Anda di halaman 1dari 28

RENCANA

REKLAMASI DAN PASCA TAMBANG PERTAMBANGAN PASIRH. DUDI


BAHRUDINDI BLOK TENJOLAUT, DESA CIDAHU, KECAMATAN
CIDAHU, KABUPATEN KUNINGAN. KABUPATEN KUNINGAN, PROPINSI
JAWA BARAT

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi


Bahrudin

Kuningan, Februari 2017


KATA PENGANTAR

Laporan Rencana kegiatan reklamasi lahan dan pasca tambang ini


merupakan salah satu kewajiban kami sebagai pemohon izin Usaha
Pertambangan seluas 26.51 Ha pengajuan Wilayah Izin Usaha
Pertambangan (WIUP) atas nama H. DUDI BAHRUDIN guna mewujudkan
kegiatan pertambangan yang berwawasan lingkungan (good mining practise)
serta kaitannya dengan upaya pengelolaan lingkungan dan upaya
pemantauan lingkungan (UKL UPL) berkaitan dengan proposal UKL UPL
kami yang diajukan kepada Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Daerah Kabupaten Kuningan. Laporan reklamasi dan pasca tambang ini
berisi tentang rencana kegiatan reklamasi yang akan dilaksanakan pada
lahan pasca tambang pada 1 (satu) tahun pertama setelah izin terbit.
Penyusunan laporan kegiatan reklamasi ini disesuaikan dengan
kemajuan tambang (mining squence) pada lokasi kami melalui konsultasi dan
saran-saran dari yang berkompeten.
Materi dan isi laporan ini masih sederhana dan mungkin terdapat
kekurangan, namun kami mengharapkan apa yang kami tampilkan dapat
memberikan ilustrasi tentang kegiatan penambangan. Besar harapan kami
laporan rencana kegiatan reklamasi dan pasca tambang ini dapat menjadi
bahan pertimbangan untuk mendapatkan perpanjangan surat Izin Usaha
Pertambangan (IUP).

Kuningan, Februari 2017


Hormat Kami,

H. DUDI BAHRUDIN

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H.Dudi Bahrudin i


DAFTAR ISI

Hal.
KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

DAFTAR GAMBAR iv

DAFTAR TABEL v

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Status Perizinan 1
1.2. Luas Kepemilikan dan Batas-batas Kepemilikan 1
1.3. Persetujuan UKL/UPL 5
1.4. Lokasi Kesampaian Daerah 5
1.5. Tata Guna Lahan Sebelum dan Sesudah Operasi Produksi 7

BAB II RENCANA PEMBUKAAN LAHAN


2.1. Penambangan 9
2.2. Timbunan 9
2.3. Jalan 10
2.4. Kolam Pengendapan/Sedimen 12
2.5. Sarana Penunjang 12

BAB III RENCANA PROGRAM REKLAMASI

3.1 Lokasi Lahan yang di Reklamasi 13


3.2. Teknik dan peralatan yang digunakan dalam Reklamasi 14
3.3. Sumber Material Pengisi 14
3.4. Revegetasi 14
3.5. Pekerjaan Sipil sesuai perntukkan lahan pasca tambang 14
3.6. Rencana pemanfaatan lubang bekas tambang (void) 14
3.7. Pemeliharaan 14

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H.Dudi Bahrudin ii


BABIV KRITERIA KEBERHASILAN

4.1 Kriteria Keberhasilan Reklamasi Tahap Eksplorasi 17


4.2 Kriteria Keberhasilan Reklamasi Tahap Operasi Produksi 18

BAB V RENCANA BIAYA REKLAMASI

5.1. Biaya Langsung 20


5.2. Biaya Tak Langsung 20
5.3. Total Biaya 21

LAMPIRAN

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H.Dudi Bahrudin iii


DAFTAR GAMBAR

Hal.
Gambar 1.1 Rencana Eksploitaasi Lahan Pertambangan 4
Gambar 1.2 Peta Tata Guna Lahan Sebelum Penambangan 8
Gambar 2.1 Rencana Eksploitaasi Pada Lokasi Pertambangan 10
Gambar 2.2 Rencana Konstruksi Jalan Tambang 11
Gambar 2.3 Penampang Saluran Air 11
Gambar 3.1 Peta Rencana Bukaan Tambang 15
Gambar 3.2 Peta Rencana Reklamasi 16

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H.Dudi Bahrudin iv


DAFTAR TABEL

Hal.
Tabel 1.1 Kriteria Keberhasilan Tahap Eksplorasi 17
Tabel 1.2 Kriteria Keberhasilan Tahap Operasi Produksi 18
Tabel 1.3 Rencana Biaya Reklamasi 2

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H.Dudi Bahrudin v


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009,


pada Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat (26) didefinisikan bahwa
“Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha
pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas
lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai
peruntuknya”.

Mencermati keadaan tersebut, kami percaya bahwa pelaku usaha


hanya akan tumbuh berkembang menjadi kuat jika bekerja seraya
bertanggung jawab terhadap lingkungan alam sekitarnya, serta
berkomitmen terhadap keselamatan bagi seluruh pemangku
kepentingan (stake holder) dan juga karyawan sebagi asset. Oleh
karna itu dalam melaksanakan usahanya kami senantiasa
mendasarkan pada keserasian dan kesemimbangan pemberdayaan
Sumber Daya Manusia (SDM) dengan Sumber Daya Alam (SDA).

1.1.1 Status Perizinan


a. Nama Pemohon : H. DUDI BAHRUDIN
b. Alamat : Blok Nagensari, Rt 08 Rw 02, Desa
Gunungkarung,Kec.Luragung
Kabupaten Kuningan.
b. Penanggungjawab : H. DUDI BAHRUDIN
c. Jenis Usaha : Penambangan Bahan Galian
Golongan C ( Pasir ).

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 1


d. Lokasi : Blok Tenjo Laut, Desa Cidahu,
Kecamatan Cidahu, Kabupaten
Kuningan, Provinsi Jawa Barat

1.2 Luas Kepemilikan dan Batas-batas Kepemilikan

Luas wilayah kepemilikan berdasarkan hasil pengukuran adalah 26,51


Ha.

Batas-batas kepemilikan

- Sebelah Barat : Desa Cihideung Hilir

- Sebelah Timur : Desa Cieurih

- Sebelah Utara : Desa Cidahu

- Sebelah Selatan : Desa Luragung

1.2.1 Penambang Pada Material Lepas Cara Kering


Cara penambang ini merupakan penambangan pada material
lepas/berai seperti disebutkan pada butir terdahulu, namun tanpa
menggunakan air untuk melepaskan bahan galian. Contohnya adalah
penambangan bahan galian pasir, tanah liat, tanah urug, tras dll.
Pada penambangan jenis ini, pengadilan material dilakukan dengan
menggunakan alat manual seperti sekop, linggis dll, maupun mekanis
seperti buldozer, Back Boe dll. Bentuk akhir lahan bekas
penambangan dapat berupan lereng, daratan maupun cukungan.

Kegiatan penambangan dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan


teknis penambangan yaitu :
a. Tinggi jenjang penambangan yang dilakukan secara manual
maksimal 2,5 m.
b. Tinggi jenjang penambangan yangn dilakukan secara mekanis
maksimal 6 meter.

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 2


c. Lebar lantai teras kerja sekurangn-kurangnya 1,5 x Tinggi jenjang
atau disesuaikan dengan kebutuhan manuver alat-alat tambang.
d. Kemiringan jenjang individu maksimal 50o.
e. Kedalaman penambangan disesuaikan dengan kebutuhan kondisi
topografi, hidrologi dan acara reklamasi.

1.2.2 Penambang yang Berfungsi Reklamasi


Penambang yanng berfungsi reklamasi adalah penambang bahan
galian yang bertujuan selain untuk mendapatkan galian juga untuk
memulihakn atau memanfaatkan kembali lahan sehingga memiliki nilai
secara ekonomis.

Metode penambangan yang diterapkan pada umunya adalah


penambangan material lepas/berai cara kering dengan menggunakan
alat mekanis maupun manual. Bentuk akhir lahan dapat berupa:
a. Bentuk lahan asal dengan semula; atau
b. Bentuk lahan baru dengan fungsi lebih ditingkatkan, yaitu dapat
berbentuk: bukit, lereng atau daratan.

1.2.3 Lindungan Lingkungan Pertambangan


Terlaksananya Pembangunan berwawasan lingkungan dan
terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijak merupakan
tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup yang diterjemahkan dalam
bahasa operasional dibidang pertambangan sebagai perlindungan
lingkungan, yaitu upaya nyata dengan mengintegritasikan kegiatan
pengelolaan lingkungan kendala kegiatan operasi pertambangan.

Umumnya proses pengolahan pada kegiatan penambangan pasir besi


dilakukan di lokasi tambang, dimana bahan sisa (tailing) dapat
dimanfaatkan. Sebagai material untuk reklamasi yaitu sebagai bahan
untuk menimbun lahan bekas tambang. Untuk mengembangkan
kawasan tersebut sebagai daerah pengembangan kegiatan

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 3


pertambangan, harus mempertimbangkan beberapa parameter, antara
lain :
a. Tidak berada pada kawasan lindung (seperti sempadan sungai,
hutan lindung dan sekitar mata air).
b. Tidak berada di daerah yang berbenturan dengan kepentingan
sektor lain yang telah dahulu dikembangkan (seperti kawasan
wisata atau pengembangan perikanan).

Gambar 1.1
Rencana Eksploitasi Lahan Pertambangan

1.2.4 Produktifitas Lahan


Dalam peraturan pengelolaan lingkungan, mewajibkan adanya
pengelolaan lahan bekas tambang dengan melakukan reklamasi yang
merupakan upaya penataan atau revegetasi lahan bekas tambang
dengan tujuan untuk menjaga kualitas lahan pada pasca tambang.

Perubahan bentang alam akibat kegiatan usaha pertambangan ini pun


akan menimbulkan perubahan tata air di daerah sekitarnya. Perubahan
tata air tersebut menyangkut penambahan aliran permukaan yang
sangat mungkin diikuti pula oleh luncuran/longsoran tanah.
Meningkatnya erosi juga akan mengakibatkan makin keruhnya air
permukaaan yang terdapat di daerah sekitar lokasi pertambangan.
Dimana aliran memasuki alur-alur sungai. Terjadinya penambahan

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 4


material bahan rombakan didalam alur-alur sengai dapat
menyebabkan meningkatnya kekeruhan air.

Material bahan rombakan yang mengalir kedalam alur-alur sumgi alan


terbawa hanyut oleh arus dan akan mengendap dibagian hilirnya,
sehingga terjadilah proses pendangkaan alur sungai dan dimuara
sungai dapat menimbulakan ancaman terjadinya banjir dimusim hujan.

Pada umumnya lahan yang telah dilakukan penambangan, mempunyai


tingkat kesuburan tanah relatif menjadi lebih baik dan fapat ditanami
dengan bebagai tanaman bahkan dibeberapa tempat dapat
dikembangkan untukn padi tadah hujan.

Selain itu, dengan adanya penataan lahan kawasan bekas tambang


dapat dimanfaatkan untuk berbagai pengguna, seperti fasilitas
perumahan, fasilitas kesehatan dan fasilitas lingkungan.
Untuk mencapai tujuan ini, sejak awal perencanaan usaha atau
kegiatan sudah diperkirakan akan adanya perubahan rona lingkungan
akibat pembentukan suatu kondisi lingkungan yanbg baru baik yang
menguntungkan maupun yang merugikan.

1.3 Persetujuan UKL – UPL


Rencana kegiatan penambangan ini sudah memiliki persetujuan Upaya
Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan
(UPL) berdasarkan pengesahan yang diterima melalui Badan
Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat pada
Bulan September 2016 dengan Nomor 660.1/808/PPKL/TAHUN 2016.

1.4 Lokasi Kesampaian Daerah


Lokasi daerah cadangan batu pasir yang sedang diusahakan
(ditambang) oleh kami termasuk dalam wilayah Desa Tenjolaut
Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat.

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 5


Morfologi daerah yang akan diusahakan merupakan daerah dataran
dan sedikit berbukit. Daerah ini beriklim tropis, sehingga dikenal 2
(dua) musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

Keadaan penduduk sekitar daerah yang akan diusahakan (ditambang)


pada umumnya mempunyai mata pencaharian sebagai petani,
peternak, perantau dan lain-lain. Tingkat pendidikan rata-rata dari
penduduk dominan adalah SLTA dan sebagian kecil lulusan perguruan
tinggi.

Lokasi daerah perusahaan (tambang) dapat dicapai / ditempuh dengan


menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4, dari :
 Jakarta lewat jalan tol Cikampek menuju Cirebon.
 Dari Cirebon menuju Kabupaten Kuningan atau tepatnya ke
Cidahu.
 Dari Cidahu menuju ke Block Tenjolaut Desa Cidahu Kecamatan.
 Lokasi cadangan batu pasir sekitar 1.000 meter dari jalan raya
Cidahu-Luragung.

Jarak tempuh total dari Jakarta sampai ke lokasi cadangan batu Pasir
yang akan diusahakan + 263 Km. Kondisi jalan dipancur baik dan
sudah beraspal (jalan klas-3). Sedangkan kondisi jalan yang
menghubungkan lokasi perusahaan dengan jalan raya merupakan
jalan sendiri yang merupakan jalan tanah yang telah diperkeras
dengan batu, selebar 5 meter.

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 6


1.5 Tata Guna Lahan Sebelum dan Sesudah Operasi Produksi

1.5.1 Lokasi Kegiatan


Lokasi rencana penambangan terletak di Blok Tenjolaut Deca Cidahu
Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat dengan
luas areal lahan milik seluas ± 26.51 Ha, dengan jarak 1.000 M dari
jalur jalan provinsi Kuningan-Ciledug. Lokasi rencana penambangan
merupakan daerah peruntukan pertambangan Pasir sesuai dengan
Tata Ruang Kabupaten Kuningan sebagaimana yang telah ditetapkan
oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan. Topografi lahan
disekitar areal penambangan kondisinya datar sampai bergelombang
dengan jenis tanah pozolan merah. Sedangkan curah hujan rata-rata di
Wilayah Kecamatan Cidahu adalah 1.700 mm/tahun.

1.5.2 Lahan Penambangan


a. Luas areal yang digunakan untuk penambangan adalah ± 26.51
Ha.
b. Status lahan sesuai dengan RUTR Wilayah Kabupaten Kuningan
yaitu bukan merupakan Kawasan Hutan Lindung dan Lahan
Konservasi, tetapi merupakan Zona Layak Tambang Bersyarat

1.5.3 Rencana Pasca Tambang


Kegiatan pasca penambangan dilakukan sesuai dengan rencana
reklamasi yaitu misalnya persawahan atau perkebunanan disamping
untuk permukiman. Kegiatan yang dilakukan adalah menata lahan
dengan peralatan mekanis seperti bechoe atau buldozer, yaitu dengan
cara menimbun lahan bekas galian dengan peralatan mekanis
kemudian memindahkan tanah penutup (Top Soil) ke atas urugan
sehingga kesuburan tanah tetap terjaga.

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 7


Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 8
BAB II
RENCANA PEMBUKAAN LAHAN

Rencana pembukaan lahan untuk kurun waktu satu tahun, yang


meliputi:
2.1 Penambangan
Penambangan dilakukan dengan sistem tambang terbuka berjenjang
(stripe mining) merupakan salah satu bentuk penambangan pada
sistem tambang terbuka yang dilakukan pada bahan galian yang
letaknya luas dan relatif mendatar, seperti pada penambangan Pasir
kami ini. Terdapat 3 front penambangan dengan menggunakan 3
excavator. Bekas galian kemudian ditutup kembali dengan tanah pucuk
yang disimpan di sekitar areal penambangan dengan tujuan sebagai
dasar untuk mereklamasi lahan bekas penambangan.

2.2 Timbunan
a. Lokasi dan luas lahan yang akan digunakan untuk :
1) Penimbunan tanah zona pengakaran

Penimbunan tanah zona pengakaran berada di samping front


penambangan sehingga dalam penimbunan kembali mudah
dalam pengerjaannya

2) Penimbunan tanah/batuan penutup di dalam dan luar tambang.

Pengupasan lapisan tanah penutup adalah kegiatan


menghilangkan atau membersihkan lapisan tanah yang
menutupi cadangan

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 9


Gambar 2.1 Rencana eksploitasi pada Lokasi Penambangan

batu Pasir. Pada penambangan dilakukan kegiatan pengupasan


dengan menggunakan peralatan yaitu 1 unit backhoe dan 2 unit
dumptruck. Tebal lapisan tanah penutup rata-rata 2 meter dan
meliputi areal seluas 1.420 m², jumlah volume tanah yang
dikupas 2.370 m³ yang dilakukan secara bertahap.
Penimbunan tanah/batuan penutup dijadikan satu tempat
dengan tanah zona pengakaran.
b. Luas lahan dan lokasi yang digunakan untuk penimbunan bahan
galian.
Bahan galian setelah digali tidak dilakukan penimbunan di front
penambangan tetapi langsung diangkut oleh pembeli dan ditimbun
di stock pile di daerah Kanci Cirebon.
c. Lokasi dan luas lahan yang digunakan untuk
penimbunan/penyimpanan limbah sarana penunjang.
Dalam kekiatan penambangan Pasir ini tdak terdapat limbah
sarana penunjang, jadi kami tidak menyediakan lokasi penimbunan
2.3 Jalan

Jalan tambang dibangun sepanjang + 1.000 meter dengan lebar 6


meter yang menghubungkan jalan raya dengan lokasi tambang.
Kegiatan pembuatan jalan tambang meliputi :

 Pekerjaan perataan.

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 10


 Pelapisan batu kerakal.
 Pelapisan batu Pasir.
 Pelapisan tanah dan pemadatan.
Peralatan yang digunakan adalah, backhoe, alat angkut, dan roler.
Dalam pembuatan jalan tambang ini yang harus diperhatikan adalah
batas dari tepi jalan yang tidak boleh ditambang berjarak 10 m dengan
kemiringan maksimal 60°.

6,00 m.
Lapisan Pasir

Lapisan Tanah

Lapisan Batu
Kerikil ( 5 cm)

Gambar 2.2 Rencana Konstruksi Jalan Tambang

Pembuatan saluan air untuk mengantisipasi apabila hujan tiba,


sehingga air tidak menggenangi front penambangan dan merusak
jalan tambang.

Saluran air dibuat pada salah satu sisi jalan sepanjang 100 m.
dengan lebar 0,50 m dan kedalaman 0,50 m.

0,5
m.

JALAN TAMBANG 0,5


m.
0,5
m.
Gambar 2.3 Penampang Saluran Air

Pembuatan saluran air menggunakan 1 (satu) unit alat gali-muat


(backhoe) dan dumptruck dengan volume galian 300 m3 (2.000 m
x 0.5 m x 0.5 m).

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 11


2.4 Kolam Pengendapan/ Sedimen
Terdapat 3 kolam pengendapan/sedimen berfungsi agar air hujan
yang mengalir menuju sungai terendapkan di kolam sedimen sehingga
tidak terjadi pendangkalan sungai. Luas kolam pengendapan/sedimen
adalah 5 m x 20 m dengan kedalaman 2 meter.

2.5 Fasilitas Penunjang

Bangunan dan gedung yang direncanakan akan dibuat yang


digunakan untuk memperlancar jalannya usaha penambangan adalah :

1. Bangunan Kantor, Mess dan Garasi di Site

Bangunan kantor, mess dan garasi di site dijadikan satu lokasi


agar pengawasan dan penjagaan terhadap peralatan di garasi
bisa lebih mudah. Bangunan kantor di site digunakan untuk
mengurusi segala bentuk administrasi di site (lapangan). Mess di
site digunakan untuk menginap para pekerja yang berasal dari luar
daerah. Garasi di site digunakan untuk menyimpan peralatan
penambangan seperti back hoe dan dump truck sehingga
terlindung dari panas dan hujan.

2. Bangunan Pos Satpam di Site

Bangunan Pos Satpan di site ditempatkan terpisah dari bangunan


kantor, mess dan garasi dengan maksud selain selain pengawasan
areal site lebih merata juga untuk menjaga portal jalan masuk ke
site, sehingga kendaraan yang keluar masuk site bisa terpantau.
Jadi pos satpam didirikan dekat pintu portal jalan masuk ke site.

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 12


BAB III
RENCANA PROGRAM REKLAMASI

Rencana program reklamasi terhadap lahan yang terganggu untuk kurun


waktu 1 tahun yang dirinci setiap 6 (enam) bulan/semester, meliputi :

3.1. Lokasi lahan yang akan direklamasi.

Upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan diarahkan untuk


mempersiapkan reklamasi pasca penambangan. Pengelolaan
lingkungan untuk persiapan reklamasi dimaksudkan agar dapat
memberikan hasil yang optimal secara teknis serta membentuk dan
mempersiapkan lahan bekas penambangan yang menjurus ke arah
kegiatan reklamasi.

Lahan bekas tambang direncanakan akan dijadikan lahan pertanian dan


penataan saluran air agar tidak terjadi limpasan air pada waktu hujan.
Kegiatan reklamasi ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan arah
penambangan.

Tahapan kegiatan yang kami laksanakan dalam kaitannya dengan upaya


pengelolaan lingkungan yang ditujukan untuk kegiatan reklamasi pada
triwulan ketiga adalah sebagai berikut:

1. Penataan timbunan tanah penutup pada lahan yang telah di


tentukan;

2. Pembuatan saluran-saluran air;

3. Pembuatan kantong sedimen;

4. Penimbunan lahan bekas tambang;

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 13


3.2. Teknik dan peralatan yang akan digunakan dalam reklamasi.
Teknik reklamasi yang kami lakukan pada semester I adalah
menimbunkan kembali tanah penutup pada lahan pasca tambang front
kedua, melakukan penataan timbunan tanah penutup dari front kedua,
ketiga dan keempat. Kemudian untuk menjaga kestabilan lereng, kami
membuat drainase pada lereng (bench) front penambangan.
Peralatan reklamasi yang kami gunakan adalah 1 (satu) unit excavator
yang biasa kami gunakan untuk menggali.

3.3. Penatagunaan lahan (bila dilakukan back filling)


Pada semester I ini, kami tidak atau belum menggunakan material
pengisi untuk back filling.

3.4 Revegetasi
Pada semester I ini tidak kami melakukan penanaman tanaman, karena
baru melakukan penimbunan pada front penambangan kedua.

3.5. Pekerjaan sipil sesuai peruntukan lahan pasca tambang.


Pada semester I ini kami belum/tidak melakukan kegiatan reklamasi
secara teknik sipil.
3.6 Rencana pemanfaatan lubang bekas tambang (void)

3.7. Pemeliharaan
Pada semester I ini kami melakukan pemeliharaan drainase, pengerukan
kolam sedimen dan menjaga agar timbunan tanah penutup tidak longsor,
serta melakukan peniimbunan pada bekas front kedua.

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 14


Gambar 3.1 Peta bukaan rencana tambang

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 15


Gambar 3.2 Peta rencana reklamasi

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 16


BAB IV
KRITERIA KEBERHASILAN

4.1 Kriteria Keberhasilan Reklamasi Tahap Eksplorasi

Lampiran VI dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral


No 7 tahun 2014 mengenai kriteria keberhasilan reklamasi tahap
eksplorasi dijelaskan dalam tabel berikut ini:

Tabel 1.1 : Kriteria Keberhasilan Reklamasi Tahap Eksplorasi


Kegiatan Objek Kegiatan Parameter Standar Keberhasilan
Reklamas
i
Penatagu Penataan Permukaan Luas Areal yang ditata Sesuai dengan rencana
naan Tanah
Lahan Penimbunan kembali Bekas lubang bor Sesuai dengan rencana
lahan bekas kegiatan
eksplorasi Bekas Kolam Sesuai dengan rencana
pengeboran
Bekas sumur uji Sesuai dengan rencana

Bekas Parit Uji Sesuai atau melebihi

Penebaran Tanah Zona Luas area yang ditabur Baik (>90% dari luas areal
Pengakaran terganggu kegiatan eksplorasi)
Sedang (75% - 90% dari luas
areal terganggu kegiatan
eksplorasi)
pH Tanah Baik (pH 5 - 6)

Sedang (pH 4.5 - <5)

Pengendalian erosi dan Saluran Drainase Tidak terjadi erosi dan


pengelolaan air sedimentasi aktif pada lahan yang
sudah ditata
Bangunan pengendali Tidak terjadi alur - alur erosi
erosi
Revegeta Penanaman Luas area penanaman
si
a Tanaman penutup Sesuai dengan rencana
(Cover Crop)

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 17


b Tanaman cepat
tumbuh
c tanaman lokal

Pertumbuhan tanaman

a Tanaman penutup Baik (Rasio tumbuh >80%)


(Cover Crop) Sedang (Rasio tumbuh 60% -
b Tanaman cepat 80%)
tumbuh
c tanaman lokal

Penyelesaian Akhir

a Penutupan Tajuk ≥ 80%

Pemeliharaan

a Pemupukan Sesuai dengan dosis yang


dibutuhkan
b Pengendalian Pengendalian berdasarkan hasil
gulma, hama, dan analisis
penyakit

4.2 Kriteria Keberhasilan Reklamasi Tahap Operasi Produksi


Lampiran X dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
No 7 tahun 2014 mengenai kriteria keberhasilan reklamasi tahap operasi
produksi dijelaskan dalam tabel berikut ini,

Table 1.2 : Kriteria Keberhasilan Reklamasi Tahap Operasi Produksi


Kegiatan Objek Kegiatan Parameter Standar Keberhasilan
Reklamasi
Penatagun Penataan Permukaan a Luas Areal yang Sesuai dengan rencana
aan Lahan Tanah ditata
b Stabilitas Timbunan Tidak ada Longsoran

Penimbunan kembali a Luas areal yang Sesuai atau melebihi rencana


lahan bekas tambang ditimbun
b Stabilitas Timbunan Tidak ada Longsoran

Penebaran Tanah a Luas area yang Baik (>75% dari luas keseluruhan
Zona Pengakaran ditabur areal bekas tambang)
Sedang (50% - 75% dari luas
keseluruhan areal bekas tambang)
b pH Tanah Baik (pH 5 - 6)

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 18


Sedang (pH 4.5 - <5)

Pengendalian erosi a Saluran Drainase Tidak terjadi erosi dan sedimentasi


dan pengelolaan air aktif pada lahan yang sudah ditata
b Bangunan Tidak terjadi alur - alur erosi
pengendali erosi
Revegetas Penanaman Luas area penanaman
i
a Tanaman penutup Sesuai dengan rencana
(Cover Crop)
b Tanaman cepat
tumbuh
c tanaman lokal

Pertumbuhan tanaman

a Tanaman penutup Baik (Rasio tumbuh >80%)


(Cover Crop) Sedang (Rasio tumbuh 60% - 80%)
b Tanaman cepat
tumbuh
c tanaman lokal

Pengelolaan Material Pembangkit Air Asam Tambang

a Pengelolaan Material Sesuai dengan rencana

b Bangunan Tidak terjadi alur - alur erosi


Pengendali Erosi
c Kolam Pengendap Kualitas air keluaran memenuhi
Sedimen ketentuan Baku Mutu Lingkungan
Penyelesaian Akhir

a Penutupan Tajuk ≥ 80%

Pemeliharaan

a Pemupukan Sesuai dengan dosis yang


dibutuhkan
b Pengendalian gulma, Pengendalian berdasarkan hasil
hama, dan penyakit analisis
c Penyulaman Sesuai dengan jumlah tanaman
yang mati

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 19


BAB V
RENCANA BIAYA REKLAMASI

Biaya yang diperlukan untuk mereklamasi lahan yang terganggu dirinci untuk
setiap triwulan untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Perhitungan biaya
reklamasi terdiri dari :

5.1. Biaya langsung


Biaya yang telah dikeluarkan untuk kegiatan reklamasi pada semester I
adalah sebesar Rp. 21.855.000,- (dua puluh satu juta delapan ratus lima
puluh lima ribu rupiah) yang meliputi :

a. Penataan timbunan tanah penutup pada lahan yang telah di


tentukan;

b. Pembuatan saluran-saluran air;

c. Pembuatan kantong sedimen;

d. Penimbunan tanah penutup ke lahan

5.2. Biaya tidak langsung


Biaya tak langsung dalam perhitungan reklamasi dan ditetapkan dengan
menggunakan standar acuan sebesar Rp. 3.198.975,- (tiga juta seratus
sembilan puluh delapan ribu sembilan ratus tujuh puluh lima rupiah)
dengan ketentuan sebagai berikut :
a. biaya mobilisasi dan demobilisasi alat sebesar 2,5% dari biaya
langsung atau berdasarkan perhitungan.
b. biaya perencanaan reklamasi sebesar 2% - 10% dari biaya
langsung.
c. biaya administrasi dan keuntungan kontraktor sebesar 3% - 14%
dari biaya langsung.
d. biaya supervise sebesar 2% - 7% dari biaya langsung.

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 20


5.3. Total biaya
Total biaya langsung ditambah dengan biaya tidak langsung adalah Rp.
54.323.138,- ( lima puluh empat juta tiga ratus dua puluh tiga ribu
seratus tiga puluh delapan rupiah ).

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 21


TABEL 1.3
RENCANA BIAYA REKLAMASI SEMESTER I
DESKRIPSI BIAYA SEMESTER I
1. Biaya Langsung (Rp)
a. Biaya Penatagunaan Lahan
1). Biaya Penataan timbunan tanah penutup Rp. 35.250.000,-
2). Biaya penebaran tanah pucuk Rp. 5.287.500,-
3). Biaya pengendalian erosi dan Pengelolaan air ( Pembuatan
Rp. 1.410.000,-
drainase dan kolam sedimen)
b. Biaya Revegetasi
1). Analisa kualitas tanah -
2). Pemupukan -
3). Pengadaan bibit Rp. 3.500.000,-
4). Penanaman Rp. 1.100.000,-
5). Pemeliharaan tanaman Rp. 300.000,-
c. Biaya pencegahan dan penanggulangan air asam tambang
d. Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai peruntukan lahan pasca
tambang (Biaya yang diperlukan untuk pekerjaan sipil yang
secara teknis sesuai Dengan AMDAL atau UKL dan UPL.
Sub Total 1 (Rp) Rp. 46.847.500,-
2. Biaya Tidak Langsung (Rp)
a. Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat ( sebesar 2,5% dari
Rp. 2.372.375,-
Biaya Lang-
Sung atau berdasarkan perhitungan
b. Biaya perencanaan reklamasai ( sebesar 2% - 10% dari Biaya
Rp. 3.337.450,-
Lang -
Sung )
c. Biaya administrasi dan keuntungan kontraktor ( sebesar 3% -
Rp. 4.274.11,50,-
14% dari
Biaya Langsung )
d. Biaya supervisi ( sebesar 2% - 7% dari Biaya Langsung ) Rp. 4.967.300,-
Sub Total 2 (Rp) Rp. 7.475.638,-
Total (Rp) Rp.54.323.138,-

Laporan Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang an H. Dudi Bahrudin 22

Anda mungkin juga menyukai