Anda di halaman 1dari 18

Makalah

Untuk Memenuhi Salah Tugas


Mata Kuliah Akuntansi Manajemen

Oleh
S1 AKUNTANSI A/V

1. I Gede Bagus Merta (151303SA)


2. Dyah Verronicka Chandra (151293SA)
3. Tiara Agnes Eka Aryani (151329SA)
4. Ida Ayu Shindy Pradnyani (151355SA)
5. Yeni Mustika Sari (151331SA)

STIE AMM MATARAM


2017
KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang sebesar besarnya kami sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas rahmat dan karunia-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang
diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas tentang “Analisis Diferensial Dan
Keputusan Khusus”.
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman kita mengenai
materi akuntansi manajemen khususnya Bab yang kami bahas. Dalam menulis makalah
ini kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadikan dan menyajikan materi
ini agar lebih menarik,mudah dibaca,dan mudah dimengerti. Selamat membaca dan
semoga sukses.

Mataram,20 November 2017

ii
DAFTAR ISI

COVER ..................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 1
1.1.Latar Belakang............................................................................................... 1
1.2.Rumusan Permasalahan ................................................................................. 2
1.3.Tujuan ........................................................................................................... 2
BAB II ISI DAN PEMBAHASAN ......................................................................... 3
3.1. Proses Keputusan Taktis............................................................................... 3
3.2. Konsep Biaya Relevan.................................................................................. 3
3.3. Biaya Tidak Relevan .................................................................................... 5
3.4. Informasi Diferensial .................................................................................... 5
3.5. Produk Bersama ............................................................................................ 13
BAB III PENUTUP ................................................................................................. 14
4.1. Kesimpulan ................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 15

iii
BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Salah satu faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan adalah biaya


relevan. Biaya relevan meliputi semua biaya yang akan dikeluarkan akan terpengaruh
oleh pengambilan keputusan.Oleh karena itu, biaya relevan harus dipertimbangkan
dalam pengambilan keputusan. Karena hanya biaya dan pendapatan yang masih akan
terjadi, sehingga biaya dan pendapatan pada masa mendatang akan memberikan hasil
berbeda, tetapi relevan dalam pengambilan keputusan. Untuk mengidentifikasi biaya
relevan dari berbagai alternatif bisa dilakukan dengan mengumpulkan seluruh biaya
yang berkaitan dengan masing-masing alternatif, menghapuskan/meniadakan biaya
terbenam, mengacuhkan biaya yang sama antara alternatif- alternatif, dan menetapkan
keputusan pada data yang telah diperoleh.
Didalam pengambilan keputusan-keputusan khusus, penggunaan biaya
diferensial akan ditemui dalam masalah-masalah misalnya menerima suatu pesanan
khusus. Biaya diferensial digunakan untuk mengetahui apakah terjadi kenaikan
pendapatan diiringi kenaikan biaya yang proposional.
Analisis biaya diferensial merupakan proses estimasi atau konsekuensi dari
tindakan-tindakan alternative yang dapat diambil alih oleh para pengambil keputusan.
Analisis ini dimaksudkan untuk menentukan kenaikan pendapatan,biaya, dan margin
laba sehubungan dengan beberapa kemungkinan cara untuk menggunakan fasilitas
produksi yang tersedia.

1
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan keputusan taktis ?
2. Apa itu biaya relevan ?
3. Apa itu biaya tidak relevan ?
4. Apa itu informasi diferensial ?
5. Apa itu produk bersama ?

1.3. Tujuan
1. Memahami apa itu keputusan taktis
2. Memahami konsep biaya relevan
3. Mengetahui apa itu biaya tidak relevan
4. Mengetahui apa itu informasi diferensial dan manfaatnya
5. Mengetahui apa yang dimaksud dengan produk bersama

2
BAB III ISI DAN PEMBAHASAN

A. Proses Keputusan Taktis

Pengambilan keputusan dengan menggunakan konsep biaya relevan umumnya


digunakan untuk keputusan tingkat taktis sebagai penjabaran dari keputusan strategic
dari manajemen puncak. Pemahaman konsep biaya relevan ini bermanfaat dalam
aplikasi pemilihan alternative keputusan dari berbagai dari berbagai alternatif yang
tersedia. Termasuk didalamnya adalah keputusan untuk membeli atau membuat
sendiri,pesanan khusus, menutup atau mempertahankan atau mengembangkan segmen
bisnis, memproses lebih lanjut atau tidak dan sebagainya. Langkah – langkah
kepustusan taktis dengan konsep biaya relevan dapat disederhanakan sebagai berikut :

1. Mengidentifikasi dan menetapkan masalah


2. Mengidentifikasi alternative –alternatif pemecahan masalah yang
mungkin,mengeliminasi alternative yang secara jelas tidak fleksibel.
3. Mengidentifikasi biaya – biaya dan keuntungan yang berhubungan dengan tiap
alternatif yang fleksibel.
4. Menjumlahkan biaya dan keuntungan yang relevan untuk tiap alternative
5. Menilai factor –faktor kualitatif
6. Membuat keputusan dengan memilih alternatif yang memberikan keuntungan
yang paling besar.

B. Konsep Biaya Relevan

Biaya relevan (relevan cost) adalah suatu konsep biaya yang dapat digunakan dalam
keputusan tertentu yang berhubungan dengan alternative yang akan dipilih . dua kriteria
biaya relevan adalah :
1. Diperkirakan akan terjadi pada masa yang akan datang, dan
2. Berbeda diantara berbagai alternatif.
Konsep umum biaya relevan terdiri dari biaya dan diferensial, biaya tambahan,
biaya kesempatan,biaya terhindarkan dan biaya yang dapat dikendalikan.
Konsep dasarnya adalah biaya yang berbeda untuk tujuan yang berbeda.

3
 Biaya diferensial (differential cost) adalah perbedaan atau selisih biaya antara
dua alternative atau lebih.
 Biaya tambahan (incremental cost) yaitu kenaikan atau tambahan biaya yang
terjadi karena memilih suatu alternatif.
 Pendapatan diferensial (differential revenue) yaitu suatu perbedaan atau selisih
pendapatan antara dua alternatif umumnya berupa incremental revenue atau
suatu kenaikan atau suatu tambahan pendapatan karena memilih suatu
alternatif.
 Biaya kesempatan (opportunity cost) yaitu potensi perolehan keuntungan
berupa pendapatan atau penghematan biaya yang hilang karena memilih suatu
alternatif.
 Biaya tenggelam (sunk cost) yaitu biaya yang terjadi dan tidak dapat diubah
oleh suatu keputusan yang dibuat sekarang atau pada masa yang akan datang.
 Biaya terhindarkan (avoidable cost) yaitu suatu biaya yang dapat dihilangkan
seluruhnya atau sebagian sebagai akibat dari pemilihan satu alteratif dalam
suatu pengambilan keputusan. Kebalikannya adalah biaya yang tidak dapat
dihilangkan karena memilih alternative yang lain disebut biaya tidak
terhindarkan (unavoidable cost).
Konsep – konsep biaya tersebut dalam penerapannya dapat digunakan sebagai dasar
analisis keputusan khusus seperti keputusan membeli atau membuat sendiri , memenuhi
atau menolak pesanan khusus , mempertahankan atau menutup segmen usaha dan lain
sebagainya. Untuk mengidentifkasi biaya – biaya yang dapat dihindarkan dapat
dilakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1. Kumpulkan semua biaya yang berhubungan dengan setiap alternatif.
2. Eliminasi biaya - biaya yang merupakan biaya tenggelam.
3. Eliminasi biaya - biaya yang tidak berbeda diantara berbagai alternatif.
4. Buat keputusan berdasarkan biaya – biaya yang tersisa.
Pengelompokan biaya – biaya sebagai biaya relevan dan biaya tidak relevan
diperlakukan oleh manajemen paling tdak untuk dua alasan. Yang pertama bahwa
penggunaan biaya tidak relevan yang bercampur dengan biaya relevan dapat
mengaburkan perhatian dan pengambilan keputusan dari hal – hal yang sebenarnya

4
kritis bagi masalah yang sedang di hadapi. Yang kedua bahwa hanya sedikit informasi
yang tersedia secara rinci dalam menyiapkan laporan laba – rugi .

C. Biaya Tidak Relevan


Suatu biaya tidak relevan dipertimbangkan dalam pemilihan alternative bila tidak
memenuhi dua karakteristik biaya relevan yang dikemukakan diatas. Termasuk dalam
criteria ini adalah biaya – biaya masa lalu dan biaya masa yang akan datang yang tidak
berbeda diantara alternative. Biaya masa lalu dikatakan tidak relevan karena dalam
pengambilan keputusan biaya semacam ini tidak terpengaruh oleh alternative keputusan
yang akan diambil. Hal itu disebabkan suatu keputusan tidak dapat menghilangkan
biaya masa lalu tersebut karena biaya masa lalu tidak bisa lagi dikendalikan pada saat
ini atau masa yang akan datang. seperti dikemukakan diatas bahwa biaya tenggelam
misalnya, merupakan contoh biaya yang sudah terjadi pada masa lalu.
Biaya yang tidak berbeda diantara berbagai alternative keputusan juga
merupakan biaya yang tidak relevan. Misalkan manajemen memperyimbangkan dua
alternative keputusan. Kalau kedua alternative tersebut memiliki unsur biaya yang sama
jumlah dan komponennya maka biaya –biaya tersebut tidak perlu dipertimbangkan
karena memberikan efek yang sama pada kedua aternatif keputusan.

D. Informasi Diferensial
Informasi Diferensial merupakan informasi akuntansi yang dihubungkan dengan
pemilihan alternatif suatu tindakan tertentu dibandingkan dengan tindakan lain.
Dengan kata lain informasi tersebut diperlukan oleh manajemen untuk pengambilan
keputusan mengenai pemilihan alternatif tindakan yang terbaik di antara alternatif yang
tersedia.
Manfaat Informasi Diferensial
1. Pengambilan Keputusan untuk Membeli atau Membuat Sendiri
2. Menjual atau Memproses Lebih Lanjut Suatu Produk
3. Menghentikan atau Melanjutkan Produksi Produk tertentu
4. Menerima atau Menolak Pesanan Khusus.

5
MENYEWAKAN ATAU MENJUAL

Pengambilan keputusan dapat pula berkaitan dengan pemilihan alternatif menyewakan


atau menjual fasilitas yang tidak dipergunakan lagi dalam operasi perusahaan. Dalam
pemilihan alternatif tersebut, manajemen harus pula mempertimbangkan pendapatan
differensial dan biaya differensial

MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS


Pesanan khusus (special order) merupakan alternatif pesanan pembelian yang
tidak teratur diluar kegiatan produksi normal perusahaan. Perbedaannya dengan
analiasis membuat atau membeli, dalam kasus ini terdapat pihak luar yang membeli
barang dengan sifat pesanan yang khas. Pihak perusahaan yang mempertimbangkan
alternatif berada pada posisi sebagai pemasok bagi pihak luar. Dalam kasus membuat
atau membeli, pihak perusahaan yang membuat pertimbangan berada pada posisi
sebagai calon pembeli. Oleh karena itu faktor yang dipertimbangkan adalah harga beli
dan biaya terhindarkan bila melakukan pembelian.
Sedangkan dalam kasus pesanan khusus yang dipertimbangkan adalah biaya
tambahan dan pendapatan tambahan bila menerima pesanan tersebut, sekalipun untuk
sementara diketahui bahwa harga yang diminta oleh pembeli berada dibawah biaya
produksi normal.
Pertimbangan pertama yang harus dilakukan untuk menerima pesanan khusus ini
adalah ketersediaan kapasitas menganggur.
Pertimbangan kedua adalah selisih pendapatan tambahan dengan biaya
tambahan sebagai akibat penerimaan khusus. Petimbangan ini menjadi penting karena
pesanan khusus secara finansil hanya akan menguntungkan apabila pendapatan
tambahan dari pemenuhan pesanan khusus tersebut lebih besar dari biaya tambahannya,
dalam kisaran kapasitas menganggur yang tersedia. Misalkan PT JAKASAIN membuat
sepeda gunung dengan struktur biaya per unit sebagai berikut :
Dari salah satu mitra bisnis manajemen mendapat pesanan 25 unit sepeda
dengan harga Rp 277.450 per unit. Dalam rangka pesanan khusus ini akan ditanggung
juga biaya modifikasi sebesar Rp 26.350 per unit dan biaya administrasi tetap Rp
186.000.

6
Bahan langsung Rp. 133.300
Tenaga kerja langsung 69.750
Overhead pabrik – variabel 9.300
Overhead pabrik – tetap 69.750
Total Rp. 282.100

Untuk memutuskan menerima atau menolak pesanan khusus tersebut manajemen


membuat model analisis sebagai berikut:
1 unit 25 unit
Pendapatan-tambahan Rp. 277.450 Rp. 6.936.250

Biaya tambahan-variabel:
Bahan langsung Rp. 133.300 Rp. 3.332.500
Tenaga kerja langsung 69.750 1.743.750
Overhead pabrik variabel 9.300 232.500
Modifikasi khusus 26.350 658.750
Total biaya variabel Rp. 238.700 Rp. 5.968.750
Biaya-biaya tambahan tetap:
Biaya administrasi & umum 186.000
Total biaya tambahan Rp. 6.153.500
Laba usaha bersih-tambahan Rp. 782.750

Harga pesanan khusus hanya Rp 277.450 dan masih membutuhkan tambahan


biaya modifikasi Rp 26.350 per unit. Sekalipun harga pesanan khusus lebih rendah dari
harga pokok normal per unit produk Rp 282.100 pesanan ersebut dapat diterim karena
masih menghasilkan tambahan laba sebesar Rp 782.750,-. Tambahan laba tersebut
masih mungkin diperoleh karena dibanding produksi normal, produksi untuk memenuhi
pesanan khusus tidak menyerap semua komponen biaya – terutama biaya overhead
tetap- sehingga biaa produksi yang diperhitungkan sebaai harga pokok poduk menjadi
lebih kecil disbanding harga pokok dalam produksi regular.
Faktor lain yang harus dipertimbangkan adalah kemungkinan-kemungkinan
kelanjutan dari hubungan bisnis yang bias jadi bermula dari pesanan khusus ini. Apabila

7
terdapat prospek yang baik kedepan maka pesanan khusus bisa saja dipertimbangankan
untuk diterima sekalipun dalam hitungan sementara terdapat kegiatan dalam jumlah
yang masih bisa ditolelir. Di negara-negara yang memiliki undang-undang anti
dumping, secara hokum mencegah negara lain dari penjualan produknya dibawah harga
rat-rata biaya pabrik penuh (full manufacturing cost) per unit di Negara yang
bersangkutan.undang-undang seperti ini mempertimbangakan aspek hukum ekonomi
dalam keputusn menerima atau menolak pesanan khusus.

MEMPERTAHANKAN ATAU MENUTUP SUATU LINI PRODUK


Salah satu contoh analisis keputusan yang dibuat dengan menggunakan konsep biaya
relevan adalah keputusan mempertahankan atau menutup suatu lini produk. Model
analisis ini kemudian dapat dimodifikasi untuk keputusan lain yang sejenis. Misalkan
keputusan mempertahan atau menghapus suatu produk dan lain sebagainya. Kriteria
yang digunakan dalam keputusan adalah suatu produk, divisi atau lini lain akan ditutup
bila biaya tetap terhindarkan lebih besar dari marjin kontribusi lini tersebut. Sebaliknya ,
suatu lini akan dipertahankan sepanjang biaya tetap terhindarkannya lebih kecil dari
marjin kontribusinya.

MENJUAL ATAU MEMPROSES LEBIH LANJUT SUATU PRODUK

Dalam pengambilan keputusan ini informasi akuntansi diferensial yang diperlukan oleh
manajemen adalah : pendapatan diferensial dengan biaya diferensial jika alternatif
memproses lebih lanjut dipilih.
Berbagai kemungkinan Alternatif dalam Keputusan Menjual atau Memproses Lebih
Lanjut, dapat dilihat sebagai berikut :

8
Pendapatan Rp XX
Diferensial

Tidak diperlukan
Tambahan fasilitas
Produksi
Biaya Diferensial XX -
A
Keputusan : Jika A positif, pilih alternatif memproses
Menjual atau lebih lanjut, dan Jika A negative tidak
Memproses dipilih.
Lebih lanjut

Pendapatan Diferensial Rp XX
Biaya diferensial __XX -
A
Diperlukan
Tambahan fasilitas
Produksi

Aktiva Diferensial B

Keputusan : Jika jumlah nilai tunai A selama umur ekonomis fasilitas produksi lebih
besar dari pada B, alternative memproses lebih lanjut. Dan sebaliknya jika jml nilai
tunai A selama umur ekonomis fasilitas produksi lebih kecil dari pada B, alternative
memproses lebih lanjut sebaiknya tidak dipilih.
Contoh Kasus :

PT Sinsie adalah sebuah perusahaan yang memproduksi suatu barang yakni XA-1 yang
dijual dengan harga Rp. 50.000 per satuan. Sedangkan biaya penuh yang diperlukan
untuk membuat barang tersebut adalah sebagai berikut :

9
Biaya per satuan
Biaya Bahan Baku Rp. 5.720
Biaya Tenaga kerja lgs Rp. 6.280
Biaya Overhead Pabrik (V) Rp. 7.400
Biaya Overhead Pabrik (T) Rp. 6.260
Biaya Administrasi (T) Rp. 6.430
Biaya pemasaran (T) Rp. 8.200
Rp. 40.290
Diketahui volume penjualan diperkirakan sebanyak : 60.000 satuan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, bahwa pihak manajemen mempertimbangkan
untuk memproses lebih lanjut menjadi barang XA-2. Dalam pelaksanaannya tidak
diperlukan investasi dlm mesin dan equipmen, namun hanya memerlukan biaya
pengolahan lebih lanjut yakni sebesar Rp. 5.620 per satuan. Sedang di pasaran barang
XA-2 cukup banyak permintaan dengan harga jual Rp. 56.000,-
Diminta :
Berdasarkan informasi di atas, apakah pertimbangan untuk memproses lebih lanjut
merupakan keputusan yang paling tepat dalam pemilihan ini ?

Penyelesaian :
Jika alternatif Menjual yang dipilih, maka keuntungan yang diperoleh adalah :
Laba = ( Rp. 50.000 x 60.000 unit) – ( Rp. 40.290 x
60.000 unit)
= Rp. 3.000.000.000 - Rp. 2.417.400.000
= Rp. 582.600.000

Jika alternatif Memproses lebih lanjut, maka keuntungan yang diperoleh adalah :
Laba = Pendapatan diferensial - Biaya diferensial

( Rp. 70.000 – Rp. 50.000 ) x 60.000 unit = Rp. 1.200.000.000


Rp. 8.670 x 60.000 unit = Rp. 520.200.000
Rp. 679.800.000
Keputusan :

10
Berdasarkan informasi, maka keputusan memproses lebih lanjut adalah keputusan yang
paling tepat, karena memberikan keuntungan yang lebih besar.
MEMBUAT ATAU MEMBELI
Apabila dalam suatu perusahaan memiliki kapasitas/ruangan, peralatan, tenaga
kerja yang menganggur, manajemen dapat dihadapkan pada alternatif untuk
menghasilkan sendiri suatu suku cadang atau bahan pembantu di perusahaan dengan
alternatif membelinya dari perusahaan lain (supplier).
Agar keputusan untuk membuat sendiri atau membeli dapat dievaluasi dengan
baik, biaya relevan adalah sebagai berikut:
- Jika membeli dari pihak luar selain harga beli, maka biaya tranxportasi atau
biaya-biaya yang timbul untuk menyampaikan produk yang dibeli ke perusahaan
- Jika membuat sendiri, maka biaya yang timbul hanya biaya variabel untuk
produk trersebut saja.
- Biaya tetap yang telah terjadi tidak akan berubah, kecuali melebihi kapasitas
perusahaan berarti berada di luar relevan range biasa, pembahasan alat baru atau
investasi tetap adalah relevan dalam kasus ini.

Keputusan Membeli atau Membuat Sendiri ( Buy or Make Decision)


Dalam keputusan ini dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam yakni sebagai berikut :
1. Keputusan yang dihadapi oleh perusahaan yang sebelumnya memproduksi
sendiri produknya, kemudian mempertimbangkan akan membeli produk
tersebut dari pemasok luar.
2. Keputusan yang dihadapi oleh perusahaan yang sebelumnya membeli produk
tertentu dari pemasok luar, kemudian mempertimbangkan akan memproduksi
sendiri produk tersebut.
Apabila Keputusan yang pertama yang Diambil, maka ada 2 (dua) kemungkinan yang
dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan keputusan ini, yakni :
a. Fasilitas yang digunakan untuk memproduksi tidak dapat dimanfaatkan jika
produk dihentikan produksinya karena manajemen memilih alternative membeli
dari luar.
b. Fasilitas yang digunakan untuk memproduksi dapat dimanfaatkan untuk usaha
lain yang mendatangkan laba, jika produk dihentikan produksinya karena
manajemen memilih alternative membeli dari luar.

11
Sedangkan keputusan pada alternative kedua dapat dibagi menjadi dua yakni sebagai
berikut :
a. Tidak diperlukan tambahan fasilitas poduksi. Apabila biaya diferensial lebih
kecil dari harga beli yang dapat dihindari , maka keputusan membuat yang
dipilih. Akan tetapi apabila biaya diferensial yakni harga beli yang dapat
dihindari lebih kecil dari biaya untuk membuat, maka keputusan membeli yang
dipilih.
b. Diperlukan tambahan fasilitas produksi.
Contoh perhitungan biaya diferensial dalam praktik membuat sendiri atau membeli
produk:
Perusahaan MATZEN adalah perusahaan yang memproduksikan mobil. Biaya
untuk membuat suku cadang K426, suatu komponen utama adalah sebagai berikut:

Unsur Biaya Total Biaya Biaya


60.000 unit Per unit
Bahan baku langsung Rp. 300.000 Rp. 5
Upah Langsung Rp. 480.000 Rp. 8
Biaya overhead variabel Rp. 360.000 Rp. 6
Biaya overhead tetap Rp. 300.000 Rp. 5
Total Biaya produksi Rp. 1.440.000 Rp. 24
Ada pabrik lain untuk menjual suku cadang yang sama pada perusahaan MATZEN
seharga Rp. 22 per unit. Perusahaan MATZEn membutuhkan suku cadang sebanyak
60.000 unit.

12
Perhitungan /Tabel biaya diferensial sebagai berikut:

Unsur Biaya Membuat Sendiri Membeli


Bahan baku Langsung Rp. 300.000 Rp. -
Tenaga Kerja langsung Rp. 480.000 -
Overhead variabel Rp. 360.000 -
Overhead tetap:
Avoidable Rp. 120.000
Unavoidable Rp. 180.000 Rp. 180.000
Rp. 300.000
Total Cost membuat Rp. 1.440.000
Beli Rp. 22 x 60.000 Rp. 1.320.000
Rp. 1.500.000
Dari tabel di atas terlihat bahwa dengan membuat sendiri, biayanya lebih rendah atau
perusahaan Matzen lebih menguntungkan dengan membuat sendiri sebesar Rp.
1.440.000 dari pada membeli sebesar Rp. 1.500.000.
Cat: biaya avoidable adalah biaya yang ada saat melakukan produksi sendiri
contohnya tenaga pengawasan dan dan pengamanan
Biaya unavoidable adalah biaya yang ada produksi atau tidak.

E. Produk Bersama
Produk bersama (joint product) adalah dua produk atau lebih yang dihasilkan dari satu
common input. Biaya pabrik yang terjadi dalam menghasilkan produk bersama sampai
dengan titik pemisahan dikenal sebagai joint product cost. Produk bersama ini dapat
berbentuk produk utama semuanya atau juga salah satunya merupakan produk
sampingan (by product). Sehubungan dengan pertimbangan biaya relevan, keputusan
khusus yang timbul dari produk sampingan adalah keputusan menjual atau mengolah
lebih lanjut.

13
BAB III PENUTUP

1. Kesimpulan

Informasi akuntansi differensial merupakan informasi akuntansi yang


dihubungkan dengan pemilihan alternatif. Informasi akuntansi deferensial merupakan
taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan/atau biaya dalam alternatif tindakan tertentu
dibandingkan dengan alternatif tindakan yang lain. Unsur pokok yang ada pada
informasi akuntansi ini adalah bahwa informasi ini berhubungan dengan masa yang
akan datang dan berbeda untuk setiap alternatif.

Biaya diferensial adalah biaya yang berbeda pada berbagai alternatif pengambilan
keputusan, biaya diferensial dibandingkan dengan pendapatan diferensial untuk
menentukan besarnya laba diferensial.
Analisis biaya diferensial bermanfaat dalam memutuskan untuk menurunkan harga jual
dalam keputusan–keputusan khusus jangka pendek, seperti apakah akan menerima atau
menolak pesanan khusus yang lebih rendah daripada harga normal.

Informasi penting untuk pengambilan keputusan. Karena keputusan berhubungan


dengan masa yang akan datang, maka informasi akuntansi yang relevan adalah
informasi yang akan datang. Karena pengambilan keputusan selalu menyangkut
pemilihan dari berbagai alternatif yang ada, maka informasi akuntansi yang bermanfaat
adalah informasi akuntansi yang berbeda diantara berbagai alternatif yang akan dipilih.

Kebaikan analisis biaya diferensial adalah :Penjualan tambahan yang dilakukan masih
menguntungkan asalkan masih diatas biaya langsung, Pemanfaatan kapasitas
menganggur untuk penjualan dengan harga yang lebih rendah dari penjualan reguler.
Kelemahan analisis biaya diferensial adalah: Analisis biaya diferensial hanya untuk
kepentingan jangka pendek, Adanya kecenderungan untuk mencapai volume penjualan
yang lebih besar atas dasar penambahan, Tidak ada hasil pengembalian atas asset yang
dipergunakan dalam produk yang harganya ditetapkan tidak melebihi biaya total.

14
DAFTAR PUSTAKA

1. Ahmad, Kamaruddin. 2005. Akuntansi Manajemen: Dasar-dasar Konsep Biaya


dan Pengambilan Keputusan. Palembang: Penerbit Rajawali Pers
2. Samryn, L. M. 2000. Akuntansi Manajerial: suatu Pengantar. Jakarta: Penerbit
Citra Niaga
3. www.akuntansibisnis.wordpress.com
4. www.xa.yimg.com
5. www.dspace.widyatama.ac.id
6. www.repository.usu.ac.id

15