Anda di halaman 1dari 10

PEREKONOMIAN INDONEISA

SAP 3

KELOMPOK 10

NAMA KELOMPOK :

IVANA ELVARETTA INDRIANTO (1607532026)


PUTUMONICA ANJAYANI (1607532145)
I WAYAN SUKARDIKA (1607532148)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Udayana
Program Non Reguler
2018
1. Tujuan masyarakat makmur

Pertumbuhan ekonomi
Ukuran kemakmuran adalah tingkat pendapatan keluarga, dengan kata lain, tingkat
pendapatan nasional perkapita. Salah satu tujuan pembangunan ekonomi adalah agar
pendapatan nasional tumbuh untuk memperoleh tingkat kemakmuran yang lebih tinggi
ukuran mengenai kemakmuran dapat dikatakan sebagai tingkat pertumbuhan ekonomi.

Elemen pertumbuhan ekonomi


Ada tiga faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi setiap bangsa, ketiga faktor tersebut
adalah :
1. Akumulasi modal, yang meliputi semua bentuk investasi banu yang ditambahkan
pada tanah, peralatan fisik, dan modal atau sumber daya manusia
2. Pertumbuhan penduduk, yang pada akhimya akan memperbanyak jumlah angkatan
kerja.
3. Kemajuan teknologi.
Akumulasi modal (capital accumulation) terjadi apabila sebagian dari pendapatan ditabung
dan diinvestasikan kembali dengan tujuan memperbesar output dan pendapatan di kemudian
hari. Pengadaan pabrik baru, mesin-mesin, peralatan, dan bahan baku meningkatkan stok
modal (capital stock) fisik satu negara (yakni, nilai ril "neto" atas seluruh barang modal
produktif secara fisik) dan hal itu jelas memungkinkan terjadinya peningkatan outpu
langsung tersebut harus dilengkapi dengan berbagai investasi penunjang yang disebut
investasi "infrastruktur" ekonomi dan sosial.
Pertumbuhan Penduduk dan Angkatan Kerja. Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan
angkatan kerja (yang terjadi beberapa tahun kemudian setelah pertumbuhan penduduk) secara
tradisional dianggap sebagai salah satu faktor positif yang memacu pertumbuhan ekonomi.
Jumlah tenaga kerja yang lebih besar berarti akan menambah jumlah tenaga produktif,
sedangkan pertumbuhan penduduk yang lebih besar berarti menigkatkan ukuran pasar
domestiknya.
Kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi merupakan sumber pertumbuhan ekonomi yang
paling penting. Dalam pengertiannya yag paling sederhana, kemajuan teknologi terjadi
karena ditemukannya cara baru atau perbaikan atas cara-cara lama dalam menangani
pekerjaan tradisional.
Pertumbuhan ekonomi (kurva kemungkinan produksi)
Dengan bekal pemahaman awal perihal dua komponen pertama dan utama dari pertumbuhan
ekonomi itu, dan untuk sementara dahulu komponen yang ketiga (teknologi), kita dapat
mempelajari interaksi yang berlangsung antara kedua komponen utama tersebut melalui
kurva kemungkinan produksi guna memahami peningkatan potensi total output dari satu
perekonomian. Pada tingkat penguasaan teknologi tertentu dan jumlah sumber daya manusia
dan modal fisik yang tertentu pula, kurva kemungkinan produksi memperlihatkan jumlah
output maksimum yang bisa dicapai berupa kombinasi dua jenis komoditi , misalnya beras
dan radio, seandainya segenap sumber daya yang tersedia dalam perekonomian yang
bersangkutan benar-benar digunakan secara penuh dan efisien.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia


Sejalan dengan pendapat kebanyakan ekonom bahwa kemajuan teknologi merupakan sumber
pertumbuhan yang paling penting. Presiden Sukarno pada sekitar tahun 1960 menyarankan
agar bangsa Indonesia loncat jauh (frog jump) dalam pemilihan teknologi. Artinya adalah
bahwa kita sebaiknya memakai teknologi yang paling mutakhir, tidak perlu lapi memakai
teknologi yang sudah usang di negara maju, maka jumlah produksi nasional akan meloncat
jauh dan mungkin akan mampu mendekati produksi nasional negara-negara maju.
Sehubungan dengan anjuran ini, Indonesia tidak memperkenankan impor barang modal
bekas. Yang di impor mestinya hanya mesin-mesin terbaru dan paling canggih untuk memacu
pertumbuhan ekonomi. Tingkat pertumbuhan ekonomi ini dapat dianggap sebaga tingkat
perkembangan kemakmuran masyarakat Indonesa Selama periode pemerintahan Orde Baru
tingkat pertumbuhan ekomomi sangat rendah, yakni 3 persen untuk periode 1953- vens 1959
pemerintahan Suharto, tingkat pertumbuhan ekonomi reb dan hanya sekitar 2 persen untuk
periode 1960-1965. Pada masa pemerintahan Suharto, tingkat pertumbuhan ekonomi relatif 6
persen, 7 persen, malah pernah mencapai 8 persen per untuk kemudian pada akhir masa
jabatannya, 1997, hanya tingkat pertumbuhan sebesar 4,7 persen, dan pada tahun krisis
ekonomi. 1998, diperoleh pertumbuhan yang negatif sebesar 13, 3 persen. Pada masa
reformasi dan demokrasi. pertumbuharn mulai merangkak dari 0,3 persen pada tahun 1999,
dan kemudian tahun, mencapai sekitar 4-6 persen sampai sekarang ini.

Tujuan masyarakat adil


Distribusi pendapatan
Kalau satu keluarga di antara tetangga kita adalah seorang kepala rumah tangga dengan lima
anak dan semua anaknya (laki/ perempuan tanah yang kurang lebih sama, mungkin kita
mengatakan bahwa kepala rumah tangga tersebut adil kepada semua anaknya. Tetapi di lain
pihak, satu keluarga juga mempunyai lima anak, hanya menyekolahkan anaknya yang laki-
laki sedang an tidak sekolah. Pembagian warisannya juga diutamakan anak laki- lakinya.
Tentu kita dapat mengatakan bahwa keluarga ini kurang adil dibandingkan dengan keluarga
yang disebut pertama. Kalau demikian halnya, maka kita dapat mengatakan bahwa keadilan
diukur melalui bagaimana kekayaan (pendapatan) didistribusikan di antara yang berhak.
Makin merata pembagiannya makin adil dan sebaliknya makin timpang pembagiannya makin
kurang adil.

Mengukur masyarakat adil


Para ekonom berusaha mengukur tingkat keadilan pembagian pendapatan nasional satu
negara dengan menghitung Rasio Gini dan Rasio Kuznets. Cara lain untuk mengukur
ketimpangan pembagian penghasilan masyarakat adalah dengan memakai kurva Lorenz, dan
memakai koefisien variasi distribusi pendapatan perorangan (rumah tanggal). Namun, dalam
bab ini hanya dibicarakan dua cara yang pertama, oleh karena kedua cara ini saja yang
digunakan di Indonesia untuk ketimpangan pembagian pendapatan masyarakat.

Pencapaian masyarakat adil di Indonesia


Pemerintah Indonesia telah berusaha memperbaiki keadilan pembagian pendapatan
nasionalnya dengan menjalankan berbagai kebijaksanaan ekonomi. Sesungguhnya setiap
kebijaksanaan ekonomi pemerintah bersifat memperparah ketimpangan (kalau kebijaksanaan
tersebut bersifat lebih menguntungkan kaum kaya dibandingkan dengan kaum miskin), atau
bersifat mengurangi ketimpangan (kalau kebijaksanaan tersebut bersifat lebih memihak kaum
miskin).

Cara mencapai masyarakat adil makmur


Ada dua cara untuk mencapai masyarakat adil-makmur, yakni
a. Makmur dan adil (growth and equity)
b. Makmur dengan adil (growth with equity)

Masyarakat makmur dan adil


Cara untuk mengukur masyarakat adil makmur yang diutarakan pada seksi terdahulu adalah
dengan cara terpisah antara masyarakat makmur dan masyarakat adil. Dalam literatur
ekonomi pembangunan cara yang demikian ini dikenal dengan istilah tujuan pembangunan
makmur dan adil (growth and equity objectives) Dalam cara ini, semula dikejar kemakmuran
(tingkatkan pendapatan nasionalsecaramaksimum),setelahkuenasionalnyabesarbarudikejar
keadilan (diadakan pembagian pendapatan nasional yang lebih adil, tidak terlalu timpang).
Cara ini adalah cara yang biasa diterapkan oleh negara-negara maju. Pertumbuhan
pendapatan nasionalnya dikejar agar terjadi penggunaan sumber produksi yang efisien
(penerapan teori ekonomi tradisional), kemudian melalui berbagai kebijaksanaan fiskal
dikejar pemerataan. Tujuan pemerataan ini diusahakan melalui sistem pajak yang progresif
(pajak penghasilar, pajak kekayaan, dan pajak/pungutan lainnya) disertai dengan sistem
kesejahteraan (bantuan) sosial yang masif untuk penduduk yang kurang beruntung dari proses
pembangunan ekonomi.

Masyarakat makmur dengan adil


Cara kedua yang dikenal dalam literatur ekonomi pembangunan adalah cara gabungan,
masyarakat makmur berkeadilan di mana kemakmuran dan keadilan dikejar dalam waltu
bersaman. Cara pencapaian ini dikenal dengan istilah tujuan makmur dengan adil (growth
with equity objectives). Dasar logika dari pendekatan ini adalah bahwa pembangunan
ekonomi terdiri dari serangkaian proyek pembangunan, dari A sampai z Dalam
mengimplementasikan setiap proyek mestinya tidak hanya nengutamakan pertumbuhan
ekonomi (penggunaan sumber produksi secara efisien, melainkan sekaligus bagaimana
pembagian (distribusi) keuntungan dari proyek mempertimbang ini disponsori oleh lembaga-
lembaga internasional seperti Bank Dunia (the World Bank), Organisasi Pemban PBB (the
United Nations Industrial DevelopmentNations UNIDO, Program Pembangunan PBB (the
United Development Program, UNDP), Organisasi Negara-negara Maju (organization of
Economic Cooperation and Development, OECD), dengan cara menerapkan harga bayangan
(shadow prices) untuk input dan output setiap proyek. Dalam mencari harga bayangan
mereka mempertimbangkan tujuan efisiensi (efficiency objective), tujuan pertumbuhan
(growth objective), dan tujuan pemerataan distribution objective). Kalau harga bayangan
diterapkan kepada semua input dan output setiap proyek pembangunan, maka dapat distribusi
pendapatan tidak begitu timpang.
2. Strategi Pembangunan
Strategi Pembangunan Nasional adalah rantai kebijakan dan aplikasi tentang Pembangunan
Nasional.Pembangunan Nasional di Indonesia adalah pembangunan untuk mencapai tujuan
nasional yang nyata seperti yang tertulis dalam UUD 1945 Indonesia. Ini adalah untuk
melindungi semua rakyat Indonesia dan seluruh wilayah negara, untuk mempromosikan
perdamaian dan kesejahteraan, untuk memperbaiki kehidupan nasional, dan untuk
berpartisipasi dalam sistem dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan
sosial.
Pembangunan bukan konsep statis. Proses pembangunan nasional adalah suatu proses
perubahan budaya dan sosial. Sebuah pembangunan yang mengarah pada proses perbaikan
yang memungkinkan pertumbuhan berkelanjutan (proses mandiri) tergantung pada
masyarakat dan struktur sosial dan terutama tergantung pada para pemimpin nasional.
Dampak dari situasi politik pada pertumbuhan ekonomi diilustrasikan oleh kenyataan bahwa,
tanpa komitmen yang kuat untuk pengembangan ekonomi dengan kepemimpinan, tidak ada
rencana ekonomi layak bisa diadopsi, dan pra-rencana langkah-langkah yang diperlukan tidak
dapat diambil.
Umumnya, banyak negara (terutama negara-negara berkembang) mengambil pendekatan
yang direncanakan untuk pembangunan. Pemerintah Indonesia telah digunakan Delapan
Rencana Tahun (pada Orla) dan Rencana Lima Tahun (pada ORBA). Perencanaan
pembangunan di Indonesia melibatkan "perencanaan melalui pasar". Pemerintah investasi
hanya pada fasilitas sosial, misalnya: jalan, pelabuhan, pelabuhan udara, dll
Elemen-elemen Pembangunan Indonesia Secara umum, ada dua faktor yang menentukan
keberhasilan kegiatan pembangunan, yaitu: faktor ekonomi dan faktor non ekonomi. Fokus
kegiatan pembangunan ekonomi di Indonesia adalah pada lima unsur, yaitu: sumber daya
manusia, sumber daya alam, modal, teknologi, dan peran pengusaha.
Sumber Daya Manusia
Indonesia adalah salah satu dari lima negara terbesar di dunia jika dilihat dari segi jumlah
penduduk. Namun ada beberapa kelemahan dalam sumber daya manusia sebagai unsur
pembangunan ekonomi di Indonesia, seperti:
1. pertumbuhan penduduk sangat tinggi
2. usia penduduk ini tidak menguntungkan
3. penyebaran penduduk yang tidak seimbang
4. penduduk sangat rendah
Faktor-faktor yang tercantum di atas menjadi hambatan bagi pembangunan ekonomi di
Indonesia. Ada beberapa program untuk menghilangkan hambatan-hambatan, seperti:
Program Keluarga Berencana sebagai solusi untuk pertumbuhan penduduk yang tinggi dan
usia yang tidak menguntungkan penduduk, program transmigrasi untuk memecahkan
penyebaran penduduk yang tidak seimbang, pelatihan dan pendidikan sebagai solusi terhadap
rendahnya kualitas penduduk. Namun pemerintah harus memberikan insentif untuk
menggerakkan kegiatan ekonomi karena di desa banyak orang yang membutuhkan pekerjaan,
dan ada "pengangguran terselubung".

3. Sistem Pelaksanaan Pembangunan

Pembangunan Nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan


yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas
mewujudkan tujuan nasional yang termaktub dalam Pembukaan Undangundang Dasar 1945.
Bagi Indonesia mengingat bahwa kontribusi yang dapat diandalkan dalam menyumbang
pertumbuhan ekonomi dan sumber devisa serta modal pembangunan adalah dari sumberdaya
alam, dapat dikatakan bahwa sumberdaya alam mempunyai peranan penting dalam
perekonomian Indonesia baik pada masa lalu, saat ini maupun masa mendatang sehingga,
dalam penerapannya harus memperhatikan apa yang telah disepakati dunia internasional.
Namun demikian, selain sumber daya alam mendatangkan kontribusi besar bagi
pembangunan, di lain pihak keberlanjutan atas ketersediaannya sering diabaikan dan begitu
juga aturan yang mestinya ditaati sebagai landasan melaksanakan pengelolaan suatu usaha
dan atau kegiatan mendukung pembangunan dari sektor ekonomi kurang diperhatikan,
sehingga ada kecenderungan terjadi penurunan daya dukung lingkungan dan menipisnya
ketersediaan sumberdaya alam yang ada serta penurunan kualitas lingkungan hidup.
Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang tidak dilakukan sesuai dengan
daya dukungnya dapat menimbulkan adanya krisis pangan, krisis air, krisis energi dan
lingkungan. Secara umum dapat dikatakan bahwa hampir seluruh jenis sumberdaya alam dan
komponen lingkungan hidup di Indonesia cenderung mengalami penurunan kualitas dan
kuantitasnya dari waktu ke waktu
Penerapan Sistem Pelaksanaan Pembangunan Sebagai Strategi Untuk Mencapai
Tujuan Sistem Pelaksanaan Pembangunan Nasional adalah:
 Satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan.
 Untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangk
amenengah, dan tahunan.
 Yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat pusat
dan daerah.

Proses Perencanaan
Proses Perencanaan terdiri dari :
1. Pendekatan Politik: Pemilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan
rencanapembangunan hasil proses politik (public choice theory of planning),
khususnyapenjabaran Visi dan Misi dalam RPJM/D.
2. Proses Teknokratik: menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh
lembagaatau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu.
3. Partisipatif: dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain
melaluiMusrenbang.
4. Proses top-down dan bottom-up: dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan.

Asas Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional:

Pembangunan nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi dengan prinsip-


prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, serta kemandirian
dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan nasional. Perencanaan pembangunan
nasional disusun secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh, dan tanggap terhadap
perubahan.
SPPN diselenggarakan berdasarkan asas umum penyelenggaraan negara : Asas
kepastian hukum, Asas tertib penyelenggaraan negara, Asas kepentingan umum,
Asasketerbukaan, Asas proporsionalitas, Asas profesionalitas, dan Asas akuntabilitas.
Tujuan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional:
 Mendukung koordinasi antar-pelaku pembangunan.
 Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar-Daerah, antar-
ruang, antar-waktu, antar-fungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah
 Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan,
penganggaran,pelaksanaan, dan pengawasan.
 Mengoptimalkan partisipasi masyarakat
 Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif,
berkeadilan,dan berkelanjutan

REFRENSI :
- Buku Perekonomian Indonesia KETUT NEHEN, Udayana University
Press.2018
- http://mahendradananjaya.blogspot.com/2011/02/tujuan-dan-strategi-
pembangunan.html
-