Anda di halaman 1dari 11

TEMU 3

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KONSEP DASAR


AKUNTANSI

KELOMPOK 8

NAMA NO.ABSEN

NI KADEK PUSPITA YADNYA DEWI (11)

GEDE WAHYA DHYATMIKA (21)

PROGRAM REGULER SORE 2018


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR, BALI
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...................................................................................................................ii
PETA KONSEP..............................................................................................................iii
PEMBAHASAN.............................................................................................................1
A. Konsep Dasar Patton dan Littleton..................................................................1
B. Gambaran Umum Konsep Dasar Oleh FASB.................................................3
C. Joint Project FASB-IASB..................................................................................5
SIMPULAN ...................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................8

2
PETA KONSEP

mengemukakan 1. SFAC no. 1, tujuan dan


konsep - konsep sasaran akuntansi
1. Entitas Bisnis Atau 2. SFAC no.2, karakteristik
dasar akuntansi
Kesatuan Usaha yang membuat informasi
yang terdiri dari
2. Konsep akuntansi bermanfaat
Kelangsungan 3. SFAC no.3, definisi pos-pos
Usaha laporan keuangan
3. Penghargaan 4. SFAC no.5, pengakuan
tahun 1970
Sepakatan pengkuran serta pedoman
4. Kos Melekat informasi
5. Upaya dan 5. SFAC no. 6, perluasan
Capaian (Hasil) SFAC no.3 dengan
Konsep
6. Bukti Terverifikasi tambahan organisasi nirlaba
Dasar oleh 6. SFAC no.7, kerangka kerja
Paton dan dan Objektif
pemakaian arus kas masa
Littleton 7. Asumsi depan

SEJARAH DAN
PERKEMBANGAN Gambaran Umum
KONSEP DASAR Konsep Dasar Oleh
FASB FASB menjabarkan
AKUNTANSI kerangka kerja konseptual
dengan menerbitkan 6
statemenet of financial
Merupakan Proyek
accounting concept yang
Kerangka Konseptual
berhubungan dengan
Joint Project FASB Gabungan (The Joint
pelaporan keuangan entitas
– IASB Conceptual Framework
bisnis
Project) yang dilakukan
FASB-IASB

 Memperbaharui dan merapikan konsep-konsep yang telah


TUJUAN JOINT
PROJECT ada
FASB-IASB  Menciptakan dasar guna standar akuntansi di masa
mendatang yang berbasis prinsip, konsisten secara internal
dan diterima secara internasional

3
PEMBAHASAN

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KONSEP DASAR AKUNTANSI

A. Konsep Dasar oleh Paton dan Littleton


Konsep dasar pada umumnya merupakan abstraksi atau konseptualisasi karakteristik
lingkungan tempat atau wilayah diterapkannya pelaporan keuangan. Sebenarnya, konsep dasar
ini bisa disebut dengan berbagai nama seperti Postulat, Asumsi Dasar, Sifat Dasar, Prinsip
Mendasar/umum, dan lain sebagainya. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) konsep dasar
akuntasi dalam Kerangka Dasar Penyajian dan Pelaporan Keuangan (KDPPLK) paragraf 22 dan
23 menyatakan bahwa asumsi dasar akuntansi berdasarkan dasar akrual dan kelangsungan usaha
(going concern).
Menurut International Financial Reporting Standards (IFRS) pada The Conceptual
Framework for Financial Reporting paragraf 4.1, sebagai asumsi dasar akuntansi adalah hanya
kelangsungan usaha. Sedangkan menurut Paton dan Littleton yang dikutip Suwardjono (2005),
“konsep dasar akuntansi terdiri dari, konsep kesatuan usaha (Entity Theory), kontinuitas usaha
(Going Concern), penghargaan sepakatan, kos melekat (Cost Attach), upaya dan hasil (Effort
and Accomplishment), bukti terverifikasi dan objektif, dan asumsi”.

Seperangkat konsep dasar yang dikemukakan Paton dan Littleton (1970) merupakan
konsep-konsep dasar yang dikenalkan sebelum sumber-sumber yang disebut sebelumnya. Buku
Paton dan Littleton (P&L) yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1940 tersebut merupakan
salah satu karya klasik yang mempengaruhi pemikiran akuntansi sesudah itu. Adapun penjelasan
dari konsep dasar akuntansi yang dikemukakan oleh Paton dan Littleton yaitu:
1. Entitas Bisnis atau Kesatuan Usaha (The Business Entity)
Dalam konsep ini bisnis perusahaan sebagai suatu organisasi bisnis diperlakukan
berbeda atau secara hukum terpisah dengan pemilik dari bisnis tersebut. Hal ini termasuk
bahwa transaksi-transaksi dalam bisnis tersebut harus dijaga secara keseluruhannya agar
terpisah dari urusan pribadi dari seorang pemiliknya. Namun, diperbolehkan bagi seorang
pemilik untuk dapat memperoleh informasi yang benar mengenai kondisi perusahaannya.
Meskipun antara perusahaan dengan pemiliknya terpisah, namun pemilik tetap berhak
atas keuntungan yang harus diberikan oleh perusahaan dalam bentuk dividen.
2. Kelangsungan Usaha (Going Concern)

1
Konsep ini menyatakan bahwa jka tidak ada tanda-tanda atau rencana pasti di
masa datang bahwa kesatuan usaha akan dibubarkan atau dilikuidasi maka akuntansi
menganggap bahwa kesatuan usaha tersebut akan terus menerus ada sampai waktu yang
tidak terbatas.
3. Penghargaan Sepakatan
Konsep ini meyatakan bahwa jumlah rupiah (agregat-harga) atau penghargaan
sepakatan yang tidak terlibat dalam tiap transaksi atau kegiatan pertukaran merupakan
bahan olah dasar akuntansi yang paling objektif terutama dalam menukur sumber
ekonomi yang keluar.
4. Kos Melekat
Bahwa kos melekat pada objek yang dipresentasinya hingga kos bersifat mudah
bergerak dan dapat dipecah-pecah atau digabung-gabungkan kembali mengikuti objek
yang didekati. Berbagai kos mempunyai daya saling mengikat antara yang satu dan yang
lainnya ikatan objek-objek yang disimbolkannya. Bila berbagai komponen digabungkan
menjadi suatu objek atau barang baru, gabungan kos yang baru semata-mata merupakan
penggabungan berbagai kos yang melekat pada tiap komponen tanpa memperhatikan
nilai ekonomik baru yang melekat pada barang baru.
5. Upaya Dan Capaian (Hasil)
Konsep ini meyatakan bahwa biaya merupakan upaya dalam rangka memperoleh
hasil berupa pendapatan. Dengan kata lain tidak ada hasil (pendapatan) tanpa upaya
biaya.
6. Bukti Terverifikasi dan Objektif
Konsep ini menyatakan bahwa informasi keuangan akun mempunyai tingkat
kebermanfaatan dan tingkat keterandalan yang cukup tinggi apabila terjadinya data
keungan didukung oleh bukti-bukti yang objektif dan dapat diuji kebenarannya. Setiap
transaksi keuangan harus didukung oleh bukti transaksi yang kuat dan sah.
7. Asumsi
Contoh asumsi yang menjadi landasan penalaran dalam memilih konsep yang relevan.
 Kontinuitas usaha. Penerapan konsep ini harus tetap mempertimbangkan dalam
proses pelaporan
 Perioda satu tahun. Pelaporan periodik dengan waktu sebagai wadah pengukuran
adalah salah satu kebiasaaan penting dalam akuntansi
 Kos sebagai bahan olah. Penghargaan sepakatan yang menjadi bahan oleh
akuntansi didasarkan atas asumsi bahwa kos factor produksi yang diperolah
perusahan menunjukkan nilai wajar pada saat terjadinya.

2
 Daya beli uang usaha. Konsep bahwa jumlah rupiah yang tercatat akan tetap
menunjukkan nilai dilandasi asumsi bahwa daya beli uang adalah stabil
sepanjang waktu.
 Tujuan mencari laba. Konsep pendapatan dan biaya sebagai aliran jumlah rupiah
yang ditandingkan sebenarnya mengandung asumsi bahwa pendapatan adalah
objek yang dituju oleh upaya yang diukur.

B. Gambaran Umum Konsep Dasar Oleh FASB

Tujuan Pelaporan Keuangan (SFAC No 1 dan SFAC No 4)

Kriteria Kualitas Informasi (SFAC No 2)

Pengukuran dan Pengakuan (SFAC No 5 dan SFAC No 7)

Memenuhi kriteria
pengakuan

Elemen Statemen Keuangan (SFAC No


6)
Informasi lain-lain
Media Pelaporan Statemen Keuangan Informasi
Keuangan Lainnya Pelengkap
Catatan Statemen Keuangan
Berdasarkan gambar diatas, tujuan pelaporan keuangan merupakan proses yang paling
menentukan dalam perekayasaan akuntansi. Tujuan pelaporan keuangan menentukan konsep dan
prinsip yang relevan dalam penyusunan statemen laporan keuangan. Selain itu tujuan pelaporan
keuangan diharapkan mampu memberikan informasi kepada para pemakai dengan berbagai
kepentingan, serta mencapai tujuan ekonomi sosial negara. Dengan adanya informasi tersebut
maka akan dapat mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pihak yang berkepentingan.
Informasi tentunya akan dipakai bila terdapat kebermanfaatan keputusan bagi si pemakai.
FASB telah merumuskan kualitas mengenai kriteria informasi yang terdiri dari dua unsur utama
yaitu keberpautan (relevance) keterandalan (reliability). Kualitas informasi akan jauh lebih
bernilai lagi apabila terdapat unsur-unsur (1) keterpahaman, (2) keberpautan, (3) nilai prediktif,
(4) nilai balikan, (5) ketepatan waktu, (6) keterandalan, (7) ketepatan penyimbolan, (8)
keterujian, (9) kenetralan, (10) keterbandingan, dan (11) materialitas.

3
Perkembangan Kerangka Kerja Konseptual FASB (Financial Accounting Standard
Board) telah menerbitkan enam statement of financial accounting concept yang berhubungan
dengan pelaporan keuangan entitas bisnis, yaitu:
 SFAC no 1: “objective of financial reporting by business enterprises”, yang
menyajikan tujuan dan sasaran akuntansi.
 SFAC no 2: “qualitative caracteristics of accounting information”, yang
menjelaskan karakteristik yang membuat informasi akuntansi bermanfaat.
 SFAC no 3: “element of financial statement of business enterprises”, yang
memberikan definisi dari pos-pos yang terdapat dalam laporan keuangan seperti
aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban.
 SFAC no 5: “recognition and measurement in financial statement of business
enterprises”, yang menetapkan kriteria pengakuan dan pengukuran fundamental
serta pedoman tentang informasi.
 SFAC no 6: “element of financial statement”, yang menggantikan SFAC no. 3
dan memperluas SFAC no. 3 dengan memasukkan organisasi-organisasi nirlaba.
 SFAC no 7: “using cash flow information and present value in accounting
measurement”, yang memberikan kerangka kerja bagi pemakaian arus kas masa
depan yang diharapkan dan nilai sekarang (present value) sebagai dasar
pengukuran
Elemen statemen keuangan merupakan bahan pembentuk informasi yang dikandung
dalam statemen keuangan. Penyajian elemen statemen keuangan tidak cukup hanya memenuhi
definisi tetapi harus memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran. Terdapat sepuluh elemen
pelaporan keuangan yang didefinisikan dalam rerangka konseptual yaitu aset, kewajiban, ekuitas,
investasi, distribusi ke pemilik, laba komprehensif, pendapatan, biaya, untung, dan rugi.
Pelaporan keuangan dan statemen keuangan meruapakan dua definisi yang memiliki
tujuan yang sama, namun memiliki komponen yang berbeda. Pelaporan keuangan (financial
reporting) adalah penyampaian informasi yang wajib dan sukarela. Wajib disini mempunyai
implikasi bahwa pelaporan harus mengandung statemen keuangan (financial statement) yaitu
media utama pelaporan keuangan serta sukarela mencakup segala informasi yang yang diberikan
oleh manajer agar bermanfaat bagi pemakai pelaporan keuangan.
Elemen dalam statemen keuangan tersebut kemudian akan menjadi lingkup pengukuran
dan pengakuan. Atribut pengukuran yang harus dilekatkan pada suatu elemen untuk
merepresenatsikan secara tepat yang ingin diungkapakan dalam pelaporan keuangan misalnya
penggunaan kos historis, kos sekarang, nilai pasar sekarang, nilai terealisasi, nilai diskunan.

4
Sedangkan pengakuan berarti bahwa pencatatan resmi (penjurnalan) suatu entitas (jumlah
rupiah) hasil pengukuran dalam sautu sistem akuntansi, sehingga jumlah rupiah tersebut dapat
mempengaruhi statemen keuangan. FASB menetapkan empat kriteria pengakuan meliputi
definisi, keterukuran, keberpautan dan keterandalan.

C. Joint Project FASB – IASB


Kerangka kerja IASB dan FASB sedang dalam proses pembaharuan dan perangkuman.
Proyek Kerangka Konseptual Gabungan (The Joint Conceptual Framework project), yang
bertujuan untuk memperbaharui dan merapikan konsep-konsep yang telah ada guna
menggambarkan perubahan di pasar, praktik bisnis dan lingkungan ekonomi yang telah timbul
dalam dua dekade atau lebih sejak konsep pertama kali dibentuk. Tujuan keseluruhan adalah
untuk menciptakan dasar guna standar akuntansi pada masa mendatang yang berbasis prinsip,
konsisten secara internal dan diterima secara internasional. Karena hal tersebut, dewan IASB dan
FASB Amerika Serikat melaksanakan proyek secara bersama.
FASB dan IASB memulai proyek agenda baru bersama untuk meninjau kembali kerangka
konseptual mereka untuk akuntansi keuangan dan pelaporan, dimana setiap dasar keputusan
standar akuntansi sebagian besar didasarkan atas tujuan, karakteristik, definisi, dan kriteria yang
ditetapkan pada kerangka konseptual yang ada. Proyek ini berguna untuk membangun kerangka
kerja dengan cara mempersempit, memperbaharui, menyelesaikan dan mengkonvergenkan ke
dalam kerangka kerja umum. Tujuan lain dari FASB dan IASB adalah untuk menyatukan standar
mereka diantaranya:
1. Alasan standar berbasis prinsip memerlukan kerangka kerja konseptual karena untuk
menjadi standar berbasis prinsip tidak hanya dapat mengumpulkan konversi melainkan
harus berakar pada dasar.
2. Pentingnya IASB dan FASB berbagi kerangka konseptual umum adalah dengan
terciptanya konvergensi berarti bahwa FASB dan IASB akan terus bekerja sama untuk
mengembangkan kualitas tinggi, kompatibel standar akuntansi dari waktu ke waktu.
Konvergensi juga bermanfaat dalam cara sebagai berikut :
 Meningkatkan efisiensi pasar modal global dengan cara meningkatkan
perbandingan dan transparansi dari satu negara ke negara lain.
 Mengurangi beban administrasi pada MNE yang saat ini diperlukan untuk
menyiapkan laporan keuangan dalam beberapa metode akunting.

5
 Memungkinkan perusahaan untuk mengakses pasar modal di luar amerika serikat
tanpa memerlukan pertimbangan pelaporan keuangan standar internasional US
GAAP.
3. Karena kerangka kerja konseptual akan meningkatkan pemahaman dan kenyataan
pemakai laporan keuangan atas pelaporan keuangan dan akan menaikkan komparabilitas
antar laporan keuangan.
4. Cross-cutting issue adalah isu-isu yang berdampak lebih dari suatu bidang karena
kekayaan suatu negara umumnya dipengaruhi oleh serangkaian faktor yang saling
berhubungan. Cross-cutting issue yang ditetapkan dalam sejumlah konvensi internasional
adalah deklarasi dan perjanjian pembangunan yang mengikat negara-negara terkait.

SIMPULAN

Konsep dasar pada umumnya merupakan abstraksi atau konseptualisasi karakteristik


lingkungan tempat atau wilayah diterapkannya pelaporan keuangan. Konsep dasar oleh Paton
dan Littleton meliputi kesatuan usaha, kelangsungan usaha, penghargaan kesepakatan, kos
melekat, upaya dan capaian, bukti terverifikasi dan objektif, serta asumsi. FASB telah
merumuskan kualitas mengenai kriteria informasi atas 2 unsur utama yaitu keberpautan
(relevance), dan keterandalan (reliability). Perkembangan Kerangka Kerja Konseptual FASB
(Financial Accounting Standard Board) juga telah menerbitkan enam statement of financial
accounting concept. FASB dan IASB memulai proyek agenda baru bersama untuk meninjau
kembali kerangka konseptual mereka untuk akuntansi keuangan dan pelaporan, dimana setiap
dasar keputusan standar akuntansi sebagian besar didasarkan atas tujuan, karakteristik, definisi,
dan kriteria yang ditetapkan pada kerangka konseptual yang ada.

6
7
DAFTAR PUSTAKA

Suwardjono. 2005. Teori Akuntansi:Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta: BPFE


Astika,Dr, I.B.Putra SE., Msi., AK. 2011. Konsep-Konsep Dasar Akuntasi Keuangan.
Denpasar: Udayana Press.
Winwin Yadiati. 2010. Teori Akuntansi: Suatu Pengantar. PT Kencana: Jakarta
https://id.wikipedia.org/wiki/Standar_Pelaporan_Keuangan_Internasional
http://www.fasb.org/intl/convergence_iasb.shtml
https://dindaituchdindhoet.wordpress.com/2010/10/19/kerangka-konseptual-fasb/