Anda di halaman 1dari 6

MIND MAPPING PASIEN DENGAN CHF DI RUANG MAMPLAM 2 RSUDZA BANDA ACEH

RPD: Pasien mengatakan dirinya tidak memiliki riwayat RPK: Keluarga pasien mengatakan tidak ada anggota
Nn. M
penyakit sebelumnya. keluarga yang mempunyai riwayat penyakit yang
36 thn
sama.

Faktor resiko Dapat diubah/


Tidak dapat
diubah : dimodifikasi:
- Diet/hiperlipidemia
- Usia
- Rokok
- Jenis kelamin CHF - Hipertensi
- Ras
- Stress
- Herediter
- Obesitas
Arterisklerosis - DM
- Kurang aktifitas
- Pemakaian
kontrasepsi oral
Turbulensi aliran darah Cedera sel endotel arteri

↑ Permeabilitas Defisit NO
Agresi trombosit

Invasi akumulasi lipid Ekskresi zat vasoaktif


Proliferasi otot Trombosit (serotonin, asetilkolin)
polos ke intima ↓ fibrin
Flak fibrosa

Difusi otot polos


Pembentukan Lesi komplikata
jaringan parut
Menonjol ke dalam lumen,
arteri menjadi kaku Kontraksi otot polos
Arteritis
(penyempitan lumen)

Spasme koroner
Oklusi arteri
Penyempitan/ blok > 75%

Anemia berat
Iskemik
Ketidakseimbangan supply
dengan kebutuhan O2 miokard
yang bertambah ↓ Jumlah Hb
Metabolisme anaerob

Kebutuhan O2 miokard ↑ Kompensasi jantung


Asam laktat ↑

Hipoksia sel, energy ↓ ↑Curah jantung


Nyeri

Perlu menghindari Gangguan kontraksi ventrikel kiri Beban kerja jantung ↑


komplikasi

Penurunan stroke volume Aorta insufisiensi


Diperlukan
pengetahuan tinggi
↓ COP ↓ Aliran koroner

Kurang pengetahuan
Rasa lelah, lemah

Intoleran aktivitas
Terapi: Pemeriksaan Sekunder:
- Bedrest Bacaan EKG tgl. 13 oktober 2011:
- Diet rendah garam Irama: AF Segmen:
- ISDN 3 x 5 mg Gel. P: tdk dpt diketahui ST elevasi: (-)
- Bisoprolol 1x2,5 mg QRS rate: 90 x/i(irreguler) ST depresi: (-)
- Aspilet 1x80 mg Axis: normo axis T Inverted: V1, V2, V3, V4, V5
- Spironolaction 1x25 mg interval PR: tdk dpt diketahui Q patologis: (-)
kompleks QRS: 0,06 ‘
- Furosemid 40 mg 1-1-0
RPS: Pasien datang dengan keluhan sesak nafas 1 Kesimpulan: AF NUR 90x/I + Ischemik anterolateral
bulan yang lau dan memberat dalam 3 hari
ini, sesak nafas dipengaruhi oleh aktivitas,
menurut pasien bila berjalan dari kamar
Hasil Lab.tgl 13 Oktober 2011: tidur kekamar mandi saja dia sudah Pemeriksaan Sekunder:
KGDS: 132 mg/dl, Ureum:43, Creat:1,2, merasa sesak nafas dan cepat lelah. Pasien Foto thorax:
HB:10,1, Leu:3,8, Trom:173, HT:15, juga mengeluh gelisah dan sehingga Kardiomegali dengan
Br:3, Ct:9, K: 3,4 mM/L (3,8-4,5 mM/L) pasien sering tidak bisa tidur. kongestif paru
Na: 137 mM/L (136-148 mM/L)
Cl: 102 mM/L (90-100 mM/L), LED:20

Airway Breathing Circulation Disability


I: pasien dapat bernafas secara I: Simetris I: Konjungtiva palpebra inferior I: Keadaan umum lemah,
normal tanpa ada sumbatan P: SF kanan = SF kiri pucat GCS :15
P: Sonor pada ke2 lap.paru P: - Kesadaran : Compos mentis
A: Ves (+/+), Rh (+/+), basal P: akral atas dan bawah teraba Skala ketergantungan : 2
basah hangat,
5555 5555
RR: 29 x/menit A: TD : 140/70 mmHg Kekuatan otot:
5555 5555
T: 36,90C

Exposure Foley Cateter Gastric Tube Heart Rate


- Pasien tidak mengalami - Pasien tidak terpasang kateter - Tidak terpasang NGT - 88 x/menit
gangguan - Frekuensi BAK 4-6 X/hari - Nafsu makan berkurang
Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan
Nyeri b.d iskemik miokard Intoleran aktivitas b/d kelemahan fisik kebutuhan pengobatan b.d kurang
mengingat, tidak mengenal informasi

Tujuan Tujuan Tujuan


Nyeri hilang/berkurang berpartisipasi pada aktivitas yang ditoleransi memahami tentang kondisi dan pengobatan

Kriteria Hasil Kriteria Hasil Kriteria Hasil


Melaporkan nyeri berkurang - mencapai peningkatan toleransi aktivitas - mengungkapakan pemahaman tentang kondisi
- TTV dalam batas normal saat beraktivitas. dan pengobatan,
- memulai perubahan gaya hidup/ perilaku yang
tepat.

Intervensi: Intervensi: Intervensi:


- Teliti keluhan nyeri, catat intensitasnya a. Pertahankan tirah baring pada posisi yang a. Tekankan perlunya mencegah serangan nyeri
(dengan skala 0-10), karakteristiknya, nyaman. b. Dorong untuk menghindari faktor/situasi yang
lokasinya, lamanya. b. Berikan periode istirahat adekuat, bantu dalam sebagai pencetus episode nyeri
- Anjurkan untuk beristirahat dalam ruangan pemenuhan aktifitas perawatan diri sesuai c. Kaji pentingnya kontrol berat badan, perubahan
yang tenang indikasi. diet dan olah raga.
- Ajarkan teknik relaksasi nyeri c. Catat warna kulit dan kualitas nadi. d. Tunjukkan/ dorong klien untuk memantau nadi
- Intruksikan kepada klien untuk melaporkan Tingkatkan aktifitas klien secara teratur. sendiri selama aktifitas, hindari tegangan.
nyeri dengan segera jika nyeri muncul e. Diskusikan langkah yang diambil bila terjadi
- Anjurkan klien untuk menggunakan pernyataan serangan nyeri.
positif, „saya sembuh, saya sedang relaksasi,
saya suka hidup ini“.
- Letakkan klien pada istirahat total selama
episode nyeri (24-30 jam pertama) dengan
posisi semi fowler.
- Observasi TTV
- Kolaborasi: pengobatan sesuai indikasi
Implementasi Implementasi Implementasi

- Mencatat intensitas nyeri, karakteristiknya, a. Membantu klien untuk berbaring pada posisi a. Menekankan perlunya mencegah serangan nyeri.
lamanya, lokasinya.
yang nyaman b. Menghindari faktor/situasi pencetus episode nyeri
- Menciptakan suasana tenang dan memberikan
kenyamanan pada klien b. Membantu klien dalam memenuhi kebutuhan c. Menganjurkan pentingnya kontrol berat badan,
- Mengajarkan teknik relaksasi nyeri; menarik perawatan diri perubahan diet dan olahraga.
napas dalam c. Mencatat warna kulit dan kualitas nadi. d. Menganjurkan klien untuk memantau nadi selama
- Mengintruksikan kepada klien/keluarga untuk d. Meningkatkan aktifitas klien secara teratur. aktifitas
melaporkan bila nyeri datang Latihan duduk, mengoyang-goyangkan kaki, e. Mendiskusikan langkah yang diambil bila terjadi
- Menganjurkan klien untuk menggunakan berjalan beberapa langkah. serangan nyeri; melakukan teknik relaksasi nyeri
pernyataan positif, “saya sembuh, saya sedang
relaksasi, saya suka hidup ini“.
- Mengatur posisi klien dengan posisi semi
fowler
- Mengukur TTV
- Kolaborasi: memberikan pengobatan sesuai
indikasi

Evaluasi Dx 1 hari 1 Evaluasi Dx 2 hari 1 Evaluasi Dx 3 hari 1

S: klien mengeluhkan nyeri dada S: klien mengatakan kelelahan saat beraktivitas S: klien mengatakan belum mengetahui informasi
O: TD: 130/70 mmHg O: N: 88 x/menit, RR: 26 x/menit mengenai sakit kepala yang dialaminya.
N: 88 x/menit A: Masalah belum teratasi O: klien tidak bisa mendemonstrasikan teknik
RR: 26 x/menit P: lanjutkan Intervensi relaksasi nyeri,
T: 37,5 0C I: - Bedrest A: Masalah belum teratasi
Skala nyeri: 6 E: Pasien tidak sanggup melakukan aktivitas, P: lanjutkan Intervensi
A: Masalah belum teratasi masalah belum teratasi I: -
P: Lanjutkan Intervensi E: Pasien sudah tahu teknik relaksasi nyeri.
I: - Pantau TTV Masalah teratasi
- Skala nyeri
E: Pasien tampak meringis, masalah belum teratas
Evaluasi Dx 1 hari 2 Evaluasi Dx 2 hari 2 Evaluasi Dx 3 hari 2

S: klien mengeluhkan nyeri dada dan sesak napas S: Klien mengatakan kelelahan saat beraktivitas S: klien mengatakan sudah mengetahui informasi
O: TD: 110/70 mmHg O: N: 85 x/menit, RR: 21 x/menit mengenai sakit kepala yang dialaminya.
N: 85 x/menit A: Masalah belum teratasi O: klien mendemonstrasikan teknik relaksasi nyeri,
RR: 21 x/menit P: lanjutkan intervensi menyebutkan penyebab nyeri
T: 36,6 0C I: - Bedrest A: Masalah teratasi
Skala nyeri: 5 E: Pasien tidak sanggup melakukan aktivitas, P: lanjutkan intervensi
A: Masalah belum teratasi masalah belum teratasi I: -
P: Lanjutkan Intervensi E: Pasien sudah tahu teknik relaksasi nyeri.
I: - Pantau TTV Masalah teratasi
- Skala nyeri
E: Pasien tampak meringis, masalah belum
teratasi

Evaluasi Dx 1 hari 3 Evaluasi Dx 2 hari 3 Evaluasi Dx 3 hari 3

S: klien mengeluhkan nyeri dada berkurang, sesak S: klien mengatakan kelelahan saat beraktivitas S: klien mengatakan sudah mengetahui informasi
berkurang O: N: 90 x/menit, RR: 20 x/menit mengenai sakit kepala yang dialaminya.
O: TD: 100/70 mmHg A: Masalah belum teratasi O: klien mendemonstrasikan teknik relaksasi nyeri,
N: 90 x/menit P: Lanjutkan Intervensi menyebutkan penyebab nyeri.
RR: 20 x/menit I: -Bedrest A: Masalah teratasi
T: 36,5 0C E: Pasien belum sanggup melakukan aktivitas, P: - lanjutkan intervensi
Skala nyeri: 4 masalah teratasi sebagian I: -
A: Masalah teratasi sebagian E: Pasien sudah tahu teknik relaksasi nyeri.
P: Lanjutkan Intervensi Masalah teratasi
I: - Pantau TTV
- Skala nyeri
E: Pasien tampak masih nyeri, masalah teratasi
sebagian