Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO D BLOK 28

Tutor :

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK B4

Abrar Arbhiwa Tanguirsyaf Siregar 04011381520093


Agani Salsabila 04011381520104
Fadya Ulviana Khairunnisa 04011181520018
Levanya Anbalagan 04011381520188
Muhammad Al Akbar 04011281520092
Muhammad Fitrizal 04011381520089
Norlaila Binti Chahril 04011381520194
Ruli Bashiroh Habibah 04011381520103
Shagnez Dwi Putri 04011181520015
Vedhaa Naayyagen Padamanathan 04011381520192

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat, rahmat,
dan karunia-Nya lah kami dapat meyusun laporan tutorial ini sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan.
Laporan ini merupakan tugas hasil kegiatan tutorial skenario D dalam blok 28
Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya tahun 2018. Di
sini kami membahas sebuah kasus kemudian dipecahkan secara kelompok berdasarkan
sistematikanya mulai dari klarifikasi istilah, identifikasi masalah, menganalisis,
meninjau ulang dan menyusun keterkaitan antar masalah, serta mengidentifikasi topik
pembelajaran. Bahan laporan ini kami dapatkan dari hasil diskusi antara anggota
kelompok dan bahan ajar.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Tuhan
Yang Maha Kuasa, tutor dan para anggota kelompok yang telah mendukung baik moril
maupun materil dalam pembuatan laporan ini. Kami mengakui dalam penulisan laporan
ini terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami memohon maaf dan
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca demi kesempurnaan laporan kami di
kesempatan mendatang. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Palembang, 5 Oktober 2018

Kelompok 4

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………………………………………………………….............. ii


Daftar Isi .......................................................................................................... iii
BAB I : Pendahuluan
1.1 Latar Belakang………………………………………………….... 4
1.2 Maksud dan Tujuan……………………………………………… 4
BAB II : Pembahasan
2.1 Skenario Kasus ………………………………………………...... 5
2.2 Paparan
I. Klarifikasi Istilah. ................………………………………. 6
II. Identifikasi Masalah...........……………………………........
III. Analisis Masalah ...............................……………………...
IV. Aspek Klinis..........................................................................
V. Learning Issue...................................……………………... .
VI. Tinjauan Pustaka……………………………………………
VII. Kerangka Konsep…...................……………………………
BAB III : Penutup
3.1 Kesimpulan .......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pada laporan tutorial kali ini, laporan membahas tentang Trauma Gawat Darurat
dan Forensik yang berada dalam blok 28 pada semester 7 dari Kurikulum Berbasis
Kompetensi (KBK) Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas
Sriwijaya Palembang.
Pada kesempatan ini, dilakukan tutorial studi kasus sebagai bahan pembelajaran
untuk menghadapi tutorial yang sebenarnya pada waktu yang akan datang.

1.2. Maksud Dan Tujuan


Adapun maksud dan tujuan dari materi praktikum tutorial ini, yaitu:
1. Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan bagian dari sistem KBK
di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang.
2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario dengan metode analisis
dan pembelajaran diskusi kelompok.
3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial dan memahami konsep dari
skenario ini.

4
BAB II
PEMBAHASAN
2.2. Skenario Kasus
Ny. Meri, 30 tahun, diantar oleh tetangganya ke IGD RS dengan keluhan sesak
nafas yang semakin hebat disertai mengi sejak satu hari yang lalu. Keluhan disertai
dengna batuk berdahak berwarna kuning kehijauan. Ny. Meri sudah mengkonfirmasi
obat pelega nafas yang biasa dipakai tetapi tidak ada perbaikan. Tiga hari yang lalu,
mengeluh demam, batuk berdahak warna putih yang sulit dikeluarkan serta sesak.
Keluhan berkurang dengan obat yang rutin dipakainya.
Satu bulan terakhir ini, Ny Meri mengalami sesak lebih dari 2x seminggu dan
sering terbangun di malam hari karena sesaknya. Sesak biasanya tidak mengganggu
aktivitas sehari-hari. Ny. Meri mendapatkan inhaler pelega sesak dan pencegah serangan
dari dokter di poliklinik tetapi hanya memakai inhaler pelega sesak namun tidak mau
memakai obat inhaler pencegah serangan karena merasa sesak tidak cepat menghilang
bila memakai obat tersebut.
Enam bulan yang lalu Ny. Meri diantar ke IGD karena mengalami serangan asma.
Ny.Meri dinebulisasi sebanyak dua kali dan sesak berkurang. Ny. Meri kontrol ke
poliklinik beberapa kali dan dilakukan tes spirometri dan penilaian tingkat kontrol asma
(hasil terlampir).
Ny.Meri mengalami sesak sejak usia 15 tahun, terutama saat cuaca dingin, terhirup
debu, tercium bau menyengat atau kelelahan. Ny.Meri sering bersin-bersin dan hidung
mengeluarkan secret encer jika terhirup debu atau tercium bau menyengat. Ibu Ny. Meri
menderita asma sedangkan adiknya di diagnosis oleh dokter dengan dermatitis atopi. Ny.
Meri bekerja sebagai pedagang di pasar induk dan memiliki tiga orang anak.

5
I. Klarifikasi Istilah
No. Istilah Pengertian

Suara yang timbul ketika udara mengalir melalui


1. Mengi saluran napas yang menyempit dan terdengar saat
menarik atau menghembuskan napas.

Mekanisme pertahanan tubuh untuk menjaga


2. Batuk berdahak pernapasan dari benda / zat asing, dengan
menghasilkan dahak atau lendir (sputum)

Perasaan sulit bernapas ditandai dengan napas yang


3. Sesak
pendek dan penggunaan otot bantu pernapasan

Alat/ obat genggam dari pengguna asma yang berisi


obat asma dan memiliki fungsi sebagai alat yang
4. Inhaler
menyalurkan obat asma secara langsung ke dalam
saluran pernapasan

Penyakit kronis pada saluran pernapasan yang


5. Asma ditandai dengan peradangan dan penyempitan
saluran napas yang merupakan sesak/sulit bernapas.

Bagian terapi inhalasi dengan alat nebulizer, dengan


teknik memasukkan dalam bentuk uap untuk
6. Nebulisasi dihirup ke dalam paru-paru. Biasa digunakan untuk
pengobatan fibrosis sistik, asma, PPOK, dan lain
lain.

Suatu pemeriksaan yang menilai fungsi terintegrasi


7. Tes spirometri mekanik paru, dinding dada, dan otot-otot
pernapasan dengan mengukur jumlah volume udara

6
yang dihembuskan dari kapasitas paru total (TLC)
ke volume residu

Penyakit kulit kronik inflamasi yang ditandai


dengan lesi, eksamatosa gatal, dengan episode
8. Dermatitis atopi
eksaserbasi dan remisi. (Biasa dihubungkan dengan
penyakit alergi lain)

(Volume Ekspirasi Paksa) adalah volume dari udara


yang dihembuskan dari paru-paru setelah inspirasi
9. VEP1
maksimal dengan usaha paksa minimum yang
diukur selama satu detik.

(Kapasitas Vital Paksa) adalah pengukuran nilai


10. KVP kapasitas vital yang didapat pada ekspirasi yang
dilakukan secepat dan sekuat mungkin.

7
II. Identifikasi Masalah
No. Kenyataan Kesesuaian Konsen

Ny. Meri, 30 tahun, diantar oleh tetangganya ke


IGD RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin
hebat disertai mengi sejak satu hari yang lalu.
1. Keluhan disertai dengna batuk berdahak berwarna Masalah I

kuning kehijauan. Ny. Meri sudah mengkonfirmasi


obat pelega nafas yang biasa dipakai tetapi tidak
ada perbaikan
Tiga hari yang lalu, mengeluh demam, batuk
berdahak warna putih yang sulit dikeluarkan serta
2. Masalah II
sesak. Keluhan berkurang dengan obat yang rutin
dipakainya

Satu bulan terakhir ini, Ny Meri mengalami sesak


lebih dari 2x seminggu dan sering terbangun di
malam hari karena sesaknya. Sesak biasanya tidak
mengganggu aktivitas sehari-hari. Ny. Meri
mendapatkan inhaler pelega sesak dan pencegah
3. Masalah III
serangan dari dokter di poliklinik tetapi hanya
memakai inhaler pelega sesak namun tidak mau
memakai obat inhaler pencegah serangan karena
merasa sesak tidak cepat menghilang bila memakai
obat tersebut

Enam bulan yang lalu Ny. Meri diantar ke IGD

4. karena mengalami serangan asma. Ny.Meri Masalah IV


dinebulisasi sebanyak dua kali dan sesak
berkurang. Ny. Meri kontrol ke poliklinik beberapa

8
kali dan dilakukan tes spirometri dan penilaian
tingkat kontrol asma (hasil terlampir)
Ny.Meri mengalami sesak sejak usia 15 tahun,
terutama saat cuaca dingin, terhirup debu, tercium
bau menyengat atau kelelahan. Ny.Meri sering
bersin-bersin dan hidung mengeluarkan secret

5. encer jika terhirup debu atau tercium bau Masalah V


menyengat. Ibu Ny. Meri menderita asma
sedangkan adiknya di diagnosis oleh dokter dengan
dermatitis atopi. Ny. Meri bekerja sebagai
pedagang di pasar induk dan memiliki tiga orang
anak.
Penunjang
6. Pemeriksaan fisik V
diagnosis

Penunjang
7. Keadaan spesifik dan Pem lab
diagnosis

Penunjang
8. Pemeriksaan Spirometri dan Tes Kontrol Asma
diagnosis

9
III. Analisis Masalah
1. Ny. Meri, 30 tahun, diantar oleh tetangganya ke IGD RS dengan keluhan sesak nafas
yang semakin hebat disertai mengi sejak satu hari yang lalu. Keluhan disertai dengna
batuk berdahak berwarna kuning kehijauan. Ny. Meri sudah mengkonfirmasi obat
pelega nafas yang biasa dipakai tetapi tidak ada perbaikan
a. Bagaimana hubungan usia dan jenis kelamin dengan keluhan terkait kasus?
b. Bagaimana mekanisme sesak napas disertai mengi terkait kasus?
c. Apa makna klinis keluhan batuk berdahak berwarna kuning kehijauan terkait kasus?
d. Mengapa obat pelega napas Ny. Meri tidak efektif pada saat serangan?
e. Bagaimana tatalaksana awal di IGD pada pasien dengan keluhan sesak napas hebat
disertai mengi?
2. Tiga hari yang lalu, mengeluh demam, batuk berdahak warna putih yang sulit dikeluarkan
serta sesak. Keluhan berkurang dengan obat yang rutin dipakainya
a. Apa makna klinis pasien mengeluh demam, batuk berdahak warna putih yang sulit
dikeluarkan serta sesak pada 3 hari yang lalu?
b. Apa makna klinis perubahan dahak dari putih menjadi kuning kehijauan?
c. Apa saja kemungkinan obat rutin yang dikonsumsi Ny. Meri?

3. Satu bulan terakhir ini, Ny Meri mengalami sesak lebih dari 2x seminggu dan sering
terbangun di malam hari karena sesaknya. Sesak biasanya tidak mengganggu aktivitas
sehari-hari. Ny. Meri mendapatkan inhaler pelega sesak dan pencegah serangan dari
dokter di poliklinik tetapi hanya memakai inhaler pelega sesak namun tidak mau
memakai obat inhaler pencegah serangan karena merasa sesak tidak cepat menghilang
bila memakai obat tersebut
a. Apa makna klinis sesak lebih dari 2x seminggu dan sering terbangun di malam hari
karena sesaknya, namun biasanya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari
b. Bagaimana Interpretasi keluhan 1 bulan terakhir dengan status asma menggunakan
Tes Kontrol Asma?

10
4. Enam bulan yang lalu Ny. Meri diantar ke IGD karena mengalami serangan asma.
Ny.Meri dinebulisasi sebanyak dua kali dan sesak berkurang. Ny. Meri kontrol ke
poliklinik beberapa kali dan dilakukan tes spirometri dan penilaian tingkat kontrol asma
(hasil terlampir)
a. Apa indikasi dilakukan nebulisasi?
b. Apa indikasi dan prosedur dilakukan tes spirometri?
c. Apa indikasi dan pemeriksaan dilakukan tes kontrol asma?

5. Ny.Meri mengalami sesak sejak usia 15 tahun, terutama saat cuaca dingin, terhirup debu,
tercium bau menyengat atau kelelahan. Ny.Meri sering bersin-bersin dan hidung
mengeluarkan sekret encer jika terhirup debu atau tercium bau menyengat. Ibu Ny.
Meri menderita asma sedangkan adiknya di diagnosis oleh dokter dengan dermatitis
atopi. Ny. Meri bekerja sebagai pedagang di pasar induk dan memiliki tiga orang anak.
a. Apa makna klinis Ny. Meri mengalami sesak terutama saat cuaca dingin, terhirup
debu, tercium bau menyengat atau kelelahan?
b. Apa makna klinis Ny.Meri sering bersin-bersin dan hidung mengeluarkan sekret
encer jika terhirup debu atau tercium bau menyengat?
c. Apa hubungan riwayat keluarga dengan keluhan Ny. Meri?
d. Apa hubungan pekerjaan dengan keluhan Ny. Meri?
e. Bagaimana kemungkinan penurunan penyakit Ny. Meri kepada anaknya?

6. Pemeriksaan fisik
a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormalitas dari hasil pemeriksaan fisik?
b. Bagaimana derajat serangan asma berdasarkan pemeriksaan fisik?

7. Keadaan spesifik dan Pemeriksaan lab


a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormalitas dari hasil pemeriksaan fisik?

8. Pemeriksaan Spirometri dan Tes Kontrol Asma


a. Bagaimana interpretasi dari hasil Spirometri dan Tes Kontrol Asma?

11
Hipotesis
Ny. Meri, 30 tahun mengalami asma eksaserbasi akut

IV. Aspek Klinis


a. Differential Diagnose
b. How to Diagnose
c. Working Diagnose
d. Definisi
e. Klasifikasi
f. Etiologi
g. Epidemiologi
h. Faktor risiko
i. Patogenesis & Patofisiologi
j. Manifestasi klinis
k. Pemeriksaan penunjang
l. Tatalaksana
m. Edukasi dan pencegahan
n. Komplikasi
o. Prognosis
p. SKDI

V. Learning Issue:

Pokok What I Don’t What I Have to How I


What I Know
Bahasan Know Prove Learn

Text book,
e-book,
Asma
internet,
jurnal

12