Anda di halaman 1dari 17

LABORATORIUM KIMIA FARMASI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

LAPORAN PRAKTIKUM

UJI SPESIFIK PROTEIN DAN ASAM AMINO

OLEH

NAMA : SHARNILA

STAMBUK : 15020140107

KELOMPOK : IV (EMPAT)

KELAS : C.4

ASISTEN : ANDI SAHRIANI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR

2015
Alkohol dan Fenol

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Karbon dapat membentuk lebih banyak senyawa dibandingkan unsure lain

sebab atom karbon tidak hanya dapat membentuk ikatan karbon-karbon

tunggal, rangkap dua dan rangkap tiga, tetapi juga biasa terkait satu sama lain

membentuk struktur rantai dan cincin. Cabang ilmu kimia yang mempelajari

senyawa karbon adalah kimia organik.


Atom oksigen yang bervalensi dua, bias satu atau keduanya valensinya

berikatan dengan karbon. Bila oksigen mengikat satu hidrogen dan satu

karbon {C-O-H} atau ditulis sebagai R-OH, maka senyawa hidroksilat ini

disebut sebagai gugus fungsi hidroksil (-OH), dan dikenal sebagai alkohol.

Apabila kedua valensi dari oksigen mengikat karbon , dikenal sebagai eter, R-

O-R. Bila gugus –OH terikat pada atom karbon alifatik disebut alcohol alifatik

dan bila gugus –OH terikat pada cicin aromatik disebut alkohol aromatik. Sifat

kimia keduanya ini berbeda.


Fenol merupakan molekul aromatik yang mengandung gugus hidroksi

yang terikat pada struktur cincin aromatik. Alcohol dan fenol adalah asam-

asam lemah ( alcohol 10-100 kali lebih lemah dari air, fenol 10 kali lebih kuat

dari air). Tentang keasaman ini dapat diketahui dengan penambahan karbonat

dan bikarbonat membentuk CO2 yang ditunjukkan dengan adanya gelembung-

gelembung gas.

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

Dalam paktikum ini dilakukan beberapa reaksi untuk membedakan alkohol

dan fenol yang penting dilakukan untuk mengetahui perbedaan senyawa

tersebut, serta untuk menentukan antara alkohol primer, sekunder dan tersier.

1.2 Maksud Percobaan


Adapun maksud percobaan ini adalah :
a. Mempelajari beberapa sifat fisika dan kimia dari alkohol dan fenol
b. Membedakan antara alkohol primer, sekunder dan tersier
c. Mempelajari perubahan yang terjadi pada reaksi alkohol dan fenol dengan

Na2CO3 dan NaHCO3


d. Mempelajari perubahan reaksi alkohol, fenol , dengan FeCl3

1.3 Tujuan Percobaan


Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
a. Untuk mengetahui kelarutan alkohol dan fenol dalam air dan n-heksan
b. Untuk dapat membedakan antara alkohol primer, sekunder, dan tersier
c. Untuk mengetahui dan melihat ada atau tidaknya gas CO 2 pada reaksi

alkohol dan fenol dengan Na2CO3 dan NaHCO3


d. Untuk mengetahui perubahan warna dari reaksi alkohol dan fenol dengan

FeCl3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Teori Umum
Semua alkohol mengandung gugus fungsi hidroksil, -OH. Etil alkohol,

atau etanol, sejauh ini adalah yang paling dikenal. Etanol dihasilkan secara

biologis melalui fermentasi gula atau pati. Dengan tanpa oksigen, enzim yang

ada dalam ragi atau kultur bakteri mengkatalis reaksi itu


enzim
C6H12O6 (aq) 2CH3CH2OH (aq) + 2CO2
Proses ini menghasilkan energy dimana mikroorganisme, pada gilirannya,

menggunakannya untuk pertumbuhan dan manfaat lainnya. ( Chang, Raymond

,2003 )

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

Alkohol memiliki gugus fungsi –OH yang melekat pada rantai alkil.

Alkohol yang paling sederhana ialah metanol (CH 3OH) yang dibuat dari gas

sintesis. Alkohol yang lebih tinggi berikutnya, etanol (CH3CH2OH) dapat

dibuat dari fermentasi gula, meskipun fermentasi merupakan sumber utama

etanol untuk minuman beralkohol dan untuk “gasohol” (bahan bakar mobil

yang terbuat dari 90% bensin dan 10% etanol). Baik methanol maupun etanol

banyak digunakan sebagai pelarut dan sebagai zat antara untuk sintesis kimia

lebih lanjut. ( Oxtoby, 2003)


Nama rasional alkohol yang mempunyai sebuah gugus hidroksil

diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran –a dengan

–ol, sedangkan untuk alkohol yang mempunyai lebih dari satu gugus hidroksil

namanya disusun dari nama hidrokarbon asli dibubuhi akhiran diol, triol, dan

seterusnya. (Sumardjo, Damin, 2009)


Berdasarkan letak gugus hidroxil (-OH), alkohol dibedakan atas alkohol

primer, sekunder dan tersier.


Alkohol Primer, bila gugus –OH terikat pada atom C primer; atom karbon

yang dilekati gugus –OH memiliki tepat satu atom karbon lain yang melekat

padanya. Contoh : methanol, etanol, 1-propanol.


Alkohol Sekunder, bila gugus –OH terikat pada atom C sekunder; atom

karbon yang dilekati gugus –OH mempunyai dua atom karbon yang melekat

padanya. Contoh : 3-heptanol, 3-pentanol, 2-heksanol.


Alkohol Tersier, bila gugus –OH terikat pada atom C tersier; Alkohol tersier

yang paling sederhana (dimana atom karbon yang dilekati gugus –OH juga

berikatan dengan tiga atom karbon lainnya). Contoh : 3-metil-3-heksanol, 2-

metil-2-butanol, 3-etil-3-pentanol. (Oxtoby ,2003)

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

Pereaksi Lukas adalah suatu larutan ZnCl2 dalam asam pekat yang

digunakan untuk membedakan alkohol primer, sekunder, dan tersier. Pada

suhu kamar alkohol tersier bereaksi sangat cepat membentuk Alkil klorida.

Sementara Alkohol sekunder bereaksi dalam waktu beberapa menit, dan

alkohol primer dapat bereaksi dengan bantuan kalor. Kecepatan reaksinya

adalah tersier > sekunder > primer. (Sunarya, yayan , 2011)


Fenol ialah senyawa yang gugus –OHnya melekat langsung pada cincin

aromatik, contoh yang paling sederhana ialah fenol itu sendiri (C6H5OH).

Fenol berbeda dari alkohol dalam sifat fisis dan kimianya. Perbedaan yang

paling penting ialah keasamannya. Fenol memiliki tetapan ionisasi asam 1 x

10-10 jauh lebih besar dari nilai Ka untuk alkohol pada umumnya yang berkisar

dari 10-16 sampai 10-18. Alasan perbedaan ini ialah karena lebih tingginya

kestabilan basa terkonjugasi (ion fenoksida) akibat muatan negative yang

terbesar diseluruh cincin aromatic. Fenol, meskipun bukan asam kuat, fenol

mudah bereaksi dengan natrium hidroksida untuk membentuk garam natrium

fenoksida.( Oxtoby, 2003)

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

2.2 Prosedur Kerja (anomin, 2015)

a. Kelarutan dalam air n- heksana

1. Siapkan dua buah tabung reaksi yang bersih dan kering

2. Masing- masing tabung reaksi diisi dengan 0,5 mL air (1) dan n-

heksana (2)

3. Ke dalam tabung reaksi (1) dan ( 2) , tambahkan setetes metanol

4. Kocok dan perhatikan kelarutanya ( catat )

5. Kerjakan seperti 1 s/d 4 dengan menggunakan alkohol yang lain

6. Kerjakan seperti diatas dengan menggunakan fenol

b. Alkohol Primer dan Sekunder

1. Siapkan tiga buah tebung reaksi

2. Masing – masing tabung reaksi diisi dengan 1 mL pereaksi Lucas

3. Tambahkan 3-5 tetes alkohol primer pada tabung ( 1 ) , 3-5 tetes

alkohol sekunder pada tabung ( 2 )

4. Kocok dan biarkan selama 3-5 menit

5. Perhatikan perubahannya dan catat

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

6. Kerjakan seperti 1 s.d 5 dengan menggunakan fenol

c. Beberapa reaksi alkohol dan fenol

 Reaksi dengan Na2CO3 dan NaHCO3

1. Siapkan tiga buah tabung reaksi

2. Tabung ( 1) diisi dengan Amil alkohol , tabung (2 ) dengan fenol

tabung ( 3) dengan asam asetat ( sebagai pembanding ) masing –

masing 1 ml

3. Masing – masing tabung reaksi ditambah dengan 0,5 ml Na2CO3


4. Kocok dan biarkan selama 3-5 menit
5. Perhatikan perubahan dan catat
6. Kerjakan seperti 1 s.d 5 ( ganti Na2CO3 dengan NaHCO3)

 Reaksi dengan FeCL3

1. Siapkan tiga buah tabung reaksi

2. Tabung (1 ) diisi dengan metanol , tabung (2) dengan amil alkohol dan

tabung ( 3) dengan fenol masing – masing 1 mL

3. Kedalam masing – masing tabung reaksi ditambahkan beberapa tetes

FeCl3
4. Catat perubahan yang terjadi

BAB III
METODE KERJA

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

3.1 Alat Prakikum


Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu botol Semprot,

gelas ukur, pipet ukur, rak tabung, dan tabung reaksi


3.2 Bahan Praktikum
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu alkohol

(beberapa macam) , air suling, fenol, , CH3COOH, FeCl3, HCl 0,1 N, n-

heksana, NaHCO3, Na2CO3, dan pereaksi Lucas


3.3 Prosedur Kerja

A. Kelarutan dalam air n- heksana


Disiapkan dahulu dua buah tabung reaksi yang bersih dan kering .

Pada tabung (1) diisi dengan 0,5 mL air (1) dan pada tabung (2) diisi

dengan n- heksana. Di tambahkan setetes metanol pada masing-masing

tabung. Dihomogenkan dan diperhatikan kelarutanya ( dicatat ) .

Dikerjakan seperti 1 s/d 4 dengan menggunakan alkohol yang lain .

Dikerjakan seperti diatas dengan menggunakan fenol


B. Alkohol Primer , Sekunder , dan Tersier
Disiapkan tiga buah tebung reaksi yang bersih dan kering. Diisi

dengan 1 mL pereaksi Lucas pada masing – masing tabung reaksi .

Ditambahkan 3-5 tetes alkohol primer (metanol) pada tabung ( 1 ) , 3-5

tetes alkohol sekunder (2-propanol) pada tabung ( 2 ). Diocok dan

dibiarkan selama 3-5 menit. Diperhatikan perubahannya dan catat.

Dikerjakan seperti 1 s.d 5 dengan menggunakan fenol


C. Beberapa reaksi alkohol dan fenol
a. Reaksi dengan Na2CO3 dan NaHCO3
Terlebih dahulu disiapkan tiga buah tabung reaksi yang kering

dan bersih. Pada Tabung ( 1) diisi dengan Amil alkohol , tabung (2 )

dengan fenol tabung ( 3) dengan asam asetat ( sebagai pembanding )

masing – masing 1 ml. Kemudian ditambahkan dengan 0,5 ml Na2CO3

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

pada masing – masing tabung reaksi. Dihomogenkan dan dibiarkan

selama 3-5 menit. Diperhatikan perubahan dan dicatat. Kerjakan

seperti 1 s.d 5 ( ganti Na2CO3 dengan NaHCO3

b. Reaksi dengan FeCL3

Pertama-tama, disiapkan tiga buah tabung reaksi. Pada Tabung

(1 ) diisi dengan metanol , tabung (2) diisi dengan amil alkohol dan

tabung ( 3) dengan fenol masing – masing 1 mL. Kemudian pada

masing – masing tabung reaksi ditambahkan beberapa tetes FeCl 3.

Dicatat perubahan yang terjadi

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
a. Kelarutan dalam air dan n-heksana

Kelarutan Kelarutan dalam


Alkohol/Fenol Keterangan
dalam air n-heksana

Bening, tidak Terdapat gelembung


Metanol Larut, bening
larut pada n-heksana
Tidak larut, Terdapat gelembung
Amil Alkohol larut
bening pada air
Terdapat gelembung
Fenol Larut, bening Tidak larut
pada n-heksana

b. Alkohol Primer, Sekunder, dan Tersier

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

Alkohol Pereaksi Lucas Keterangan

Primer (metanol) Larut ,bening -


Sekunder(2-pronanol) Larut, bening -
Fenol Larut, bening -

c. Beberapa reaksi alkohol dan fenol


1. Reaksi dengan Na2CO3 dan NaHCO3

Alkohol/Fenol Na2CO3 NaHCO3 Keterangan

Amil Alkohol Tidak larut Tidak larut -


Fenol Larut, bening Larut , bening -
Terdapat gelembung
Asam Asetat Larut, bening Tidak larut
NaHCO3

2. Reaksi dengan FeCl3

Zat FeCl3 Keterangan

Methanol larut Terjadi perubahan warna (Kuning)


Amil Alkohol Tidak larut Terdapat 2 fase (bening dan Kuning)
Terjadi perubahan warna
Fenol Larut,
(ungu kehitaman )

a. Alkohol primer, sekunder, tersier


ZnCl2
1. C2H5OH + HCl C2H5Cl + H2O
2. OH ZnCl2 Cl
CH3-CH2-CH-CH3 + HCl CH3-CH2-OH-CH3 + H2O
ZnCl2 Cl
3. CH3-CH-OH + HCl CH3-CH-CH3 + H2O
CH3
b. Beberapa reaksi Fenol dan Alkohol
2CH3-(CH2)4-OH +Na2CO3 2CH3-(CH2)4 – ONa +CO2 +H2O

2Ar – OH + Na2CO3 2Ar-ONa+H2CO3

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

O O

CH3 – C – OH + Na2CO3 2CH3 – C + ONa+CO2+H2O

c. Reaksi dengan FeCl3

3CH3OH+FeCl3 3cH3Cl+Fe(OH)3

3CH3(CH2)3OH + FeCl3 3CH3(CH2)Cl + Fe(OH)

Ar-OH+FeCl3 Ar-O-Fe-O-Ar+HCl

O
Ar

4.2 Pembahasan
Alkohol memiliki gugus fungsi –OH yang melekat pada rantai alkil.

Alkohol yang paling sederhana ialah metanol (CH 3OH) yang dibuat dari gas

sintesis. Fenol ialah senyawa yang gugus –OHnya melekat langsung pada

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

cincin aromatik, contoh yang paling sederhana ialah fenol itu sendiri

(C6H5OH). Fenol berbeda dari alkohol dalam sifat fisis dan kimianya.

Perbedaan yang paling penting ialah keasamannya.


Pada praktikum kali ini dilakukan 4 percobaan yaitu Kelarutan alcohol

dan fenol dalam air dan n-heksan, Alkohol primer, sekunder dan tersier, reaksi

alcohol dan fenol dengan Na2CO3 dan NaHCO3, serta reaksi alcohol dan fenol

dengan FeCl3.
Pada percobaan kelarutan alkohol dan fenol dalam air dan n-heksana,

metanol larut dalam air dan tak larut dalam n-heksana (terdapat gelembung

pada larutan n-heksana), Amil alkohol tidak larut dalam air (terdapat

gelembung dalam air) dan larut dalam n-heksana, Fenol larut dalam air dan

tidak larut dalam n-heksana (terdapat gelembung pada n-heksana).


Pada percobaan alkohol primer, sekunder, tersier dan fenol dengan

pereaksi lucas menghasilkan hasil yaitu pada alkohol primer dimana yang

digunakan yaitu methanol, larut dalam pereaksi Lukas dan bening, pada

alkohol sekunder dimana yang digunakan yaitu 2-propanol, larut dalam

pereaksi Lukas dan bening, serta fenol yang larut dalam pereaksi Lukas dan

bening. Alkohol tersier tidak diuji cobakan.


Pada percobaan reaksi alkohol dan fenol dengan Na2CO3 dan NaHCO3,

Amil alkohol tidak larut dalam Na2CO3 begitu pula dalam NaHCO3, Fenol

Larut dalam Na2CO3 dan NaHCO3 , serta asam asetat larut dalam dalam

Na2CO3 dan tidak larut dalam NaHCO3 ( terdapat gelembung pada NaHCO3).
Dan Pada percobaan terakhir yaitu reaksi dengan FeCl 3 , dimana

methanol larut dan terjadi perubahan warna kuning, Amil alkohol tidak larut

dan membentuk 2 fase (bening dan kuning) serta fenol yang larut dan terjadi

perubahan warna ungu kehitaman.

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

Adapun faktor kesalahan dalam praktikum ini ialah perbedaan

kelarutan dari masing-masing sampel , ada yang larut larutannya dan adapula

yang mendapatkan hasil tidak larut. Kesalahan ini terjadi karena salah satu

faktornya yaitu salah dalam pembuatan reagen sehingga tidak sesuai dengan

hasil yang diinginkan dan juga alat yang digunakan kurang bersih sehingga

menyebabkan adanya reaksi lain selain sampel dan reagen yang diuji

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dalam percobaan ini dapat disimpulkan bahwa :

1. metanol dan fenol larut dalam air dan tidak larut dalam n-heksana

sedangkan amil alkohol tidak larut dalam air dan larut dalam n-heksana.

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

2. Dalam percobaan alkohol primer, sekunder, dan tersier semua larut dengan

pereaksi lucas.
3. Dan dalam reaksi alkohol dan fenol , fenol larut dalam Na 2CO3, NaHCO3,

serta FeCl3 dan Amil alkohol tidak larut dalam Na2CO3, NaHCO3, serta

FeCl3 dan metanol larut dalam FeCl3 .

5.2 Saran

Sebaiknya alat dan bahan disiapkan terlebih dahulu , serta lebih teliti

dalam praktikum, agar praktikum dapat berjalan dengan lancer dan

meminimalisir kesalahan saat praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim . 2015. “Penuntun dan Laporan Praktikum Kimia Organik”

Chang, Ramond. 2003. “Kimia Dasar : Konsep Inti jilid I edisi ketiga”.

Erlangga : Jakarta

Dirjen POM. 1979. “ Farmakope Indonesia Edisi Ketiga”. Depkes RI : Jakarta

Oxtoby.2003. “Prinsip-prinsip Kimia Modern Edisi 4 Jilid 2”. Erlangga : Jakarta

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

Sumadjo, Damin. 2009. “Pengantar Kimia : Buku Panduan Kuliah Mahasiswa

Kedokteran danProgram Strata I Fakultas Bioeksata”. EGC :

Jakarta

Sunarya, Yayan. 2011. ”Kimia Dasar 2 “ . Yrama Widya : Bandung

LAMPIRAN

 Alkohol dan Fenol dalam air dan n-heksana

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

 Alkohol primer , sekunder dan fenol

 Reaksi dengan dengan Na2CO3 dan NaHCO3

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107
Alkohol dan Fenol

 Reaksi dengan FeCl3

SHARNILA HAQI ROMADHONA QAWIY


15020140107