Anda di halaman 1dari 32

Rangkuman Materi Pelajaran Ekonomi Kelas 12 SMA

Bab I Karakteristik Perusahaan Dagang

 Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan pokok membeli dan
menjual barang dagangan.
 Perkiraan atau rekening yang ada di perusahaan dagang, yaitu pembelian, penjualan, retur
pembelian dan pengurangan harga, potongan pembelian, penjualan, retur penjualan dan
pengurangan harga, potongan penjualan, beban angkut pembelian, dan beban angkut
penjualan.
 Pencatatan persediaan barang dagangan dapat dilakukan secara fisik ataupun perpetual.

Bab II Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

 Transaksi-transaksi yang sejenis akan dikumpulkan dalam buku besar yang sama.
 Jenis rekening beserta jumlahnya akan disusun dalam neraca saldo.
 Rekening-rekening yang tersaji dalam neraca saldo, setiap akhir periode akan disesuaikan
agar menunjukkan keadaan yang sebenarnya.
 Penyusunan kertas kerja dilakukan untuk membantu dalam membuat laporan keuangan.
 Penyusunan kertas kerja dapat menggunakan metode ikhtisar laba rugi ataupun harga
pokok penjualan. Hal tersebut bergantung pada saat membuat ayat jurnal penyesuaian.
 Pencatatan transaksi dalam perusahaan dagang dapat menggunakan jurnal khusus yang
terdiri atas jurnal pembelian, penjualan, pengeluaran, kas, dan penerimaan kas.
 Di dalam siklus akuntansi perusahaan dagang juga dikenal pempostingan atau
pemindahbukuan dari jurnal ke buku besar.
 Pada perusahaan dagang terdapat tiga buku besar pembantu, yaitu pembantu piutang,
utang, dan persediaan barang.

Bab III Manajemen dan Badan Usaha

1. Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan


pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya
organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Dalam pengertian manajemen tersebut terdapat unsur tujuan, kegiatan, dan manusia.
3. Menurut T. Hani Handoko ada tiga alasan utama mengapa manajemen dibutuhkan.
o Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya,
baik oleh pribadi maupun perusahaan.
o Manajemen membantu keseimbangan di antara tujuantujuan yang telah ditetapkan.
o Adanya manajemen akan berguna untuk mencapai efisiensi dan efektivitas serta
menjaga keseimbangan dari berbagai tujuan.
4. Tingkatan manajemen dalam organisasi biasanya mempunyai sedikitnya tiga jenjang
manajemen, yaitu manajemen puncak, manajemen menengah, dan manajemen lini
pertama.
5. Teori-teori manajemen dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tahap yaitu sebagai
berikut.
a. Teori Manajemen Klasik
 Robert Owen (1771-1858)
 Charles Babbage (1792-1871)
b. Teori Manajemen Ilmiah
 Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
 Frank dan Lilian Gilbert (1864-1924 dan 1878-1927)
c. Teori Organisasi Klasik
 Henry Fayol (1841-1925)
 James D. Mooney mengemukakan definisi organisasi adalah kelompok
orang yang bergabung untuk mencapai tujuan tertentu.
d. Aliran Perilaku
e. Aliran Manajemen Modern
6. Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen yaitu sebagai berikut.
. Pembagian kerja (Division of Labour)
a. Wewenang dan tanggung jawab (Authority and Responsibility)
b. Disiplin (Discipline)
c. Kesatuan Perintah (Unity of Command)
d. Kesatuan arah (Art of Direction)
e. Meletakkan kepentingan orga-nisasi daripada kepentingan sendiri (Sub ordination
of Individual Interest to General Interest)
f. Balas jasa/pemberian upah (Remuneration)
g. Sentralisasi/pemusatan (centralization)
h. Hierarki
i. Keteraturan (order)
j. Keadilan dan kejujuran (equity)
k. Stabilitas kondisi karyawan
l. Inisiatif (Initiative)
m. Semangat korps
7. Fungsi manajemen adalah planning, organizing, staffing, leading, dan controlling.
8. Bidang-Bidang Manajemen
o Manajemen Produksi
o Manajemen Pemasaran
o Manajemen Keuangan
o Manajemen Personalia
o Manajemen Akuntansi
9. Alat-alat Manajemen menurut Manullang (1992), alat-alat tersebut dikelompokkan ke
dalam 6M sebagai berikut.
. Manusia ( Man)
a. Uang (Money)
b. Bahan-bahan (Material)
c. Mesin (Machines)
d. Metode (Methods)
e. Pasar (Markets)
10. Pengertian badan usaha berbeda dengan pengertian perusahaan. Perusahaan merupakan
kesatuan teknis dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa atau tempat
berlangsungnya proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Sedangkan badan
usaha ialah kesatuan yuridis (hukum) dan ekonomis yang menggunakan modal dan tenaga,
serta bertujuan mencari keuntungan.
11. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) merupakan badan usaha yang seluruh modalnya dan
pengelolaannya ditangani oleh masyarakat (swasta).
12. Beberapa perusahaan sering bergabung untuk meningkatkan posisinya dalam persaingan
pasar. Konsentrasi tersebut dapat berbentuk:
. Joint Venture/Ventura
a. Trust
b. Holding Company
c. Kartel
d. Concern
e. Akuisisi
f. Consolidation
g. Trade Association
h. Merger
13. Badan Usaha Milik Swasta di Indonesia dapat digolongkan menjadi tiga kelompok besar,
yaitu badan usaha swasta nasional, badan usaha swasta asing, dan badan usaha swasta
campuran (Ventura).
14. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) Nasional dalam menjalankan usahanya dapat
berbentuk Perusahaan perseorangan (Po), Persekutuan firma (Fa), Persekutuan komanditer
(CV), Perseroan terbatas (PT), dan Yayasan.
15. Badan usaha swasta asing adalah badan usaha yang modalnya berasal dari luar negeri, dan
dikelola oleh pihak swasta asing.
16. Badan usaha campuran (Ventura) Badan usaha campuran merupakan badan usaha yang
dikelola bersamasama antara pihak swasta dalam negeri dan pihak swasta asing.
17. Peran badan usaha dan perusahaan dalam menggerakkan dan menunjang perekonomian
nasional suatu bangsa antara lain adalah sebagai berikut.
. Membantu pemerintah dalam mengusahakan kegiatan produksi, distribusi, dan
konsumsi yang tidak dapat ditangani oleh pemerintah.
a. Membantu pemerintah dalam meningkatkan devisa nonmigas (jasa ekspor,
pariwisata, transportasi, industri kecil, dan pertanian).
b. Membantu pemerintah untuk memperbesar penerimaan negara dalam bentuk pajak.
c. Membantu membuka kesempatan kerja dan ikut menanggulangi masalah-masalah
pengangguran, kriminalitas, dan kerawanan sosial lainnya.
d. Membantu pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan
taraf hidup serta kesejahteraan rakyat.
e. Sebagai mitra pemerintah dalam mengelola sumber daya alam dan mengusahakan
sumber daya alam lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
f. Membantu pemerintah dalam menciptakan peluang usaha baru yang memberikan
kontribusi positif dalam lapangan bisnis.
g. Sebagai agen pembangunan perekonomian nasional, karena sebagian besar dana
yang digunakan untuk pembangunan perekonomian, berasal dari badan usaha ini.
18. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang sebagian besar atau seluruh
modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari
kekayaan negara yang dipisahkan, kecuali ada ketentuan lain berdasarkan undang-undang.
19. Berdasarkan UU No. 19 Tahun 2003 pasal 9 tentang Bentuk-Bentuk Usaha Negara,
BUMN dikelompokkan menjadi 2, yaitu Perusahaan Umum (Perum), dan Perusahaan
Perseroan (persero).
20. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang dikelola
oleh Pemerintah Daerah, yang kemudian lazim disebut Perusahaan Daerah.
21. Peranan BUMN dalam peningkatan kemakmuran rakyat adalah sebagai berikut:
o melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi terutama bidangbidang usaha yang kurang
menarik bagi swasta;
o sebagai pelaku kegiatan ekonomi dalam perekonomian nasional untuk mewujudkan
kesejahteraan masyarakat;
o melakukan kegiatan produksi dan distribusi sumber-sumber alam yang menguasai
hajat hidup orang banyak;
o mencegah agar cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang
menguasai hajat hidup orang banyak tidak dikuasai oleh badan usaha swasta;
o memperluas lapangan kerja, sehingga mengurangi jumlah pengangguran; dan
o mitra kerja dalam kegiatan usaha dengan badan usaha swasta dan koperasi dengan
semangat kebersamaan.
22. Peranan BUMD adalah sebagai berikut:
o membantu meningkatkan pendapatan daerah;
o meningkatkan perekonomian dan perkembangan daerah;
o membantu meningkatkan produksi daerah dan nasional;
o memperluas lapangan kerja di daerah; dan
o mengusahakan pemerataan pembangunan dan hasilhasilnya.

Bab IV Koperasi Sekolah dan Kewirausahaan

1. Menurut UU No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian Indonesia, koperasi diartikan


sebagai badan usaha yang beranggotakan orangorang atau badan hukum koperasi dengan
melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi
rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
2. Berdasarkan pengertian tersebut Koperasi Indonesia mengandung beberapa konsep pokok,
antara lain sebagai berikut:
a. badan usaha (business enterprise);
b. badan hukum koperasi;
c. prinsip koperasi;
d. gerakan ekonomi rakyat;
e. berdasar atas asas kekeluargaan.
3. Landasan Koperasi Indonesia Berdasarkan Undang-Undang No. 25 tahun 1992, landasan
Koperasi Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Landasan idiil adalah Pancasila.
b. Landasan Struktural adalah UUD 1945.
c. Landasan mental berupa kesetiakawanan dan kesadaran berpribadi.
d. Landasan Operasional adalah:
 Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Pokok-Pokok Perkoperasian;
 Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Koperasi.
4. Koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat
pada umumnya, serta ikut membangun perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan
masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
5. Prinsip koperasi menurut UndangUndang No. 25 Tahun 1992 pasal 5 tentang
Perkoperasian, adalah sebagai berikut.
a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
c. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa
usaha masing-masing anggota.
d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
e. Kemandirian.
Selain prinsip di atas, ada dua prinsip koperasi yang lain, yaitu pendidikan
perkoperasian dan kerja sama antarkoperasi.
6. Keanggotaan Koperasi.
Keanggotaan koperasi diperoleh berdasar Anggaran Dasar Koperasi, tidak dapat
dipindahtangankan, dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama.
7. Berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 pasal 21, perangkat organisasi koperasi
terdiri atas rapat anggota, pengurus, dan pengawas.
8. Modal koperasi menurut UndangUndang No. 25 Tahun 1992 pasal 41 terdiri atas modal
sendiri dan modal pinjaman.
9. Usaha koperasi secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi koperasi single purpose
dan koperasi multi purpose.
10. Dilihat dari keanggotaannya, koperasi di Indonesia dapat dibedakan menjadi koperasi
primer dan sekunder. Sedangkan dilihat dari segi keanggotaan dan wilayah kerjanya,
koperasi Indonesia dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut.
a. Koperasi primer
b. Pusat koperasi
c. Gabungan koperasi
d. Induk koperasi
11. Menurut pasal 45 Ayat (1) UndangUndang Perkoperasian No.25 Tahun 1992 menyebutkan
bahwa Sisa Hasil Usaha merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam 1 (satu)
tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, pajak dan kewajiban pada tahun yang
bersangkutan.
12. Bagi koperasi yang telah memenuhi persyaratan dan pejabat koperasi menyatakan
persetujuannya, berarti koperasi tersebut resmi berbadan hukum.
13. Pembubaran koperasi dapat dilakukan berdasarkan keputusan rapat anggota dan keputusan
pemerintah.
14. Peranan koperasi dalam perekonomian Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Berupaya secara aktif mempertinggi kualitas hidup anggota dan masyarakat.
b. Berupaya mengembangkan daya usaha baik sebagai perseorangan dan warga
masyarakat.
c. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
d. Koperasi dapat berperan sebagai badan usaha ekonomi yang mampu menciptakan
lapangan kerja.
e. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang
merupakan usaha bersama atas dasar asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
15. Kekuatan yang dimiliki koperasi Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Pendirian koperasi mempunyai dasar hukum yang jelas dan kuat.
b. Adanya tanggung jawab bersama di antara anggotanya.
c. Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam kehidupan
berkoperasi.
d. Adanya transparansi pengelolaan, karena ada prinsip dari, oleh, dan untuk anggota.
16. Kelemahan koperasi adalah sebagai berikut.
a. Koperasi dipandang tidak dapat menguntungkan secara ekonomi.
b. Minat masyarakat untuk menjadi anggota koperasi rendah.
c. Sebagian besar anggota berasal dari kalangan menengah ke bawah, sehingga
koperasi sering diidentikkan dengan standar hidup yang rendah.
d. Dukungan pemerintah dan lembaga keuangan untuk memajukan koperasi masih
kurang dibandingkan dengan dukungan yang diberikan kepada bentuk badan usaha
lain.
e. Pada umumnya koperasi masih sulit berkembang, karena belum terbentuknya
jaringan koperasi dengan badan-badan usaha lain.
f. Munculnya banyak kasus penyelewengan dalam pengelolaan koperasi
menyebabkan orang tidak tertarik menjadi anggota koperasi.
17. Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah dan
anggotanya terdiri atas siswa sekolah yang bersangkutan, misalnya siswa Sekolah Dasar,
siswa Sekolah Menengah Pertama, siswa Sekolah Menengah Atas.
18. Maksud dan tujuan didirikannya koperasi sekolah antara lain sebagai berikut.
a. Mendidik siswa untuk latihan berkoperasi.
b. Memupuk rasa cinta kepada sekolah
c. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang perkoperasian.
d. Menanamkan tanggung jawab dan disiplin dalam hidup bergotong-royong di
dalam masyarakat.
e. Memelihara hubungan balik antara sesama anggota koperasi sekolah.
f. Menumbuhkan jiwa demokrasi serta membangkitkan sikap berani mengemukakan
pendapat.
g. Sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan alat-alat sekolah.
h. Sebagai sarana untuk belajar menerapkan prinsip-prinsip ekonomi dalam
kehidupan sehari-hari.
19. Koperasi sekolah mempunyai ciri antara lain sebagai berikut.
a. Anggota koperasi terdiri atas siswa SD, SMP, SMA, SMK, dan lain-lain sekolah
kejuruan lainnya.
b. Keanggotaan berlangsung selama yang bersangkutan menjadi siswa.
c. Koperasi sekolah tidak berbadan hukum.
d. Koperasi sekolah sebagai tempat latihan dan praktik berkoperasi.
e. Koperasi sekolah merupakan koperasi serba usaha.
f. Koperasi sekolah merupakan sarana untuk mendidik siswa bekerja dan berdisiplin,
karena di luar jam belajar siswa harus bertugas di koperasi secara bergiliran
g. Koperasi sekolah dilakukan dalam waktu-waktu tertentu agar tidak mengganggu
kegiatan proses belajar mengajar.
20. Hak- hak anggota koperasi sekolah adalah sebagai berikut.
a. Menghadiri dan menyatakan pendapat dalam Rapat Anggota.
b. Memilih dan dipilih menjadi pengurus atau pengawas.
c. Meminta untuk diadakannya Rapat Anggota menurut ketentuan yang diatur dalam
Anggaran Dasar koperasi yang bersangkutan.
d. Memberikan saran-saran kepada pengurus, baik diminta maupun tidak diminta.
e. Mendapat pembagian SHU sesuai dengan keputusan rapat anggota.
f. Mendapat pelayanan yang sama di antara sesama anggota.
g. Mengawasi jalannya usaha koperasi sekolah sesuai dengan Anggaran
Dasar koperasi tersebut.
21. Kewajiban anggota koperasi sekolah adalah sebagai berikut.
a. Mengamalkan landasan, asas, dan sendi dasar koperasi.
b. Melaksanakan semua ketentuan dan tata tertib yang berlaku di dalam koperasi.
c. Menjunjung tinggi nama baik koperasi sekolah.
d. Menghadiri dan ikut secara aktif dalam rapat anggota, dan bertanggung jawab atas
apa yang diputuskan dalam rapat anggota.
22. Hal-hal yang dapat mengakibatkan berakhirnya keanggotaan koperasi sekolah adalah
apabila anggota yang bersangkutan:
a. Siswa meninggal dunia.
b. Siswa pindah sekolah sehingga tidak menjadi siswa pada sekolah yang
bersangkutan.
c. Siswa tersebut telah lulus atau tamat belajar.
d. Siswa tersebut terpaksa meninggalkan sekolah karena suatu keadaan (drop out).
e. Melanggar ketentuan yang ditetapkan oleh koperasi sekolah sehingga anggota
tersebut dikeluarkan keanggotaannya sesuai dengan ketetapan dalam Anggaran
Dasar.
23. Beberapa kegiatan yang dapat diusahakan oleh koperasi sekolah adalah sebagai berikut.
a. Menyediakan barang-barang yang dibutuhkan oleh siswa sekolah, seperti buku-
buku pelajaran, benda-benda pos, dan perlengkapan tulis menulis.
b. Mengusahakan alat-alat tulis dan kebutuhan sehari-hari para siswa.
c. Mengusahakan alat-alat yang diperlukan dalam praktikum sekolah.
d. Mengusahakan peralatan yang diperlukan dalam kegiatan kepramukaan.
e. Menyelenggarakan kafetaria sekolah.
f. Mengusahakan kebutuhan perlengkapan sekolah, seperti pakaian seragam, badge,
dan kaos olahraga.
g. Koperasi sekolah yang bermodal besar juga dapat menyelenggarakan usaha seperti
foto copy, laminating, pengetikan makalah, dan penjilidan.
h. Mengusahakan tabungan atau simpan pinjam di antara anggota.
i. Usaha-usaha lain yang memungkinkan.
24. Perangkat organisasi koperasi sekolah adalah sebagai berikut.
a. Rapat Anggota Koperasi Sekolah
b. Pengurus Koperasi Sekolah
c. Pengawas Koperasi Sekolah
d. Dewan Penasihat Koperasi Sekolah
25. Modal koperasi sekolah diperoleh dari:
a. Simpanan Pokok.
b. Simpanan Wajib.
c. Simpanan Sukarela.
d. Penyisihan Sisa Hasil Usaha dan cadangannya.
e. Pinjaman dari sekolah, Bank, Perorangan, atau lembaga lain.
f. Hibah.
26. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mendirikan koperasi sekolah adalah sebagai
berikut.
a. Menyelenggarakan pertemuan persiapan.
b. Menyelenggarakan Rapat Pembentukan Koperasi.
c. Mengajukan permohonan pengakuan.
27. Koperasi sekolah dapat dibubarkan melalui Surat Keputusan Kepala Kantor Departemen
Koperasi Kabupaten/Kotamadya tempat koperasi sekolah itu berada.
28. Pengertian SHU sudah ditegaskan dalam UU No.25/1992 tentang Perkoperasian yang
termuat pada Bab IX pasal 45 (ayat 1). Pada pasal 45 ayat 1 tersebut dinyatakan bahwa
SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi
dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang
bersangkutan.
29. Alokasi penggunaan SHU ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
(AD dan ART) sebagai keputusan dari Rapat Anggota. Pada umumnya, pembagian SHU
terdiri atas pos-pos sebagai berikut.
a. Cadangan
b. Jasa anggota berdasarkan simpanan/modal
c. Jasa anggota berdasarkan pinjaman
d. Dana pengurus
e. Pengelola koperasi
f. Dana pendidikan pegawai
g. Dana pengembangan koperasi
h. Dana sosial
30. Ada beberapa definisi wirausaha menurut para ahli:
a. Jose Carlos Jarillo Mossi
Wirausaha adalah seseorang yang merasakan adanya peluang, mengejar
peluangpeluang yang sesuai dengan situasi dirinya dan percaya bahwa kesuksesan
merupakan suatu hal yang dapat dicapai.
b. John J. Kao
Wirausaha adalah katalisator dan mereka mampu menggerakkan sesuatu,
mengerahkan kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang baru dan mempunyai
semangat untuk merealisasikan. Jadi, wirausaha adalah mereka yang kreatif
sekaligus inovatif.
c. c. J.A. Schumpeter
Wirausaha adalah orang yang kreatif/berbakat mengenai produk baru, menentukan
cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru hingga
memasarkan dan mengatur operasi permodalan.
d. Syis
Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi luhur dan sifat
yang patut diteladani karena dasar kemampuan sendiri dapat melahirkan
sumbangan karya untuk kemajuan manusia yang berlandaskan kebenaran.
e. David Mc Clelland
Wirausaha adalah orang yang berani berusaha, mempunyai kemampuan untuk
mendapatkan peluang-peluang usaha dalam memperkenalkan produk baru, teknik
baru, sumber pemasukan baru, dan merancang pabrik, peralatan, manajemen, dan
tenaga kerja yang diperlukan, serta mengorganisasikannya ke dalam suatu teknik
pengoperasian perusahaan.
31. Wirausaha diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu wirausaha andal, tangguh, dan wirausaha
unggul.
32. Ada beberapa peranan wirausaha dalam perekonomian nasional, yaitu sebagai berikut.
a. Menciptakan lapangan kerja.
b. Meningkatkan pendapatan nasional.
c. Memperkokoh perekonomian nasional.
d. Mendorong terciptanya masyarakat yang adil dan makmur.
e. Mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial.
33. Bidang usaha yang dapat dimasuki untuk menjadi wirausaha adalah sektor ekonomi formal
dan informal.
34. Prasyarat menjadi wirausaha.
a. mempunyai modal yang memadai;
b. mampu merencanakan kegiatan-kegiatan bisnis;
c. percaya pada diri sendiri dengan segala kemampuan yang dimiliki;
d. kreatif, penuh inisiatif, dan inovasi;
e. berani mengambil risiko yang telah diperhitungkan sebelumnya;
f. memiliki jiwa kepemimpinan;
g. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
h. memiliki watak dan kepribadian yang baik;
i. memiliki dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi;
j. mampu bekerja sama dalam keadaan apapun;
k. rela berkorban untuk orang lain.
35. Ada beberapa hal yang terkait dengan sikap dan jiwa wirausaha, yaitu:
a. Sumber ide bisnis (usaha)
b. Peluang usaha
c. Analisis peluang usaha
d. Perencanaan usaha
e. Menjalankan usaha

C. URAIAN SINGKAT TENTANG FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN.

Untuk lebih memberikan gambaran yang jelas tentang fungsi manajemen, di bawah ini diuraikan
fungsi manajemen menurut GR Terry yang terdiri dari : Perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan dan pengawasan.

1. Planning (Perencanaan) adalah pemilihan fakta-fakta dan usaha menghubung-hubungkan


antara fakta yang satu dengan yang lain, kemudian membuat perkiraan dan peramalan tentang
keadaan dan perumusan tindakan untuk masa. yang akan datang yang sekiranya diperlukan untuk
mencapai hasil yang dikehendaki. Atau dengan kata lain Perencanaan adalah kegiatan yang
berhubungan dengan waktu untuk mencapai tujuan
Suatu rencana yang baik harus berpedoman pada 5 W dan 1 H, yaitu :

a. What, artinya tindakan apa yang hars dikerjakan.

b. Why, artinya apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan

c. Where, artinya dimanakah tindakan itu dilaksanakan

d. When, artinya kapan tindakan itu dilaksanakan

e. Who, artinya siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu

f. How, artinya bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu.

2. Organizing (Pengorganisasian) adalah mengalokasikan seluruh pekenjaan yang harus


dilaksanakan antara kelompok kerja dan menetapkan wewenang relatif serta tanggung
jawab masing-masing individu, yang bertanggung jawab atas setiap komponen kerja dan
menyediakan lingkungan keria yang tepat dan sesuai. Atau dengan kata lain
Pengorganisasian adalah kegiatan yang berhubungan dengan mengatur manusia
atau karyawan atau pegawai.

Struktur Onganisasi

Dalam penyusunan struktur organisasi dikenal beberapa jenis hubungan, yaitu :

a. Struktur organisasi garis (line relation)

Merupakan struktur organisani yang paling sederhana dan yang paling tua. Dalam struktur
organisasi garis ini aliran tugas dan tanggungjawab terlihat dengan jelas dengan arah vertilkal,
artinya wewenang mengalir dari atas ke bawah, sedangkan tanggung jawab dari bawab ke atas.

1. Struktur organisasi fungsional atau staf (Staff relation)

Organisasi fungsional atau staf bermula diciptakan oleh FW Taylor, dimana segelintir pimpinan
tidak mempunyai bawahan yang jelas, sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada
setiap bawahan, sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.

c. Struktur organisasi Garis dan Staf

Pada bentuk organisasi garis dan staf, terdapat satu atau beberapa orang staf. Staf yaitu orang
yang ahli dalam bidang tertentu, yang tugasnya memberi nasehat dan saran dalam bidangnya
kepada pimpinan di dalam organisasi tersebut.
3. Actuating (Penggerakan) adalah menempatkan semua anggota dari pada kelompok agar
kerja secara sadar untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan perencanaan
dan pola organisasi. Atau dengan kata lain Penggerakan artinya kegiatan yang berhubungan
dengan memotivasi atau memberi semangat kepada karyawan atau pegawai

4. Controlling (Pengawasan) adalah proses penentuan apa yang akan dicapai (standard), apa
yang sedang dihasilkan (pelaksanaan), menilai pelaksanaan dan bilamana perlu mengambil
tindakan korektif sehingga pelaksanaan dapat berjalan menurut rencana, yaitu sesuai dengan
standard. Atau dengan kata lain Pengawasan adalah kegiatan yang berhubungan dengan
mengendalikan atau mengawasi setiap pekerjaan serta melakukan tindakan koreksi.

D. BIDANG-BIDANG MANAJEMEN

1. Manajemen Produksi adalah pelaksanaan kegiatan-kegiatan manajerial seperti planning


(perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), actuaiting (Penggerakan) dan Controlling
(Pengawasan), terhadap sistem-sistem produksi dengan tujuan agar produksi dapat
berjalan secara efektif dan efisien.

b. Manajemen Pemasaran(Marketing Management) adalah penerapan fungsi-fungsi


manajemen dalam kegiatan penciptaan dan penyerahan barang atau jasa kepada konsumen atau
masyarakat, agar dapat memperluas pasar bagi kemajuan suatu perusahaan ataupun industri.

c. Manajemen Personalia atau Manajomen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah seni dan
ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan dalam hal pengadaan,
pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian dan pemeliharaan terhadap sumber daya
manusia secara terpadu untuk mencapai tujuan organisasi.

d. Manajemen Keuangan adalah aktivitas dari pada fungsi manajemen untuk menyediakan
segala kebutuhan finansial yang berkaitan dengan operasional perusahaan dan organisasi.

e. Manajemen Admintstrasi/Akuntansi adalah cara mengajukan informasi mengenai


administrasi atau akuntansi sedemikian rupa sehingga dapat membantu manajemen dalam
menentukan garis-garis kebijaksanaan dan operasional sehari-hari dari pada suatu usaha.

1. E. BADAN USAHA.

a. Pengertian Badan Usaha.

Dari uraian di atas lebih lanjut pengertian badan usaha dengan perusahaan dapat dikemukakan di
bawah ini :

1. Badan Usaha adalah suatu kesatuan yuridis ekonomis yang medirikan usaha untuk mencari
keuntungan.

2. Perusahaan adalah suatu kesatuan teknis dan tempat proses untuk memproduksi barang dan
jasa secara efektif dan efisien.
b. Jenis Badan Usaha.

Ditinjau dari lapangan usahanya, badan usaha digolongkan menjadi lima jenis, yaitu :

1. Badan Usaha Ekstraktif adalah badan usaha yang kegiatannya mengambil hasil alam secara
langsung, sehingga menimbulkan manfaat tertentu. Contohnya pertambangan, perikanan laut,
penebangan kayu, pendulangan emas atau intan, dan sebagainya.

2. Badan Usaha Agraris adalah badan usaha yang kegiatannya mengolah alam sehingga dapat
memberikan manfaat yang lebih banyak. Contohnya Pertanian, perikanan darat, peternakan,
perkebunan dan sebagainya.

3. Badan Usaha Industri adalah badan usaha yang kegiataanya mengolah dari bahan mentah
menjadi barang jadi yang siap untuk dikonsumsi. Cantohnya : perusahaan tekstil, meubelair,
industri logam, kerajinan tangan, assembling dan sebagainya.

4. Badan Usaha Perdagangan adalah badan usaha yang kegiatannya menyalurkan barang dari
produsen kepada konsumen, atau kegiatan pertukaran atau jualbeli. Contoh grosir, pedagang
eceran, supermarket, perusahaan ekspor impor dan sebagainya.

5. Badan usaha Jasa adalah badan usaha yang kegiatannya bergerak dalam bidang pemberian
atau pelayanan Jasa tertentu kepada konsumen. Contoh : salon, dokter, bengkel, notaris,
ansuransi, bank, akuntan dan sebagainya.

Ditinjau dari pemilikan modal, dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :

1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang modalnya milik negara, yang
berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN bergerak disektor-sektor yang menguasai
hajat hidup orang banyak. Contoh : Perjan, Perum dan Persero.

2. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki
oleh swasta, dapat berbentuk perseorangan maupun persekutuan. Contoh: Firma, Persekutuan
Komanditer, Perseroan Terbatas, Koperasi dan sebagainya.

3. Badan Usaha Campuran adalah badan usaha yang modalnya sebagian milik pemerintah dan
sebagian milik swasta. Contohnya PERSERO. Modal yang dimiliki oleh badan usaha ini adalah
51% atau lebih dimiliki pemerintah dan paling banyak 49% dimiliki oleh swasta atau investor.
Contoh : PT Telkom, PT Garuda, PT BNI 1946, PT Jakarta LLoyd dan sebagainya.

c. Bentuk dan Fungsi Badan Usaha

Bentuk badan usaha menurut yuridis ekonomis atau menurut bentuk hukumnya dibedakan
menjadi 7 macam, yaitu :

1. Badan Usaha Perseorangan


Badan usaha perseorangan adalah suatu bentuk badan usaha yang hanya didirikan oleh seorang,
modalnya dart seorang dan ia sendiri yang memimpin dan bertanggung jawab atas segala
pekerjaan dengan tujuan untuk mendapat laba.

Kebaikan badan usaha perseorangan antara lain :

a) Organisasinya yang mudah (ease of organization), karena aktivitas relatif terbatas dan
perusahaan repatif kecil.

b) Kebebasan bergerak (freedom of action). Pemilik mempunyai kebebasan yang luas, karena
setiap keputusannya merupakan kata terakhir.

c) Keuntungan jatuh pada seorang (retention of all profits)

d) Pajaknya rendah (low tales)

e) Rahasia perusahaan lebih terjamin (secrecy), karena umunnya pengusaha sendiri yang
menjalankan tugas-tugas penting.

f) Ongkos organisasinya rendah (law organization cost).

g) Dapat mengambil keputusan dengan cepat, karena tanpa menunggu persetujuan orang lain.

h) Keuntungan yang besar akan menambah dorongan dan semaagat bagi pimpinan

Keburukan badan usaha perseorangan :

a) Tanggung jawab pimpinam tidak terbatas (unlimited liability)

b) Besarnya modal terbatas (limitazian on capital)

c) Kelangsungan hidup atau kontinuitas tidak terjamin (lack of continuity)

d) Kecakapan pimpinan yang terbatas, karena bila pimpinan tidak cakap, maka akan mengalami
kemunduran

e) Kerugian akan ditanggung sendiri

2. Badan Usaha Firma

Firma adalah persekutuan dua orang atau lebih untuk mendirikan dan menjalankan suatu
perusahaan di bawah nama bersama, dan masing-masing sekutu atau anggota memiliki
tanggungjawab yang sama terhadap perusahaan. Tanggung jawab sekutu tidak terbatas sehingga
tidak ada pemisahan antara kekayaan perusahaan dengan kekayaan pribadi atau prive. Apabila
perusahaan menderita kerugian, maka seluruh kekayaan pribadinya dapat dijaminkan untuk
menutup kerugian firma.
Kebaikan Firma diantaranya :

a) Kebutuhan akan modal lebih mudah terpenuhi

b) Pengelolaan perusahaan dapat dibagi-bagi sesuai dengan keahlian masing-masing sekutu

c) Setiap resiko dipikul bersama-sama sehingga dirasakan tidak terlalu berat

d) Keputusan yang diambil lebih baik karena berdasarkan pertimbangan lebih dari seorang

e) Kemampuan untuk mencari kredit lebih besar, karena lebih dipercaya pihak ketiga (bank)

Sedangkan keburukan firma antara lain :

a) Terdapat kemungkinan timbulnya perselisihan patam diantara para pemilik atau pendiri

b) Keputusan yang diambil kurang cepat, karena harus menunggu musaywarah

c) Akibat tindakan seorang anggota, akan menyebabkan terlibatnya anggota yang lain

d) Perusahaan dikatakan bubar apabila salah seorang anggota mengundurkan diri atau
meninggal dunia.

3. Badan Usaha Persekutuan Komanditer

Persekutuan komanditer atau CV (Commanditaire Venootschaft) adalah Persekutuan dua orang


atau lebih untuk mendirikan usaha dimana satu atau beberapa orang sebagai sekutu yang hanya
menyerahkan modal dan sekutu lainnya yang menjalankan perusahaan. Jadi dalam persekutuan
komanditer dikenal dua sekutu, yaitu :

a. Sekutu aktif atau sekutu bekerja atua sekutu komplementer, yaitu sekutu yang berhak
memimpin perusahaan

b. Sekutu pasif atau sekutu tidak bekerja atau sekutu komanditer (sleeping partner) yaitu sekutu
yang hanya menyerahkan madalnya saja.

4. Badan Usaha Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan Terbatas (PT) adalah suatu persekutuan yang mamperoleh modal dengan
mengeluarkan sero atau saham, dimana tiap orang dapat memiliki satu atau lebih saham, serta
bertanggungjawab sebesar modal yang diserahkan.

Mendirikan PT harus dengan akta notaris dan harus ada ijin (persetujuan dari Menteri
Kehakiman dan PT tersebut harus diumumkan dalam berita negara (Lembaran Berita Negara),
sehingga PT berbentuk Badan Hukum
Dalam akte pendiriannya harusmemuat :

a. Nama PT dan Tujuannya tidak bertentangan dengan kesusilaan dan ketertiban umum

b. Nama-nama pendiri PT serta alamatnya

c. Tempat kedudukan PT

d. Jumlah modal PT

e. Anggaran dasar PT

Modal yang disebutkan dalam anggaran dasar terdiri dari :

1. Modal Statuter yaitu modal yang tecantum dalam neraca PT

2. Modal yang ditempatkan yaitu sebanyak 20% dari modal statuter harus sudah terjual

3. Modal yang disetor yaitu modal yang harus disetor ke kas PT, minimal 10% dan modal
statuter.

Dalam PT ada tiga badan yang menentukan kelancaran jalannya kehidupan PT, yaitu :

a. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mempunyai. kekuasaan tertinggi dalam PT. RUPS
inilah yang berhak memilih dan mengangkat serta menetapkan gaji Direksi maupun Dewan
Komisaris.

b. Direksi (Direktur Utama) adalah seseorang yang memimpin dan bertanggungjawab atas
jalannya PT.

c. Dewan Komisaris adalah orang-orang yang dipilih para pesero (biasanya pesero yang
memiliki sero terbanyak). Tugas Komisaris adalah mengawasi dan memberikan nasihat kepada
Direksi.

Kebaikan Perseroan Terbatas, antara lain :

– Tanggung jawab pesero terbatas

– Kebutuhan akan pengembangan modal mudah dipenuhi

– Kontinuitas kehidupan PT lebih terjamin

– Lebih dipercaya pihak ketiga dalam hal kredit


– Efisiensi dibidang kepemimpinan

– Lebih mampu memperhatikan nasib buruh dan kanyawan.

Sedangkan keburukan Perseroan Terbatas antara lain :

– Perhatian pesero terhadap PT kurang

– Biaya dalam PT lebih besar (biaya pendirian, biaya organisasi. dan biaya pajak perseroan)

– Memimpin PT lebih sulit dari pada perusahaan bentuk lain.

5. Badan Usaha Koperasi.

Sesuai dengan UU nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, Bab I Pasal 1, Koperasi adalah
badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan
melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi
rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

6. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia no. 17 tahun 1967, maka Perusahaan
Negara digolongkan ke dalam tiga bentuk usaha Negara, yaitu :

a. Perusahaan Jawatan (PERJAN) atau Departemen Agency, adalah perusahaan negara yang
modalnya setiap tahun ditetapkan dalam APBN, bagi departemen yang bersangkutan.

Ciri-ciri Perusahaan Jawatan antara lain :

– pengabdian/pelayanan kepada masyarakat (public service)

– sebagai suatu bagian dari departemen/dirjen/direktorat/ pemerintah daerah

– dipimpin oleh seorang Kepala.

– memperoleh fasilitas negara

– pegawainya pegawai negeri

– pengawasan dilakukan baik secara hirarki maupun secara fungsional seperti bagian-bagian
dari suatu Departemen/ Pemerintah Daerah

b. Perusahaan Umum (PERUM) atau Public Corporation, adalah perusahaan negara yang modal
seluruhnya milik negara (berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan).
Contoh : Perum Husada Bakti, Perum Pegadaian, Perum Pelayaran dan sebagainya.

Ciri-ciri Perusahaan Umum antara lain :

– melayani kepentingan umum .

– umumnya bergerak dibidang jasa vital (public utility)

– dibenarkan memupuk keuntungan

– berstatus badan hukum

– mempunyai nama dam kekayaan sendiri serta kebebasan bergerak seperti perusahaan swasta

– hubungan hukumnya diatus secara hubungan hukum pendata

– modal seluruhnya dimiliki oleh negara dan kekayaan negara yang dipisahkan

– dipimpin oleh seorang Direksi

– pegawainya adalah pegawai perusahaan negara

– laporan tahunan perusahaan, disampaikan kepada pemenintah

c. Perusahaan Perseroan (PERSERO) atau Public State Company, adalah perusahaan negara
yang modalnya terdiri dari saham-saham yang dimiliki oleh pemerintah (seluruh atau sebagian
besar), yang bergerak dibidang produksi dengan tujuan mencari laba. Contoh : PT. Telkom., PT.
Pos Indonesia, PT. Semen Gresik, PT. BRI, PT. Bank Mandiri dan sebagainya.

Ciri-ciri Perusahaan Perseroan antana lain :

– memupuk keuntungan (profitability)

– sebagai badan hukum perdata (yang berbentuk PT)

– hubungan usahanya diatur menurut hukum perdata

– modal seluruhnya atau sebagian merupakan kekayaan negara yang dipisahkan


(dimungkinkan joint dengan swasta nasional/asing)

– tidak memiliki fasilitas-fasilitas negara

– dipimpin oleh seorang Direksi

– status pegawainya sebagai pegawai perusahaan swasta


– peranan pemerintah sebagai pemegang saham

7. Badan Usaha Perusahaan Daerah.

Perusahaan Daerah adalah perusahaan yang modalnya berasal dari kekayaan daerah yang
dipisahkan, baik yang didirikan oleh Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Kabupaten / Kota.
Perusahaan daerah bergerak di bidang usaha umum yang menguasai hajat hidup orang banyak.
Contoh : PDAM, PD Sari Petojo Solo, PD Pasar Jaya Jakarta dan sebagainya.

F. PENGGABUNGAN BADAN USAHA.

Kambinasi badan usaha sering dibedakan menjedi dua jenis, yaitu:

a. Kombinasi vertikal adalah gabungan beberapa badan usaha yang bekerja pada tingkat yang
berbeda-beda dalam proses produksi suatu barang atau barang produksinya berurutan. Misalnya :
Untuk memproduksi kain, terdapat beberapa badan usaha seperti petani kapas, pengangkutan
kapas, pemintalan, pertenunan dan penyempurnaan kain.

b. Kombinasi Horisontal atau paralelisasi adalah gabungan dari beberapa badan usaha yang
bekerja dalam tingkat yang sama dalam proses produksi barang atau gabungan dan beberapa
badan usaha yang memproduksi atau menjual barang yang berlainan. Misalnya : penggabungan
antara pabrik sabun cuci dengan pabrik sabun mandi, antara pabrik sikat gigi dengan pabrik pasta
gigi, dan sebagainya.

Sedangkan bentuk kerjasama atau penggabungan badan usaha diantaranya adalah

a. Kartel adalah bentuk kerjasama antara beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang
usaha yang sama, dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan, memperkecil kondisi
persaingan dan menperluas atau menguasai pasar.

b. Trust adalah peleburan beberapa badan usaha menjadi sebuah perusahaan yang baru,
sehingga diperoleh kekuasaan.yang besar dan monopoli.

c. Holding Company adalah suatu PT yang besar yang menguasai sebagian besar sero atau
saham perusahaan lainnya, Secara yuridis badan usaha yang dikuasai tetap berdiri sendiri namun
diatur dan dijalankan sesuai dengan kebijakan PT yang menguasai

d. Concern

Sebenarnya consern sama halnya dengan Holding company yaitu memiliki sebagian besar
saham-saham dari beberapa badan usaha. Perbedaannya adalah bahwa holding company sering
berbentuk PT, sedangkan Concern sering dimiliki perseorangan, yaitu seorang hartawan yang
mempunyai modal yang amat besar.
e. Corner dan Ring adalah penggabungan beberapa badan usaha dengan tujuan mencari
keuntungan yang besan, dengan cara menguasai penawaran barang untuk memperoleh monopoli
dan menaikkan harga.

f. Syndikat adalah kerjasama sementara oleh beberapa badan usaha untuk menjual atau
mengerjakan suatu proses produksi.

g. Merger adalah penggabungan beberapa badan usaha dengan jalan meleburkan diri menjadi
satu perusahaan baru. Jadi merger identik dengan trust.

h. Joint Venture adalah penggabungan beberapa badan usaha untuk mendirikan satu bentuk
usaha bersama dengan modal bersama pula, dengan tujuan untuk menggali kekayaan alam dan
mendidik tenaga ahli untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

i. Production Sharing adalah kerjasama bagi hasil antara pihak-pihak tertentu.

j. Waralaba (Franchise) adalah Sistem usaha yang tidak memakai modal sendiri, artinya untuk
membuka usaha dengan menggunakan investor lain (Franchisor)

MANAJEMEN
A. Pengertian Manajemen
1. Secara Etimologi
Kata manajemen bersal dari bahasa latin , yaitu dari asal kata mantis yang berarti tangan dan
agree yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja managere yang artinya
menangani. Managere diterjemahkan ke dalam bahasa inggris dalam bentuk kata kerja to manage,
dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen.
Akhirnya management diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi manajemen atau
pengelolaan.[1]
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni
melaksanakan dan mengatur.”[2] Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima
secara universal.[3] Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni
menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas
mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.[4] Ricky W. Griffin
mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan
efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien
berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.[5]
Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia pada tahun 1561, maneggiare yang
berarti "mengendalikan," terutama dalam konteks mengendalikan kuda, yang berasal dari bahasa
latin manus yang berarti "tangan". Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris
menjadi ménagement, yang memiliki arti seni [6]melaksanakan dan mengatur.[7]

2. Menurut Para Ahli


Menurut para ahli, manajemen itu sendiri berkaitan erat dengan style, seni dan proses yang
hidup dan dinamis dalam lingkup organisasi dalam upayanya untuk mencapai tujuan serta
bagaimana tujuan tersebut dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Luther Gulick memberikan definisi manajemen sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan
yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja
bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerja sama ini lebih baik bermanfaat bagi
manusia[8].
Sedangkan menurut Stoner manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota-anggota organisasi dan penggunaan
sumberdaya-sumberdaya organisasi agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Sedangkan menurut pendapat Mary Parker Fallet, manajemen sebagai seni (art) dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan melalui orang lain.
Pada definisi di atas, manajemen dititikberatkan pada usaha memanfaatkan orang lain dalam
pencapaian tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka orang-orang didalam organisasi harus
jelas wewenang, tanggung-jawab dan tugas pekerjaannya.
Sedangkan pengertian manajemen yang dikemukakan oleh Makharita bahwa : Management
is the utilization of available or potentials resources in achieving a given ends (Manajemen adalah
pemanfaatan sumber-sumber yang tersedia atau yang berpotensial di dalam pencapaian tujuan.
Definisi manajemen tersebut lebih menitikberatkan pada usaha
menggunakan/memanfaatkan sumber yang tersedia atau yang berpotensi dalam pencapaian tujuan.
Adapun sumber-sumber tersebut adalah orang, uang, material, peralatan (mesin), metode, waktu
dan prasarana lainnya.
Menurut G.R. Terry, manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan
bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau
maksudmaksud yang nyata.
Menurut Hilman, manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain
dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut Ricky W. Griffin, manajemen sebagai sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran
(goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan
perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar,
terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Menurut Drs. Oey Liang Lee, manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan
pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut William H. Newman, manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan
memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.
Menurut Renville Siagian, manajemen adalah suatu bidang usaha yang bergarak dalam
bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para tenaga ahli tyerlatih serta berpengalaman.
Menurut Prof. Eiji Ogawa, manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan
Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh
organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat
disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.
Menurut Federick Winslow Taylor, manajemen adalah Suatu percobaan yang sungguh-
sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan
organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan
dengan menggunakan alat-alat perumusan.
Menurut Henry Fayol, manajemen mengandung gagasan lima fungsi utama yaitu,
merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.
Lyndak F. Urwick, manajemen adalah Forecasting (meramalkan), Planning Orga-nizing
(perencanaan Pengorganisiran), Commanding (memerintahklan), Coordinating
(pengkoordinasian) dan Controlling (pengontrolan).

B. Fungsi Manajemen
1. Lima Fungsi Utama Manajemen
Penting untuk diingat, bahwa manajemen adalah suatu bentuk kerja. Manager, dalam
melakukan pekerjaannya, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu, yang dinamakan fungsi-
fungsi manajemen, yang terdiri dari,
1) Planning- menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan datang
dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu.
2) Organizing- mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan
kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.
3) Staffing- menentukan keperluan-keperluan sumberdaya manusia, pengarahan, penyaringan,
latihan dan pengembangan tenaga kerja.
4) Motivating- mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tujuan-tujuan. Bernard
Berelson dalam Siswanto, mendefenisikan motivasi sebagai keadaan jiwa dan sikap mental
manusai yang memberikn energi, mendorong kegiatan, dan mengarah dan menyalurkan perilaku
ke arah mencapai kebutuhan yang memberikan kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan.[9]
5) Controlling- mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan, menentukan sebab-sebab
penyimpangan-penyimpangan dan mengambil tindakan-tindakan korektif dimana perlu.[10]
2. Fungsi-Fungsi Manajemen
1) Perencanaan[11]
Perencanaan adalah sebuah proses perdana ketika hendak melakukan pekerjaan baik dalam
bentuk pemikiran maupun kerangka kerja agar tujuan yang hendak dicapai mendapatkan hasil
yang optimal.
 “Self-audit”- menentukan keadaan organisasi sekarang.
 “Survey” - lingkungan.
 “Objectives”- tujuan.
2) Pengorganisasian
Ajaran Islam senantiasa mendorong para pemeluknya untuk melakukan segala sesuatu
secara terorganisir dengan rapi, sebab bisa jadi suatu kebenaran yang tidak terorganisir dengan
rapi akan dengan mudah bisa diluluhlantakan oleh kebathilan yang tersusun rapi.
Menurut Terry[12] pengorganisasian merupakan kegiatan dasar dari manajemen dilaksnakan
untuk mengatur seluruh sumber-sumber yang dibutuhkan termasuk unsur manusia, sehingga
pekerjaan dapat diselesaikan dengan sukses.
Organisasi dalam pandangan Islam bukan semata-mata wadah, melainkan lebih menekankan
pada bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan secara rapi. Organisasi lebih menekankan pada
pengaturan mekanisme kerja. Dalam sebuah organisasi tentu ada pemimpin dan bawahan.[13]
 “Identity”- tetapkan dengan teliti dan tentukan pekerjaan yang akan dilaksanakan.
 “Break work down”- bagi-bagi pekerjaan menjadi tugas-tugas setiap orang.
 Tugas-tugas kelompok menjadi posisi-posisi.

3) Kepegawaian (Fungsi Pengarahan)


Pengarahan adalah proses memberikan bimbingan kepada rekan kerja sehingga mereka
menjadi pegawai yang berpengetahuan dan akan bekerja efektif menuju sasaran yang telah
ditetapkan sebelumnya.
Di dalam fungsi pengarahan terdapat empat komponen, yaitu pengarah, yang diberi
pengarahan, isi pengarahan, dan metode pengarahan. Pengarah adalah orang yang memberikan
pengarahan berupa perintah, larangan, dan bimbingan. Yang diberipengarahan adalah orang yang
diinginkan dapat merealisasikan pengarahan. Isi pengarahan adalah sesuatu yang disampaikan
pengarah baik berupa perintah, larangan, maupun bimbingan. Sedangkan metode pengarahan
adalah sistem komunikasi antara pengarah dan yang diberi pengarahan.
 Tentukan keperluan-keperluan sumber daya
 Kerahkanlah pegawai-pegawai sedapat mungkin
 Saringlah
4) Pemotivasian
mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tujuan-tujuan. Bernard Berelson
dalam Siswanto, mendefenisikan motivasi sebagai keadaan jiwa dan sikap mental manusai yang
memberikn energi, mendorong kegiatan, dan mengarah dan menyalurkan perilaku ke arah
mencapai kebutuhan yang memberikan kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan.[14]
 Berhubungan dengan staf dan jelaskan tujuan-tujuan kepada bawahan.
 Bagi-bagikan ukuran-ukuran pelaksanaan- “performance standards”-
 Latih dan bimbing bawahan untuk memenuhi ukuran-ukuran pelaksanaan itu.
5) Pengawasan
Pengawasan adalah keseluruhan upaya pengamatan pelaksanaan kegiatan operasional guna
menjamin bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.
Bahkan Didin dan Hendri[15] menyatakan bahwa dalam pandangan Islam pengawasan dilakukan
untuk meluruskan yang tidak lurus, mengoreksi yang salah dan membenarkan yang hak.
 Tetapkan ukuran-ukuran.
 Perbaiki penyimpangan-penyimpangan.
 Berhubungan selalu selam proses pengawasan.[16]
Harold Koontz dan Cyril O’ Donnel mengemukakan lima fungsi manajemen, mencakup:
1. Planning (perencanaan);
2. Organizing (pengorganisasian);
3. Staffing (penentuan staf);
4. Directing (pengarahan); dan
5. Controlling (pengawasan).

L. Gullick mengemukakan tujuh fungsi manajemen, yaitu:


1. Planning (perencanaan);
2. Organizing (pengorganisasian);
3. Staffing (penentuan staf);
4. Directing (pengarahan);
5. Coordinating (pengkoordinasian);
6. Reporting (pelaporan); dan
7. Budgeting (penganggaran).
Berbicara tentang fungsi manajemen tidaklah bisa terlepas dari fungsi manajemen secara
umum seperti yang dikemukakan Henry Fayol seorang industriyawan Prancis, dia mengatakan
bahwa fungsi-fungsi manajemen itu adalah merancang, mengorganisasikan, memerintah,
mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai
kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung
hingga sekarang.
Sementara itu Robbin dan Coulter[17] mengatakan bahwa fungsi dasar manajemen yang
paling penting adalah merencanakan, mengorganisasi, memimpin, dan mengendalikan. Senada
dengan itu Mahdi bin Ibrahim[18] menyatakan bahwa fungsi manajemen atau tugas kepemimpinan
dalam pelaksanaannya meliputi berbagai hal, yaitu : Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan pengendalian.

C. Pentingnya Mempelajari Manajemen


Setelah uraian mengenai fungsi-fungsi manajemen di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa
manajemen itu sangat penting, mengingat manajemen itu memiliki fungsi-fungsi penting yang
telah dikemukakan di atas.
Pada dasarnya manajemen itu penting, sebab:
1. Pekerjaan itu berat dan sulit untuk dikerjakan sendiri, sehingga diperlukan pembagian kerja, tugas,
dan tanggung jawab dalam menyelesaikannya.
2. Perusahaan akan dapat berhasil beik, jika manajemen diterapkan dengan baik.
3. Manajemen yang baik akan meningkatkan daya guna dan hasil guna semua potensi yang dimiliki.
4. Manajemen yang baik akan mengurangi pemborosan.
5. Manajemen perlu untuk kemajuan dan pertumbuhan.
6. Manajemen mangakibatkan pencapaian tujuan secara teratur.
7. Manajemen merupakan suatu pedoman pikiran dan tindakan.
8. Manajemen selalu dibutuhkan dalam setiap kerjasama sekelompok orang.[19]

BADAN USAHA

Pengertian :

1. Badan Usaha adalah kesatuan yuridis (hukum) dan ekonomis yang menggunakan modal
dan tenaga kerja untuk mencari keuntungan.
2. Perusahaan adalah unit ekonomi yang mengkombinasikan sumber daya manusia, alam,
modal, dan pengusaha (wirausaha) untuk menghasilkan sejumlah barang dan jasa
tertentu.

Jenis Badan Usaha :

1. Agraris adalah kegiatan mengolah sumber daya alam untuk menghasilkan suatu barang
tertentu. Contoh : perkebunan teh, kelapa sawit, perkebunan karet, dll.
2. Ekstraktif adalah kegiatan mengambil apa yang telah dihasilkan oleh sumber daya alam.
Contoh : hasil hutan, hasil laut, dll.
3. Perdagangan adalah kegiatan membeli dan menjual kembali suatu barang tanpa
mengubah bentuknya. Contoh : perdagangan beras dilakukan oleh seseorang dengan
membeli beras di daerah penghasil padi.
4. Industri adalah kegiatan mengolah bahan-bahan baku dan bahan penolong menjadi
barang setengah jadi atau barang siap pakai. Contoh : sepatu, pakaian, dsb.
5. Jasa adalah kegiatan yang memberikan pelayanan dan kemudahan dalam rangka
memenuhi kebutuhan. Contoh : jasa pengangkutan barang, jasa perbankan, dll.

Jenis-Jenis Badan Usaha Menurut Kepemilikan Modal :

 Badan Usaha Milik Swasta adalah seluruh modal dimiliki oleh pihak swasta. Badan
usaha swasta dapat dibedakan juga menjadi perusahaan perseorangan, persekutuan firma,
perusahaan komanditer, dan perseroan terbatas.
 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepemilikan modal yang bersumber dari kekayaan
Negara yang dipisahkan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
 Badan Usaha Koperasi kepemilikan modal berada pada anggota-anggotanya, yang
bersumber dari simpanan wajib dan simpanan pokok.

Bentuk Badan Usaha

1. Perusahaan Perseorangan adalah suatu bentuk badan usaha di mana pemilik badan usaha itu
adalah perseorangan yang melakukan pekerjaan untuk mendapatkan laba.

Kelebihan Perusahaan Perseorangan :

 Organisasi yang mudah


 Kebebasan bergerak
 Tidak ada yang mempersoalkan manajemen perusahaan perseorangan, sebab dia sendiri
yang memegang kekuasaan di dalam perusahaan.
 Penerimaan seluruh keuntungan
 Pajak yang rendah.
 Ketidakmungkinan bocornya rahasia
 Ongkos organisasi yang murah
 Undang-undang dan peraturan yang membatasi gerak perusahaan perseorangan relatif
sedikit jika dibandingkan dengan peraturan pada bentuk-bentuk badan usaha lain.
 Pemilik perusahaan perseorangan memiliki motivasi kuat untuk mendapatkan laba.

Kekurangan Perusahaan Perseorangan :

 Tanggung jawab perusahaan yang tidak terbatas


 Besar perusahaan terbatas
 Kontinuitas yang tidak terjamin
 Kesulitan dalam soal pimpinan

2. Persekutuan Firma adalah usaha untuk menjalankan sebuah perusahaan dengan memakai
nama bersama. Atau Persekutuan Firma adalah Perjanjian antara dua orang atau lebih di mana
masing-masing pihak secara bersama-sama menyetor modal untuk menjalankan usaha bersama
dengan tanggung jawab bersama.

Persekutuan Firma dapat berakhir oleh karena beberapa hal :

1. Seorang sekutu meninggal atau jatuh pailit.


2. Dibubarkan hakim karena alasan-alasan sah.
3. Jangka waktu yang ditetapkan persekutuan firma telah habis.
4. Seorang sekutu menarik diri.
5. Kelebihan Persekutuan Firma :
6. Kebutuhan akan modal lebih mudah terpenuhi
7. Pada persekutuan firma ada beberapa pemilik, jadi setiap keputusan dapat diambil
berdasarkan pertimbangan berbagai pihak.
8. Perhatian sekutu yang sungguh-sungguh pada perusahaan.

Kekurangan Persekutuan Firma :

 Tanggung jawab yang tidak terbatas daripada setiap sekutu


 Pimpinan dipegang oleh lebih dari dari satu orang
 Penanaman modal beku

3. Persekutuan Komanditer adalah suatu persekutuan di mana satu atau beberapa orang sekutu
mempercayakan uang atau barang kepada satu atau beberapa orang yang menjalankan
perusahaan, yang bertindak sebagai pemimpin.

Kelebihan Persekutuan Komanditer :

 Mudah proses pendiriannya


 Kebutuhan akan modal dapat lebih dipenuhi
 Persekutuan komanditer cenderung lebih mudah memperoleh kredit
 Dari segi kepemimpinan, persekutuan komanditer relatif lebih baik
 Sebagai tempat untuk menanamkan modal, persekutuan komanditer cenderung lebih
baik, karena bagi sekutu diam akan lebih mudah untuk menginvestasikan maupun
mencairkan kembali modalnya.

Kekurangan Persekutuan Komanditer :

 Kelangsungan hidup tidak menentu, karena banyak tergantung dari sekutu komplementer
yang bertindak sebagai pemimpin persekutuan.
 Tanggung jawab para sekutu komanditer yang terbatas mengendorkan semangat mereka
untuk memajukan perusahaan jika dibandingkan dengan sekutu-sekutu pada persekutuan
firma.

4. Perseroan Terbatas (PT) adalah suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan dengan
modal usaha terdiri atas beberapa saham (sero).
Beberapa Jenis Perseroan Terbatas :

1. Perseroan Terbatas Terbuka : Kebutuhan modal diperoleh dengan menjual saham di


bursa.
2. Perseroan Terbatas Tertutup : Saham-saham pada perseroan tertutup dimiliki oleh orang-
orang tertentu dan seringkali orang-orang itu memiliki hubungan kekeluargaan dan
sahamnya berbentuk “atas nama”.
3. Perseroan Terbatas Milik Negara (Persero) : Sebagian atau seluruh saham pada perseroan
terbatas ini dimiliki Negara atau disebut Persero.
4. Perseroan Terbatas Kosong : Perseroan Terbatas Kosong adalah sudah bangkrut dan tidak
ada aktifitas, tetapi masih sah sebagai PT.

Kepengurusan Perseroan Terbatas antara lain : Direksi Terdiri dari direktur utama dan direktur-
direktur lainnya.

Tugas direksi adalah :

1. Menjalankan badan usaha sebaik-baiknya yang selanjutnya dapat bertindak sebagai wakil
PT, baik ke dalam maupun ke luar.
2. Memberikan laporan kepada rapat pemegang saham sekurang-kurangnya sekali setahun,
termasuk neraca rugi laba.

Dewan Komisaris , Tugasnya adalah :

1. Mengawasi jalannya perusahaan.


2. Memberikan nasihat-nasihat kepada direksi.
3. Melakukan tindakan bila diperlukan untuk kepentingan pemegang saham.
4. Rapat Pesero, dan memiliki beberapa Hak adalah :
5. Menetapkan pengangkatan dan pemberhentian anggota direksi dan dewan komisaris.
6. Menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan pokok badan usaha.
7. Mengesahkan laporan neraca rugi/laba dan pembagian keuntungan untuk para pemegang
saham dalam bentuk dividen.

Kelebihan Perseroan Terbatas :

 Tanggung jawab yang terbatas dari para pemegang saham.


 Pemisahan pemilik dari pengurus.
 Mudah mendapatkan modal.
 Terdapat efisiensi dalam soal kepemimpinan.

Kekurangan Perseroan Terbatas :

 Pemungutan pajak terhadap perseroan terbatas relatif besar.


 Mendirikan perseroan terbatas lebih mahal.
 Tidak terjaminnya rahasia.
 Kurangnya perhatian para pemegang saham terhadap perusahaan.

5. Koperasi
Istilah koperasi berasal dari dua suku kata, co dan operation. Co berarti bersama dan operation
berarti pekerjaan, sehingga kalau digabung menjadi cooperation, atau dengan kata lain, koperasi
berarti pekerjaan bersama atau bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan tertentu.

Misi Koperasi :

1. Memacu pengembangan usaha


2. Kemandirian
3. Profesionalisme
4. Peranan Pemerintah dalam Pasal 60 UU No.25 Tahun 1992 adalah :
5. Menciptakan dan mengembangkan iklim dan kondisi yang mendorong pertumbuhan serta
pemasyarakatan koperasi.
6. Memberikan bimbingan kemudahan dan perlindungan kepada koperasi.

Kewajiban dan Tanggung Jawab adalah :

1. Landasan-landasan, asas, dan dasar koperasi.


2. Undang-undang, peraturan pelaksanaannya, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
koperasi.
3. Keputusan-keputusan rapat anggota.

Koperasi Memiliki Hak-Hak sebagai berikut :

1. Menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalam Rapat Anggota.


2. Memilih dan atau dipilih menjadi anggota pengurus dan badan pemeriksa.
3. Meminta diadakannya rapat anggota menurut ketentuan-ketentuan dalam Anggaran
Dasar.
4. Mengemukakan pendapat atau saran-saran kepada pengurus di luar rapat, baik diminta
atau tidak diminta.
5. Mendapat pelayanan yang sama antara sesama anggota.
6. Melakukan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha-usaha koperasi menurut
ketentuan-ketentuan dalam anggaran dasar.

Kelebihan Koperasi :

 Prinsip pengelolaan bertujuan memupuk laba untuk kepentingan anggota, misalnya


koperasi pertanian mendirikan pabrik penggilingan padi.
 Anggota koperasi berperan sebagai konsumen dan produsen.
 Dasar sukarela, orang terhimpun dalam koperasi atau masuk menjadi anggota dengan
dasar sukarela.
 Mengutamakan kepentingan anggota.

Kekurangan Koperasi :
 Keterbatasan di bidang permodalan.
 Daya saing lemah.
 Rendahnya kesadaran berkoperasi pada anggota.
 Kemampuan tenaga professional dalam pengelolaan koperasi.
 Peran Koperasi dalam Peningkatan Kemakmuran Rakyat adalah :
 Meningkatkan pendapatan rakyat dan pendapatan nasional.
 Mengentaskan kemiskinan.
 Meningkatkan kualitas hidup.
 Memperkokoh perekonomian rakyat dan koperasi sebagai soko gurunya.

6. Perusahaan Negara
Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sedikit sulit karena perusahaan Negara di Indonesia diatur
oleh peraturan-peraturan yang berbeda sejak zaman penjajahan hingga dewasa ini. Menurut pasal
9 UU No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara hanya membagi BUMN menjadi
dua bentuk, Persero dan Perum.

Maksud dan Tujuan dari pendirian BUMN menurut UU No. 19 Tahun 2003 adalah :

1. Memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan


penerimaan Negara pada khususnya.
2. Mengejar keuntungan.
3. Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang/jasa yang bermutu
tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak.
4. Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor
swasta dan koperasi.
5. Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi
lemah, koperasi, dan masyarakat.

BUMN seluruh atau sebagian modal pada BUMN itu dimiliki oleh Negara melalui penyertaan
secara langsung yang berasal dari kekayaan Negara yang dipisahkan. Kekayaan Negara yang
dipisahkan adalah kekayaan Negara yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN) untuk dijadikan modal Negara pada Persero atau Perum serta Perseroan Terbatas
lainnya.

Pengurusan BUMN dilakukan oleh Direksi. Direksi itu bertanggung jawab penuh atas
pengurusan BUMN untuk kepentingan dan tujuan BUMN serta mewakili BUMN, baik di dalam
maupun di luar pengadilan. Anggota Direksi harus mematuhi anggaran dasar BUMN dan
peraturan perundang-undangan serta wajib melaksanakan prinsip-prinsip profesionalisme,
efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban, serta kewajaran.

Persero adalah BUMN berbentuk Perseroan Terbatas. Seluruh atau paling sedikit 51 %
kepemilikan saham adalah milik Negara. Maksud dan tujuan pendirian Persero adalah untuk
menyediakan barang atau jasa bermutu tinggi dan berdaya saing kuat, dan juga untuk mengejar
keuntungan guna meningkatkan nilai perusahaan. Organ atau perangkat dalam Persero adalah
RUPS, Direksi, dan Komisaris.
Perum seluruh modal dimiliki Negara dan tidak terbagi atas saham. Perum didirikan dengan
maksud dan tujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang atau jasa yang bermutu
tinggi dan sekaligus mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan. Organ
Perum adalah Menteri, Direksi, dan Dewan Pengawas.

BUMN memiliki Kelebihan-Kelebihan adalah :

 Seluruh keuntungan BUMN menjadi keuntungan Negara.


 Menyediakan jasa-jasa bagi masyarakat.
 Merupakan sarana untuk melaksanakan pembangunan.

BUMN juga memiliki Kekurangan-Kekurangan adalah :

 Pengelolaan BUMN sangat ditentukan oleh kemampuan keuangan Negara.


 Sejumlah besar aturan (birokrasi) dapat menghambat pengembangan BUMN.
 Pengelolaan BUMN secara ekonomis sulit untuk dipertanggungjawabkan.

7. Perusahaan Daerah
Perusahaan Daerah atau sering disebut Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) didirikan
berdasarkan Peraturan Daerah di mana modalnya baik seluruh atau sebagian merupakan
kekayaan daerah yang dipisahkan, kecuali ditentukan lain dengan atau berdasarkan undang-
undang. Perusahaan Daerah dipimpin oleh suatu Direksi. Anggota Direksi diangkat dan
diberhentikan oleh Kepala Daerah, setelah mendengar pertimbangan DPRD untuk waktu
maksimal empat tahun. Tugas Direksi adalah :

1. Menentukan kebijaksanaan dalam pimpinan perusahaan.


2. Mengurus dan menguasai kekayaan Perusahaan Daerah.
3. Mewakili perusahaan daerah di dalam dan di luar pengadilan.
4. Mengirim laporan-laporan kepada Kepala Daerah.
5. Mengangkat dan memberhentikan pegawai Perusahaan Daerah sesuai dengan peraturan
kepegawaian yang disetujui oleh Kepala Daerah.

Kebaikan dan Kelemahan pada BUMD hampir serupa dengan BUMN antara lain mengingat
sifat, maksud, dan tujuan pendirian BUMN dan BUMD hampir serupa.

Fungsi Badan Usaha

1. Fungsi Komersial ini dapat dicapai dengan penyediaan barang dan jasa. Perusahaan harus
mampu memproduksi barang dalam jumlah yang besar dan berkualitas tinggi. Fungsi
Komersial, badan usaha akan senantiasa berusaha memperoleh laba maksimal. Tujuan itu
dapat dicapai bila perusahaan mengelola secara optimal semua sumber daya yang
dimilikinya. Pengelolaan sumber daya tersebut dilakukan oleh setiap badan usaha melalui
fungsi manajemen dan fungsi operasional.
2. Fungsi Manajemen terkait dengan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi lainnya, agar mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan.
3. Fungsi Operasi untuk mengoperasikan perusahaannya, badan usaha perlu
memperhitungkan faktor-faktor personalia, pembelanjaan, produksi, pemasaran, dan
pengorganisasian.
4. Fungsi Sosial adalah kegiatan perusahaan secara langsung atau tidak langsung yang dapat
dinikmati hasilnya oleh masyarakat.
5. Fungsi Ekonomi
Perusahaan sebagai mitra kerja pemerintah ikut berperan serta dalam pembangunan
ekonomi. Kegiatan perusahaan searah dengan pembangunan yang dicanangkan
pemerintah. Perusahaan dapat membantu pemerintah dengan membayar pajak
perusahaan. Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan pemerintah.

Penjelasan Fungsi Operasi

 Personalia, setiap badan usaha memerlukan pegawai untuk melaksanakn seluruh


kegiatan operasi perusahaan. Untuk mendapatkan orang yang sesuai dengan
pekerjaannya, perusahaan melakukan kegiatan personalia yang meliputi
penarikan, penempatan, pelatihan, dan pemberhentian pegawai. Bagian personalia
menentukan upah atau gaji para pegawai sesuai dengan pekerjaan/jabatan masing-
masing.
 Pembelanjaan, kegiatan perusahaan dibelanjai dengan sejumlah uang tertentu.
Dalam masalah pembelanjaan ini, pertimbangan yang diperlukan adalah tujuan,
kebijakan, dan prosedur pembelanjaan perusahaan. Ditetapkan kebijakan
mengenai sumber, penggunaan, pengawasan, pengaturan, dan pengandalian dana.
 Produksi, kesinambungan perusahaan dapat terlaksana apabila perusahaan mampu
menghasilkan barang dan jasa secara terus-menerus. Pengertian menghasilkan di
sini adalah menciptakan dan meningkatkan daya guna barang/jasa itu, setiap
perusahaan berusaha menggunakan cara-cara yang terbaik sehingga dapat
meminimumkan biaya, dan pada gilirannya dapat menjualnya dengan harga yang
murah dibandingkan dengan barang sejenis yang dihasilkan oleh perusahaan
lainnya.
 Pemasaran adalah semua kegiatan usaha yang berhubungan dengan arus
penyerahan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Penyerahan barang
meliputi kegiatan yang berkaitan dengan pemindahan kepemilikan barang, cara-
cara penjualan, penentuan harga, promosi yang efektif, dan penentuan saluran
distribusi yang digunakan oleh perusahaan.

Fungsi Sosial antara lain :

 Penyediaan Lapangan Kerja, semakin maju perusahaan, semakin mampu


perusahaan tersebut menyerap tenaga kerja. Semakin meningkat pula upah atau
kesejahteraan para karyawannya. Tingkat kemakmuran bersama dapat tercapai.
 Perbaikan Kualitas Lingkungan, perusahaan berperan serta menjaga dan
melestarikan lingkungan hidup, agar masyarakat di lingkungannya dapat hidup
sehat dan dapat terhindar dari bencana alam di kemudian hari.