Anda di halaman 1dari 16

IDENTIFIKASI KELENJAR ENDOKRIN PADA IKAN, KADAL,

MERPATI, DAN MENCIT

Oleh :
Nama : Finna Fernanda Hapsari
NIM : B1A015122
Kelompok :4
Rombongan :I

LAPORAN PRAKTIKUM ENDOKRINOLOGI

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2018
I. PENDAHULUAN

1.1 Tujuan

Tujuan praktikum identifikasi kelenjar endokrin pada ikan, kadal, merpati,


dan mencit adalah:
1. Mengidentifikasi dan menentukan letak kelenjar endokrin pada ikan.
2. Mengidentifikasi dan menentukan letak kelenjar endokrin pada kadal.
3. Mengidentifikasi dan menentukan letak kelenjar endokrin pada merpati.
4. Mengidentifikasi dan menentukan letak kelenjar endokrin pada mencit.

1.2 Manfaat

Manfaat praktikum identifikasi kelenjar endokrin pada ikan, kadal, merpati,


dan mencit adalah:
1. Mengetahui topografi kelejar endokrin pada ikan, kadal, merpati, dan mencit.
2. Mengetahui bentuk, warna, tekstur, dan ukuran kelenjar endokrin pada ikan,
kadal, merpati, dan mencit.
II. MATERI DAN PROSEDUR KERJA

2.1 Materi

Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah ikan nilem jantan dan
betina, kadal jantan dan betina, merpati jantan, mencit betina, eter, neutral-buffered
formalin (NBF), dan NaCl fisiologis.
Alat yang digunakan adalah alat bedah, akuarium, talenan dan tissue.

2.2 Prosedur Kerja

Prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum ini adalah:


2.2.1 Observasi topografi dan morfologi kelenjar endokrin pada ikan nilem
(Osteochilus vittatus)
a. Ikan diangkat dari akuarium.
b. Ikan diletakkan di atas talenan secara horisontal.
c. Kepala ikan dipotong di bagian belakang operkulum.
d. Kepala ikan diletakkan di atas talenan dengan mulut menghadap ke atas.
e. Kepala ikan dipegang dengan cara telunjuk atau ibu jari dimasukkan ke
mulut ikan agar pegangan menjadi stabil, bagian dorsal kepala sedikit di
atas tulang dahi (di atas mata) dipotong dengan arah anterior-posterior.
f. Tulang kepala yang telah dipotong diangkat, otak ikan diangkat dengan
hati-hati, dan sisa lemak dan darah dibersihkan menggunakan tissue
hingga tampak kelenjar hipofisis.
g. Keberadaan tulang sphenoid, cekungan selatursica, dan kelenjar hipofisis
diidentifikasi. Kelenjar hipofisis tampak berwarna putih terletak pada
cekungan selatursica.
h. Bagian adomen ikan dibedah dengan hati-hati kemudian organ gonad dan
hepatopankreas diidentifikasi.
i. Hasil identifikasi difoto.
2.2.2 Observasi topografi dan morfologi kelenjar endokrin pada kadal
(Eutropis multifasciata)
a. Kadal dimatikan dengan cara dibius dengan eter.
b. Bagian abdomen kadal dibedah.
c. Kelenjar gonad, adrenal, pankreas, tiroid diidentifikasi.
d. Hasil identifikasi difoto.
2.2.3 Observasi topografi dan morfologi kelenjar endokrin pada merpati
(Columba domestica)
a. Merpati dimatikan dengan cara dibius dengan eter.
b. Bagian abdomen merpati dibedah.
c. Kelenjar gonad, adrenal, pankreas, tiroid diidentifikasi.
d. Hasil identifikasi difoto.
2.2.4 Observasi topografi dan morfologi kelenjar endokrin pada mencit (Mus
musculus)
a. Mencit dimatikan dengan cara servical dislocation.
b. Bagian abdomen mencit dibedah.
c. Kelenjar gonad, adrenal, pankreas, tiroid diidentifikasi.
d. Hasil identifikasi difoto.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil

Tabel 3.1.1 Hasil Identifikasi Pengamatan Topografi dan Morfologi Kelenjar


Endokrin pada Ikan Nilem (Osteochilus vittatus)
No. Topografi Deskripsi
1 Kelenjar ini terletak di posterior
gelembung renang, berbentuk lobus-
lobus memanjang, berwarna
kecoklatan, bertekstur lunak, dan
berukuran ± 5x40 mm2.

Gonad jantan
2 Kelenjar ini terletak di posterior
gelembung renang, berbentuk lobus-
lobus memanjang, berwarna kuning
kecoklatan, bertekstur lunak, dan
berukuran ± 6x35 mm2.

Gonad betina
3 Kelenjar ini terletak di dasar sela
tursika tulang spenoid, berbentuk
bulat, berwarna putih, bertekstur
lunak, dan berukuran ± 1 mm2.

Kelenjar hipofisis
4 Kelenjar ini terletak di antara hepar
dan intestine, berbentuk memanjang
tidak beraturan, berwarna merah
gelap, bertekstur lunak, dan
berukuran ± 10x50 mm2.

Hepatopankreas

Tabel 3.1.2 Hasil Identifikasi Pengamatan Topografi dan Morfologi Kelenjar


Endokrin pada kadal (Eutropis multifasciata)
No. Topografi Deskripsi
1 Kelenjar ini terletak di posterior
abdomen, berbentuk lonjong,
berwarna putih, bertekstur lunak, dan
berukuran ± 3x5 mm2.

Gonad jantan
2 Kelenjar ini terletak di posterior
abdomen, berbentuk bulat, berwarna
putih tulang, bertekstur lunak, dan
berukuran ± 5x5 mm2.

Gonad betina
3 Kelenjar ini terletak di anterior
ginjal, berbentuk bulat, berwarna
coklat pucat, bertekstur lunak, dan
berukuran ± 2x3 mm2.

Adrenal
4 Kelenjar ini terletak di lekukan
intestine, berbentuk tidak beraturan
karena menempel pada intestine,
berwarna putih, bertekstur lunak, dan
berukuran ± 2x5 mm2.

Pankreas
5 Kelenjar ini terletak di ventro lateral
trakea, berbentuk lonjong, berwarna
kuning kusam, bertekstur lunak, dan
berukuran ± 5x10 mm2.

Tiroid
Tabel 3.1.3 Hasil Identifikasi Pengamatan Topografi dan Morfologi Kelenjar
Endokrin pada merpati (Columba domestica)
No. Topografi Deskripsi
1 Kelenjar ini terletak di posterior
abdomen, berbentuk bulat berlobus,
berwarna putih kemerahan,
bertekstur halus, dan berukuran ±
5x5 mm2.

Gonad jantan
2 Kelenjar ini terletak di anterior
ginjal, berbentuk bulat, berwarna
putih, bertekstur lunak, dan
berukuran ± 5x5 mm2.

Adrenal
3 Kelenjar ini terletak di lekukan
intestine, berbentuk lonjong
memanjang, berwarna merah muda,
bertekstur lunak, dan berukuran ±
5x20 mm2.

Pankreas
4 Kelenjar ini terletak di ventro lateral
trakea, berbentuk bulat, berwarna
merah muda, bertekstur lunak, dan
berukuran ± 3x3 mm2.

Tiroid
Tabel 3.1.4 Hasil Identifikasi Pengamatan Topografi dan Morfologi Kelenjar
Endokrin pada mencit (Mus musculus)
No. Topografi Deskripsi
1 Kelenjar ini terletak di posterior
abdomen, berbentuk lonjong,
berwarna putih kusam, bertekstur
lunak, dan berukuran ± 2x4 mm2.

Gonad jantan
2 Kelenjar ini terletak di anterior
ginjal, berbentuk bulat, berwarna
merah muda, bertekstur lunak, dan
berukuran ± 2x2 mm2.

Adrenal
3 Kelenjar ini terletak di lekukan
intestine, berbentuk tidak beraturan
karena menempel pada intestine,
berwarna merah muda, bertekstur
lunak, dan berukuran ± 2x5 mm2.

Pankreas
4 Kelenjar ini terletak di ventro lateral
trakea, berbentuk bulat, berwarna
merah muda, bertekstur lunak, dan
berukuran ± 2x2 mm2.

Tiroid
3.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil praktikum dan pengamatan yang telah dilakukan


didapatkan hasil bahwa kelenjar endokrin yang diamati pada ikan nilem terdiri dari
kelenjar gonad, hipofisis, dan hepatopankreas. Hal ini sesuai dengan pernyataan
Yuatiati et al. (2015), bahwa kelenjar endokrin pada ikan terdapat beberapa organ
antara lain pituitari, pineal, thymus, jaringan ginjal, jaringan kromaffin, interregnal
tissue, corpuscles of stannus, thyroid, ultibranchial, pancreatic islets, intestinal
tissue, intestitial tissue of gonads dan urohypophysis. Kelenjar endokrin yang
diamati pada kadal, merpati, dan mencit terdiri dari kelenjar gonad, adrenal,
pankreas, dan tiroid. Letak kelenjar gonad, adrenal, pankreas, dan tiroid sama pada
kadal, merpati, dan mencit. Kelenjar gonad terletak di bagian abdomen posterior,
adrenal terletak di anterior ginjal, pankreas terletak di lekukan intestine, dan tiroid
terletak di ventro lateral trakea.
Gonad terdiri dari ovarium dan testis. Testis yang diamati pada ikan nilem
berbentuk berlobus-lobus dan memanjang. Ciri-ciri testis yang ditemukan ini sesuai
dengan pernyataan Hidayat (2008), bahwa testis merupakan sepasang organ
memanjang yang terletak pada dinding dorsal. Testis ikan nilem terdiri dua lobi yaitu
lobi kanan dan lobi kiri. Testis merpati merupakan sepasang organ yang berbentuk
bulat yang terletak di dinding dorsal dan berdekatan dengan ginjal. Testis mencit
berjumlah sepasang. Testis mencit berbentuk seperti telur atau peluru. Berdasarkan
penelitian yang dilakukan oleh Wahyu et al. (2016), berat testis dapat menurun
karena terhambatnya perkembangan sel leydig yang disebabkan oleh sekresi LH
yang menurun akibat efek Jatrophone, flavonoid dan alkaloid yang terkandung pada
ekstrak biji jarak pagar. Penurunan berat testis juga disebabkan oleh menurunnya
FSH yang memiliki fungsi penting dalam proses spermatogenesis. Testis terdapat
dalam skrotum, yaitu suatu kantung yang terdiri dari kulit dan tunika dartos yang
membungkus testis dan sebagian funiculus spermaticus. Skrotum menyebabkan suhu
testis berada lebih rendah dari suhu badan. Testis terletak di daerah prepubis dan
digantung oleh funiculus spermaticus yang mengandung unsur-unsur yang terbawa
oleh testis dalam pemindahannya dari cavum abdominalis melalui canalis inguinis ke
dalam skrotum. Testis terbungkus oleh tunica vaginalis propria yang akan
membungkus ductus epidydimis dan ductus deferens (Toelihere, 1985).
Ovarium yang diamati pada ikan nilem berbentuk memanjang dan berwarna
kuning kecoklatan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Frandson (1986), bahwa
ovarium berupa organ memanjang berwarna agak kekuningan dan berpasangan yang
terletak menggantung pada dinding dorsal tubuh oleh selaput mesenterium. Masing-
masing berada di kiri dan kanan antara gelembung renang dan usus yang menyatu
bagian anteriornya pada porus urogenitalis. Ovarium berwarna agak kekuningan.
Ovarium pada kadal dan merpati terletak di bagian dorsal rongga abdomen, di
belakang intestine. Ovarium pada merpati hanya bagian kiri yang berkembang dan
berbentuk panjang bergulung. Menurut Thakur dan Saurabh (2018), ovarium merpati
betina dewasa menunjukkan folikel yang matang dan banyak folikel berkembang
dengan ovum yang berkembang dan menonjol. Epitelium germinal berkembang
dengan baik. Corpus luteum juga berkembang dengan baik dalam struktur. Medula
juga terdiferensiasi dengan baik. Berdasarkan pengamatan, ovarium pada mencit juga
terletak di bagian dorsal rongga abdomen. Menurut Frandson (1986), ovarium
merupakan organ primer reproduksi betina. Ovarium merupakan sepasang kelenjar
yang terdiri atas ovarium kanan yang letaknya di belakang ginjal kanan dan ovarium
kiri yang letaknya di belakang ginjal kiri. Ukuran normal ovarium sangat bervariasi
antar spesies.
Hipofisis yang ditemukan pada ikan nilem berwarna putih dan terletak di
cekungan selatursica. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sutomo (1988), bahwa
hipofisis terletak pada cekungan selatursica di tulang sphenoid. Beberapa juga
menyebutkan hipofisa terletak di belakang chiasma nervi optici, yakni persilangan
nervus opticus yang menuju ke mata. Bentuknya membulat sampai agak lonjong
tergantung dari jenis ikannya, ukurannya relatif sangat kecil lebih kurang sebesar
butiran beras. Kelenjar hipofisa kaya akan vaskularisasi pembuluh darah sehingga
dalam keadaan segar tampak berwarna putih kemerahan.
Kelenjar adrenal pada ikan berada di antara renalnya atau biasa disebut
interrenalis. Kelenjar adrenal pada merpati terletak di rongga abdomen merpati.
Kelenjar adrenal berjumlah sepasang dan terletak di anterior ginjal. Ginjal mencit
adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di rongga retroperitoneal bagian
atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke medial.
Ginjal mencit bertekstur lembut, berwarna coklat kemerahan, berada di dorsal
dinding tubuh, dikelilingi jaringan lemak dan termasuk unilobular dengan papilla
tunggal. Ginjal kanan normalnya berada lebih anterior daripada ginjal kiri dan pada
jantan lebih berat dibanding betina (Seely, 1999). Fungsi ginjal memproduksi
berbagai macam hormon (eritropoietin, rennin dan prostaglandin). Selain itu ginjal
berperan dalam metabolisme vitamin D dan menjadi bentuk aktifnya memproduksi
homeostatik yang sangat penting dari ginjal meliputi ekskresi bahan-bahan tidak
penting, pemeliharaan konsentrasi garam dan air dalam tubuh, regulasi
keseimbangan asam basa (Maxie, 1993).
Kelenjar pankreas pada ikan nilem termasuk hepatopankreas karena
pankreasnya berada di dalam jaringan hati. Berdasarkan hasil pengamatan,
hepatopankreas ikan nilem berwarna merah dan terletak di sisi rongga abdomen dan
meluas sampai bagian anterior porus urogenital. Hepatopankreas ikan nilem
meyesuaikan rongga abdomen, hepatopankreasnya menyusup di antara organ dalam
lainnya. Berbeda dengan kelenjar pankreas pada merpati terletak di rongga perut.
Pankreas berada di lekukan duodenum. Panjang pankreas sama panjang dengan
lekukan duodenum. Begitu pula dengan pankreas mencit merupakan kelenjar terletak
dilekukan duodenum dalam rongga perut.
Pankreas merupakan organ tubuh yang tunggal dan istimewa karena
berfungsi ganda sebagai kelenjar eksokrin dan endokrin. Sebagai kelenjar eksokrin
pankreas membantu dan berperan penting dalam sistem pencernaan dengan
mensekresikan enzim-enzim pankreas seperti amilase, lipase, dan tripsin. Sebagai
kelenjar endokrin, pankreas dikenal dengan produksi hormon-hormon insulin dan
glukagon yang berperan dalam metabolisme glukosa (Andreyani et al., 2010). Fungsi
endokrin pankreas dilakukan oleh pulau-pulau Langerhans yang tersebar di antara
bagian eksokrin pankreas (Andreyani et al., 2001). Hasil penelitian Sundler dan
Hakanson (1988) dengan menggunakan elektron mikroskop dilaporkan bahwa pulau
Langerhans berisi kurang lebih lima jenis sel endokrin Empat dari lima tipe tersebut
adalah sel-sel β, a, sel-sel somatostatin dan PP, yang dapat diketahui melalui respon
dari hormon yang dikandungnya. Tipe sel kelima, disebut sel Dl belum dapat
diidentifikasi.
Kelenjar tiroid merupakan kelenjar berwarna merah kecoklatan dan sangat
vascular. Kelenjar tiroid pada mencit, kadal dan merpati terletak di ventro lateral dari
trakhea pade leher, sedangkan kelenjar tiroid pada ikan tidak teramati. Hal ini sesuai
dengan pernyataan Henayati (2008) yang mengatakan bahwa kelenjar tiroid pada
mencit dan merpati berjumlah sepasang dan terletak di sebelah lateral dari trakea
pada leher. Kelenjar tiroid tersebut mengelilingi trakea di sebelah ventral dari larink.
Kelenjar tiroid terdiri atas dua lobus yaitu lobus kiri dan kanan yang dipisahkan oleh
isthmus. Setiap lobus dari kelenjar tiroid dipisahkan oleh sekat-sekat menjadi lobuli
tiroid yang terdiri atas badan-badan bulat yang disebut folikel tiroid. Di dalam folikel
ini terdapat rongga yang berisi koloid, dimana hormon-hormon disintesa. Kelenjar
tiroid mengelilingi trakea di sebelah ventral dari larink. Beratnya bervariasi pada
tiap individu (Anwar, 2005).
IV. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:


1. Kelenjar endokrin yang diamati pada ikan adalah gonad jantan dan betina,
hipofisis, dan hepatopankreas. Kelenjar gonad terdiri dari ovarium dan testis,
kelenjar hipofisis terletak pada cekungan yang disebut sela tursika bagian dasar
otak, dan kelenjar hepatopankreas menempel pada cekungan intestine.
2. Kelenjar endokrin yang diamati pada kadal adalah gonad jantan dan betina,
adrenal, pankreas, dan tiroid. Kelenjar gonad terdiri dari ovarium dan testis,
kelenjar adrenal terletak menempel pada bagian anterior ginjal, kelenjar
hepatopankreas menempel pada cekungan intestine, dan kelenjar tiroid terletak
pada bagian ventro lateral trakea.
3. Kelenjar endokrin yang diamati pada merpati adalah gonad jantan dan betina,
adrenal, pankreas, dan tiroid. Kelenjar gonad terdiri dari ovarium dan testis,
kelenjar adrenal terletak menempel pada bagian anterior ginjal, kelenjar
hepatopankreas menempel pada cekungan intestine, dan kelenjar tiroid terletak
pada bagian ventro lateral trakea.
4. Kelenjar endokrin yang diamati pada mencit adalah gonad jantan dan betina,
adrenal, pankreas, dan tiroid. Kelenjar gonad terdiri dari ovarium dan testis,
kelenjar adrenal terletak menempel pada bagian anterior ginjal, kelenjar
hepatopankreas menempel pada cekungan intestine, dan kelenjar tiroid terletak
pada bagian ventro lateral trakea.

4.2 Saran

Saran untuk praktikum ini adalah sebaiknya tiap kelompok memiliki masing-
masing satu asisten agar praktikum dapat berjalan lebih kondusif.
DAFTAR REFERENSI

Andriyane, I. K. M., Novelina, S., Sari, K. K., Wreasdiyati, T. & Agungpriyono, S.,
2001. Perbandingan antara mikroanatomi bagian endokrin pankreas pada
kambing dan domba lokal dengan tin jauan khusus distribusi dan frekuensi
sel-sel glukagon pada pankreas. Media Veteriner, 8(1), pp. 5-10.

Andriyane, I. K. M., Macdonald, A. A., Winarto, A. & Agungpriyono, S., 2010.


Studi mikroanatomi pancreas babirusa (Babyrousa babyrussa) menggunakan
metode pewarnaan baku dan imunohistokimia. Jurnal Kedokteran Hewan.
4(2), pp. 49-52.

Anwar, R., 2005. Fungsi dan Kelainan Kelenjar Tiroid. Skripsi. Bandung:
Universitas Padjajaran.

Frandson, R. D., 1986. Anatomy and Physiology of Farm Animals. Ed ke-4.


Philadelphia: Lea and Febiger.

Henayati, 2008. Bahan Kuliah Sistem Endokrinologi Hewan. Jakarta: Jurusan


Pendidikan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Pendidikan Indonesia.

Hidayat, R., 2008. Gambaran Histologis Testis Muda Dan Dewasa . Skripsi. Bogor:
Institut Pertanian Bogor.

Maxie, M. G., 1993. The Urinary System, Pathology of Domestic Animals. London:
Academic Press.

Seely, J. C., 1999. Kidney. USA: Cache River Press.

Sundler, F. & Hakanson, R., 1988. Handbook of Chemical Neuroanatomy. Vo1.6:


The Peripheral Nervous System. A Bjorklund, T. Hokfelt and C. Owman
(eds). Elsevier Science Publishers BV.

Sutomo, 1988. Peranan Hipofisa dalam Produksi Benih Ikan. Oseana, 13(3), pp.
109-123.

Thakur, G. K. & Saurabh, R., 2018. General and reproductive behaviour of Indian
domestic pigeon (Columba livia) in relation to haematology. Environment
Conservation Journal, 19(1&2), pp. 117-122.

Toelihere, M. R., 1985. Ilmu Kebidanan pada Ternak Sapi dan Kerbau. Bandung:
Angkasa.

Wahyu, H., Herman, R. B. & Amir, A., 2016. Pengaruh Perbedaan Dosis Ekstrak
Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas) terhadap Jumlah Spermatozoa,
Spermatozoa Motil, Berat Testis, dan Diameter Testis pada Mencit Jantan
(Mus musculus). Jurnal Kesehatan Andalas, 5(2), pp. 462-469.
Yuatiati, A., Herawati, T. & Nurhayati, A., 2015. Diseminasi Penggunaan Ovaprim
untuk Mempercepat Pemijahan Ikan Mas di Desa Sukamahi dan Sukagalih
Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Jurnal
Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 4(1), pp. 1-3.