Anda di halaman 1dari 2

ANATOMI MATA

Harry Wahyudhy Utama / Agustus 17, 2012


ANATOMI MATA. PENAMPANG MATA, FISIOLOGI MATA, STRUKTUR DAN FUNGSI MATA
MANUSIA, ANATOMI MATA
Untuk bisa mempelajari dan memahami mengenai anatomi mata, ada baiknya kita lihat penampang melintang dari
mata kita.

Ini adalah potongan melintang dari anatomi mata. Dapat kita baca di sini ternyata ada banyak sekali bagian-bagian
dari bola mata itu, mulai dari; kornea, iris,pupil, lensa, badan siliaris, cairan aquous humour, cairan vitreous
humour, retina, sclera dan nervus optikus.
Setiap bagian dari mata ini mempunyai fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda sesuai dengan tempatnya.

1. Sklera
Sklera dikenal juga sebagai putih mata, merupakan 5/6 dinding luar bola mata dengan ketebalan sekitar 1 mm. Sklera
mempunyai struktur jaringan fibrosa yang kuat sehingga mampu mempertahankan bentuk bola mata dan
mempertahankan jaringan-jaringan halus pada mata. Pada anak-anak, sklera akan terlihat berwarna biru sedangkan
pada orang dewasa akan terlihat seperti warna kuning.

2. Konjungtiva
Konjungtiva adalah membrana mukosa (selaput lendir) yang melapisi kelopak & melipat ke bola mata untuk
melapisi bagian depan bola mata sampai limbus. Konjungtiva ada 2, yaitu konjungtiva palpebra (melapisi kelopak)
dan konjungtiva bulbi (menutupi bagian depan bola mata). Fungsi konjungtiva: memberikan perlindungan pada
sklera dan memberi pelumasan pada bola mata. Konjungtiva mengandung banyak sekali pembuluh darah.

3. Kornea
Kornea adalah jaringan bening, avaskular, yang membentuk 1/6 bagian depan bola mata, dan mempunyai diameter
11mm. Kornea merupakan kelanjutan dari sklera.

4. Lensa
Lensa terletak di depan badan kaca dan di belakang iris. Merupakan bangunan lunak, bening, dan bikonveks
(cembung), yang dilapisi oleh kapsul tipis yang homogen. Titik pusat permukan anterior dan posterior disebut polus
anterior & polus posterior, garis yg melewati kedua polus disebut sumbu (aksis). Lensa dibungkus suatu kapsul, yang
merupakan membran bening yg menutup lensa dengan erat dan tebal pada permukaan anterior. Fungsi dari kapsul ini
adalah untuk mengubah bentuk lensa dan melindungi dr badan kaca dan humor akuos. Lensa berperan penting pd
pembiasan cahaya.

5. Iris
Iris terdiri dari otot polos yang tersusun sirkuler
dan radier. Otot sirkuler bila kontraksi akan
mengecilkan pupil, dirangsang oleh cahaya
sehingga melindungi retina terhadap cahaya yang
sangat kuat. Otot radier dari tepi pupil, bila
kontraksi menyebabkan dilatasi pupil. Bila cahaya
lemah, otot radier akan kontraksi, shg pupil dilatasi
utk memasukkan cahaya lebih banyak. Fungsi iris:
mengatur jml cahaya yang masuk ke mata dan
dikendalikan oleh saraf otonom.
6. Badan siliar
Badan siliar menghubungkan koroid dengan iris.
Tersusun dalam lipatan-lipatan yang berjalan radier ke dalam, menyusun prosesus siliaris yang mengelilingi tepi
lensa. Prosesus ini banyak mengandung pembuluh darah dan saraf. Badan siliaris ini berfungsi untuk menghasilkan
aquous humour.

7. Koroid
Koroid adalah membran berwarna coklat, yang melapisi permukaan dalam sklera. Koroid mengandung banyak
pembuluh darah dan sel-sel pigmen yang memberi warna gelap. Fungsi koroid: memberi nutrisi ke retina dan badan
kaca, dan mencegah refleksi internal cahaya.

8. Vitreous Humour dan Aquous Humour


Tekanan mata dipengaruhi tekanan vitreous humour pada posterior mata dan aquous humour yang mengisi kamera
anterior (bilik depan). Normalnya volume vitreous humour (badan kaca) adalah tetap.

9. Aquous humour
Cairan ini bertanggung jawab mengatur tekanan intraokuler. Perubahan
kecepatan masuknya aquous humour ke dalam mata dari prosesus
siliaris atau kecepatan keluarnya humor akuos dari sudut filtrasi akan
mempengaruhi tekanan intraokuler.

10. Vitreous Humour (Badan Kaca)


Merupakan jaringan albuminosa setengah cair yang bening, yang
mengisi ruang antara lensa dan retina. Cairan ini mengisi 4/5 bagian
belakang bola mata dan mempertahankan bentuk bola mata serta
mempertahankan retina untuk mengadakan aposisi dg koroid. Badan
kaca tidak mengandung pembuluh darah dan hanya mendapat nutrisi
dari jaringan sekitarnya.

11. Retina
Retina merupakan lapisan paling dalam pada mata, merupakan lapisan penerima cahaya. Retina terdiri dari membran
lunak, rapuh, tipis. Tebal dari 0,4 mm dekat masuknya saraf optikus smpai 0,1 mm pada orra serata. Warna merah
ungu karena adanya rodopsin. Retina mempunyai bintik kuning (makula lutea). Elemen peka cahaya mengandung
sel-sel batang dan kerucut.

Sel batang untuk intensitas cahaya rendah, sedangkan sel kerucut digunakan pada penglihatan cahaya terang untuk
penglihatan warna. Letak di pusat retina. Sistemnya adalah dengan mengubah rangsang cahaya mjd impuls listrik
yang berjalan sepanjang serabut saraf sensoris menuju pusat penglihatan di otak.