Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM I

PENGENALAN MIKROSKOP

OLEH:
KELOMPOK 2B
NAMA NIM
ATIKA AULIA AHMAD 1807035005
KARTIKA KUSUMADANI 1807035007
LA ASRAFIL 1807035031
MIRANDA 1807035046
UMMI NOR HIDAYAH 1807035016
UPI FATHIMAH AZ ZAHRA 1807035015
ZUHROTUSY-SYARIFAH Q. 1807035010

LABORATORIUM EKOLOGI DAN SISTEMATIKA HEWAN


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mikroskop dalam bahasa Yunani: mikros=kecil dan scopein=melihat.
Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat
dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan
mikroskop adalah mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak
mudah dilihat oleh mata. Pada dua bagian yang umumnya menyusun mikroskop yaitu
:
 Bagian optic terdiri atas kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler.
 Bagian non optic, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma,
meja objek, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek, dan sumber
cahaya.
Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang
memiliki sifat maya, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu
lensa okuler yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya. Pada mikroskop
cahaya bayangan akhir mempunyai sifat seperti bayangan sementara. Pada
mikroskop electron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama pada gambar nyata.

1.2 Tujuan Praktikum


Untuk mengetahui struktur dan bagian bagian dari mikroskop serta
penggunaanya dan Mahasiswa mampu menggunakan mikroskop optik, untuk
pengamatan preparat biologi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Berdasarkan dengan judul penelitian oleh penulis mengenai “Pengenalan


Mikroskop” maka diperlukan penjelasan mengenai Mikroskop, jenis dan
pemanfaatan Mikroskop.

2.1. Mikroskop
Menurut sejarah orang yang pertama kali berpikir untuk membuat alat yang
bernama mikroskop ini adalah Zacharias Janssen. Janssen sendiri sehari-harinya
adalah seorang yang kerjanya membuat kacamata. Dibantu oleh Hans Janssen
mereka mambuat mikroskop pertama kali pada tahun 1590.
Mikroskop pertama yang dibuat pada saat itu mampu melihat perbesaran objek
hingga dari 150 kali dari ukuran asli. Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan
lain, seperti Galileo Galilei (Italia), untuk membuat alat yang sama. Bahkan Galileo
mengklaim dririnya sebagai pencipta pertamanya yang telah membuat alat ini pada
tahun 1610. Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609 dan
mikroskop yang dibuatnya diberi nama yang sama dengan penemunya, yaitu
mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebut
mikroskop optik.
Mikroskop yang dirakit dari lensa optik memiliki kemampuan terbatas dalam
memperbesar ukuran obyek. Hal ini disebabkan oleh limit difraksi cahaya yang
ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis, panjang gelombang
cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Untuk itu, mikroskop berbasis lensa
optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200 nanometer.
Setelah itu seorang berkebangsaan belanda bernama Antony Van Leeuwenhoek
(1632-1723) terus mengembangkan pembesaran mikroskopis. Antony Van
Leeuwenhoek sebenarnya bukan peneliti atau ilmuwan yang profesional. Profesi
sebenarnya adalah sebagai ‘wine terster’ di kota Delf, Belanda. Ia biasa
menggunakan kaca pembesar untuk mengamati serat-seratpada kain. Rasa ingin
tahunya yang besar terhadap alam semesta menjadikannya salah seorang penemu
mikrobiologi.

Leewenhoek menggunakan mikroskopnya yang sangat sederhana untuk


mengamati air sungai, air hujan, ludah, feses dan lain sebagainya. Ia tertarik dengan
banyaknya benda-benda kecil yang dapat bergerak yang tidak terlihat dengan mata
biasa. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’ yang menurutnya
merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Penemuan ini membuatnya lebih
antusias dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih meningkatkan
mikroskopnya. Hal ini dilakukan dengan menumpuk lebih banyak lensa dan
memasangnya di lempengan perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop
yang mampu memperbesar 200-300 kali.
Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil pengamatannya tersebut dan
mengirimkannya ke British Royal Society. Salah satu isi suratnya yang pertama pada
tanggal 7 September 1674 ia menggambarkan adanya hewan yang sangat kecil yang
sekarang dikenal dengan protozoa. Antara tahun 1963-1723 ia menulis lebih dari 300
surat yang melaporkan berbagai hasil pengamatannya. Salah satu diantaranya adalah
bentuk batang, coccus maupun spiral yang sekarang dikenal dengan bakteri.
Penemuan-penemuan tersebut membuat dunia sadar akan adanya bentuk kehidupan
yang sangat kecil yang akhirnya melahirkan ilmu mikrobiologi.

Bila Di Eropa, mikroskop sudah dikenal sejak abad ke-17 dan digunakan untuk
melihat binatang-binatang sejenis mikroba. Menariknya, orang Jepang senang
menggunakannya untuk mengamati serangga berukuran kecil, dan hasilnya berupa
buku-buku berisi pemerian tentang serangga secara mendetail.
Mikroskop digunakan untuk memperbesar gambaran dari benda yang terlalu
kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Kata mikroskop berasal dari bahasa Latin,
yaitu micro berarti kecil dan scopium berarti penglihatan. Ilmuan yang mendasari
ditemukannya mikroskop adalah Robert Hooke yang lahir di Inggris 18 Juli 1632.
Dia adalah ilmuan yang memperkenalkan dinding sel pertama kali pada tahun 1665
ketika ia mengamati sel-sel mati pepagan pohon ek dengan mikroskop. Namun di
perlukan lensa hebat buatan Antoni van Leeuwenhoek untuk memvisualisasikan sel
hidup.
Berdasarkan metode kerjanya, ada dua jenis mikroskop, yaitu mikroskop optik
(mikroskop biologi dan mikroskop stereo) dan mikroskop elektron. Mikroskop optik
menggunakan cahaya yang dilewatkan pada lensa objektif dan lensa okuler untuk
menghasilkan bayangan yang diperbesar dari preparat. Mikroskop elektron
menggunakan elektron yang membesarkan benda. Kemampuan memperbesar
bayangan pada mikroskop elektron jauh lebih besar dari pada mikroskop optik.

2.2 Macam-macam Mikroskop


1. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000 kali. Mikroskop
memeiliki kaki yang berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop
cahaya memiliki tiga dimensi lensa yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa
kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung
mikroskop.
Lensa okuler pada mikroskop bias membentuk bayangan tunggal (monokuler)
atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat dudukan lensa obektif
yang bias dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja
mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah
kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa mikroskop yang
lain.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih barasal dari sinar matahari
yang dipantulkan oleh suatu cermin dataar ataupun cukung yang terdapat dibawah
kondensor. Cermin in akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada
mikroskop modern sudah dilengkapai lampu sebagai pengganti cahaya matahari.
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan
struktur dan bagian renik yang akan menentukan daya pisah specimen, sehingga
mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang
terpisah.Lensa okuler, merupakan lensa likrskop yang terdpat dibagian ujung atas
tabung, berdekatan dengan mata pengamat.
Lensa ini berfugsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa
objektif. Perbesran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4-25 kali.Lensa
kondensor berfungsi untukk mendukung terciptanya pencahayaan padda objek yang
akan difokus, sehinga pengaturrnnya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal, dua
benda menjadi satu. Perbesaran akan kurang bermanfatjika daya pisah mikroskop
kurang baik.

2. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk
benda yang berukuran relative besar. Mikroskop stereo memiliki perbesasran 7
hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3
dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hamper sama dengan mikroskop
cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa objektif.
Perbedaan Mikroskop Stereo dengan mikroskop cahaya
 Ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandinhkan denan
mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang
diamati
 Sumber cahaya berasal dari atas sehingga objek yang tebal dapat diamati.
Perbesaran lensa okuler biasannya 3 kali, sehingga prbesaran objek total
minimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada
daerah dekat lenda objektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan
transformator. Pengaturan focus objek terletak disamping tangkai mikroskop,
sedangkan pengaturan perbesaran terletak diatas pengatur fokus.

3. Mikroskop Elektron
Mikroskop Elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu melakuakan
peambesaran obyek sampai duajuta kali, yang menggunakan elektro statik dan
elektro maknetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta
memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus dari
pada mikroskop cahaya.
Mikroskop electron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektro
maknetikmyang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.
Macam macam mikroskop elektron:
 Mikroskop transmisi elektron (TEM)
 Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)
 Mikroskop pemindai elektron
 Mikroskop pemindai lingkungan electron (ESEM)
 Mikroskop refleksi elektron (REM)

4. Mikroskop Ultraviolet
Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa adalah mikroskop ultraviolet. Karena
cahaaya ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari pada cahaya
yang dapat dilihat, penggunaan cahaya ultra violet untuk pecahayaan dapat
meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali lipat daripada mikroskop biasa. Batas daya
pisah lalu menjadium.
Karena cahaya ultra violet tak dapat dilihat oleh nata manusia, bayangan benda
harus direkam pada piringan peka cahaya9photografi Plate). Mikroskop ini
menggunakan lensa kuasa, dan mikroskop ini terlalu rumit serta mahal untuk dalam
pekerjaan sehari-hari. (Volk, Wheeler, 1988, mikrobiologidasar, Jakarta. Erlangga).

5. Mikroskop Pender (Flourenscence Microscope)


Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau
Antigen (seperti bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan. Dalam teknk ini
protein anttibodi yang khas mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya
rangkaian atau dikonjungsi dengan pewarna pendar. Karena reaksi Antibodi-Antigen
itu besifat khas, maka peristiwa pendar akanan terjadi apabila antigen yang dimaksut
ada dan dilihat oleh antibody yang ditandai dengan pewarna pendar. (Volt, Wheeler,
1988. mikrobiologi dasas, Jakarta. Erlangga)
6. Mikroskop medan-gelap
Mikroskop medan gelapdigunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya
bakteri yang begitu tipis yang hamper mendekai batas daya mikrskop majemuk.
Mikroskop medan-Gelap berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa hanya
dalam hal adanya kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas
cahaya yang dapat dilihat. Berkas cahaya dari kerucut hampa ini dipantulkan dengan
sudut yang lebih kecil dari bagian atas gelas preparat. (Volk, Wheeler, 1988.
Mikrobiologi Dasar.,.Jakarta. Erlangga)

7. Mikroskop Fase kontras


Cara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam kadaan alamiahnya: tidak
diberi warna dalam keadan hidup, namun pada galibnya fragma bend hidup yang
mikroskopik (jaringan hewan atau bakteri) tembus chaya sehingga pada masing-
masing tincram tak akan teramati, kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan
mikroskop fasekontras.
Prinsip alat ini sangat rumit, apabila mikroskop biasa digunakan nuklus sel hidup
yang tidak diwarnai dan tidak dapat dilihat, walaupun begitu karena nucleus dalam
sel, nucleus ini mengubah sedikit hubungan cahaya yang melalui meteri sekitar inti.
Hubungan ini tidak dapaat ditangkap oleh mata manusia disebut fase.
Namun suatu susunan filter dan diafragma pada mikroskop fase kontras akan
mengubah perbedaan fase ini menjadi perbedaan dalam terang yaitu daerah-daerah
terang dan bayangan yang dapat ditangkap oleh mata dngan demikian nucleus (dan
unsure lain0 yang sejauh ini tak dapatdilihat menjadi dpat dilihat (Volk, Wheeler.
1988).
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Sistematika Hewan
,Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Mulawarman. Samarinda.

3.2 Alat dan Bahan


3.2.1 Alat
Pada penelitian ini menggunakan alat-alat sebagai berikut: Mikroskop biologi
(Primo star ZEISS made in Germany) ,Kaca Objek (mikroscope slides / object glass)
,Kaca penutup (cover glass (Lampiran 1).

3.2.2 Bahan
Pada penelitian ini menggunakan bahan-bahan sebagai berikut: Potongan kertas
berhuruf “A” dan “a” (Lampiran 1).

3.3 Cara Kerja


Letakkan potongan kertas berhuruf “A” pada kaca obyek dan tutup dengan kaca
penutup. Amati dengan perbesaran lemah (4X10). Amati apakah bayangan benda
sama atau terbalik, dan gambarkan!. Sambil memandang ke dalam lensa okuler, geser
preparat dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Amati kemana bayangan
bergerak?. Ubahlah lensa objektif ke perbesaran yang lebih kuat. Amati apakah ada
perubahan luas bidang pandang?. Berapa diameter bidang pandang mikroskop pada
objektif lemah(mm) dan berapa pada objektif kuat?. Kerjakan seperti langkah nomor
1-2 namun dengan menggunakan potongan kertas berhuruf “a.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAAN

4.1 Hasil Pengamatan


Pengamatan pertama kami mengamati bagian-bagian mikroskop. Mikroskop
yang kami gunakan adalah mikroskop binokuler. Disajikan pada tabel 4.1.1

Tabel 1.1 Gambar dan bagian-bagian mikroskop


Gambar Bagian-bagian
1. Lensa okuler
2. Revolver
3. Lensa objektif
4. Penjepit preparat
5. Meja benda
6. Diafragma
7. Kondensor
8. Knop Vertical
9. Illuminator/Built in lamp
10. Knop horizontal
11. Kaki mikroskop
12. Lampu indikator
13. Makrometer
14. Mikrometer
15. Tombol power
16. Pegangan mikroskop
17. Tabung
18. Power supply
19. Sendi inklanasi
20. Centuring screws
Dan pada pengamatan kedua kami menggunakan mikroskop binokuker
menggunakan objek potongan kertas huruf “A” dan “a” selama pengataman disajikan
pada Table 4.1.2

Tabel 1.2 Gambar Nyata dan Hasil Pengamatan Potongan Kertas Huruf “A” dan
“a”
Gambar Nyata Hasil Pengamatan
-Tegak -Terbalik
-Nyata -Maya
-Kecil -Diperbesar
Dari hasil pengamatan kami, didapatkan sifat-sifat pada gambar nyata adalah
tegak,nyata,dan kecil. Sedangkan pada hasil pengamatan kami pada potongan kertas
berhuruf “A” dan “a”, kami mendapatkan sifat dari hasil pengamatan kami yaitu
maya, terbalik, dipebesar.

4.2 Pembahasan
Pada praktikum pada hari jum’at, 21 september 2018 kami mengetahui fungsi
dari mikroskop serta bagian-bagian mikroskop dan fungsi bagian-bagian tersebut.
Kami juga mengetahui cara menggunakan bagian-bagian mikroskop yang benar
seperti cara memegang mikroskop, cara mengamati objek dengan benar seperti
menurunkan mejanya terlebih dahulu.
Setelah itu kami tahu cara mengamati objek dengan potongan kertas “A” dan
“a”. Dengan memperjelas objek tersebut dengan makrometer dan mikrometer. Kami
juga bisa melihat langsung bagaimana objek tersebut diperbesar dengan mikroskop.
Fungsi alat dan bahan saat praktikum antara lain seperti, Mikroskop berfungsi
untuk melihat objek-objek yang lebih kecil dengan perbesaran-perbesaran hingga
ratusan kali. Kaca Penutup berfungsi untuk menjadi tempat penutup objek atau
preparat yang akan diamati sehingga objek tidak akan terkontaminasi. Dan Kaca
Objek berfungsi untuk tempat meletakkan objek yang akan diamati
Faktor kesalahan pada saat praktikum antara lain, seperti meletakkan mikroskop
dalam permukaan yang tidak datar. Langsung menggunakan perbesaran objektif.
Tidak menurunkan meja preparat terlebih dahulu saat mengamati objek. Cara
pembawaan mikroskop dengan sembarangan dan tidak membawa mikroskop pada
pegangannya. Dan membersihkan lensa tidak dengan kertas atau kain khusus lensa.

Mikroskop biologi dan mikroskop stereo memiliki perbedaan. Mikroskop


biologi digunakan untuk menagmati benda-benda tipis dan transparan. Jika yang
diamati tebal, misalnya jaringan, harus dibuatan sayatan tipis. Benda yang diamati
diletakkan diatas kaca preparat dalam medium air dan ditutp dengan kaca penutup
yang tipis. Dapat juga untuk pengamatan preparat mikro dalam medium balsam
kanada. Penyinaran diberikan dari bawah oleh sinar alam atau lampu. Perbesaran
yang umum pada mikroskop biologi, yaitu Objektif 4X, Okuler 10X, Perbesaran
40X. Objektif 10X, Okuler 10X, Perbesaran 100X dan Objektif 40X, Okuler 10X,
Perbesaran 400X
Sedangkan Mikroskop stereo digunakan untuk pengamatan benda-benda
yang tidak yterlalu halus, dapat tebal atau tipis, transparan maupun tidak. Dan
memiliki perbesaran, yaitu Objektif 2X, Okuler 10X, Perbesaran 20X dan Objektif
2X, Okuler 15X, Perbesaran 30X
Pada praktikum kali ini kami memakai mikroskop binokuler biologi. Hasil
percobaan yang dilakukan dengan mikroskop ini, kami dapat mengetahui fungsi dari
bagian-bagian mikroskop. Adapun fungsi dari bagian-bagian mikroskop yaitu:
1. Lensa okuler, berfungsi untuk memperbesar bayangan dari lensa objektif.
2. Revolver, berfungsi untuk mengubah atau memilih perbesaran lensa objektif.
3. Lensa objektif, berfungsi untuk memperbesar bayangan benda yang diamati.
4. Penjepit preparat, berfungsi untuk menjepit benda yang diamati.
5. Meja benda, berfungsi untuk meletakkan objek atau benda yang akan diamati.
6. Diafragma,berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya.
7. Kondensor, berfungsi untuk mengumpulkan cahaya dan memfocuskan
cahaya pada objek.
8. Knop Vertical, berfungsi untuk menggerakkan meja benda kedepan dan
kebelakang.
9. Illuminator/Built in lamp, berfungsi untuk memberikan cahaya pada objek
yang diamati.
10. Knop horizontal, berfungsi untuk menggerakkan meja benda kekanan dan
kekiri.
11. Kaki mikroskop, berfungsi untuk penyangga mikroskop.
12. Lampu indikator, berfungsi sebagai penanda tingkatan cahaya yang
diberikan.
13. Makrometer, berfungsi untuk menggerakkan meja benda secara cepat.
14. Mikrometer, berfungsi untuk menggerakkan meja benda secara halus dan
teliti.
15. Tombol power, berfungsi untuk menyalakan sumber cahaya dan mengatur
intensitas lampu.
16. Pegangan mikroskop, berfungsi untuk memegang ketika mikroskop akan
dipindahkan.
17. Tabung, berfungsi untuk menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif.
18. Power supply, berfungsi sebagai konektor ke sumber listrik.
19. Sendi inklanasi, berfungsi untuk mengatur sudut tegaknya mikroskop.
20. Centuring screws, berfungsi untuk pengatur kondensor.

Bayangan yang dihasilkan oleh mikroskop adalah maya, terbalik, dan


diperbesar. Lensa objektif memberikan pembesaran mula-mula dan menghasilkan
bayangan nyata yang kemudian ddi proyeksikan ke atas lensa okuler. Bayangan nyata
tadi, pada gilirannya diperbesar oleh lensa okuler untuk menghasilkan bayangan
maya yang kita lihat.
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan kami menyimpulkan bahwa,
mikroskop adalah suatu alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda kecil
yang tidak bisa dilihat oleh mata tanpa mikroskop. Mikroskop memudahkan kita
untuk melihat objek-objek kecil menjadi lebih jelas seperti praktikum kami kali ini.

5.2 Saran
Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mikroskop agar
kami lebih memahami bagian dan fungsinya dalam melakukan penelitian berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
.
Macam-Macam Mikroskop. Diperoleh 26 September 2018 dari
http://ilmubiologi.com/macam-macam-mikroskop
Gabriel,J.F.1996.Fisika Kedokteran.Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Mikroskop. Diperoleh 26 September 2018 dari
http:/staff.uny.ac.id>sites>default>files>tmp
Jurnal Mikroskop. Dipwroleh 26 september 2018 dari
Sarasdp.weebly.com>upload>jurnal_mikroskop
Modul Biologi tentang Pengenalan Mikroskop
LAMPIRAN

Gambar 1. Gambar mikroskop pada saat praktikum

Gambar 2. Dokumentasi hasil penglihatan dengan mikroskop dengan objek


potongan ketas “a”

Gambar 3. Dokumentasi hasil penglihatan dengan mikroskop dengan objek


potongan kertas “A”