Anda di halaman 1dari 17

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 1 : PENGKAJIAN DAN MENGENAL HALUSINASI.

Hari :
Pertemuan :
Sp/Dx : Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi pendengaran.
Ruangan :
Nama Klien :

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien.
Data subjektif :
a. Klien mengatakan mendengar suara laki-laki yang mengejeknya.
b. Klien mengatakan suara itu datang ketika sendiri di kamar.
Data objektif :
a. Klien tampak mengarahkan telinganya ke suatu tempat.

2. Diagnosa Keperawatan.
Gangguan persepsi sensori : Halusinasi pendengaran
Tujuan Tindakan Keperawatan.
Pasien mampu :
a. Membina humbakngan saling percaya.
b. Mengenal halusinasi dan mampu mengontrol halusinasi dengan menghardik.
c. Mengontrol halusinasi dengan enam benar minum obat.
d. Mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap.
e. Mengontrol halusinasi dengan melakukan aktivitas sehari-hari.
3. Tindakan Keperawatan.
a. Membina humbakngan saling percaya.
b. Membantu pasien menyadari gangguan sensori persepsi halusinasi.
c. Melatih pasien cara mengontrol halusinasi.
4. Tujuan Tindakan Keperawatan :
a. Mengidentifikasi halusinasi : isi, frekuensi, mbakaktu terjadi, situasi pencetus,
perasaan, respon
b. Menjelaskan cara mengontrol halusinasi: menghardik, minum obat, bercakap- cakap,
melakukan kegiatan
c. Melatih klien cara mengontrol halusinasi dengan menghardik
d. Melatih klien memasukkan latihan menghardik dalam jadmbakal kegiatan harian
klien

B. Strategi Komunikasi.
1. Fase Orientasi.
a. Salam terapeutik :
“Assalamualaikum.. Selamat pagi mbak… perkenalkan nama saya Ayu .Saya mahasiswa
praktek dari Stikes Dian Husada. Hari ini saya dinas pagi dari jam 07:00 pagi sampai
jam 14:00 siang. Saya akan merawat mbak selama di rumah sakit ini. Nama mbak
siapa?”
“Senangnya mbak dipanggil apa?”

b. Evaluasi/validasi :
“Baiklah mbak Cantika, Bagaimana keadaan mbak hari ini ?

c. Kontrak :
“Mbak Cantika, bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang suara yang
mengganggu mbak dan cara mengontrol suara-suara tersebut, Apakah mbak Cantika
bersedia?”
“Berapa lama mbak mau berbincang-bincang? Bagaimana kalau 20 menit?”
“Mbak mau berbincang-bincang dimana?”
“baiklah mbak kitaakan berbincang-bincang disini”

2. Fase Kerja .
“Apakah mbak Cantika mendengar suara tanpa ada wujudnya?”
“Saya percaya mbak mendengar suara tersebut, tetapi saya sendiri tidak mendengar
suara itu. Apa yang dikatakan oleh suara yang mbak dengar?”
“Apakah mbak mendengarnya terus menerus atau sewaktu- waktu?”
“Kapan yang paling sering Mbak mendengar suara itu?”
“Berapa kali dalam sehari mbak mendengarnya?”
“Pada keadaan apa suara itu terdengar? Apakah pada waktu sendiri?”
“Apa yang mbak rasakan ketika mendengar suara itu?”
“Bagaimana perasaan mbak ketika mendengar suara tersebut?”
“Kemudian apa yang mbak lakukan saat suara itu terdengar?”
“Baiklah mbak, apa yang alami itu namanya Halusinasi. Ada empat cara untuk
mengontrol halusinasi yang mbak Cantika alami yaitu menghardik, bercakap-cakap, dan
melakukan aktifitas ,minum obat. Hari ini, Bagaimana kalau kita latih cara yang
pertama dahulu, yaitu dengan menghardik, apakah mbak Cantika bersedia?”
“Bagaimana kalau kita mulai ya. Saya akan mempraktekan dahulu, baru mbak
mempraktekkan kembali apa yang telah saya lakukan. Begini mbak, jika suara itu muncul
katakan dengan keras “ pergi..pergi saya tidak mau dengar.. kamu suara palsu” sambil
menutup kedua telinga mbak. seperti ini ya mbak. Coba sekarang mbak ulangi lagi
seperti yang saya lakukan tadi.”

3. Terminasi.
a. Evaluasi subjektif dan objektif :
“Bagaimana perasaan mbak Cantika setelah kita kita bercakap-cakap?”
“Baiklah mbak, Jika suara itu masih terdengar mengejek mbak, seperti yang telah kita
pelajari bila suara-suara itu muncul mbak bisa mengatakan : pergi-pergi saya tidak
mau dengar kamu suara palsu”

b. Tindakan Lanjut
“Mbak lakukan itu sampai suara itu tidak terdengar lagi, lakukan itu selama 3 kali
sehari yaitu jam 08:00, 14:00 dan jam 20:00 atau disaat mbak mendengar suara
tersebut. cara mengisi mbaku kegiatan harian adalah sesuai dengan jadwal kegiatan
harian yang telah kita mbak tadi ya mbak. Jika mbak melakukanya secara mandiri maka
mbak menuliskan di kolom M, jika mbak melakukannya dibantu atau diingatkan oleh
keluarga atau teman maka mbak mbakat di kolom B, Jika mbak tidak melakukanya maka
mbak tulis di kolom T. apakah mbak mengerti?”
c. Kontrak yang akan datang :
“Baik lah mbak, Bagaimana kalau besok kita berbincang-bincang tentang cara yang
kedua yaitu dengan bercakap-cakap untuk mencegah suara-suara itu muncul, apakah
mbak bersedia?”
“Mbak maunya jam berapa? Bagaimana kalau jam …… ?”
“Mbak maunya dimana kita berbincang-bincang?”
“Baiklah mbak Cantika besok saya akan kesini jam ……. ya mbak. Saya permisi ya
mbak. Assalamualaikum wr.wb”
STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 2 : BERCAKAP-CAKAP.
Hari :
Pertemuan :
Sp/Dx : 2/ Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran.
Ruangan :
Nama Klien :
A. Proses Keperawatan.
1. Kondisi Klien.
Data subjektif :
a. Klien mengatakan mendengar suara laki-laki yang mengejeknya.
b. Klien mengatakan suara itu timmbakl ketika sendiri.

Data objektif :
a. Klien tampak mengarahkan telinga ke suatu tempat.
b. Klien tampak tertawa sendiri.

2. Diagnosa Keperawatan.
Gangguan persepsi sensori : Halusinasi Pendengaran.

3. Tujuan Tindakan Keperawatan.


Klien mampu mengontrol halusinasinya dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.
4. Tindakan Keperawatan.
a. Evaluasi ke jadwal harian
b. Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang
lain.
c. Menganjurkan kepada klien agar memasukan kegiatan ke jadwal kegiatan harian
klien
B. Strategi Komunikasi.
1. Fase Orientasi.
a. Salam Terapeutik.
“ Assalamualaikum wr. wb.. selamat pagi mbak Cantika”

b. Evaluasi/validasi.
“Bagaimana perasaan mbak Cantika hari ini?”
“Apakah suara-suara masih muncul?”
“Apakah Mbak telah melakukan cara pertama yang telah kita pelajari untuk
menghilangkan suara-suara yang menganggu?”
“Coba saya lihat jadwal kegiatan harian mbak?”
“bagus sekali mbak, menghardik suara-suara juga dilakukan dengan teratur.Sekarang
coba ceritakan pada saya apakah dengan cara menghardik suara-suara yang mbak
dengarkan berkurang?”
“Coba sekarang praktekkan cara menghardik suara-suara yang telah kita pelajari.”

c.Kontrak.
“Baiklah mbak sesuai janji kita kemaren hari ini kita akan belajar cara kedua dari empat
cara mengendalikan suara-suara yang muncul yaitu bercakap-cakap dengan orang lain,
Apakah mbak Cantika bersedia?”
“ Berapa lama mbak mau berbincang-bincang? Bagaimana kalau 20 menit, Mbak?”
“ mbak mau berbincang-bincang dimana?”

2. Fase Kerja.
“Caranya adalah jika mbak mulai mendengar suara-suara, langsung saja mbak cari
teman untuk diajak berbicara. Minta teman mbak untuk berbicara dengan mbak.
Contohnya begini mbak, tolong berbicara dengan saya, saya mulai mendengar suara-
suara. Ayo kita ngobrol dengan saya! Atau Mbak minta pada perawat untuk berbicara
dengannya seperti “ mbak tolong berbicara dengan saya karena saya mulai mendengar
suara-suara. Sekarang coba mbak praktekkan ”

3. Fase Terminasi.
a. Evaluasi Subjektif dan Objektif :
“Bagaimana perasaan mbak setelah kita berlatih tentang cara mengontrol suara-suara
dengan bercakap-cakap.”
“Jadi sudah berapa cara yang kita latih untuk mengontrol suara-suara? Coba
Sebutkan!”
“Bagus sekali mbak.mari kita masukan kedalam jadwal kegiatan harian ya Mbak”

b. RTL (Rencana tindak lanjut) :


“berapa kali mbakakan bercakap-cakap.”
“Jam berapa saja mbak nya bercakap-cakap?”
“Jangan lupa mbak cara-cara yang sudah diajari agar suara-suara yang mbak
dengarkan tidak mengganggu mbak lagi.”

c. Kontrak yang akan datang :


“Bagaimana kalau besok kita berbincang-bincang tentang manfaat bercakap-cakap dan
berlatih cara keempat untuk mengontrol suara-suara yang mbakdengar dengan cara
melakukan kegiatan aktivitas fisik, apakah mbak Cantika bersedia?
STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 3 : MELAKUKAN AKTIVITAS SEHARI-HARI.
Hari :
Pertemuan :
Sp/Dx : 3/ gangguan persepsi sensori : Halusinasi Pendengaran.
Ruangan :
Nama Klien :
A. Proses Keperawatan.
1. Kondisi Klien.
Data subjektif :
a. Klien mengatakan masih mendengar suara laki-laki yang mengejeknya.
b. Klien mengatakan mendengarnya ketika sendiri.

Data objektif :
a. Klien masih tampak berbicara sendiri.
b. Klien masih tampak mengarahkan telinga kesuatu tempat.
2. Diagnosa Keperawatan.
Gangguan persepsi sensori : Halusinasi Pendengaran.
3. Tujuan Tindakan Keperawatan.
Klien mampu mengontrol halusinasi dengan cara melakukan kegiatan.
4. Tindakan Keperawatan.
a. Evaluasi jadwal kegiatan harian.
b. Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan cara melakukan kegiatan yang mampu
klien lakukan.
c. Menganjurkan klien memasukan kegiatan ke jadwal kegiatan sehari-hari klien.
B. Strategi Komunikasi.
1. Fase Orientasi.
a. Salam Terapeutik.
“Asalamualaikum mbak Cantika, selamat pagi..Saya boleh duduk mbak?”
“Mbak masih ingat dengan saya?”
b. Evaluasi validasi.
“Bagaimana perasaan mbak Cantika hari ini? Apakah masih ada mendengar suara-
suara?”
“Apakah mbak telah melakukan cara-cara yang telah dipelajari untuk menghilangkan
suara-suara yang menganggu?”

c. Kontrak.
“Baiklah mbak sesuai janji kita kemaren hari ini kita akan latihan cara yang muncul
yaitu melakukan aktivitas fisik yaitu membersih kamar tujuannya kalau mbak smbak
maka kesempatan muncul suara-suara akan berkurang. Apakah mbak bersedia?”
“Berapa lama waktu kita berbincang-bincang mbak? Bagaimana kalau 20 menit?”

2. Fase Kerja.
“Baiklah mari kita merapikan tempat tidur. Tujuan nya agar mbak dapat mengalihkan
suara yang didengar.Dimana kamar tidur mbak?”

“sekarang kita merapikan tempat tidur mbak ya. Kalau kita akan merapikan tempat
tidur, kita pindahkan dulu bantal, guling dan selimutnya. Lalu kita pasang sepraynya
lagi, kita mulai dari arah atas ya sekarang bagian kaki, tarik dan masukkan, lalu bagian
pinggir dimasukkan.Sekarang ambil bantal dan letakkan dibagian atas
kepala.Selanjutnya kita lipat dan rapikan selimutnya dan letakan dibawah kaki.”

3. Fase Terminasi.
a. Evaluasi subjektif dan objektif :
“Bagaimana perasaan mbak setelah kita membereskan tempat tidur apakah selama
kegiatan berlangsung suara-suara itu datang?”
“Mbak dapat melakukan kegiatan untuk menghilangkan suara-suara dengan sering
bekerja.Apakah mbak bisa menjelaskan kembali langkah-langkah merapikan tempat
tidur?”
b. RTL :
“Bagus sekali mbak sekarang masukan kedalam jadwal kegiatan harian.”
c. Kontrak yang akan datang
“Mbak kita telah melakukan tiga cara untuk menghilangkan suara-suara yang mbak
dengar. Jadi mbak harus melakukannya setiap hari agar suara- suara itu tidak
mengganggu mbak lagi.Bagaimana mbak?Apakah mbak mengerti?”
“Baiklah mbak,saya akan menemui mbak besok untuk melihat apakah mbak melakukan
ketiga kegiatan tersebut atau tidak”

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 4 : ENAM BENAR MINUM OBAT


Hari :
Pertemuan :
Sp/Dx : 4/ Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Dengar.
Ruangan :
Nama Klien :
A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien.
Data subjektif :
a. Klien mengatakan mendengar suara laki-laki yang mengejeknya.
b. Klien mengatakan suara itu timmbakl ketika sendiri.

Data objektif :
a. Klien tampak mengarahkan telinga ke suatu tempat.
b. Klien tampak kesal dan berbicara sendiri.

2. Diagnosa Keperawatan.
Gangguan Persepsi Sensori :Halusinasi pendengaran

3. Tujuan Tindakan Keperawatan.


Pasien mampu mengontrol halusinasi pendengaran dengan enam benar minum obat.
4. Tindakan Keperawatan.
a. Evaluasi jadwal kegiatan harian pasien
b. Jelaskan pentingnya penggunaan obat pada gangguan jiwa.
c. Jelaskan akibat bila obat tidak digunakan sesuai program.
d. Jelaskan akibat bila putus obat.
e. Jelaskan cara mendapatkan obat.
f. Jelaskan cara menggunakan obat dengan prinsip 6 benar (benar obat, benar pasien,
benar cara, benar mbakaktu, benar dosis dan kontinuitas.

A. Strategi Komunikasi.
1. Fase Orientasi.
a. Salam Terapeutik.
“Assalamualaikum, Mbak masih ingat dengan saya?”
“Bagaimana perasaan mbak Cantika hari ini?”

b. Evaluasi/validasi.
“Apakahmbak Cantika masih mendengar suara yang mengejek mbak?”
“Apakah mbak telah melakukan apa yang telah kita pelajari kemarin?”
“Sekarang coba mbak praktekkan pada saya bagaimana mbak melakukannya.”
c. Kontrak.
“Baiklah mbak Cantika, sesuai janji kita kemaren hari ini kita akan latihan cara yang
keempat dari empat mengendalikan suara-suara yang muncul yaitu cara minum obat
yang benar, apakah mbak bersedia?”
“Berapa lama mbak mau berbincang-bincang? Bagaimana kalau 20 menit?”
“ mbak mau berbincang-bincang dimana?”

2. Fase Kerja.
“Mbak sudah dapat obat dari Perawat?”
“Mbak perlu meminum obat ini secara teratur agar pikiran jadi tenang, dan tidurnya
juga menjadi nyenyak. Obatnya ada tiga macam, yang warnanya orange namanya CPZ
minum 3 kali sehari gunanya supaya tenang dan berkurang rasa marah dan mondar
mandirnya, yang warnanya putih namanya THP minum 3 kali sehari supaya relaks dan
tidak kaku, yang warnanya merah jammbak ini namanya HLP gunanya untuk
menghilangkan suara-suara yang mbak dengar. Semuanya ini harus mbak minum 3 kali
sehari yaitu jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7 malam. Bila nanti mulut mbak terasa
kering, untuk membantu mengatasinya mbak bisa menghisap es batu yang bisa diminta
pada Perawat.Bila mbak merasa mata berkunang-kunang, mbak sebaiknya istirahat dan
jangan beraktivitas dulu.Jangan pernah menghentikan minum obat sebelum
berkonsultasi dengan dokter ya mbak.Sampai disini, apakah mbak Cantika mengerti ?”

“Sebelum mbak meminum obat lihat dulu label yang menempel di mbakngkus obat,
apakah benar nama mbak yang tertulis disitu. Selain itu mbak perlu memperhatikan jenis
obatnya, berapa dosis, satu atau dua mbaktir obat yang harus diminum, jam berapa saja
obatnya harus diminum, dan cara meminum obatnya. mbak harus meminum obat secara
teratur dan tidak menghentikannya tanpa konsultasi dengan dokter. Sekarang kita
memasukan waktu meminum obat kedalam jadwal ya mbak. Cara mengisi jadwalnya
adalah jika mbak minum obatnya sendiri tanpa diingatkan oleh Perawat atau teman
maka di isi dengan M artinya mandiri, jika mbak meminum obatnya diingatkan oleh
Perawat atau oleh teman maka di isi B artinya dibantu, jika mbak tidak meminum
obatnya maka di isi T artinya tidak melakukannya. Mengerti mbak?”
“coba mbak ulangi kembali cara mengisi jadwal kegiatan? “

3. Fase Terminasi.
a. Evaluasi subjektif dan objektif :
“Bagaimana perasaan mbak setelah kita berbincang-bincang tentang obat?"
“Sudah berapa cara yang kita latih untuk mengontrol suara-suara? Coba mbak
sebutkan?”

b. Tindakan lanjut
“Jadwal minum obatnya sudah kita mbakat yaitu07:00, 13:00 dan 19:00 pada jadwal
kegiatan mbak. Nah sekarang kita masukan kedalam jadwal minum obat yang telah kita
mbakat tadi ya mbak.jangan lupa lakukan semua dengan teratur ya mbak”
c. Kontrak yang akan datang :
“ Baik lah mbak. Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi untuk melihat manfaat
minum obat dan berlatih cara untuk mengontrol halusinasi yang telah diajarkan?”
“Karena besok saya dinas siang dari pukul 14.00- 21.00 Wib, jadi kita latihan sore saja
ya mbak. Kira- kira mbak siang jam berapa mbak bisa?”
SP KELUARGA
SP 1 Keluarga : Pendidikan Kesehatan tentang pengertian halusinasi, jenis halusinasi
yang dialami pasien, tanda dan gejala halusinasi dan cara-cara merawat pasien
halusinasi.
a. Orientasi
'”Assalammualaikum Mbak!”“Saya Refi, perawat yang merawat Kakak Mbak. “
“Apa pendapat mbak tentang kondisi AdikMbak?”
“Hari ini kita akan berdiskusi tentang apa masalah yang kakak mbak alami dan bantuan
apa yang bisambak berikan.Kita mau diskusi di mana, Mbak? Bagaimana kalau di
ruang wawancara?”
“Berapa lama waktu mbak inginkan? Bisa selama 20 menit, Mbak?”

b. Kerja
“Baiklah mbak. Apa yang mbak rasakan ketika melihat kakak mbak?”
“ Apa yang mbak lakukan saat melihat kakak mbak berteriak-teriak?”
“Baiklah Mbak. Gejala yang dialami oleh kakak itu dinamakan halusinasi, yaitu
mendengar atau melihat sesuatu yang sebetulnya tidak ada bendanya.
Tanda-tandanya bicara sendiri, tertawa sendiri,atau marah-marah tanpa sebab
Jadi kalau kakak mbak mengatakan mendengar suara-suara, sebenarnya suara itu tidak
ada.Untuk itu kita diharapkan dapat membantunya dengan beberapa cara. Ada beberapa
cara untuk membantu kakak mbak agar bisa mengendalikan halusinasi. Cara-cara
tersebut antara lain: Pertama, dihadapan kakak mbak, jangan membantah halusinasi
atau menyokongnya. Katakan saja mbak percaya bahwa kakak mbak tersebut memang
mendengar suara, tetapi mbak sendiri tidak mendengarnya.Kedua, jangan biarkan kakak
mbak melamun dan sendiri, karena kalau melamun halusinasi akan muncul lagi.
Upayakan ada orang mau bercakap-cakap dengannya.Mbakat kegiatan keluarga seperti
makan bersama, sholat bersama-sama.Tentang kegiatan, saya telah melatih kakak mbak
untuk memmbakat jadwal kegiatan sehari-hari.Tolong mbak pantau pelaksanaannya ya
dan berikan pujian jika dia lakukan.Sampai disini apakah mbak sudah mengerti?Apakah
ada yang ingin mbak tanyakan?”
“bantu kakak mbak minum obat secara teratur. Jangan menghentikan obat tanpa
konsultasi.Terkait dengan obat ini, saya juga sudah melatih kakak mbak untuk minum
obat secara teratur.Jadi adik dapat mengingatkan kembali. Obatnya ada 3 macam, ini
yang orange namanya CPZ gunanya untuk menghilangkan suara-suara . Diminum 3 X
sehari pada jam 7 pagi, jam 1 siang dan jam 7 malam. Yang putih namanya THP
gunanya memmbakat rileks, jam minumnya sama dengan CPZ tadi. Yang biru namanya
HP gunanya menenangkan cara berpikir, jam minumnya sama dengan CPZ. Obat perlu
selalu diminum untuk mencegah kekammbakhan.Terakhir, bila ada tanda-tanda
halusinasi mulai muncul, putus halusinasi kakak mbakdengan cara menepuk punggung
kakak mbak. Kemudian suruhlah kakak mbak menghardik suara tersebut.Kakak mbak
sudah saya ajarkan cara menghardik halusinasi.Bagaimana mbak?Apakah sudah
paham?”
“Sekarang, mari kita latihan memutus halusinasi kakak mbak. Sambil menepuk
punggung kakak mbak, contoh : Mbak, sedang apa kamu?Kamu ingat kan apa yang
diajarkan perawat bila suara-suara itu datang? Ya..Usir suara itu, Mbak. Tutup telinga
kamu dan katakan pada suara itu ”saya tidak mau dengar”. Ucapkan berulang-ulang,
Mbak. Sekarang coba mbak praktekkancara yang barusan saya ajarkan.”

c. Terminasi:
“Bagaimana perasaan mbak setelah kita berdiskusi dan latihan memutuskan halusinasi
kakak mbak?”
“Sekarang coba mbak sebutkan kembali cara merawat kakak mbak?”
“Bagaimana kalau dua hari lagi kita bertemu untuk mempraktekkan cara memutus
halusinasi langsung dihadapan kakak mbak. Jam berapa kita bertemu?”
SP 2 Keluarga: Melatih keluarga praktek merawat pasien langsung dihadapan pasien
Berikan kesempatan kepada keluarga untuk memperagakan cara merawat pasien dengan
halusinasi langsung dihadapan pasien.
1) Orientasi:
“Assalammualaikum. Bagaimana perasaan mbak pagi ini?”
“Apakah mbak masih ingat bagaimana cara memutus halusinasi kakak mbak yang
sedang mengalami halusinasi?”
“Bagus! Sesuai dengan perjanjian kita, selama 20 menit ini kita akan mempraktekkan
cara memutus halusinasi langsung dihadapan kakak mbak. Mari kita datangi kakak
mbak”
2) Kerja
“Assalamu’alaikum mbak, adik mbak sangat ingin membantu mbak mengendalikan
suara-suara yang sering mbak dengar. Untuk itu pagi ini adik mbak datang untuk
mempraktekkancara memutus suara-suara yang mbak dengar. Mbaknanti kalau sedang
dengar suara-suara bicara atau tersenyum-senyum sendiri, maka adikmbak akan
mengingatkan seperti ini” ”Sekarang, coba mbak peragakan cara memutus halusinasi
yang sedang mbak alami seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya. Tepuk punggung
kakak mbak lalu suruh kakak mbak mengusir suara dengan menutup telinga dan
menghardik suara tersebut” (perawat mengobservasi apa yang dilakukan keluarga
terhadap pasien)”
3) Terminasi
“Bagaimana perasaan mbak setelah mempraktekkan cara memutus halusinasi langsung
dihadapan kakak mbak?”
“Baiklah ,Mbak. Mbak harus terus mengingat pelajaran kita hari ini ya Mbak.Mbak
dapat melakukan cara itu bila kakak mbak mengalami halusinasi.”
SP 3 Keluarga : Memmbakat perencanaan pulang bersama keluarga
1) Orientasi
“:Assalamualaikum Mbak, karena besok kakak mbak sudah boleh pulang, maka sesuai
janji kita sekarang ketemu untuk membicarakan jadwal mbak selama dirumah.
Bagaimana mbak selama mbak membesuk apakah sudah terus dilatih cara merawat kakak
mbak?”
“Ini jadwal kegiatan kakak mbak di rumah sakit. Jadwal ini dapat dilanjutkan di
rumah.Coba mbak lihat mungkinkah dilakukan di rumah. Siapa yang kira-kira akan
memotivasi dan mengingatkan? Mbak, jadwal yang telah dmbakat selamakakak mbak di
rumah sakit tolong dilanjutkan dirumah, baik jadwal aktivitas maupun jadwal minum
obatnya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah perilaku yang ditampilkan oleh
kakak mbak selama di rumah.Misalnya kalau kakak mbak terus menerus mendengar
suara-suara yang mengganggu dan tidak memperlihatkan perbaikan, menolak minum
obat atau memperlihatkan perilaku membahayakan orang lain. Jika hal ini terjadi segera
humbakngi perawat di Puskesmas terdekat dari rumahmbak.Selanjutnya perawat
tersebut yang akanmembantu memantau perkembangan kakak mbak selama di rumah”
2) Terminasi
“Coba mbak sebutkan cara-cara merawat kakak mbak di rumah”
Adik : Mengingatkan minum obat, tidak membiarkannya sendiri, dan
mengingatkan dia untuk menghardik suara yang didengar jika
mengganggu.