Anda di halaman 1dari 5

BioTrends Vol.8 No.

1 Tahun 2017

BIOSAFETY DAN BIOSECURITY: UPAYA UNTUK AMAN


BEKERJA DI LABORATORIUM

GITA SYAHPUTRA
Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Desain Protein
Pusat Penelitian Bioteknologi – LIPI
*gitasyahputra@gmail.com

Biosafety dan Biosecurity dan Kanker Patobiologi – hewan ke manusia; penyebaran


Universitas Indonesia), biosafety strain, spesies, tumbuhan, hewan,

L aboratorium

tempat atau kamar dan


adalah penerapan pengetahuan,
/la.bo.ra.to.ri.um/ n menurut teknik, dan peralatan untuk
Kamus Besar Bahasa melindungi personil laboratorium,
Indonesia (KBBI) merupakan suatu laboratorium, dan lingkungan dari
paparan agen yang berpotensi
atau agen lain yang merusak
tumbuhan; pengendalian
organisme yang dimodifikasi
dengan materi genetik yang
berpotensi mengganggu manusia
sebagainya tertentu yang menyebarkan penyakit. Sehingga, dan lingkungan; serta spesies yang
dilengkapi dengan peralatan biosafety memerlukan tempat keberadaannya mengancam
untuk mengadakan percobaan kerja khusus (containment) untuk biodiversitas (Biosecurity WHO,
(penyelidikan dan sebagainya). mencegah agen biologis 2010).
Mungkin saja diantara kita, berbahaya (biohazard) tidak
pernah atau bahkan setiap hari keluar dari lingkungan kerja dan Secara sekilas, biosecurity dan
mengunjungi laboratorium. mencegah risiko paparan patogen biosafety memiliki kemiripan.
Namun, tidak semua laboratorium terhadap personil di laboratorium, Namun, bila ditelaah keduanya
dapat dimasuki, beberapa hanya orang di luar laboratorium, juga dapat dibedakan pada objek yang
dapat dimasuki oleh orang-orang lingkungan laboratorium dilindungi. Jika, biosafety
tertentu yang berkompeten di (Biosafety dan Biosecurity PRVKP- menitikberatkan pada manajemen
dalam laboratorium. Diagnosis UI, 2016) dan desain laboratorium dengan
suatu penyakit, analisis sel pada tujuan melindungi staf
manusia maupun hewan, kajian Selain aspek biosafety, diperlukan laboratorium agar dapat bekerja
epidemiologi, penelitian ilmiah, juga aspek lainnya yaitu secara aman di laboratorium.
pengembangan produk farmasi: biosecurity yang pada Adapun biosecurity,
semua aktivitas tersebut idealnya perkembangannya memiliki menitikberatkan pada
memerlukan laboratorium dengan prinsip, suatu perlindungan agen penanganan objek penelitian agar
manajemen dan desain khusus biologis dan kimia dari suatu aman bagi lingkungan. Oleh
(Biorisk Management WHO, penyalahgunaan (bioterrorism). karena itu, diperlukan penilaian
2006). Hal ini terkait dengan Tujuan biosecurity adalah dan pemilihan jenis laboratorium
keamanan bagi subjek (personil mencegah, mengendalikan, dan yang akan digunakan dalam
laboratorium) dan objek (bahan mengelola risiko terhadap memulai suatu kegiatan
penelitian) atau yang lebih dikenal kehidupan dan kesehatan dari penelitian. Pentingnya
dengan biosafety dan biosecurity. suatu ancaman tertentu. manajemen penilaian risiko (risk
Beberapa ancaman (hazard) dapat assessment) pada biosafety dan
Menurut buku keamanan ditimbulkan melalui agen-agen biosecuirty yang dilakukan di awal
laboratorium yang diterbitkan biologi berbahaya seperti: penelitian dan dilanjutkan
oleh PRVKP-UI (Pusat Riset Virus penularan agen biologis dari

34
BioTrends Vol.8 No.1 Tahun 2017

peninjauan dan revisi selama lainnya, sehingga mengurangi prosedur penelitian, hewan model
penelitian dilakukan. paparan di laboratorium. Data yang digunakan, serta
yang dilaporkan oleh LAIs perlengkapan dan fasilitas
Kita hidup dan tinggal di era yang (Laboratory-Associated Infections) laboratorium yang tersedia,
tidak menentu dan selalu berubah pada awal abad 20 mengungkap biasanya oleh kepala laboratorium
dengan cepat, tidak terkecuali beberapa agen yang dapat atau principal investigator (PI)
agen biologi dan penyakit. Bekerja menginfeksi pekerja di bertanggung jawab atas hal
di laboratorium dengan laboratorium antara lain: Brucella tersebut. Penilaian risiko adalah
menggunakan objek suatu agen spp., Coxiella burnetii, hepatitis B proses yang digunakan untuk
biologi sejatinya memerlukan virus (HBV), Salmonella typhi, mengenal karakteristik dari bahan
sebuah keahlian dan keterampilan Francisella tularensis, atau agen yang digunakan
tersendiri. Hal ini digunakan untuk Mycobacterium tuberculosis, sebelum dimulainya pekerjaan di
mengantisipasi risiko paparan Blastomyces dermatitidis, laboratorium. Prinsip dari karakter
agen biologis terhadap staf Venezuelan equine encephalitis berbahaya suatu agen adalah
laboratorium atau lingkungannya. virus, Chlamydia psittaci, dan adanya kemampuan untuk
Diperlukan suatu organisasi Coccidioides immitis (US menginfeksi dan penyebab
laboratorium dengan manajemen Department of Health, 2009) penyakit pada manusia dan
yang baik untuk memastikan dan hewan serta tingkat keparahan
evaluasi efektivitas biosafety, Penilaian risiko (risk assessment) dan ketersediaan suatu tindakan
kemahiran staf laboratorium, penting dilakukan pada sebuah pencegahan dan pengobatan
fasilitas, dan pengelolaan sebuah laboratorium mikrobiologi atau penyakit yang ditimbulkan. World
laboratorium. Demikian pula, kesehatan demi meningkatkan Health Organization (WHO)
masing-masing staf laboratorium keselamatan staf laboratorium. mengelompokkan empat
diharapkan telah memiliki Penilaian risiko dilakukan oleh kelompok mikroorganisme
pengetahuan mengenai biosafety seorang yang faham mengenai menurut risikonya.
penanganan agen biologis, seperti karakteristik spesifik organisme
mikroba patogen dan agen infeksi yang digunakan, peralatan dan

Tabel 1. Pengelompokan mikroorganisme berdasarkan risiko infeksi (US Department of Health,2009;


Biosafety dan Biosecurity PRVKP-UI, 2016)
Kelompok Menurut National Institute Menurut World Health Jenis Mikroorganisme
Risiko of Health (NIH) Organization (WHO)
1 Agen yang tidak Tidak ada atau rendahnya risiko Escherichia coli K12,
menyebabkan penyakit agen terhadap individu dan Lactobacillus sp.,
pada manusia dewasa komunitas Asporogenic bacillus,
Adenovirus-associated
Mikroorganisme tidak virus (AAV),
menyebabkan penyakit pada Boculoviruses, Herpes
manusia dan hewan virus saimiri
2 Agen yang menyebabkan Risiko terhadap individu sedang, Escherichia coli,
penyakit pada manusia dan terhadap komunitas rendah. Neisseria meningitides,
jarang berakibat fatal. Treponema pallidium,
Suatu pencegahan yang dapat Cryptoccoccus
Tersedia tindakan menyebabkan penyakit pada neoformus, Ascaris sp.,
pencegahan dan manusia dan hewan tetapi Leishmania sp,
pengobatan dari penyakit bukan bahaya yang serius bagi Adenovirus, Hepatitis A,
yang ditimbulkan. staf laboratorium, komunitas, B, C, D, dan E.
stok pangan, dan lingkungan.

Paparan di laboratorium dapat


menyebabkan infeksi yang

35
BioTrends Vol.8 No.1 Tahun 2017

serius tetapi tindakan


pencegahan dan pengobatan
tersedia dengan risiko infeksi
terbatas
3 Agen yang menyebabkan Risiko terhadap individu tinggi Brucella sp., Coxiella
penyakit yang serius dan dan pada komunitas rendah. burnetii,
mematikan pada manusia. Mycobacterium
Patogen menyebabkan penyakit tuberculosis,
Tindakan pencegahan dan serius pada manusia dan Coccodiodes immitis,
pengobatan umumnya hewan. Hanta virus, Monkey
belum ada. pox.
Penyakit tidak menular antar
Risiko terhadap individu individu.
tinggi dan pada komunitas
rendah. Tindakan pencegahan dan
pengobatan telah tersedia.
4 Agen yang menyebabkan Risiko terhadap individu tinggi Lassa virus, Machupo
penyakit yang serius dan dan pada komunitas tinggi. virus, Ebola virus,
mematikan pada manusia. Marburg virus, Herpes
Patogen menyebabkan penyakit virus simiae,
Tindakan pencegahan dan serius pada manusia dan Hemorrhagic fever
pengobatan tidak tersedia. hewan. virus.

Risiko terhadap individu Dapat tertular antar individu.


tinggi dan pada komunitas
tinggi. Tindakan pencegahan dan
pengobatan tidak tersedia.
Berbicara mengenai agen bioterorisme antara lain: 1) Agen biologi berbahaya
mikroorganism yang beresiko, Bacillus anthracis, dengan memerlukan perlakuan khusus
akan berkaitan salah satunya melepaskan endospora dalam agar aman bagi staf laboratorium
dengan pemanfaatannya secara aerosol yang diperkirakan dan lingkungannya. Oleh karena
negatif untuk bioterrorism, mengakibatkan mortilitas yang itu, diperlukan metode, fasilitas,
contohnya sebuah kasus parah pada sebuah populasi; 2) dan peralatan untuk mengelola
penyebaran Salmonela Francisella tularensis, jika agen biologi tersebut. Peralatan
typhimurium di dalam suatu dilepaskan diudara akan fasilitas keamanan diri diperlukan
upaya untuk mempengaruhi menghasilkan tularemia tifoid, agar terhindar dari paparan agen
jumlah pungutan suara dalam sering kali yang menyerang organ biologi, contohnya adalah fasilitas
sebuah pemilihan umum yang pernapasan dan sangat infeksius; Biosafety Cabinet (BSC) dengan
terjadi di Amerika Serikat terjadi 3) Virus variola (cacar air), dimana beberapa tipe, yaitu tipe I, II, dan
(McDade JE dan Frantz D, 1998.). virus tersebut dapat menyebar III. Fasilitas lainnya yang perlu
Upaya menjajah suku Indian di lewat udara dan apabila diperhatikan dan acap kali
Amerika Utara oleh Inggris dan menyerang suatu populasi yang dianggap remeh-temeh tetapi
Perancis dengan menyebarkan tidak divaksinasi menyebabkan berperan penting dalam
selimut yang telah dicemari virus mortalitas 30% atau lebih tinggi. keamanan diri staf laboratorium,
cacar. Terorisme dengan Untuk itu perlu dilakukan seperti penggunaan masker,
menggunakan Clostridium pengawasan objek penelitian sarung tangan, jas laboratorium,
botulinum dan antraks pernah terutama agen biologi berbahaya baju laboratorium, sepatu
digunakan oleh sekte Aum agar tidak terjadi penyalahgunaan laboratorium, kaca mata
Shinrikyo di ruang kereta bawah (Sudarmono, 2015). laboratorium, dan lainnya.
tanah di Tokyo Adapun agen Pembangunan dan penyediaan
biologi yang berpotensi dijadikan Biosafety Level fasilitas Laboratorium Biosafety

36
BioTrends Vol.8 No.1 Tahun 2017

Level (BSL) tingkat I, II, III, bahkan


laboratorium pelatihan dan manusia. Maka, perlu digunakan
IV merupakan upaya dalam pembelajaran, dan pekerjaan perlindungan wajah, baju
memerhatikan aspek biosafety laboratorium lainnya yang mana laboratorium, dan sarung tangan.
dan biosecurity dalam proses dapat menggunakan Pada BSL-2 perlu adanya wastafel
penelitian di laboratorium. mikroorganisme yang tidak pencuci tangan untuk mengurangi
Terdapat empat jenis BSL yang mengganggu kesehatan manusia kontaminasi di lingkungan. (US
dibedakan berdasarkan agen dewasa. Beberapa bakteri seperti Department of Health, 2009)
biologi (kelompok risiko Escherichia colii, Bacillus subtilis
mikroorganisme), semakin tinggi dan Nigeria gruber dapat Biosafety Level 3 (BSL-3), dengan
risiko mikroorganisme yang digunakan di laboratorium BSL-1. karakteristik peralatan keamanan,
digunakan dalam penelitian Namun, bukan berarti longgarnya fasilitas, dan desain konstruksi
seharusnya diiringi dengan fasilitas kemanan BSL-1 dapat yang dapat digunakan untuk uji
peningkatan fasilitas BSL yang menganggap tidak pentingnya klinis, diagnostik, pembelajaran,
disediakan. Tingkat BSL yang keamanan diri. Saat bekerja di dan pekerjaan laboratorium
makin tinggi maka tingkat BSL-1, tetap harus menggunakan dengan agen dengan risiko yang
keamanan untuk staf alat perlindungan diri karena sedang-tinggi (mikroorganisme
laboratorium dan lingkungannya beberapa individu memiliki risiko 3) dan berisiko menyebar
akan semakin tinggi. (US ketahanan fisik yang berbeda. lewat udara. Agen seperti
Department of Health, 2009) BSL-1 merupakan laboratorium Mycobacterium tuberculosis, HIV,
standar untuk pekerjaan St. Louis virus, dan Coxiella
Biosafety Level 1 (BSL-1) dengan mikrobiologi tidak ada hal spesifik burnetii dapat ditangani pada BSL-
karakteristik peralatan keamanan, yang dibutuhkan di laboratorium 3. Risiko utama yang ada pada
fasilitas dan desain konstruksi ini, selain wastafel pencuci BSL-3 adalah adanya paparan
lebih tepat digunakan untuk tangan. (US Department of lewat udara, sehingga perlunya
pembelajaran tingkat sekolah dan Health, 2009) pembangunan laboratorium ini
universitas jenjang sarjana. BSL-1 jauh dari pemukiman penduduk.
dapat digunakan sebagai Biosafety Level 2 (BSL-2), dengan Penggunaan fasilitas pengamanan
karakteristik peralatan keamanan, lebih ditingkatkan dari
fasilitas, dan desain konstruksi laboratorium dengan level di
yang dapat digunakan untuk uji bawahnya, perlunya
klinis, diagnostik, pembelajaran, dekontaminasi dengan membasuh
dan pekerjaan laboratorium seluruh tubuh sebelum dan
dengan agen dengan risiko yang sesudah bekerja di BSL-3. (US
sedang (mikroorganisme risiko 2) Department of Health, 2009)
dan tidak menyebar lewat udara.
Beberapa pekerjaan untuk virus Biosafety Level 4 (BSL-4)
hepatitis B, Influenza A, digunakan untuk pengerjaan
Salmonella, dan Toxoplasma penelitian dengan agen yang
dapat dikerjakan di fasilitas berbahaya, dapat menyebar lewat
laboratorium ini. Pekerjaan untuk udara, dan belum ada cara
Gambar 1. Fasilitas darah manusia, turunan darah pencegahan dan pengobatannya.
Biosafety manusia, jaringan, cairan tubuh, Agen yang biasanya digunakan di
Cabinet (BSC) dan cell lines manusia dapat pula BSL 4 adalah virus Marburg, Ebola,
yang ada pada dilakukan di BSL-2. Risiko utama Smallpox atau Congo-fever.
laboratorium. untuk staf laboratorium adalah Paparan melalui udara, selaput
Penggunaan kecelakaan kerja karena adanya lendir, paparan kulit, tetesan
jenis BSC kontaminasi benda tajam. sampel, dapat berpotensi
disesuaikan Meskipun organisme yang menimbulkan risiko infeksi yang
dengan tingkat digunakan di BSL-2 yang tidak tinggi pada staf laboratorium,
risiko berkarakter menyebar lewat masyarakat, dan lingkungan.
mikroorganisme udara, perlu antisipasi adanya Fasilitas BSC III, suplai udara
(Tabel 1). potensi dari percikan sampel bersih dari ruangan lain, serta
seperti darah dan cairan tubuh adanya tekanan positif pada
37
BioTrends Vol.8 No.1 Tahun 2017

ruangan laboratorium dapat of Buffalo, Texas University, dan berbahaya bagi masyarakat dan
meminimalisasi risiko paparan ke Thomas Jefferson University telah lingkungan. Dengan adanya
lingkungan. Selain itu memiliki IBC dengan kebijakan pemahaman biosafety dan
biosecurity diharapkan kita dapat
membawa perubahan ke arah
yang lebih baik dalam tata laksana
laboratorium, sehingga diperoleh
standar keamanan, keselamatan,
dan hasil laboratorium pada
pelayanan, penelitian, dan
pendidikan di Indonesia.

Daftar Pustaka

Biorisk Management WHO. 2006.

Biosecurity WHO. 2010

McDade JE, Frantz D. 1998.


Bioterrorism as a public
Gambar2. Perlengkapan keamanan diri untuk bekerja di health threat. Emerg Infct
laboratorium BSL 3. Bekerja pada jenis laboratorium Dis. Vol 4: 493-494
ini memerlukan ketelitian dan keterampilan lebih
dalam menangani objek penelitian dengan risiko Sudarmono, Pratiwi. 2015.
tinggi. Biosecurity dalam Kedokteran
dan Kesehatan. eJKI. Vol 3
pembangunan gedung BSL-4 dan prosedur manual yang jelas. (1): 1-7
seyogyanya dibangun terisolasi 2) Penggunaan vaksin untuk
dari kompleks gedung penelitian, penyakit tertentu dapat Tim PRVKP FKUI-RSCM. 2016.
dengan manajemen pembuangan meningkatkan perlindungan staf Biosafety dan Biosecurity: Di
udara dan limbah laboratorium laboratorium sebelum melakukan dalam Laboratorium
yang telah memadai. (US pekerjaannya. 3) Setiap staf Biomedik dan dalam Praktik
Department of Health, 2009) laboratorium terlebih dahulu Teknik Biomedik. PRVKP UI
diberikan pemahaman dan RSCM. Jakarta
Fasilitas biosafety level, perlu pelatihan mulai dari memahami
ditunjang oleh beberapa karakteristik bahan kimia dan US Department of Health and
manajemen khusus seperti: 1) agen biologi yang digunakan serta Human Services. 2009.
Perlunya pembentukan komisi teknik laboratorium yang baik dan Biosafety in Microbiological
untuk penilaian biosafety dalam benar. 4) Pemberian fasilitas cek and Biomedical Laboratories
penelitian di lembaga penelitian. kesehatan rutin pada staf 5th Edition.
Pembentukan Institutional laboratorium agar dapat
Biosafety Comitee (IBC) yang mendeteksi risiko dini paparan
terdiri dari beberapa orang agen berbahaya. 5) Jika
Biological Safety Officer (BSO) diperlukan, dapat bekerja sama
berguna untuk pelayanan dalam dengan pihak ketiga dalam
penilaian risiko selama pada penyediaan rutin untuk pakaian
sebelum penelitian dan evaluasi lengkap laboratorium kondisi
setelah penelitian selesai. bersih dan penanganan pakaian
Keputusan IBC dalam menilai lengkap laboratorium yang telah
risiko penelitian dapat mengacu terpakai 6) Diperlukan prosedur
pada National Institute of Health pengolahan limbah untuk
(NIH). Beberapa universitas di mencegah terlepasnya agen
Amerika Serikat seperti University biologi atau bahan kimia
38