Anda di halaman 1dari 6

Ryan Riyanto Rachmat

A31115502

Pengauditan I

BAB 8 PERTIMBANGAN PENGENDALIAN INTERNAL

8-1 Jelaskan tiga tujuan utama mengapa manajemen perlu merancang pengendalian Internal
yang efektif?

Jawaban :
Tiga tujuan utama pengendalian internal yang efektif :
 Keandalan pelaporan keuangan entitas
Manajemen bertanggungjawab hukum dan professional untuk memastikan bahwa
informasi telah disajikan secara wajar sesuai dengan persyaratan pelaporan yang
ditetapkan oleh IAI dan IFRS. Tujuan pengendalian internal yang efektif atas
pelaporan keuangan adalah untuk memenuhi tanggungjawab pelaporan keuangan.
 Efektivitas dan efisiensi operasi entitas
Pengendalian dalam entitas akan mendorong efektivitas dan efisiensi penggunaan
sumber-sumber secara optimal. Tujuan utama pengendalian ini adalah untuk memberi
informasi keuangan dan non keuangan yang akurat tentang operasi entitas untuk
pengambilan keputusan.
 Kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan-peraturan
Entitas-entitas publik, non-publik, dan organisasi nirlaba berkewajiban untuk
menaati banyak undang-undang dan peraturan-peraturan. Diantaranya menyangkut
akuntansi akuntansi langsung dan tak langsung.

8-2 Dari ketiga kategori tujuan pengendalian tersebut pada pertanyaan 8-1, manakah yang
dipandang penting oleh auditor dalam pengauditan laporan keuangan?

Jawaban :
Dari ketiga tujuan pengendalian, yang dipandang penting dalam pengauditan laporan
keuangan adalah keandalan pelaporan keuangan entitas. Karena dengan kita membuat
laporan keuangan entitas yang andal berarti kita telah memastikan laporan tersebut telah
disajikan secara wajar sesuai dengan persyaratan pelaporan IAI dan IFRS. Tujuan
pengendalian internal yang efektif atas pelaporan keuangan adalah untuk memenuhi
tanggungjawab pelaporan keuangan.

8-3 Bab 6 memperkenalkan delapan tahapan perencanaan audit.


 Tahapan manakah yang bersangkutan dengan mendapatkan pemahaman pengendalian
internal dan menilai risiko pengendalian?

Jawaban :
Tahapan ke 6 yaitu memahami pengendalian internal dan menilai risiko
pengendalian.
 Tahapan manakah yang mendahului tahapan mendapatkan pemahaman pengendalian
internal dan menilai risiko pengendalian, dan tahapan mana yang mengikutinya?
Jawaban :
 Yang mendahului adalah penerimaan klien dan pembuatan rencana audit awal,
memperoleh pemahaman tentang bisnis dan bidang usaha klien, menilai risiko
bisnis klien, melaksanakan prosedur analitis pendahuluan, menetapkan
materialitas dan menilai risiko audit yang dapat diterima dan risiko inheren
 Yang mengikuti adalah mengumpulkan informasi untuk menilai risiko
kecurangan, menyusun strategi audit keseluruhan dan program audit.

8-4 Apakah tanggungjawab auditor dalam mencapatkan pemahaman tentang pengendalian


internal ?

Jawaban :
Tanggung jawab auditor dalam memahami pengendalian internal dalam Standar audit
(SA 315. 12) menyatakan tanggungjawab auditor yang berkaitan dengan pengendalian
internal entitas yaitu auditor harus memperoleh suatu pemahaman atas pengendalian
internal yang relevan dengan audit. Meskipun sebagian besar pengendalian yang relevan
dengan audit kemungkinan berhubungan dengan pelaporan keuangan, namun tidak semua
pengendalian yang berhubungan dengan pelaporan keuangan relevan dengan audit. Ini
merupakan hal yang berkaitan pertimbangan professional auditor apakah suatu
pengendalian, secara individual atau bersama-sama dengan yang lain, merupakan hal
yang relevan dengan audit.
Materi penerapan pengendalian internal yang harus dipahami oleh auditor meliputi
hal-hal berikut :
 Sifat dan karakteristik umum pengendalian internal
 Pengendalian yang relevan dengan audit
 Sifat dan luas pemahaman tentang pengendalian yang relevan
 Komponen pengendalian internal
8-5 Sebutkan enam tujuan audit golongan transaksi

Jawaban :
Enam tujuan audit golongan transaksi
a) Keterjadian-transaksi yang dibukukan benar-benar terjadi. Tujuan ini berkenaan
dengan apakah transaksi yang dicatat secara aktual memang terjadi.
b) Kelengkapan-transaksi yang terjadi telah dibukukan. Tujuan ini menyangkut apakah
seluruh transaksi yang seharusnya ada dalam jurnal, secara aktual telah dimasukkan.
c) Keakurasian-transaksi yang tercatat disajikan pada jumlah yang benar. Tujuan ini
menyangkut keakuratan informasi untuk transaksi akuntansi.
d) Posting dan pengikhtisaran-transaksi yang tercatat secara tepat dimasukkan dalam
berkas induk dan diikhtisarkan dengan benar. Tujuan ini menyangkut apakah
keakuratan transfer informasi dari catatan transaksi dalam jurnal ke buku besar dan
buku pembantu.
e) Penggolongan-transaksi yang dicatat dalam jurnal klien telah digolongkan dengan
tepat. Tujuan ini berhubungan dengan apakah transaksi telah dibukukan dalam akun
yang tepat.
f) Ketepatan waktu-transaksi telah dibukukan pada tanggal yang tepat. Tujuan audit ini
berhubungan dengan apakah transaksi telah dibukukan pada tanggal yang tepat.

8-6 Sebutkan lima komponen pengendalian internal

Jawaban :
Lima komponen pengendalian internal
a) Lingkungan pengendalian
b) Proses penilaian resiko entitas
c) Sistem informasi yang relevan dengan pelaporan keuangan, termasuk proses bisnis
yang terkait dan komunikasi
d) Aktivitas pengendalian
e) Pemantauan terhadap pengendalian

8-7 Apa yang dimaksud dengan lingkungan pengendalian? Factor-faktor apakah yang harus
dievaluasi auditor untuk memahaminya?

Jawaban :
Lingkungan pengendalian adalah tindakan, kebijakan dan prosedur yang
mencerminkan perilaku manajemen puncak, dewan komisaris, dan pemilik entitas tentang
pengendalian internal dan arti penting pengendalian internal.
Faktor-faktor yang harus dievaluasi :
a. Komunikasi dan penegakan nilai integritas dan etika. Efektifitas pengendalian tidak
dapat melebihi nilai integritas dan etika dari mereka yang menciptakan, mengelola,
dan memantau pengendalian tersebut. Integritas dan perilaku etis merupakan produk
standar etika dan perilaku entitas, bagaimana standar tersebut dikomunikasikan, dan
bagaimana standar tersebut diperkuat dalam praktik.
b. Komitmen terhadap Kompetensi. Kompetensi adalah pengetahuan dan keahlian yang
diperlakukan untuk menyelesaikan tugas yang menjadi tanggungjawab individu.
c. Partisipasi oleh Pihak yang Bertanggungjawab atas Tata Kelola. Kesadaran
pengendalian suatu entitas dipengaruhi secara signifikan oleh pihak yang
bertanggungjawab atas tata kelola yang dinyatakan dalam kode etik dan peraturan
perundang-undangan, atau panduan yang dikeluarkan untuk memberikan manfaat bagi
pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola.
d. Filosofi dan Gaya Operasi Manajemen. Melalui aktivitasnya, manajemen harus
memberi sinyal yang jelas tentang pentingnyapengendalian internal. Pemahaman
mengenai aspek-aspek falsafah dan gaya operasi manajemen akan memberikan kepada
auditor gambaran tentang bagaimana sikap manajemen terhadap pengendalian internal.
e. Struktur organisasi. Struktur organisasi entitas merumuskan garis pertanggunjawaban
dan kewenangan. Dengan memahami struktur organisasi entitas, auditor akan dapat
mempelajari manajemen dan elemen-elemen fungsional dari bisnis, serta melihat
bagaimana pengendalian diterapkan.
f. Pemberian wewenang dan tanggungjawab. Pemberian wewenang dan tanggungjawab
dapat mencakup kebijakan yang berkaitan dengan praktik bisnis yang tepat,
pengetahuan dan pengalaman personel kunci, dan sumber daya yang tersedia untuk
melaksanakan tugas.
g. Kebijakan dan Praktik Sumber Daya Manusia. Aspek terpenting dari pengendalian
internal adalah manusia. Jika para karyawan berkopenten dan bisa dipercaya,
pengendalian lain bisa diabaikan dan laporan keuangan yang bisa dipercaya, tetap bisa
dihasilkan.

8-8 Apakah hubungan antara kelima komponen pengendalian internal?

Jawaban:
Kelima komponen pengendalian internal saling berhubungan dimana lingkungan
pengendalian berperan sebagai payung bagi keempat komponen lainnya. Tanpa suatu
lingkungan pengendalian yang efektif, keempat komponen lain mustahil dapat
menghasilkan pengendalian internal yang efektif, bagaimanapun baiknya komponen
tersebut.

8-9 Sebutkan tipe-tipe aktivitas pengendalian spesifik dan berilah satu contoh spesifik
pengendalian dalam area penjualan untuk setiap aktivitas pengendalian

Jawaban :
1 Pemisahan kewajiban yang memadai
2. Otorisasi yang sesuai dari transaksi dan aktivitas
Bila ada orang dalam suatu organisasi yang bias memperoleh atau
membelanjakan asset dengan sesuka hati, akan dihasilkan kekacauan sepenuhnya.
3. Dokumen dan catatan yang memadai
Jika departemen penerimaan mengisi suatu laporan penerimaan ketika material
diperoleh, departemen utang dagang dapat memverifikasi jumlah dan urutan pada
faktur pemasok dengan membandingkannya dengan informasi pada laporan
penerimaan.
4. Pengendalian fisik atas asset dan catatan
Jika asset dibiarkan tidak terlindung, mereka bias dicuri. Jika catatan tidak
cukup terlindung, mereka bias dicuri, rusak, atau hilang. Kejadian tersebut merupakan
proses akuntansi dan operasional normal bisa sangat terganggu.
5. Pemeriksaan independen atas penampilan
System akuntansi terkomputerisasi dapat dirancang sedemikian sehingga banyak
prosedur verifikasi internal dapat diotomatisasi sebagai bagian dari sistem

8-10 Pemisahan antara pertanggungjawab operasional dari pemegang buku dimaksudkan


untuk mencegah terjadinya berbagai tipe kesalahan penyajian yang berbeda dari tujuan
pemisahan antara pemegang asset dari pemegang buku. Jelaskan perbedaan tujuan kedua
tipe pemisahan tugas tersebut.

Jawaban :
Pemisahan tugas adalah pemberian tanggungjawab kepada individu dalam
pengotorisasian dan pencatatan transaksi. Serta penyimpanan asset. Pemisahan tugas
dimaksudkan untuk mengurangi peluang kemungkinan individu manapun untuk berada
dalam suatu posisi yang memungkinkannya untuk melakukan dan menyembunyikan
kesalahan atau tugas dalam tugas normalnya.
8-11 Untuk setiap pos di bawah ini berilah satu contoh pengendalian fisik yang dapat
digunakan klien untuk melindungi asset atau catatan:
1. Kas kecil
2. Penerimaan kas dalam penjualan eceran
3. Catatan piutang usaha
4. Persediaan bahan baku
5. Peralatan pabrik
6. Surat berharga

Jawaban :
Pengendalian fisik kas kecil yang baik adalah cara menyimpan dana pada tempat
yang benar-benar aman seperti lemari besi, peti penyimpangan atau laci kas yang dikunci.
penerimaan setiap bank harus dikirimkan ke bank sepraktis mungkin.

8-12 Apa yang dimaksud dengan pengecekan independen kinerja dan berilah lima contoh
spesifik

Jawaban :
Pengecekan independen terhadap kinerja. Semua catatan mengenai aktiva yang
ada harus dibandingkan (dicek) secara periodik dengan aktiva yang ada secara fisik.
Pengecekkan ini harus dilakukan oleh suatu unit organisasi yang independen (selain unit
fungsi penyimpanan, unit fungsi operasi dan unit fungsi pencatatan) untuk menjaga
objektivitas pemeriksaan.

Contoh :
1. Pengecekan independen atas kinerja dan penilaian ketepatan secara harta kekayaan
mencakup secara klerikal,
2. Rekonsiliasi dapat membandingkan aktiva dengan catatan,
3. Pengendalian program komputer,
4. Tinjauan manajemen atas laporan rincian saldo rekening seperti : (laporan
saldo,umur piutang dan tinjauan penggunaan atas laporan yang dihasilkan
komputer).

8-13 Jelaskan empat tahapan yang dilakukan auditor ketika ia melakukan prosedur untuk
mendapatkan pemahaman tentang pengendalian internal?

Jawaban :
Empat tahapan yang dilakukan auditor ketika ia melakukan prosedur untuk mendapatkan
pemahaman tentang pengendalian internal, yaitu:
Tahap 1 untuk mendapatkan dan mendokumentasikan pemahaman tentang dirancangan
dan pengoperasian pengendalian internal,
Tahap ke 2 yaitu untuk menetapkan risiko pengendalian,
Tahap ke 3 yaitu untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pengujian
pengendalian, dan yan terahir pada
Tahap ke 4 yaitu menetapkan risiko dteeksi direncanakan dan pengujian substantif.

8-14 Dua aspek manakah yang harus dinilai auditor ketika ia melakukan prosedur untuk
mendapatkan pemahaman tentang pengendalian internal?

Jawaban :
Auditor harus mengevaluasi rancangan pengendalian dan menentukan apakah
pengendalian tersebut telah diimplementasikan, dengan melaksanakan prosedur sebagai
tambahan terhadap permintaan keterangan dari personel entitas.

8-15 Apa yang dimaksud dengan “menelusuri jejak transaksi” (transaction walkthrough)? Apa
tujuannya?

Jawaban :
Menelusuri jejak transaksi adalah suatu transaksi auditor memilih satu atau beberapa
dokumen dari suatu jenis transaksi dan menulusurnya sejak dari awal terjadinya transaksi
sampai selesainya proses akuntansi. Dan tujuannya itu pada setiap tahapan proses auditor
mengajukan pertanyaan, aktivitas dan memeriksa dokumen dan catatan yang telah
dikerjakan,untuk memastikan bahwa pengendalian yang dirancang manajemen telah
dilaksanakan.

8-16. Jelaskan perbedaan sifat bukti yang digunakan untuk menilai lingkungan pengendalian
dengan bukti untuk menilai aktivitas pengendalian?

Jawaban:
Apabila efektivitas operasi dibuktikan dengan adanya dokumentasi, auditor mungkin
dapat memutuskan untuk melakukan inspeksi untuk memperoleh bukti tentang efektivitas
operasi tersebut. Namun untuk pengendalian lainnya, kemungkinan dokumentasi tidak
tersedia atau tidak relevan. Misalnya, dokumentasi atas operasi mungkin tidak ada untuk
beberapa faktor dalam lingkungan pengendalian seperti penetapan wewenang dan
tanggung jawab, atau untuk beberapa jenis aktivitas pengendalian seperti aktivitas
pengendalian yang dilakukan dengan komputer. Dalam situasi tersebut, bukti audit yang
menyatakan efektivitas operasi dapat diperoleh melalui permintaan keterangan yang
dikombinasikan dengan prosedur audit lainnya seperti observasi atau penggunaan teknik
audit perbantuan komputer.