Anda di halaman 1dari 2

Nama Kelompok :

1. Gede Paramartha Daisuke M (1607532121)


2. Made Kumara Dewi (1607532122)
3. I Wayan Sukardika (1607532148)

ASET

DEFINISI ASET
Aset adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha dikemudian hari. Aset
dipahami sebagai harta total. Namun biasanya untuk keperluan bisnis analisis dirinci menjadi
beberapa kategori seperti aset lancar, investasi jangka panjang, aset tetap, aset tidak berwujud.
Aset merupakan elemen pelaporan keuangan yaitu neraca yang akan membentuk informasi berupa
posisi keuangan perusahaan bila dihubungkan dengan elemen yang lain yaitu kewajiban dan
ekuitas.
FASB mendefinisi aset dalam rerangka konseptualnya sebagai berikut (SFAC No 6, prg 25):
"Aset adalah kemungkinan manfaat ekonomi masa depan yang diperoleh atau dikendalikan oleh
entitas tertentu sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa sebelumnya.",
Dengan makna yang sama, IASC mendefinisi aset sebagai berikut: "Aset adalah sumber daya yang
dikendalikan oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi
di masa depan diharapkan mengalir ke perusahaan."
Dalam Statement of Accounting Concepts No. 4, Australian Accounting Standard Board (AASB)
mendefinisi aset sebagai berikut: "Aset adalah potensi layanan atau manfaat ekonomi masa depan
yang dikendalikan oleh entitas pelaporan sebagai akibat dari transaksi masa lalu atau peristiwa
masa lalu lainnya."
Definisi FASB dan AASB cukup dibanding definisi yang lain luas karena aset dinilai mempunyai
sifat sebagai manfaat ekonomik (economic benefits) dan bukan sebagai sumber ekonomik
(resources) karena manfaat ekonomik tidak membatasi bentuk atau jenis sumber ekonomik yang
dapat dimasukkan sebagai aset.

PENGAKUAN
Pada umumnya pengakuan aset dilakukan bersamaan dengan adanya transaksi, kejadian, atau keadaan
yang mempebgaruhi aset. Disamping memenuhi definisi aset, kriteria keterukuran, keberpautan, dan
keterandalan harus dipenuhi pula. Menurut Sterling, Belkaoui (1993) menunjukkan kondisi perlu
(necessary) dan kondisi cukup (sufficient) yang merupakan penguji (test) yang cukup rinci untuk
mengakui aset tersebut

PENGUKURAN
Pengukuran bukan merupakan kriteria untuk mendefinisikan aset tetapi merupakan kriteria
pengukuran set. Salah satu kriteria pengukuran aset adalah ketertukaran manfaat ekonomik masa
datang. Yang dimaksud pengukuran di sini adalah penentuan jumlah rupiah yang harus diletakkan
pada suatu objek aset pada saat terjadinya yang akan dijadikan data dasar untuk mengikuti aliran fisis
objek tersebut. Dengan konsep kotinuitas usaha, sumber ekonomik akan mengalami 3 (tiga) tahap
perlakuan sejalan dengan kegiatan usaha yaitu tahap pemerolehan, pengolahan, dan
penjualan/penyerahan.

PENYAJIAN
Pengungkapan dan penyajian pos-pos aset harus dipelajari dari standar yang mengatur tiap pos.
Secara umum, prinsip akuntansi berterima umum memberi pedoman penyajian dan pengungkapan
aset sebagai berikut:
a. Aset disajikan di sisi debit atau kiri dalam neraca berformatakun atau di bagian atas dalam neraca
berformat laporan.
b. Aset diklasifikasi menjadi aset lancar dan aset tetap.
c. Aset diurutkan penyajiannya atas dasar likuiditas atau kelancarannya, yang paling lancar
dicantumkan pada urutan pertama.
d. Kebijakan akuntansi yang berkaitan dengan pos-pos tertentu harus diungkapkan (misalnya
metode depresiasi aset tetap dan dasar penilaian sediaan barang.

1
Nama Kelompok :
1. Gede Paramartha Daisuke M (1607532121)
2. Made Kumara Dewi (1607532122)
3. I Wayan Sukardika (1607532148)