Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

PEMBAHASAN TENTANG BAKTERI

Nama Anggota Kelompok :


Audrey Vazira Alika
Awang Praja Anugerah
Carolin Oktaviani Randang

Kelas :
X APL 1

Guru Bidang Studi :


Nurul Alfatimah S.Hut

SMK SMTI Pontinak


Tahun Pelajaran 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga saya dapat
menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat
sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam pendidikan.

Makalah ini dibuat untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru
saya disekolah . Dengan makalah ini juga dapat di buat untuk bahan pembelajaran
atau pelengkap buku modul pelajaran mikrobiologi dalam materi pembelajaran
tentang bakteri.

Dalam makalah ini dijelaskan tentang apa itu pengertian bakteri serta di
jelaskan dengan jelas macam-macam bakteri. Tidak hanya tentang pengertian
serta macam-macam bakteri, tapi juga bagaimana cirri-ciri bakteri.

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan


pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun
isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca
untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................. 1

1.1 Latar Belakang Masalah .........................................


1.2 Rumusan Masalah ...................................................
1.3 Tujuan Penulisan.....................................................

BAB II PEMBAHASAN ..............................................................

2.1 Pengertian Bakteri .................................................


2.2 Ciri-Ciri Bakteri ......................................................
2.3 Struktur Bakteri ......................................................
2.4 Penggolongan Bakteri ............................................
2.5 Reproduksi Bakteri ................................................
2.6 Peran Bakteri Dalam Kehidupan ............................

BAB III PENUTUP .......................................................................

3.1 Kesimpulan ............................................................


3.2 Saran ......................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam kemajuan iptek seperti yang ada pada saat ini, menuntut manusia
untuk bekerja lebih keras lagi. Didalam setiap pekerjaan sudah pasti terdapat
resiko dari pekerjaan tersebut sehingga dapat menimbulkan penyakit akibat kerja.
Penyakit akibat kerja ini di sebabkan oleh beberapa factor diantaranya adalah
faktor biologi, fisik, kimia, fisiologi dan psykologi. Sebagai contoh orang yang
bekerja pada sektor peternakan atau pada sektor pekerjaan yang berkontak
langsung dengan lingkungan. Lingkungan dimana mereka bekerja itu tidak selalu
bersih dalam artian bebas dari sumber–sumber penyakit yang berupa virus,
bakteri, protozoa, jamur, cacing, kutu, bahkan hewan dan tumbuhan besarpun
dapat menjadi sumber penyakit. Akan tetapi virus dan bakterilah yang menjadi
penyebab utama penyakit dalam kerja, khususnya pekerjaan yang berkontak
langsung dengan lingkungan.
Untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang diakibatkan oleh bakteri
tidak hanya membutuhkan tindakan pengobatan saja tetapi juga diperlukan
pengetahuan tentang itu bakteri bagaimana bakteri tersebut dapat masuk ke dalam
tubuh manusia.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan


masalah sebagai berikut :
1. Apa itu eubacteria (bakteri)?
2. Bagaimana bakteri berkembang biak?
3. Bagaimana bentuk bakteri?
4. Bagaimana jenis-jenis bakteri?
5. Bagaimana peranan bakteri dalam kehidupan?

1.3. Tujuan Penulisan

Sejalan dengan latar belakang dan rumusan masalah diatas, laporan ini disusun
dengan tujuan :
1. Untuk mengetahui apa itu eubacteria (bakteri).
2. Untuk mengetahui bagaimana bakteri berkembang biak.
3. Untuk mengetahui bagaimana bentuk bakteri.
4. Untuk mengetahui bagaimana jenis-jenis bakteri.
5. Untuk mengetahui bagaimana peranan bakteri dalam kehidupan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Bakteri

Bakteri adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan


tersebar luas dibandingkan dengan organisme lainnya di bumi. Bakteri umumnya
merupakan organisme uniseluler, prokariota atau prokariot, tidak mengandung
klorofil, serta berukuran mikroskopik .
Bakteri berasal dari kata bahasa latin yaitu bacterium. Bakteri memiliki
jumlah spesies mencapai ratusan ribu atau bahkan lebih. Mereka ada di mana-
mana mulai dari tanah, air, organisme lain, dan juga berada di lingkungan yang
ramah maupun yang ekstrim.
Dalam tumbuh kembang bakteri baik melalui peningkatan jumlah maupun
penambahan jumlah sel sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni seperti ph,
suhu, kandungan garam, sumber nutrisi, zat kimia dan zat sisa metabolisme.

2.2. Ciri-Ciri Bakteri

Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup


lain yaitu :
1. Organisme multiselluler.
2. Prokariot (tidak memiliki membran inti sel ).
3. Umumnya tidak memiliki klorofil.
4. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 sampai dengan
ratusan mikron.
5. Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam.
6. Hidup bebas atau parasit.
7. Dapat hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas, kawah
ataupun di lingkungan gambut khususnya bakteri yang dinding selnya
tidak mengandung peptidoglikan.
8. Hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan khususnya bakteri yang
dinding selnya mengandung peptidoglikan.
2.3. Struktur Bakteri

Bagian tubuh bakteri pada umumnya dapat dibagi atas 3 bagian yaitu
dinding sel, protoplasma (membran sel, mesosom, lisosom, DNA,dan endospora),
dan bagian yang terdapat di luar dinding sel seperti kapsul, flagel, dan pilus. Di
antara bagian-bagian tersebut ada yang selalu didapatkan pada sel bakteri yaitu
membran sel, ribosom dan DNA. Bagian-bagian ini disebut sebagai invarian.
Sedangkan bagian-bagian yang tidak selalu ada pada setiap sel bakteri,misalnya
dinding sel, flagel, pilus, dan kapsul. Bagian-bagian ini disebut varian.
Susunan bagian-bagian utama sel bakteri adalah sebagai berikut:

a. Membran sel
Membran sel merupakan selaput yang membungkus sitoplasma beserta isinya
yang terletak di sebelah dalam dinding sel. Bagian membran sel merupakan
bagian yang sangat vital dan bagian ini merupakan batas antara bagian dalam sel
dengan lingkungannya. Jika membran sel pecah atau rusak, maka sel bakteri akan
mati.
Membran sel terdiri atas dua lapis molekul fosfo-lipid. Pada lapisan fosfo-lipid
ini terdapat senyawa protein dan karbohidrat dengan kadar berbeda-beda pada
berbagai sel bakteri.

b. Ribosom
Ribosom merupakan bagian sel yang berfungsi sebagai tempat sintesa protein.
Bentuknya berupa butir-butir kecil dan tidak diselubungi membran. Ribosom
tersusun atas protein dan RNA.

c. DNA (Deoxyribonucleic Acid)


DNA merupakan materi genetik yang terdapat dalam sitoplasma. DNA pada
bakteri berupa benang sirkuler (melingkar). DNA bakteri berfungi sebagai
pengendali sintesis protein bakteri dan pembawa sifat. DNA bakteri terdapat pada
bagian menyerupai inti yang disebut nukleoid. Bagian ini tidak memiliki
membran sebagaimana inti sel eukariotik.

d. Dinding sel
Dinding sel bakteri tersusun atas makromolekul peptidoglikan yang terdiri dari
monomer-monomer tetrapeptidaglikan (polisakarida dan asam amino).
Berdasarkan susunan kimia dinding selnya, bakteri dibedakan atas bakteri
gram-positif dan bakteri gram-negatif. Susunan kimia dinding sel bakteri gram-
negatif lebih rumit daripada bakteri gram-positif. Dinding sel bakteri gram-positif
hanya tersusun atas satu lapis peptidoglikan yang relatif tebal, sedangkan dinding
sel bakteri gram-negatif terdiri atas dua lapisan. Lapisan luar tersusun atas protein
dan polisakarida, lapisan dalamnya tersusun atas peptidoglikan yang lebih tipis
dibanding lapisan peptidoglikan pada bakteri gram-positif.
Dinding sel bakteri berfungsi untuk memberi bentuk sel, memberi kekuatan,
melindungi sel dan menyelenggarakan pertukaran zat antara sel dengan
lingkungannya.

e. Flagel
Flagel merupakan alat gerak bagi bakteri meskipun tidak semua gerakan
bakteri disebabkan oleh flagel. Flagel berpangkal pada protoplas yang tersusun
atas senyawa protein yang disebut flagelin. Jumlah dan letak flagel pada berbagai
jenis bakteri bervariasi. Jumlahnya bisa satu, dua, atau mungkin lebih dan
letaknya dapat di ujung, sisi, atau pada seluruh permukaan sel. Jumlah dan letak
flagel ini dapat dijadikan salah satu dasar penggolongan bakteri.

f. Pilus
Pada permukaan sel bakteri gram-negatif seringkali terdapat banyak bagian
seperti benang pendek yang disebut pilus atau fimbria (jamak dari pilus). Pilus
merupakan alat lekat sel bakteri dengan sel bakteri lain atau dengan bahan-bahan
padat lain, misalnya makanan sel bakteri.

g. Kapsul
Kapsul merupakan lapisan lendir yang menyelubungi dinding sel bakteri. Pada
umumnya kapsul tersusun atas senyawa polisakarida, polipeptida atau protein-
polisakarida (glikoprotein). Kapsul berfungsi untuk perlindungan diri terhadap
antibodi yang dihasilkan sel inang. Oleh karenanya kapsul hanya didapatkan pada
bakteri pathogen.

h. Endospora
Di antara bakteri ada yang membentuk endospora. Pembentukan endospora
merupakan cara bakteri mengatasi keadaan lingkungan yang tidak
menguntungkan. Keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan antara lain:
panas, dingin, kering, tekanan osmosis dan zat kimia tertentu. Jika kondisi
lingkungan membaik maka endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri.
Endospora bakteri tidak berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, tetapi sebagai
alat perlindungan diri.
2.4. Penggolongan Bakteri

Bakteri dapat digolong-golongkan berdasarkan bentuk tubuhnya,


kedudukan flagela pada selnya, pewarnaan Gram, dan kebutuhan oksigennya.

a. Berdasarkan bentuk tubuhnya

1. Kokus
Bakteri yang berbentuk kokus, biasanya bulat ataupun berbentuk oval,
dan memanjang di salah satu sisinya. Apabila bakteri berbentuk kokus ini
berkembang biak dengan membelah diri sel-selnya tetap berdempetan dan tidak
akan memisah. Bakteri yang berbentuk kokus ini masih bisa dibedakan lagi
menjadi beberapa macam yaitu monokokus, diplokokus, streptokokus, dan
stafilokokus.

2. Basil
Bakteri berbentuk basil dapat menyerupai bentuk batang pendek,
selindris yang ukuran dan bentuknya bermacam-macam. Bakteri yang berbentuk
basil ini dapat dibedakan lagi menjadi beberapa macam yaitu basilus, diplobasil,
dan streptobasil

3. Vibrio
Yaitu bakteri yang bentuknya seperti batang, melengkung dan
menyerupai bentuk koma. Misalnya Vibrio cholerae.

4. Spirillum
Bakteri yang berbentuk spiral ini bentuknya bengkok-bengkok serupa
spiral. misalnya Treponema pallidum.

b. Berdasarkan kedudukan flagela pada selnya

1. Monotrik yaitu berflagel satu pada salah satu ujung.


2. Amfitrik yaitu flagel masing-masing satu pada kedua ujung.
3. Lofotrik yaitu berflagel banyak di satu ujung.
4. Peritrik yaitu berflagel banyak pada semua sisi tubuh.
c. Berdasarkan pewarnaan Gram

Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode untuk


membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, yakni gram-positif dan
gram-negatif berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. Metode ini
diberi nama berdasarkan penemunya yaitu ilmuwan Denmark Hans Christian
Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk
membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae.
Dengan metode pewarnaan Gram, bakteri dapat dikelompokkan menjadi
dua, yaitu bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan reaksi atau sifat
bakteri terhadap cat tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh
komposisi dinding selnya. Oleh karena itu, pengecatan Gram tidak bisa dilakukan
pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp.
Dalam pewarnaan gram diperlukan empat reagen yaitu violet kristal, alkohol atau
aseton, safranin.
Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat
warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Bakteri gram-positif akan
mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol,
sementara bakteri gram-negatif tidak. Pada uji pewarnaan Gram, suatu pewarna
penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu, yang membuat semua
bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Pengujian ini
berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan
struktur dinding sel mereka.

d. Berdasarkan kebutuhan oksigen

1. Bakteri aerob
Bakteri aerob yaitu bakteri yang membutuhkan oksigen bebas untuk
mendapatkan energi misalnya Nitrosomonas,Nitrobacter,Nitrosococcus, dan lain-
lain.

2. Bakteri anaerob
Bakteri anaerob yaitu bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas
untuk mendapatkan energi misalnya Micrococcus denitrificans.
2.5. Reproduksi Bakteri

Bakteri bereproduksi secara vegetatif dengan membelah diri secara biner.


Pada lingkungan yang baik bakteri dapat membelah diri tiap 20 menit. Pembuahan
seksual tidak dijumpai pada bakteri, tetapi terjadi pemindahan materi genetik dari
satu bakteri ke bakteri lain tanpa menghasilkan zigot. Peristiwa ini disebut proses
paraseksual. Ada tiga proses paraseksual yang telah diketahui, yaitu transformasi,
konjugasi, dan transduksi.
Namun, proses pembiakan cara seksual berbeda dengan eukariota lainnya.
Sebab, dalam proses pembiakan tersebut tidak ada penyatuan inti sel sebagaimana
biasanya pada eukarion, yang terjadi hanya berupa pertukaran materi genetika
Berikut ini beberapa cara pembiakan bakteri dengan cara rekombinasi genetik dan
membelah diri.

a. Rekombinasi Genetik
Adalah pemindahan secara langsung bahan genetik (DNA) di antara dua sel
bakteri melalui proses berikut:

1. Transformasi
Transformasi adalah perpindahan materi genetik berupa DNA dari sel
bakteri yang satu ke sel bakteri yang lain. Pada proses transformasi tersebut ADN
bebas sel bakteri donor akan mengganti sebagian dari sel bakteri penerima, tetapi
tidak terjadi melalui kontak langsung. Cara transformasi ini hanya terjadi pada
beberapa spesies saja contohnya Streptococcus pnemoniaeu, Haemophillus,
Bacillus, Neisseria, dan Pseudomonas. Diduga transformasi ini merupakan cara
bakteri menularkan sifatnya ke bakteri lain. Misalnya pada bakteri Pneumococci
yang menyebabkan Pneumonia dan pada bakteri patogen yang semula tidak kebal
antibiotik dapat berubah menjadi kebal antibiotik karena transformasi. Proses ini
pertama kali ditemukan oleh Frederick Grifith tahun 1982.

2. Transduksi
Transduksi adalah pemindahan materi genetik bakteri ke bakteri lain
dengan perantaraan virus. Selama transduksi, kepingan ganda ADN dipisahkan
dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima oleh bakteriofage (virus bakteri).
Bila virus – virus baru sudah terbentuk dan akhirnya menyebabkan lisis pada
bakteri, bakteriofage yang nonvirulen (menimbulakan respon lisogen)
memindahkan ADN dan bersatu dengan ADN inangnya, Virus dapat
menyambungkan materi genetiknya ke DNA bakteri dan membentuk profag. Cara
ini dikemukakan oleh Norton Zinder dan Jashua Lederberg pada tahun 1952.
3. Konjugasi
Konjugasi adalah bergabungnya dua bakteri ( + dan – ) dengan
membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik. Artinya, terjadi transfer
ADN dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima melalui ujung pilus. Ujung
pilus akan melekat pada sel peneima dan ADN dipindahkan melalui pilus tersebut.
Kemampuan sel donor memindahkan ADN dikontrol oleh faktor pemindahan.

b. Pembelahan Biner
Pada pembelahan ini, sifat sel anak yang dihasilkan sama dengan sifat sel
induknya. Pembelahan biner mirip mitosis pada sel eukariot. Bedanya,
pembelahan biner pada sel bakteri tidak melibatkan serabut spindle dan
kromosom. Pembelahan Biner dapat dibagi atas tiga fase yaitu sebagai berikut:
1. Fase pertama, sitoplasma terbelah oleh sekat yang tumbuh tegak lurus.
2. Fase kedua, tumbuhnya sekat akan diikuti oleh dinding melintang.
3. Fase ketiga, terpisahnya kedua sel anak yang identik.
Pada keadaan normal bakteri dapat mengadakan pembelahan setiap 20
menit sekali. Jika pembelahan berlangsung satu jam, maka akan dihasilkan
delapan anakan sel. Tetapi pembelahan bakteri mempunyai faktor pembatas
misalnya kekurangan makanan, suhu tidak sesuai, hasil eksresi yang meracuni
bakteri, dan adanya organisme pemangsa bakteri. Jika hal ini tidak terjadi, maka
bumi akan dipenuhi bakteri.

2.6. Peran Bakteri Dalam Kehidupan

1. Bakteri Bermanfaat untuk menjaga keseimbangan lingkungan disekitar kita,


misalnya bakteri pengurai. Bakteri jenis ini dapat di manfaatkan untuk
menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati, serta sisa-sisa atau
kotoran organisme. Bakteri pengurai juga menguraikan protein, karbohidrat
dan senyawa organik lainnya menjadi karbondioksida, gas amonia dan
senyawa lainnya yang bersifat sederhana sehingga bakteri ini dapat
membersihkan lingkungan dari sampah. Bayangkan kalau tidak ada bakteri
yang dapat menguraikan sampah, tentunya akan timbul berbagai masalah
dalam lingkungan kita.
2. Bakteri Bermanfaat untuk memulihkan dan mengatur usus dari kerja berat,
jenis bakteri ini adalah bakteri Lactobacillus Acidophilus dan Bifidobacteria
(bifidus). Bakteri ini juga dapat berfungsi sebagai eleminator racun karena
mampu menonaktifkan senyawa racun seperti nitrat yang dihasilkan oleh
mikroorganisme lain dan makanan, sebagai pelindung sistem imun
(kekebalan tubuh) karena bakteri ini mampu merangsang pembentukan
antibodi yang mencegah kelebihan pertumbuhan bakteri berbahaya,
mencegah timbulnya infeksi saluran kemih, meningkatkan perlindungan
terhadap patogen, virus dan bakteri jahat, memulihkan keseimbangan usus
setelah pemberian antibiotik, kemoterapi, mencegah pembentukan gas
akibat pembusukan dan peragian.
3. Bakteri jenis Escherichia coli berperan untuk pembusukan makanan,
Rhizobium Leguminosarum berfungsi mengikat nitrogen, Lactobacillus
Bulgaricus bermanfaat untuk pembuatan Yogurt, Acetobacter Xilinum
bermanfaat untuk pembuatan nata de coco, Lactobacillus Casei bermanfaat
untuk pembuatan keju, Methanobecterium bermanfaat pembuatan Biogas
dan Streptomyces Griceus bermanfaat untuk pembuatan antibiotik
Streptomisin.
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Bakteri tersusun atas dinding sel dan isi sel. Disebelah luar dinding sel
terdapat selubung atau kapsul. Di dalam sel bakteri tidak terdapat membrane
dalam (endomembran) dan organel bermembran seperti kloroplas dan mitkondria.
Struktur tubuh bakteri dari lapisan luar hingga bagian dalam sel yaitu flagela,
dinding sel, membrane sel, mesosom, lembaran fotosintetik, sitoplasma, DNA,
plasmid, ribosom, dan endospora.
Bakteri merupakan salah satu jenis mikroorganisme yang tidak bisa dilihat
oleh mata telanjang. Bakteri memiliki bentuk bermacam-macam yaitu, bulat,
batang dan spiral.
Bakteri bereproduksi secara vegetatif dengan membelah diri secara biner.
Pada lingkungan yang baik bakteri dapat membelah diri tiap 20 menit. Pembuahan
seksual tidak dijumpaipada bakteri, tetapi terjadi pemindahan materi genetik dari
satu bakteri ke bakteri lain tanpa menghasilkan zigot. Peristiwa ini disebut proses
paraseksual.
Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan
pada tempat-tempat yang ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada
pula yang merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan
mahluk hidup yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta
umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis).

3.2. Saran

Karena keterbatasan informasi dan pengetahuan tentang bakteri dan


pemanfaatannya, ditambah lagi dengan kurangnya pemahaman tentang pembuatan
makalah ini. Mengakibatkan terdapat sedikit kesulitan dalam pembuatan makalah
ini. Tetapi, karena keterbatasan itulah penulis termotivasi untuk menjadi lebih
baik.
Maka dari itu penulis berharap agar lebih memahami tentang pembuatan
makalah, begitupun waktu yang dibutuhkan agar lebih diperpanjang lagi sehingga
dihasilkan makalah yang lebih baik lagi.