Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester 1

Satuan Acara Penyuluhan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah

Keperawatan Keluarga

Dosen Pengampu Bapak Ns.Priyanto, M.Kep., Ns.Kep.MB

DISUSUN OLEH :

FRISKA AYU CHRISTINA

010115A045

PSIK-A SEMESTER 6

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS NGUDI WALUYO UNGARAN

2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

Hari/Tanggal : Rabu, 11 April 2018

Waktu : Pukul 08.00 – 09.00

Pokok Bahasan : Kehamilan Trimester I

Sub Pokok Bahasan : Ketidaknyamanan ibu hamil trimester I

Sasaran : Ny. S

Penyuluh : Friska Ayu Christina

Tempat :

A. Tujuan Umum

Setelah dilakukan penyuluhan mengenai ketidaknyamanan yang lazim dialami ibu hamil
trimester I, diharapkan ibu dapat mengerti mengenai macam-macam, penyebab, cara
mengatasi, serta tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai pada ketidaknyamanan selama
kehamilan trimester I.

B. Tujuan Khusus
Setelah mendapat penyuluhan imengenai ketidaknyamanan yang lazim dialami ibu
hamil trimester I, diharapkan ibu mampu :
1. Menjelaskan yang dimaksud dengan ketidaknyamanan kehamilan trimester I.
2. Memahami macam-macam ketidaknyamanan yang lazim dialami ibu hamil
trimester I.
3. Menjelaskan macam-macam dan penyebab ketidaknyamanan yang lazim dialami
ibu hamil trimester I.
4. Menjelaskan dan mengetahui tanda bahaya yang perlu diwaspadai pada
ketidaknyamanan yang lazim dialami ibu hamil trimester I.
5. Mengatasi ketidaknyamanan yang lazim dialami ibu hamil trimester I.
C. Materi (Terlampir)
1. Pengertian ketidaknyamanan selama kehamilan trimester I
2. Macam-macam ketidaknyamanan selama kehamilan trimester I
3. Penyebab ketidaknyamanan selama kehamilan trimester I
4. Tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai pada ketidaknyamanan selama
kehamilan trimester I
5. Cara mengatasi ketidaknyamanan selama kehamilan trimester I

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab

E. Media dan Alat Peraga


1. Leaflet
2. Lembar Balik

F. Proses Kegiatan Penyuluhan

No KEGIATAN Respon Ibu Hamil Waktu


1. Pendahuluan :
 Membalas salam
Ø Memberi salam pembuka dan perkenalan diri
 Mendengarkan
Menjelaskan tujuan 10 Menit
 Memberi respon
Kontrak waktu
Memberikan leaflet
2. Penjelasan :

 Ketidaknyamanan selama kehamilan


trimester I Mendengarkan dengan
35 Menit
 Macam-macam ketidaknyamanan selama penuh perhatian
kehamilan trimester I
 Penyebab ketidaknyamanan selama
kehamilan trimester I
 Tanda bahaya yang perlu diwaspadai pada
ketidaknyamanan selama kehamilan
trimester I
 Cara mengatasi ketidaknyamanan selama
kehamilan trimester I

3. Penutup :
 Menanyakan hal
 Tanya jawab yang belum jelas
 Aktif bersama
15 Menit
 Menyimpulkan hasil penyuluhan menyimpulkan
 Membalas salam
 Memberikan salam penutup

G. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
 Kesepakatan dengan Ibu Rumah Tangga
 Kesiapan materi dari penyaji
 Tempat yang digunakan nyaman dan mendukung

2. Evaluasi Proses
 Individu bersedia dirumah sesuai kontrak waktu yang ditentukan
 Individu antusias untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak diketahuinya
 Individu menjawab semua pertanyaan yang telah diberikan
3. Mahasiswa
 Dapat memfasilitasi jalannya penyuluhan
 Dapat menjalankan perannya sesuai dengan tugasnya
4. Evaluasi Hasil
 Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang ditentukan
Materi Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester 1

A. Ketidaknyamanan yang Lazim Dialami Ibu Hamil Trimester I


Kehamilan trimester I adalah kehamilan dengan usia 0 – 12 minggu
dimulai sejak terjadinya fertilisasi sampai masa kehamilan mencapai usia 12
minggu. Ketidaknyamanan kehamilan trimester I adalah rasa tidak nyaman
yang dialami oleh ibu hamil selama masa kehamilan dengan usia 0 – 12
minggu yang mengakibatkan peubahan-perubahan baik fisik maupun
psikis.Ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu hamil trimester I merupakan
hal yang lazim dialami oleh ibu hamil trimester I, tetapi harus diperhatikan
tanda bahayanya agar tidak terjadi masalah serius terhadap ibu maupun janin
yang di kandung. Ketidaknyamanan yang lazim dialami oleh ibu hamil
triemster I adalah :
1. Ketidaknyamanan Payudara
Fisiologi : Hipertensi jaringan glandula mammae dan penambahan
vaskularisasi, pigmentasi dan ukuran serta penonjolan puting susu dan
alveoli yang disebabkan oleh stimulasi hormon.
 Nyeri, rasa penuh atau tegang
 Pengeluaran colostrums (susu jolong)
 Hiperpigmentasi (penghitaman kulit)
a. Penyebabnya
 Stimulasi hormonal yang menyebabkan pigmentasi
 Adanya peningkatan pembentukan pembuluh darah
(vaskularisasi)
b. Cara mengatasinya
 Gunakan bra yang menyangga besar dan berat payudara
 Pakai nipple pad (bantalan) yg dapat menyerap pengeluaran
kolostrum.
 Ganti segera jika kotor , bersihkan dengan air hangat dan jaga agar
tetap kering
2. Peningkatan Frekuensi Urinasi
Pengeluaran air kencing yang tidak dapat ditahan saat batuk, bersin
dan tertawa (stress incontinence).

a. Penyebab
Berkurangnya kapasitas kandung kencing akibat penekanan rahim

b. Tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspada


Wanita hamil menghadapi resiko lebih besar terhadap infeksi saluran
kemih dan pyelonephiritis karena ginjal dan kandung kemih
mengalami perubahan.

c. Cara mengatasi
 Kosongkan kandung kencing secara teratur
 Batasi minum di malam hari kecuali jika nocturia mengganggu
tidur dan menyebabkan keletihan
 Pakai pembalut wanita, ganti segera jika basah
 Perbanyak minum pada siang hari
 Batasi minum bahan diuretic alamiah seperti kopi, teh, cola dengan
kafein dan lain-lain

3. Rasa Lemah dan Mudah Lelah


a. Penyebab
 Peningkatan metabolism
 Peningkatan hormone estrogen/progesterone,relaxin dan HCG

b. Tanda bahaya yang pelu diwaspadai

 Terdapat gejala anemia Terdapat gejala anemia (lelah, konjungtiva


mata pucat dll)
 Ketidakmampuan untuk melakukan kegiatan/ aktivitas sehari-hari
 Tanda dan gejala depresi
 Tanda dan gejala adanya infeksi atau penyakit kronis
c. Cara mengatasi

 Yakinkan bahwa hal ini normal dalam kehamilan


 Istirahat sesuai kebutuhan
 Konsumsi menu seimbang untuk mencegah anemia (kurang darah)
 Beraktivitas sedang untuk mengurangi kelelahan

d. Terapi
 Tidak perlu memberikan obat-obatan
 Suplemen vitamin dan zat besi dapat membantu untuk kesehatan

4. Mual dan muntah


Dapat terjadi sepanjang hari atau hanya pada pagi hari (morning sickness)

a. Penyebab
 Perubahan hormonal (peningkatan kadar hcG,
estrogen/progesterone, gula darah rendah)
 Kelebihan asam gastric/asam klorida
 Peristaltic lambat (mengakibatkan estrogen dan progesterone
meningkat)
 Perubahan dalam metabolisme
 Pembesaran uterus
 Faktor emosional yang labil
 Alergis (sekresi corpus luteum, antigen dari ayah, “keracunan
histamin”)
b. Tanda bahaya yang pelu diwaspadai
 Pertambahan berat badan (BB) yang tidak memadai
 Kehilangan BB yang sidnifikan
 Malnutrisi
 Hiperemesis gravidarum (mual muntah yang berlebihan selama
kehamilan)
 Dehidrasi
 Ketidakseimbangan elektrolit
 Pastikan tidak ada appendicitis dan pancreatitis
c. Cara mengatasi
 Hindari perut kosong atau penuh
 Hindari merokok atau asap rokok
 Makan makanan tinggi karbohidrat: biscuit atau roti bakar
sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari
 Makan dengan porsi sedikit tapi sering
 Segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan / bidan setempat
bila mual, muntah terus menerus
 Duduk tegak setiap kali selesai makan
 Hindari makanan yang berminyak dan berbumbu merangsang
 Makan-makanan kering dan minum diantara waktu makan
 Bangun dari tidur secara perlahan dan hindari melakukan gerakan
secara tiba-tiba
 Hindari menggosok gigi setelah makan
 Istirahat sesuai dengan kebutuhan dengan mengangkat kaki dan
kepala agak ditinggikan
 Hirup udara segar, pastikan cukup udara di dalam rumah

d. Terapi

Gunakan obat-obatan hanya bila tindakan secara non farmakologis


gagal dan hanya untuk jangka pendek, misalnya:

 antihistamine : dimenhydrinate, doxylamine succinate


 metoclorpramide hydrochloride
 hindari buclizine. Meclizine (bersifat teratogenik)
 jika berat : terapi vitamin B6
 keterangan lebih lanjut hubungi dokter
5. Pengeluaran Air Ludah Berlebihan ( Piyalism )

a. Penyebab:
 Stimulasi kelenjar ludah oleh peningkatan hormon esterogen
 Malas menelan ludah akibat mual
b. Cara Mengatasi:
 Kunyah permen karet atau hisap permen yang keras untuk
memberikan kenyamanan

6. Keputihan

a. Penyebab:
 Peningkatan pelepasan epitel vagina akibat peningkatan
pembetukan sel-sel
 Peningkatan produksi lendir akibat stimulasi hormonal pada leher
rahim
 Hyperplasia, mukosa vagina
 Peningkatan produksi lendir dan kelenjar endocervical sebagai
akibat dari peningkatan kadar hormon estrogen
 Perubahan peningkatan sejumlah glikogen pada sel epitel vagina
menjadi asam laktat oleh doderlein bacilus

b. Tanda bahaya yang perlu diwaspadai


 Jika cairan keluar sangat banyak dan baunya menyengat atau
berwarna kuning/ abu-abu (beberapa penyakit kelamin servicitis
dan vaginitis)
 Pengeluaran cairan (selaput ketuban pecah)
 Perdarahan pervaginaan (abduptio placentae, placentae previa, lesi
pada servik)

c. Cara Mengatasi
 Meningkatakan kebersihan dan mandi setiap hari
 Jangan membilas bagian dalam vagina
 Memakai pakaian dalam yang terbuat dari kain katun agar lebih
kuat daya serapnya
 Ganti pakaian dalam minimal dua kali sehari
 Kenakan pembalut wanita
 Menghindari pencucian vagina (douching)
 Jaga kebersihan alat kelamin ( termasuk membersihkan dari arah
depan ke belakang )
 Gunakan bedak tabur untuk mengeringkan tetapi jangan
berlebihan.
 Menggunakan cara tradisional yaitu membersihkan vagina dengan
air rebusan daun sirih
 Segera laporkan ke tenaga kesehatan jika terjadi gatal, bau busuk
atau perubahan sifat dan warna

7. Ginggivitis dan Epulis


Peradangan pada gusi, tonjolan pada gusi, kemerahan dan mudah berdarah
a. Penyebab:

 Peningkatan pembentukan gusi dan peniingkatan pembuluh darah


pada gusi

b. Tanda bahaya yang perlu diwaspadai

 Rentan untuk melahirkan bayi prematur dan berat badan bayi


kurang dari normal (kurang dari 2500 gram)
 Masalah kesehatan terutama rahim ibu yang sedang mengandung

c. Cara Mengatasi:

 Makan menu seimbang dengan protein cukup, perbanyak sayuran


dan buah
 Jaga kebersihan gigi, gosok gigi dengan sikat yang lembut
8. Hidung Tersumbat, Mimisan ( Epitaksis )
a. Penyebab:

 Peningkatan pembuluh darah pada membran mukosa hidung

b. Tanda bahaya yang perlu diwaspadai

 Anemia
 Syok
 Kepala pusing dan berat badan

c. Cara Mengatasi:

 Hirup uap hangat


 Hindari perlukaan pada hidung
 Jika perlu gunakan tetes hidung

9. Pusing/sakit kepala
a. Penyebab
 Akibat kontraksi otot/spasme otot (leher, bahu dan penegangan pada
kepala), serta keletihan
 Tegangan mata sekunder terhadap perubahan okuler, dinamika cairan
syaraf yang berubah

b. Tanda bahaya yang perlu diwaspadai

 Bila bertambah berat atau berlanjut


 Jika disertai dengan hipertensi dan proteinuria (preeklampsi)
 Jika ada migraine
 Penglihatan berkurang atau kabur

c. Cara Mengatasi
 Teknik relaksasi
 Memassase leher dan otot bahu
 Penggunaan kompres panas atau es pada leher
 Istirahat
 Mandi air hangat
 Pengobatan
 Penggunaan yang bijaksana dari tylenol/paracetamol
 Hindari aspirin, ibuprofen, narcotics, sedative/hipnotik

d. Terapi

 Gunakan paracetamol
 Hindari aspirin, ibuprofen, narcotics, sedative/hipnotik

10. Pica (Ngidam Makanan)

a. Penyebab

 Mungkin berkaitan dengan persepsi individu wanita mengenai apa


yang bisa mengurangi mual dan muntah
 Indra pengecap menjadi tumpul sehingga mencari makanan yang
lebih merangsang
 Tidak seharusnya menimbulkan kekhawatiran asal cukup bergizi
dan makanan yang diidamkan bukan makanan yang tidak baik

b. Cara mencegah

 Makan dalam jumlah sedikit


 Banyak minum cairan
 Minum Vitamin
 Tidur ekstra

c. Tanda bahaya yang perlu diwaspadai

 Penambahan berat badan yang tidak memadai


 Kehilangan berat badan yang signifikan
 Malnutrisi