Anda di halaman 1dari 14

GERAKAN D’ARSONVAL PADA DC AMMETER DAN DC

VOLTMETER

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Alat Ukur Fisika

Oleh : Kelompok 5

Khairunnisa : 4172121024

Nanda Julfa Rezeki : 4173121032

Nur Azmi : 4173321036

Prapti Ningsih : 4173321041

Riski Maulidah Afni : 4171121029

Dosen : Muhammad Aswin Rangkuti S.Pd,M.Pd

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, karunia,
serta hidayah-Nya, sehingga makalah yang berjudul “Gerakan D’Arsonval Dalam
DC Ammeter Dan DC Voltmeter” yang dibimbing oleh bapak “Muhammad
Aswin Rangkuti S.Pd,M.Pd” sebagai dosen pengampu dalam Mata Kuliah Alat
Ukur Fisika dapat tersusun hingga selesai.

Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari pihak yang
telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikirannya. Kami sangat berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin


masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh sebab itu, kami berharap
adanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk kedepannya
dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih
baik lagi.

Medan,27 September 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................. i

DAFTAR ISI................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1

I.1 Latar Belakang Masalah................................................................ 1

I.2 Rumusan Masalah.......................................................................... 2

I.3 Tujuan Penulisan............................................................................ 2

I.4 Manfaat Penulisan......................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN .............................................................................. 3

II.1 Pengertian Gerakan D’arsonval................................................... 3

II.2 Prinsip Kerja Kumparan Putar Bergerak D’arsonval.................... 3

II.3 Prinsip Amperemeter Arus Searah ............................................... 4

II.4 Voltmeter Arus Searah.................................................................. 7

BAB III PENUTUP......................................................................................... 9

III.1 Kesimpulan................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 12

ii
BAB I
PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang Masalah

Dalam kegiatan pembelajaran Alat Ukur Fisika diperlukan adanya materi


tentang Gerakan D’Arsonval Dalam DC Ammeter dan DC Voltmeter yang
tentunya kita harus dapat mengetahui apa pengertian dan hal tentang gerakan
d’arsonval tersebut. Untuk itu pada makalah ini kami akan membahas tentang
gerakan d’arsonval didalam penggunaan alat Dc ammeter/ampere meter dan pada
Dc voltmeter.

Gerak d’Arsonval memberi tanggapan (response) terhadap nilai arus rata-rata


(average) atau searah (dc) melalui kumparan putar. Jika gerakaan tersebut
membawa arus bolak-balik selama siklus positif dan negatif, torsi penggerak akan
begerak selama setengah perioda dan neatif (berlaianan arah) selama setengah
perioda berikutnya. Jika frekuensi bolak-balik sangat rendah jarum akan berayun
kekiri kekanan sekitar titik nol sepanjang skala. Pada frekuensi – frekuensi yang
lebih tinggi, inersia (kelembaman) kumparan begitu besar sehingga ia berayun –
ayun sekitar nol sambil begetar ringan.

Untuk mengukur arus bolak – balik dalam gerakan d’Arsonval, beberapa


cara untuk memperoleh torsi satu arah yang tidak berlawanan setiap setengah
perioda harus direncanakan. Salah satu cara yaitu menyerahkan arus bolak-balik,
sehingga arus yang diarahkan (diratakan) tersebut menyimpangkan kumparan.
Cara lain adalah memanfaatkan efek pemanansan arus bolak balik agar
menghasilkan indikasi kebesarannya. Beberapa dari metoda ini dibicarakan dalam
bab ini.

1
I.2 Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah pada pembahasan ini adalah :
1. Apa pengertian dari gerakan d’arsonval
2. Bagaimana prinsip kerja kumparan putar bergerak d’arsonval
3. Bagaimana prinsip amperemeter arus searah (shunt) yang didesain
4. Bagaimana gerakan d’arsonval pada voltmeter

I.3 Tujuan Penulisan


1. Mahasiswa mampu mengetahui pengertian dari gerakan d’arsonval
2. Mahasiswa mengetahui prinsip kerja kumparan putar gerakan d’arsonval
3. Mahasiswa mampu mengetahui prinsip amperemeter arus searah (shunt)
yang didesain
4. Mahasiswa mengetahui gerakan d’arsonval pada voltmeter

I.4 Manfaat Penulisan


Untuk memudahkan mahasiswa mengetahui :
1. Pengertian dari gerakan d’arsonval
2. Prinsip kerja kumparan putar bergerak d’arsonval
3. Prinsip amperemeter arus searah (shunt) yang didesain
4. Gerakan d’arsonval pada voltmeter

2
BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Pengertian Gerakan D’arsonval

Gerakan dasar kumparan putaran magnet permanen, sering disebut dengan


gerak d’Arsonval. Konstruksi ini memungkinkan maknet besar di dalam suatu
ruangan tertentu dan digunakan bila diinginkan fluksi terbesar di celah udara. Dia
adalah instrumen dengan kebutuhan daya sangat rendah dan arus kecil untuk
defleksi skala penuh.

II.2 Prinsip Kerja Kumparan Putar Bergerak D’arsonval

Gerakan dasar kumparan putar maknet permanent (permanent magnet moving


coil PMMC) yang ditunjukkan pada gambar 4 sering disebut sebagai pengggerak
d’Arsonval. Penggerak meter d'Arsonval banyak digunakan pada saat ini. Dengan
pemakaian yang luas pada peralatan elektronik, maka perlu sekali untuk
mendiskusikan mengenai konstruksi dan prinsip pengoperasiannya.

Gambar 4. Konstruksi penggerak d’Arsonval

Penggerak meter komersial yang tipikal, ditunjukkan pada gambar 4 yang


beroperasi pada prinsip dasar motor DC. Gambar 5 menunjukkan Instrumen
Penunjuk Arus Searah magnet permanen berbentuk tapal kuda yang berdempetan
dengan lembaranlembaran besi lunak kutubnya, Di antara lembaran kutub utara

3
dan kutub selatan terdapat inti besi lunak berbentuk silinder yang dililit dengan
kumparan kawat halus. Kawat halus ini dililitkan pada sebuah bingkai logam yang
sangat ringan dan ditempelkan pada sebuah pasangan jewel sehingga dapat
berputar dengan bebas. Tangkai penunjuk dipasangkan pada kumparan putar yang
akan menunjuk skala saat kumparan putarnya berputar. Arus dari sebuah
rangkaian yang diukur, di dalam meter akan melewati gulungan pada kumparan
putar. Arus yang melewati koil menyebabkan koil tersebut menjadi elektromagnet
yang berkutub utara dan selatan. Kutub elektromagnet saling mempengaruhi
dengan kutub magnet permanen yang menyebabkan koli berputar. Tangkai akan
menunjuk skala sewaktu arus mengalir di dalam arah yang tepat pada koil.
Dengan alasan ini, semua penggerak meter DC ada penunjukkan tanda polaritas.

Gambar 5. Bagian-bagian penggerak d’Arsonval

Seharusnya ditekankan bahwa penggerak meter d'Arsonval adalah peralatan


yang dikendalikan oleh arus. Tanpa memperhatikan satuan (volt,ohm,dsb) pada
skala yang di kalibrasi, respon kumparan putar tergantung pada jumlah arus yang
melewati gulungan.

II.3 Ampere meter arus searah (DC Ammeters)

1. Tahanan Shunt (Shunt resistor)


Gerakan dasar dari sebuah ampermeter arus searah adalah galvanometer
PMMC. Karena gulungan kumparan dari sebuah gerakan dasar adalah kecil dan
ringan dia hanya dapat mengalirrkan arus yang kecil. Bila yang akan diukur
adalah arus besar, sebagian besar dari arus tersebut perlu dialirkan ke sebuah
tahanan yang disebut shunt.

4
Shunt universal atau shunt ayrton dalam Gambar 5 mencegah kemungkinan
pemakaian alat ukur tanpa tahanan shunt. Keuntungan yang diperoleh adalah nilai
tahanan total yang sedikit lebih besar. Shunt Ayrton ini memberikan kemungkinan
yang sangat baik untuk menerapkan teori dasar rangkaian listrik dalam sebuah
rangkaian praktis.

Gambar 3. Rangkaian Dasar Arus Searah

Tahanan shunt dapat ditentukan dengan menerapkan analisa rangkaian


konvensional terhadap Gambar.3 diatas, dimana : Rm = tahanan dalam alat ukur
Rs = tahanan shunt
Im = arus defleksi skala penuh dari alat ukur
Is = arus shunt
I = arus skala penuh ampermeter termasuk arus shunt.
Karena tahanan shunt paralel terhadap alat ukur (ampermeter), penurunan
tegangan pada tahanan shunt dan alat ukur harus sama dan dituliskan
Vshunt = Valat ukur
IsRs=ImRm
Tahanan shunt yang digunakan dalam sebuah alat ukur dasar bisa terbuat dari
sebuah kawat tahanan bertemperatur konstan yang ditempatkan di dalam
instrumen atau sebuah shunt luar yang memiliki tahanan yang sangat rendah.

5
2. Shunt Ayrton (Universal)
Batas ukur sebuah ampermeter arus searah (dc) masih dapt diperbesar dengan
menggunakan sejumlah tahanan shunt yang dipilih melalui sakelar rangkuman.
Alat ukur seperti ini disebut ampermeter rangkuman ganda. Alat ini ditunjukkan
pada Gambar 4. Rangkaian ini memiliki empat shunt Ra, Rb, Rc, dan Rd yang
dihubungkan paralel terhadap alat ukur agar menghasilkan empat batas ukur yang
berbeda. Saklar S adalah sebuah sakelar posisi ganda dari jenis menyambung
sebelum memutuskan (make-before break), sehingga alat pencatat tidak akan
rusak, oleh karena tidak terlindungnya rangkaian tanpa sebuah shunt sewaktu
pengubahan batas ukur.

Gambar 4. Skema Ampere meter Rangkuman Ganda Sederhana

Gambar 5. Rangkaian Shunt Ayrton atau Universal

Tindakan pencegahan yang harus diperhatikan bila menggunakan sebuah


ampermeter adalah:
a. Jangan sekali-kali menghubungkan ampermeter ke sumber tegangan.
Karena tahanannya yang rendah dia akan mengalirkan arus yang tinggi

6
sehingga merusak alat tersebut. Sebuah ampermeter harus selalu dihubungkan
seri terhadap beban yang mampu membatasi arus.
b. Periksa polaritas yang tepat. Polaritas yang terbalik menyebabkan defleksi
yang berlawanan yang dapat merusak jarum penunjuk.
Bila menggunakan alat ukur rangkuman ganda, mula-mula gunakan
rangkuman yang tertinggi; kemudian turunkan sampai diperoleh defleksi yang
sesungguhnya. Untuk memperbesar ketelitian pengukuran, gunakan rangkuman
yang menghasilkan pembacaan terdekat ke skala penuh.

II.4 Voltmeter arus searah


Penggerak meter d’Arsonval dasar dapat diubah ke voltmeter Dc dengan
menghubungkan sebuah pengali Rs yang seri dengan penggerak meter sepeti
ditunjukkan pada gambar. Tujuan dari pengali adalah untuk memperluas batas
ukur tegangan dari meter dan untuk membatasi arus yang melewati pengerak
meter pada sat arus menyimpang skala penuh maksimum.

Dimana :

Im = arus defleksi alat ukur

Rm = arus defleksi alat ukur

Rs = arus defleksi alat ukur


V = tegangan rangkuman maksimum dari instrumen

Biasanya untuk batas ukur sedang yakni 500 Volt pengali dipasang di dalam
kotak voltmeter. Untuk tegangan yang lebih tinggi, pengali tersebut dipasang pada

7
sepasang apitan kutub di luar kotak yakni untuk mencegah kelebihan panas di
bagian dalam kotak voltmeter.
Voltmeter Rangkuman ganda
Penambahan sejumlah pengali beserta sebuah saklar rangkuman (range
switch) membuat instrumen mampu digunakan bagi sejumlah rangkuman
tegangan. Nilai nilai tahanan pengali dapat ditentukan dengan metode sebelumnya
atau dengan metode sensitivitas. pada gambar di bawah ditunjukkan tahanan-
tahanan pengali dihubungkan secara seri dan saklar pemilih di setiap posisi
menghasilkan sejumlah tahan tertentu yang seri dengan Rm. Sistem ini meiliki
keuntungan yaitu pengeli kecuali yang pertama memiliki nilai tahanan standar dan
dapat diperoleh dipasaran dengan toleransi yang tepat.
Penambahan sejumlah pengali dan sebuah sakelar rangkuman dapat membuat
instrumen mampu digunakan pada sejumlah rangkuman tegangan. Voltmeter
rangkuman ganda terdiri dari : sebuah sakelar empat posisi ( V1, V2, V3 dan V4)
dan empat tahanan pengali (R1, R2, R3 dan R4) lihat gambar 2-13. Nilai tahanan
pengali dapat ditentukan dengan menggunakan metode sensitifitas.

Gambar 2-13 Voltmeter rangkuman Ganda


Sebuah variasi dari rangkuman ganda ditunjukkan pada Gambar 2-14, dimana
tahanan-tahanan penegali dihubungkan dalam susunan berderet (seri) dan sakelar
pemilih disetiap posisi menghasilkan sejumlah tahanan tertentu yang seri terhadap
Rm. Sistem ini memiliki keuntungan yaitu semua pengali kecuali yang pertama
memiliki nilai tahanan standar dan dapat diperoleh dipasaran dengan toleransi
yang tepat. Pengali untuk rangkuman rendah, R4, adalah satu-satunya tahanan
yang harus dibuat agar memenuhi persyaratan rangkaian

8
Gambar 2-14 Suatu susunan tahanan pengali yang lebih praktis didalam voltmeter
rangkuman ganda

9
BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
Adapun yang dapat kami simpulkan adalah:
Gerakan dasar kumparan putaran magnet permanen adalah gerak d’Arsonval.
Konstruksi ini memungkinkan maknet besar di dalam suatu ruangan tertentu dan
digunakan bila diinginkan fluksi terbesar di celah udara. Dia adalah instrumen
dengan kebutuhan daya sangat rendah dan arus kecil untuk defleksi skala penuh.

Batas ukur sebuah ampermeter arus searah (dc) masih dapt diperbesar dengan
menggunakan sejumlah tahanan shunt yang dipilih melalui sakelar rangkuman.
Alat ukur seperti ini disebut ampermeter rangkuman ganda.

10
IV. DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (Tanpa Tahun). D’arsonval (www.academia.edu). Diakses pada


24September 2017.
Anonim. (Tanpa Tahun). D’arsonval (www.vedcmalang.com). Diakses pada
24September 2017.
Anonim. (Tanpa Tahun). D’arsonval (www.gurumudafisika.com). Diakses pada
24September 2017.
Anonim. (Tanpa Tahun). D’arsonval (evanyyuni.blogspot.co.id). Diakses pada
24September 2017.
Anonim. (Tanpa Tahun). D’arsonval (elektronika-dasar.web.id). Diakses pada
24September 2017.

11