Anda di halaman 1dari 4

2.

1 Pengertian Revegetasi

Revegetasi adalah Pemanfaatan lahan terganggu akibat usaha kegiatan yang dilakukan secara
konseptual, teknikal dan terpadu baik menggunakan teknologi atau tidak yang menyebabkan
kerusakaan lahan dari vegetasi hidup yang dahulunya bervegetasi menjadi tidak bervegetasi. Sedangkan,
Revegetasi menurut keputusan menteri kehutanan dan perkebunan No. 146 tahun 1999 adalah usaha
atau kegiatan penanaman kembali pada lahan bekas tambang. Revegetasi dilakukan melalui tahapan
kegiatan penyusunan rancangan teknis tanaman, persediaan lapangan, pengadaan.

2.2 Tujuan Revegetasi

Tujuan Revegetasi adalah menjaga lahan terkena erosi dan aliran permukaan yang deras;
membangun habitat bagi satwaliar; membangun keanekaragaman jenis-jenis lokal; memperbaiki
produktivitas dan kestabilan tanah; memperbaiki kondisi lingkungan secara biologis dan estetika;
dan menyediakan tempat perlindungan bagi jenis-jenis lokal dan plasma nutfah
Perbaikan kondisi tanah meliputi perbaikan ruang tubuh, pemberian tanah pucuk dan bahan
organik serta pemupukan dasar dan pemberian kapur. Kendala yang dijumpai dalam merestorasi
lahan bekas tambang yaitu masalah fisik, kimia (nutrients dan toxicity), dan biologi. Masalah fisik
tanah mencakup tekstur dan struktur tanah. Masalah kimia tanah berhubungan dengan reaksi
tanah (pH), kekurangan unsur hara, dan mineral toxicity. Untuk mengatasi pH yang rendah dapat
dilakukan dengan cara penambahan kapur. Sedangkan kendala biologi seperti tidak adanya
penutupan vegetasi dan tidak adanya mikroorganisme potensial dapat diatasi dengan perbaikan
kondisi tanah, pemilihan jenis pohon, dan pemanfaatan mikroriza.
Secara ekologi, spesies tanaman lokal dapat beradaptasi dengan iklim setempat tetapi tidak
untuk kondisi tanah. Untuk itu diperlukan pemilihan spesies yang cocok dengan kondisi
setempat, terutama untuk jenis-jenis yang cepat tumbuh misalnya sengon, yang telah terbukti
adaptif untuk tambang. Dengan dilakukannya penanaman sengon minimal dapat mengubah iklim
mikro pada lahan bekas tambang tersebut. Untuk menunjang keberhasilan dalam merestorasi
lahan bekas tambang, maka dilakukan langkah-langkah seperti perbaikan lahan pra-tanam,
pemilihan spesies yang cocok, dan penggunaan pupuk.
Untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman pada lahan bekas tambang,
dapat ditentukan dari persentasi daya tumbuhnya, persentasi penutupan tajuknya,
pertumbuhannya, perkembangan akarnya, penambahan spesies pada lahan tersebut,
peningkatan humus, pengurangan erosi, dan fungsi sebagai filter alam. Dengan cara tersebut,
maka dapat diketahui sejauh mana tingkat keberhasilan yang dicapai dalam merestorasi lahan
bekas tambang
2.2 Kegiatan Revegetasi

Kegiatan revegetasi meliputi beberapa hal, yaitu ;


(i) Seleksi dari tanaman lokal yang potensial,
(ii) Produksi bibit,
(iii) Penyiapan lahan,
(iv) Amandemen tanah,
(v) Teknik penanaman,
(vi) Pemeliharaan, dan
(vii) Program monitoring
Revegetasi yang sukses tergantung pada pemilihan vegetasi yang adaptif, tumbuh sesuai
dengan karakteristik tanah, iklim dan kegiatan pasca penambangan. Vegetasi yang cocok untuk
tanah berbatu termasuk klasifikasi herba, pohon dan rumput yang cepat tumbuh, sehingga
dapat mengendalikan erosi tanah. Tumbuhan yang bersimbiosis dengan mikroorganisme tanah
yang mampu memfiksasi nitrogen adalah salah satu vegetasi revegetasi lahan pasca tambang,
seperti tanaman yang term asuk dalam famili Leguminoceaea.
Pada lahan bekas tambang, revegetasi merupakan sebuah usaha yang kompleks yang
meliputi banyak aspek, tetapi juga memiliki banyak keuntungan. Beberapa keuntungan yang
didapat dari revegetasi antara lain, menjaga lahan terkena erosi dan aliran permukaan yang
deras; membangun habitat bagi satwaliar; membangun keanekaragaman jenis-jenis lokal;
memperbaiki produktivitas dan kestabilan tanah; memperbaiki kondisi lingkungan secara
biologis dan estetika; dan menyediakan tempat perlindungan bagi jenis-jenis lokal dan plasma
nutfah
2.3 Evaluasi Keberhasilan Revegetasi
Lahan disebut berhasil direstorasi dan bersifat swalanjut manakala dapat memenuhi kriteria-
kriteria berikut (i) persen daya hidup bibit yang ditanam adalah tinggi, (ii) pertumbuhan
vegetasinya normal dan swalanjut, (iii) perkembangan akar dapat menembus tanah asli (yang
berkepadatan tinggi) dan menjangkau bagian lain, (v) penutupan tajuknya cepat, terstratifikasi
dan melebar, (v) lahan menghasilkan serasah yang melimpah dan terdekomposisi dengan cepat
yang ditunjukkan dengan nisbah C:N yang cepat turun dan konstan, (vi) terjadi rekolonisasi
spesies-spesies spesifik lokasi, dan (vii) tercipta habitat bagi beraneka jenis satwa liar. Setidak-
tidaknya ada lima hal penting yang harus diingat sehubungan dengan restorasi yaitu (i)
rekolonisasi, (ii) retensi hara dan air, (iii) salingtindak biotik, (iv) produktivitas, dan (v)
keswalanjutan. beberapa faktor sebagai bahan evaluasi revegetasi antara lain, performa
pertumbuhan dan kesesuaian jenis; kesinambungan dan tingkat pemenuhan kebutuhan diri oleh
tanaman; peningkatan lingkungan mikro-habitat; pengurangan dampak terhadap lingkungan
serta keuntungan bagi mayarakat sekitar. Sedangkan beberapa kriteria mengenai lahan
revegetasi yang swalanjut antara lain: daya hidup anakan yang tinggi; pertumbuhan tanaman
yang normal dan berkesinambungan; perkembngan akar yang telah mampu menembus lubang
tanam; penutupan tajuk yang cepat, beragam dan berstratifikasi; produksi serasah yang banyak
dan mudah terdekomposisi; dapat menghasilkan kolonisasi spesies lokal dan dapat menciptakan
suasana yang cocok bagikehidupan satwa liar.
2.4 Alat Yang Digunakan Revegetasi
Untuk menunjang keberhasilan reklamasi biasanya digunakan peralatan dan sarana prasarana,
antara lain :”
1. Dump Truck : merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan material hasil galian
dari lokasi quary ke lokasi proyek. Alat tersebut biasanya digunakan untuk mengangkut
material lepas (loose material) baik berupa pasir, gravel/kerikil, tanah, dan material
mineral/batubara yang digunakan di dunia konstruksi dan pertambangan.
2. Bulldozer : digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping,
tergantung pada sumbu kendaraannya.
3. Excavator : alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan.
4. Back hoe : sering juga disebut pull shovel, alat yang khusus dibuat untuk menggali material
di bawah permukaan tanah atau di bawah tempat kedudukan alatnya.
5. Sekop taman atau kebun adalah peralatan taman yang berfungsi untuk menggali
tanah,menanam berbagai macam tanaman maupun memindahkan tanaman dari satu tempat
ke tempat lainnya
6. Cangkul : digunakan untuk menggali, membersihkan tanah dari rumput ataupun untuk
meratakan tanah.
7. bangunan pengendali erosi antara lain : (susunan karung pasir, tanggul, susunan jerami,
bronjong, pagar keliling), beton pelat baja untuk menghindari kecelakaan.

2.5 Jenis Tanaman Yang Digunakan Dalam Revegetasi


Untuk penanaman tanaman penutup tanah (cover crops),PT. Berau Coal memilih campuran jenis
tanaman polongan seperti Centrasema pubescens, Colopogonium mucoides, mucuna. Jumlah
200 kg per hektar. Sistim yang dipilih, adalah jalur atau spot pada daerah yang direvegetasi.