dengan pengelolaan  Kepala sekolah mengumumkan media pengaduan
sekolah sekolah akan membuka peluang yang (lisan/tulisan) mengenai keterbukaan  Warga sekolah dapat
lebih besar dalam proses peningkatan informasi terkait dengan pengelolaan memberikan masukan,
mutu secara berkelanjutan sekolah kepada para pemangku koreksi, gagasan dengan
 Kemudahan mengakses informasi dan kepentingan sekolah mudah untuk perbaikan
pengaduan terkait dengan pengelolaan  Kepala sekolah/pihak yang ditugaskan dan peningkatan mutu
sekolah akan mempermudah kepala merespon pengaduan-pengaduan yang sekolah
sekolah dan warga sekolah lainnya masuk ke sekolah  Iklim organisasi (sekolah)
untuk memperbaiki kekurangannya terbuka
7. STANDAR PEMBIAYAAN

INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
Ada unsur Keterlibatan masyarakat dalam penetapan Penyusunan RKS dan RKAS dilakukan Kepala sekolah, guru, Lokakarya/ rapat  Masyarakat memiliki
masyarakat yang biaya sekolah merupakan bagian penting dari dengan mengundang/menghadirkan unsur- komite sekolah, perwakilan penyusunan komitmen yang lebih tinggi
berpartisipasi dalam penguatan komitmen (rasa memiliki) unsur Kepala sekolah, guru, komite sekolah, orang tua, tokoh RKAS/RKT untuk kemajuan sekolah
rapat penetapan masyarakat terhadap sekolah perwakilan orang tua, tokoh masyarakat, masyarakat, aparat RT,  Ada kesepakatan warga
besaran aparat RT, RW, Kelurahan, dan stakeholders RW, Kelurahan sekolah dan stakeholders
pembiayaan yang lainnya yang memungkinkan sekolah mengenai besaran
harus ditanggung biaya per bulan yang harus
oleh orang tua ditanggung orang tua
murid siswa/wali murid untuk
biaya operasional sekolah
Besaran biaya Setiap pengeluaran biaya oleh sekolah harus  Sebelum sekolah mengalokasikan biaya Kepala sekolah, bendahara Pada saat  RKAS disusun dengan
operasi non- didasarkan pada pertimbangan rasional dan operasi non-personalia, terlebih dahulu sekolah, komite sekolah penyusunan mengikuti standar biaya
personalia dihitung dapat dipertanggungjawabkan baik secara dianalisis standar biaya per RKAS yang berlaku
berdasarkan internal maupun eksternal sekolah, karenanya sekolah/program keahlian  Sekolah memiliki besaran
standar biaya per biaya yang dikeluarkan harus mengikuti  Rapat penyusunan RKAS menyetujui biaya operasi non
sekolah/ program standar yang berlaku atau yang diberlakukan besaran biaya operasi non personalia personalia berdasarkan
keahlian oleh sekolah sesuai dengan aturan yang berdasarkan standar biaya per standar biaya persekolah/
ditetapkan pemerintah sekolah/program studi program keahlian
Besaran biaya Besaran biaya yang dihitung berdasarkan  Sebelum sekolah mengalokasikan biaya Kepala sekolah, bendahara Pada saat  RKAS disusun dengan
operasi non- perbandingan dengan rombel akan operasi non-personalia, terlebih dahulu sekolah, komite sekolah penyusunan mengikuti standar biaya
personalia dihitung mempermudah sekolah dan stakeholders dianalisis standar biaya per rombel RKAS yang berlaku
berdasarkan dalam menilai efektiftas dan efisiensi biaya  Rapat penyusunan RKAS menyetujui  Sekolah memiliki informasi
standar biaya per sekolah besaran biaya operasi non personalia mengenai satuan biaya
rombongan belajar berdasarkan standar biaya per rombel operasi non-personalia per
rombel
Besaran biaya Besaran biaya yang dihitung berdasarkan  Sebelum sekolah mengalokasikan biaya Kepala sekolah, bendahara Pada saat  RKAS disusun dengan
operasi non- perbandingan dengan peserta didik akan operasi non-personalia, terlebih dahulu sekolah, komite sekolah penyusunan mengikuti standar biaya
personalia dihitung mempermudah sekolah dan stakeholders dianalisis standar biaya per peserta didik RKAS yang berlaku
berdasarkan dalam menilai efektiftas dan efisiensi biaya  Rapat penyusunan RKAS menyetujui  Sekolah memiliki informasi
standar biaya per sekolah besaran biaya operasi non personalia mengenai satuan biaya
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
peserta didik berdasarkan standar biaya per peserta operasi non-personalia per
didik peserta didik

Sekolah Setiap pengeluaran biaya oleh sekolah harus  Sebelum sekolah mengalokasikan biaya Kepala sekolah, bendahara Pada saat  RKAS disusun dengan
menghitung didasarkan pada pertimbangan rasional dan ATS, terlebih dahulu dianalisis standar sekolah, komite sekolah penyusunan mengikuti standar biaya
besaran persentase dapat dipertanggungjawabkan baik secara pembiayaan yang berlaku/diberlakukan RKAS yang berlaku
minimum biaya ATS internal maupun eksternal sekolah, karenanya  Rapat penyusunan RKAS menyetujui  Persentase biaya ATS
berdasarkan biaya yang dikeluarkan harus mengikuti persentase minimum biaya ATS ditetapkan berdasarkan
standar standar yang berlaku atau yang diberlakukan berdasarkan standar pembiayaan yang standar pembiayaan
pembiayaan oleh sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku/diberlakukan
ditetapkan pemerintah
Sekolah Setiap pengeluaran biaya oleh sekolah harus  Sebelum sekolah mengalokasikan biaya Kepala sekolah, bendahara Pada saat  RKAS disusun dengan
menghitung didasarkan pada pertimbangan rasional dan BAHP, terlebih dahulu dianalisis standar sekolah, komite sekolah penyusunan mengikuti standar biaya
besaran persentase dapat dipertanggungjawabkan baik secara pembiayaan yang berlaku/diberlakukan RKAS yang berlaku
minimum biaya internal maupun eksternal sekolah, karenanya  Rapat penyusunan RKAS menyetujui  Persentase biaya BAHP
BAHP berdasarkan biaya yang dikeluarkan harus mengikuti persentase minimum biaya BAHP ditetapkan berdasarkan
standar standar yang berlaku atau yang diberlakukan berdasarkan standar pembiayaan yang standar pembiayaan
pembiayaan oleh sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku/diberlakukan
ditetapkan pemerintah
Sekolah Untuk kepentingan pengelolaan keuangan  Rapat RKAS menganalisis kebutuhan Kepala sekolah, bendahara Pada saat RKAS mengalokasi dana untuk
menghitung sekolah, sekolah harus menghitung semua biaya selain biaya operasi non sekolah, komite sekolah penyusunan membiayai operasi sekolah
besaran biaya pengeluaran sekolah untuk setiap tahunnya. personalia, ATS, dan BAHP RKAS selain biaya operasi operasi non
operasi selain biaya  Rapat RAKS menetapkan biaya sekolah personalia, ATS, dan BAHP
operasi non selain biaya operasi non personalia,
personalia, ATS, ATS, dan BAHP
dan BAHP
Kemudahan Akses dokumen keuangan sekolah yang  Kepala sekolah dan bendahara sekolah Kepala sekolah, bendahara Sepanjang tahun Warga sekolah dapat dengan
mengakses mudah bagi pihak-pihak berkepentingan mempublikasikan dokumen RKAS sekolah, komite sekolah ajaran mudah mengakses dokumen
dokumen merupakan bagian dari implementasi kepada warga sekolah pengelolaan keuangan sekolah
pengelolaan transaparansi (good governance)  Kepala sekolah dan bendahara sekolah
pembiayaan mempublikasikan laporan keuangan
sekolah sekolah secara berkala. Misal per tiga
bulan sekali, per semester sekali, dsb.
Besaran perolehan Penyusunan keuangan sekolah harus  Dalam penyusunan RKAS, Kepala Kepala sekolah, bendahara Pada saat Dokumen RKAS mencantumkan
dana yang mengidentifikasi semua pemasukan keuangan sekolah, bendahara sekolah, komite sekolah, komite sekolah penyusunan rencana pemasukan keuangan
bersumber dari sekolah, sehingga sekolah dapat dengan sekolah mengidentifikasi besaran semua RKAS sekolah per sumber masukan
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
Pemerintah Pusat, mudah memetakan pemenuhan kebutuhan pemasukan keuangan sekolah secara dan secara keseluruhan
Pemerrintahan biaya operasional & investasi sekolah ketika komprehensif
Provinsi, menyusun RKAS
Pemerintahan
Kab./Kota, orang  Dalam penyusunan RKAS diketahui
tua siswa, dan ancangan jumlah pemasukan keuangan
masyarakat sekolah secara keseluruhan dan per
sumber pemasukan
Sekolah menyusun Laporan pembiayaan merupakan bagian dari  Setiap uang yang dikeluarkan sekolah Kepala sekolah, bendahara Sepanjang tahun Sekolah memiliki laporan
laporan akuntabilitas pengelolaan keuangan sekolah, disertai dengan bukti otentik sekolah, komite sekolah, ajaran pengelolaan keuangan sekolah
pengelolaan yang akan digunakan untuk kepentingan  Setiap realisasi pengeluaran dan departemen/ program studi
pembiayaan internal dan eksternal sekolah. pemasukan keuangan sekolah direkap masing-masing, PTK
sesuai dengan ketentuan akuntasi yang
berlaku
 sekolah menyusun laporan keuangan
beradasarkan sistem akuntansi
keuangan Negara
Kemudahan akses  Kemudahan akses informasi pengelolaan  Kepala sekolah dan bendahara sekolah Kepala sekolah, bendahara Sepanjang tahun Warga sekolah dapat dengan
terhadap laporan keuangan merupakan bagian dari good mempublikasikan dokumen RKAS sekolah, komite sekolah ajaran mudah mengakses dokumen
pengelolaan governance. kepada warga sekolah pengelolaan keuangan sekolah
keuangan  Kemudahan akses informasi pengelolaan  Kepala sekolah dan bendahara sekolah
keuangan akan membangun mempublikasikan laporan keuangan
“kepercayaan” dan komitmen (rasa sekolah secara berkala. Misal per tiga
memiliki) para pemangku kepentingan bulan sekali, per semester sekali, dsb.
terhadap sekolah
8. STANDAR PENILAIAN

INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
Guru membuat Untuk memperoleh data pengukuran  Workshop penyamaan persepsi tentang teknik- wakasek bidang kurikulum Awal tahun Sekolah memiliki buku panduan
rancangan penilaian dengan hasil yang tepat dibutuhkan teknik penilaian yang sesuai dengan data hasil dan guru tentang teknik penilaian sesuai
yang menggunakan teknik penilaian yang valid dan reliabel. belajar yang akan diperoleh. dengan karakter hasil belajar
berbagai teknik Dengan demikian setiap penilaian harus  Penyusunan buku panduan tentang teknik mata pelajaran.
penilaian, misal tes dirancang dengan memperhatikan penalaian yang berlaku di sekolah
untuk prestasi belajar, berbagai teknik penilaian.  Review draft panduan teknik penilaian melalui
pengamatan untuk wokshop sehingga menghasilkan model yang
perilaku, lembar mengandung unsur inovatif sesuai standar
penilaian untuk penilaian.
proses pencapaian  In House Traning bagi semua guru dalam
kompetensi menggunakan teknik-teknik penilaian
Guru menyusun Instrumen penilaian yang dikembangkan  Workshop penyamaan persepsi tentang Guru Awal tahun Sekolah memiliki instrumen atau
instrumen yang oleh guru akan lebih bermakna dan tepat pengembangan instrumen penilaian yang bank soal yang dibuat oleh guru.
memenuhi syarat sasaran dalam pengukuran hasil belajar. memenuhi syarat substansi, konstruksi, dan
substansi, konstruksi, Dengan demikian dianggap penting dan bahasa.
dan bahasa dijadikan indikator pemenuhan standar  Masing-masing guru mengembangkan
penilaian jika instrumen dikembangkan instrumen pada setiap mata pelajaran yang
oleh masing-masing guru. diampu.
 Uji coba instrumen yang bekerjasama dengan
sekolah lain untuk menjaga reliabilitas dan
validitas alat ukur (khusus untuk instrumen
ujian akhir semester)
 Pemanfataan instrumen dalam kegiatan
evauasi
 Pendokumentasian instrumen sebagai bank
soal sekolah.

Satuan pendidikan Instrumen yang baik adalah instrumen  Workshop penyamaan persepsi tentang Guru Awal tahun Sekolah memiliki instrumen atau
melakukan validitas yang memiliki tingkat validitas yang baik pengujian validasi instrumen. bank soal yang dibuat oleh guru.
empirik terhadap dan teruji secara empirik.  Uji coba instrumen yang bekerjasama dengan
instrument penilaian sekolah lain untuk menjaga validitas alat ukur
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
(khusus untuk instrumen ujian akhir semester)

 Pemanfataan instrumen dalam kegiatan


evaluasi.
 Pendokumentasian instrumen sebagai bank
soal sekolah.
Satuan pendidikan Persyaratan instrumen yang baik adalah  Workshop penyamaan persepsi tentang Guru Awal tahun Sekolah memiliki instrumen atau
memiliki instrumen yang mampu mengukur dari apa yang kriteria instrumen yang baik. bank soal yang dibuat oleh guru.
yang berkualitas akan diukur, memiliki daya pembeda, dan  Guru mengembangkan instrumen
reliabel.  Uji coba instrumen yang bekerjasama dengan
sekolah lain untuk menjaga validitas alat ukur
(khusus untuk instrumen ujian akhir semester)
 Pemanfataan instrumen dalam kegiatan
evaluasi.
 Pendokumentasian instrumen sebagai bank
soal sekolah.
Siswa menerima Tujuan dari kegiatan evaluasi adalah  Setelah melakukan ulangan, guru memeriksa Guru Harian Siswa menerima informasi hasil
informasi hasil mengukur kemampuan atau kompetensi lembar jawaban ulangan harian yang dibuktikan
ulangan harian peserta didik. Oleh karena itu peserta  Mengolah data hasil ulangan menjadi dengan pengumuman pada
didik berhak memperoleh informasi infrormasi yang bermakna bagi peserta didik. papan pengumuman.
tentang hasil-hasil ulangan umum.  Membagian hasil ulangan kepada peserta didik
setelah data hasil ulangan direkap oleh guru
Guru menyampaikan Kompetensi peserta didik yang diukur  Setelah melakukan ulangan, guru memeriksa Guru Harian Siswa menerima informasi hasil
hasil penilaian akhir memiliki berbagai dimensi. Nilai yang lembar jawaban ulangan harian yang dilengkapi
kepada peserta didik dikeluarkan mengandung makna yang  Mengolah data hasil ulangan menjadi dengan deskripsi makna nilai
dalam bentuk satu multitafsir oleh karena itu perlu dijelaskan infrormasi yang bermakna bagi peserta didik. ulangan.
nilai disertai deskripsi dari makna nilai tersebut.  Membagian hasil ulangan kepada peserta didik
setelah data hasil ulangan direkap oleh guru.
Pada nilai dijelaskan tentang makna dari nilai-
nilai tersebut
Guru memberikan Pembelajaran memiliki prinsip  Setelah melakukan ulangan, guru memeriksa Guru Harian Jadwal remedial
remidi pada siswa ketuntasan. Setiap peserta didik berhak lembar jawaban Laporan kegiatan remedia yang
yang belum mencapai memperoleh pelayanan guru jika mereka  Mengolah data hasil ulangan menjadi membuat tanggal, waktu,
KKM belum mencapai KKM melalui remidi. infrormasi yang bermakna bagi peserta didik. tempat, materi yang
Tujuan remidi adalah memberi  Membagian hasil ulangan kepada peserta didik disampaikan, jumlah peserta
kesempatan bagi peserta didik untuk setelah data hasil ulangan direkap oleh guru. didik, dan guru mengajar.
menuntaskan KKM  Guru memberi kegiata remidi terhadap pokok
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
bahasan yang belum berhasil dicapoi siswa
pada waktu yang telah ditentukan

Guru menggunakan Untuk memperoleh data pengukuran  Workshop penyamaan persepsi tentang teknik- wakasek bidang kurikulum Awal tahun Sekolah memiliki buku panduan
berbagai teknik dengan hasil yang tepat sesuai aspek teknik penilaian yang sesuai dengan data hasil dan guru tentang teknik penilaian sesuai
penilaian untuk kognitif, afektif, dan keterampilan belajar yang akan diperoleh (kognitif, afektif, dengan karakter hasil belajar
menilai hasil belajar dibutuhkan teknik penilaian yang valid dan psikomotor) mata pelajaran.
kognitif, keterampilan, dan reliabel. Dengan demikian setiap  Penyusunan buku panduan tentang teknik
dan afektif penilaian harus dirancang dengan penalaian yang berlaku di sekolah
memperhatikan berbagai teknik penilaian  Review draft panduan teknik penilaian melalui
dan aspek yang akan dinilai wokshop sehingga menghasilkan model yang
mengandung unsur inovatif sesuai standar
penilaian.
 In House Traning bagi semua guru dalam
menggunakan teknik-teknik penilaian
Guru mengolah/ Analisis hasil penilaian merupakan tindak  Workshop penyamaan persepsi tentang wakasek bidang kurikulum Akhir tahun Setiap guru memiliki dokumen
menganalisis hasil lanjut upaya monitoring dan laporan hasil analisis hasil penilaian untuk kegiatan dan guru hasilanalisis penilaian dan
penilaian untuk belajar untuk kegiatan perbaikan, perbaikan, mengetahui kemajuan dan dokumen hasil untuk kegiatan
mengetahui kemajuan mengetahui kemajuan dan kesulitan kesulitan belajar siswa perbaikan.
dan kesulitan belajar belajar. Analisis hasil penilaian  Melakukan analisis hasil penilaian oleh
siswa merupakan pemaknaan dari masing-masing guru.
pengumpulan dokumen hasil penilaian.  Kajian analisis hasil penilaian melalui wokshop
sehingga menghasilkan keputusan untuk
melakukan perbaikan.
 Pendokumentasian hasil penilaian kegiatan
perbaikan.
Guru memanfaatkan Hasil penilaian memiliki banyak manfaat,  Setelah melakukan ulangan, guru memeriksa Guru Akhir tahun Setiap guru memiliki dokumen
hasil penilaian yaitu tidak sekedar mengukur kompetensi lembar jawaban hasilanalisis penilaian dan
siswa tetapi cerminan dari rangkaian  Mengolah data hasil ulangan menjadi dokumen hasil untuk kegiatan
proses pembelajaran. Oleh karena itu infrormasi yang bermakna bagi peserta didik. perbaikan.
hasil penilaian harus dimaknai dan  Memanfaatkan data hasil penilaian untuk
dimanfaatkan untuk perbaikan perbaikan pembelajaran di masa yang akan
pembelajaran dan laporan kepada pihak- datang.
pihak terkait.  Pe Pendokumentasian hasil penilaian untuk
dibandingkan dengan hasil penilaian yang
akan datang.
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
Setiap akhir Melaporkan hasil penilaian merupakan  Setelah melakukan ulangan, guru memeriksa Guru Akhir tahun Setiap guru memiliki dokumen
semester, guru bagian dari pelaksanaan prinsip lembar jawaban hasilanalisis penilaian dan
melaporkan hasil akuntabilitas dalam pendidikan.  Mengolah data hasil ulangan menjadi dokumen hasil penilaian dalam
penilaian infrormasi yang bermakna bagi peserta didik. bentuk laporan.
 Melaporkan hasil penilaian kepada pihak
sekolah yang selanjutnya disampaikan kepada
para stakeholder terkait.
Guru melaporkan Penilaian akhlak menjadi sangat penting  Setelah melakukan penilaian aspek akhlak Guru Akhir tahun Setiap guru memiliki dokumen
hasil penilaian akhlak untuk disaampaikan kepada guru agama (yang terkait dengan mata pelajaran), hasilpenilaian akhlak
kepada guru agama agar dapat ditindaklanjuti perbaikan dan melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Guru agama mnerima laporan
pembinaan secara terarah agama) dalam bentuk deskripsi akhlak
 Melaporkan hasil penilaian akh;lak kepada yang perlu diperbaiki.
pihak sekolah.
Guru melaporkan Penilaian kepribadian menjadi sangat  Setelah melakukan penilaian aspek Guru Akhir tahun Setiap guru memiliki dokumen
hasil penilaian penting untuk disaampaikan kepada guru kepribadian (yang terkait dengan mata hasilpenilaian akhlak
kepribadian kepada PKn agar dapat ditindaklanjuti perbaikan pelajaran), melaporkan hasil penilaian akhlak Guru PKn menerima laporan
guru PKN dan pembinaan secara terarah kepada guru PKn. dalam bentuk deskripsi akhlak
 Melaporkan hasil penilaian akh;lak kepada yang perlu diperbaiki.
pihak sekolah.
Satuan pendidikan Nilai akhir peserta didik merupakan  Rapat koordinasi menentukan nilai akhir Kepala Sekolah, Guru BK Akhir semester Notulensi rapat dewan guru
mengadakan rapat putusan yang akan dipublikasikan secara peserta didik dan Guru kelas/mata dalam menentukan nilai akhir
dewan guru untuk luas dan akan menjadi laporan kemajuan  Menetapkan kelulusan pelajaran peserta didik (termasuk
menentukan nilai peserta didik bagi orang tuanya masing-  Mempublikasikan kepada pihk terkait dan kenaikan kelas dan kelulusan)
akhir peserta didik masing karena itu perlu dirapatkan oleh orang tua siswa
(termasuk kenaikan dewan guru.
kelas dan kelulusan)
Satuan pendidikan Kriteria kenaikan kelas dan KKM menjadi  Rapat koordinasi menentukan kriteria kenaikan Kepala Sekolah, Guru BK Awal semester  Notulensi rapat dewan guru
melaksanakan: acuan dalam menentukan lulusan dan kelas dan KKM dan Guru kelas/mata tentang kriteria kenaikan
kriteria kenaikan menjadi target bagi semua siswa dalam  Mempublikasikan kepada pihk terkait dan pelajaran kelas dan KKM.
kelas, KKM mencapai ketuntasan belajar karena itu orang tua siswa tentang kriteria kenaikan kelas  Ketetapan kriteria kenaikan
sekolah harus memfasilitasi dengan baik dan KKM kelas dan KKM dalam surat
pencapaian setiap mata pelajaran. keputusan

Satuan pendidikan Nilai akhir peserta didik merupakan  Rapat koordinasi menentukan nilai akhir Kepala Sekolah, Guru BK Akhir semester  Notulensi rapat dewan guru
melaporkan hasil putusan hasil belajar yang perlu diketahui peserta didik dan Guru kelas/mata dalam menentukan nilai akhir
penilaian setiap akhir oleh peserta didik dan orang tuanya  Menetapkan kelulusan pelajaran peserta didik
semester kepada karena orang tua/wali adalah pihak yang  Menyampaikan hasil penilaian kepada orang  Dokumentasi serah terima
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
semua orangtua/wali “menitipkan” pendidikan anak-anaknya tua siswa dokumen hasil penilaian
siswa. kepada pihak sekolah kepada orang tua siswa

Satuan pendidikan Hasil Ujian Nasional dari sekolah pada  Menetapkan kriteria hasil UN dari sekolah Kepala sekolah dan guru Awal tahun ajaran  Dikumen ketetapan kriteria
memanfatkan hasil jenjang dibawahnya perlu menjadi acuan pada jenjang dibawahnya yang dapat diterima. hasil UN yang yang dapat
UN untuk seleksi seleksi masuk sebagai bentuk  Melaksanakan seleksi administratif diterima.
masuk, kepercayaan antar sekolah, lebih selektif, berdasarkan hasil UN
dan efisiensi dalam penyelenggaraan  Melaksanakan seleksi akademik jika dianggap
pendidikan. perlu sesuai kebijakan sekolah masing-
masing.
Satuan pendidikan Sekolah Standar Nasional merupakan  Mempelajari ketetapan batas kelulusan UN Guru Awal semester  Kisi kisi-kisi soal estimasi UN
memiliki rata-rata UN sekolah yang telah memenuhi  Mengembangkan estimasi kisi-kisi soal UN  instrumen (soal) yang setara
setinggi UN SSN persyaratan minimal dala  Mengembangkan instrumen (soal) yang setara UN
penyelenggaraan pendidikan. Dengan UN  jadwal tryout untuk peserta
demikian secara rasional akan  Tryout untuk peserta didik yang akan didik yang akan menghadpi
mebghasilkan lulusan yang berkualitas menghadpi UN UN
yang ditunjukkan dengan rata-rata UN
sama denga atau lebih tinggi dari
standar.
Satuan pendidikan Daya serap peserta didik terhadap isi  Mengembangkan instrumen penilaian yang Wakasek kurikulum dan Akhir semester  Kisi kisi-kisi soal estimasi UN
memanfaatkan hasil materi pelajaran dapat dijadikan estimasi didasarkan pada tingkat kesulitan UN. guru  instrumen (soal) yang setara
analisis daya serap terhadap penguasaan kompetensi. Daya  Melaksanakan test UN
serap diukur melalui test. Hasil analisis  Pengolahan hasil tes yang diarahkan pada  Deskripsi analisis daya serap.
data tentang daya serap sangat pengukuran daya serap matei ajar
bermanfaat untuk meningkatkan kinerja  Laporan dan tindak lanjut
pembelajaran supaya dapat mencapai
KKM dan kelulusan UN.

Guru melakukan Tes praktek merupakan tes perbuatan  Menyusun panduan penilaian tes praktek Guru Akhir semester  Kisi kisi pengembangan tes
penilaian terhadap yang hasilnya berupa produk atau sesuai dengan materi praktek. praktek
perilaku kerja siswa perilaku yang sesuai dengan harapan  Review panduan penilaian tes praktek oleh tim  Pengembangan instrumen
sewaktu praktik di tujuan pembelajaran. Proses penilaian uji ahli yang ditunjuk penilaian tes praktek
bengkel praktek adalah pengamatan atau  Menyelenggarakan tes praktek
observasi.  Mengolah hasil penilaian praktek dan
melaporkannya
Guru menilai produk Penilaian produk merupakan bagian dari  Menyusun panduan penilaian produk sesuai Guru Akhir semester  Kisi kisi pengembangan
INDIKATOR
WAKTU/DURASI
PEMENUHAN ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR URAIAN KEGIATAN SASARAN HASIL
PEMENUHAN
STANDAR
hasil praktik siswa portofolio hasil belajar yang dinilai sesuai dengan materi praktek. penilaian produk
dengan harapan tujuan pembelajaran.  Review panduan penilaian produk oleh tim ahli  Pengembangan instrumen
Proses penilaian produk adalah yang ditunjuk penilaian produk.
observasi produk hasil praktek.
 Menyelenggarakan penilaian produk oleh guru
 Mengolah hasil penilaian produk dan
melaporkannya
Pemantauan Kualitas soal memiliki kedudukan yang  Memerika dan mereview setiap kisi-kisi soal Wakasek kurikulum dan Awal semester  Kisi-kisi soal dan butir soal
terahadap kualitas penting dalam mengukur keberhasilan yang dikembangkan oleh guru Guru yang dikembangkan oleh guru
soal belajar. Kualitas soal ditentukan oleh  Memeriksa dan mereview setiap butir soal  Berita acara review kisi-kisi
tingkat validitas, reliabilitas, daya yang dikembangkan oleh guru atau pihak lain dan butir soal
pembeda, dan kualitas distraktor (pilihan  Melakukan uji coba kualitas soal
ganda). Setiap soal yang dikembangkan  Melakukan dkumentasi soal dalam bank soal
harus dipantau agar mampu megukur milik sekolah
apa yang akan diukur. Soal yang kualitas
rendah harus dibuang
dan tidak perlu digunakan.
Pemantauan terhadap Pemantauan pelaksanaan ujian  Membentuk panitia penyelenggaraan tes Guru Akhir semester  Panduan penyelenggaraan
pelaksanaan ujian merupakan bagian yang sangat  Menggandakan soal sesuai jumlah siswa ujian
menentukan dalam kegiatan penilaian.  Menetapkan jadwal ujian yan berisi  Surat pernyataan pengawas
Jika pelaksanaan ujian tidak tertib, tanggal/hari, waktu, tempat, mata ujian, dan di atas materai
banyak kecurangan, dan dengan pengawas ujian.  Sampel soal dan lembar
suasana yang tidak kondusif maka hasil  Membuat pedoman atau ketentuan jawaban
ujian dianggap tidak sah. Oleh karena ini penyelenggaraan ujian
perlu pemantauan yang ketat dalam  Setiap pengawas membuat surat pernyataan
penyelenggaraan ujian untuk berlaku jujur, disiplin, menjaga
ketertiban, serta tidak melakukan tindakan
yang mengarah pada perbuatan membantu
siswa dalam pengerjaan soal selama ujian
berlangsung.
 Melaksanakan ujian dengan tertib
 Memeriksa hasil ujian, mengolah, dan
melaporkan.
BAB IV
PELEMBAGAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU
PADA TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Pelembagaan penjaminan mutu pada tingkat satuan pendidikan adalah


penyusunan Gugus Kendali Mutu (GKM) pada tingkat sekolah dan penyusunan tugas
pokok dari masing-masing bagian di tingkat satuan pendidikan untuk pemenuhan
standar nasional pendidikan atau penjaminan mutu pendidikan. Oleh karena itu perlu
memperhatikan kebijakan usaha peningkatan mutu yang berlaku secara nasional,
provinsi, dan kabupaten/kota karena banyak kegiatan yang bukan merupakan
kewenangan bagi satuan pendidikan. Berikut adalah pelembagaan penjaminan mutu
yang perlu dilakukan oleh pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah
kabupaten/kota, dan penyelenggara satuan atau program pendidikan, serta satuan
pendidikan.

A. Pelembagaan Penjaminan Mutu Pendidikan di tingkat Pemerintah,


Pemerintah Provinsi, Pemerintah kabupaten/kota, Penyelenggara, dan
Masyarakat
Lembaga penjaminan mutu di tingkat pemerintah, pemerintah provinsi, dan
pemerintah kabupaten/kota mengukuti prosuder yang berlaku sebagaimana tata
organisasi yang sah berdasarkan perundang-undangan.
Tugas dan fungsi pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota
dalam penjaminan mutu pendidikan adalah:
1. Penetapan regulasi penjaminan mutu pendidikan oleh Pemerintah, pemerintah
provinsi, dan pemerintah kabupaten atau kota berdasarkan peraturan
perundang-undangan.
Peraturan penjaminan mutu pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah dapat
berupa peraturan pemerintah dan atau peraturan menteri pendidikan
nasional.Peraturan penjaminan mutu pendidikan yang ditetapkan oleh
pemerintah propinsi dapat berbentuk peraturan gubernur tentang penjaminan
mutu pendidikan yang berlaku di provinsi dengan tidak bertentangan dengan
peraturan yang ada di atasnya.Peraturan penjaminan mutu pendidikan yang
ditetapkan oleh pemerintah kabupaten/kota dapat berbentuk peraturan
bupati/walikota tentang penjaminan mutu pendidikan yang berlaku di
kabupaten/kota dengan tidak bertentangan dengan peraturan yang ada di
atasnya.

2. PenetapanStandar Mutu Pendidikan


Standar Mutu pendidikan untuk tingkat nasional mengacu pada delapan Standar
Nasional Pendidikan (SNP) yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikandan
Kebudayaan dalam bentuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Standar mutu pendidikan untuk tingkat pemerintah provinsi dan
kabupaten/kota sekurang-kurangnya mengacu pada delapan Standar Nasional
Pendidikan (SNP) dan dapat melebihi dari SNP dengan mengacu pada
keunggulan lokal dan standar internasional.

3. Pemberian bantuan, fasilitasi, saran, arahan, dan/atau bimbingan.


a. Pemenuhan standar yang dilakukan oleh pemerintah berupa bantuan,
fasilitasi, saran/arahan dan atau bimbingan diberikan kepada satuan
pendidikan yang bukan menjadi kewenangannya.
Pemberian bantuan dapat berupa (1) Peningkatan standar Pendidik dan
tenaga Kependidikan, (2) Sarana dan Prasarana, (3) Biaya pendidikan
(operasional), dan (4) Membangun sistem informasi pendidikan.
Pemberian Fasilitasi dapat berupa menampung semua usulan bantuan
pemenuhan standar dari satuan pendidikan yang bukan binaanya yang
berada di kabupaten/kota dan menyampaikan kepada instansi terkait.
Pemberian arahan/saran dapat berupa pemberian rekomendasi kepada
satuan pendidikan dan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam
peningkatan mutu; mulai dari pemetaan sampai pemenuhan standar;
Menyampaikan hasil UN dan Akreditasi.
Pemberian bimbingan dapat berupa pendampingan (bimbingan teknis)
bersama pemerintah provinsi kepada pemerintah kabupaten/kota dalam
peningkatan mutu; mulai dari pemetaan sampai pemenuhan standar

b. Pemenuhan standar yang dilakukan oleh pemerintah provinsi berupa


bantuan, fasilitasi, saran/arahan dan atau bimbingan diberikan kepada
satuan pendidikan yang bukan menjadi kewenangannya.
Pemberian bantuan dalam bentuk non-fisik dapat berupa: (1)
Peningkatan standar Pendidik dan tenaga Kependidikan, (2) Penyusunan
POS peningkatan penjaminan mutu kepada pemerintah kabupaten/ kota,
dan (3) Biaya pendidikan (operasional)
Pemberian Fasilitasi dapat berupa menampung semua usulan bantuan
pemenuhan standar dari satuan pendidikan yang bukan binaanya dari
kabupaten-kota dan menyampaikan kepada pemerintah dan/atau instansi
terkait.
Pemberian arahan/saran dapat berupa pemberian rekomendasi hasil
pemetaan mutu pendidikan kepada satuan pendidikan dan pemerintah
kabupaten/kota dalam peningkatan mutu; mulai dari pemetaan sampai
pemenuhan standar (baik SPM dan kemudian SNP).
Pemberian bimbingan dapat berupa pendampingan (bimbingan teknis)
bersama pemerintah kepada pemerintah kabupaten/kota dalam
peningkatan mutu; mulai dari pemetaan sampai pemenuhan standar.

c. Pemenuhan standar yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten atau kota


berupa bantuan, fasilitasi, saran/arahan dan atau bimbingan diberikan
kepada satuan pendidikan yang bukan menjadi kewenangannya.
Pemberian bantuan dapat berupa: (1) Peningkatan kompetensi Pendidik
dan tenaga Kependidikan, (2) Sarana dan Prasarana, (3) Biaya pendidikan
(operasional).
Pemberian Fasilitasi dapat berupa menampung semua usulan bantuan
pemenuhan standar dari satuan pendidikan yang bukan binaanya dan
menyampaikan kepada pemerintah provinsi, pemerintah dan instansi
terkait.
Pemberian arahan/saran dapat berupa pemberian rekomendasi hasil
pemetaan mutu pendidikan kepada satuan pendidikan dalam peningkatan
mutu; mulai dari pemetaan sampai pemenuhan standar (baik SPM dan
kemudian SNP).
Pemberian bimbingan dapat berupa pendampingan (bimbingan teknis)
kepada satuan pendidikan dalam peningkatan mutu; mulai dari pemetaan
sampai pemenuhan standar, dan penyusunan Prosedur Operasional Standar
(POS) peningkatan penjaminan mutu kepada satuan
pendidikan.Penyusunan Program kerja peningkatan mutu, penyusunan
rencana strategis satuan pendidikan.

d. Pemenuhan standar yang dilakukan oleh penyelenggara satuan pendidikan


yang dimiliki oleh masyarakat seperti halnya Yayasan berupa bantuan,
fasilitasi, saran/arahan dan atau bimbingan diberikan kepada satuan
pendidikan yang bukan menjadi kewenangannya, dapat berupa (1)
Penyediaan Pendidik, (2) Pemberian Sarana dan Prasarana, penggunaan
secara bersama sarana dan prasarana, (3) Pemberian bantuan biaya
pendidikan.
e. Pemenuhan standar yang dilakukan oleh masyarakat kepada satuan
pendidikan berupa bantuan dan/atau saran/arahan dapat berupa fisik dan
non fisik yang sifatnya tidak mengikat.
1. P
2. Supervisi dan/atau pengawasan
a. Supervisi dalam proses penjaminan mutu pendidikan yang dilakukan oleh
pemerintah mulai tahap pemetaan, penyusunan program peningkatan mutu,
pemenuhan standar. Supervisi dilakukan kepada pemerintah provinsi dan
pemerintah kabupaten dan kota.Pengawasan dalam proses penjaminan mutu
pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah mulai tahap pemetaan,
penyusunan program peningkatan mutu, pemenuhan standar. Pengawasan
dilakukan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota.
b. Supervisi dalam proses penjaminan mutu pendidikan yang dilakukan oleh
pemerintah provinsi mulai tahap pemetaan, penyusunan program
peningkatan mutu, pemenuhan standar. Supervisi dilakukan bersama-sama
pemerintah kepada pemerintah kabupaten dan kota dan satuan pendidikan
yang menjadi kewenangannya.Pengawasan dalam proses penjaminan mutu
pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah mulai tahap pemetaan,
penyusunan program peningkatan mutu, pemenuhan standar. Pengawasan
dilakukan kepada satuan pendidikan yang menjadi kewenangannya.
c. Supervisi dalam proses penjaminan mutu pendidikan yang dilakukan oleh
pemerintah kabupaten dan kota mulai tahap pemetaan, penyusunan
program peningkatan mutu, pemenuhan standar. Supervisi dilakukan
pemerintah kabupaten dan kota ke satuan pendidikan yang menjadi
kewenangannya.Pengawasan dalam proses penjaminan mutu pendidikan
yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota mulai tahap pemetaan,
penyusunan program peningkatan mutu, pemenuhan standar. Pengawasan
dilakukan kepada satuan pendidikan yang menjadi kewenangannya.
d. Supervisi dan/atau pengawasan dalam proses penjaminan mutu pendidikan
yang dilakukan oleh penyelenggara satuan pendidikan (yayasan) mulai tahap
pemetaan, penyusunan program peningkatan mutu, pemenuhan standar.
Supervisi dilakukan ke satuan pendidikan yang menjadi kewenangannya.
e. Pengawasan dalam proses penjaminan mutu pendidikan yang dilakukan oleh
masyarakat mulai tahap pemetaan, penyusunan program peningkatan mutu,
pemenuhan standar. Pengawasan dilakukan kepada satuan pendidikan.

3. Penetapan Prosedur Operasional Standar (POS)


POS penjaminan mutu yang ditetapkan oleh penyelenggara satuan pendidikan,
pemerintah kabupaten-kota, pemerintah provinsi dan pemerintah minimal berisi;
langkah, apa, siapa, bagaimana, dan kapan mengimplementasikan
penjaminanmutu pendidikan sesuai dengan kewenangannya.

CONTOH POS PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DI SMK/MAK


Siapa Siapa Kapan Hasil
Langkah Metode
Pelaksana Sasaran (Waktu) Dokumen
Sosialisasi Pengawas, Guru-Guru Rapat Awal Tahun Daftar hadir,
Standar (SPM Kepala Sekolah dan anggota Tahunan Ajaran Materi
dan SNP) Komite Atau sosialisasi
sekolah. Workshop Awal Tahun
Anggaran
Pemetaan mutu; Kepala sekolah, Kepala Pengisian Awal Tahun Instrument yg
Pengisian Perwakilan dari sekolah, instrument Ajaran sudah diisi,
instrument: Guru-Guru dan guru, penjaminan dan profil mutu
Pemasukan anggota peserta mutu; akhir tahun sekolah
data; Komite sekolah didik, orang ajaran
Pembinaan tua, komite Pedoman
pengisian sekolah, pengisian
instrument pustakawan, EDS
penjaminan laboran,
mutu pendidikan TAS
Analisis data
Pengiriman data
Pemenuhan Kepala sekolah, Guru mata Analisis Menjelang Dokumen
standar; semua guru pelajaran, dokumen 1 awal tahun KTSP dan
Menyusun guru BK KTSP; ajaran baru kelangkapan-
rencana Analisis nya yang
peningkatan silabus; telah
mutu Analisis RPP; dikembangkan
berdasarkan Analisis
pemetaan mutu; capaian
Pelaksanaan akademik
pemenuhan siswa
standar
Pemantauan Pengawas; Kepala Observasi; Sepanjang Laporan hasil
Pelaksanaan Kepala sekolah; sekolah; wawancara; tahun pemantauan
pemenuhan Komite sekolah guru; studi ajaran pemenuhan
Siapa Siapa Kapan Hasil
Langkah Metode
Pelaksana Sasaran (Waktu) Dokumen
standar pustakawan; dokumen; SNP/
laboran; pengisian peningkatan
TAS; siswa instrument mutu sekolah
pemantauan
Penilaian Pengawas; Kepala Observasi; Akhir Laporan hasil
pelaksanaan Kepala sekolah; sekolah; wawancara; semester penilaian
Komite sekolah guru; studi terhadap
pustakawan; dokumen; pelaksanaan
laboran; pengisian pemenuhan
TAS; siswa instrument SNP
pemantauan

B. Pelembagaan Penjaminan Mutu Pendidikan pada Tingkat Satuan


Pendidikan
Pelembagaan penjaminan mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan pada
dasarnya merupakan pengaturan tata kelola satuan pendidikan dalam pemenuhan SNP
di lingkungan sekolah/madrasah bersangkutan. Satuan pendidikan merupakan lembaga
yang langsung berinteraksi dengan peserta didik dalam struktur organisasi pencapaian
mutu pendidikan. Walaupun demikian, satuan pendidikan adalah struktur yang paling
penting karena merupakan unit yang langsung bersentuhan dengan peningkatan mutu
pendidikan secara langsung.
1. Organisasi Penjaminan Mutu pada tingkat Satuan Pendidikan
Peningkatan mutu pada level satuan pendidikan merupakan
tanggungjawab langsung dari kepala sekolah sebagai pemimpin dan manajer
sekolah. Karena itu, organisasi penjaminan mutu pada satuan pendidikan
berada langsung di bawah tanggungjawab kepala sekolah. Dalam hal ini,
tanggungjawab kepala sekolah dalam penjaminan mutu adalah
bertanggungjawab atas terlaksananya:
a. Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi kurikulum tingkat
satuan pendidikan, dan pelaporan KTSP; (mencakup: SI, SKL, Standar
Proses, Standar Penilaian).
b. Pemetaan kebutuhan PTK, pengajuan kebutuhan PTK, penugasan PTK,
penilaian PTK, pembinaan dan pengembangan PTK, pelaporan PTK sekolah.
c. Analisis kebutuhan sarana dan prasarana sekolah, penyusunan desain
pengembangan sarana dan prasarana sekolah (jangka panjang dan jangka
pendek), pengajuan pemenuhan sarana dan prasarana sekolah yang
dibutuhkan kepada berbagai pihak terkait, pengadaan dan pemeliharaan
sarana dan prasarana sekolah, pendayagunaan sarana dan prasarana
sekolah, pemantauan sarana dan prasarana sekolah, pelaporan sarana dan
prasarana sekolah.
d. Penyusunan rencana kerja dan anggaran sekolah, pedayagunaan keuangan
sekolah secara efektif untuk layanan KBM dan pendukungnya, transparansi
pengelolaan keuangan sekolah, pertanggungjawaban keuangan sekolah,
pelaporan keuangan sekolah kepada pemangku kepentingan sekolah.
e. Perencanaan program kerja sekolah, pelaksanaan program-program kerja
sekolah, pengawasan dan evaluasi program sekolah, kepemimpinan
sekolah, sistem informasi sekolah, dan penilaian khusus sekolah.

2. Mekanisme peningkatan mutu pendidikan atau pemenuhan standar oleh satuan


pendidikan

Menyusunrencana Implementasipe
peningkatanmutu ningkatanmutu
Informasidarihasil
atau RKS
pemetaan (profil
pemenuhanstanda
mutu sekolah)
r
RKAS
Evaluasiketerca
paian

Gambar: mekanisme peningkatan mutu pendidikan oleh satuan pendidikan


3. Ruang lingkup kegiatan peningkatan mutu pendidikan atau pemenuhan standar
oleh satuan pendidikan

Dalam kerangka pemenuhan standar, satuan pendidikan hendaknya


melakukan sekurang-kurangnya kegiatan pokok berikut ini:
a. menyediakan sumber daya pendidikan seperti penyediaan tenaga pendidik
dan tenaga kependidikan, penyediaan sarana dan prasarana, penyediaan
biaya pendidikan (operasional dan investasi) pada satuan pendidikan yang
menjadi kewenangannya, menyusun regulasi dan atau menyusun prosedur
operasional standar (POS), melakukan organisasi dan menyusun rencana
strategis satuan atau program pendidikan.
b. Penyediaan orogram penjaminan mutu pendidikan sebagaimana ketentuan
Permen Nomor 63 tahun 2009 yaitu dituangkan dalam rencana strategis
satuan atau program pendidikan yang menetapkan target-target terukur
capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan dengan Rencana
Strategis Pendidikan Penyelenggara satuan atau program pendidikan yang
bersangkutan, Rencana Strategis Pendidikan Kabupaten atau Kota yang
bersangkutan, Rencana Strategis Pendidikan Provinsi yang bersangkutan,
dan Rencana Strategis Pendidikan Nasional.
c. memenuhi SPM dalam waktu paling lambat 2 (dua) tahun sejak
ditetapkannya izin prinsip pendirian/pembukaan dan operasi satuan atau
program pendidikan; secara bertahap dalam kerangka jangka menengah
yang ditetapkan dalam rencana strategis satuan atau program pendidikan
memenuhi SNP; dan secara bertahap satuan atau program pendidikan yang
telah memenuhi SPM dan SNP dalam kerangka jangka menengah yang
ditetapkan dalam rencana strategis satuan pendidikan memenuhi standar
mutu di atas SNP yang dipilihnya.
d. melayani audit kinerja penjaminan mutu yang dilakukan oleh Pemerintah,
pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten atau kota sesuai
kewenangannya.
e. melakukan jejaring yaitu satuan atau program pendidikan mengembangkan
sistem informasi mutu pendidikan berbasis teknologi informasi dan
komunikasi yang andal, terpadu, dan dalam jejaring yang menghubungkan
antara penyelenggara satuan pendidikan; pemerintah kabupaten atau kota
yang bersangkutan; pemerintah provinsi yang bersangkutan; Kementerian
Agama, bagi satuan atau program pendidikan agama dan keagamaan; dan
kementerian/lembaga lain penyelenggara satuan atau program pendidikan.
BAB V
PENUTUP

Mutu pendidikan di Indonesia sebagaimana dimaklumi masih cukup


memprihatinkan.Di luar berbagai prestasi akademis yang telah diraih oleh anak
Indonesia di berbagai lomba ilmiah tingkat dunia, kita masih menghadapi masalah
persebaran mutu pendidikan yang disebabkan oleh standar nasional Pendidikan yang
belum dapat dipenuhi oleh pihak sekolah.Untuk itu, peningkatan mutu pendidikan
masih merupakan salah satu program utama yang menjadi fokus perhatian
Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan.
Buku manual mutu ini diharapkan dapat dijadikan acuan sekolah untuk mencapai
standar nasional pendidikan. Walaupun masih diakui bahwa taraf kemampuan
sekolah/madrasah sangat beragam dan barangkali tidak semua sekolah/madrasah
mampu mengukuti ketentuan pedoman ini. Namun besar harapan, secara bertahap
sekolah memiliki program yang lebih nyata untuk pencapai SNP sesuai dengan harapan
sekolah/madrasah, orang tua, dan pemerintah.