Anda di halaman 1dari 137

BAB V

DASAR-DASAR PERENCANAAN, PERHITUNGAN DESAIN


INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM

5.1 Umum
Suatu sistem pengolahan air minum harus dirancang sedemikian rupa dengan
suatu standar dan kriteria desain yang dapat memenuhi kebutuhan para konsumen.
Dari sistem yang dirancang tersebut diharapkan dapat mengolah air baku menjadi
air minum yang memiliki kualitas dan kuantitas yang sangat baik. Keberhasilan
dari pengolahan air tersebut ditentukan dari kriteria berikut :
 Sebuah sistem harus dapat menghasilkan air minum yang memiliki
kualitas air yang sesuai dengan batasan standar yang ditetapkan oleh
Menteri Kesehatan
 Sebuah sistem pengolahan harus dapat memproduksi air minum dengan
kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan air minum serta
fluktuasi pemakaian
 Dan sebuah sistem harus bisa mendistribusikan air minum kepada
konsumen dengan harga pasaran yang dapat terjangkau
Setelah melalui pertimbangan-pertimbangan secara teknis, non teknis, serta
hal-hal lainnya, maka seperti yang telah dikemukakan pada Bab IV, perencanaan
sistem pengolahan air minum dilakukan sesuai dengan alternatif terpilih.
Adapun unit - unit pengolahan untuk alternatif terpilih adalah sebagai berikut :
1. Intake
2. Koagulasi Hidrolic Jump (terjunan)
3. Flokulasi Baffle Chanel Vertikal
4. Sedimentasi (Plate Settler)
5. Filtrasi (Saringan Pasir Cepat)
6. Pembubuhan Desinfektan
7. Reservoar

V-1
V-2

5.2 Perhitungan Desain Unit


5.2.1 Intake
Intake merupakan bangunan yang diletakkan di sumber air yang fungsinya
untuk menangkap air baku untuk kemudian dialirkan melalui pipa transmisi
menuju bangunan pengolahan. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam
membangun sistem intake ini adalah :
Ditempatkan pada tempat yang tidak ada arus/aliran yang merusak,
sehingga tidak akan terjadi gangguan dalam penyediaan air baku dan
sedekat mungkin dengan instalasi pengolahan.
Tanah disekitar intake harus stabil, diharapkan tidak akan terkena erosi
akibat arus pada sungai, jika intake diletakkan dekat belokan sungai,
bagian terbaik untuk meletakkannya adalah di lengkungan sungai di
bagian luar, bila intake diletakkan di lengkungan bagian dalam maka
dinding sungai akan tergerus oleh air sehingga ketinggian air akan
berkurang, banyak terdapat pasir dan tumpukan sampah.
Tersedianya jalan yang bebas rintangan menuju intake
Mulut intake harus berada di bawah muka air sungai guna mencegah
masuknya bahan-bahan terbawanya pasir atau endapan kasar
Mempunyai jarak dari pinggir sungai guna mencegah terjadinya
kontaminasi tercampurnya padatan (tanah) dengan air yang akan ditangkap
Intake harus diletakan di hulu sungai
Dipasang saringan untuk menahan sampah dan plastik
Harus mudah dibersihkan, misalnya pengambilan lumut dan endapan pasir

Menurut Susumu Kawamura, 1991, pemilihan lokasi intake harus


berdasarkan pada :
Mendapatkan air dengan kualitas terbaik setelah melewati prosedur-
prosedur tertentu guna menghindari pencemaran sumber air
Perkiraan kemungkinan perubahan yang terjadi
Minimisasi efek-efek yang diakibatkan oleh banjir dan sampah
Memungkinkan terjadinya pertumbuhan fasilitas dimasa mendatang
V-3

Minimisasi efek keberadaan sistem intake terhadap kehidupan akuatik yang


ada
Mendapatkan kondisi geologi yang baik
Peletakan intake tidak boleh mengganggu atau menimbulkan konflik
program-program peningkatan sungai dikemudian hari.

Pada pereancanaan intake perlu diperhatikan karakteristik air seperti


fluktuasi muka air maksimum dan minimum, materi tersuspensi dan
banyaknya kotoran yang mengapung. Kecepatan aliran perlu diperhatikan
agar tidak terjadi pengendapan pasir. Kecepatan aliran yang dianjurkan
untuk saluran intake adalah 0,6-1,5 m/dtk dengan waktu tinggal dalam
intake 20 menit (Al-Layla,1978).

Penentuan dimensi didasarkan pada persamaan kontinuitas dan Manning,


yaitu :
𝑸=𝑨𝒙𝑽 (5.1)
𝟏 𝟐⁄ 𝟏⁄
𝑽= 𝒙𝑹 𝟑 𝒙𝑺 𝟐 (5.2)
𝒏

Dimana :
Q = debit air (m3/detik)
A = luas penampang saluran (m3)
V = kecepatan aliran pada saluran pembawa (m/detik)
N = koefisien kekasaran Manning
R = jari-jari hidrolis (m)
S = slope/kemiringan (m/m)
V-4

Perletakan Intake

Letak yang
Letak yang kurang baik
baik

Gambar 5.1 Perletakkan Intake

Unit intake terdiri dari beberapa bagian yaitu :


a. Pintu Air
b. Bar Screen
c. Saluran Pembawa
d. Bak Pengumpul

a. Pintu Air
Pintu air dalam saluran intake diperlukan:
- Untuk mengatur jumlah aliran air yang akan masuk ke saluran pipa
pembawa
- Muka air pada sumber mengalami fluktuasi sedangkan pengaliran yang
berlebihan dapat memperlambat aliran sehingga perlu dilakukan
pembukaan pintu air agar dicapai debit pengaliran yang diinginkan

Kriteria Desain:
Debit pengolahan = 200 L/dtk = 0,2 m3/detik
Tinggi maksimum muka air =2m
Kecepatan aliran = 0,3 - 0,6 m/detik
Direncanakan :
Kecepatan aliran = 0,4 m/detik
V-5

Perhitungan :
Luas penampang saluran (Asal)
𝑄 0,2 𝑚3 /𝑑𝑡𝑘
𝐴𝑠𝑎𝑙 = = = 0,5 𝑚2
𝑣 0,4 𝑚/𝑑𝑡𝑘

Lebar saluran (Lsal)


Saluran tegak hidrolis optimum d = 0,5 L
𝐴𝑐 = 𝑑 𝑥 𝐿 = 2𝑑2
0,5 𝑚2 = 2𝑑2
0,5𝑚 0,5
𝑑=( )
2
𝑑 (𝑌) = 0,5 𝑚
Maka, 𝐿𝑠𝑎𝑙 = 2 𝑥 𝑑 = 1 𝑚

b. Bar Screen
Bar Screen berfungsi untuk menyisihkan benda-benda kasar yang melayang,
sehingga tidak mengganggu pengoperasian unit pengolahan selanjutnya.
Banyaknya kotoran yang tertahan pada bar screen akan meningkatkan
kehilangan tekanan sehingga perlu dibersihkan.pembersihan dapat dilakukan
secara manual maupun mekanis. Pemilihan tergantung dari beban yang
diterima, jika beban berat dapat menggunakan peralatan mekanis yang bekerja
secara otomatis, sedangkan beban yang relatif ringan dapat dilakukan secara
manual.
Kriteria desain untuk bar screen adalah :
Tinggi dan kemiringan screen harus memenuhi pada saat tinggi air
maksimum dan tinggi air minimum dengan head loss ≤ 15 cm (Al-
Layla, 1978)
Bukaan antara screen/jarak antar kisi : 25 – 50 mm (Babbit, 1967)
Sudut antara kisi-kisi dengan bidang horizontal (α) : 45o – 60o
Lebar penampang batang (w) : 5 – 15 mm
Kecepatan aliran air (Vs) : 0,3 – 0,6 m/dtk
Lebar saluran pembawa : 75 cm
Panjang penampang batang (p) : 25 – 75 mm
V-6

Kecepatan melalui bar screen (Vs) : 0,9 m/dtk


Faktor Kirschmer
Tabel 5.1 Faktor Kirschmer
No Keterangan Kriteria Desain
1 Faktor Kirshmer (β)
- Bentuk bulat lingkaran 1,79
- Persegi dgn sisi depan (upstream) dan belakang
1.67
(downstream) setengah lingkaran
- Persegi dengan sisi depan (upstream) setengah
1.83
lingkaran
- Persegi 2.42
- Bulat telur 10,76
Sumber : Syed.R.Qasim, 1985

Rumus yang digunakan :


Jumlah batang (n)
𝑳 = 𝒏 𝒙 𝒘 + (𝒏 + 𝟏)𝒙𝒃 (5.3)
Dimana :
L = lebar saluran intake (m)
N = jumlah kisi yang digunakan dalam bar screen
w = lebar batang/diameter (m)
b = jarak antar bukaan batang (m)

Kehilangan tekanan melalui kisi


𝑽𝒔𝟐
𝑯𝒗 = (5.4)
𝟐𝒈

Kehilangan tekanan di kisi-kisi


𝟒⁄
𝒘 𝟑
𝑯𝒔 = 𝜷 ( 𝒃 ) 𝒉𝒗 𝐬𝐢𝐧 Ө (5.5)

Dimana :
Β = sudut kemiringan batang
Ө = faktor kirschmer/faktor bentuk dari batang
V-7

Direncanakan :
Saringan halus dengan pembersihan secara manual
Debit pengolahan = 200 L/dtk = 0,2 m3/dtk
Lebar saluran intake (L) = 1,15 m
Kecepatan aliran (v1) = 0,5 m/dtk
Kisi berbentuk bulat lingkaran (β) = 1,79
Diameter yang direncanakan (w) = 15 mm = 0,015 m
Jarak bukaan antar batang (b) = 50 mm = 0,05 m
Kemiringan kisi (α) = 60
Gravitasi (g) = 9,81
Sloope (S) = 0,00008

Screen

Y1 V1 Vb V2 Y2

Gambar 5.2 Sketsa Barscreen

Perhitungan :
Kedalaman sebelum screen (Y1)
5⁄
𝑄𝑥𝑛 𝑌1 3
1⁄ = 5⁄
𝑆 2 (2𝑌1 + 1) 3

5⁄
0,2𝑚3 /𝑑𝑡𝑘 𝑥 0,013 𝑌1 3
1⁄ = 5⁄
(0,00008) 2 (2𝑌1 + 1) 3

5⁄
𝑌1 3
0,29 = 5⁄
(2𝑌1 + 1) 3

Dengan melakukan trial and error diperoleh nilai Y1=0,669 m

Kecepatan sebelum screen (v1)


𝑄 0,2 𝑚3 /𝑑𝑡𝑘
𝑣1 = = = 0,259 𝑚⁄𝑑𝑡𝑘
𝐿 𝑥 𝑌1 1,15𝑚 𝑥 0,660𝑚
V-8

Jumlah batang (n)


𝐿 = 𝑛 𝑥 𝑤 + [(𝑛 + 1)𝑥 𝑏]
1,15𝑚 = 𝑛 𝑥 0,015𝑚 + [(𝑛 + 1)𝑥 0,05𝑚]
1,15𝑚 = 0,015𝑛 + 0,05𝑛 + 0,05
1,10 = 0,065𝑛
𝑛 = 17 𝑏𝑎𝑡𝑎𝑛𝑔
Jumlah batang yang akan direncanakan = 17 batang

Jumlah bukaan (s)


𝑠 = 𝑛 + 1 = 17 + 1 = 18 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑎𝑛

Lebar bukaan total (Lt)


𝐿𝑡 = 𝑏 𝑥 𝑠 = 50𝑚𝑚 𝑥 18 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑎𝑛 = 899,77𝑚𝑚 = 0,899 𝑚

Kedalaman batang (bar terendam/Yb)


𝑌1 0,669𝑚
𝑌𝑏 = = = 0,78 𝑚
sin 𝛼 sin 60𝑜

Kecepatan di screen (vb)


𝑄 0,2 𝑚3 /𝑑𝑡𝑘
𝑣𝑏 = = = 0,33 𝑚⁄𝑑𝑡𝑘
𝐿𝑡 𝑥 𝑌1 0,899𝑚 𝑥 0,669𝑚

Kehilangan tekanan melalui screen (hv)


𝑣𝑏 2 (0,33𝑚/𝑑𝑡𝑘)2
ℎ𝑣 = = = 0,01𝑚
2𝑔 2 𝑥 9,81 𝑚/𝑑𝑡𝑘 2

Headloss bar
Persamaan Kirschmer
𝑤 4⁄3
𝐻𝐿 = 𝛽 𝑥 ( ) 𝑥 ℎ𝑣 𝑥 sin 𝛼
𝑏
4⁄
0,015𝑚 3
𝐻𝐿 = 1,79 𝑥 ( ) 𝑥 0,01𝑚 𝑥 sin 60° = 0,0017𝑚 = 0,17 𝑐𝑚
0,05𝑚
V-9

Ketinggian air setelah bar (Y2)


𝑌2 = 𝑌1 − 𝐻𝐿 = 0,669𝑚 − 0,0017𝑚 = 0,667𝑚

Kecepatan setelah melewati screen (v2)


𝑄 0,2 𝑚3 /𝑑𝑡𝑘
𝑣2 = = = 0,260 𝑚⁄𝑑𝑡𝑘
𝐿 𝑥 𝑌2 1,15𝑚 𝑥 0,667𝑚

c. Saluran Pembawa
Saluran pembawa dibuat untuk membawa air baku dari pintu air menuju ke
bak pengumpul.
Direncanakan :
Saluran pembawa terbuat dari beton
Koefisien Manning (n) = 0,013
Kecepatan sadap (vsadap) = 0,3 m/dtk
Debit pengolahan (Qsal) = 200 L/dtk = 0,2 m3/dtk
Panjang saluran (Psal) = 2 meter
Tinggi muka air rata-rata (AWL) = 1 meter
Sketsa saluran pembawa dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 5.3 Denah Saluran Pembawa


V-10

Perhitungan :
Persamaan kontinuitas
𝑄 =𝐴𝑥𝑣
𝑄𝑠𝑎𝑙
𝐴=
𝑣𝑠𝑎𝑑𝑎𝑝
0,2 𝑚3 /𝑑𝑡𝑘
𝐴= = 0,67 𝑚2
0,3 𝑚/𝑑𝑡𝑘
𝐿𝑒𝑏𝑎𝑟 𝑠𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 = 2 𝑥 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑚𝑢𝑘𝑎 𝑎𝑖𝑟
= 2𝑥ℎ =𝑏
𝐴=𝑏𝑥ℎ
𝐴 = 2ℎ 𝑥 ℎ = 2ℎ2

0,67 𝑚2
ℎ= √ = 0,58 𝑚
2

𝑏 = 2ℎ = 2 𝑥 0,58 𝑚

Persamaan Manning
1 2 1
𝑉= 𝑥 𝑅 ⁄3 𝑥 𝑆 ⁄2
𝑛

Jari-jari Hidrolis (R)


𝑏𝑥ℎ 1,15𝑚 𝑥 0,58𝑚
𝑅= = = 0,289 𝑚
𝑏 + 2ℎ 1,15 + (2 𝑥 0,58𝑚)

Kemiringan Saluran (Sloope)


2 2
𝑣𝑠𝑎𝑙 𝑥 𝑛 0,3𝑚/𝑑𝑡𝑘 𝑥 0,013
𝑆=( 2 ) = ( 2 ) = 0,00008
𝑅 ⁄3 0,289𝑚 ⁄3

Jadi Dimensi Saluran


 Lebar Saluran (Lsal) = 1,15 m
 Panjang Saluran (Psal) =4m
 Kedalaman Saluran = 0,58𝑚 + 𝑓𝑏(20%)
= 0,58𝑚 + 0,12 = 0,7 𝑚
V-11

Head loss pada saluran pembawa (Hl)


𝐻𝑙 = 𝑆 𝑥 𝑃𝑠𝑎𝑙 = 0,00008 𝑚/𝑚 𝑥 4𝑚 = 0,000319 𝑚

d. Bak Pengumpul
Bak pengumpul adalat tempat yang diperuntukkan untuk mengumpulkan air
yang telah disadap oleh unit intake sebelum dialirakan melalui pipa transmisi.
Rumus yang digunakan :
Volume bak pengumpul
𝑽𝒃𝒂𝒌 = 𝑸 𝒙 𝑻𝒅 (5.6)
Luas bak pengumpul
𝑽
𝑨𝒃𝒂𝒌 = 𝒉𝒃𝒂𝒌 (5.7)
𝒃𝒂𝒌

Kriteria Desain :
Waktu detensi air dalam sumuran (Td) = maks. 20 menit
Tebal dinding saluran minimum = 20 cm
Sumber : Al-Layla,1978

Direncanakan :
Bak pengumpul berbentuk persegi panjang
Debit pengolahan (Q) = 0,2 m3/dtk
Waktu detensi (tdbak) = 15 menit = 900 detik
Percepatan gravitasi (g) = 9,81 m/dtk2
Diameter pipa peluap (ø peluap) = 12 inch
Diameter pipa penguras (øpenguras) = 12 inch
Panjang : Lebar (P : L) =2:1
Tinggi bak pengumpul (hbak) =5m

Perhitungan :
Volume bak pengumpul (Vbak)
𝑉𝑏𝑎𝑘 = 𝑄 𝑥 𝑡𝑑𝑏𝑎𝑘 = 0,2 𝑚3 /𝑑𝑡𝑘 𝑥 900 𝑑𝑡𝑘 = 180 𝑚3
V-12

Luas bak pengumpul (Abak)


𝑉𝑏𝑎𝑘 180𝑚3
𝐴𝑏𝑎𝑘 = = = 36 𝑚2
ℎ𝑏𝑎𝑘 5𝑚

Dimensi bak pengumpul


Perbandingan antara panjang dan lebar adalah :
P:L=2:1
 Lebar bak pengumpul (Lbak)
𝐴𝑏𝑎𝑘 = 𝑃𝑏𝑎𝑘 𝑥 𝐿𝑏𝑎𝑘 → 𝑃𝑏𝑎𝑘 = 2𝐿𝑏𝑎𝑘
𝐴𝑏𝑎𝑘 = 2𝐿𝑏𝑎𝑘 𝑥 𝐿𝑏𝑎𝑘
0,5
𝐴𝑏𝑎𝑘 0,5 36𝑚2
𝐿𝑏𝑎𝑘 = [ ] = [ ] = 4𝑚
2 2

 Panjang bak pengumpul (Pbak)


𝐴𝑏𝑎𝑘 36𝑚2
𝑃𝑏𝑎𝑘 = = = 9𝑚
𝐿𝑏𝑎𝑘 4𝑚

 Kedalaman freeboard (hfreeboard) direncanakan 20% dari


kedalaman bak yang direncanakan, maka :
ℎ𝑓𝑟𝑒𝑒𝑏𝑜𝑎𝑟𝑑 = 20% 𝑥 ℎ𝑏𝑎𝑘
ℎ𝑓𝑟𝑒𝑒𝑏𝑜𝑎𝑟𝑑 = 20% 𝑥 5𝑚 = 1𝑚
Maka tinggi bak pengumpul :
ℎ𝑏𝑎𝑘 = 5𝑚 + 1𝑚 = 6𝑚
Jadi dimensi bak pengumpul adalah :
o Lebar =4m
o Panjang =9m
o Tinggi =5m

 Check volume bak pengumpul (Vbak)


𝑉𝑏𝑎𝑘 = 𝑃𝑏𝑎𝑘 𝑥 𝐿𝑏𝑎𝑘 𝑥 ℎ𝑏𝑎𝑘
𝑉𝑏𝑎𝑘 = 9𝑚 𝑥 4𝑚 𝑥 5𝑚 = 180 𝑚3
V-13

 Check waktu detensi bak pengumpul (tdbak)


𝑉𝑏𝑎𝑘 180 𝑚3
𝑡𝑑𝑏𝑎𝑘 = = = 900 𝑑𝑡𝑘 𝑥 60 𝑑𝑡𝑘/𝑚𝑛𝑡
𝑄 0,2 𝑚3 /𝑑𝑡𝑘
= 15 𝑚𝑛𝑡

5.2.2 Saluran Transmisi


Menurut Kawamura.Susumu, 1999, air baku dapat dialirakan secara
gravitasi maupun dengan bantuan pompa menuju ke instalasi pengolahan air
bersih. Saluran yang mengalirkan air baku disebut saluran transmisi.
Saluran transmisi dapat berupa saluran terbuka ataupun saluran tertutup
berupa pipa berdiameter tertentu. Rumus yang akan dipergunakan :
Rumus Manning untuk saluran terbuka
𝟏 𝟐⁄ 𝟏⁄
𝑽=𝒏 𝒙𝑹 𝟑 𝒙𝑺 𝟐 (5.8)

Dimana :
V = kecepatan aliran (m/dtk)
R = jari-jari hidrolis (m)
S = kemiringan saluran
n = koefisien kekasaran Manning dinding saluran
Sumber : Chom,1959
Rumus Darcy Weisbach untuk saluran tertutup
𝑸
𝑽= 𝟏⁄ 𝝅 𝒙 𝒅𝟐 (5.9)
𝟒

Dimana :
Q = debit harian maksimum
d = diameter pipa (m)
V = kecepatan aliran

Sistem pengaliran air baku yang digunakan yaitu secara gravitasi. Dengan
kondisi kontur (perbedaan ketinggian) intake berada pada +927 m dpl dan unit
instalasi berada pada ketinggian +748 m dpl, dikarenakan kondisi tersebut dan
mengupayakan untuk mencegah kebocoran maka pipa yang digunakan yaitu pipa
Galvanis Iron Pipe dengan diameter 14 inch.
V-14

Kriteria desain :
Kecepatan aliran melalui pipa transmisi (v) = 0,3 – 6 m/dtk
Kapasitas pipa transmisi adalah kapasitas maksimum satu hari (Qm)
Direncanakan :
Kapasitas pipa saluran transmisi (Qm) = 200 L/dtk = 0,2 m3/dtk
Kecepatan dalam pipa (v) = 1,5 m/dtk
Jenis pipa yang digunakan adalah pipa besi dengan nilai koefisien Hazen
William (C) = 100
Panjang pipa transmisi = 31 Km = 31000 m
Aksesories pipa yang digunakan untuk pipa Galvanis Iron Pipe :
Gate valve = 20 buah ; kf = 0,39
Bend 45o = 15 buah ; kf = 0,2
Bend 90o = 5 buah ; kf = 0,3
Air valve = 8 buah ; kf = 0,12
Fleksibel joint = 20 buah ; kf = 0,026

Perhitungan :
Luas penampang pipa (A)
𝑄 0,2 𝑚3 /𝑑𝑡𝑘
𝐴= = = 0,13 𝑚2
𝑣 1,5 𝑚/𝑑𝑡𝑘
Diameter pipa (d)

4𝐴 4 𝑥 0,13𝑚2
𝑑= √ = √ = 0,412𝑚 = 41,21𝑐𝑚 = 16,2 𝑖𝑛𝑐ℎ
𝜋 3,14

= 18𝑖𝑛𝑐ℎ = 0,5𝑚
Check kecepatan aliran dalam pipa (vaktual)
𝑄 𝑄 0,2 𝑚3 /𝑑𝑡𝑘
𝑣𝑎𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙 = = = = 1,2 𝑚⁄𝑑𝑡𝑘
𝐴 1⁄ 1⁄
4 𝜋 𝑑2 4 𝑥 3,14 𝑥 0,5𝑚2

Kemiringan (S)
1⁄
𝑄 0,54
𝑆=( )
0,2785 𝑥 𝐶 𝑥 𝑑2,63
V-15

1⁄
0,2 𝑚3 /𝑑𝑡𝑘 0,54
𝑆=( ) = 0,005
0,2785 𝑥 100 𝑥 0,5𝑚2,63

Kehilangan tekan melalui pipa transmisi (ΔHmayor)


∆𝐻𝑚𝑎𝑦𝑜𝑟 = 𝑆 𝑥 𝐿 = 0,005 𝑥 31000𝑚 = 157,70 𝑚

Kehilangan tekan melalui aksesories pipa (ΔHminor)


𝑣2
∆𝐻𝑚𝑖𝑛𝑜𝑟 = 𝑘𝑥 ( )
2𝑔

Contoh perhitungan untuk ΔH Gate Valve


1,52
∆𝐻𝐺𝑎𝑡𝑒 𝑉𝑎𝑙𝑣𝑒 = 20 𝑥0,39 𝑥 ( ) = 0,89
2 𝑥 9,81
Untuk perhitungan kehilangan tekan pada aksesories lainnya dapat dilihat
pada tabel berikut :
Tabel 5.2 Kehilangan Tekan Pada Aksesories Pipa

Aksesories kf ΔHminor
Gate Valve 0,39 0,89
Air Valve 0,12 0,11
Bend 45o 0,2 0,34
Bend 90o 0,3 0,17
Fleksibel joint 0,026 0,06
TOTAL 1,58
Sumber : Hasil Perhitungan

Kehilangan tekan melalui sistem transmisi (ΔH)


∆𝐻 = ∆𝐻𝑚𝑎𝑦𝑜𝑟 + ∆𝐻𝑚𝑖𝑛𝑜𝑟
∆𝐻 = 157,70 + 1,58 = 159,28 𝑚

Pada jalur pipa transmisi ditambahkan unit Bak Pelepas Tekan (BPT) yang
digunakan untuk mengurangi tekanan pada pipa yang diakibatkan perbedaan
ketinggian yang cukup besar antara intake dengan lkasi instalasi pengolahan air
minum. Bak Pelepas Tekan ini akan dipasang pada jalur pipa di ketinggian +850
V-16

m dpl. Waktu detensi yang akan direncanakan pada Bak Pelepas Tekan yaitu
selama 30 detik.

Volume BPT (VBPT)


𝑉𝑏𝑎𝑘 = 𝑄 𝑥 𝑇𝑑 = 0,2 𝑚3 /𝑑𝑡𝑘 𝑥 30 𝑑𝑡𝑘 = 6 𝑚3

Luas BPT (ABPT)


𝑉𝐵𝑃𝑇 6 𝑚3
𝐴𝐵𝑃𝑇 = = = 4𝑚2
ℎ𝐵𝑃𝑇 1,5 𝑚

Dimensi BPT
Perbandingan antara panjang dan lebar adalah :
P:L=2:1
 Lebar BPT (LBPT)
𝐴𝐵𝑃𝑇 = 𝑃𝐵𝑃𝑇 𝑥 𝐿𝐵𝑃𝑇 → 𝑃𝐵𝑃𝑇 = 2𝐿𝐵𝑃𝑇
𝐴𝐵𝑃𝑇 = 𝑃𝐵𝑃𝑇 𝑥 𝐿𝐵𝑃𝑇
0,5
𝐴𝐵𝑃𝑇 0,5 4𝑚2
𝐿𝐵𝑃𝑇 =[ ] =[ ] = 1,41 𝑚
2 2
 Panjang BPT (PBPT)
𝑃𝐵𝑃𝑇 = 2 𝑥 𝐿𝐵𝑃𝑇
𝑃𝐵𝑃𝑇 = 2 𝑥1,41 𝑚 = 2,83 𝑚
 Kedalaman freeboard (hfreeboard) direncanakan 20% dari kedalaman
bak yang direncanakan, maka :
ℎ𝑓𝑟𝑒𝑒𝑏𝑜𝑎𝑟𝑑 = 20% 𝑥 ℎ𝐵𝑃𝑇
ℎ𝑓𝑟𝑒𝑒𝑏𝑜𝑎𝑟𝑑 = 20% 𝑥 1,5 𝑚 = 0,3 𝑚
Maka tinggi BPT adalah :
ℎ𝐵𝑃𝑇 = 1,5 𝑚 + 0,3 𝑚 = 1,8 𝑚
Dimensi BPT adalah:
o Lebar : 1,4 m
o Panjang :3m
o Tinggi :2m
V-17

 Check volume BPT (VBPT)


𝑉𝐵𝑃𝑇 = 𝑃𝐵𝑃𝑇 𝑥 𝐿𝐵𝑃𝑇 𝑥 ℎ𝐵𝑃𝑇
𝑉𝐵𝑃𝑇 = 3𝑚 𝑥 1,4𝑚 𝑥 2𝑚 = 8,4 𝑚3

 Check waktu detensi BPT (tdBPT)


𝑉𝐵𝑃𝑇 6 𝑚3
𝑡𝑑𝐵𝑃𝑇 = = = 30 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘
𝑄 0,2 𝑚3 /𝑑𝑡𝑘

Hasil rancangan :
Pintu Air
Lebar pintu air = 0,8 meter
Lebar saluran = 1 meter
Tinggi maks.muka air = 2 meter
Kehilangan tekanan = 0,4 m/dtk
Screen
Lebar saluran = 1 meter
Kisi bentuk bulat lingkaran
Diameter batang = 0,015 meter
Jarak bukaan batang = 0,05 meter
Kemiringan = 60˚
Kedalaman sebelum screen = 0,669 meter
Jumlah batang = 15 batang
Jumlah bukaan = 16 bukaan
Kedalaman batang terendam = 0,78 meter
Headloss Krischmer = 0,0023 meter
Saluran Pembawa
Panjang saluran = 4 meter
Lebar saluran = 1,15 meter
Kedalaman saluran = 0,7 meter
Headloss saluran pembawa = 0,000319 meter
Bak Pengumpul
Volume bak pengumpul = 180 m3/dtk
V-18

Luas bak pengumpul = 36 m2


Lebar bak pengumpul = 4 meter
Panjang bak pengumpul = 9 meter
Tinggi bak pengumpul = 5 meter
Diameter pipa peluap = 12 (inch)
Diameter pipa penguras = 12 (inch)
Saluran Transmisi
Luas penampang pipa = 0,13 m2
Diameter pipa = 0,5 meter = 18 (inch)
Headloss pada pipa = 157,70 meter
Headloss melalui sistem transmisi = 159,28 meter
Headloss pada aksesories = 1,58 meter
BPT
Lebar BPT = 1,41 meter
Panjang BPT = 2,83 meter
Tinggi BPT = 1,8 meter
V-19
V-20
V-21
V-22

5.2.3 Koagulasi
Koagulasi adalah proses destabilisasi partikel koloid dengan cara
penambahan senyawa kimia yang disebut koagulan.
Destabilisasi merupakan proses dimana partikel-partikel koloid bersatu
dengan koagulan dan menjadi besar. Koagulan yang digunakan berfungsi untuk
membantu proses flokulasi agar flok dapat terbentuk lebih cepat. Parikel koloid
adalah hampir sama dengan padatan tersuspensi hanya saja mempunyai ukuran
yang lebih kecil yakni kurang dari 1µm (mikron), dengan kecepatan pengendapan
yang sangat rendah sekali. Partikel koloid ini juga yang menyebabkan timbulnya
kekeruhan. Dengan demikian partikel-partikel koloid yang pada awalnya sukar
dipisahkan dari air, setelah proses koagulasi akan menjadi kumpulan partikel yang
lebih besar sehingga mudah dipisahkan dengan cara sedimentasi, filtrasi atau
proses pemisahan lainnya yang lebih mudah. (Idaman.Said Nusa,2005:153)
Jenis koagulasi yang dapat digunakan adalah jenis hidrolis dan jenis
mekanis. Kedua jenis koagulasi tersebut mempunyai karakteristik sebagai berikut
:
a. Hidrolis
- Tingkat turbulensinya sangat dipengaruhi pada energi yang tersedia
- Besarnya air yang akan diolah
Contoh : terjunan, pipa aliran turbulen
b. Mekanis
- Tingkat turbulensinya sangat tergantung pada jenis peralatan dan fungsi
dari energi yang diberikan
- Tidak terpengaruh oleh besarnya kapasitas air yang akan diolah
Contoh : paddle dan propeller, pencampur statis

Rumus yang digunakan :


Ketinggian muka air di V-Notch
𝟐⁄
𝑸 𝟑
𝑯𝒑 = (𝟐,𝟔𝟑 𝒙 𝒄𝒅) (5.10)

Dimana :
Hp = ketinggian muka air di V-Notch
Q = debit aliran air (m3/detik)
V-23

Cd = koefisien limpasan

Gradien kecepatan
𝝆𝒙𝒈𝒙𝑸𝒙𝒉
𝑮= √ (5.11)
𝝁𝒙𝑻

𝑮𝟐 𝒙 𝝁 𝒙 𝒕 𝑮𝟐 𝒙 𝒗 𝒙 𝒕
𝒉= = (5.12)
𝝆𝒙𝒈 𝒈

Dimana :
G = gradien kecepatan pengadukan (dtk-1)
ρ = massa jenis cairan sesuai dengan temperatur (997.99 kg/m.dtk)
µ = kekentalan/viskositas (kg/m3)
h = headloss (m)
t = waktu detensi (detik)

Waktu yang diperlukan untuk jatuh


𝟐𝒉
𝒕𝒕𝒋𝒏 = √ 𝒈 (5.13)

Dimana :
ttjn = waktu yang diperlukan untuk jatuh
g = percepatan gravitasi (9,81 m/dtk2)
h = tinggi atau ketinggian pelimpah (m)

Kriteria perencanaan :
Gradien kecepatan = 200 – 1000 det-1
Waktu detensi = 20 - 60 detik (40 detik)
Viskositas kinematik (v) pada 25ºC = 0,9055 x 10-6 m2/det
Viskositas dinamik (µ) pada 25 ºC = 0,903 x 10-3 Nd/m2
Rapat massa pada 25 ºC = 996,95 Kg/m3
Koefisien Discharge (Limpasan) = 0,62
Gtd = 104 - 105
Bilangan Reynold (Nre) = > 2000
Bilangan Froude (NFr) = > 10-5
Perbandingan P : L =2:1
V-24

Direncanakan 2 bak koagulasi, sehingga

Sketsa Gambar Bak Koagulasi dapat di lihat pada gambar dibawah ini,

Gambar 5.7 Sketsa Bak Koagulasi

1. Sistem Inlet
Saluran inlet berbentuk segi empat yang merupakan saluran yang menyalurkan air
baku pipa transmisi ke V-Notch, dimana :
Kriteria desain :
0,2 𝑚3 /𝑑𝑡𝑘
Debit yang masuk ke inlet = = 0,1 𝑚3 /𝑑𝑡𝑘
2

Lebar saluran inlet (w) = 0,6 m


Panjang saluran inlet ( Linlet) = 1,5 m
V-25

Perhitungan :
Ketinggian air dalam saluran inlet (hair)
2
 Qinlet  3
hair   
 1,38  winlet 

2
 0,1 m 3 / dt  3
hair   
 1,38  0,6 m 
hair  0,244 m
Ketinggian freeboard (hfreeboard)
h freeboard  hair  20% 

h freeboard  0,244 m  20% 

h freeboard  0,049 m

Ketinggian saluran inlet (hsaluran)


hsaluran  hair  h freeboard

hsaluran  0,244 m  0,049 m

hsaluran  0,293 m
Kecepatan aliran dalam saluran inlet (vinlet)
Qinlet
vinlet 
hair  winlet

0,1 m 3 / dt
vinlet 
0,244 m  0,6 m

vinlet  0,682 m / dt
Jari-jari hidrolis saluran inlet (Rinlet)
hair  winlet
Rinlet 
2  hair   winlet
0,244 m  0,6 m
Rinlet 
2  0,244 m  0,6 m
Rinlet  0,135 m
V-26

Kemiringan saluran inlet (Sinlet)


1 2 1
vinlet  R 3 S 2
n
2
v n
S inlet   inlet 2 
 R 
 inlet 3 
2
 0,682 m / s  0,013 
S inlet  
 2 
 0,135 m 3 

S inlet  0,0011 m
m
Kehilangan tekanan pada saluran inlet (hlinlet)
hlinlet  S inlet  Linlet

hlinlet  0,0011 1,5 m

hlinlet  0,0017 m

2. Pelimpah (V-Notch)
Terjunan (Pelimpah) untuk unit koagulasi menggunakan V-Notch.

Gambar 5.8 V-Notch

Tinggi muka air pada V-Notch (hv-notch)


Untuk α = 90, maka
2 2
  5
 0,1 m 3 / dt  5
Q
hv  notch     
 8  Cd 2 g  tan  2  8  0,622  9,81  tan( 90 / 2) 
 15   15 
hv  notch  0,188 m
V-27

Lebar muka air pada V-Notch (Bv-notch)



Bv  notch  2 H tan
2
90
Bv  notch  2(0,188) tan
2
Bv  notch  0,38 m

Luas V-Notch (Av-notch)


1
AV  Notch   hV  Notch  BV  Notch
2
1
AV  Notch   0,188 m  0,38 m
2
AV  Notch  0,036 m 2

Kecepatan awal di ambang (vo)


Qin
v0 
AV  Notch

0,1 m 3 / dt
v0 
0,036 m 2

v0  2,8 m / dt

3. Dimensi Bak
Volume Bak (V bak)
Dengan waktu detensi sesuai dengan kriteria perencanaan (40 detik),
maka volume bak dapat dihitung sebagai berikut,
Vbak  Qbak  td

Vbak  0,1 m 3 / s  40 dt

Vbak  4 m 3

Dimensi Bak
P:L=2:1
P = 2L
V-28

V  P  L  T (asumsi T = 1,5 m)
V  2L  L  T
4 m 3  2L2  1,5 m

4 m3
L
2  1,5 m

L  1,15 m
Maka,
𝑉 4𝑚3
𝑃= = = 2,3𝑚
𝐿. 𝑇 1,15𝑚 𝑥 1,5𝑚

Tinggi bak hidrolis (Terjunan)


hterjunan  T  hV  Notch

hterjunan  1,5 m  0,188 m

hterjunan  1,69 m

Kedalaman freeboard (hfreeboard)


h freeboard  20%  hterjunan 

h freeboard  20%  1,69 m 

h freeboard  0,34 m

Tinggi Bak hidrolis (hbak)


hbak  hterjunan  h freeboard

hbak  1,69  0,34 m

hbak  2,03 m
Jadi dimensi bak koagulasi adalah :
 Lebar ( Lbak ) : 1,15 m ≈ 115 cm

 Panjang ( Pbak ) : 2,3 m ≈ 230 cm

 Tinggi ( hbak ) : 2,0 m ≈ 200 cm


V-29

Waktu terjun ke bak koagulasi (tterjunan)

2hterjunan 2(1,69)
tterjun    0,59 det
g 9,81
Kecepatan terjun ke bak koagulasi (vterjun)
vterjun  hterjunan / t terjunan

vterjun  1,69 m / 0,59 dt


vterjun  2,88 m / dt

Cek nilai gradient kecepatan (G)

  x g x Q x hterjunan 
0,5

G   
  x Vbak 
0,5
 996,95 Kg / m 3 x 9,81 m / dtk 2 x 0,1 m 3 / dtk x 1,69 m 
G   3 3

 0 ,903 x10 Kg / m .dtk x 4 m 

G  676,14 det 1 (memenuhi kriteria desain.)

Gtd
Gtd  G  td
Gtd  676,14  40 det
Gtd  27045,8

4. Kontrol Aliran
Jari-jari hidrolis (R)
Lbak  Pbak
R=
2 x ( Lbak  Pbak )
1,15 m  2,31 m
R=
2 x (1,15 m  2,31 m)
R = 0,38 m
V-30

Bilangan Reynold (Nre)


vterjun  R
Nre 

2,88  0,38
Nre 
0,9055  10 6

Nre  1,22 106  2000 (memenuhi syarat )


Dari hasil perhitungan bilangan Reynold yang didapat telah memenuhi
syarat yaitu lebih besar nilainya dari 2000.

Bilangan Froude (NFr)


v2
NFr 
gR

(2,88) 2
NFr 
9,81 0,38

NFr  2,19  10 5 (memenuhi syarat )


Dari hasil perhitungan bilangan Froude yang didapat telah memenuhi
syarat yaitu lebih besar nilainya dari 10-5.

5. Sistem Outlet
Saluran outlet berbentuk segi empat, dimana :
Debit outlet = 0,1 m3/ dt
Lebar saluran outlet (w) = 0,5 m
Panjang saluran outlet (L) = 1,5 m

Perhitungan :
Ketinggian air dalam saluran outlet (hair)
2
 Qinlet  3
hair   
 1,38  woutlet 

2
 0,1 m 3 / dt  3
hair   
 1,38  0,5 m 
hair  0,28 m
V-31

Ketinggian freeboard (hfreeboard)


h freeboard  hair  20% 

h freeboard  0,28 m  20%

h freeboard  0,055 m

Ketinggian saluran outlet (hsaluran)


hsaluran  hair  h freeboard

hsaluran  0,28 m  0,055 m

hsaluran  0,33 m
Kecepatan aliran dalam saluran outlet (voutlet)
Qoutlet
voutlet 
hair  woutlett

0,1 m 3 / dt
voutlet 
0,28 m  0,5 m

voutlet  0,72 m / dt
Jari-jari hidrolis saluran outlet (Routlet)
hair  woutlet
Routlett 
2  hair   woutlett
0,28 m  0,5 m
Routlett 
2  0,28 m   0,5 m
Routlett  0,131 m

Kemiringan saluran outlet (Soutlet)


1 2 1
voutlet  R 3 S 2
n
2
v n
S outlet   outlet 2 
 R 
 outlet 3 
2
 0,72 m / s  0,013 
S outlet  
 2 
 0,131 m 3 

S outlet  0,0013 m
m
V-32

Kehilangan tekanan pada saluran outlet (hloutlet)


hloutlet  S outlet  Loutlet

hloutlet  0,0013  1,5 m

hl outlet  0,002 m

Hasil Rancangan :
Sistem Inlet
Lebar saluran inlet (Linlet) = 0,6 meter
Panjang saluran inlet (Pinlet) = 1,5 meter
Ketinggian air dalam sal.inlet (Tinlet) = 0,244 meter
Ketinggian saluran inlet (hsaluran) = 0,293 meter
HL inlet = 0,0017 meter
Pelimpah (V-Notch)
Tinggi muka air pada V-Notch = 0,188 meter
Lebar muka air pada V-Notch = 0,38 meter
Luas V-Notch = 0,036 m2
Dimensi Bak
Volume bak (Vbak) = 4 m3
Lebar bak (Lbak) = 1,15 meter
Panjang bak (Pbak) = 2,3 meter
Tinggi bak (Tbak) = 2,0 meter
Kontrol Aliran
Jari-jari hidrolis (R) = 0,38 meter
Bilangan Reynold (NRe) = 1,22 x 105
Bilangan Froude (NFr) = 2,19
Sistem Outlet
Lebar saluran outlet (Loutlet) = 0,5 meter
Panjang saluran outlet (Poutlet) = 1,5 meter
Ketinggian air dalam sal.outlet (hair) = 0,28 meter
Ketinggian saluran outlet (hsaluran) = 0,33 meter
HL outlet = 0,002 meter
V-33

5.2.4 Flokulasi
Menurut Reynolds (1982:556), flokulasi adalah pengadukan lambat dari air
yang telah ditambahkan koagulan untuk mengumpulkan partikel yang sudah di
destabilisasi sehingga dapat membentuk flok. Terbentuknya flok-flok menjadi
lebih besar sehingga berat jenisnya lebih daripada air, maka flok-flok tersebut
akan lebih mudah mengendap di unit sedimentasi.
Pengadukan lambat dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain :
a. Pengadukan mekanis
Merupakan metoda pengadukan menggunakan peralatan mekanis yang terdiri
atas motor, poros pengaduk (shaft), dan alat pengaduk (impeller).
b. Pengadukan hidrolis
Merupakan metoda pengadukan yang memanfaatkan aliran air sebagai tenaga
pengadukan. Tenaga pengadukan ini dihasilkan dari energi hidrolik yang
dihasilkan dari suatu aliran hidrolik. Energi hidrolik dapat berupa energi
gesek, energi potensial (jatuhan) atau adanya lompatan hidrolik dalam suatu
aliran. Contoh pengadukan hidrolis untuk pengadukan lambat adalah kanal
bersekat (baffle channel), perforated wall,loncatan hidrolik, gravel bed dan
sebagainya.
Secara spesifik, nilai G dan waktu detensi untuk proses flokulasi adalah
sebagai berikut :
 Untuk air sungai :
Td = minimum 20 menit
G = 10 – 50 detik-1
 Untuk air waduk :
Td = 30 menit
G = 10 – 75 detik-1
 Untuk air keruh :
Td dan G lebih rendah
 Bila menggunakan garam besi sebagai koagulan :
G tidak lebih dari 50 detik-1
 Untuk penurunan kesadahan (pelarut kapur/soda) :
Td = minimum 30 menit
V-34

G = 10 – 50 detik-1
 Untuk presipitasi kimia (penurunan fosfat, logam berat, dan lain-lain) :
Td = 15 – 30 menit
G = 20 – 75 detik-1
Gtd = 10.000 – 100.000

Kriteria perencanaan :
Gradien kecepatan (air sungai) = 10 – 50 dtk-1
G x td = 104 - 105
Waktu detensi (td total) = minimum 20 menit
Viskositas kinematis (ʋ) pada 25˚C = 0,9055 x 10-6 m2/dtk
Viskositas dinamik (µ) pada 25˚C = 0,903 x 10-3 kg/m.dtk
Rapat massa (ρ) pada 25˚C = 996,95 L/dtk
Debit pengolahan (Q) = 200 L/dtk = 0,2 m3/dtk

Direncanakan :
Flokulasi baffle channel = 6 tahap
Tahap I : td = 200 dtk (G = 50 dtk-1)
Tahap II : td = 200 dtk (G = 45 dtk-1)
Tahap III : td = 200 dtk (G = 40 dtk-1)
Tahap IV : td = 200 dtk (G = 35 dtk-1)
Tahap V : td = 200 dtk (G = 30 dtk-1)
Tahap VI : td = 200 dtk (G = 25 dtk-1)

Rumus yang digunakan :


Jumlah baffle dalam flokulator aliran vertikal
𝟏⁄
𝑸 𝒙 𝑯𝒍 𝟐
𝑮 = [𝑽 𝒙 𝑯 𝒙 𝑨] (5.14)
𝑸
𝑽= (5.15)
𝑩𝒙𝑯
V-35

Sketsa Bak Flokulasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini,

Gambar 5.9 Sketsa Bak Flokulasi

Perhitungan :
1. Tahap Flokulator
Contoh perhitungan Tahap 1 :
Direncanakan :
Tinggi air (H1) =4m
Lebar dasar baffle (B1 = L1) =1m
Luas dasar (A1) = 2 m2
Gradien kecepatan (G) = 50 detik-1
Waktu detensi (td) = 200 detik

Perhitungan :
Debit pengolahan tiap bak (qbak)
𝑄 0,2 𝑚3 ⁄𝑑𝑡𝑘
𝑞𝑏𝑎𝑘 = = = 0,05 𝑚3 ⁄𝑑𝑡𝑘
𝑛𝑏𝑎𝑘 4 𝑏𝑎𝑘

Kecepatan Tahap 1 (v)


𝑞𝑏𝑎𝑘 0,05 𝑚3 ⁄𝑑𝑡𝑘
𝑣= = = 0,013 𝑚⁄𝑑𝑡𝑘
(𝐻1 𝑥 𝐵1 ) ( 4𝑚 𝑥 1𝑚)
V-36

G x td
𝐺 𝑥 𝑡𝑑 = 50 𝑑𝑡𝑘 −1 𝑥 200 𝑑𝑡𝑘 = 10000
Kehilangan tekanan Tahap 1
𝐺 2 𝑥 𝑣 𝑥 𝐻 𝑥 𝐴 (50𝑑𝑡𝑘 −1 )2 𝑥 0,9055 𝑥 10−6 𝑥 4𝑚 𝑥 2𝑚2
𝐻𝑙1 = =
𝑞𝑏𝑎𝑘 0,05 𝑚3 ⁄𝑑𝑡𝑘
= 0,4𝑚

Ketinggian air pada Tahap II


𝐻2 = 𝐻1 𝑥 𝐻𝑙1 = 4𝑚 𝑥 0,4𝑚 = 3,6𝑚

2. Dimensi Unit Flokulasi


Tinggi freeboard bak (hfreeboard)
Direncanakan tinggi freeboard bak dari Tahap I sampai IV adalah
sebesar 20% dari tinggi air tiap tahap.
Contoh perhitungan untuk Tahap I :
ℎ𝑓𝑟𝑒𝑒𝑏𝑜𝑎𝑟𝑑 = 20% 𝑥 𝐻1 = 20% 𝑥 4𝑚 = 0,8𝑚
Maka tinggi bak untuk Tahap I adalah :
ℎ𝑏𝑎𝑘 = ℎ𝑓𝑟𝑒𝑒𝑏𝑜𝑎𝑟𝑑 + 𝐻1 = 0,8𝑚 + 4𝑚 = 4,8𝑚

Panjang bak (Pbak)


𝑃𝑏𝑎𝑘 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 𝑥 𝐵𝑃𝑏𝑎𝑘 = 6 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 𝑥 1𝑚 = 6𝑚

Lebar bak (Lbak)


𝐴1 2𝑚2
𝐿𝑏𝑎𝑘 = = = 2𝑚
𝐵1 1𝑚

Untuk perhitungan Tahap II sampai VI dapat dilihat pada tabel


berikut :
V-37

Tabel 5.3 Perhitungan Unit Flokulasi Baffle Channel Vertikal


Waktu Luas
Gradien Lebar Dasar Tinggi Air
Tahap Detensi Dasar
Kecepatan (G) Baffle (B1 = L1) (H)
(td) (A)
Tahap 1 200 dtk 50 detik-1 1m 2 m2 4m
Tahap 2 200 dtk 45 detik-1 1m 2 m2 3.6 m
Tahap 3 200 dtk 40 detik-1 1m 2 m2 3.4 m
Tahap 4 200 dtk 35 detik-1 1m 2 m2 3.2 m
Tahap 5 200 dtk 30 detik-1 1m 2 m2 3.0 m
Tahap 6 200 dtk 25 detik-1 1m 2 m2 2.9 m
Sumber : Hasil Perhitungan

3. Sistem Inlet Flokulasi


Direncanakan :
Saluran penampang berbentuk = persegi panjang
𝐿𝑒𝑏𝑎𝑟 𝑏𝑎𝑘 2𝑚
Lebar saluran (Linlet) = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑘 = 4 𝑏𝑎𝑘 = 0,5𝑚

Debit pada saluran inlet (Qinlet) = 0,05 m3/dtk (setiap bak)


Tinggi air (hair inlet) = 0,5 m
Lebar flokulasi (Lflokulasi) =2m
Lebar dinding (ldinding) = 0,2 m

Perhitungan :
Tinggi saluran inlet (Hinlet)
𝐻𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 = ℎ𝑎𝑖𝑟 𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 + (20% 𝑥 ℎ𝑎𝑖𝑟 𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 )
𝐻𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 = 0,5𝑚 + (20% 𝑥 0,5𝑚)
𝐻𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 = 0,6𝑚

Panjang saluran inlet pada setiap bak (Pbak inlet)


𝑃𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 = (𝐿𝑓𝑙𝑜𝑘𝑢𝑙𝑎𝑠𝑖 + ( 1⁄2 𝑙𝑑𝑖𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔 ))

𝑃𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 = (2𝑚 + ( 1⁄2 𝑥0,2𝑚))


𝑃𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 = 2,1𝑚
V-38

Luas saluran inlet (Ainlet)


𝐴𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 = 𝐿𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 𝑥 ℎ𝑎𝑖𝑟 𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 = 0,5𝑚 𝑥 0,5𝑚 = 0,25𝑚

Kecepatan aliran pada saluran inlet (vinlet)


3
𝑄𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 0,05 𝑚 ⁄𝑑𝑡𝑘
𝑣𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 = = = 0,2 𝑚/𝑑𝑡𝑘
𝐴𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 0,25𝑚

Jari-jari hidrolis (Rinlet)


ℎ𝑎𝑖𝑟 𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 𝑥 𝐿𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 0,5𝑚 𝑥 0,5𝑚
𝑅𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 = = = 0,2𝑚
(2 𝑥 ℎ𝑎𝑖𝑟 𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 ) + 𝐿𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 (2 𝑥 0,5𝑚) + 0,5𝑚

Kemiringan saluran inlet (Sinlet)


2 2
𝑣𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 𝑥 𝑛 0,2𝑚 𝑥 0,013
𝑆𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 = [ 2 ] =[ 2 ] = 0,00007 𝑚/𝑚
(𝑅𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 ) ⁄3 (0,2𝑚) ⁄3
Kehilangan tekanan pada saluran inlet di setiap bak (hlinlet)
ℎ𝑙𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 = 𝑃𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 𝑥𝑆𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 = 2,1𝑚 𝑥 0,00007𝑚/𝑚 = 0,0002𝑚

4. Pintu Air
Direncanakan :
Debit pintu air (QPA = Qbak) = 0,05 m3/dtk
Kecepatan aliran air pada pintu air (vPA) = 0,6 m/dtk
Perhitungan :
Luas pintu air (APA)
3
𝑄𝑃𝐴 0,05 𝑚 ⁄𝑑𝑡𝑘
𝐴𝑃𝐴 = = 𝑚 = 0,08𝑚2
𝑣𝑃𝐴 0,6 ⁄𝑑𝑡𝑘
Direncanakan tinggi bukaan pintu air (dPA) = 0,5 LP
𝐴𝑃𝐴 = 𝑑𝑃𝐴 𝑥 𝐿𝑃𝐴  𝐿𝑃𝐴 = 2𝑑𝑃𝐴
𝐴𝑃𝐴 0,5 0,08𝑚 0,5
𝑑𝑃𝐴 = ( ) =( ) = 0,2𝑚
2 2

Maka lebar pintu air adalah :


V-39

𝐴𝑃𝐴 = 𝑑𝑃𝐴 𝑥 𝐿𝑃𝐴


𝐴𝑃𝐴 0,08𝑚
𝐿𝑃𝐴 = = = 0,4𝑚
𝑑𝑃𝐴 0,2𝑚

Kehilangan tekanan pada pintu air (HlPA)


2
𝑄𝑃𝐴
𝐻𝑙𝑃𝐴 = ( )
2,476 𝑥 𝐿𝑃𝐴 𝑥 𝑑𝑃𝐴
3 2
0,05 𝑚 ⁄𝑑𝑡𝑘
𝐻𝑙𝑃𝐴 = ( ) = 0,06𝑚
2,476 𝑥 0,4𝑚 𝑥 0,2𝑚

5. Sistem Outlet Flokulasi


Direncanakan :
Saluran penampang berbentuk = Persegi panjang
Lebar saluran (Loutlet) =1m
Panjang saluran outlet (Poutlet) = 1,5 m
Kecepatan air di saluran otlet (voutlet) = 0,5 m/dtk

Perhitungan :
Luas saluran outlet (Aoutlet)
3
𝑄 0,05 𝑚 ⁄𝑑𝑡𝑘
𝐴𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 = = 𝑚 = 0,1𝑚2
𝑣𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 0,5 ⁄𝑑𝑡𝑘

Tinggi air pada saluran oulet (hair)


𝐴𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 0,1𝑚2
ℎ𝑎𝑖𝑟 𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 = = = 0,1𝑚
𝐿𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 1𝑚

Tinggi freeboard (hfreeborad)


ℎ𝑓𝑟𝑒𝑒𝑏𝑜𝑎𝑟𝑑 = ℎ𝑎𝑖𝑟 𝑥 20% = 0,1𝑚 𝑥 20% = 0,02𝑚

Tinggi air pada saluran outlet (houtlet)


ℎ𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 = ℎ𝑎𝑖𝑟 𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 + ℎ𝑓𝑟𝑒𝑒𝑏𝑜𝑎𝑟𝑑 = 0,1𝑚 + 0,02𝑚 = 0,12𝑚
V-40

Jari-jari hidrolis saluran outlet (Routlet)


ℎ𝑎𝑖𝑟 𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 𝑥 𝐿𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 0,1𝑚 𝑥 1𝑚
𝑅𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 = =
(2 𝑥 ℎ𝑎𝑖𝑟 𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 ) + 𝐿𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 (2 𝑥 0,1𝑚) + 1𝑚
= 1,01𝑚

Kemiringan saluran outlet (Soutlet)


2 2
𝑣𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 𝑥 𝑛 0,5𝑚 𝑥 0,013
𝑆𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 = [ 2 ] =[ 2 ] = 0,00003 𝑚/𝑚
(𝑅𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 ) ⁄3 (1,01𝑚) ⁄3

Kehilangan tekanan saluran outlet (Hloutlet)


ℎ𝑙𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 = 𝑃𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 𝑥𝑆𝑜𝑢𝑡𝑙𝑒𝑡 = 1,5𝑚 𝑥 0,00003𝑚/𝑚 = 0,00004𝑚

Hasil Rancangan :
Debit pengolahan (Q) = 200 L/dtk = 0,2 m3/dtk
Flokulasi baffel channel = 6 tahap
Tahap I
Tinggi air (H1) = 4 meter
Lebar dasar baffle (B1 = L1) = 1 meter
Luas dasar (A1) = 2 meter
Gradien kecepatan (G) = 50 detik-1
Waktu detensi (td) = 200 detik
Headloss (Hl1) = 0,4 meter
G x td = 10000
Kecepatan air (v1) = 0,013 m/dtk
Tahap II
Tinggi air (H2) = 3,6 meter
Lebar dasar baffle (B2 = L2) = 1 meter
Luas dasar (A2) = 2 meter
Gradien kecepatan (G) = 45 detik-1
Waktu detensi (td) = 200 detik
Headloss (Hl2) = 0,3 meter
G x td = 9000
V-41

Kecepatan air (v2) = 0,01 m/dtk


Tahap III
Tinggi air (H3) = 3,4 meter
Lebar dasar baffle (B3 = L3) = 1 meter
Luas dasar (A3) = 2 meter
Gradien kecepatan (G) = 40 detik-1
Waktu detensi (td) = 200 detik
Headloss (Hl3) = 0,2 meter
G x td = 8000
Kecepatan air (v3) = 0,01 m/dtk
Tahap IV
Tinggi air (H4) = 3,2 meter
Lebar dasar baffle (B4 = L4) = 1 meter
Luas dasar (A4) = 2 meter
Gradien kecepatan (G) = 35 detik-1
Waktu detensi (td) = 200 detik
Headloss (Hl4) = 0,1 meter
G x td = 7000
Kecepatan air (v4) = 0,02 m/dtk
Tahap V
Tinggi air (H5) = 3,0 meter
Lebar dasar baffle (B5 = L5) = 1 meter
Luas dasar (A5) = 2 meter
Gradien kecepatan (G) = 30 detik-1
Waktu detensi (td) = 200 detik
Headloss (Hl5) = 0,2 meter
G x td = 6000
Kecepatan air (v5) = 0,02 m/dtk

Tahap VI
Tinggi air (H6) = 2,9 meter
Lebar dasar baffle (B6 = L6) = 1 meter
V-42

Luas dasar (A6) = 2 meter


Gradien kecepatan (G) = 25 detik-1
Waktu detensi (td) = 200 detik
Headloss (Hl6) = 0,07 meter
G x td = 5000
Kecepatan air (v6) = 0,02 m/dtk
Panjang bak flokulasi (Pbak) = 6 meter
Lebar bak flokulasi (Lbak) = 2 meter
Sistem Inlet
Luas saluran inlet (Sinlet) = 0,25 meter2
Lebar saluran inlet (Linlet) = 0,5 meter
l dinding = 0,2 meter
Tinggi saluran inlet (hinlet) = 0,6 meter
Panjang saluran inlet (Pinlet) = 2,1 meter
Kemiringan saluran inlet (Sinlet) = 0,00007 m/m
Headloss saluran inlet (Hlinlet) = 0,0002 meter
Pintu Air
Luas pintu air (APA) = 0,08 meter2
Lebar pintu air (LPA) = 0,4 meter
Tinggi bukaan pintu air (dPA) = 0,2 meter
Headloss pintu air (HlPA) = 0,06 meter
Sistem Outlet
Luas saluran outlet (Soutlet) = 0,1 meter2
Lebar saluran outlet (Loutlet) = 1 meter
Panjang saluran outlet (Poutlet) = 1,5 meter
Kemiringan saluran outlet (Soutlet) = 0,00003 m/m
Headloss (Hloutlet) = 0,00004 meter
V-43
V-44

5.2.5 Sedimentasi
Sedimentasi atau pengendapan adalah suatu unit operasi untuk
menghilangkan materi tersuspensi atau flok kimia secara gravitasi. Proses
sedimentasi pada pengolahan air bersih umumnya untuk menghilangkan padatan
tersuspensi sebelum dilakukan proses pengolahan selanjutnya.
(Said.Nusa.Idaman,2005).
Jenis pengendapan partikel pada sedimentasi dapat dibedakan menjadi 2
jenis pengendapan, yaitu :
1. Pengendapan partikel Discrete, pengendapan yang terjadi akibat gaya
gravitasi dan mempunyai kecepatan pengendapan yang relatif konstan
tanpa dipengaruhi oleh adanya perubahan partikel dan berat jenis.
2. Pengendapan partikel Flocculant, yaitu pengendapan yang terjadi akibat
gaya gravitasi dan mempunyai percepatan pengendap per satuan waktu
sesuai dengan pertambahan ukuran pertikel flocculant.
Beberapa kriteria desain untuk bak sedimentasi adalah sebagai berikut :
Kriteria Desain :
Jarak antar plate (w) = (5 – 10) cm
Bilangan Reynold (NRe) = < 2000
Bilangan Froud (NFr) = > 10-5
Efisiensi penyisihan = (90 – 95) %
Kecepatan mengendap awal untuk mendapatkan flok (vo)
= (0,2 – 0,9) mm/dtk = ( 0,002 – 0,009) m/dtk
Sudut kemiringan plate settler (α) = (45 – 75)˚
Ratio panjang : lebar = (4 – 6) : 1
Ratio lebar : tinggi = (3 – 6) : 1
Lebar zone inlet = 25% panjang zone pengendapan
Beban pelimpah = (250 – 500) m3/m2/hari
Waktu detensi (td) dalam plate settler = minimum 4 menit
V-45

Direncankan :
Debit pengolahan (Q) = 0,2 m3/dtk
Kecepatan mengendap ( v0 ) = 0,002 m/dtk
(sumber : Hasil pengukuran pada Laboratorium Unpas, 2011)
Efisinsi bak = 95 % (0,95)
Kondisi performance bak (n) = 1/3 (Good Performance)
Panjang : Lebar (P : L) =5:1
Jarak antar plat (W) = 8 cm (0,08 m)
Tebal plat ( t plat ) = 0,5 cm (0,005 m)

Lebar plat settler ( w plat ) = 100 cm (1,0 m)

Jumlah bak ( nbak ) = 2 buah

Jarak antara plat settler dengan ruang lumpur adalah 1,2 meter ( l PS  RU )

Panjang plat settler ( P plat ) =Lebar zona pengendapan ( Lzona pengendapan )

W
Plate settler C
B

WP D
V
H

VS 
A E

Gambar 5.11 Potongan Plate Settler

Perhitungan,
1. Dimensi Bak Sedimentasi
Direncanakan akan dibangun 2 buah bak sedimentasi, sehingga debit tiap bak
adalah :
Q
qbak   n = Jumlah bak,
nbak
V-46

Maka :
0,2 m 3 / dtk
qbak   0,1 m 3 / dtk
2
Kecepatan mengendap partikel desain ( v s )
Hubungan antara Efisiensi pengendapan dengan kinerja (Good
Performance), dimana efisiensi pengendapan 95% dan n 1/3 maka dapat
dilihat pada grafik dibawah ini.

Gambar 5.12 Grafik Hubungan Antara Efisiensi Penyisihan Dengan Kinerja

Dari grafik pada Gambar 5.12 didapat :


v0
 4,8
Q
 
 A
Q Q
v0  4,8 x    v s 
 A A
Maka,
v0  4,8 x v s

v0
vs 
4,8
0,002 m / dtk
vs   0,000417 m / dtk
4,8
V-47

Luas permukaan bak ( As )

0,1 m 3 / dtk
As   240 m 2
0,000417 m / dtk

2. Dimensi Zona Pengendapan


Tinggi plate settler dalam bak ( H )
H  w plat x sin 

H  100 cm x sin 60 0  86 cm
Tinggi Free board ( H Free board )

Tinggi Free board direncanakan 20 % dari tinggi plate settler, maka :


H Free board  H x 20 0 0

H Free board  86 cm x 20 0 0  17,2 cm

Tinggi zona pengendap ( H zona pengendap )

H zona pengendapan  H  H Free board

H zona pengendapan  86 cm  17,2 cm  103,2 cm  1,032m

Panjang diagonal antar plat ( L AB )

 H   w 
L AB    
 sin    tan  
 86 cm   8 cm 
L AB   0
 0
 105 cm
 sin 60   tan 60 
Jarak horizontal antar plat ( wAE )

w
w AE 
sin 

8 cm
w AE   9,3 cm
sin 60 0
V-48

Zona pengendapan
 Luas zona pengendapan (A)
 Q   w 
vs    x 
A  h cos   w cos  
 2
 zp   

 0,1 m 3 / dtk   0,08 m 


0,000417 m / dtk    x
 
 
  1,0 m cos 60  0,08 cm cos 60
0 2 0
 Azp 
Azp  36 m 2

 Dimensi zona pengendapan


 Lebar zona pengendapan ( L zp )

P zp : L zp  5 : 1

Azp  Pzp x Lzp  A  5 x Lzp


2

Maka ;
0.5
 Azp 
Lzp   
 5 
0.5
 36 m 2 
Lzp     2,7m
 5 
 Panjang zona pengendapan ( Pzp )

Pzp  5 x L zp

Pzp  5 x 2,7 m  13,5 m

 Tinggi jatuhnya partikel ( LCD  h )

w
h
cos 

8 cm
h  16 cm  0,16m
cos 60 0

 Waktu detensi (td)


h
td 
vs

0,16 m
td   6,4 menit
0,000417 m / dtk x 60 dtk / mnt 
V-49

 Jumlah plate settler ( n plat )

 Pzp x sin  
n plat    1
 w 


 13,5 m x sin 60 0 
n plat  

  1  146,13  146 buah
 0,08 m 
 Koreksi Terhadap Panjang( K )
t plat
K  n plat x
sin 
0,005
K  144 x
sin 60
K  0,84 m

 Panjang Zona Pengendap sebenarnya ( Pzp )

Pzp  13,5 m  0,84 m


Pzp  14,34 m  14,5m

 Debit masing-masing plat settler ( Q plat )

qbak
Q plate 
n plate  1
0,1 m 3 / dtk
Q plate   0,00069 m 3 / dtk
146  1
 Kecepatan aliran dalam plat ( va )

Panjang plat ( Pplat  L zp ) = 2,7 m

Q plate
va   A  Pplat x w
A sin 

A  2,7 m x 0,08 m  0,21 m 2

0,00070 m 3 / dtk
va   0,0038 m / dtk
0,21 m 2 sin 60 0
V-50

Kontrol aliran
 Jari-jari hidrolis (R)
w plat x w
R
2 x w plat  w

1,0 m x 0,08 m
R  0,037 m
2 x 1,0 m  0,08 m 

 Bilangan Reynold ( N Re )

Viskositas kinematis pada 25 0C (υ) : 0,9055 x 10-6 m2/dtk


Percepatan gravitasi (g) : 9,81 m/dtk2
va  R
N Re 

0,0038 m / dtk x 0,037 m
N Re 
0,9055 x 10 6 m 2 / dtk

N Re  155,540 < 2000 (Memenuhi Syarat)

 Bilangan Froude ( N Fr )
2
v
N Fr  a
gR

N Fr 
0,0038 m / dtk 2
9,81 m / dtk 2 x 0,037 m

N Fr  3,98 x 10 5 > 10-5 (Memenuhi Syarat)

3. Sistem Inlet Bak Sedimentasi


Sistem inlet pada bak sedimentasi terdiri dari saluran inlet dan zona inlet.

Saluran Inlet
Saluran inlet pada sedimentasi juga berfungsi sebagai outlet pada unit
flokulasi, maka saluran ini telah dibahas pada saluran outlet pada perhitungan unit
flokulasi.
V-51

4. Zona Inlet
Direncanakan,
Lebar zona inlet = lebar zona pengendapan ( LZI  LZP ) = 2,7 m

Tinggi zona inlet = tinggi zona pengendapan ( hZI  hZP ) = 1,032m


Perhitungan,
Panjang zona inlet ( PZI )

 
PZP  1 x hZP  hZP x cos 60
2

PZP  1 x 1,032 m  1,032 x cos 60  103 m


2

5. Zona outlet
Perhitungan sistem outlet pada bak sedimentasi terdiri dari perhitungan
gutter, pelimpah.

Pelimpah
Direncanakan,
Pelimpah pada gutter merupakan weir bergerigi (V-notch)
Sudut V-notch = 900
Panjang pelimpah = Panjang zona pengendap = 13,3 m
Cd = 0,6
Beban maks pelimpah(hpelimpah) = (3,85-15) m3/m.jam (7 m3/m.jam)
Lebar V-Notch :=10 cm = 0,1 m

Gambar 5.13 Sketsa Pelimpah V-Notch


V-52

Perhitungan,
Panjang pelimpah (Ppelimpah)
 Q 
Ppe lim pah   
h 
 pe lim pah 

 0,1 m 3 / dtk 
Ppe lim pah   3
 x 3600 dtk / jam
 7 m / m. jam 
Ppe lim pah  51,4 m

Jumlah pelimpah (npelimpah)


 Ppe lim pah 
nPe lim pah   
 P ZP 
 51,4 m 
nPe lim pah   
 13,3 m 
n Pe lim pah  3,8 buah  4 buah

Debit tiap pelimpah ( q pe lim pah )

qbak
q pe lim pah 
n pe lim pah

0,1 m 3 / dtk
q pe lim pah   0,025 m 3 / dtk
4

Cek beban pelimpah (hpelimpah)


 Q pe lim pah 
h pe lim pah   
P 
 pe lim pah 

 0,025 m3 / dtk 
h pe lim pah    x 3600 dtk / jam
 13 ,5 m 
h pe lim pah  7m3 / m. jam (Memenuhi Syarat)
V-53

Jumlah V-notch tiap saluran ( nV  notch )

 Ppe lim pah 


nV notch     2
 wv notch 
 13,5 m 
nV notch     2
 0,1 m 
nV notch  133 buah

Debit yang melalui V-notch


 Q pe lim pah 
QV notch   
 v notch 
n

 0,026 m3 / dtk 
QV notch   
 133buah 
QV  notch  0,0002 m 3 / dtk

Ketinggian air pada V-notch (hair)


2
 5
 
QV  notch
hair  
 8 60 0 
 xCdx 2 . g x tan 
 15 2 
2
 5
 
0,0002 m 3 / dtk
hair  
 8 60 0 
 x 0, 6 x 2 .9,81x tan 
 15 2 
hair  0,036 m  3,6 cm

Tinggi freeboard pada V-notch (hfreeboard)


h freeboard  hair x 20%

h freeboard  0,036 m x 20%

h freeboard  0,0071 m
V-54

Tinggi V-notch ( hV  notch )

hV  notch  hair  h freeboard

hV notch  0,036 m  0,0071m

hV notch  0,0429 m  0,043 m

Gutter
Direncanakan,
Bentuk gutter = Persegi panjang
Lebar gutter ( L gutter ) = 0,3 m

Panjang gutter ( Pgutter  Pzp ) = 13,5 m

1 gutter = 2 pelimpah

Perhitungan,
Jumlah gutter ( n gutter )

 n pe lim pah   4 
n gutter        2 buah
 2   2 

Debit tiap gutter ( q gutter )

Qbak
q gutter 
n gutter / bak

0,1 m 3 / dtk
q gutter   0,052 m 3 / dtk
2
Ketinggian air pada gutter ( hair )
2/3
 q gutter 
hair  
 1,38 x L 
 gutter 

2/3
 0,052 m 3 / dtk 
hair     0,25 m
 1,38 x 0,3 m 
V-55

Ketinggian freeboard ( h freeboard )

h freeboard  20 % x hair

h freeboard  0,2 x 0,25 m  0,05 m

Tinggi gutter ( hgutter )

hgutter  hair  h freeboard

hgutter  0,25  0,05 m  0,3 m

Jari-jari hidrolis gutter ( R gutter )

hair x L gutter
R gutter 
2 x hair   Lgutter
0,25 m x 0,3 m
R gutter   0,1 m
2 x 0,25 m  0,3 m
Luas basah gutter ( Agutter )

Agutter  Lgutter x hair

Agutter  0,3 m x 0,25 m  0,075 m 2

Slope gutter ( S gutter )

2
 q gutter x n 
 
 
S gutter
A x R
2/3 
 gutter gutter 
2
 0,052 m 3 / dtk x 0,013 
S gutter    0,0019 m / m
 
 0,075 m 2 x 0,1 m 2 2 / 3 
 

Headloss pada gutter ( Hl gutter )

Hl gutter  Pgutter x S gutter

Hl gutter  13,3 m x 0,0019 m / m  0,025 m


V-56

6. Zona lumpur
Direncankan,
Bentuk limas segitiga terpancung
Debit bak sedimentasi ( Qbak ) = 0,1 m3/dtk

Lumpur yang dihasilkan ( S s ) = 5000 cm3/m3 (Laboratorium)


Periode pengurasan (td) = 1 hari
Jumlah kompartemen lumpur (n) = 4 buah
Panjang ruang lumpur ( PRL  PZP ) = 13,5 m
Lebar ruang lumpur ( LRL  L zp ) = 2,67 m

Gambar 5.14 Sketsa Ruang Lumpur

Perhitungan,
Debit tiap kompartemen ( q kompartemen )

Q
qkompartemen 
nkompartemen

0,1 m 3 / dtk
q kompartemen   0,025 m 3 / dtk
4
Volume lumpur untuk 1 hari tiap komparten ( Vlumpur )

Vlumpur  q kompartemen x td x S s

Vlumpur  0,025 m 3 / dtk x 1 hr x 86400 dtk  x 5000 cm 3 / m 3


 1 hr 

Vlumpur  10,8 m3
V-57

Tinggi ruang lumpur tiap kompartemen ( hRL )

VRL  1
3
PRL x LRL x hRL 

3VRL
hRL 
PRL x LRL

3 x 10,8 m 3
hRL   3,6 m
 13,3   2,67 
 mx m
 2   2 

7. Sistem Pengurasan
Direncanakan,
Lama pengurasan ( td pengurasan) = 1 hari

Cd = 0,6
Diameter pipa (  pengurasan ) = 250 mm (0,25 m) =10” (inch)

Volume lumpur ( Vlumpur ) = 10,8 m3

Jarak antara plat settler dengan ruang lumpur adalah 1 meter ( l PS  RL )

Perhitungan,
Tinggi total air dalam bak ( htotal air )

htotal air  hzona pengendapan  hruang lumpur  l PS  RL

htotal air  103,2 cm  364,5 cm  100 cm  567,7 cm  5,6 m

Luas penampang pipa penguras ( A penguras )

1
A penguras  D 2
4

x 3,14 x 0,25 m   0,049 m 2


1
A penguras 
2

4
V-58

Debit pengurasan ( Q pengurasan)

Q pengurasan  Cd x Apenguras x 2 ghtotal 


1/ 2
air


Q pengurasan  0,6 x 0,049 m 2 x 2 x 9,81 m / dtk 2 x 5,6 m 1/ 2

Q pengurasan  0,311 m3 / dtk

Lama bukaan pipa pembuangan tiap pengurasan (t)


Vlumpur
t
Q pengurasan

10,8 m 3
t  34,76 dtk  0,58 mnt
0,311 m 3 / dtk

Hasil Rancangan :
Kondisi performa bak (n) = 1/3 (Good Performance)
Plat Settler
Jarak antar plat settler (W) = 8 cm = 0,08 meter
Tebal plat settler (tplat) = 0,5 cm = 0,005 meter
Lebar plat settler (wplat) = 100 cm = 1 meter
Jumlah bak = 2 bak
Kecepatan mengendap (vo) = 0,002 m/dtk
Dimensi bak sedimentasi
Debit pengolahan tiap bak (qbak) = 0,1 m3/dtk
Kecepatan (vs)
Luas permukaan bak sedimentasi (As) = 240 m2
Dimensi zona pengendapan
Tinggi plat settler dalam bak (H) = 86 cm
Tinggi zona pengendapan (hZP) = 1,032 meter
Panjang diagonal antar plat settler (LAB) = 105 cm
Panjang horizontal antar plat settler (wap) = 9,30 cm
Luas zona pengendapan (Azp) = 36 m2
Lebar zona pengendapan (Lzp) = 2,7 meter
Panjang zona pengendapan (Pzp) = 13,5 meter
V-59

Panjang zona pengendapan sebenarnya (Pzp real) = 14,5 meter


Jumlah plat settler (nplat) = 146 buah
Kontrol aliran
Bilngan Reynold (NRe) = 155,540
Bilangan Froude (NFr) = 3,98 x 10-5
Zona Inlet
Lebar zona inlet (Lzi) = 2,67 meter
Panjang zona inlet (Pzi) = 1,03 meter
Tinggi zona inlet (hzi) = 1,03 meter
Zona outlet (Pelimpah)
Lebar V-Notch (wV-Notch) = 0,1 meter
Panjang pelimpah (Ppelimpah) = 51,4 meter
Jumlah pelimpah (npelimpah) = 4 buah
Jumlah V-Notch tiap saluran (nV-Notch) = 131 buah
Tinggi V-Notch (hV_Notch) = 0,0429 meter
Gutter
Lebar gutter (n) = 2 pelimpah
Panjang gutter (Pgutter) = 13,5 meter
Lebar gutter (Lgutter) = 0,3 meter
Tinggi gutter (hgutter) = 0,3 meter
Luas basah gutter (Agutter) = 0,075 m2
Slope gutter (Sgutter) = 0,0019 m/m
Headloss gutter (hlgutter) = 0,026 meter
Zona Lumpur
Jumlah kompartemen lumpur (n) = 4 bak
Panjang ruang lumpur (Pzp) = 13,5 meter
Lebar ruang lumpur (Lzp) = 2,67 meter
Debit tiap kompartemen (qkompartemen) = 0,025 m3/dtk
Tinggi ruang lumpur tiap kompartemen (hkompartemen) = 3,64 meter
Sistem penguras
Tinggi total air dalam bak (htotal air) = 5,67 meter
Luas penampang pipa penguras (Apenguras) = 0,049 m2
V-60

Debit pengurasan (Qpenguras) = 0,311 m3/dtk


Lama bukaan pipa pembuangan tiap pengurasan (t) = 0,58 menit
V-61
V-62
V-63
V-64

5.2.6 Filtrasi
Ada beberapa definisi filtrasi dikaitkan dengan hasil akhir dari filtrasi
yaitu :
a. Pemisahan air dengan kotoran yang tersuspensi
b. Pemisahan air dengan koloidal yang dikandungnya

Saringan Pasir Cepat (SPC)


Tujuan penyaringan adalah untuk memisahkan padatan tersuspensi dari
dalam air yang diolah. Pada penerapannya filtrasi digunakan untuk
menghilangkan sisa padatan tersuspensi yang tidak terendapkan pada proses
sedimentasi. (Said.Nusa.Idaman,2005)
Keunggulan saringan pasir cepat dibanding saringan pasir lambat :
- Digunakan untuk penyaringan dengan kecepatan 40 kali lebih besar.
- Dapat menghasilkan air yang jernih dalam jumlah besar dandalam waktu
yang singkat.
Pencucian media kerikil dan pasir menggunakan sistem backwash, yaitu
dengan mengalirkan air secara vertikal, sehingga kotoran yang menyumbat
media keluar dan kemudian dibuang melalui saluran pembuangan.
Media yang dapat digunakan selain pasir adalah antrasit, gelas, kaca,
beton, plastik, dan tempurung kelapa. Untuk bangunan pengolahan air minum
biasanya digunakan pasir kwarsa.

Kriteria desain :
Debit pengolahan (Q) = 0,2 m3/dtk
Dimensi bak dan media filter
Kecepatan filtrasi (vf) = 5 – 7,5 m/jam
Kecepatan backwash (vbw) = 4 – 30 L/dtk/m2
Luas permukaan filter (A) = 10 – 20 m2
Ukuran media
 Ukuran pasir efektif (Es) d10 = 0,5 – 0,65 mm
 Ukuran pasir efektif (Es) d60 = 0,15 – 0,75 mm
 Koefisien uniformitas (Uc) = 1,4 – 1,7
V-65

 Tebal media penyaring = 0,45 – 1 m


 Tebal media penyangga = 0,15 – 0,65 m
Underdrain
Area orifice : area filter = 1,5 – 0,005 : 1
Area lateral : area orifice =2–4:1
Area manifold : area lateral = 1,5 – 3 : 1
Diameter orifice = 0,25 – 0,75 inch
Jarak antar pusat orifice terdekat = 3 -12 inch
Jarak antar lateral terdekat = 3 -12 inch
Pengaturan aliran
Kecepatan dalam saluran inlet (Vinlet) = 0,6 – 1,8 m/dtk
Kecepatan dalam saluran outlet (Voutlet) = 0,9 – 1,8 m/dtk
Kecepatan dalam saluran pencuci (Vp) = 1,5 – 3,7 m/dtk
Kecepatan dalam saluran pembuang (Vb) = 1,2 – 2,5 m/dtk
Headloss backwash = 10 m
Ketinggian freeboard = > 0,2 m

Rumus yang digunakan :


Jumlah minimum filter yang dibutuhkan (n)
𝒏 = 𝟏𝟐 √𝑸 ( 5.14)
Dimana :
Q = kapasitas pengolahan (m3/dtk)

Luas permukaan filter (A)


𝑸𝒇
𝑨𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒃𝒂𝒌 = ( 5.15)
𝒗𝒇

Dimana :
Qf = debit aliran yang melalui filter (m3/dtk)
Vf = kecepatan filtrasi (m/dt)

Penentuan tebal lapisan penyangga (l)


𝑳 = 𝑲(𝐥𝐨𝐠 𝒅 + 𝟏, 𝟒) (5.16)
Dimana :
V-66

L = tebal lapisan penyangga (inch)


K = konstanta (10 – 14), diambil K = 12
d = diameter butir (inch)

Kehilangan tekanan pada media penyaring (hlsaring)


𝑲 (𝟏−𝒇)𝟐 𝟔 𝟐 𝒑
𝒉𝒍𝒔𝒂𝒓𝒊𝒏𝒈 = 𝒙 𝒗 𝒙 𝒗𝒇 𝒙 𝒙 (𝝎) 𝒙 ∑𝒏𝒊=𝟏 𝒅𝟐𝒊 𝒙 𝑳𝒊 (5.17)
𝒈 𝒇𝟑 𝒊

Dimana :
H = kehilangan tekanan (cm)
Li = tebal lapisan media filter (cm)
k = koefisien permeabilitas (filtrasi awal k=5)
g = percepatan gravitasi (981 cm/dtk2)
ʋ = viskositas kinematis pada T = 25˚C = 0,9055 x 10-2 cm2/dtk
Ψ = faktor bentuk (0,98 = hampir bulat)
f = porositas pasir (0,38 = hampir bulat)
di = diameter rata-rata antata dua butir yang berurutan (d1-d2)0,5
pi = % berat butir yang berdiameter di
vf = kecepatan filtrasi (cm/dtk)

Kehilangan tekanan pada media penyangga (hlp)


𝑲 (𝟏−𝒇)𝟐 𝟔 𝟐 𝒑
𝒉𝒍𝒑 = 𝒙 𝒗 𝒙 𝒗𝒇 𝒙 𝒙 (𝝎) 𝒙 ∑𝒏𝒊=𝟏 𝒅𝟐𝒊 𝒙 ∑ 𝑳𝒊 (5.18)
𝒈 𝒇𝟑 𝒊

Dimana :
H = kehilangan tekanan (cm)
Li = tebal lapisan media filter (cm)
k = koefisien permeabilitas (filtrasi awal k = 5)
g = percepatan gravitasi (981 cm/dtk2)
ʋ = viskositas kinematis pada T = 25˚C = 0,9055 x 10-2 cm2/dtk
Ψ = faktor bentuk (0,98 = hampir bulat)
f = porositas pasir (0,38 = hampir bulat)
di = diameter rata-rata antata dua butir yang berurutan (d1-d2)0,5
pi = % berat butir yang berdiameter di
V-67

vf = kecepatan filtrasi (cm/dtk)

Kontrol ekspansi
𝒇𝒆𝟑 𝒌 𝝆𝒘 𝟔
= 𝒙 𝒗𝒃 𝒙 𝝑 𝒙 𝒙 (𝚿 𝐱 𝐝 ) (5.19)
(𝟏−𝒇𝒆) 𝒈 (𝝆𝒔 −𝝆𝒘 ) 𝐢

Dimana :
fe = porositas media terekspansi
k = konstatnta ekspansi (4)
g = percepatan gravitasi (981 cm/det2)
vbw = kecepatan pencucian (1.11 cm/dtk)
ρw = kerapatan air (0,99695 gr/cm3)
ρs = kerapatan media (pasir = 2,65 gr/cm3)

Tebal media yang terekspansi (Le)


(𝟏−𝒇)
𝑳𝒆 = 𝑳 𝒊 𝒙 (5.20)
(𝟏− 𝒇𝒆 )

Dimana :
Le = tebal media yang terekspansi (cm)
Li = tebal media sebelum pencucian (cm)
fe = porositas media terekspansi
f = porositas awal

Kehilangan tekanan pada media penyaring yang terekspansi (hlsar-eks)


𝒉𝒍𝒔𝒂𝒓−𝒆𝒌𝒔 = 𝑳𝒆 − (𝟏 − 𝒇𝒆 )𝒙 (𝝆𝒔 − 𝟏) (5.21)
Dimana :
Le = tebal media yang terekspansi (cm)
fe = porositas saat ekspansi (0,4)
ρs = kerapatan media (gr/cm3)

Kehilangan tekanan pada media penyangga saat pencucian (hlbw)


𝑲 (𝟏−𝒇)𝟐 𝟔 𝟐 𝑳
𝒉𝒍𝒃𝒘 = 𝒙 𝒗 𝒙 𝒗𝒇 𝒙 𝒙 (𝚿) 𝒙 ∑𝒏𝒊=𝟏 𝒅𝟐 (5.22)
𝒈 𝒇𝟑 𝒊

Dimana :
hbw = kehilangan tekanan pada media penyangga pada saat backwash
V-68

L = tebal lapisan penyangga

Berikut adalah sketsa dari denah Filtrasi dan Bak Ekualisasi,

Gambar 5.18 Sketsa Denah Filtrasi dan Bak Ekualisasi

Perhitungan,
1. Dimensi Bak Filtrasi
Kriteria Perencanaan :
Kecepatan filtrasi ( v f ) : 10 m/jam (0,00278 m/dtk)

Panjang : Lebar (P : L) :2:1

Jumlah bak filtrasi (n)


n  12Q   Q Dalam m 3 / dtk
0.5

n  120,2 m 3 / dtk 
0.5
 5,12 buah  6 buah
V-69

Debit tiap bak ( qbak )

Q
qbak 
n
0,2 m 3 dtk
qbak   0,031 m 3 / dtk
6

Luas bak filter ( Abak )

Luas total bak filter ( Atotal bak )

Q
Atotal bak 
vf

0,2 m 3 / dtk
Atotal bak   72 m 2
0,00278 m / dtk

Luas masing-masing bak filtrasi ( Abak )

Atotal
Abak 
bak

n
72 m 3
Abak   11,31 m 2
6
Dimensi bak filtrasi,
Pbak : Lbak  2 : 1  Pbak  2Lbak

Abak  Pbak x Lbak

Abak  2Lbak x Lbak  A  2 Lbak  2



 Lebar bak filtrasi ( Lbak )
0.5
A 
Lbak   bak 
 2 
0.5
 11,31 m 2 
Lbak    2m
 2 
 Panjang bak filtrasi ( Pbak )

A   11,31 m 2 
Pbak   bak      5m
 Lbak   2m 
V-70

2. Media Filtrasi
Jenis media filtrasi yang akan digunakan untuk saringan pasir cepat ini
dibagi dalam dua jenis, yaitu :
Media penyaring
Media penyangga

a. Media Penyaring
Direncanakan media penyaring yang akan digunakan adalah pasir
dengan stratifikasi diameter terkecil terdapat pada bagian atas.

Distribusi lapisan media penyaring


Direncanakan :
Jumlah Lapisan = 4 Lapisan
Ketebalan Pasir = 80 cm

Tabel 5.4 Distribusi Tebal Lapisan Media Penyaring


Tebal
Diameter Pasir % Fraksi %
Lapisan Keterangan
(cm) Berat Kumulatif
(cm)
0,045 – 0,055 20 26,67 26,67 d 10
0,055 – 0,065 20 26,67 53,34
0,065 – 0,075 15 20,00 73 d 60
0075 – 0,085 10 13,33 86,67
0,085 – 0,1 10 13,33 100
Jumlah 75 100
Sumber : Hasil Perhitungan

Hasil perhitungan distribusi lapisan media penyaring dapat dilihat pada


Tabel 5.4
Contoh perhitungan :
% Fraksi berat Baris 1 (0,045 – 0,055):
 Tebal Lapisan 
% Fraksi berat    x100%
 Tebal Lapisan 
 20 
% Fraksi berat    x 100%  26,67%
 75 
V-71

% Kumulatif lapisan 2
% Kumulatif = 26,67 % + 26,67 %
% Kumulatif = 53,34 %

 Efective Size, ES (0,5 – 0,65 mm) :


E.S  d10    0,045  0,055 cm

E.S  0,045 x 0,055  0,05 cm  0,5 mm (memenuhi syarat)


 Uniformity Coeficient, UC (1,4 – 1,7) :
d10 = ES = 0,5 mm
d 60
UC 
d10

d 60  0,065 x 0,075  0,07 cm  0,7 mm


0,7
UC   1,4 (memenuh syarat)
0,5

b. Media Penyangga
Media penyangga yang digunakan adalah kerikil. Stratifikasi media
yang direncanakan adalah sebagai berikut :
Kriteria Perencanaan,
Ukuran media penyangga : (0,1-2,5) inchi
Koefisien faktor : 12

Tabel 5.5 Perhitungan Tebal Lapisan Media Penyangga


Kumulatif Tebal
Lapisan (d) Tebal Lapisan
Lapisan
(cm)
inch cm inch cm
0,1 0,25 4,8 12,19 12,19
0,2 0,48 8,1 20,55 8,36
0,4 0,95 11,7 29,69 9,14
0,6 1,59 14,4 36,45 6,76
1,5 3,81 18,9 48,04 11,59
2,5 6,35 21,6 54,80 6,76
Jumlah 54,80
Sumber : Hasil Perhitungan
V-72

Contoh perhitungan :
Kumulatif tebal lapisan (L)
L  k Log d  1,4
L  12Log 0,1  1,4
L  4,8 inch  12,19 cm
Tebal lapisan
Untuk Lapisan 1 = 12,19 cm
Untuk Lapisan 2 = 20,55 cm – 12,19 cm = 8,36 cm

3. Dimensi Bak Filter


i. Tebal media Penyaring = 75 cm
ii. Tebal media Penyangga = 54,8 cm

4. Sistem Underdrain
Sistem pengumpul air bersih yang telah melewati media filtrasi
direncanakan menggunakan pipa berlubang (Perporated Pipe) yang
terdiri dari :
Orifice
Pipa lateral
Pipa manifold

Gambar 5.19 Sketsa Perpipaan Bak Filtrasi


V-73

Direncanakan,
Aorifice : A filter = 0,003 : 1

Alateral : Aorifice =2:1

Amanifold : Alateral =3:1

Luas filter ( A filter ) = 11,31 m2

Panjang pipa manifold ( Pmanifold  Pbak ) = 5 m (500 cm)

Jarak antar pipa lateral terdekat ( l lateral ) = 10 ”  25,4 cm

Diameter orifice ( d orifice ) = 0,8”  2,0 cm

Jarak antar orifice ( l orifice ) = 10 cm (0,1 m)

Perhitungan,
Sistem pengumpul filtrat
Orifice
 Luas total orifice ( AT .orifice )

AT .orifice  0,003 x A filter

AT .orifice  0,003 x 11,31 m 2

AT .orifice  0,03 m 2

 Luas masing-masing orifice ( Aorifice )

Aorifice   d orifice 
1 2

x 3,14 x 2,0 cm 
1
Aorifice 
2

4
Aorifice  3,2 cm 2

 Jumlah orifice ( n orifice )

AT .orifice
norifice 
Aorifice

339 cm 2
norifice   105 buah
3,2 cm 2
V-74

Pipa lateral
 Luas total pipa lateral ( AT .lateral )

AT .lateral  2 x AT .orifice

AT .lateral  2 x 339 cm 2  679 cm 2

 Jumlah pipa lateral ( nlateral )

 P  
nlateral   bak   2 x 2
 llateral  

 500 cm  
nlateral     2 x 2  35 buah
 25,4 cm  
 Luas pipa lateral ( Alateral )

AT .lateral
Alateral 
nlateral

679 cm 2
Alateral   19,2 cm 2
35
 Diameter pipa lateral ( d lateral )

Alateral  1 x  x d lateral 
2
4
0.5
 4 x Alateral 
d lateral  
  
0.5
 4 x 19,2 cm 2 
d lateral     4,9 cm  2"
 3,14 
Diameter pipa lateral yang dipakai adalah 2 ”  5,08 cm
 Luas pipa lateral perencanaan ( A'lateral )

A'lateral  1 x  x d lateral 
2
4

A'lateral  1 x 3,14 x 5,08 cm  20,3 cm 2


2
4
V-75

 Luas total pipa lateral perencanaan ( A'T .total )

A'T .lateral  A'lateral x nlateral

A'T .lateral  20,3 cm 2 x 35  709 cm 2

 Jumlah orifice tiap pipa lateral ( norifice/ la teral )

norifice
norifice/ lateral 
nlateral
105
norifice/ lateral   3 buah
35
 Jumlah total orifice ( n'T orifice )

n'T orifice  norifice/ lateral x nlateral

n'T orifice  3 x 35  105 buah

 Total luas orifice perencanaan ( A'T .orifice )

A'T .orifice  Aorifice x n'T .orifice

A'T .orifice  3,2 cm 2 x 105  340,33 cm 2  0,034 m 2

 Mengecek rasio ( A'T .orifice : A filter )

 A'T .orifice   A filter 


A'T .orifice : A filter   : 
 A  A 
 filter   filter 

 0,034 m 2   11,31 m 2 
A'T .orifice : A filter   :
2   2 

 11,31 m   11,31m 
A'T .orifice : A filter  0,0030 : 1 (Memenuhi syarat)

 Mengecek rasio ( A'T .lateral : A'T orifice )

 A'   A'T .orifice 


A'T .lateral : A' orifice   T .lateral  :  
 A'   
 T .orifice   A'T .orifice 

 709 cm 2   340,33 cm 2 
A'T .lateral : A'T orifice   :
2  

2 
 340,33 cm   340,33 cm 
A'T .lateral : A'T orifice  2,08 : 1 (Memenuhi syarat)
V-76

 Debit yang melalui pipa lateral ( Qlateral )

Q filter
Qlateral 
nlateral

0,031 m 3 / dtk
Qlateral   0,001m 3 / dtk
35
 Kecepatan aliran dalam pipa lateral ( vlateral )

Qlateral
vlateral 
A'lateral

0,001 m 3 / dtk
vlateral   0,443 m / dtk
0,00203 m 2
 Debit yang melalui orifice ( Qorifice )

Q filter
Qorifice 
n' orifice

0,031 m 3 / dtk
Qorifice   0,000299 m 3 / dtk
105
 Kecepatan aliran pada orifice ( vorifice )

Qorifife
v orifice 
Aorifice

0,000299 m 3 / dtk
vorifice   1 m / dtk
0,00032 m 2

Pipa manifold
Luas total pipa lateral perencanaan ( A'T .lateral ) = 709 cm2

Debit pada pipa manifold ( Qmanifold  Qbak ) = 0,031 m3/dtk

= 31414 cm3/dt
Lebar bak filtrasi ( Lbak ) = 2 m (200 cm)

Jarak antar pipa lateral ( l lateral ) = 10 ” (25,4 cm)

Jarak antar orifice ( l orifice ) = 10 cm

Panjang pipa manifold ( Pmanifold  Pbak ) = 5 m (500 cm)


V-77

Perhitungan,
 Luas pipa manifold ( Amanifold )

Amanifold  2 x A'T .lateral

Amanifold  2 x 709 cm 2  1418,06 cm 2

 Diameter pipa manifold ( d manifold )


0.5
 4 x Amanifold 
d manifold  
  
0.5
 4 x 1418,06 cm 2 
d manifold    42,50 cm
 3,14 
d manifold  42,50 cm  18 "

Diameter pipa manifold perencanaan adalah 18 ”  45,72 cm


 Luas pipa manifold perencanaan ( A' manifold )

A' manifold  1 x  x d manifold 


2
4

A' manifold  1 x 3,14 x 45,72 cm  1640,90 cm


2
4
 Mengecek rasio ( A'T .manifold : Alateral )

 Amanifold   A'T .lateral 


Amanifold : A'T .lateral    :  
 A'T .lateral   A'T .lateral 
 1418,06 cm 2   709 cm 2 
Amanifold : A'T .lateral   2
 :  
2 
 709 cm   709 cm 
Amanifold : A'T .lateral  2 : 1 (Memenuhi syarat)

 Kecepatan aliran pada pipa manifold ( v manifold )

Qmanifold
v manifold 
A' manifold

31414 cm 3 / dtk
vmanifold   19,14 cm / dtk  0,19 m / dtk
1640,90 cm 2
V-78

Perhitungan jarak penempatan sistem underdrain


 Panjang pipa lateral ( Plateral )

 Lbak  d manifold 
Plateral     llateral
 2 
 200 cm  42,50 cm 
Plateral     25,4 cm  201,74 cm
 2 
 Jarak antar orifice perencanaan ( l' orifice )

Plateral  2 x lorifice 
l 'orifice 
norifice/ lateral  1

201,74 cm  2 x 10 cm 
l ' orifice   90,87 cm
3 1

5. Kehilangan Tekanan Pada Saat Filtrasi


Kehilangan tekanan terjadi pada beberapa segmen, yaitu :
Media filtrasi (Pasir)
Media Penyangga (Kerikil)
Sistem Underdrain (Orifice, Lateral, Manifold)
Kehilangan tekanan karena perubahan kecepatan

Perhitungan :
Media filtrasi (Pasir)
Kriteria Perencanaan :
Tebal Media Penyaring = 75 cm
Viskositas kinematik = 0,009055 cm2/s
Faktor bentuk (ψ) = 0,98 (bulat)
Porositas (f) = 0,38 (bulat)
Kecepatan filtrasi = 10 m/jam = 0,3 cm/s
Koefisien (k) =5
V-79

Perhitungan headloss pada media penyaring menggunakan persamaan


sebagai berikut,

k 1  f    6   n Pi  L
2 2

h   v    2
g f3    i 1 di
Tabel 5.6 Perhitungan Headloss Pada Media Penyaring
Ukuran Pasir (cm) Di (cm) di2 Pi (%) Pi/di2
0,045 - 0,055 0,050 0,0025 26,67 1,07
0,055 - 0,065 0,060 0,0036 26,67 0,74
0,065 - 0,075 0,070 0,0049 20,00 0,41
0,075 - 0,085 0,080 0,0064 13,33 0,21
0,085 – 0,1 0,093 0,093 13,33 0,16
Jumlah 2,58
Sumber : Hasil Perhitungan

Maka, headloss media penyaring adalah sebagai berikut :

k
h   v
1 f   6 
2 n
Pi
   2  L
2

   i 1 di
3
g f

h
5
 0,009055  0,3 
1  0,38   6   258  75
2 2

 
981 0,383  0,98 
h  70,34 cm

Media penyangga (Kerikil)


Kriteria Perencanaan :
Faktor bentuk (ψ) = 0,94 (bulat)
Porositas (f) = 0,5 (bulat)
Kecepatan filtrasi = 10 m/jam = 0,3 cm/s
Koefisien (k) =5

Perhitungan :
Perhitungan headloss pada media penyangga menggunakan persamaan
sebagai berikut,

k 1  f    6   n Pi  L
2 2

h   v    2
g f3  i 1 di
V-80

Tabel 5.7 Perhitungan Headloss Pada Media Penyangga


Ukuran Kerikil (cm) di2 Li (cm) Li/di2 (cm)
0,254 0,06 12,19 188,98
0,478 0,23 8,36 36,65
0,953 0,91 9,14 10,07
1,588 2,52 6,76 2,68
3,810 14,52 11,59 0,80
6,350 40,32 6,76 0,17
Jumlah 239,35
Sumber : Hasil Perhitungan

Maka, headloss media penyangga adalah sebagai berikut :

k 1  f    6   n Pi  L
2 2

h   v    2
g f3    i 1 di

h
5
 0,009055  0,3 
1  0,5   6   239,95  54,80
2 2

 
981 0,53  0,94 
h  0,27 cm

Kehilangan Tekanan Pada Sistem Underdrain


 Kehilangan tekanan pada orifice (hlorifice)
Qorifice = 0,000299 m3/dtk

Aorifice = 0,00032 m2 (3,2 cm2)

vorifice = 1 m/dtk

C = 0,6
Perhitungan :

Q  C x A x 2 ghf , maka ;
2
Qorifice
hf orifice  2
C 2 x Aorifice x 2 g

hf orifice 
0,000299 m / dtk 3 2

0,6 2 x 0,00032 m  x 2 x 9,81 m / dtk 


2 2 2

hf orifice  0,12 m  12 cm
V-81

 Kehilangan tekanan pada pipa lateral (hllateral)


Qlateral = 0,001 m3/dtk

vlateral = 0,443 m/dtk

Plateral = 201,74 cm (2,02 m)

d lateral = 5,08 cm (2”) = 0,0508 m


f = 0,04
Perhitungan,
1 P v2
hllateral  x f x lateral x
3 d lateral 2 g

1  2,02 m   0,443 m / dtk 2 


hllateral  x 0,04 x   x 
3  2 

 0,0508 m   2 x 9,81 m / dtk 

hllateral  0,0053 m  0,530 cm

 Kehilangan tekanan pada pipa manifold (hlmanifold)


v manifold = 19 cm/dtk (0,19 m/dtk)

Pmanifold = 500 cm (5 m)

d manifold = 46 cm (0,46 m)

f = 0,04

Perhitungan,
2
1 Pmanifold vmanifold
hl manifold  x f x x
3 d manifold 2g

hl manifold 
1
x 0,04 x
5m
x
0,19 m / dtk 
2

3 0,46 m 2 x 9,81
hl manifold  0,0003 m  0,3 cm
V-82

 Kehilangan tekanan karena perubahan kecepatan pada pipa


lateral dan orifice (hlorifice-lateral)
vorifice = 1 m/dtk

vlateral = 0,443 m/dtk


Perhitungan,
v   v
2
2
hl orificelateral 
Orifice Lateral

2g

hl orificelateral 
1 m / dtk   0,443 m / dtk 
2 2

2 x 9,81 m / dtk 2

hl orificelateral  0,03 m  3 cm

 Kehilangan tekanan karena perubahan kecepatan pada pipa


lateral dan pipa manifold (hllateral-manifold)
vlateral = 0,443 m/dtk

v manifold = 0,19 m/dtk

Perhitungan,
v Lateral 2  v Manifold 2
hllateral manifold 
2g

hllateral manifold 
0,443 m / dtk   0,19 m / dtk 
2 2

2 x 9,81 m / dtk 2

hllateral manifold  0,00814m  0,814 cm

 Kehilangan tekanan total pada sistem underdrain (hltotal underdrain)


hf orifice = 12 cm

hf lateral = 0,530cm

hf manifold = 0,030 cm

hf orificelateral = 3 cm

hf lateralmanifold = 0,814 cm
V-83

Perhitungan,
hltotal underdrain  12  0,530  0,03  3  0,814 cm

hltotal underdrain  17 cm

Kehilangan tekanan pada perpipaan outlet air bersih


Pada saat bak filtrasi beroperasi, air yang telah melewati saringan
filter akan dikumpulkan pada saluran underdrain yang selanjutnya di
salurkan pada bak ekualisasi dengan melewati perpipaan outlet. Bak
ekualisasi ini digunakan dengan tujuan untuk menjaga agar tinggi
muka air pada filter konstan.
Air yang melalui sistem perpipaan tersebut adalah air dari tiap bak
filtrasi dengan debit 0,031 m3/dtk.
Adapun perlengkapan perpipaan outlet sebagai berikut :
1 buah reducer
1 buah gate valve
1 buah tee
I buah elbow

Gambar 5.20 Perlengkapan Perpipaan Outlet Air Bersih


V-84

Direncanakan :
Panjang pipa outlet dari filtrasi ke bak ekualisasi adalah 3
meter
Diameter pipa outlet dari filter ke bak ekualisasi adalah 12 inch
(0,3048 m)
Perhitungan,
Perhitungan headloss pada reducer 22” x 12 ” ( Hf red )

 Kecepatan pada reducer ( v red )

Qoutlet
vred 
Ared 8"

0,031 m 3 / dtk
vred   0,43m / dtk
1 x 3,14 x 0,3048 m2
4
 Headloss pada reducer ( hl red )

 v red 2 
hl red  K red x    K red  0,08

 2g 

 0,43 m / dtk 2 
hl red  0,08 x  2
  0,001 m

 2 x 9,81 m / dtk 
Perhitungan headloss pada gate valve
Kecepatan pada gate valve sama dengan kecepatan pada reducer
yaitu 0,43 m/dtk, sehingga besarnya headloss pada gate valve
adalah,
v 2

hl G .valve  K G .valve x  G .valve   K G .valve  0,39

 2g 

 0,43 m / dtk 2 
hlG .valve  0,39 x  2
  0,004 m

 2 x 9,81 m / dtk 
Perhitungan headloss pada tee
Kecepatan pada tee sama dengan kecepatan pada reducer yaitu
0,43 m/dtk, sehingga besarnya headloss pada tee adalah,
 vtee 2 
hl tee  K tee x    K tee  1,2

 2g 
V-85

 0,43 m / dtk 2 
hl tee  1,2 x  2
  0,011 m

 2 x 9,81 m / dtk 

Perhitungaan Headloss pada pipa outlet filter-bak ekualisasi (


Hf filterekual )

Diketahui,
Panjang pipa outlet filter- bak ekualisasi ( Poutlet ) =3m

Diameter pipa outlet filter- bak ekualisasi ( d outlet ) = 12”


(0,3048 m)
Debit pada pipa outlet ( Qoutlet ) = 0,031 m3/dtk
C = 120

Perhitungan,
 Kemiringan pipa outlet (Soutlet)
1 / 0.54
 Qoutlet 
S outlet   
2.63 
 0, 2785 x C x  d outlet  
1 / 0.54
 0,031 m 2 / dtk 
S outlet   
2.63 
 0,001 m / m
 0,2785 x 120 x 0,3048 m  
 Kehilangan tekanan pada pipa outlet ( hl filterekual )

Panjang ekivalen pipa outlet ( PEki.outlet )

PEki. putlet  Poutlet  10 % x Poutlet   Poutlet  3 m

PEki. putlet  3 m  0,1 x 3 m   3,3 m

hl filterekual  0,001 m / m x 3,3 m  0,018 m

Total kehilangan tekanan pada sistem perpipaan outlet filter-


ekualisasi ( hlT . filterekual )

hlT . filterekual  hl red  hlG.valve  hltee  hl filterekual

hlT . filterekual  0,001  0,004  0,011  0,003 m  0,018 m  1,8 cm


V-86

Total kehilangan tekanan saat filtrasi


Diketahui,
hl media penyaring = 70,34 cm

hl media penyangga = 0,27 cm

hlunderdrain = 17 cm

hlT . filterekual = 1,8 cm

Perhitungan,
hlTotal  hl media penyaring  hl media penyangga  hlunderdrain  hlT . filterekual

hlTotal  70,34  0,27  17  1,8 cm

hlTotal  89,23 cm

6. Dimensi bak filtrasi


Diketahui,
Tebal media penyaring = 75 cm
Tebal media penyangga = 54,80 cm
Kehilangan tekanan saat filtrasi = 89,23 cm
Freeboard = 50 cm
Tinggi air air diatas filter = 200 cm

Perhitungan,
H air filtrasi  H pasir  H ker ikil  hltotal  hair

H air filtrasi  75  54,80  89,23  200 cm

H air filtrasi  419,04 cm ,

Maka tinggi bak filtrasi adalah :


H filtrasi  419,04 cm  50 cm  469,04 cm  4,69 m  5m
V-87

7. Sistem Pencucian
Pencucian filter dilakukan dengan cara backwash atau dengan
membalikkan aliran air pada bak filtrasi. Dalam melakukan backwsh ini
dibutuhkan suatu tekanan yang cukup tinggi.
Untuk mendapatkan tekanan yang cukup besar dalam pencucian
filter ini maka air yang digunakan untuk backwash diambil dari menara
reservoar, ketinggian menara reservoar disesuaikan dengan tekanan yang
di butuhkan pada saat backwash. Proses backwash dilakukan secara
bergantian pada setiap bak filtrasi.

Direncanakan,
Lama pencucian = (4-6 )menit = 4 menit
Luas permukaan filter = 11,31 m2
Kecepatan backwash = 0,67 m/mnt = 1,11 cm/dtk = 0,011
m/dtk

Perhitungan,
Kebutuhan air pencucian tiap filter (Vair pencuci)
Vair pencuci  vbackwash x A filter x td backwash

 0,011 m / dtk x 11,31 m 2 x  4 mnt x 60 dtk 


1 mnt 
Vair

pencuci

Vair pencuci  30,2 m3

Debit pencucian (Qbackwash)


Vair
Qbackwash 
pencuci

td backwash

30,2 m 3
Qbackwash 
4 mnt x 60 dtk
1 mnt

Qbackwash  0,13 m 3 / dtk  1,25 x 10 5 cm 3 / dtk


V-88

Kecepatan air dalam pipa pencucian


 Kecepatan aliran pencuci pada pipa manifold ( vbw manifold )

Qbw manifold  Qbwbackwash = 1,25 x 105 cm3/dtk

A' manifold = 1640,9 cm2

Perhitungan,
Qbackwash
vbwmanifold 
A' manifold

1,25 x 10 5 cm 3 / dtk
vbwmanifold   76,6 cm / dtk
1640,9 cm 2

 Lateral
Perhitungan,
Qbackwash
Qbwlateral 
nlateral

1,25 x 10 5 cm 3 / dtk
Qbwlateral   3592 cm 3 / dtk
35
A'lateral = 20,3 cm

Qbwlateral
vbwlateral 
A'lateral

3592 cm 3 / dtk
vbwlateral   177,3 cm / dtk
20,3 cm 2

 Orifice
Perhitungan,
Qbackwash
Qbworifice 
nT .orifice

1,25 x 10 5 cm / dtk
Qbworifice   1197,3 cm 3 / dtk
105
Aorifice = 3,2 cm2
V-89

Qbworifice
vbworificee 
AOrifice

1197,3 cm 3 / dtk
vbworificee   369,40 cm / dtk
3,2 cm 2

Ketinggian Media Terekspansi Saat Pencucian


Media Penyaring (Pasir)
Untuk mengetahui besarnya ketinggian media terekspansi pada saat
backwash, digunakan persamaan berikut ;
2
fe 3 k  w   6 
 x v backwash x  x  x 
1  fe g   s   w     x di 

Tebal media terekspansi


1 f
Le   Li
1  fe
Ekspansi,
Le  L
 100 %
L

Nilai fe dan Ψ dapat dilihat pada Tabel 5.8 dan Tabel 5.9 sebagai
berikut ;
Tabel 5.8 Spherisitas, Faktor bentuk butir, dan Porositas dalam Media Berlapis
Pada Saringan Pasir Cepat
Spherisitas Faktor Bentuk Porositas
Bentuk Media
(Ψ) (s) (f)
Bulat (bola) 1.00 6.0 0.38
Hampir Bulat 0.98 6.1 0.38
Agak Bulat 0.94 6.4 0.39
Bulat Lonjong 0.81 7.4 0.40
Bersegi-segi 0.78 7.7 0.43
Pecah-pecah 0.70 8.5 0.48
Sumber : Fair & Geyer, 1967
V-90

Tabel 5.9 Nilai (1/(1-fe)) Terhadap Media Pasir yang Terekspansi Saat
Pencucian
fe3/(1-fe) 0.0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9
0 0.00 1.62 1.89 2.10 2.28 2.44 2.59 2.74 2.88 3.01
1 3.14 3.27 3.40 3.52 3.65 3.78 3.89 4.01 4.13 4.24
2 4.35 4.47 4.58 4.70 4.81 4.93 5.05 6.16 5.27 5.38
3 5.49 5.60 5.71 5.82 5.92 6.03 6.14 6.24 6.35 6.46
4 6.57 6.68 6.78 6.88 6.99 7.10 7.20 7.31 7.41 7.52
5 7.62 7.73 7.83 7.94 8.04 8.15 8.25 8.35 8.46 8.56
6 8.67 9.77 8.88 8.98 9.08 9.18 9.29 9.39 9.49 9.60
7 9.70 9.81 9.91 10.01 1011 10.21 10.32 10.42 10.52 10.62
8 10.72 10.83 10.93 11.03 11.14 11.24 11.35 11.45 11.56 11.66
9 11.76 11.86 11.96 12.06 12.16 12.27 12.37 12.47 12.58 12.68
Sumber : Fair & Geyer, 1967
Ekspansi pada media penyaring
Kriteria Desain :
ρs (rapat massa pasir) = 2,65 gr/cm3
ρw (rapat massa air) =0,99695 gr/cm3 (Pada 25ºC)
f (porositas) = 0,38
ψ (faktor bentuk) = 0,98
k =4
µ (kecepatan kinematik) = 0,9055 x 10-2 cm2/s
Kecepatan pencucian = 0,0011 m/s

Tabel 5.10 Hasil Perhitungan Tebal Media Yang Terekspansi


Ukuran Pasir
di (cm) fe3/1-fe 1/1-fe fe f Keterangan Li (cm) Le (cm)
(cm)
0,045 - 0,055 0.049 0.4 2.28 0.56 0.44 terekspansi 20 25.6
0,055 - 0,065 0.060 0.3 2.1 0.52 0.48 terekpansi 20 22
0,065 - 0,075 0.070 0.2 1.89 0.47 0.53 tt 15 13.35
0,075 - 0,085 0.080 0.1 1.62 0.38 0.62 tt 10 6.2
0,085 - 0,1 0.0925 0.1 1.62 0.38 0.62 tt 10 6.2
Sumber : Hasil Perhitungan
V-91

Contoh Perhitungan :
Besarnya ekspansi
2
fe3 4 0,99695  6 
  1,11  0,009055  
1  fe 981 2,65  0,99695  0,98  0,049 

fe 3
 0,4
1  fe
Dari tabel
1
Maka,  2,28
1  fe
fe
1
 2,28
1  fe

2,28  1
fe   0,56
2,28
Keterangan
Karena f < fe maka, lapisan ini terekspansi
Tebal lapisan
Li = 20 cm
Tebal Terekpansi
1 f
Le   Li
1  fe
1  0,44
Le   20 cm Le  25,6 cm
1  0,56

Media Penyangga (Kerikil)


Pada media penyangga diharapkan tidak terjadi ekspansi, untuk itu
perlu kontrol ekspansi terhadap butir terkecil dari media penyangga
dengan diameter terkecil = 0,25 cm
V-92

Kriteria Desain:
ρs (rapat massa kerikil) = 2,65 gr/cm3
ρw (rapat massa air) = 0,99695 gr/cm3 (Pada 25ºC)
f (porositas) = 0,5
ψ (faktor bentuk) = 0,94
k =4
µ (kecepatan kinematik) = 0,9055 x 10-2 cm2/s
Kecepatan pencucian = 0,0011 m/s

Perhitungan :
2
fe3 4 0,99695  6 
  1,11  0,009055  
1  fe 981 2,65  0,99695  0,94  0,25 

fe 3
 0,01
1  fe
1
Dari tabel maka nilai 0
1  fe
Nilai fe < f , maka media penyangga untuk semua lapisan tidak
terekspansi.

Kehilangan Tekanan Saat Backwash


Pada saat pencucian dilakukan, seluruh media penyaring diharapkan
dapat bergerak terangkat keatas tetapi untuk media penyangga tidak akan
terangkat keatas, hal ini terjadi karena kecepatan mengendap media
penyangga lebih besar dari kecepatan backwash yang direncanakan.
Kehilangan tekanan saat backwash terjadi pada :
1. Media Penyaring
2. Media Penyangga
3. Sistem Underdrain
V-93

Media Penyaring
Kehilangan tekanan pada media filtrasi yang terekspansi dapat
dihitung dengan persamaan sebagai berikut :
hl  Le  (1  fe)  ( s  1)

Tabel 5.11 Hasil Perhitungan Kehilangan Tekanan Saat Pencucian


Media Terekspansi
Ukuran Pasir (cm) Le (cm) fe ρs (gr/cm3) hf (cm)
0,005 - 0,007 25,6 0,56 2,65 18,5
0,055 - 0,065 22 0,52 2,65 17,3
Jumlah 35,8
Sumber : Hasil Perhitungan

Contoh Perhitungan (Lapisan 1)


hl  Le  (1  fe)  ( s  1)
hl  25,6 cm  (1  0,56)  (2,65  1)
hl = 18,5 cm

Untuk perhitungan Lapisan 2 dapat dihitung dengan cara yang


sama. Dari hasil perhitungan tabel diatas, maka total kehilangan
tekanan pada media filtrasi yang terekspansi adalah 35,8 cm.

Kehilangan tekanan pada media filtrasi yang tidak terekspansi


dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

hf 
k
   vb 
1  f 2   6  2    1  2  Li 
     
g f3      di  

Tabel 5.12 Hasil Perhitungan Kehilangan Tekanan Saat Pencucian


Media Tidak Terekspansi
Ukuran Pasir (cm) di (cm) Li (cm) (1/di)2 x Li
0,065 - 0,075 0.070 15 3061.2
0,075 - 0,085 0.080 10 1562.5
0,085 - 0,1 0.093 10 1168.7
Jumlah 5792.5
Sumber : Hasil Perhitungan
V-94

k
hf     vb 
1  f   6    1 
2

2

 
2




     Li

g f3 
     di 

hf 
4
 0,9055  10 2  0,62 
1  0,4   6   5792,5
2 2

981 0,4 3  0,98 


hf  50,1 cm

Total headloss pada media penyaring adalah,


hf  hf media terekspansi  hf media tidak terekspansi
hf  35,8 cm  50,1 cm
hf  68,7 cm

Media Penyangga
Pada seluruh lapisan media penyangga tidak terekspansi, maka
perhitungan kehilangan tekanan dapat dihitung dengan persamaan
berikut :

k 1  f    6   n Li
2 2

hf     vb     2
g f3    i 1 di

hf 
4
 0,009055  1,11 
1  0,5   6   239,35
2 2

981 0,5 3  0,94 


hf  0,8 cm

Sistem Underdrain
Orifice
Qbworifice = 1197,3 cm3/dtk = 0,0012 m3/dtk

Aorifice = 3,2 cm2 = 0,00032 m2

C = 0,6
V-95

Perhitungan,
 Qbworifice 2 
hlbworifice   2

 Aorifice x C x 2 g 
2


hlbworifice  
1197,3 cm 3 / dtk 
2


2 2

 3,2 cm x 0,6 x 2 x 981 cm / dtk
2



hlbworifice  626,19 cm  6,26m

Pipa Lateral
Diketahui,
Qbwlateral = 3592 cm3/dtk

vbwlateral = 177,3 cm/dtk

Plateral = 201,74 cm

d lateral = 5,08 cm
f = 0,04
Perhitungan,
1 P v 2

hlbwlateral   x f x lateral x  bwlateral 
 3 d lateral  2 g 

1 201,74 cm  177,3 cm / dtk 2 


hlbwlateral   x 0,04 x x  
3 5,08 cm  2 x 981 

hlbwlateral  8,5 cm  0,085m

Pipa Manifold
Qbw manifold = 1,25 x 105 cm3/dtk

vbw manifold = 76,6 cm/dtk

Pmanifold = 500 cm

d manifold = 45,72 cm

f = 0,04
V-96

Perhitungan,
1 Pmanifold  vbwmanifold 
2

hlbwmanifold   x f x x  
 3 d manifold  2g 

1 500 cm  76,6 cm / dtk 2 
hlbw manifold   x 0,04 x x  2

 3 45,72 cm  2 x 981 cm / dtk 
hlbwmanifold  0,44 cm

Kehilangan tekanan karena perubahan kecepatan pada pipa


lateral dan orifice.
vbworifice = 369,4 cm/dtk

vbwlateral = 177,3 cm/dtk


Perhitungan,
 vbworifice 2  vbwlateral 2 
hlbworificelateral  
 2g 

 369,4 cm / dtk 2  177,3 cm / dtk 2 


hlbworificelateral   
 2 x 981 cm / dtk 2 
hlbworificelateral  53,53 cm

Kehilangan tekanan kerena perubahan kecepatan pada pipa


lateral dan pipa manifold.
vbwlateral = 177,3 cm/dtk

vbw manifold = 76,6 cm/dtk

Perhitungan,
 vbwlateral 2  vbwmanifold 2 
hlbwlateralmanifold  
 2g 

 177,3 cm / dtk 2  76,6 cm / dtk 2 


hlbwlateral manifold  
 2 x 981 m / dtk 2 
hlbwlateralmanifold  13,03 cm
V-97

Total kehilangan tekanan pada sistem underdrain


Hf bwunderdrain  hf bwori  hf bwlat  hf bwman  hf bwor lat  hf bwlatman

Hf bwunderdrain  626,19  8,5  0,44  53,53  13,03 cm

Hf bwunderdrain  702 cm  7,02 m

Kehilangan tekanan pada sistem perpipaan backwash


Perhitungan kehilangan tekanan untuk perlengkapan perpipaan
pada saat backwash ini hanya menghitung pipa dan
perlengkapannya yang dilewati air pada saat backwash saja.

Direncanakan :
Panjang pipa dari menara operasional dengan bak filter
terjauh adalah 20 meter.
Debit backwash ( Qbw ) adalah 0,13 m3/dtk.

Diameter pipa ( d filter RO ) adalah 0,3048 meter (12”)

Perlengkapan pipa :
Tabel 5.13 Perlengkapan Pipa (Saat Backwash)
Jumlah Tiap Ukuran Ukuran
Perlengkapan Pipa
Filter (inch) (cm)
reducer 1 14 2.54
Gate Valve 1 14 2.54
Tee 1 14 2.54
elbow 1 14 2.54
pipa 14 2.54
Sumber : Hasil Perencanaan

Perhitungan,
Panjang ekivalen pipa dari filtrasi ke reservoar menara (
Peki . filtrasi Re s )

Peki . filtrasi Re s  Pfiltrasi Re s  Pfiltrasi res x 10% 

Peki . filtrasi Re s  20 m  20 m x 0,1  22 m


V-98

Kemiringan pipa (Sfiltrasi-Res)


1 / 0.54
 Qbw 
   C  120
 0,2785 x C x d 
S filtrasiRe s 2.63 
 filtrasi Re s 
1 / 0.54
 0,11 m 3 / dtk 
S filtrasi Re s   
2.63 
 0, 2785 x 120 x 0,3048 m  
S filtrasi Re s  0,002 m / m

Kehilangan tekanan pada pipa dari filtrasi ke reservoar


menara ( hl filtrasi Re s )

hl filtrasi Re s  S filtrasi Re s x Pfiltrasi Re s

hl filtrasi Re s  0,002 m / mx 22 m   0,1 m

Kehilangan tekanan pada reducer Ø 22” x 12” ( hl red )

d manifold : 0,4572 m (20”)

d filtrasiCw : 0,3048 m (12”)

Perhitungan kecepatan pada reducer ( v red )

 Qbw 
v red   
 1 / 4 x  x d
filtrasi Re s  
2 

 0,13 m 3 / dtk 
v red 
   1,27 m / dtk

 1 / 4 x 3,14 x 0,3048 m 
2

Perhitungan kehilangan tekanan pada reducer ( hl red )

v 2 
hl red  K red x  red   K red  0,08

 2g 

 1,27 m / dtk 2 
hl red  0,08 x  2
  0,02 m

 2 x 9,81 m / dtk 
V-99

Kehilangan tekanan pada gate valve ( hlG.valve )

vG.valve  v red  1,27 m / dtk , maka ;

 vG .valve 2 
hlG .valve  K G .valve x   x nG .valve  K G .valve  0,2

 2g 

 1,27 m / dtk 2 
hl G .va lve  0,2 x  2
 x1  0,016 m

 2 x 9,81 m / dtk 

Kehilangan tekanan pada Elbow ( hl Elbow )

v Elbow  v red  1,27 m / dtk , maka ;

v 2

hl Elbow  K Elbow x  Elbow  x n Elbow  K Elbow  0,3
 2g 
 1,27 m / dtk 2 
hl Elbow  0,3 x  2 
 x1  0,025 m
 2 x 9,81 m / dtk 

Kehilangan tekanan pada Tee ( hlTee )

vTee  vred  1,27 m / dtk , maka ;

v 2

hlTee  K Tee x  Tee   K Tee  1,2

 2g 

 1,27 m / dtk 2 
hlTee  1,2 x  2
  0,11 m

 2 x 9,81 m / dtk 

Kemiringan pipa outlet (Spipa lurus-bw)


1⁄
0,54
𝑄𝑓𝑖𝑙𝑡𝑒𝑟
𝑆𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑙𝑢𝑟𝑢𝑠−𝑏𝑤 = ( 2,63 )
0,2785 𝑥 𝐶 𝑥 (𝑑𝑓𝑖𝑙−𝑒𝑘𝑢𝑎𝑙 )
1⁄
3 0,54
31414 𝑐𝑚 ⁄𝑑𝑡𝑘
𝑆𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑙𝑢𝑟𝑢𝑠−𝑏𝑤 =( )
0,2785 𝑥 120 𝑥 (30,48 𝑐𝑚)2,63

𝑆𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑙𝑢𝑟𝑢𝑠−𝑏𝑤 = 0,03 𝑐𝑚⁄𝑐𝑚 = 0,0003 𝑚⁄𝑚


V-100

Total kehilangan tekanan pada sistem perpipaan saat


backwash ( hl bw Perpipaan)

hlbw Perpipaan  hl filtrasi Re s  hl red  hlG.valve  hl Elbow  hlTee


hlbw Perpipaan  0,1  0,02  0,016  0,025  0,11 m
hlbw Perpipaan  5,6 m  561 cm

Total Kehilangan Tekanan Saat Backwash (hlbackwash)


hlbackwash  hl pasir  hl ker ikil  hlbwunderdrain  hlbw perpipaan

hlbackwash  70,34  0,27  17  561 cm

hlbackwash  648 cm  6,48 m

8. Sistem Outlet Bak Filtrasi


Sistem outlet pada saat backwash
Untuk sistem outlet saat backwash, air yang dialirkan adalah air
kotor hasil dari pencucian media filter. Perhitungan sistem media
filter meliputi perhitungan saluran pelimpah (gutter), pengumpul,
pipa penguras air pencuci.
Air pencuci yang telah melewati media filter dialirkan kedalam
gutter kemudian menuju pengumpul untuk selanjutnya di buang
kesaluran pembuangan melalui pipa penguras.

Gutter
Direncanakan,
Gutter berbentuk segi empat
Jumlah gutter ( n gutter ) = 2 buah/bak

Lebar gutter ( L gutter ) = 0,4 m

Panjang gutter ( Pgutter  Pfilter ) = 6 meter

Tebal dinding antar filter = 30 cm (0,3 m)


Total bak filter ( n filter ) = 6 buah

Debit backwash ( Qbackwash ) = 0,13 m3/dtk


V-101

Perhitungan,
Debit yang melalui gutter saat backwash ( Qbw gutter )

Qbackwash
Qbw gutter 
n gutter

0,13 m 3 / dtk
Qbw gutter   0,063 m 3 / dtk
2
Ketinggian air dalam gutter saat backwash ( hbwair )
2/3
 Qbw gutter 
hbw air  
 1,38 x L 
 gutter 
2/3
 0,063 m 3 / dtk 
hbw air     0,235 m
 1,38 x 0, 4 m 
Luas basah gutter saat backwash ( Abw gutter )

Abw gutter  Lgutter x hbw air

Abw gutter  0,4 m x 0,235 m  0,094 m 2

Jari-jari gutter saat backwash ( Rbw gutter )

hbw air x L gutter


Rbw gutter 
2 x hbwair   Lgutter
0,235 m x 0,4 m
Rbw gutter   0,11 m
2 x 0,235 m  0,4 m
Kemiringan gutter saat backwash ( S gutter )

2
 Qbw gutter x n 
 
 
S gutter
A x R
2/3 
 bw gutter bw gutter 
2
 0,063 m 3 dtk x 0,013 
S gutter     0,0015 m / m
2/3 
 0,094 m 3
x 0,11 m  
Kehilangan tekanan pada gutter ( hl gutter )

hlbw gutter  0,0015 m / m x 6 m  0,0088 m


V-102

Pelimpah
Direncanakan,
Panjang pelimpah = Panjang bak filtrasi = 6 m
Cd = 0,6

Perhitungan,
Jumlah pelimpah (npelimpah)
n Pe lim pah  n gutter x 2  2 x 2  4 buah

Debit tiap pelimpah ( q pe lim pah )

qbackwash
q pe lim pah 
n pe lim pah

0,13 m 3 / dtk
q pe lim pah   0,031 m 3 / dtk
4

Bak Penampung
Direncanakan,
Bentuk = Persegi panjang
Lebar ( Lbak ) = 0,75 m

Panjang ( Pbak  L filtrasi ) =3m

Debit ( Qbak  Qbackwash ) = 0,13 m3/dtk

Perhitungan,
Ketinggian air pada bak penampung saat backwash ( hbwair )
2/3
 Qbwbak 
hbw air   
 1,38 x Lbak 
2/3
 0,13 m 3 / dtk 
hbw air     0,25 m
 1,38 x 0,75 m 
Jari-jari hidrolis bak penampung saat backwash ( Rbwbak )

hbwair x Lbak
Rbwbak 
2 x hbwair   Lbak
V-103

0,25 m x 0,75 m
Rbwbak   0,15 m
2 x 0,25 m  0,75 m
Luas permukaan bak penampung saat backwash ( Abwbak )

Abwbak  Lbak x hbwair

Abwbak  0,75 m x 0,25 m  0,18 m 2

Kemiringan bak penampung ( S bak )


2
 Qbwbak x n 
S bak   
2/3 
 bwbak
A x  Rbwbak  
2
 0,13 m 3 / dtk x 0,013 
S bak     0,001 m / m
2/3 
 0,18 m x 0,15 m  
Kehilangan tekanan pada bak penampung ( hlbak )

hlbak  S bak x Pbak

hlbak  0,001 m / m x 2 m  0,002 m

Gullet
Direncanakan :
Lebar gullet (Lgullet) = 0,5 m
Panjang gullet (Pgullet) = Lbak = 0,25 m
Debit yang melalui gullet (Qgullet) = Qbw = 0,13 m3/dtk
Perhitungan :
Ketinggian air dalam gullet (hair gullet)
2/3
 Q gullet 
hairgullet   

 1,38 x Lbak 
2/3
 0,13 m 3 / dtk 
hair gullet     0,32 m
 1,38 x 0,5 m 
Jari-jari hidrolis gullet (Rgullet)
hair gullet x Lbak
R gullet 
2 x h air  gullet  L bak
V-104

0,32 m x 0,5 m
R gullet   0,14 m
2 x 0,32 m  0,5 m
Luas permukaan gullet (Agullet)
Agullet  Lbak x hair gullet

Agullet  0,5 m x 0,32 m  0,16 m 2

Kemiringan gullet (Sgullet)


2
 Q gullet x n 
 
 gullet x R gulllet 
S gullet
A 2/3 

2
 0,13 m 3 / dtk x 0,013 
S gullet     0,0014 m / m
2/3 
 0,16 m x 0,14 m  
Kehilangan tekanan di gullet (hlgullet)
hl gullet  S gullet x Pgullet

hl gullet  0,0014 m / m x 2 m  0,007 m

Pipa Penguras
Direncanakan,
Pipa penguras terbuat dari PVC
Kecepatan aliran pada pipa ( v pipa ) = 1,3 m/dtk

Debit ( Q pipa  Qbackwash ) = 0,13 m3/dtk

Perhitungan,
Luas permukaan pipa ( A pipa )

Q pipa
A pipa 
v pipa

0,13 m 3 / dtk
A pipa   0,10 m 2
1,3 m / dtk
Diameter pipa ( d pipa )
1/ 2
 4 x A pipa 
d pipa   
  
V-105

1/ 2
 4 x 0,10 m 2 
d pipa     0,35 m  14" 0,4 m
 3,14 

Cek kecepatan ( v pipa )

Q pipa 0,13 m 3 / dtk


v pipa    1,27 m / dtk
1 / 4 x  x 0,4 
2
A pipa

Sistem outlet bak filtrasi pada saat operasional


Sistem outlet bak filtrasi saat operasional terdiri dari perhitungan
pipa outlet air bersih dan Bak Ekualisasi.

Pipa outlet air bersih


Pipa outlet Filter-Bak Ekualisasi
Pipa outlet air bersih pada bak filtrasi adalah pipa yang mengalirkan
air bersih dari pipa manifold pada sistem underdrain menuju bak
ekualisasi. Air yang dialirkan pada pipa tersebut adalah air yang
diolah pada tiap bak filtrasi dengan debit 0,031 m3/dtk.

Pipa outlet Bak ekualisasi-Reservoir Utama


Pada pipa outlet dari bak ekualisasi ke reservoir utama (reservoir
distribusi) jumlah pipa yang outlet yang digunakan berjumlah 2 buah
dengan debit tiap pipa adalah 0,1 m3/dtk.

Direncanakan,
Pipa outlet air bersih terbuat dari pipa PVC
Debit pipa outlet ( Q p outlet  Q filtrasi ) adalah 0,031 m3/dtk

Debit pada pipa outlet dari bak ekualisasi ke reservoir ( Q fil RU )

adalah 0,1 m3/dtk


Panjang pipa outlet dari bak ekualisasi ke reservoir utama (
Pfil Ru ) adalah 30 meter.
V-106

Panjang pipa outlet dari filtrasi ke bak ekualisasi ( Pfiltrasiekual )

adalah 2 meter.

Perhitungan,
Perhitungan Pipa Outlet Filter- bak ekualisasi,
Luas permukaan pipa outlet dari tiap bak filtrasi ke bak
ekualisasi ( A filtrasiekual )

Kecepatan aliran pada pipa outlet ( v p  outlet ) adalah 0,66 m/dtk

Q p outlet
A filtrasiekual 
v p outlet

0,031 m 3 / dtk
A filtrasiekual   0,06 m 2
0,5 m / dtk

Diameter pipa outlet dari bak filtrasi ke bak ekualisasi (


d filtrasiekual )

1/ 2
 4 x A filtrasiekual 
d filtrasiekual   
  
1/ 2
 4 x 0,06 m 2 
d filtrasiekual     0,28 m  11"  12 " 0,3048 m
 3,14 

Perhitungan pipa outlet bak ekualisasi -Reservoir Utama,


Luas permukaan pipa outlet dari bak ekualisasi ke reservoir
utama ( Aekual Ru ).

Kecepatan aliran pada pipa outlet ( v p  outlet ) adalah 1,5 m/dtk

Qekual RU
Aekual Ru 
vekual RU

0,1 m 3 / dtk
Aekual  Ru   0,07 m 2
0,5 m / dtk
V-107

Diameter pipa outlet dari bak ekualisasi ke reservoir utama (


d ekual Ru )
1/ 2
 4 x Aekual Ru 
d ekual Ru  
  
1/ 2
 4 x 0,07 m 2 
d ekual  Ru     0,29 m  11"  12" 0,3048 m
 3,14 

Slope pipa outlet dari bak ekualisasi ke reservoir utama ( S ekual  Ru

)
1 / 0.54
 Qekual  RU 
Sekual  Ru   
2.63 
 0, 2785 x C x d ekual  Ru  
1 / 0.54
 0,1 m 3 / dtk 
S ekual  Ru   
2.63 
 0,00659m / m
 0,2785 x 120 x 0,3048 m  
Panjang ekivalen pipa outlet dari bak ekualisasi ke reservoir
utama ( Peki ekual Ru )

Peki ekual Ru  Pekual Ru  10 0 0 x Pekual Ru 


Peki  pipa outlet  2 m  0,1 x 2 m   2,2 m

Headloss pada pipa outlet dari bak ekualisasi ke reservoir


utama ( hl pipa, ekual  Ru )

hl pipa, ekual  Ru  Peki  pipa outlet x S ekual  Ru

hl pipa, ekual  Ru  2,2 m x 0,0069 m / m   0,015 m

Bak Ekualisasi
Fungsi dari bak ekualisasi adalah untuk menjaga agar tinggi muka
air pada bak filtrasi tetap konstan. Tinggi air pada bak ekualisasi
disesuaikan dengan ketinggian media filtrasi, hal ini dimaksudkan
agar air tetap ada pada media filter. Outlet dari bak filtrasi sebelum
masuk reservoir utama terlebih dahulu melewati bak ekualisasi. Bak
ekualisasi ini direncanakan berjumlah 2 unit.
V-108

Direncanakan,
Waktu tinggal ( td ekual ) = 6 menit (360 detik)

Debit bak ekualisasi ( Qekual ) = 0,1 m3/dtk

Panjang bak ekualisasi ( Pekual  L filter ) =3m

Tebal pasir ( h pasir ) = 75 cm (0,75 m)

Tebal kerikil ( hker ikil ) = 54,80 cm (0,548 m)

Tinggi air di atas filter ( hair ) = 200 cm (2 m)

Perhitungan,
Tinggi air pada bak ekualisasi ( hairekual ) adalah total

penjumlahan dari tebal pasir, tebal kerkil, tinggi air di atas filter,
sehingga :
hairekual  h pasir  hker ikir  hair

hairekual  0,75  0,548  2 m

hairekual  3,30 m

Volume bak ekualisasi ( Vekual )

Vekual  Qekual x tdekual

Vekual  0,1 m 3 / dtk x 360 dtk  36 m 3

Lebar bak ekualisasi ( Lekual )

 Vekual 
Lekual   
 Pekual x hair 
 36 m 3 
Lekual     3,6 m  360 cm
 3 m x 3,30 m
Tinggi bak ekualisasi ( hekual )

hekual  hair  h freeboard  h freeboard  20% x hairekual

hekual  hairekual  20% x hairekual 

hekual  3,30 m  0,2 x 3,30 m  3,9 m  390 cm


V-109

9. Sistem Inlet Bak Filtrasi


Sistem inlet bak filtrasi terdiri dari saluran inlet, pintu air, bak
penampung. Air yang melewati saluran inlet adalah air dari gutter bak
sedimentasi dengan debit 0,1 m3/dtk.

Perhitungan,
Saluran inlet
Direncanakan,
Lebar saluran inlet ( Linlet ) = 0,85 m

Debit inlet ( Qinlet ) = 0,1 m3/dtk

Jumlah filter tiap saluran inlet ( n filter / inlet ) = 3 filter

Total jumlah filter ( n filter ) = 6 filter

Lebar filter ( L filter ) =2m

Perhitungan,
Ketinggian air pada saluran inlet ( hair )
2/3
 Qinlet 
hairinlet   
 1,38 x Linlet 
2/3
 0,1 m 3 / dtk 
hairinlet   
  0,2 m
 1,38 x 0,85 m 
Tinggi saluran inlet ( hinlet )

hinlet  hair  0,2 x hair 

hinlet  0,2  0,2 x 0,2 m  0,2 m

Panjang saluran inlet ( Pinlet )

Pinlet  n filter / inlet x L filter   4 x l dinding 

Pinlet  3 x 2 m  4 x 0,3 m  8 m

Luas saluran inlet ( Ainlet )

Ainlet  Linlet x hair

Ainlet  0,85 m x 0,2 m  0,2 m 2


V-110

Jari-jari hidrolis saluran inlet ( Rinlet )

hair x Linlet
Rinlet 
2 x hair   Linlet
0,2 m x 0,85 m
Rinlet   0,13 m
2 x 0,2 m  0,85 m
Kecepatan aliran pada saluran inlet ( vinlet )

Qinlet
vinlet 
Ainlet

0,1 m 3 / dtk
vinlet   0,6 m / dtk
0,2 m 2

Kemiringan saluran inlet ( S inlet )


2
v x n
S inlet   inlet 2 / 3 
 Rinlet 
2
 0,6 m / dtk x 0,013 
S inlet     0,0009 m / m

 0,13 m  2/3

Besarnya headloss pada saluran inlet ( hlinlet )

hlinlet  S inlet x Pinlet

hlinlet  0,0009 m / m x 8 m  0,008 m

Pintu air
Direncanakan,
Debit pintu air ( Q PA  Q filter ) = 0,031 m3/dtk

Kecepatan pada pintu air ( v PA ) = 2 m/dtk


Perhitungan,
Luas pintu air ( APA )

QPA
APA 
v PA

0,031 m 3 / dtk
APA   0,02 m 2
2 m / dtk
V-111

Lebar pintu air ( LPA )

Direncanakan tinggi bukaan pintu air ( d PA ) = 0,5 LPA

APA  d PA x LPA  LPA  2d PA


0.5
A 
d PA   PA 
 2 
0.5
 0,02 m 2 
d PA     0,9 m  9 cm ,
 2 
Maka ;
LPA  2 x 0,9 m  0,18 m  18 cm

Headloss pada pintu air ( Hl PA )


2
 QPA 
Hl PA   
 2.476 x  L PA  x d PA 

2
 0,031 m 3 / dtk 
Hl PA     0,7 m
 2, 476 x 0,18 m  x 0,9 m 
Hasil Rancangan :
Dimensi Bak Filtrasi
Jumlah bak filtrasi = 6 buah bak
Lebar bak filtrasi = 2 meter
Panjang bak filtrasi = 5 meter
Luas bak filtrasi = 11,31 meter2
Tinggi bak filtrasi = 5 meter
Tebal Lapisan
Media penyaring (pasir) = 75 cm
Media penyangga (kerikil) = 54,80 cm
Pipa Orifice
Luas total pipa orifice = 0,03meter2
Jumlah total pipa orifice = 105 buah
Jumlah pipa orifice tiap lateral = 3 buah
Diameter pipa orifice = 2 inch
V-112

Pipa Lateral
Luas total pipa lateral = 679 cm2
Diameter pipa lateral = 2 inch
Jumlah pipa lateral = 35 buah
Panjang pipa lateral = 201,8 cm
Pipa Manifold
Jarak antar lateral = 10 inch
Jarak antar orifice = 10 cm
Panjang pipa manifold = 5 meter
Diameter pipa manifold = 18 inch
Headloss
Total Media penyaring (pasir) = 68,7 cm
Total Media penyangga (kerikil) = 0,8 cm
Pipa orifice = 0,12 meter
Pipa lateral = 0,0053 meter
Pipa manifold = 0,0003 meter
Orifice-lateral = 0,03 meter
Lateral-manifold = 0,00814 meter
Sistem underdrain = 17 cm
Total Headloss saat Filtrasi = 89,23 cm
Backwash
Kecepatan backwash = 1,11 cm/dtk
Debit backwash = 0,13 m3/dtk
Perlengkapan Pipa
Reducer = 1 buah
Gate Valve = 1 buah
Tee = 1 buah
Elbow = 1 buah
Sistem Outlet Bak Filtrasi
Gutter
 Jumlah gutter = 2 buah
 Lebar saluran gutter = 0,4 meter
V-113

 Panjang gutter = 6 meter


 Headloss gutter = 0,0088 meter
Pelimpah
 Panjang pelimpah = 6 meter
 Jumlah pelimpah = 4 buah
 Debit tiap pelimpah = 0,031 m3/dtk
Bak penampung
 Bentuk bak = Persegi Panjang
 Lebar bak = 0,75 meter
 Panjang bak = 2 meter
 Headloss bak = 0,002 meter
Gullet
 Lebar gullet = 0,5 meter
 Panjang gullet = 2 meter
 Headloss gullet = 0,0007 meter
Pipa penguras
 Kecepatan aliran = 1,3 m/dtk
Sistem Inlet
Lebar saluran inlet = 0,85 meter
Tinggi saluran inlet = 0,2 meter
Panjang saluran inlet = 8 meter
Luas saluran inlet = 0,2 meter2
Headloss saluran inlet = 0,008 meter
Pintu Air
Luas pintu air = 0,02 meter2
Lebar pintu air = 0,18 meter
Headloss pintu air = 0,7 meter
V-114
V-115
V-116
V-117

5.2.7 Bak Pelarut Koagulan


Kriteria Perencanaan :
Dosis pembubuhan (C) = 20 mg/l Alum, dari hasil
jartest
Periode pengisihan bak pelarut (t) = 12 jam
Konsentrasi larutan (c) = 10 %
Berat jenis alum (Bj as) = 2,71 kg/l
Efisiensi pompa pembubuhan ≤ 75 %
Tekanan pompa pembubuhan (H) = 10 meter
Jumlah pompa sesuai jumlah bak
Direncanakan terdiri dari 2 bak.
Bentuk bak bujur sangkar

Perhitungan :
Kebutuhan Alumuninum Sulfat (Tawas)
Kebutuhan = Q  Dosis  kemurnian
100
= 0,2 m 3 / dtk  20 mg / L  1000 L / m 3
90
= 4444,44 mg/dtk
Kebutuhan untuk interval 12 jam
Kebutuhan = Qas  td

3600 dtk 1 kg
= 4444,44 mg / dtk  12 jam  x 6
jam 10 mg
= 192 Kg
Volume Alumunium Sulfat
192 kg
Vol 
BJ as

192 kg
Vol 
2,71 kg / L
Vol  70,8 L
V-118

Volume Pelarut
90
V air   70,8 L
10
Vair  637,6 L  0,64m 3
Volume Larutan (Volume Bak)
Vbak  Valum  V pelarut

Vbak  70,8L  637,6L

Vbak  708,5 L  0,7 m 3


Dimensi Bak
P=L=1 m
Vbak 0,7 m 3
h   0,7 m
P  L 1 m 1 m

Maka, dimensi bak adalah


Panjang =1m
Lebar =1m
Tinggi = 0,7 m + freeboard 0,2 m
= 0,9 m

Sistem Pembubuhan
Vlaru tan 0,7 m 3
Qdo sin g  
td 12  3600
Qdo sin g  2  10 5 m 3 / dtk  0,02 L
dtk
 
   
   
 1   1 
Bj      1,14 Kg / L
 C mg 
L  100  C   
20 mg
L
100  20  mg
L 
   
 100 al 100 air   100  2,71 kg 100  0,99695 kg 
 L L
V-119

Daya Pompa Pembubuhan


Efisiensi pompa = 75 %
Head = 10 m
  g qh
P

1,14  9,81  (2 x10 2 ) L  10


P dtk
0,75
P  2,44 W  0,003HP

5.2.8 Desinfeksi
Jumlah bak pelarut yang digunakan adalah 2 buah bak dimana 2 bak
pelarut akan melarutkan klor sesuai dengan debit pengolahan yaitu 0,2 L/dtk.

Direncanakan ,
Daya pengikat klor (DPC) = 1,25 mg/L
Sisa klor yang di harapkan = 0,4 mg/L
Bentuk bak = Bulat
Diameter bak ( d bak ) = 1,5 m

Periode pengisian bak pelarut ( t P. pelarut ) = 12 jam

Konsentrasi kaporit dalam larutan ( C kaporitlaru tan ) =5%

Konsentrasi pelarut dalam larutan ( C pelarut ) = 95 %

Berat jenis kaporit (  kaporit ) = 0,88 kg/L

Efisiensi pompa ( ) = 75 %
Head pembubuh (H) = 10 m
Total bak pelarut ( ntotal bak ) = 2 buah

Masing-masing bak pelarut dilengkapi dengan pompa sehingga


jumlah pompa yang digunakan adalah 2 buah pompa.
Kemurnian Cl dalam kaporit = 60%
V-120

Perhitungan,
Besarnya dosis chlor ( C chlor )

Cchlor  DPC  Sisa Chlor

Cchlor  1,25 mg / L  0,4 mg / L  1,65 mg / L

Besarnya dosis kaporit ( C kaporit )

Dosis Cl 1,65 mg / l
C kaporit    2,75 mg / l
% Cl 60%

Kebutuhan kaporit dalam 10 jam (sekali pelarutan) ( K kaporit12 jam )

K kaporit12 jam  C kaporit x Q pengolahan x t P. pelarut

K kaporit12 jam  2,75 mg / L  x 100 L / dtk  x 10 jam x 3600 dtk / jam

K kaporit12 jam  23760000 mg  23,76 kg

Kebutuhan kaporit dalam satu hari ( K kaporit 24 jam )

24 jam
K kaporit 24 jam  K kaporit12 jam x nbak x
10 jam
24 jam
K kaporit 24 jam  23,76 kg x 2 x  47,52 kg
10 jam

Volume kaporit dalam sekali pelarutan ( Vkaporit )

K kaporit12 jam
Vkaporit 
 kaporit

23,76 kg
Vkaporitl   27 L
0,88 kg / L
V-121

Volume air pelarut ( Vair pelarut )

  % air pelarut  
   x K kaporit12 jam 
 % kaporit 
Vair  
pelarut
  air 
 
 

  95 %  
   x 23,76 kg 
 5% 
Vair    452,8 L  0,453m 3 / dtk
pelarut
 0,99695 kg / L 
 
 

Volume larutan ( Vlaru tan )

Vlaru tan  Vkaporit  Vair pelarut

Vlaru tan  27  452,8 L  479,8 L  0,5 m 3

Debit pembubuhan kaporit ( Qkaporit )

Vlaru tan
Qkaporit 
t P. pelarut

479,8 L
Qkaporit   0,01 L / dtk
10 jam x 3600 jam / dtk

Luas permukaan bak pelarut ( A pelarut )

Apelarut  1 x  x d bak 
2
4

A pelarut  1 x 3,14 x 1,5 m  1,77 m 2


2
4

Kedalaman larutan di bak ( hlaru tan )

Vlaru tan
hlaru tan 
Apelarut

0,5 m 3
hlaru tan   0,3 m
1,77 m 2
V-122

Kedalaman bak pelarut ( hbak )

hbak  hlaru tan  20 % x hlaru tan 

hbak  0,3 m  0,2 x 0,3 m  0,33 m

Berat jenis larutan (  laru tan )

 laru tan  % kaporit x  kaporit   % air pelarut x  air 

 laru tan  5 % x 0,88 kg  95 % x 0,99695 kg / L  0,991 kg / L

Tenaga pompa yang dibutuhkan (P)


 laru tan x g x Qlaru tan x H
P

0,991 kg / L x 9,81 m / dtk 2 x 0,01 L / dtk x 10 m
P
0,75
P  1,73 Watt  0,002 HP

5.2.9 Reservoir Operasional


Volume Reservoir Operasional
Volume reservoir operasional dihitung berdasarkan kebutuhan air untuk
operasional dan pemeliharaan bangunan pengolahan air minum, yaitu
untuk backwash filter, kebutuhan pelarut bahan kimia dan pencucian unit-
unit lainnya. Berdasarkan perhitungan sebelumnya volume reservoir
operasional adalah :
Kriteria Desain:
Kebutuhan air pencucian tiap filter
Vair-backwash = 30,2 m3
Kebutuhan air untuk melarutkan koagulan
 V air untuk melarutkan koagulan selama interval 10 jam = 0,53
m3
 V air untuk melarutkan koagulan selama sehari = 0,53m3 x 3 =
1,6 m3
V-123

Kebutuhan air untuk melarutkan desinfektan


 V air untuk melarutkan desinfektan selama sehari = 0,189 m3
Kebutuhan air untuk para pegawai
 Diasumsikan pegawai berjumlah 15 orang
 Kebutuhan air per orang per hari = 10 L/org/hri = 0,01
m3/org/hri
 V air selama sehari untuk pegawai = 0,01 m3/org/hri x 15 org =
0,15 m3
Total volume air reservoir operasional
𝑉𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 = 30,2 𝑚3 + 1,6 𝑚3 + 0,189 𝑚3 + 0,15 𝑚3
= 32,1 𝑚3

Ketinggian Reservoir Operasional


Perletakkan reservoir operasional direncanakan sama dengan elevasi dasar
gutter pada bak filter sehingga ketinggian reservoir operasional yang
diperlukan :
𝐻𝑙 = 𝐻𝑙𝑏𝑎𝑐𝑘𝑤𝑎𝑠ℎ + 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑔𝑢𝑡𝑡𝑒𝑟 + ℎ 𝑅𝑒𝑠𝑒𝑣𝑜𝑖𝑟 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙
𝐻𝑙 = 6,48𝑚 + 0,23𝑚 + 3𝑚
𝐻𝑙 = 9,72𝑚

Luas permukaan Reservoir Operasional (AR.Operasional)


𝑉𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 32,1 𝑚3
𝐴𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 = = = 10,70 𝑚2
ℎ𝑎𝑖𝑟 3𝑚

Lebar Reservoir Operasional (LR.Operasional)


𝑃𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 = 𝐿𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙
𝐴𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 = 𝑃𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 𝑥 𝐿𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙

𝐿𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 = √10,70 𝑚2 = 3,3𝑚

Panjang Reservoir Operasional (PR.Operasional)


𝑃𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 = 𝐿𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙
𝑃𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 = 3,3𝑚
V-124

Tinggi Reservoir Operasional (HR.Operasional)


𝐻𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 = ℎ𝑎𝑖𝑟 + ℎ𝑓𝑟𝑒𝑒𝑏𝑜𝑎𝑟𝑑
𝐻𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 = 3𝑚 + (20% 𝑥 3𝑚)
𝐻𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 = 3,6𝑚

Debit Reservoir Operasional (QR.Operasional)


Asumsi kecepatan pada perpipaan reservoir operasional adalah 1,5 m/dtk
𝑄𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 = 𝑉 𝑥 𝐴𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙
𝑄𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 = 1,5 𝑚2 ⁄𝑑𝑡𝑘 𝑥 10,70 𝑚2 = 16,05 𝑚3 ⁄𝑑𝑡𝑘

Sistem Perpipaan Reservoir Operasional


 Pipa Pembawa
Direncanakan :
Diameter pipa pembawa (dpipa pembawa) = 6 inch = 0,1524 m
Panjang pipa pembawa (Ppipa pembawa) = 10 m
Koefisien kekasaran pipa (C) = 120
Kecepatan pengaliran dalam pipa (Valiran) = 1,5 m/dtk
Perlengkapan pipa pembawa :
Gate valve = 1 buah
Elbow 90 = 1 buah

 Untuk menaikkan air dari reservoir umum ke reservoir operasional


direncanakan mengunkaan pompa, dengan :
Berat jenis air (ρair) = 0,99695 kg/L
Percepatan gravitasi = 9,81 m/dtk
Efisiensi pompa = 75%
V-125

Perhitungan :
Luas permukaan pipa pembawa (Apipa pembawa)
1 2
𝐴𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 = 𝑥 𝜋 𝑥 (𝑑𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 )
4
1
𝐴𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 = 𝑥 3,14 𝑥 (0,1524𝑚)2
4
𝐴𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 = 0,018 𝑚2

Debit pipa pembawa (Qpipa pembawa)


𝑄𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 = 𝐴𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 𝑥 𝑉𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎
𝑄𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 = 0,018 𝑚2 𝑥 1,5 𝑚⁄𝑑𝑡𝑘
𝑄𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 = 0,027 𝑚3 ⁄𝑑𝑡𝑘

Kemiringan pipa pembawa (Spipa pembawa)


1⁄
0,54
𝑄𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎
𝑆𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 = ( 2,63 )
0,2785 𝑥 𝐶 𝑥(𝑑𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 )
1⁄
0,027 𝑚3 ⁄𝑑𝑡𝑘 0,54
𝑆𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 =( )
0,2785 𝑥 𝐶 𝑥(0,1524𝑚)2,63
𝑆𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 = 0,018 𝑚/𝑚

Kehilangan tekanan pada pipa pembawa (Hlpipa pembawa)


𝐻𝑙𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 = 𝑆𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 𝑥 𝑃𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎
𝐻𝑙𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 = 0,018 𝑚/𝑚 𝑥 10𝑚
𝐻𝑙𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 = 0,18 𝑚

Waktu yang diperlukan dalam pengisian reservoir operasional


(TR.Operasonal)
𝑉𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙
𝑡𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 =
𝑄𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎
32,1 𝑚3
𝑡𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 =
0,027 𝑚3 ⁄𝑑𝑡𝑘
𝑡𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 = 1174 𝑑𝑡𝑘 = 20 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
V-126

 Kehilangan tekanan pada perlengkapan pipa pembawa


Kehilangan tekanan pada gate valve (HlGate Valve)
2
(𝑣𝑔𝑎𝑡𝑒 𝑣𝑎𝑙𝑣𝑒 )
𝐻𝑙𝐺𝑎𝑡𝑒 𝑉𝑎𝑙𝑣𝑒 = 𝐾𝐺𝑎𝑡𝑒 𝑉𝑎𝑙𝑣𝑒 𝑥 ( ) 𝑥 𝑛𝑔𝑎𝑡𝑒 𝑣𝑎𝑙𝑣𝑒
(2 𝑥 𝑔)

(1,5 𝑚⁄𝑑𝑡𝑘 )2
𝐻𝑙𝐺𝑎𝑡𝑒 𝑉𝑎𝑙𝑣𝑒 = 0,2 𝑥 ( ) 𝑥1
(2 𝑥 9,81 𝑚⁄𝑑𝑡𝑘 2 )
𝐻𝑙𝐺𝑎𝑡𝑒 𝑉𝑎𝑙𝑣𝑒 = 0,02𝑚

Kehilangan tekanan pada elbow (Hlelbow)


(𝑣𝑒𝑙𝑏𝑜𝑤 )2
𝐻𝑙𝑒𝑙𝑏𝑜𝑤 = 𝐾𝑒𝑙𝑏𝑜𝑤 𝑥 ( ) 𝑥 𝑛𝑒𝑙𝑏𝑜𝑤
(2 𝑥 𝑔)
(1,5 𝑚⁄𝑑𝑡𝑘)2
𝐻𝑙𝑒𝑙𝑏𝑜𝑤 = 0,3 𝑥 ( ) 𝑥1
(2 𝑥 9,81 𝑚⁄𝑑𝑡𝑘 2 )
𝐻𝑙𝑒𝑙𝑏𝑜𝑤 = 0,03 𝑚

Total kehilangan pada perlengkapan pipa pembawa


(Hlperlengkapan pipa pembawa)
𝐻𝑙𝑝𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑔𝑘𝑎𝑝𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 = 𝐻𝑙𝑔𝑎𝑡𝑒 𝑣𝑎𝑙𝑣𝑒 + 𝐻𝑙𝑔𝑎𝑡𝑒 𝑣𝑎𝑙𝑣𝑒
𝐻𝑙𝑝𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑔𝑘𝑎𝑝𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 = 0,02𝑚 + 0,03 𝑚
𝐻𝑙𝑝𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑔𝑘𝑎𝑝𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 = 0,06 𝑚

 Pipa Hisap
Direncanakan :
Diameter pipa hisap (dpipa hisap) = 6 inch = 0,1524 m
Panjang pipa hisap (Ppipa hisap) =6m
Koefisien kekasaran pipa (C) = 120
Kecepatan pengaliran dalam pipa (Valiran) = 1,5 m/dtk
V-127

Perhitungan :
Kemiringan pipa hisap (Spipa hisap)
1⁄
0,54
𝑄𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎
𝑆𝑝𝑖𝑝𝑎 ℎ𝑖𝑠𝑎𝑝 = ( 2,63 )
0,2785 𝑥 𝐶 𝑥(𝑑𝑝𝑖𝑝𝑎 ℎ𝑖𝑠𝑎𝑝 )
1⁄
0,027 𝑚3 ⁄𝑑𝑡𝑘 0,54
𝑆𝑝𝑖𝑝𝑎 ℎ𝑖𝑠𝑎𝑝 =( )
0,2785 𝑥 𝐶 𝑥(0,1524𝑚)2,63
𝑆𝑝𝑖𝑝𝑎 ℎ𝑖𝑠𝑎𝑝 = 0,018 𝑚/𝑚

Kehilangan tekanan pada pipa hisap (Hlpipa hisap)


𝐻𝑙𝑝𝑖𝑝𝑎 ℎ𝑖𝑠𝑎𝑝 = 𝑆𝑝𝑖𝑝𝑎 ℎ𝑖𝑠𝑎𝑝 𝑥 𝑃𝑝𝑖𝑝𝑎 ℎ𝑖𝑠𝑎𝑝
𝐻𝑙𝑝𝑖𝑝𝑎 ℎ𝑖𝑠𝑎𝑝 = 0,018 𝑚/𝑚 𝑥 6𝑚
𝐻𝑙𝑝𝑖𝑝𝑎 ℎ𝑖𝑠𝑎𝑝 = 0,11 𝑚

 Total Kehilangan Tekan Pada Perpipaan (Hltotal)


𝐻𝑙𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝐻𝑙𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 + 𝐻𝑙𝑝𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑔𝑘𝑎𝑝𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎 + 𝐻𝑙𝑝𝑖𝑝𝑎 ℎ𝑖𝑠𝑎𝑝
𝐻𝑙𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 0,18 𝑚 + 0,06 𝑚 + 0,11 𝑚
𝐻𝑙𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 0,35 𝑚

 Head Pompa yang dibutuhkan (Headpompa)


𝐻𝑒𝑎𝑑𝑝𝑜𝑚𝑝𝑎 = 𝐻𝑅.𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 = + 𝐻𝑙𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 + 𝐻𝑎𝑖𝑟 𝑅𝑒𝑠𝑒𝑟𝑣𝑜𝑖𝑟
𝐻𝑒𝑎𝑑𝑝𝑜𝑚𝑝𝑎 = 3,6𝑚 + 0,35𝑚 + 6𝑚
𝐻𝑒𝑎𝑑𝑝𝑜𝑚𝑝𝑎 = 8,75 𝑚

 Daya Pompa (P)


𝜌𝑎𝑖𝑟 𝑥 𝑔 𝑥 𝑄𝑖𝑛𝑙𝑒𝑡 𝑥 𝐻𝑒𝑎𝑑𝑝𝑜𝑚𝑝𝑎
𝑃=
𝜇
0,99695 𝐾𝑔⁄𝐿 𝑥 9,81 𝑚⁄𝑑𝑡𝑘 2 𝑥 27 𝐿⁄𝑑𝑡𝑘 𝑥8,75 𝑚
𝑃=
75%
𝑃 = 1418 𝑊𝑎𝑡𝑡 = 2 𝐻𝑃
V-128

Hasil Rancangan :
Dimensi Reservoir Operasional
Luas permukaan RO = 10,90 meter2
Lebar RO = 3,3 meter
Panjang RO = 3,3 meter
Tinggi RO = 3,6 meter
Debit RO = 16,34 m3/dtk
Sistem Perpipaan
Pipa Pembawa
 Diameter pipa pembawa = 6 inch
 Panjang pipa pembawa = 10 meter
 Headloss pipa pembawa = 0,18 meter
Pipa Hisap
 Diameter pipa hisap = 6 inch
 Panjang pipa hisap = 6 meter
 Headloss pipa hisap = 0,35 meter
 Head pompa yang dibutuhkan = 3,98 meter
 Daya pompa = 1418 Watt = 2 HP
V-129
V-130

5.3 Profil Hidrolis


Tujuan dilakukan perhitungan profil hidrolis adalah untuk mengetahui tinggi
muka air dari masing-masing unit bangunan pengolahan yang telah direncanakan.
Perhitungan profil hidrolis dilakukan berdasarkan besarnya kehilangan tekanan
dari saluran-saluran penghubung di setiap unit bangunan pengolahan. Dalam
perhitungan profil hidrolis yang akan dilakukan ini tinggi muka air reservoir/clear
well dengan tinggi muka air ± 0,00.

5.3.1 Tinggi Muka Air Pada Reservoir


Diketahui,
Kehilangan tekanan di backwash ( Hl bakcwash ) = 6,48 m
Steady head= 2 m
Perhitungan,
H airCW  Hl backwash  SteadyHead

H reservoir  6,48 m  2 m  8,48 m


Besar kehilangan tekan di unit backwash sebesar 6,48 m, dengan perkiraan
adanya steady head, yang dimaksudkan agar pergelontoran air berlangsung
dengan baik, maka ditambahakan steady head sebesar 2 m.

5.3.2 Tinggi Muka Air di Bak Filtrasi


Headloss pada filter saat beroperasi,
Diketahui,
Total headloss pada bak filtrasi ( Hf total ) = 88,20 cm
Perhitungan,
Tinggi muka air di bak filtrasi ( H air filtrasi )

H air filtrasi  Hf total  H ekual  H mediafiltrasi

H air filtrasi  88,20  330  (75  54,80)  cm

H air filtrasi  547,80 cm  5,4780 m


V-131

Tinggi muka air di sistem inlet bak filtrasi


Diketahui,
Headloss pada gutter (Hlgutter) = 0,009 m
Headloss pada gullet (Hlgullet) = 0,001 m
Headloss pada pintu air (Hlpintu air) = 0,652 m
Headloss pada saluran inlet (Hlinlet) = 0,008 m
Perhitungan,
Tinggi muka air pada gutter (Hgutter)
H gutter  H air filtrasi  Hl gutter

H gutter  5,4780 m  0,009 m   5,4869 m

Tinggi muka air pada gullet (Hgullet)


H gullet  H gutter  Hl gullet

H gullet  5,4869 m  0,001 m   5,4876 m

Tinggi muka air pada pintu air (Hpintu air)


H p int u  air  H gullet  Hl p int u  air

H p int u  air  5,4876 m  0,652 m   6,1400 m

Tinggi muka air pada saluran inlet (Hinlet)


H inlet  H p int u  air  Hl inlet

H inlet  6,1400 m  0,008 m  6,1477 m

5.3.3 Tinggi Muka Air Di Bak Sedimentasi


Tinggi muka air di sistem outlet bak sedimentasi
Diketahui,
Headloss pada gutter ( Hl gutter ) = 0,025 m

Perhitungan,
Tinggi muka air pada gutter ( H air gutter )

H air gutter  H airinlet( filtrasi)  Hl gutter

H air gutter  6,1477 m  0,025 m  6,1729 m


V-132

Tinggi muka air di bak sedimentasi


Diketahui,
Tinggi air pada V-Notch ( H air V  Notch ) = 0,036 m

Perhitungan,
Tinggi muka air pada bak sedimentasi ( H airse dimentasi )

H air se dim entasi  H air gutter  H air V  Notch

H air se dim entasi  6,1729 m  0,036 m  6,2086 m

Tinggi muka air di sistem inlet bak sedimentasi


Diketahui,
Headloss pada saluran inlet ( Hl salinlet ) = 0,00004 m
Perhitungan,
Tinggi muka air pada saluran inlet ( H airinlet )

H airinlet  H airse dimentasi  Hl salinlet

H airinlet  6,2086 m  0,00004 m  6,2087 m

5.3.4 Tinggi Muka Air Di Bak Flokulasi


Beda tinggi muka air pada tiap tahap (tahap I – tahap VI)
Diketahui,
Headloss pada tahap I = 0,4 m
Headloss pada tahap II = 0,3 m
Headloss pada tahap III = 0,2 m
Headloss pada tahap IV = 0,1 m
Headloss pada tahap V = 0,1 m
Headloss pada tahap VI = 0,07 m
V-133

Perhitungan,
Tinggi muka air pada tahap VI ( H airVI )

H airVI  H airinlet( se dim entasi)  hVI

H airVI  6,2087 m  0,07 m  6,2751 m

Tinggi muka air pada tahap V ( H airV )

H airV  H airVI  hV

H airV  6,2751 m  0,1 m  6,3740 m

Tinggi muka air pada tahap IV ( H air IV )

H air IV  H airV  hIV

H air IV  6,3740 m  0,1 m  6,5149 m

Tinggi muka air pada tahap III ( H air III )

H air III  H air IV  hIII

H air III  6,5149 m  0,2 m  6,7103 m

Tinggi muka air pada tahap II ( H air II )

H air II  H air III  hII

H air II  6,7103 m  0,3 m  6,9771 m

Tinggi muka air pada tahap I ( H air I )

H air I  H air II  hI

H air I  6,9771 m  0,4 m  7,3393 m


V-134

Tinggi muka air di sistem inlet bak flokulasi


Diketahui,
Headloss pada saluran inlet ( Hl salinlet ) = 0,000155 m
Perhitungan,
Tinggi muka air pada saluran inlet ( H airinlet )

H airinlet  H air I  Hl salinlet

H airinlet  7,3393 m  0,000155 m  7,398 m

Tinggi muka air di saluran penampung bak flokulasi


Diketahui,
Headloss pada saluran penampung ( Hl sal  penampung ) = 0,06 m

Perhitungan,
Tinggi muka air pada saluran penampung ( H air  penampung )

H air penampung  H airinlet  Hl sal penampung

H air penampung  7,3980m  0,06 m  7,3982 m

5.3.5 Tinggi Muka Air Di Bak Koagulasi


Tinggi muka air di sistem outlet bak koagulasi
Diketahui,
Headloss pada sistem outlet bak koagulasi ( Hl sal outlet ) = 0,002
m
Perhitungan,
Tinggi muka air pada sistem outlet bak koagulasi ( H sal outlet )

H saloutlet  H air penamoung( flokulasi)  Hl saloutlet

H saloutlet  7,3982 m  0,002 m  7,4002 m


V-135

Tinggi muka air di sistem inlet bak koagulasi


Diketahui,
Headloss pada saluran inlet bak koagulasi ( Hl salinlet ) =
0,0017 m
Perhitungan,
Tinggi muka air pada saluran inlet bak koagulasi ( H sal inlet )

H salinlet  H saloutlet  Hl salinlet

H salinlet  7,4002 m  0,0017 m  7,4019 m


V-136
V-137