Anda di halaman 1dari 5

Kelompok :4

Nama anggota : 1. Christina

2. Ahmad Fairuz

3. Heru

4. Donny R. Pasca

Mata Kuliah : Strategic Management

Angkatan : MM UGM Eks 39A

Studi Kasus : Coach Inc. 2012 : its Strategi in “the Accessible” Luxury Goods Market

Coach inc didirikan di Amerika Serikat tahun 1941 di New York City, berkantor pusat di
Manhattan. Dan pada tahun 1962, Bonnie Cashin, seorang perancang busana terkenal saat itu
direkrut untuk bekerja di perusahaan tersebut, dan saat itu menjadi titik balik besar dari
perusahaan Coach Inc. Beliau merevolusi desain produk dengan menambah dompet koin,
kantong samping dan warna cerah k etas. Dan tahun ke tahun perusahaan ini terus berkembang
menuju tren yang positip dengan ditandai penjualan yang terus meningkat setiap tahunnya.
Hingga pada tahun 2000 perusahaan menjadi perusahaan public yang terdaftar di Bursa Efek
New York. Dan pada tahun 2011 perusahaan ini terus berekspansi hingga took berada di 20
negara dengan lebih dari 1000 toko ritel dan sekitar 15.000 karyawan diseluruh dunia. Sejak
tahun 2001 hingga 2011, perusahaan ini terus melakukan serangkaian kegiatan untuk menguasai
pasar dari merk laindan juga mempercepat ekspansi ke Eropa dengan bantuan mitrausaha di
Eropa pada tahun 2011.Inovasi yang terus berkesinambungan dan harga yang terjangkau adalah
2 kunci utama Coach Inc untuk melakukan bisnis internasional. Selain itu juga Coach inc melalui
jaringan multi chanelnya berhasil meningkatkan brand awareness di seluruh dunia.

Coach Inc merupakan perusahaan besar yang terbentuk di Negara Amerika Serikat pada tahun
1941, yang bergerak dibidang produksi Tas Kulit untuk wanita yang berkelas Premium. Produk
Coach Inc berfokus pada bahan dasar kulit dengan bentuk seperti tas, dompet, aksesoris wanita
dan pria, pakaian luar, syal, dan parfum. Coach Inc merupakan perusahaan yang mampu bersaing
dengan merk – merk yang setara dengan nya, untuk itu perusahaan ini memiliki 2 prioritas
strategi ditahun 2012, yakni :

1. Untuk meningkatkan distribusi Global, dan


2. Meningkatkan produktivitas penjualan di took mereka yang sudah tersebar diberbagai
dunia.

Namun mengikuti perkembangan zaman dimana telah terjadi persaingan yang sangat ketat pada
segmen Luxury Goods Market, 2 fokus strategi yang diterapkan sebelumnya berubah menjadi 5
point yang akan diterapkan, yakni :

1. Membangun market share di Amerika Utara dengan membuka 15 ritel baru dan 25
factory outlet.
2. Membangun market share di Japan dengan menambah 15 lokasi baru.
3. Meningkatkan BrandAwareness dan meningkatkan pansa pasar dengan cara penetrasi
pasar termasuk Eropa, Amerika Selatan, dan Asia dengan rencana 30 Lokasi baru pada
region.
4. Meningkatkan penjualan pada produk Pria.
5. Meningkatkan Brand Awareness dan meningkatkan pangsa pasar melalui coach.com,
web e – commerce global dan media social.

Strategi dan Positioning Coach

Strategi yang dilakukan Coach Inc adalah :

1. Sumber yang Flexible, artinya semua produksi Coach Inc di outsource pada vendor yang
berlokasi di Negara China, Vietnam dan India (dimana atas pertimbangan Biaya / Upah
tenaga kerja yang masih tidak terlalu mahal). China memegang porsi terbesar dengan
85% produksi Coach sedangkan di Vietnam dan India memegang porsi produk Coach
sebesar 15%. Hal ini bertujuan untuk memangkas biaya, lead time dan kemampuan
konstruksi.
2. Differentiation Approch, salah satu pendekatan yang dilakukan Coach Inc adalah
melakukan launching produk setiap bulannya sehingga akan meningkatkan kunjungan
dari pelanggan melalui email, website, catalog dan brosur.
3. Distribusi retail : terdiri dari Channel langsung atapun tidak langsung. Channel langsung
artinya distribusi yang dilakukan sendiri terdiri dari full price store dan factory stores di
Amerika, internet sales, penjualan catalog dan juga toko di Negara Jepang serta China.
Sedangkan untuk channel tidak langsung adalah toko –took yang berada didalam
department store. Yang tersebar diberbaga Negara.

Coach’s Strategy Option in 2012

Pada tahun 20112 Coach Inc yang dipimpin oleh Lew Frankfort’s merupakan salah satu tokoh
kunci yang terlibat dalam strategi ekspansi toko di Amerika, Japan, Hongkong, dan Daratan
China dengan meningkatkan penjualan kepada pelanggan yang ada untuk mendorong
pertumbuhan toko,membagun pangsa pasar di pasar pria dengan memperkenalkan /
mempromosikan toko khusus pria dan membangun konsep dual – gender dan membangun aliansi
untuk memaksimalkan merk Coach dalam katagori barang mewah. Coach juga
mempertimbangkan peluang untuk melakukan ekaspansi ke pasar barang mewahEropa dan
Amerika Utara yang melakukan differensiasi produk dengan harga jual yang sama dengan
Coach. Persaingan pun terjadi pada segmen ini dengan berlomba – lomba utnuk membangun
kestabilan toko ritel dan brand loyalty di China,India, serta Negara – Negara berkembang lainnya
untuk tujuan menambah perwakilan sehingga dapat meningkatkan penjualan. Selain ancaman
tersebut diatas, management Coach juga perlu mempertimbangkan cara terbaik untuk
menigkatkan profit margin yang telah didapat pada tahun –tahun sebelumnya dan juga
meningkatkan harga sahamnya yang sebelumnya sempat turun.

Analisa SWOT

STRENGTHS :

1. Memiliki produk yang stylish dan kualitas bahan baku kulit yang terbaik deibandingkan
dengan pesaingnya.
2. Harga lebih terjangkau.
3. Memiliki Customer Service yang mampu melayani customer dengan level diatas rata –
rata.
4. Memiliki tipe model baru setiap bulannya pada produk – produk yang dimilikinya.
5. Strategic Alliance to Bring Coach brand of handbags into Luxury categories such as :
Watches, footwear, glasses, fragrance outerwear, and mens.
6. Melakukan outsourcing untuk tujuan memotong cost dan maintaince low price.
7. Channels of retail distribution from full priced store, factory outlet, internet and catalogs.

Weakness / Kelemahan

1. Factory outlet tidak terlalu perform.


2. Penjualan aksesoris pria hanya mencapai 2 %.
3. Penjualan Outerwear hanya menacapai 2%
4. Luggage only accounting for 1%

Opportunities / Peluang

1. Terjadinya peningkatan permintaan akan barang – barang luxury di emerging global


market seperti Cina dan India.
2. Terjadinya peningkatan kesejahteraan kebutuhan individu di Global Markets Asia,Timur
Tengah, Australia dan Mexico.

Threaths / Ancaman :

1. Persaingan yang sangat ketat dilevel Luxury goods dengan merk – merk yang berasal
daru Perancis dan Italia seperti : Gucci, Prada, Louis Vuitton, Dolce & Gabbana dan
Feragammo.
2. Penyebaran Merk (Diffusion Brand), Produsen – produsen Luxury Goods melakukan
penyebaran untuk segment masyarakat dengan pendapatan menengah, dengan contoh
D&G
3. Pemalsuan barang mewah.
Rekomendasi :

1. Tetap pada visi dan misi perusahaan, dimana perusahaan harus menjadi leading Brand
dalam quality lifestyle.
2. Menambah nilai penjualan setiap minggu nya melalui barang – barang aksesoris
pria,outwear and luggage setidaknya masing - masing 5%
3. Membuka 30 full priced store baru per tahunnya sebagai bentuk dari strategi ekspansi,
retain status of premium goods dan mencegah pencairan merk (dilution brand).
4. Promosi secara berkala melalui media online, seperti website.
5. Melakukan ekspansi di market Asia.