Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIK TEKNOLOGI

PLASTIK
PERCOBAAN II dan III
TEKNOLOGI PREPARASI SPESIMEN PLASTIK 1 dan 2

disusun oleh
Kelompok II
Kelas TK02

Anggota Kelompok:

Sebrina Erita Putri 1515009


Melastri Anjelika 1515010
Puteri Husnia Zahira 1515011
Erindah Chriestika 1515012
Julyana 1515014
Diana Dwi Lestari 1515016

LABORATORIUM POLIMER
POLITEKNIK STMI JAKARTA
2018
PERCOBAAN II
TEKNOLOGI PREPARASI SPESIMEN PLASTIK 1

I. TUJUAN
1. Memproduksi pelat plastik dengan mesin manual forming
2. Menentukan dimensi pelat plastik dengan alat ukur

II. TEORI DASAR


Manual Forming Machine (hot press) adalah mesin yang digunakan
untuk mengubah pelet plastik menjadi lembaran (pelat) dengan
menggunakan tekanan dan suhu yang tinggi. Bentuk pelat yang biasa
dihasilkan berbentuk persegi, agar dapat digunakan untuk membuat
spesimen pada tahap pengujian plastik. Bentuk persegi tersebut dibuat
dengan menggunakan cetakan khusus yang terdiri dari 3 lapisan palet besi,
yakni dua lapisan palet penutup atas dan bawah, serta satu palet besi
berbentuk bingkai dengan lubang di bagian tengah.
Pelet plastik yang akan dicetak dengan mesin ini diletakkan di lubang
bagian tengah, dibiarkan menumpuk di tengah, lalu ditutup dengan palet
besi bagian atas. Tekanan dan suhu yang tinggi akan membuat resin ini
menyebar ke seluruh permukaan plat hingga terbentuklah lembaran (pelat)
plastik.
Bagian-bagian yang terdapat pada Manual Forming Machine (hot press)
adalah:
1. Controller
Bagian yang terdiri dari tombol untuk menghidupkan/mematikan mesin,
mengatur suhu dan waktu pemanasan, serta mengaktifkan pendinginan.
2. Heating Panel Radiator
Panel tempat palet besi yang berisi pelet plastik diletakkan untuk
dilelehkan dan diubah menjadi pelat plastik.
3. Lift Jack
Berfungsi untuk menaikkan palet besi hingga menempel pada Heating
Panel Radiator.
4. Pressure Relief Value
Berfungsi untuk membuka atau menutup tekanan lift jack.
5. Oil Press Gauge
Berfungsi sebagai indikator tekanan yang digunakan untuk
menunjukkan tekanan oli.
Pada praktikum kali ini, bahan yang digunakan adalah PP recycle PT.
LPP yang memiliki temperatur operasi sekitar 180°C.
Variabel-variabel bebas yang berpengaruh terhadap produk palet plastik:
1. Tekanan operasi
2. Temperatur operasi
3. Waktu pemanasan dan pendinginan
4. Kadar air (moisture)
III. ALAT DAN BAHAN
A. Alat
Alat utama berupa mesin manual forming

Alat pendukung berupa:


1. Timbangan Digital
2. Gelas Ukur
3. Gunting
4. Penggaris
5. Jangka Sorong
6. Sarung Tangan

B. Bahan
1. Polipropilena (PP) recycle PT. LPP

IV. PROSEDUR KERJA


1. Sambungkan kabel mesin hot press ke stop kontak.
2. Tekan tombol power pada mesin hot press.
3. Atur temperatur heater atas dan heater bawah pada 180 0C.
4. Atur waktu pemanasan selama 20 menit.
5. Tekan tombol heater switch atas dan heater switch bawah.
6. Timbang pelet polipropilena recycle hingga 75 gram.
7. Masukkan pelet ke dalam palet secara terpusat (menumpuk di bagian
tengah palet), lalu masukkan palet ke dalam mesin hot press secara
tepat.
8. Kemudian dipompa dengan menggunakan pompa hidrolik hingga palet
menempel pada heater atas dan heater bawah.
9. Aktifkan timer yang sudah diatur dengan menekan tombol timer.
10. Beri tekanan dengan menggunakan pompa hidrolik hingga tekanannya
tidak turun lagi (pelet sudah meleleh secara merata di dalam palet).
11. Tunggu hingga waktu timer selesai. Lalu matikan tombol timer, heater
switch atas dan heater switch bawah.
12. Buka keran air lalu tekan tombol water untuk mendinginkan hot press
ke suhu (70–60)⁰C. Selanjutnya hitung waktu pendinginan
menggunakan stopwatch.
13. Setelah suhu tercapai matikan tombol water dan tombol power.
14. Putar tombol pompa hidrolik hingga heater atas dan heater bawah
merenggang.
15. Kemudian keluarkan palet dari hot press dan lepaskan pelat (lembaran)
yang berada di dalam palet.
16. Lepaskan colokan mesin dari stop kontak.
17. Timbang pelat lalu ukur dimensinya.

V. PEMBAGIAN TUGAS
1. Sebrina Erita Putri : Mencatat prosedur pengerjaan dan data-data
pengamatan, menimbang bahan PP recycle, dan memasukkan bahan PP
recycle yg sudah ditimbang ke dalam cetakan
2. Melastri Enjelika : Membuka dan menutup keran saat pendinginan
hotpress, mengeluarkan pelat dari cetakan, dan menggunting pelat yang
berlebih
3. Puteri Husnia Z : Mengukur pelat (lembaran), dan membersihkan
sisa-sisa pelat yang berlebih
4. Erindah Chriestika : Mencolokkan kabel mesin ke stop kontak,
menimbang pelat (lembaran), dan mencatat prosedur pengerjaan
5. Julyana : Mengoperasikan mesin hot press, menyalakan
dan mematikan mesin hotpress
6. Diana Dwi Lestari : Memasukkan cetakan ke dalam mesin hotpress,
mengeluarkan cetakan dari mesin hot press, dan memompa tekanan
pada mesin hot press

VI. DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN


A. Parameter Percobaan:
 Temperatur Operasi : 180 C
 Tekanan Operasi : 240 kgf/cm2
 Waktu pemanasan : 20 menit
 Waktu pendinginan : 12,33 menit

B. Data Material Plastik:


 Massa pelet plastik: 75,04 gram
 Bahan pelet plastik: PP recycle PT. LPP
 Massa pelat (lembaran) plastik: 66,86 gram
 Dimensi pelat plastik yang dihasilkan:
 Panjang 1 : 198 mm; Panjang 2 : 198 mm; Panjang 3 :
198 mm
 Panjang rata-rata : 198 mm
 Lebar 1 : 198 mm; Lebar 2 : 198 mm; Lebar 3 :
198 mm
 Lebar rata-rata : 198 mm
 Tebal 1 : 2,0 mm; Tebal 2 : 2,0 mm; Tebal 3 :
2,1 mm
 Tebal rata-rata : 2,03 mm

VII. PEMBAHASAN
Dari percobaan ini telah di dapat hasil dimensi pelat dengan tebal rata-
rata sebesar 2,03 mm , panjang rata-rata sebesar 198 mm dan lebar rata-rata
sebesar 198 mm. Menurut kelompok kami hasil yang di dapat cukup baik,
tetapi ketebalannya masih kurang konsisten karena terdapat perbedaan
ketebalan 0,1 mm antara tebal 1 atau 2 dengan tebal 3, Penyebabnya karena
penempatan palet yang kurang tepat didalam hot press. Yang perlu
dilakukan untuk memperbaikinya yaitu lebih teliti untuk menempatkan
palet dengan benar agar pelet dapat meleleh secara merata dan
mendapatkan hasil yang lebih baik.
Bagian pekerjaan tersulit dan menantang adalah ketika memasukan
palet ke dalam hot press yang bersuhu tinggi. Karena apabila penempatan
palet tidak benar maka pelet tidak akan tersebar secara merata.

VIII. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah:
1. Pada percobaan ini bahan yang digunakan untuk pembuatan pelat
(lembaran) adalah polipropilena recycle PT. LPP yang dilelehkan pada
suhu 180 ⁰C menggunakan mesin manual forming, pelat yang dihasilkan
memiliki massa 66,86 gram.
2. Pada percobaan ini dimensi pelat yang diukur memiliki panjang rata-rata
pelat 198 mm, lebar rata-rata pelat 198 mm, dan tebal rata-rata pelat 2,03
mm.
PERCOBAAN III
TEKNOLOGI PREPARASI SPESIMEN PLASTIK 2

I. TUJUAN
1. Memproduksi spesimen plastik dengan pneumatic specimen punch
2. Menentukan dimensi spesimen plastik dengan alat ukur

II. TEORI DASAR


Pneumatic Specimen Punch merupakan alat untuk membuat spesimen
plastik sesuai cetakan yang digunakan. Spesimen uji harus memenuhi
standar dan spesifikasi dari ASTM E8 atau D638. Pengukuran dimensi
spesimen plastik meliputi panjang, lebar kepala, lebar badan, dan ketebalan.
Spesimen ini memiliki dua kepala dengan ukuran yang sama dan
dihubungkan dengan satu badan yang berfungsi sebagai tempat terjadinya
patahan saat pengujian sampel plastik dilakukan.
Pneumatic Specimen Punch merupakan alat yang menggunakan tekanan
udara sebagai penggeraknya. Alat ini mengonversi oli kosong untuk
meningkatkan seluruh mesin output agar dapat memotong material keras.
Pada alat ini terdapat dua tombol di samping untuk pengoperasiannya, yang
bertujuan untuk meningkatkan keamanan sehingga tangan operator tidak
akan tidak terjepit pada alat.
Bagian-bagian yang terdapat pada Pneumatic Specimen Punch adalah:
1. Oil Indicator
Untuk mengetahui besar tekanan oli yang digunakan.
2. Pressure Gauge
Alat untuk mengetahui besar tekanan yang digunakan untuk memotong
pelat plastik menjadi spesimen.
3. Air Input Valve
Alat untuk mengatur tekanan udara yang masuk ke dalam alat.
4. Upper Platen
Alat yang berfungsi untuk menahan pelat plastik agar tidak bergeser saat
sedang dipotong.
5. Table
Alat yang berfungsi sebagai pelapis pisau pencetak spesimen , agar tidak
melukai operator saat sedang menggunakannya.
6. Foot Switch
Pedal untuk mengoperasikan Pneumatic Specimen Punch.
7. Right and Left Button
Tombol untuk menggerakkan upper platen agar menjepit pelat plastik.
8. Foots Pad
Penyangga berbahan karet yang berfungsi untuk menahan alat
Pneumatic Specimen Punch agar tidak bergeser saat sedang digunakan.
III. ALAT DAN BAHAN
A. Alat
Alat utama berupa mesin pneumatic specimen punch

Alat pendukung berupa:


1. Obeng
2. Penggaris
3. Jangka Sorong
4. Timbangan Digital
5. Kompressor

B. Bahan
1. Pelat (lembaran) PP recycle PT. LPP

IV. PROSEDUR KERJA


1. Sambungkan kabel kompressor ke stop kontak.
2. Buka valve pada air compressor hingga angin keluar sampai habis,
selanjutnya buka valve sebelah kanan untuk air input lalu tunggu
tekanan naik hingga 5 bar .
3. Letakkan pisau cetakan pada permukaan pelat yang diinginkan.
4. Posisikan pisau cetakan dan pelat di table pneumatic specimen punch,
Pastikan pisau cetakan berada ditengah upper platen .
5. Tekan tombol right button yang ada disebelah kanan dan kiri. Kemudian
injak pedal hingga terdengar bunyi yang menandakan pelat telah
terpotong.
6. Lihat dan catat tekanan operasi pada pressure gauge.
7. Lepaskan right button dan pedal.
8. Lepaskan spesimen dari cetakan.
9. Ulangi tahap 3 sampai tahap 8 untuk pembuatan spesimen kedua dan
spesimen ketiga.
10. Timbang dan ukur dimensi spesimen.

V. PEMBAGIAN TUGAS
1. Sebrina Erita Putri : Mengoperasikan mesin pneumatic specimen
punch, mengukur dimensi spesimen, dan menghitung data pengamatan
2. Melastri Anjelika : Mencatat prosedur pengerjaan, dan mencatat
data pengamatan spesimen
3. Puteri Husnia Z. : Memotong pelat (lembaran) menjadi spesimen,
mengeluarkan spesimen dari pisau cetakan, dan mengukur dimensi
spesimen
4. Erindah Chriestika : Menimbang spesimen, dan mengukur dimensi
spesimen
5. Julyana : Mengukur dimensi spesimen, dan memberi
label pada spesimen
6. Diana Dwi Lestari : Memotong pelat (lembaran) menjadi
spesimen, dan mengeluarkan spesimen dari pisau cetakan

VI. DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN


A. Parameter Percobaan:
Tekanan Operasi : 65 kgf/cm2

B. Data Spesimen 1
 Massa spesimen plastik: 2,89 gram
 Dimensi spesimen plastik yang dihasilkan:
 Panjang 1 :114 mm ; Panjang 2 :114 mm
 Panjang rata-rata : 114 mm
 Lebar kepala 1 : 25,5 mm ; Lebar kepala 2 :25,5 mm
 Lebar kepala rata-rata : 25,5 mm
 Lebar badan 1 : 6,1 mm ; Lebar badan 2 :6,2 mm
 Lebar badan rata-rata : 6,15 mm
 Tebal 1 : 2,0 mm ; Tebal 2 :2,0 mm
 Tebal rata-rata : 2,0 mm

C. Data Spesimen 2
 Massa spesimen plastik: 2,89 gram
 Dimensi spesimen plastik yang dihasilkan:
 Panjang 1 : 115 mm ; Panjang 2 : 115 mm
 Panjang rata-rata : 115 mm
 Lebar kepala 1 : 25,4 mm ; Lebar kepala 2: 25,2 mm
 Lebar kepala rata-rata : 25,3 mm
 Lebar badan 1 : 6,1 mm ; Lebar badan 2 : 6,35 mm
 Lebar badan rata-rata : 6,225 mm
 Tebal 1 : 1,9 mm ; Tebal 2 : 1,85 mm
 Tebal rata-rata : 1,875 mm

D. Data Spesimen 3
 Massa spesimen plastik: 2,98 gram
 Dimensi spesimen plastik yang dihasilkan:
 Panjang 1 : 114 mm ; Panjang 2 : 114 mm
 Panjang rata-rata : 114 mm
 Lebar kepala 1 : 25,5 mm ; Lebar kepala 2: 25,5 mm
 Lebar kepala rata-rata : 25,5 mm
 Lebar badan 1 : 6,35 mm ; Lebar badan 2 : 6,15 mm
 Lebar badan rata-rata : 6,25 mm
 Tebal 1 : 1,9 mm ; Tebal 2 : 1,95 mm
 Tebal rata-rata : 1,925 mm

VII. PEMBAHASAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, didapatkan data massa spesimen 1
sebesar 2,89 gram dengan panjang rata-rata 114 mm, lebar kepala rata-rata 25,5
mm, lebar badan rata-rata 6,15 mm, tebal rata-rata 2,0 mm. Massa spesimen 2
sebesar 2,89 gram, panjang rata-rata 115 mm, lebar kepala rata-rata 25,3 mm,
lebar badan rata-rata 6,225 mm, tebal rata-rata 1,875 mm. Massa specimen 3
sebesar 2,98 gram, panjang rata-rata 114 mm, lebar kepala rata-rata 25,5 mm,
lebar badan rata-rata 6,25 mm, tebal rata-rata 1,925 mm. Jika mengikuti standar
ASTM D 638, data yang didapatkan tidak jauh berbeda dari dimensi standar yang
telah ditentukan.
Bagian pekerjaan tersulit adalah melepas specimen dari pisau cetakan.
Proses pelepasan cetakannya cukup sulit karena tajamnya pisau cetakan dan
kerasnya specimen. Pelepasannya harus menggunakan tenaga secukupnya dan
lebih hati-hati agar spesimen terlepas dari cetakan dan tidak terjadi cacat pada
specimen.

VIII. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah:
1. Dari percobaan pembuatan spesimen dengan menggunakan mesin pneumatic
specimen punch bahan yang digunakan untuk memproduksi specimen adalah
pelat (lembaran) yang dipotong menggunakan pisau cetakan dengan tekanan
operasi sebesar 65 kgf/cm2 dan diperoleh massa spesimen 1 sebesar 2,89 gram,
massa spesimen 2 sebesar 2,89 gram, dan massa spesimen 3 sebesar 2,98.
2. Dari hasil spesimen yang diperoleh dimensi spesimen yang didapatkan yaitu
pada specimen 1 panjang rata-rata 114 mm, lebar kepala rata-rata 25,5 mm,
lebar badan rata-rata 6,15 mm, tebal rata-rata 2,0 mm. Pada spesimen 2
panjang rata-rata 115 mm, lebar kepala rata-rata 25,3 mm, lebar badan rata-
rata 6,225 mm, tebal rata-rata 1,875 mm. Pada spesimen 3 panjang rata-rata
114 mm, lebar kepala rata-rata 25,5 mm, lebar badan rata-rata 6,25 mm, tebal
rata-rata 1,925 mm.