Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL KULIAH KERJA NYATA (KKN)

ALTERNATIF

SOSIALISASI DAN PENDIDIKAN PEMILIH UNTUK


MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM
MENENTUKAN HAK POLITIKNYA PADA PEMILIHAN UMUM
TAHUN 2019 SERTA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DAN
SADAR AKAN KESEHATAN LINGKUNGAN
DI DESA PAMENGGER KECAMATAN JATIBARANG KABUPATEN
BREBES

DISUSUN OLEH :

1. Pricilia Ariacitra L NPM 1515500069


2. Suci Trisna Sari NPM 1615500060
3. Faiq Taufiqur Rohman NPM 2115500021
4. Pipit Adhe Saptalia M.S NPM 2115500041
5. Kayis Sya’bana NPM 4315500071
6. Moch. Bobby Agustian NPM 4315500087
7. M. Faishal Rifki NPM 4315500216
8. Dhita Adeliana Putri NPM 5115500043
9. Hanif Rifai Fian NPM 5115500076

LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
TAHUN 2018
LEMBAR PENGESAHAN

Dengan ini, kami mengajukan Proposal Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNIVERSITAS
PANCASAKTI

1. Judul Kegiatan : SOSIALISASI DAN PENDIDIKAN


PEMILIH UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT
DALAM MENENTUKAN HAK POLITIKNYA PADA PEMILIHAN
UMUM TAHUN 2019 SERTA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
DAN SADAR AKAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI DESA
PAMENGGER KECAMATAN JATIBARANG KABUPATEN BREBES
2. Ketua Pelaksana
Nama : Moch. Bobby Agustian
NPM : 4315500087

3. Jumlah Anggota : 9 orang


4. Dosen Pembimbing Lapangan
Nama : Dr. Ahmad Hanfan,M.M
NIP/NIPY : 15886871972

5. Waktu Pelaksanaan : 16 Juli – 8 September 2018


6. Lokasi Kegiatan : Desa Pamengger, Kec. Jatibarang, Kab Brebes
7. Jumlah Biaya :
8. Sumber Pembiayaan : 1. Mahasiswa
2. Sumbangan Sukarela
3. Universitas Pancasakti Tegal

Tegal, 20 Juli 2018


Kepala Desa/ Kelurahan, Koordinator Desa,

Ihang Pramudibyo, S.H Moch. Bobby Agustian


NIP/NIPY NPM

Mengetahui :

Ketua Panitia KKN 2018, Dosen Pembimbing Lapangan,

Dra. Mursyidah DH, SH, MH Dr. Ahmad Hanfan,M.M


NIPY NIP/NIPY
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
KKN atau Kuliah Kerja Nyata merupakan suatu upaya pengabdian masyarakat
yang diharapkan menjadi bagian pemberdayaan dan pembelajaran bagi mahasiswa
untuk terjun dalam realitas sosial masyarakat yang sebenarnya. Kuliah Kerja
Nyata lahir dari saham mahasiswa pada pembangunan. Hal ini muncul atas dasar
kesadaran para mahasiswa sebagai calon sarjana agar dapat bekerja untuk
pembangunan desa dengan keluar dari ruang kuliah dan perpustakaan untuk
bekerja di lapangan.
Sementara itu, undang – Undang No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan
Umum menyatakan bahwa penyelenggara pemilu terdiri dari KPU (Komisi
Pemilihan Umum), Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum) dan DKPP
(Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu). Dalam pelaksanaannya,
penyelenggara pemilu baik KPU, KPU Provinsi, KPU Kaupaten / Kota beserta
jajarannya sampai KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) maupun
lembaga pengawas yaitu Bawaslu, Bawaslu Provinsi maupun Panwas Pemilihan
Kabupaten / Kota beserta jajarannya sampai ke tingkat PTPS (Pengawas Tempat
Pemungutan Suara) terikat oleh kode etik penyelenggara pemilu yang
penanganannya dilakukan oleh DKPP.
Dengan perangkat yang lengkap baik penyelenggara maupun pengawas
pemilu disertai kode etik yang mengikat keduanya, diharapkan pilkada serentak
dapat terlaksana dengan baik. Ada tiga indikator suksesnya pelaksanaan pemilu
serentak yaitu Sukses 3 (tiga) P yaitu (Hanfan, 2017):
1. Sukses Penyelenggara
Sukses penyelenggara adalah bahwa penyelenggara pemilu yaitu KPU,
KPU Provinsi, Kpu Kabupaten / Kota sebagai penyelenggara pemilu dapat
melaksanakan tahapan pemilu secara tepat waktu sesuai jadwal yang sudah dibuat.
Kemudian Bawaslu , Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Pemilihan Kabupaten / Kota
sebagai pengawas pemilu dapat melaksanakan dan mengawasi tahapan pemilu
secara efetif. Di atas sudah disebutkan bahwa penyelenggara pemilu yaitu KPU,
KPU Provinsi, Kpu Kabupaten / Kota serta Bawaslu , Bawaslu Provinsi dan
Bawaslu Pemilihan Kabupaten / Kota terikat oleh suatu kode etik penyelenggara
pemilu yang pelaksanaannya dilakukan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara
Pemilu (DKPP). Salah satu indikator suksesnya penyelenggara pilkada adalah
manakala tidak ada pelanggaran yang dilakukan penyelenggara dan tidak adanya
laporan yang dilakukan oleh stake holder pilkada terhadap penyelenggara pilkada
kepada DKPP. Penyelenggara pemilu hendaknya juga menganut positivisme
dalam melaksanakan pilkada, artinya penyelenggara pilkada harus menganut pada
aturan – aturan yang ada dan bebas dari kepentingan apapun, atau profesionalitas
dan integritas merupakan harga mati bagi penyelenggara pemilu.
2. Sukses Penyelenggaraan
Sukses penyelenggaraan adalah manakala penyelenggara pemilu dapat
melaksanakan semua tahapan pemilu dengan tertib dan tepat waktu sesuai jadwal
tahapan yang sudah dibuat. Penyelenggara pemilu yaitu KPU, KPU Provinsi, Kpu
Kabupaten / Kota membuat tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan
pemilu sesuai dengan UU tentang Pemilu dan peraturan KPU dan dapat
melaksanakan tahapan tersebut dengan disiplin dan tepat waktu. Kemudian
lembaga penyelenggara pemilu yang lain yaitu Bawaslu , Bawaslu Provinsi dan
Bawaslu Pabupaten / Kota yang mengawasi tahapan pemilu, dapat mengawasi
tahapan yang dibuat oleh KPU secara efektif. Paradigma pengawasan yang
dilakukan oleh Bawaslu , Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten / Kota adalah
pengawasan yang bersifat preventif progresif atau pencegahan pelanggaran
terhadap tahapan pemilu, baik yang dilakukan oleh penyelenggara maupun peserta
pemilu, tetapi dengan tetap melakukan penindakan manakala pelanggaran
terhadap tahapan pemilu terjadi. Sedikitnya pelanggaran yang dilakukan oleh
penyelenggara maupun peserta pemilu terhadap tahapan maupun aturan pemilu
merupakan salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan pemilu.
3. Sukses Hasil Penyelenggaraan
Sukses hasil penyelenggaraan adalah manakala pemimpin daerah yaitu
anggota DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden serta anggota DPRD terpilih
sebagai hasil penyelenggaraan pemilu mempunyai legitimasi yang kuat dari
pemilihnya. Biasanya indikator kuatnya legitimasi keterpilihan anggota DPR,
DPD, Presiden dan Wakil Presiden serta anggota DPRD adalah tingkat partisipasi
politik pemilih. Beberapa penelitian empirik mengajukan hipotesis hubungan
antara tingkat partisipasi politik pemilih dengan kuatnya legitimasi yaitu semakin
tinggi tingkat partisipasi politik pemilih dalam memberikan hak suaranya,
semakin tinggi pula legitimasi yang diberikan pemilih terhadap anggota DPR,
DPD, Presiden dan Wakil Presiden serta anggota DPRD tersebut. Hasil dari
beberapa penelitian membenarkan hipotesis tersebut. Dengan legitimasi yang
tinggi dari pemilih, tentunya anggota DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden
serta anggota DPRD yang terpilih akan lebih percaya diri dalam mengaplikasikan
visi misi nya dalam memimpin guna kemajuan bangsa dan negara.
Dalam konteks pemikiran yang demikian itu maka, Kuliah Kerja Nyata
(KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masysrakat yang
diharapkan akan dapat menjawab terhadap tantangan pembangunan dan masa
depan tersebut. Dengan adanya minat dan keikhlasan pada diri mahasiswa untuk
dapat membantu menyelesaikan program utama KKN Alternatif dengan tema
SOSIALISASI DAN PENDIDIKAN PEMILIH UNTUK MENINGKATKAN
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN HAK
POLITIKNYA di Desa Pamengger, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes
Provinsi Jawa Tengah.

Selain Program Utama tersebut, kami juga akan melaksanaan program yang
terdiri dari program fisik dan nonfisik, yang terbagi dalam enam pilar yaitu:
1. Pilar Pendidikan
2. Pilar Kesehatan
3. Pilar Ekonomi
4. Pilar Lingkungan
5. Pilar Kearifan Lokal
6. Pilar Kekhasan UPS Tegal

B. UPAYA MASYARAKAT
Upaya pemberdayaan masyarakat diawali dengan pengembangan dan
pemberdayaan keluarga sebagaimana dilakukan melalui pembangunan dan
pemenuhan kebutuhan sosial masyarakat (keluarga) yaitu melalui pengembangan
pendidikan dan pelayanan kependudukan serta kesehatan.

Sebagai upaya meningkatkan fungsi partisipasi masyarakat dalam rangka


mengoptimalkan taraf hidup masyarakat, maka diperlukan penyiapan sumber daya
manusia yang handal dan menciptakan suasana lingkungan yang kondusif serta
menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kegiatan
program tersebut.
Berdasarkan survei kami, ada beberapa kelompok usaha di wilayah Desa
Pamengger. Diantaranya kelompok usaha buruh tani bawang merah, dodol,jagung
dan lain – lain. Kelompok – kelompok usaha ini telah berdiri cukup lama dan
sudah mampu mengembangkan usahanya. Namun masih ada beberapa kendala
dalam hal pemasaran, modal, dan sumberdaya manusia.
Untuk itu perlu ditingkatkan kembali kesadaran masyarakat agar terwujudnya
Desa Pamengger dengan ciri khas produk lampu dari bonggol jagung. Diantaranya
dengan kembali mengadakan penyuluhan maupun pelatihan agar terbentuk
kelompok – kelompok usaha yang baru maupun agar dapat mengembangkan
kelompok usaha yang sudah ada.
Dari survey yang kami lakukan, sudah menunjukkan bahwa masyarakat siap
untuk menerima program kami. Mengenai sarana dan prasarana yang akan kami
adakan seperti pada penerapan program tersebut hanya ada sekitar 50% bahan
baku yang ada, selebihnya mahasiswa akan mengusahakan dan menjadi
penghubung dengan dinas terkait serta pihak-pihak tertentu agar terealisasi dan
tercipta keadaan yang lebih baik di Desa Pamengger.
BAB II
POTENSI DESA

A. Sumberdaya Manusia (SDM)


Adapun berikut data sumberdaya manusia di Desa Pamengger, Kecamatan
Jatibarang, Kabupaten Brebes.
(a) Jumlah Penduduk 6541 Orang terdiri dari :
Laki-laki : 2308 Orang
Perempuan : 4233 Orang
Jumlah RT = 28 dan RW = 4
(b) Mata Pencaharian Pokok
Buruh Tani : 395 orang
Petani : 1065 orang
Peternak : 10 orang
Pedagang : 226 orang
Buruh : 82 orang
Pegawai Negeri : 15 orang
Tentara : 1 orang
Jasa : 30 orang
Wiraswasta : 66 orang
Pensiunan : 6 orang
(c) Agama
Islam : 6541 orang
Kristen Katolik : - orang
Kristen Protestan : - orang
Budha : - orang
Hindu : - orang

B. Sumber Daya Alam ( SDA )


Sumber Daya Alam yang dimiliki Desa Pamengger, antara lain :
a) Geografis Desa
Ketinggian Tanah dari Permukaan Laut : 0-10m dpl
Berhawa sedang : Cocok untuk
Pertanian
Curah Hujan Rata-rata pertahun : 2000-3000 mm
Topografi : Dataran Rendah
Luas dan Batas Desa Pamengger
Desa Pamengger memiliki luas 408 Ha dengan batas-batas sebagai berikut.
Batas Desa/Kelurahan Kecamatan
Sebelah utara Desa Tembelang Jatibarang
Sebelah selatan Desa Jatibarang Lor Jatibarang
Sebelah timur Desa Tegalwulung Jatibarang
Sebelah barat Desa Kendawa Jatibarang
b) Orbitrasi (Jarak dari Pusat Pemerintahan)
1. Jarak dari Ibu Kota Kecamatan : 5 Km
2. Jarak dari Ibu Kota Kabupaten : 8 Km
3. Jarak dari Ibu Kota Provinsi : 210 Km
c) Pertanahan
1. Lahan Sawah : 3.902 Ha
2. Tanah Kas Desa : 5.435 Ha
3. Lahan bukan Sawah : 1.533 Ha

C. Organisasi yang ada di Masyarakat


Berkembangnya sumber daya manusia serta kesejahteraan masyarakat tidak lepas
dari tokoh-tokoh masyarakat yang ikut aktif dan andil dalam upaya mengembangkan
kesejahteraan masyarakat baik dalam bentuk organisasi maupun kelompok-kelompok
organisasi lainnya. Sesuai survey yang kami lakukan, bahwa pada Desa Pamengger
terdapat beberapa organisasi diantaranya :
Nama Organisasi Status
LKMD / LPM Ada
PKK Ada
KARANG TARUNA Ada
RT Ada
RW Ada
POSYANDU Ada
PAUD Ada
BUMDES -
BAB III

RENCANA PROGRAM

A. METODE KEGIATAN

Adapun pada kegiatan Utama Proposal KKN Alternatif ini yaitu tentang Sosialisasi dan

pendidikan pemilih untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menentukan hak

suaranya.Tahap pertama, diawali dengan pemaparan materi tentang jadwal dan program

tahapan, partisipasi politik pemilih dan partisipasi masyarakat pada pemilu tahun 2019.

Setelah pemaparan, dilanjutkan dengan pendalaman materi dalam bentuk diskusi. Peserta

yang belum paham dapat bertanya dan berkonsultasi. Mereka dipersilakan bertanya dan

berkonsultasi tentang permasalahan yang ada pada materi sosialisasi dan pendidikan pemilih.

Tahap selanjutnya, dilakukan evaluasi atas kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih

ini dengan cara meminta kepada peserta untuk mengerjakan soal yang diberikan tim

pengabdian pada masyarakat. Hasil tes ini akan menjelaskan seberapa baik pemahaman yang

dimiliki pemilih tentang jadwal dan program tahapan, partisipasi politik pemilih dan

partisipasi masyarakat pada pemilu tahun 2019.

B. RANCANGAN EVALUASI

Evaluasi dalam pengabdian pada masyarakat ini dirancang dengan indikator sebagai

berikut :

a. Kehadiran dan partisipasi aktif peserta pelatihan dalam tahap pemaparan materi yang

diberikan tim pengabdian pada masyarakat.

b. Kemampuan peserta pelatihan menjawab soal tes di tahap akhir kegiatan sosialisasi dan

pendidikan pemilih ini.


C. JADWAL PELAKSANAAN

Rencana kerja yang akan dilakukan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dimulai

dengan studi pendahuluan. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan yang digambarkan dalam

barchart sebagai berikut :

No. KEGIATAN Bulan Pertama Bulan Kedua Bulan Ketiga

I II III IV I II III IV I II III IV

1. Persiapan

2. Pemaparan dan

sosialisasi materi

3. Evaluasi

4. Pelaporan hasil pengabdian


pada masyarakat

Selain Program Utama tersebut, kami juga akan melaksanakan beberapa program,
melalui teknik observasi dan pendataan langsung dilapangan, dan setelah mengidentifikasi
permasalahan di desa, maka kami menyiapkan beberapa rencana kegiatan sesuai dengan
program pos dayasakti yang dicancangkan oleh universitas.
Memahami tugas mahasiswa KKN sebagai motivator fasilitator, maka setelah melalui
identifikasi yang tepat sesuai dengan kemampuan intelektual dan pendanaan maka program
yang dapat dilaksanakan dibagi menjadi dua bagian non fisik dan fisik.
Program Fisik
1. Pendidikan
Program-program yang akan dilakukan antara lain :
 Pengadaan sarana prasarana belajar PAUD
 Pengadaan bimbingan belajar ataupun membantu mengerjakan tugas PR
 Mengadakan pengajian bersama teman teman IPPNU Desa Pamengger
2. Ekonomi
 Pelatihan pembuatan Industri Rumahan ‘Lampu dari Bonggol Jagung’
 Memasarkan produksi bawang merah serta padi untuk dijual kepada pengepul
3. Kesehatan
 Kegiatan Gosok gigi di PAUD
 Kegiatan Posyandu
4. Lingkungan
 Kerja Bakti Desa
 Menciptakan lingkungan yang agamis dengan melaksanakan pengajian bersama setiap
malam jumat
5. Kearifan Lokal
 Pembuatan lampion yang bernilai tinggi ‘lampu dari bonggol jagung’
6. Kekhasan UPS Tegal
 Perkenalan UPS Tegal
7. ProgramTambahan
 Perayaan HUT RI
Program Non Fisik
1. Pendidikan
 Membantu mengajar di PAUD
 Pemberian materi dengan cara belajar mengajar (bimbel)
 Memberi motivasi kepada siswa SD untuk lebih giat belajar melalui kegiatan ‘Kelas
Inspiratif’
 Penyuluhan Pentingnya peran serta orang tua dalam pendidikan anak
2. Ekonomi
 Pembuatan lampion yang bernilai tinggi ‘lampu dari bonggol jagung’
3. Kesehatan
 Partisipasi kegiatan posyandu
 Demo cuci tangan yang baik dan benar
4. Lingkungan
 Membersihkan lingkungan dengan cara gotong-royong.
 Pengelolaan Sampah
 Menciptakan Lingkungan yang agamis
5. Program Tambahan
Ikut Berpartisipasi dalam rangka merayakan HUT RI di Desa Pamengger
BAB IV

RENCANA ANGGARAN PROGRAM

A. Rincian Anggaran dari Pelaksanaan Program Utama KKN Aternatif

No. Jenis Pengeluaran Volume Biaya Jumlah


Persatuan ( Rp. )
( Rp. )
1. Biaya Operasional :
a. Komunikasi 3 paket 50.000 150.000
b. Konsumsi 25 x 2 kegiatan 10.000 500.000
c. Honor penyaji 1 orang 300.000 300.000
d. Penggandaan makalah 30 orang x 10 150 45.000
e. Dokumentasi hal. 172.500 172.500
1 paket
2. Bahan dan Peralatan
a. Kertas HVS 2 rim 35.000 70.000
b. Alat – alat tulis 5 buah 5.000 25.000
c. Flash disk 1 buah 50.000 50.000
d. Tinta dan printer cartridge 1 kotak 335.000 335.000
e. Referensi makalah 5 buku 70.000 350.000
3. Transportasi
a. Pengurusan waktu acara 2 orang 50.000 100.000
b. Perjalanan ke tempat tujuan 3 orang x 1 sesi 100.000 300.000
c. Peserta pelatihan 17 orang 25.000 425.000
4. Laporan Pengabdian
a. Pembuatan laporan 25 hal. 5.000 125.000
b. Penggandaan laporan 6 eks. x 25 hal. 150 22.500
c. Penjilidan laporan 6 eks. 5.000 30.000

Jumlah : 3.000.000

B. Rincian Anggaran dari Pelaksanaan KKN 6 Pilar


1. Anggaran Fisik
1. Pendidikan
a. Buku Bacaan : Rp. 250.000,00
b. Papan + Alat alat tulis : Rp. 500.000,00
c. Snack : Rp. 200.000,00
Total : Rp 950.000.00

2. Ekonomi
a. Jagung : Rp. 50.000,00
b. Pisau : Rp. 10.000,00
c. Kursi : Rp. 50.000,00
Total : Rp 950.000.00

3. Kesehatan
a. Pasta Gigi : Rp. 50.000,00
b. Sikat Gigi : Rp. 50.000,00
c. Tenaga kesehatan : Rp. 150.000,00
d. Pembelian masker : Rp. 20.000,00
Total : Rp 270.000.00

4. Lingkungan
a. Peralatan kebun : Rp. 100.000,00
b. Snack : Rp. 200.000,00
Total : Rp 300.000.00

5. Kearifan Lokal
a. Ljll
6. Kekhasan UPS Tegal
a. Brosur : Rp. 100.000,00
b. Snack : Rp. 200.000,00
Total : Rp 300.000.00

7. Program tambahan (HUT RI)


a. Peralatan Lomba : Rp. 200.000,00
b. Reward (Hadiah) : Rp.1.300.000,00
Total : Rp1.500.000.00

2. Anggara Non Fisik


1. Pendidikan
a. Buku Bacaan : Rp. 250.000,00
b. Papan + Alat alat tulis : Rp. 500.000,00
c. Snack : Rp. 200.000,00
d. Reward : Rp. 200.000,00
Total : Rp 1.150.000.00

2. Ekonomi
a. Jagung : Rp. 50.000,00
b. Pisau : Rp. 10.000,00
c. Kursi : Rp. 50.000,00
8. Kesehatan
a. Pasta Gigi : Rp. 50.000,00
b. Sikat Gigi : Rp. 50.000,00
c. Tenaga kesehatan : Rp. 150.000,00
d. Pembelian masker : Rp. 20.000,00
Total : Rp 270.000.00

9. Lingkungan
a. Peralatan kebun : Rp. 100.000,00
b. Snack : Rp. 200.000,00
10. Kearifan Lokal
a. Ljll
11. Kekhasan UPS Tegal
a. Brosur : Rp. 100.000,00
b. Snack : Rp. 200.000,00
12. Program tambahan (HUT RI)
a. Peralatan Lomba : Rp. 200.000,00
b. Reward (Hadiah) : Rp.1.300.000,00

C. Kesekretariatan
1. Stempel+bak+tinta : Rp. 50.000,00
2. Printer : Rp. 755.000,00
3. Tinta printer 2 @ Rp 25.000,- : Rp. 50.000,00
4. Kertas HVS 1 Rim : Rp. 35.000,00
5. Fotocopy dan penjilidan : Rp. 150.000,00
6. Amplop 1 pak : Rp. 20.000,00
7. Transportasi : Rp. 150.000,00
8. Kos tempat 2 bln : Rp. 800.000,00
9. Konsumsi : Rp. 4.000.000,00
10. Spanduk KKN + POSKO : Rp. 200.000,00
Total : Rp. 6.210.000,00

D. Dekdok
1. Abdrek Foto : Rp. 100.000,00
2. Kenang-kenangan KKN : Rp. 500.000,00
Total : Rp. 600.000,00

Total Keseluruhan : Rp.12.205.000,00

STRUKTUR TIM KULIAH KERJA NYATA (KKN)


UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL 2018
DESA PAMENGGER KECAMATAN JATIBARANG
KABUPATEN BREBES

Pelindung : Rektor Universitas Pancasakti Tegal


Dr. Burhan Eko Purwanto,M.Hum
Penanggung Jawab : Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Penasihat : Dosen Pembimbing Lapangan
Nama Lengkap : Dr. Ahmad Hanfan, M.M.
NIPY / Pangkat / Golongan : 1586871972 / Penata Muda / III A.
Bidang Keahlian : Ekonomi / Manajemen.
Jabatan Fungsional : Asisten Ahli.
Fakultas / Program Studi : Ekonomi / Manajemen.
Kedudukan dalam Tim : Ketua.

Organisasi
Ketua Koordinator Desa : Moch. Bobby Agustian
Sekertaris : Pricilia Ariacitra Leningtyas
Bendahara : Muhamad Faisal Rifki
Anggota : 1. Kayis Syabana
2. Suci Trisna Sari
3. Pipit Adhe Saptalian M.S
4. Faiq Taufiqur Rohman
5. Dhita Adeliana Putri
6. Hanif Rifai Fian