Anda di halaman 1dari 2

Pada praktikum kali ini dilakukan penyambungan logam dengan proses pemanasan

menggunakan energi listrik untuk mengisi celah sambungan dengan elektroda.


Peralatan las listrik yang digunakan terdiri dari mesin las, penjepit elektroda, penjepit
benda kerja. Dalam praktikum ini mesin yang digunakan adalah mesin las AC (arus bolak
balik). Penjepit benda kerja berfungsi sebagai alat untuk mengalirkan arus listrik dari kabel
massa ke benda kerja. Elektroda ketika dialiri panas akan melumer dan mengisi celah
sambungan baja.
Pada saat pengelasan, parameter pengelasan perlu diperhatikan karena besarnya arus
pada alat diatur sesuai dengan ketebalan benda kerja dan diameter elektroda. Pemegang
elektroda dan penjepit benda kerja harus terpasang dijepiitkan dengan baik pada elektroda
dan benda kerja agar proses pengelasan berjalan dengan lancar.
Dalam praktikum pengelasan digunakan arus AC sebesar 80-90 A. Untuk mendapat
arus listrik terbaik sebaiknya dilakukan percobaan sebelumnya dengan menorehkan elektroda
pada baja. Jika menempel maka ada kemungkinan arus listrik harus diperbesar, jika ketika
dicoba logam menjadi bolong maka ada kemungkinan arus listrik harus diperkecil.
Sebelum mengelas dibuat penandaan 1 titik ujung tiap pertemuan antar plat baja agar
ketika kita melakukan pengelasan kedua plat baja tersebut akan diam dan lebih mudah
dirapatkan. Ketika dilakukan penyambungan 1 titik dilakukan pada logam yang dirapatkan
dengan ragum, setelah tersambung 1 titik maka melanjutkan pengelasan benda kerja harus
dilepaskan dari ragum agar ragum tidak rusak. Adapun setelah pengelasan hasilnya diuji
dengan pemukulan terak plat baja, setelah dipukul tidak terjadi keretakan ataupun patah maka
hasil pengelasan praktikan sudah cukup baik.
Kecepatan pengelesan harus diperhatikan sehingga menghasilkan rigi-rigi las yang
rata dan halus. Jika dikerjakan terlalu cepat dihasilkan las yang tidak mulus dan menonjol.
Sebaliknya, jika terlalu lambat maka dapat membuat logam berlubang.

Kesimpulan
1. Penyambungan logam / besi dapat dilakukan dengan proses pengelasan secara
pemanasan /pelelehan dari busur nyala listrik sehingga logam dapat disatukan.
2. Penggunaan elektroda tidak boleh terlalu dekat karena dapat melelehkan
logam benda kerja menjadi bolong dan jika terlalu jauh dapat membuat hasil
las yang tidak rata dan tidak rapih.
3. Menggunakan alat pelindung diri terutama jas lab, sarung tangan, topeng
wajah dan kacamata pelindung untuk menghindari kebutaan sementara /
kerusakan mata.
4. Penggunaan elektroda tidak boleh terlalu cepat karena filler belum meleleh
jika terlalu cepat.
5. Penggunaan elektroda tidak boleh terlalu lama karena akan mengakibatkan
logam berlubang..