Anda di halaman 1dari 75

0115040022

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN TUGAS GAMBAR RENCANA UMUM
GENERAL CARGO
MV BLUE STAR
Disusun oleh

Nama : Nurdin
NRP : 0416030015
Jurusan : Teknik kelistrikan Kapal
Program Studi : D3 Teknik kelistrikan Kapal

Surabaya, 27 Februari 2018


Mahasiswa
Nurdin
0416030015

Disetujui oleh :

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Rachmad Tri S., ST.,MT Ir. Pratomo ., MT

Tugas Gambar Rencana Umum 1


0115040022

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN .................................................................. 1


DAFTAR ISI ............................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 4
BAB II PERHITUNGAN RENCANA UMUM ...................................... 6
2.1. Ukuran Utama Kapal ...................................................................... 6
2.2 Perencanaan Permesinan .................................................................. 7
A. Perhitungan Daya Motor Penggerak Utama ........................ 7
B. Perhitungan Steering Gear ................................................... 11
2.3. Perencanaan ABK ........................................................................... 16
A. Perencanaan Jumlah ABK ................................................... 16
B. Tugas ABK .......................................................................... 18
2.4. Pembagian Ruangan Utama Kapal ................................................. 20
A. Perencanaan Jarak Gading dan Sekat Kedap Air ................. 20
B. Perencanaan Ruang Akomodasi ......................................... 22
C. Perencanaan Engine Casing ................................................. 29
D. Perencanaan Pintu, Jendela dan Tangga .............................. 29
2.5. Perhitungan Berat Muatan, Ruang Muat, dan Tanki ...................... 34
A. Perhitungan DWT dan LWT ................................................ 34
B. Perhitungan Volume Ruang Muat ....................................... 39
C. Perhitungan Volume Tanki .................................................. 40
2.6. Perlengkapan Ventilasi ................................................................... 42
2.7. Peralatan Navigasi .......................................................................... 46
2.8. Perencanaan Perlengkapan Berlabuh dan Bertambat ..................... 51
A. Perhitungan Jangkar ............................................................ 52
B. Penentuan Rantai Jangkar .................................................... 54
C. Perhitungan Windlass .......................................................... 57
D. Perhitungan Volume Chain Locker ..................................... 59
E. Penentuan Tali Tambat ........................................................ 60
F. Perhitungan Mesin Tambat (Capstan/Warping Winch) ....... 60
G. Perencanaan Hawse Pipe ..................................................... 62

Tugas Gambar Rencana Umum 2


0115040022

H. Perencanaan Bollard ............................................................ 62


I. Perencanaan Fairlead ........................................................... 63
2.9. Peralatan Bongkar Muat .................................................................. 64
A. Perencanaan Ambang Palkah I, II, III ................................. 64
B. Perhitungan Modulus Penampang Tiang Muat (W) ........... 64
C. Perhitungan Diameter dan Tebal Tiang Muat I .................. 65
D. Perhitungan Diameter dan Tebal Tiang Muat RM II dan RM III
.............................................................................................. 66
E. Perhitungan Derrick Crane .................................................. 66
F. Perhitungan Daya Derrick Crane ........................................ 67
G. Perencanaan Provision Crane .............................................. 68
2.10. Alat Keselamatan Kapal ................................................................ 69
A. Sekoci ................................................................................... 69
B. Rakit Penolong Otomatis (Infantable Liferats) .................... 70
C. Pelampung Penolong ........................................................... 71
D. Baju Penolong (Life Jacket) ................................................. 71
E. Tanda Bahaya Dengan Signal Atau Radio ........................... 72
F. Pemadam Kebakaran ............................................................ 72
BAB III PENUTUP .................................................................................. 73
3.1 Simpulan .......................................................................................... 73
3.2 Saran ................................................................................................ 73
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 74

Tugas Gambar Rencana Umum 3


0115040022

BAB I
PENDAHULUAN

Rencana umum dari sebuah kapal dapat didefinisikan sebagai perancangan di


dalam penentuan atau penandaan dari semua ruangan yang dibutuhkan, ruangan yang
dimaksud seperti ruang muat dan ruang kamar mesin dan akomodasi, dalam hal ini disebut
superstructure (bangunan atas). Disamping itu juga direncanakan penempatan peralatan-
peralatan dan letak jalan-jalan dan beberapa sistem dan perlengkapan lainnya.
Dalam pembuatan sebuah kapal meliputi beberapa pekerjaan yang secara garis
besar dibedakan menjadi dua kelompok pengerjaan yakni kelompok pertama adalah
perancangan dan pembangunan badan kapal sedangkan yang kedua adalah perancangan
dan pemasangan permesinan kapal.
Pengerjaan atau pembangunan kapal yang terpenting adalah perencanaan untuk
mendapatkan sebuah kapal yang dapat bekerja dengan baik harus diawali dengan
perencanaan yang baik pula.
Pengerjaan kelompok pertama meliputi perencanaan bentuk kapal yang menyangkut
kekuatan dan stabilitas kapal. Sedangkan untuk perencanaan penggerak utama, sistem
propulsi, sistem instalasi dan sistem permesinan kapal merupakan tugas yang berikutnya.
Dalam perencanaan Rencana Umum terdapat beberapa hal yang perlu dijadikan
pertimbangan yakni :
 Ruang merupakan sumber pendapatan, sehingga diusahakan kamar mesin sekecil
mungkin agar didapat volume ruang muat yang lebih besar.
 Pengaturan sistem yang secanggih dan seoptimal mungkin agar mempermudah
dalam pengoperasian, pemeliharaan, perbaikan, pemakaian ruangan yang kecil dan
mempersingkat waktu kapal dipelabuhan saat sedang bongkar muat.
 Penentuan jumlah ABK seefisien dan seefektif mungkin dengan kinerja yang
optimal pada kapal agar kebutuhan ruangan akomodasi dan keperluan lain dapat
ditekan.
 Dalam pemilihan Mesin Bongkar Muat dilakukan dengan mempertimbangkan
bahwa semakin lama kapal sandar di pelabuhan bongkar muat semakin besar biaya
untuk keperluan tambat kapal.

Tugas Gambar Rencana Umum 4


0115040022

- Pemilihan Ruang Akomodasi dan ruangan lain termasuk kamar mesin dilakukan
dengan seefisien dan seefektif mungkin dengan hasil yang optimal.

Rencana umum adalah suatu proses yang berangsur-angsur disusun dan ini dari
percobaan, penelitian, dan masukan dari data-data kapal yang sudah ada (pembanding).
Informasi yang mendukung pembuatan rencana umum:
1. Penentuan besarnya volume ruang muat, type dan jenis muatan yang dimuat.
2. Metode dari sistem bongkar muat.
3. Volume ruangan untuk ruangan kamar mesin yang ditentukan dari type mesin
dan dimensi mesin.
4. Penentuan tangki-tangki terutama perhitungan volume seperti tangki untuk
minyak, ballast, dan pelumas mesin.
5. Penentuan volume ruangan akomodasi jumlah crew, penumpang dan standar
akomodasi.
6. Penentuan pembagian sekat melintang.
7. Penentuan dimensi kapal (L, B, H, T, )
8. Lines plan yang telah dibuat sebelumnya.

Tugas Gambar Rencana Umum 5


0115040022

BAB II
PERHITUNGAN RENCANA UMUM

2.1. Ukuran Utama Kapal


Nama Kapal = MV BLUE STAR
Type Kapal = General Cargo
Lpp = 91,75 m
Lwl = 94,04 m
B = 15,8 m
H = 7,40 m
T = 5,90 m
Cb = 0,72
Kecepatan Dinas = 10,83 knots
Koefisien perismatik = 0,724
Radius pelayaran = 553,21 mil laut
Jenis Muatan =
Daerah pelayaran = Surabaya - Balikpapan
Jumlah crew = 21 orang

2.1. Menghitung Volume Displacement


 = L x B x T x Cb
= 91,75 x 15,8 x 5,9 x 0,72
= 6.158 m3

2.2 Menghitung displacement


 = x  dimana  = masa jenis air laut ( 1.025 )
= 6.158, 112 m3 x 1.025
= 6.312, 067 ton

Tugas Gambar Rencana Umum 6


0115040022

2.2. Perencanaan Permesinan


A. Perhitungan Daya Motor Penggerak Utama
1. Menghitung Daya Efektif Kapal (EHP)

Metode yang digunakan adalah Watson.


5,0.2 / 3.V 3.(33  0,017 L)
P
15.000  110.n. L ( kW )
Dimana:
P = daya efektif kapal ( EHP ) dalam kW ( 1 HP = 0,746 kW )
 = displacement dalam ton
 = 6.312, 067 ton
V = kecepatan dalam meter / detik
V = 10, 83 x 0,5144
= 5,5709 m/s
L = panjang kapal dalam meter (> LBKI)
L = 91,56 m
n = kisaran per detik
n = 2,5
Laju kisaran dipakai standarisasi sebagai berikut:
Hingga 1000 ton: n = 8,33 kisaran / detik
Dari 1000 ton hingga ` 2000 ton : n = 6,67 kisaran / detik
Dari 2000 ton hingga 3000 ton n.= 5,00 kisaran / detik
Dari 3000 ton hingga 5000 ton n = 3,33 kisaran / detik
Dari 5000 ton hingga 7500 ton n = 2,50 kisaran / detik

5,0.6312 2 / 3.5,57 3.(33  0,017.91,56)


P
15.000  110.2,5. 91,56

P = 750,19 KW
P = 1.005,6 HP

Tugas Gambar Rencana Umum 7


0115040022

2. Menghitung Wake Friction (W)


pada perencanaan ini digunakan tipe single screw propeller sehingga
nilai w adalah
W = 0,5 Cb-0,05
= 0,5 x 0,72 – 0,05
= 0,310

3. Menghitung Thrust Deduction Factor (T)


Nilai t dapat dicari dari nilai w yang telah diketahui yaitu
t =kxw nilai k antara 0,7 – 0,9 diambil k = 0,8
= 0,8 x 0,310
= 0,248

4. Menghitung Speed Of Advance (Va)


Va = ( 1- w ) x Vs
= ( 1 – 0,310 ) x 5,57 m/s
= 3.84
5. Menghitung Efisiensi Propulsif
a. Efisiensi Relatif Rotatif (ηrr) Harga ηrr untuk kapal dengan propeller tipe
single screw berkisar 1.02-1.05. pada perencanaan propeller dan tabung poros
propeller ini diambil harga ηrr sebesar =1.04
b. Efisiensi Propulsi (ηp)
Nilainya antara 40 -70 % dan diambil 60 %
c. Efisiensi Lambung (ηH)
(ηH) = ( 1- t ) / ( 1- w)
= (1 – 0,248) / (1 – 0,310)
= 1,089
d. Coefisien Propulsif (Pc)
(Pc) = ηrr x ηp x ηH
= 1,04 x 60% x 1,089
= 0,68

Tugas Gambar Rencana Umum 8


0115040022

6. Menghitung Daya pada Tabung Poros Buritan Baling-Baling (DHP)


Daya pada tabung poros baling-baling dihitung dari perbandingan antara
daya efektif dengan koefisien propulsif, yaitu :
DHP = EHP / Pc
= 1.005,6 HP / 0,68
= 683,8 HP

7. Menghitung Daya Dorong (THP)


THP = EHP / Ηh ( sama dengan ηH )
= 1.005,6 HP / 1,089
= 923,41 HP

8. Menghitung Daya pada Poros Baling-Baling (THP)


Untuk kapal yang kamar mesinnya terletak di bagian belakang akan
mengalami losses sebesar 2%,sedangkan pada kapal yang kamar mesinnya pada
daerah midship kapal mengalami losses sebesar3%. pada perencanaan ini kamar
mesin di bagian belakang sehingga mengalami losses atau efisiensi transmisi
porosnya (ηsηb) sebesar = 0.98
SHP = DHP / ηsηb
= 683,8 HP / 0,98
= 970,12 HP

9. Menghitung Daya Penggerak Utama yang Diperlukan


a. BHPscr
Adanya pengaruh effisiensi roda sistem gigi transmisi (ηG), pada
tugas ini memakai sistem roda gigi reduksi tunggal atau single reduction
gears dengan loss 2% untuk arah maju shg ηG = 0,98
BHPscr = SHP/Ηg
= 970,12 HP /0,98
= 989,91 HP

Tugas Gambar Rencana Umum 9


0115040022

b. BHPmcr
Daya keluaran pada kondisi maksimum dari motor induk, dimana
besarnya daya BHPscr = dari BHPmcr (kondisi maksimum)
BHPmcr = BHPscr / 0.85
= 989,91 HP / 0.85
= 1164,6 HP
= 1.561,12 KW

10. Pemilihan Mesin Induk


Dari data mengenai karakteristik putaran kerja dan daya pada kondisi
MCR dapat ditentukan spesifikasi motor penggerak utama atau main engine
dari kapal ini. Sehingga dari data ini, dapat ditentukan tipe - tipe motor
penggerak yang akan dipakai.
Dari berbagai pertimbangan tersebut, maka dalam perencanaan untuk kapal
tanker ini, dipilih mesin induk sebagai berikut :
Brand = MAN B & W Four-Stroke Propulsion Systems
Cycle = 4 Strokes
Type = L21/31
Daya maximum = 1505 kW/2047 bhp
Jumlah Sylinder =4
Bore = 210 mm
Piston Stroke = 310 mm
Engine Speed = 1000 Rpm
Fuel Consumtion (SFOC) = 181 gr / Kwh
Dimension :
 Panjang = 4185 mm
 Lebar = 1622 mm
 Tinggi = 3354 mm
 Berat = 45 Ton

Tugas Gambar Rencana Umum 10


0115040022

Tugas Gambar Rencana Umum 11


0115040022

B. Perhitungan Steering Gear


1. Perhitungan Luas Daun Kemudi
Luas daun kemudi menurut BKI Vol II Rules for Hull Structure 2014
Section 14 2/21 Pasal 3 tidak boleh kurang dari :

Dimana :
L = panjanag kapal
T = Sarat kapal
C1 = factor for the ship type:
= 1,0 in general
C2 = factor for the rudder type:
= 1,0 in general
C3 = factor for the rudder profile:
= 1,0 for NACA-profiles and plate rudder
C4 = factor for the rudder arrangement:
= 1,0 for rudders in the propeller jet
Sehingga :
A = 1 x 1 x 1 x 1 x 1,75 x 91.75 x 5,9 /100
= 9.47 m²
Luas Balansir
A' = 23% x A
= 23% x 9,47
2
= 2,178 m
Untuk baling-baling tunggal dengan kemudi ballansir

 = 1,8
 =h/b
Dimana :
h = Tinggi kemudi
b = Lebar kemudi
A = Luas Kemudi = 9.47 m²
2
A’ = Luas Ballansir = 2,178 m

Tugas Gambar Rencana Umum 12


0115040022

Sehingga :
h =  xb
h = 1,8 x b
A =hxb
A = 1,8 x b2
b2 = A/1,8
b2 = 9.47 /1,8
b = 2,3 m
h = 1,8 x b
h = 1,8 x 2,3
h = 4,14 m
untuk balansir
b' = A'/h
2
b' = 2,178 m /4,14 m
b' = 0,526 m

2. Gaya Daun Kemudi


Gaya daun kemudi berdasarkan BKI Vol II Rules for Hull Structure
2014 Section 14 4/21 Pasal B.1.1 dihitung menurut persamaan :
CR = X1 . X2 . X3 . 132 . A . Vo2 . Xt (Newton)
Dimana :
X1 = Koefisien yang tergantung dari harga 
 = h2 / A
h = Tinggi daun kemudi = 4,14 M
A = Luas total daun kemudi = A + A’
2
= 9.47 m² + 2,178 m
= 11,648 m²
 = 4,14 2 / 9,47 = 1,8

X1 
  2
3

Tugas Gambar Rencana Umum 13


0115040022

X1 
1,8  2 
3
 1,27
X2 = Koefisien type kemudi
= 1,1 (untuk NACA profile)
X3 = Koefisien yang tergantung dari letak penempatan kemudi
= 1,0 (dibelakang baling-baling)
Xt = Koefisien yang tergantung dari thrust coeficient Ct.
= 1,0 (untuk harga normal)
V0 = Kecepatan maksimum
= 10,83 knots = 5, 57 m/s
sehingga :
CR = 1,27x 1,1 x 1,0 x 1 x 132 x 9,47 x ( 5,57 )2 x 1
= 54.179 N
= 54,179 kN
3. Momen Torsi Daun Kemudi
Berdasarkan BKI Vol II Rules for Hull Structure 2014 Section 14 4/21
Pasal B.1.2 dapat dihitung torsi daun kemudi :
Qr = CR . r , (Nm)
Dimana :
r = c(α-Kb) ,m
c = Lebar rata-rata daun kemudi = 2,3 m
α = 0,33
Kb = Faktor balance
= A’/A untuk type balansir
= 2,178 / 9,47
= 0,23
Sehingga :
r = c(α-Kb)
= 2,3 (0,33 – 0,23)
= 0,23 m
Maka :

Tugas Gambar Rencana Umum 14


0115040022

Qr = CR . r
= 54.179 x 0,23
= 12.461 Nm
= 12,461 kNm

4. Diameter tongkat Daun kemudi :


Berdasarkan BKI Vol II Rules for Hull Structure 2014 Section 14 4/21
Pasal C.1.1 dapat dihitung :
Dt = 4,2 (Qrkr) 1/3 ,mm
Dimana :
Kr : Faktor material = (ReH/235)0,75 , dipakai bahan St-45 (ReH=441
N/mm2)
Kr = (441/235)0,75
Kr = 1,6
Sehingga :
Dt = 4,2 (12.461 x 1,6) 1/3
= 113,88 mm diambil 114 mm

5. Daya pada Tongkat Kemudi:


D = ( 1,4 x Qr x nrs )/ ( 1000 x sg ) ( HP )
Dimana:
nrs = 1/3 x α/τ
α= 35o
τ = 30o
nrs = 0.388
sg = 0,1 s/d 0,35
Qr = 12.461 Nm
Sehingga :
D = ( 1,4 x 12.461 x 0,388 )/ ( 1000 x 0.2 )
D = 33,84 HP

6. Daya Mesin Kemudi :

Tugas Gambar Rencana Umum 15


0115040022

Nrs 
Nsg 
 sg

Dimana :
ηsg = efisiensi mesin kemudi ( 0,1 ~ 0,35 )

Nrs 
 33,84 
0,2
 169,2 HP
Berdasarkan perhitungan Steering Gear, maka direncanakan
menggunakan katalog dibawah ini
Brand = Rolls-Royce (www.rolls-royce.com)
Type = Steering Gear SR562L
Specification
Std. Rudder Stock Diameter = 160 mm (Costumized into 130 mm)
Max Working Pressure = 133 bar
Max Working torque = 40 kNm
Max Mechanical Rudder Angle = 2x61 deg
FCP Conventional Dimension AxBxC = 1230 x 390 x 1150 mm
Weight Approx. = 400 kg
Max Radial Load = 175 kN
Max Axial Load = 104 kN

Tugas Gambar Rencana Umum 16


0115040022

2.3. Perencanaan ABK


A. Perencanaan Jumlah ABK
Jumlah ABK yang direncanakan harus kurang dari atau sama dengan hasil
dari persamaan berikut:
Menurut H.B. Ford
Zc = Cst [ Cdk ( CN/1000 )1/6 + Ceng ( BHP/1000 )1/3 + Cadets ]
Dimana:
Cst = koefisien steward deck ( 1,2 – 1,33 )
Cst = 1,2
Cdk = koefisien deck department ( 11,5 – 14,5 )
Cdk = 12,5
Ceng = koefisien engine department ( 8,5 – 11,0 )
Ceng = 9
BHP = tenaga mesin ( HP )
BHP = 2047 HP
Cadets = perwira tambahan / tamu
Cadets = 1 orang
CN = ( L.B.H ) / 1000
CN = 91,75 x 15,8 x 7,4 : 1000
CN = 10,73
Sehingga :
Zc = Cst [ Cdk ( CN/1000 )1/6 + Ceng ( BHP/1000 )1/3 + Cadets ]
Zc = 1,2 [ 12,5 ( 10,73/1000 )1/6 + 9 (2047 /1000 )1/3 + 1 ]
Zc = 19,47 ≈ 20 orang

Perencanaan jumlah ABK dan pembagian menurut fungsinya:


1. Master
Captain ( Nahkoda ) : 1 orang
2. Deck Departement
*Perwira :
1. Chief Officer ( Mualim I ) : 1 orang
2. Second Officer ( Mualim II ) : 1 orang

Tugas Gambar Rencana Umum 17


0115040022

3. Radio Operator : 1 orang


4. Dokter : 1 orang
*Bintara :
1. Seaman ( Kelasi ) : 1 orang
2. Quarter Master ( Juru Mudi ) : 1 orang
3. Boatswain (kepala kelasi) : 1 orang
4. cadet : 1 orang
3. Engine Departement
Perwira :
1. Chief Engineer ( Kepala Kamar Mesin ) : 1 orang
2. Electrican : 1 orang
3. Mechanics : 1 orang
4. second engineer : 1 orang
Bintara :
1. Fireman : 1 orang
2. Oiler : 1 orang
4. Service Crew
Perwira :
1. Chief Cook : 1 orang
Bintara :
1. Assist. Cook :1 orang
2. Steward : 1 orang
3. Boys : 2 orang +

Jumlah : 20 orang
B. Tugas ABK
Deck Departement
Departement deck menguasai masalah yang berkaitan dengan geladak seperti
pembersihan dan perawatan geladak, penanganan dan pengoperasian peralatan
keselamatan,administrasi pelabuhan, komunikasi dan navigasi, labuh dan sandar,
bongkar – muat dan penanganan muatan di kapal.
Master

Tugas Gambar Rencana Umum 18


0115040022

Merupakan kedudukan tertinggi dikapal.menjadi pemberi komando,


mengambil keputusan dan penangung jawab secara umum.
Deck Officer ( 1st , 2nd).
Merupakan kedudukan dibawah master.pada kondisi master tidak aktif (
istirahat, sakit dan sebagainya ), menjadi pemegang komando dengan
pertanggungjawaban kepada master. Juga melakukan fungsi mengatur anak buah
kapal di departementnya serta melakukan pekerjaan administrasi di kapal.
Quarter Master.
Juru mudi bertugas untuk mengendalikan jentara untuk mendapatkan arah
kapal yang ditentukan.

Seaman.
Anak buah kapal yang bertugas menangani pengoperasian dan perawatan
mesin geladak, penggoperasian peralatan bongkar muat, penanganan muatan di
kapal dan pengoperasian serta perawatan peralatan keselamatan.
Radio Operator.
Bukan termasuk perwira,tetapi juga tidak dapat digolongkan sebagai anak
buah biasa dikarenakan tugas dan fungsinya yang khusus. Sehingga sering kali
digolongkan ke dalam staf.fungsinya adalah untuk melakukan komunikasi baik
dengan daratan ataupun dengan kapal lain. Tidak memiliki tugas jaga, tetapi harus
selalu sedia ( standby ).Karena itu kamar tidur untuk markonis harus diletakkan
dekat dengan tempat kerjanya dengan akses yang harus baik.

Engineering Departement
Chief Engineer.
Dalam kapal memiliki kedudukan yang hampIr setara dengan nahkoda atau
master. Bertanggungjawab penuh atas kamar mesin dan operasionalnya besrta
segala isinya.
Engineer
Mempunyai kedudukan diatas mekanik. Bertanggungjawab terhadap
operasional kamar mesin.

Tugas Gambar Rencana Umum 19


0115040022

Mechanic.
Bertugas menangani pengoperasian, pemantauan, perawatan dan
perbaiakan permesinan dikamar mesin dan system penunjangnya. Waktu tugas
normalnya adalah 8 jam.

Service Departement
Chief Cook.
Mengepalai departemen pelayanan bagian hidangan / memasak makanan
untuk seluruh anak buah kapal, bertanggungjawab kepada nahkoda ( master ).
Assistent Cook.
Bertugas membantu Chief cook memasak makanan untuk seluruh anak
buah kapal dan menyajikannya ke pantry.
Utility Man / Boys.
Melakukan tugas – tugas kerumahtanggaan seperti membersihkan kabin
anak buah kapal, laundry dan setrika.

2.4. Pembagian Ruangan Utama Kapal


A. Perencanaan Jarak Gading dan Sekat Kedap Air
a. Jarak Gading (ao)
Jarak gading atau Gading Spacing merupakan jarak antara 2 gading yang
terletak antara Sekat Ceruk Buritan (After Peak Bulkhead) dengan Sekat Tubrukan
(Collision Bulkhead). Jarak tersebut dapat dihitung dengan persamaan sebagai
berikut :
L
a0 =  0,48 ( m ).......(BKI vol II 1989 sec 9. A 1.1)
500
91,75
=  0,48 = 0,6635 meter ..... ( Maksimum )
500
Harga a0 diambil sebesar 0,7 meter.

b. Jarak Gading di Depan Sekat Tubrukan dan di Belakang Sekat Ceruk Buritan
Menurut BKI Vol II Rules for Hull Structure 2014 Section 9 Pasal A.1.1.2,
jarak antara 2 gading yang terdapat di belakang Sekat Ceruk Buritan dan di depan

Tugas Gambar Rencana Umum 20


0115040022

Sekat Tubrukan tidak boleh melebihi 600 mm. Dalam perencanaan ini diambil
jarak gading sebesar 600 mm .

c. Perhitungan Sekat Kedap Air


Setiap kapal harus mempunyai sekat - sekat kedap air yang meliputi :
• Sekat tubrukan.
• Sekat tabung buritan.
• Sekat kamar mesin.
Berdasarkan BKI Vol II Rules for Hull Structure 2014 Section 11 tentang
jumlah sekat minimal termasuk sekat diatas adalah :
L ≤ 65 m adalah 3 sekat
65 L ≤ 85 m adalah 4 sekat
L > 85 m adalah 4 sekat + 1 ( untuk setiap kelipatan sampai 20 m )
Maka direncanakan pemasangan sekat kedap air untuk tipe kapal general cargo (
98,80 ) adalah sebagai berikut :
- 1 buah : Sekat Ceruk Buritan
- 1 buah : Sekat Tubrukan
- 1 buah : Sekat depan Kamar Mesin
- 2 buah : Sekat antar ruang muat

1. Sekat Tubrukan
Menurut BKI Vol II Rules for Hull Structure 2014 Section 11 , untuk
semua kapal barang dengan L≤ 200 m, sekat tubrukan diletakkan tidak
kurang dari 0.05 L dari FP dan tidak boleh lebih dari 0.08 L dari FP. Maka
direncanakan letak sekat tubrukan pada 0.05 L dari FP.
0,05 L = 0,05 (91,75)
= 4,5875 ≈ 4,6 m
Diantara kedua angka tersebut diambil 7.5 jarak gading dengan
panjang 4600 mm yaitu terletak pada Gading nomor 125 .

2. Sekat Ceruk Buritan

Tugas Gambar Rencana Umum 21


0115040022

Sekat ceruk buritan sekurang-kurangnya berjarak 3 jarak gading.


Direncanakan jarak antara sekat ceruk buritan ke AP adalah 3 kali jarak
gading yaitu 3 x 600 = 1800 mm agar terdapat kecukupan ruang dalam
memasang poros antara di buritan kamar mesin, sehingga sekat ceruk buritan
terletak di Gading 9.

3. Sekat Kamar Mesin


Jarak sekat kamar mesin diletakkan dengan mempertimbangkan
banyak hal antara lain :
- Panjang mesin
- Poros
- Jarak untuk peletakan peralatan di depan mesin induk
Dalam hal ini panjang kamar mesin diusahakan seminimal mungkin sesuai
dimensi permesinan yang ada agar ruang muat menjadi maksimal.
pada perencanaan ini panjang kamar mesin diambil sebesar 9600 mm, atau gading
nomor 9 sampai gading nomor 25.

4. Sekat Ruang Muat


Ruang muat dibagi menjadi 3 bagian dengan 1 sekat memanjang dan 3 sekat
melintang.
Peletakan sekat melintang ruang muat :
• Ruang muat I terletak pada gading nomor 97 sampai dengan gading nomor
125, dengan panjang ruang muat 16800 m.
• Ruang muat II terletak pada gading nomor 61 sampai dengan gading
nomor 95, dengan panjang ruang muat 21600 m.
• Ruang muat III terletak pada gading nomor 25 sampai dengan gading
nomor 61, dengan panjang ruang muat 21600 m.

d. Perhitungan Dasar Ganda


Menurut ketentuan BKI 1989 Volume II Bab VIII, Tinggi double bottom
(h) tidak boleh kurang dari :
h = 350 + 45B (mm) dimana B = 15 m

Tugas Gambar Rencana Umum 22


0115040022

= 350 + 45(15)
= 1,025 mm
Dasar ganda kamar mesin pada perencanaan ini diambil peninggian
konstruksi pondasi motor diatas dasar ganda pada kamar mesin sebesar 1200 mm
dari base line kapal, harga tersebut berdasarkan pertimbangan kelurusan antara
center line boss propeller dengan center line pada main engine.

B. Penentuan Ruang Akomodasi


Ruang akomodasi menempati poop deck dan boat deck dengan tinggi 2400
mm dari upper deck berdasarkan Accomodation Convention In Geneva 1949 dari
International Labour Organization.

a. Ruang Tidur (Sleeping Room)


Ruang tidur harus diletakkan diatas garis air muat di tengah /
dibelakang kapal.
Direncanakan ruang tidur :
o Ruangan tidur seluruhnya dibelakang kapal.
o Semua kabin ABK terletak pada dinding luar sehingga mendapat
cahaya matahari.
o Bridge Deck terdapat ruang tidur Captain, dan Chief Engineer.
o Boat Deck terdapat ruang tidur Radio Operator, Chief Officer, dan
Doctor.
o Poop Deck terdapat ruang tidur Chief Cook, Electrician, Quarter
Master, Second Officer, Second Engineer, dan Cadet.
o Main Deck terdapat ruang tidur Mechanics, Assistant Cook,
Steward, Boys, Seaman, Boatswain, Fireman, dan Oiler.

- Tidak boleh ada hubungan langsung (opening) didalam ruang tidur dari
ruangmuat, ruang mesin, dapur, ruang cuci umum, WC, lamp room, paint
room dan drying room (ruang pengering).
- Luas lantai untuk ruangan tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 untuk
kapal diatas 3000 BRT.

Tugas Gambar Rencana Umum 23


0115040022

- Tinggi ruangan, dalam keadaan bebas minimum 190 cm.


(Direncanakan 240 cm)
- Perabot dalam ruang tidur
1. Ruang tidur Kapten : Tempat tidur ( single bed ), lemari pakaian,
sofa, meja tulis dengan kursi putar, TV, kamar mandi, bathtub,
shower, washbasin, WC.
2. Ruang tidur Perwira : Tempat tidur ( single bed ), lemari pakaian,
sofa, meja tulis dengan kursi putar, kamar mandi, shower,
washbasin, WC.
3. Ruang tidur Bintara : Tempat tidur ( single bed dan double bed ),
lemari pakaian, meja tulis dengan kursi putar
4. Ruang tidur spare: Tempat tidur ( single bed ), lemari pakaian,
meja tulis dengan kursi putar.
- Ukuran perabot
a. Tempat tidur
Ukuran tempat tidur minimal 190 x 68 cm
Direncanakan ukuran tempat tidur :
- Perwira : 200 x 95 cm
- Tingkatan lain : 200 x 80 cm
Syarat untuk tempat tidur bersusun :
- Tempat tidur yang bawah berjarak 40 cm dari lantai.
- Jarak antara tempat tidur bawah dan atas 60 cm.
- Jarak antara tempat tidur atas dan langit-langit 60 cm.
- Jarak antar deck diambil 240 cm.
b. Lemari pakaian
Direncanakan ukuran lemari pakaian : 60 x 40 x 60 cm.
c. Meja tulis
Direncanakan ukuran meja tulis : 80 x 50 x 80 cm.

b. Ruang Makan (Mess Room)


- Harus cukup menampung seluruh ABK.

Tugas Gambar Rencana Umum 24


0115040022

- Untuk kapal yang lebih dari 1000 BRT harus tersedia ruang makan
yang terpisah untuk perwira dan bintara.
Direncanakan 2 ruang makan :
1. Ruang makan di Poop deck :
Kapasitas 9 tempat duduk, 2 meja makan, 1 washbasin, TV dan
kulkas.
2. Ruang makan di Main deck :
Kapasitas 10 tempat duduk, 3 meja makan, 1 washbasin, TV dan
kulkas

c. Sanitary Accomodation
- Jumlah WC minimum untuk kapal lebih dari 3000 BRT adalah 6 buah.
- Untuk kapal dengan radio operator terpisah maka harus tersedia fasilitas
sanitary di tempat itu.
- Toilet dan shower untuk deck department, catering departement harus
disediakan terpisah.
- Fasilitas sanitary umum minimum:
 1 Bath tub atau shower untuk 8 orang atau kurang.
 1 WC untuk 8 orang atau kurang.`
 1 washbasin untuk 6 orang atau kurang.
Dari semua persyaratan diatas maka direncanakan :
1. Di Main Deck : 4. Di Bridge Deck :
- 4 shower - 1 Kamar Mandi Kapten (Bath tub, WC,
- 3 WC Washbasin, Shower)
- 2 Washbasin. - 1 Kamar Mandi Chief Engineer (WC,
2. Di Poop Deck : Washbasin, Shower)
- 3 Shower
- 3 WC 5. Di Wheel House
- 1 Washbasin - 1 Lavatory (washbasin dan WC).
3. Di Boat Deck :
- 2 Shower
- 1 WC

Tugas Gambar Rencana Umum 25


0115040022

- 1 Washbasin

d. Kantor (Ship Office)


Direncanakan kantor:
- Letak di Boat Deck.
- 1 Meja tulis dengan 5 kursi putar
- 1 Lemari buku : 60 x 40 x 60 cm

e. Dry Provision and Cold Store Room


1. Dry Provision Dry provision berfungsi untuk menyimpan bahan
bentuk curah yang tidak memerlukan pendinginan dan harus dekat dengan
galley dan pantry.
2. Cold store
Untuk bahan yang memerlukan pendinginan agar bahan-
bahan tersebut tetap segar dan baik selama pelayaran. Temperatur
ruang pendingin dijaga terus dengan ketentuan :
- Untuk menyimpan daging suhu maximum adalah -18 C.
- Untuk menyimpan ikan suhu maximum adalah -18 C.
- Untuk menyimpan sayuran suhu maximum adalah 4 C.

Luas provision store yang dibutuhkan untuk satu orang ABK


adalah (0,8 s/d 1) m2 maka direncanakan untuk 21 orang ABK
dibutuhkan luas ruangan antara 16,8 m2 - 21 m2.
Perinciannya sebagai berikut :
- 1/2 s/d 2/3 luas digunakan untuk cold store
- Sisanya digunakan untuk dry store.

Direncanakan Dry Store dan Cold Store :


- Letak di Main Deck dekat dapur dengan luas 21 m2
- 1/3 ruangan untuk dry store (7 m2), dan 2/3 untuk cold
store (14 m2)

Tugas Gambar Rencana Umum 26


0115040022

- Cold store terdiri dari ruang penyimpan daging dan ikan (-


18 C) dan ruang penyimpan sayur (+4 C).

f. Dapur (Galley)
Dapur mempunyai ketentuan sebagai berikut :
- Letaknya berdekatan dengan ruang makan, cold dan dry store.
- Harus dilengkapi dengan exhause fan dan ventilasi untuk
menghisap debu dan asap
- Luas lantai 0.5 m2 /ABK
- Harus terhindar dari asap dan debu serta tidak ada opening
antara galley dengan sleeping room.
Direncanakan dapur :
- Letak di Main Deck, disamping dry and cold store, disamping
ruang makan bintara.
- Direncanakan dengan luas 14,8 m2
- Dilengkapi sarana lift ke pantry di Poop deck

g. Musholla
Direncanakan musholla dilengkapi dengan tempat wudhu terletak
pada Poop deck, dengan luas 2,7 x 4,2 = 11,34 m2

h. Store
1. Deck Store, merupakan ruangan untuk menyimpan alat-alat
kebersihan dalam kapal seperti sapu, pembersih, dan lain lain.
Direncanakan pada Poop Deck dengan luas 1,5 x 4,2 = 6,3 m2
2. Paint Store (Gudang Cat) direncanakan terletak dibawah deck akil
pada haluan kapal. Paint Store erguna untuk menyimpan kaleng cat
dan perlengkapannya.
3. Rope Store (Gudang Tali) direncanakan Terletak dibawah deck akil
dan digunakan untuk menyimpan tali-temali alat pemuatan berat dari
segala macam tali-temali cadangan.

Tugas Gambar Rencana Umum 27


0115040022

i. Ruang Navigasi (Navigation Room)


1. Ruang Kemudi (Wheel House)
- Terletak pada deck yang paling tinggi sehingga pandangan ke depan
dan ke samping tidak terhalang (visibility 3600)
- Jenis pintu samping dari wheel house merupakan pintu geser.

2. Ruang Peta (Chart Room)


- Terletak didalam Navigation Deck.
- Antara ruang peta dan wheel house bisa langsung berhubungan
sehingga perlu dilengkapi jendela atau tirai yang dapat
menghubungkan keduanya.
- Direncanakan dengan luas : 1,8 x 1,5 = 2,7 m2

3. Ruang radio (Radio Room)


- Diletakkan setinggi mungkin diatas kapal dan harus terlindungi dari
air dan gangguan suara.
- Ruang ini harus terpisah dari kegiatan lain.
- Ruang tidur radio operator harus terletak sedekat mungkin dan dapat
ditempuh dalam waktu 3 menit.
- Direncanakan dengan luas : 2,4 x 1,5 = 3,6 m2

4. ESEP Room (Emergency Sources Of Electrical Power)


Berdasarkan SOLAS 1974, direncanakan ESEP Room
- Terletak di tempat yang jauh dari pusat kegiatan karena suara bising
akan mengganggu.
- Harus mampu mensupply kebutuhan listrik minimal 3 jam pada saat
darurat.
- Instalasi ini masih bekerja jika kapal miring sampai 22,50 atau kapal
mengalami trim 100 .
- Direncanakan dengan luas : 1,2 x 1,5 = 1,8 m2

j. CO2 Room

Tugas Gambar Rencana Umum 28


0115040022

Digunakan sebagai pemadam kebakaran ditempatkan dekat dengan


kamar mesin agar penyaluran CO2 mudah bila terjai kebakaran di kamar
mesin. Direncanakan CO2 berada di main deck

k. Steering Gear Room


Berdasarkan SOLAS 1974, ketentuan Steering Gear Room yaitu :
- Dilengkapi dengan instalasi – instalasi mesin kemudi.
- Sebagai tempat mesin untuk olah gerak kapal yang dilengkapi dengan
mesin kemudi darurat yang digunakan apabila mesin kemudi utama
rusak.
- Diletakkan pada rumah geladak main deck buritan dengan letak mesin
satu sumbu terhadap poros kemudi.

C. Perencanaan Engine Casing


Engine casing harus cukup besar untuk memudahkan pekerjaan pada
cylinder head station. Umumnya engine casing mempunyai tangga dalam. Tangga
dalam engine casing lebarnya antara 0,6 ~ 0,8 m.
Engine casing dapat berfungsi sebagai berikut :
 Lubang pemasukan mesin
 Tempat pipa gas buang
 Lubang sinar matahari masuk
 Tempat escape ladder
Dalam perencanaan ini dimensi engine casing yang digunakan adalah
sebagai berikut:
- Panjang minimal sama dengan panjang mesin pada perencanaan
ini,panjang mesin adalah 3242 mm maka dipakai 4800 mm.
- Lebar Engine Casing dipakai 4200 mm

D. Perencanaan Pintu, Jendela dan Tangga


1. Perencanaan Pintu
a. Pintu Baja Kedap Cuaca ( Ship Steel Watertight Door )

Tugas Gambar Rencana Umum 29


0115040022

Digunakan sebagai pintu luar yang berhubungan langsung dengan


cuaca bebas. Direncanakan sesuai katalog yaitu :
Brand = Shanghai Zhiyou Marine & Offshore
(www.marineoutfittings.com)
Type = Marine Watertight Door
Tinggi = 1600 mm
Lebar = 890 mm
Tinggi ambang = 600 mm

b. Ship Non Watertight Steel Door


Digunakan untuk pintu gudang-gudang. Direncanakan Pintu :
Brand = Libra (http://www.libra.no)
Type = Aluminium Doors WR100 & WR30
Tinggi = 1800 mm
Lebar = 750 mm
Tinggi ambang = 200 mm

Tugas Gambar Rencana Umum 30


0115040022

c. Ship Cabin Steel Hollow Door


Digunakan untuk pintu-pintu ruangan didalam bangunan atas.
Direncanakan
Brand = Libra (http://www.libra.no)
Type =AC 002

2. Ukuran Jendela
Jendela lingkaran dan tidak dapat dibuka, dengan katalog dibawah
ini :
Brand = Nantong Clearlight (D) = 400 mm
Bahan =Aluminium D1 = 510 mm
Alloy D2 = 600 mm
Colour = White C = 20 mm

Tugas Gambar Rencana Umum 31


0115040022

Certification = ISO9001 (www.cnhuaxing.cn)


Watertight = Yes
Thickness = 18 mm
Jendela empat persegi panjang direncanakan :
Nama Merek = Nantong Glass Size
Model = GB/T5746-1996 Lenght = 464 mm
Bahan =Aluminium Alloy Width = 644 mm
Klasifikasi = Thickness = 8 mm
Lenght = 450 mm Radius = 108 mm
Width = 630 mm (www.cnhuaxing.cn)

Untuk Wheel House


Berdasarkan simposium on the design of ship budges
- Semua jendela bagian depan boleh membentuk sudut 150.
- Bagian sisi bawah jendela harus 1,2 meter diatas deck
- Jarak antara jendela tidak boleh kurang dari 100 mm

3. Ladder / Tangga
a. Accomodation ladder
Accomodation ladder diletakkan menghadap kebelakang
kapal. Sedang untuk menyimpannya diletakkan diatas main deck
(diletakkan segaris dengan railing/miring). Sudut kemiringan
diambil 450
Dimensi Tangga Akomodasi :
- Width of ladder : 800 mm
- Height of handrail : 1000 mm
- The handrail : 1500 mm
- Step space : 300 mm

Tugas Gambar Rencana Umum 32


0115040022

b. Steel Deck Ladder


Digunakan untuk menghubungkan deck satu dengan deck
lainnya. pada kapal ini menggunakan deck ladder type A dengan
nominal size 800 mm, lebar 800 mm. Kemiringan terhadap
hirizontal (450) interval of treads 200 s/d 300, step space 300 mm.

c. Ship Steel Vertical Ladders


Digunakan untuk tangga yang menuju ke cargo hold dari
main deck. Type A19 jarak dari dinding 150 mm, interval treads 300
s/d 340 mm, lebar tangga 800 mm.

d. Perhitungan Side Ladder


Untuk menghitung Tinggi Side Ladder atau tangga samping,
maka harus mengetahui sarat saat kapal dalam keadaan kosong
(Displacement sama dengan LWT kapal). Setelah LWT kapal
diketahui, maka dengan bantuan Kurva Hidrostatik, maka dapat
diambil sarat kosong
Diketahui :
LWT : 1655,685 Ton
Maka dari Kurva Hidrostatik dapat ditentukan sarat kapal
kosong yaitu 2,07 m. Untuk menghitung tinggi total tangga samping
yaitu :
H’ = H – T’
= 10,2 – 2,07
= 8,13 m
L = H’ / Sin 45o
= 8,13 / 0,83
= 9,554 m

e. Katalog Tangga

Tugas Gambar Rencana Umum 33


0115040022

Brand = FS Industries (www.fsindustries.com)


Type = OSHA S3090-P 45 Degree
Specification
Pricing Height Range (Floor To Floor) = 90"-95" Equal 2,4
Meters
Horizontal Run = 82 3/16"-86 3/4"
Tread Width = 30 mm
Overall Width = 33 mm
Dia. Plate = 9"
Plate Type = Tread Painted Gray Open Riser

2.5. Perhitungan Berat Muatan, Ruang Muat, dan Tanki


A. Perhitungan DWT dan LWT
1. Berat Bahan Bakar Mesin Induk (Wfo)
Wfo = BHPme x bme x S/Vs x 10-6x (1,3 s/d 1,5)
Diketahui :
BHPme = 2047 HP
= 2047 hp x 0,746 KWH
= 1527 KWH
bme = specific konsumsi bahan bakar mesin induk
bme = 181 gr/Kw hour
S = radius pelayaran

Tugas Gambar Rencana Umum 34


0115040022

S = 553,631 mil
Vs = 10,83 Knot
Sehingga :
Wfo = (1527 KWH x 181 x 2 x 553,631/ 10,83 ) x 1,3 x 10-6
Wfo = 36,7 TON
Menentukan volume bahan bakar mesin induk
Vfo = Wfo /  dimana Wfo = 36,7 ton
=36,7 / 0,95  = 0,95 ton/m3
= 38,63 m3
Volume Bahan Bakar Mesin Induk terdapat penambahan dikarenakan
1. Double Bottom =2%
2. Exspansi karena panas =2%
=4%
Jadi Vfo = 38,63 + (4% x 38,63)
= 40,18 m3
2. Berat Bahan Bakar Mesin Bantu ( Wfb)
Bahan bakar mesin bantu digunakan untuk motor induk sebagai
change fuel dan motor - motor bantu.
 Berat bahan bakar (Wfb):
Kebutuhan berat bahan bakar MDO untuk motor - motor bantu
diperkirakan sebesar 10 - 20 % dari berat kebutuhan HFO untuk motor
induk. Dalam perencanaan ini diambil perkiraan kebutuhan sebesar 15 %.
Wfb = 15 % Wfo
= 15 %. x 36,7 Ton
= 5,5 Ton
Menentukan volume bahan bakar mesin bantu (Vfb)
Vfb = Wfb / diesel dimana diesel = 0,85 ton/m3
= 5,5 / 0.85
= 6,47 m3
Volume Bahan Bakar Mesin bantu terdapat penambahan dikarenakan
1. Double Bottom =2%

Tugas Gambar Rencana Umum 35


0115040022

2. Exspansi karena panas =2%


=4%
Jadi Vfb = 6,47 + ( 4% x 6,47 )
= 6,74 m3

3. Berat Minyak Pelumas (Wlo)


Kapasitas tangki minyak pelumas di sini adalah tangki minyak
pelumas untuk minyak pelumas mesin atau Lube Oil dan minyak pelumas
silinder atau Cylinder Oil.
 Lube oil storage tank
Specific Lubricating Oil Consumtion (blo ) :
blo = 1,6 gr/BKWh
Berat jenis minyak pelumas
lo = 0,89 Ton / m3
Sehingga :
 Berat minyak pelumas (Wlo):
R
WlO = BHPme x blo x Vs x 10-6 x (1,3 - 1,5) ( Ton )

553.631mil
= 1527 KW x 1,6 gr/BKWh x x 10-6 Ton/g x 1,4
10,83knots
= 0,1748 Ton

Menentukan volume minyak pelumas (Vlo)


Vlo = Wlo / pelumas dimana  pelumas = 0,9 ton/m3
= 0,1748 / 0,9
= 0,1943 m3
Volume minyak pelumas terdapat penambahan dikarenakan
1. Double Bottom =2%
2. Exspansi karena panas =2%
=4%
Jadi Vfb = 0,1743 + (4% x 0,1743)

Tugas Gambar Rencana Umum 36


0115040022

= 0.202 m3

4. Berat Air Tawar (Wfw)


a. Untuk Minum dan Masak = ( 10 – 20 ) kg / orang hari, diambil 15 kg
= [ (10 -20 ) . Jml ABK . S ] / ( 24 . Vs )
= 15 x 20 x 553,631/ (24 x 10,83)
= 0,639 Ton
b. Untuk cuci dan sanitasi = ( 80 – 200 ) kg / orang hari, diambil 150 kg
= [ (80 -200 ) . Jml ABK . S ] / ( 24 . Vs )
= 150 x 20 x 553,631/ (24 x 10,83)
= 6,39 Ton
c. Untuk pendinginan mesin = ( 2 -5 ) kg x BHP, diambil 2 kg
= 2 / 2047
= 4,094 Ton
Berat Total air tawar = 11,123 Ton
Menentukan volume air tawar (Vfw)
Vfw = Wfw /air dimana air= 1 ton/m3
= 11,123 / 1
= 11,123 m3

5. Berat Bahan Makanan (Wp)


Wp = 1,5 kg/orang hari
= ( 1,5 . Jml ABK . S ) / ( 24 . Vs )
= 1,5 x 20 x 553,631 / (24 x 10,83)
= 63,9 Ton

6. Berat Crew dan Barang Bawaan


Kebutuhan :
Diasumsikan berat crew dan barang bawaannya = 100 kg/orang
Wcp = 100 x 20 /1000
= 2 ton

Tugas Gambar Rencana Umum 37


0115040022

7. Berat Cadangan (Wr)


Terdiri dari peralatan di gudang , antara lain :
- Cat
- Peralatan reparasi kecil yang dapat diatasi oleh abk.
- Peralatan lain yang diperlukan dalam pelayaran.
Maka
Wr = (0.5 s/d 1.5 ) % x Disp, diambil 1%
= 1 % x 6312 Ton
= 63,12 Ton

8. Berat muatan bersih (Wpc)


Wpc diperoleh dari : DWT - berat keseluruhan
LWT dengan perhitungan kasar = 1/3 x Disp
= 1/3 x 6312 Ton
= 2.104 Ton
DWT diperoleh dari : Disp - LWT perhitungan kasar
maka :
DWT = Disp - LWT
= 6.312 - 2.104
= 4.208 Ton

Berat keseluruhan :
DWT-Wpc = Whfo + Wfb + Wlo + Wfw + Wp + Wcp + Wr
= 36,7 + 5,5 + 0,1943 + 11,123 + 2 + 63,12
= 116,6373 Ton
Wpc = DWT - berat keseluruhan
= 4.208 Ton – 116,6373 Ton
= 4.091,4 Ton

9. Air Ballast
Untuk perhitungan tangki ballast berdasarkan buku Marine Auxilary
Machinery & System, P 453

Tugas Gambar Rencana Umum 38


0115040022

Berat air ballast direncanakan berkisar antara 10 - 17 % berat


displasement kapal, direncanakan 15 % x displasement kapal, jadi berat air
ballast adalah sebagai berikut :
(  = 6312 Ton )
Wballast =  x 15 %
= 6312 Ton x 15 %
= 946,8 Ton
Sehingga :
Wballast
Vtb = air laut
946,8 Ton
=
1.025Ton / m 3
= 923,7 m3

B. Perhitungan Volume Ruang Muat


Dalam perencanaan ini ruang muat terbagi menjadi 3
 Ruang Muat I terletak pada gading nomor 97 sampai dengan gading nomor
125, dengan panjang ruang muat 16800 m
Ruang Muat I
Gading Luasan Fs Σfs × luasan
125 25,58 1 25,5807
111 69,73 4 278,929
97 97,84 1 97,839
Σ1 = 402,349
h= 8,4 m
Volume RM 1 = 1/3×h×Σ1
= 1126,58 m3

 Ruang Muat II terletak pada gading nomor 61 sampai dengan gading nomor
97, dengan panjang ruang muat 21600 m.
Ruang Muat II
Gading Luasan Fs Σfs × luasan
97 97,84 1 97,839
79 101,60 4 406,39

Tugas Gambar Rencana Umum 39


0115040022

61 101,60 1 101,5975
Σ1 = 605,8265
h= 10,8 m
Volume RM 1 = 1/3×h×Σ1
= 2180,98 m3

 Ruang Muat III terletak pada gading nomor 25 sampai dengan gading
nomor 61, dengan panjang ruang muat 21600 m.
Ruang Muat II
Gading Luasan Fs Σfs × luasan
61 101,60 1 101,5975
43 101,27 4 405,0736
25 83,53 1 83,5317
Σ1 = 590,2028
h= 10,8 m
Volume RM 1 = 1/3×h×Σ1
= 2124,73 m3

Total Volume Ruang Muat = RM 1 + RM 2 + RM 3


= 1126,58 + 2180,98 + 2124,73
= 5432,28 m3

C. Perhitungan Volume Tanki

1. Tangki Air Tawar (Fresh Water Tank)


Nomor Gading : 42 - 44

Waterline Luasan Fs Σfs × luasan


0 13.751 1 13.751
0.5125 16.493 4 65.972
1.025 17.502 1 17.502
Σ1= 97.225
h = 0.5125 m
Volume = 1/3×h×Σ1
= 16.6093 m3

2. Tangki Minyak Pelumas (Lubricating Oil Tank)


Nomor Gading : 25 - 27

Waterline Luasan Fs Σfs × luasan

Tugas Gambar Rencana Umum 40


0115040022

0 4.494 1 4.494
0.5125 7.797 4 31.188
1.025 8.959 1 8.959
Σ1 = 44.641
h = 0.5125 m
Volume = 1/3×h×Σ1
= 7.62617 m3

3. Tangki bahan Bakar Mesin Bantu (Diesel Oil Tank)


Nomor Gading : 29 - 32

Waterline Luasan Fs Σfs × luasan


0 5.759 1 5.759
0.5125 9.8028 4 39.2112
1.025 11.598 1 11.598
Σ1 = 56.5682
h = 0.5125 m
Volume = 1/3×h×Σ1
= 9.66373 m3

4. Tangki Bahan Bakar Mesin Utama (Fuel Oil Tank)


Nomor Gading : 24 - 40
Waterline Luasan Fs Σfs × luasan
0 28.955 1 28.955
0.5125 42.0114 4 168.046
1.025 47.3778 1 47.3778
Σ1= 244.378
h = 0.5125 m
Volume = 1/3×h×Σ1
= 41.748 m3

5. Tanki Ballast 1
Nomor Gading : 97 - 125
Waterline Luasan Fs Σfs × luasan
0 111.176 1 111.176
0.5125 146.753 4 587.012
1.025 150.958 1 150.958
Σ1 = 849.146
h = 0.5125 m

Tugas Gambar Rencana Umum 41


0115040022

Volume = 1/3×h×Σ1
= 145.062 m3

6. Tanki Ballast 2
Nomor Gading : 61 - 97
Waterline Luasan Fs Σfs × luasan
0 248.173 1 248.173
0.5125 296.547 4 1186.19
1.025 319.841 1 319.841
Σ1 = 1754.2
h = 0.5125 m
Volume = 1/3×h×Σ1
= 299.676 m3

7. Tanki Ballast 3
Nomor Gading : 46 - 61
Waterline Luasan Fs Σfs × luasan
0 107.788 1 107.788
0.5125 128.09 4 512.36
1.025 134.689 1 134.689
Σ1 = 754.837
h = 0.5125 m
Volume = 1/3×h×Σ1
= 128.951 m3

2.6. Perlengkapan Ventilasi


Berupa deflektor pemasukan dan pengeluaran yang terletak pada deck
dan berfungsi sebagai pergantian udara. Perhitungan diameter deflektor
pemasukan dan pengeluaran berdasarkan Buku Perlengkapan Kapal B, ITS
halaman 109 sebagai berikut :
1. Ruang Muat I
a. Deflektor Pemasukan pada ruang muat I :

Dimana :
d 1 = Diameter deflektor

V1 = Volume ruang muat I : 1126,57 m2


v = Kecepatan udara yang melewati ventilasi

Tugas Gambar Rencana Umum 42


0115040022

= (2,2 – 4 m/det) : 4 m/det


γ0 = Density udara bersih : 1 kg/m3
λ1 = Density udara dalam ruangan : 1 kg/m3
n = Banyaknya pergantian udara tiap jam : 15 m3/jam
Maka :
1126,57 x 15 x 1
𝑑1 = √900 x 3.14 x 1126,57 x 1

= 1,272 m
r = ½xd
= 0,5 x 1,272
= 0,636 m
Luas lingkaran deflektor
L ==𝜋 x r2
= 3,14 x 0,6362

= 1,271 m2
Menggunakan 2 buah deflektor pemasukan
Jadi luas 1 buah deflektor :
Ld = ½ x L
= 0,5 x 1,555

= 0,635 m2
Jadi diameter satu lubang deflektor :

0,635
𝑑1 = √1
𝑥 3.14
4

Ukuran deflektor pemasukan pada ruang muat I


d 1 = 0,899 m
b. Deflektor pengeluaran pada ruang muat I :
Dipakai 2 buah deflektor pengeluaran dengan diameter sama dengan
diameter pemasukan :
d 1 = 0,899 m

Tugas Gambar Rencana Umum 43


0115040022

2. Ruang Muat II
a. Deflektor Pemasukan pada ruang muat II :

Dimana :
d 1 = Diameter deflektor

V1 = Volume ruang muat I : 2180,97 m2


v = Kecepatan udara yang melewati ventilasi
= (2,2 – 4 m/det) : 4 m/det
γ0 = Density udara bersih : 1 kg/m3
λ1 = Density udara dalam ruangan : 1 kg/m3
n = Banyaknya pergantian udara tiap jam : 15 m3/jam
Maka :
2180,97 x 15 x 1
𝑑1 = √900 x 3.14 x 1126,57 x 1

= 1,751 m
r = ½xd
= 0,5 x 1,751
= 0,875 m
Luas lingkaran deflektor
L ==𝜋 x r2
= 3,14 x 0,8752

= 2,407 m2
Menggunakan 2 buah deflektor pemasukan
Jadi luas 1 buah deflektor :
Ld = ½ x L
= 0,5 x 2,407

= 1,203 m2
Jadi diameter satu lubang deflektor :

Tugas Gambar Rencana Umum 44


0115040022

1,203
𝑑1 = √1
𝑥 3.14
4

Ukuran deflektor pemasukan pada ruang muat I


d 1 = 1,238 m
b. Deflektor pengeluaran pada ruang muat II :
Dipakai 2 buah deflektor pengeluaran dengan diameter sama dengan
diameter pemasukan :
d 1 = 1,238 m

3. Ruang Muat III


a. Deflektor Pemasukan pada ruang muat III :

Dimana :
d 1 = Diameter deflektor

V1 = Volume ruang muat I : 2124,73 m2


v = Kecepatan udara yang melewati ventilasi
= (2,2 – 4 m/det) : 4 m/det
γ0 = Density udara bersih : 1 kg/m3
λ1 = Density udara dalam ruangan : 1 kg/m3
n = Banyaknya pergantian udara tiap jam : 15 m3/jam
Maka :
2124,73 x 15 x 1
𝑑1 = √900 x 3.14 x 1126,57 x 1

= 1,729 m
r = ½xd
= 0,5 x 1,729
= 0,864 m
Luas lingkaran deflektor
L ==𝜋 x r2

Tugas Gambar Rencana Umum 45


0115040022

= 3,14 x 0,8642

= 2,347 m2
Menggunakan 2 buah deflektor pemasukan
Jadi luas 1 buah deflektor :
Ld = ½ x L
= 0,5 x 2,347

= 1,173 m2
Jadi diameter satu lubang deflektor :

1,173
𝑑1 = √1
𝑥 3.14
4

Ukuran deflektor pemasukan pada ruang muat I


d 1 = 1,222 m
b. Deflektor pengeluaran pada ruang muat II :
Dipakai 2 buah deflektor pengeluaran dengan diameter sama dengan
diameter pemasukan : d 1 = 1,222 m

2.7. Peralatan Navigasi


Sesuai dengan peraturan International SOLAS 1974 dan Colreg (Collison
Regulation 1972) kapal harus dilengkapi dengan peralatan navigasi berikut:
1. Lampu Navigasi
Sesuai dengan Ship Design and Construction edisi revisi sname Newyork,
1980 tentang perlengkapan lampu navigasi.
a. Anchor Light
Setiap kapal dengan l > 150 ft pada saat lego jangkar harus menyalakan
anchor light.
- Warna : Putih.
- Jumlah : 1 buah.
- Visibilitas : 3 mil ( minimal )
- Sudut Sinar : 3600 horisontal.

Tugas Gambar Rencana Umum 46


0115040022

- Tinggi : 6 meter.
- Letak : Forecastle.
Lampu direncanakan sesuai katalog dibawah ini :
Brand = Oxley Inc (www.oxleygroup.com)
Type = DC ANCHOR LIGHT
Colour = WHITE
Angle = 360 deg
Voltage = DC 18-32VDC
Visibility = 3NM

b. Lampu Buritan (Stern Light)


- Warna : Putih.
- Visibilitas : 2 mil ( minimal )
- Sudut Sinar : 1350 horisontal
- Jumlah : 1 buah.
- Tinggi : 1 meter.
- Letak : Buritan
Lampu direncanakan sesuai katalog dibawah ini :
Brand = Oxley Inc (www.oxleygroup.com)
Type = DC STERN LIGHT (WHITE)
Colour = WHITE
Angle = 135 deg
Voltage = DC 18-32VDC
Visibility = 3 NM

c. Lampu Tiang Agung (Mast Head Light)


- Warna : Putih.
- Visibilitas : 6 mil ( minimal )
- Sudut Sinar : 2250 horisontal
- Tinggi : 9,5 meter
Lampu direncanakan sesuai katalog dibawah ini :
Brand = Oxley Inc (www.oxleygroup.com)

Tugas Gambar Rencana Umum 47


0115040022

Type = DC MASTHEAD LIGHT


Colour = WHITE
Angle = 225 deg
Voltage = DC 18-32VDC
Visibility = 6 NM

d. Lampu Sisi (Side Light)


- Jumlah : 2 buah
 Starboard Side : 1 buah.
 Port Side : 1 buah
- Warna :
 Starboard Side : Hijau
 Port Side : Merah
- Visibilitas : 2 mil ( minimal )
- Sudut Sinar : 112,50 horizontal
- Letak : Navigation deck (pada Fly Wheel House)
Lampu direncanakan sesuai katalog dibawah ini :
Brand = Oxley Inc (www.oxleygroup.com)
Type = DC PORT SIDE LIGHT
Colour = RED
Angle = 112.5 deg
Voltage = DC 18-32VDC
Visibility = 3 NM
Type = DC STARBOARD SIDE LIGHT
Colour = GREEN
Angle = 112.5 deg
Voltage = DC 18-32VDC
Visibility = 3 NM

e. Morse Light
- Warna : putih.

Tugas Gambar Rencana Umum 48


0115040022

- Sudut Sinar : 3600 horisontal


- Letak di Top Deck, satu tiang dengan mast head light, antena UHF
dan radar.

2. Tanda Suara
Tanda suara ini dilakukan pada saat kapal melakukan manuver di
pelabuhan dan dalam keadaan berkabut atau visibilitas terbatas. Setiap kapal
dengan panjang lebih dari 12 m harus dilengkapi dengan bel dan peluit.

3. Pengukur Kedalaman (Depth Sounder Gear)


Setiap kapal dengan BRT diatas 500 gross ton dan
melakukan pelayaran internasional harus dilengkapi dengan
pengukur kedalaman yang diletakkan di anjungan atau di ruang peta.
Direncanakan sesuai katalog dibawah ini :
Brand = SKIPPER (www.skipper.no)
Type = SKIPPER GDS101
Highlighted features as:
- NMEA 0183
- 38, 50 and 200 kHz transducer
- Colour LCD 10.4” display
- Alarm functions
- Memory functions
- IMO Wheelmark

4. Compass
Setiap kapal dengan BRT diatas 1600 gross ton harus dilengkapi
dengan gyro compass yang terletak di compass deck dan magnetic compass
yang terletak di wheel house.
Brand = Marine Compasses
(www.marinecompasses.co.uk)
Type = Autonautic Instrumental CHE-0076 –
Binnacle mount marine compass

Tugas Gambar Rencana Umum 49


0115040022

Height = 180mm
Width = 170mm

5. Engine Order Telegraph dan Telepon Internal


Engine Order Telegraph adalah alat khusus untuk berkomunikasi
antara anjungan dan ruang mesin, alat ini untuk memberi isyarat secara
visual kebutuhan operasi menjalankan kecepatan mesin induk, misalnya
perintah start engine, slow engine, full speed ataupun stop engine.
Sedangkan Telepon Internal adalah alat untuk berkomunikasi dua arah
antara anjungan dan ruang-ruang dikapal atau alat komunikasi antar
ruangan. Untuk komunikasi antar anjungan dengan kamar mesin dipasang
telepon khusus. Telepon ini harus dipasang di ruang anjungan kamar
kapten, dan perwira geladak, ruang kontrol kamar mesin, ruang mesin,
dapur, ruang steering gear dan ruang lain yang penting.
Direncanakan sesuai katalog dibawah ini
Brand = Kwant Controls (www.kwantcontrols.com)
Type = EOT System “Norm” Engine Order Telegraph

6. Radar
Setiap Kapal dengan BRT diatas 1600 gross ton harus dilengkapi
dengan direction finder dan radar yang masing-masing terletak diruang peta
dan wheel house. radar berfungsi untuk menghindari tubrukan
Brand = Foruno (www.furuno.com/)
Type = Furuno DRS12A UHD Digital
RadarModel Features:

Tugas Gambar Rencana Umum 50


0115040022

Output Power - 12kW


Antenna Type - Open
Beam Width Horizontal - 1.9°(4')/1.4°(6')
Beam Width Vertical - 22°
Max Range 72 NM

7 . GPS (global positioning system)


GPS digunakan untuk mengetahui dan menentukan posisi kapal
berdasarkan derajat lintang dan bujurnya, sehingga dengan mudah kapal
dapat diketahui posisinya secara tepat apabila diplot pada peta. Alat ini
bekerja dengan bantuan satelit. GPS juga dapat melihat dan mengikuti
jejak pelayaran kapal secara tepat. GPS juga dapat dilengkapi dengan
peralatan speed log, pengukur kecepatan berlayar kapal.
Brand = Foruno (www.furuno.com/)
Type = GP-32 GPS
Specification
Receiver Type = nGPS: Twelve discrete channels, C/A code
WAAS receiver = standard fitted in Display Unit
Receive Frequency = L1 (1575.42 MHz)

8 .Radio
Sesuai dengan peraturan SOLAS 1974 Chapter 4 : Komunikasi
Radio seluruh kapal harus dilengkapi dengan perlengkapan Radio, untuk
kapal GRT 300 keatas harus dilengkapi dengan sistim radio GMDSS
(Global Marine Distres Signal Systim) , Direncanakan Radio sesuai katalog
Brand = Foruno (www.furuno.com/)

Tugas Gambar Rencana Umum 51


0115040022

Type = FM-8900S VHF Radiotelephone


Power Supply = 24 VDC 2.3A
Communication system = Semi-duplex
Transmitter = 155.000 - 161.000 MHz
Receiver = 155.000 - 164.000 MHz

2.8. Perencanaan Perlengkapan Berlabuh dan Bertambat


Peralatan ini meliputi Jangkar, Rantai Jangkar dan Tali temali, dan lain
lain dimana ketentuan-ketentuan dapat dilihat pada buku BKI Vol II Rules for
Hull Structure 2014 Section 18
A. Perhitungan Jangkar
Dari BKI Vol II Rules for Hull Structure 2014 Section 18.B.1 ditentukan :
Z = D2/3 + 2hB + A/10
Dimana :
D = Displacement kapal
= 4967,057 ton
B = Lebar kapal
= 15 Meter
h = Tinggi efektif dari garis air muat musim panas sampai ke puncak
rumah geladak teratas. (fb + Σh). Dimana fb adalah Lambung timbul ( H – T
), dan Σh adalah Jumlah bangunan atas x tinggi masing-masing bangunan
atas tersebut
h = fb + Σh
= (H – T) + (5 x 2,4)
= (7,8 – 5,5) + 12
= 2,3 + 12

Tugas Gambar Rencana Umum 52


0115040022

= 14,3 m
A = Luas pandangan samping lambung kapal, bangunan atas, dan
rumah geladak diatas garis air muat
A = LWL x fb + (Total luas bangunan atas dilihat dari samping)
= 82,73 x 2,3 + (2,4x17,8 + 2,4x8,85 + 2,4x14,4 + 2,4x10,8 +
2,4x8,4)
= 334,88 m²
Sehingga :

Z = D2/3 + 2.h.B + A/10


= (4967,057)2/3 + 2 x 14,3 x 13 + 455,015 /10
= 285,49 + 371,8+ 33,48
= 690,69
pada Table 18.2-Anchor, Chain Cables and Ropes BKI Vol II Rules for Hull
Structure 2014 Section 18 Register Number 119, Z = 660 – 720.
Sehingga dapat diperoleh:
- Jumlah jangkar = 2 buah - Tali tarik
- Berat per Jangkar = 2100 kg a. panjang = 190 m
- Panjang total = 440 m b. beban putus = 405 KN
- Diameter - Tali tambat
a. d1 = 46 mm a. Jumlah = 4 buah
b. d2 = 40 mm b. Panjang = 160 m
c. d3 = 36 mm c. beban putus = 160 KN
Kemudian dari data tersebut dapat diambil ukuran yang ada pada jangkar,
Dari Practical Ship Building direncanakan menggunakan jangkar type Hall Ancor.
Berat jangkar sebesar 2100 kg maka dari tabel dimensi jangkar dapat diketahui
dimensi jangkar yang akan dipakai pada kapal ini yaitu :
Brand : Fendercare Marine (www.fendercare.com)
Type : A3-10013 Halls Type Stockless Bower Anchor
Ukuran :
A = 2020 mm
B = 1407 mm
C = 623 mm

Tugas Gambar Rencana Umum 53


0115040022

D = 1296 mm
E = 1020 mm
ǾF = 70 mm

B. Penentuan Rantai Jangkar


Setelah diketahui data-data dari jangkar yaitu :
- Panjang keseluruhan rantai jangkar = 440 m
- Diameter rantai jangkar :
a. d1 = 46 mm
b. d2 = 40 mm
c. d3 = 36 mm
- Diameter yang digunakan = 40 mm
Komposisi dan konstruksi dari rantai jangkar meliputi :
a. Stud Link Anchor
Untuk Stud Link Anchor Chain dapat menggunakan katalog dibawah ini,
dengan menyesuaikan Chain (diameternya)
Brand : Fendercare Marine (www.fendercare.com)
Type : A3-10008 Stud Link Anchor Chain
a. Common link
1. 4D = 160 mm 3. D = 40 mm
2. 3,6D = 144 mm
b. Enlarged link

Tugas Gambar Rencana Umum 54


0115040022

1. 4,4D = 176 mm
2. 3,96D = 158,4 mm
3. 1,1D = 44 mm
c. End link
1. 4,35D = 174 mm
2. 4D = 160 mm
3. 1,2D = 48 mm

b. Connecting Shackle
Untuk D Forelock Shackle dapat
menggunakan peraturan BKI ( Vol D ),2002 Guidance for the Inspection of Anchor
Chain Cables dengan menyesuaikan Chain (diameternya)
a. 1.3D = 52 mm f. 2.8D = 112 mm
b. 3.4D = 136 mm g. 4D = 160 mm
c. 1.6D = 64 mm h. 7.1D = 284 mm
d. 0.8D = 32 mm i. 0.2D = 8 mm
e. 0.5D = 20 mm j. 1.3D = 52 mm

c. Bow and Eye Swivel


Untuk Bow and Eye Swivel dapat menggunakan katalog, dengan menyesuaikan
Chain (diameternya)
Brand : Fendercare Marine (www.fendercare.com)
Type : A3-10023 Bow and Eye Swivel
Dari katalog dibawah, maka dapat diperoleh data :
a. 3,6D = 144 mm e. 9,3D = 372 mm
b. 1,4D = 56 mm f. 1,1D = 44 mm

Tugas Gambar Rencana Umum 55


0115040022

c. 4,7D = 188 mm g. 1,2D = 48 mm


d. 6,3D = 252 mm h. 3,4D = 136 mm

d. D End Anchor Shackle


Untuk D End Anchor Shackle dapat menggunakan katalog, dengan menyesuaikan
Chain (diameternya)
Brand : Fendercare Marine (www.fendercare.com)
Type : A3-10019 D End Anchor Shackle
Dari katalog maka dapat diperoleh data :
a. 4D = 160 mm e. 8,7D = 348 mm
b. 1,4D = 56 mm f. 1,3D = 52 mm
c. 2,4D = 96 mm g. 1,8D = 72 mm
d. 5,2D = 208 mm h. 3,1D = 124 mm

Tugas Gambar Rencana Umum 56


0115040022

e. Kenter Joining Link


Untuk Kenter Joining Link dapat menggunakan katalog, dengan menyesuaikan
Chain (diameternya)
Brand : Fendercare Marine (www.fendercare.com)
Type : A3-10010 Kenter Joining Link
Dari katalog, maka dapat diperoleh data :
a. 4D = 160 mm d. D = 40 mm
b. 6D = 240 mm e. 1,5D = 60 mm
c. 4,2D = 168 mm

C. Perhitungan Windlass
Perhitungan ini berdasarkan pada Practical Ship Building.
a. Gaya Tarik Cable Lifter

Tugas Gambar Rencana Umum 57


0115040022

Tcl = 2,35 ( Ga + Pa x La )..... kg


Dimana: Diketahui :
Ga = berat jangkar ( kg ) Ga = 2100 kg/jangkar
d = 40 mm
Pa = berat tiap rantai jangkar (kg/m) Pa = 0,023 x d
2

La = panjang rantai jangkar yang menggantung ( m ) Pa = 0.023 x 402


Pa = 36.8 Kg
Sehingga :
La = 100 m
Tcl = 2.35 (Ga + pa * La)
Tcl = 2.35 (2100 + 36.8 x 100)
Tcl = 5799.8 Kg

b. Diameter Cable Lift


Dcl = 0,013 d ( m) Diketahui :
d = 40 mm
Dcl = 0.013 d
Dcl = 0.013 x 40
Dcl = 0.52 m

c. Torsi pada Cable Lifter


Diketahui :
cl = ( Tcl x Dcl )/( 2 x cl ) ( kg m ) Tcl = 5799.8 Kg
Dimana : Dcl = 0.52 m
cl = 0,9
cl = ( 0,9 – 0,92 )
Sehingga :
cl = ( Tcl x Dcl )/( 2 x cl )
cl = (5799.8 x 0.52)/( 2 x 0.9 )
cl = 1675.49 kgm

d. Torsi pada Poros Motor Windlass


Diketahui :
w = cl / ( Ia x a ) ( rpm )  = 0,8
dimana : Nm = 700 rpm
Va = 0,2 m/s
 = Efisiensi total ( 0,772 – 0,85 ) Ncl = ( 60 x Va ) / 0.04d
Ia = Nm/Ncl Ncl = ( 60 x 0.2 ) / 0.04 x 40
Ncl = 7.5
Nm = 523 rpm – 1165 rpm Ia = Nm/Ncl
Ia = 700 / 7.5
Ia = 93.33
Tugas Gambar Rencana Umum cl = 1675.49 kgm58
0115040022

Ncl = ( 60 x Va )/0,04d
Va = 0,2 m/s
Sehingga :
w = cl / ( Ia x a )
w = 1675.49 / (93.33x 0,8 )
w = 22.440 rpm

e. Daya Efektif Windlass


Diketahui :
Pe = (w x Nm )/716,2 ( HP ) w = 22.44 rpm
Sehingga : Nm = 700 rpm

Pe = (w x Nm )/716,2 ( HP )
Pe = (22.440x 700) / 716,2
Pe = 21.93 HP
Pe = 28.58 KW

Dari katalog dapat diperoleh mesin Windlass


Brand : Datahidrolik Instanbul (www.datahdirolik.com)
Type : DZC 12001
horizontal anchor windlasses with single or double gypsies
Specification :
Drive = AC Electric Motor (210-440V, 3 ph)
Max. cont. Pull = 9500 kg (30000W - 30 min)
Max. Pull = 12000 kg (30000W - 2 min)
Haulage speed = 12 m/min.
Gypsy for chain = 30-32-34-36-38-40-42 Stud-link
Current draw (at max. cont.pull) = 42.5A (22000W) - 55A (30000W)
Motor power = 22000W - 30000W (400V - 50hz)

Tugas Gambar Rencana Umum 59


0115040022

D. Perhitungan Volume Chain Locker


Sesuai BKI Vol II Rules for Hull Structure 2014 Section 18.E.1 bahwa volume
chain locker :
𝑙
𝑆 = 1.1 𝑑2 . 105 (𝑚3 )

Dimana :
S = volume chain locker 𝑚3
d = chain diameter
d = 40 mm
l = panjang stud link
l = 440 m
𝑙
𝑆 = 1.1 𝑥 𝑑2 𝑥 105
440
𝑆 = 1.1 𝑥 402 𝑥
105
S = 7.744 𝑚3
Direncanankan volume chain locker pada gambar (V)
V =LxBxT
V = 1,8 x 2 x 3
V = 10,8 𝑚3
E. Penentuan Tali Tambat

Tugas Gambar Rencana Umum 60


0115040022

Bahan yang dipakai untuk tali tambat terbuat dari nilon. Adapun ukuran- ukuran
yang dipakai berdasarkan data-data dari Table 18.2-Anchor, Chain Cables and
Ropes BKI Vol II Rules for Hull Structure 2014 Section 18, Register Number 119
didapatkan:
a. Jumlah = 4 buah
b. Panjang = 160 m
c. beban putus = 160 KN
Keuntungan dari tali nylon untuk tambat :
- Tidak rusak oleh air dan sedikit menyerap air
- Ringan dan dapat mengapung di permukaan air.
Dari katalog diperoleh data sebagai berikut :
Brand = Samson Pro-Set
(www.samsonropecatalogs.com)
Type = 3-Strand Pro-Set Nylon
Diameter = 28 mm
Weight = 0,506 kg/m
Average Strenght = 16.148 kgn

F. Perhitungan Mesin tambat (Capstan/Warping Winch)


Perhitungan ini berdasarkan pada Practical Ship Building.

a. Gaya pada Capstan Barrel


Twb = Pbr/6
Dimana :
Pbr = Tegangan putus dari wire ropes = 16000 kg (sesuai tabel)
Sehingga :
Twb = Pbr/6
Twb = 16000/6
Twb = 2666,67 kg

b. Momen pada Poros Capstan Barrel (Mr)


Diketahui :
Dwb = 0.4 m
Tugas Gambar Rencana Umum Twb = 2666,67 kg61
Ia = 107.3
 = 0.8
0115040022

Mr = ( Twb x Dwb )/( 2 x Ia x a ) ( kg m )


Sehingga :
Mr = (2666,67 x 0,4 )/( 2 x 107.3 x 0,8 )
Mr = 6.213 kg.m

c. Daya Efektif (Pe)


Diketahui :
Pe = ( Mr x 1000 )/975 ( HP ) Mr = 6.213kg.m
Sehingga :
Pe = (6.60142 x 1000 )/975 ( HP )
Pe = 6.372 HP
Pe = 4,751 KW
Dari katalog dapat diperoleh mesin Capstan :
Brand = Jeamar Capstan (Jeamar Winches, www.jeamar.com/capstan-
winches)
Type = VC 22000-17
Specification =
Working Load Limit Starting = 9977 kg
Working Load Limit Running = 4989 kg
Rope Speed = 5 m/min
Rope Diameter* (Spect-Set) = 32 mm
Motor = 5.7 KW
Weight = 625 Kg
Dimensions (mm)
A = 432 F = 292
B = 315 G = 32
C = 1312 H = 279
D = 582 J = 33
E = 302 K = 533

G. Perencanaan Hawse Pipe

Tugas Gambar Rencana Umum 62


0115040022

Diameter dalam hawse pipe tergantung diameter rantai jangkar = 40 mm. Diameter
hawse pipe dibagian bawah dibuat lebih besar dibandingkan diatasnya.
a. Diameter dalam hawse pipe pada geladak akil
d1 = 10,4 x d
d1 = 10,4 x 40
d1 = 416 mm
b. Diameter luar hawse pipe
d2 = d1 + 35 mm
d2 = 416 + 35
d2 = 451 mm
c. Jarak hawse pipe ke winchlass
a = 70 x d
a = 70 x 40
a = 2800 mm
d. Sudut kemiringan hawse pipe 𝛼 30o – 45o diambil 45o
e. Tebal plat
S1 = 0,7 x d = 0,7 x 40 = 28 mm
S2 = 0,6 x d = 0,6 x 40 = 24 mm
A=5xd = 5 x 40 = 200 mm
B = 3,5 x d = 3,5 x 40 = 140 mm

H. Perencanaan Bollard
Bollard yang digunakan adalah Type Vertikal. Berdasarkan beban putus sebesar
160 kN, di dapat ukuran standard dari bollard Type Vertikal adalah sebagai berikut
Brand = Ansell Jonnes (www.anselljones.com)
Type = 230
Part Number = A3.075
f = 17.0 tonne
Weight = 113 kg
Dimension (mm) :
A = 1030 E = 680
B = 350 F = 300

Tugas Gambar Rencana Umum 63


0115040022

C = 470 G = 100
D = 244 H = 120

I. Perencanaan Fairlead
Berguna untuk mengurangi adanya gesekan antara tali dengan lambung
kapal pada saat penambatan kapal. Ukuran untuk tali tarik (Tow lines) dengan
breaking load = 160 KN adalah :
Brand = SEIMI Equipements Marine (www.seimi-equipements-
marine.com)
Type = ROLLER FAIRLEAD TO WELD - 160KN
Nominal pull = 120 kN
Ø wire = 36 mm
Ø rope = 72 mm
Ø roller = 194 mm
Lenght roller = 732 mm
Opening = 320 x 170 (mm)
Dimension L x H = 1300 x 1005 mm
Weight = 835 kg

2.9. Peralatan Bongkar Muat

Tugas Gambar Rencana Umum 64


0115040022

A. Perencanaan Ambang Palkah I, II, III


Lebar ambang palkah - 0,6 x B
- 0,6 x 15 m
- 9 m direncanakan 8 m
Beban yang direncanakan : 5 Ton
Panjang Ruang Muat adalah :
RM I = 16,8 m
RM II = 21,6 m
RM III = 21,6m
Panjang ambang palkah adalah
Ambang palkah I = 7,8 m (13 jarak gading)
Ambang palkah II = 12,6 m (21 jarak gading)
Ambang palkah III = 12,6 m (21 jarak gading)

B. Perhitungan Modulus Penampang Tiang Muat (W)


W = C1 x C2 x P x F
Dimana :
P = 5 ton
C1 = 1,2
C2 = 117
F = Untuk tiang muat I pada RM I
F = 2/3 x ( 7,8 + 2,72 )
F = 7,013 cm3
F = Untuk tiang muat II pada RM II dan RM III
F = 2/3 x ( 12,6 + 2,72 )
F = 10,213 cm3
Jadi :
Harga W untuk tiang muat II
W = 1,2 x 117 x 5 x 10,213
W = 5735,621 cm3
Harga W untuk tiang muat I

Tugas Gambar Rencana Umum 65


0115040022

W = 1,2 x 117 x 4 x 7,013


W = 3938,68 cm3

C. Diameter dan Tebal Tiang Muat I

Dimana :
D = Diameter luar mast
d = diameter dalam mast : 0,96 x D
Sehingga :
3,14 𝐷 4 −(0,96− 𝐷)4
3938,68 = ( )
32 𝐷

3938,68 x 32 = 3,14 (1 – 0,96) D3


183539,866 = 0,1256 D3
3
D = √1003485,35
D = 100,116 cm
Diameter tiang muat dibagian ujung RM I
d = 0,96 x D
d = 0,96 x 100,116
d = 96,11 cm
Tebal tiang muat II (S)
𝐷−𝑑
S= 2

S = 100,116 – 96,11 / 2
S = 2,002 cm

D. Diameter dan Tebal Tiang Muat RM II dan RM III

Dimana :
D = Diameter luar mast

Tugas Gambar Rencana Umum 66


0115040022

d = diameter dalam mast : 0,96 x D


Sehingga :
3,14 𝐷 4 −(0,96− 𝐷)4
5735,621 = ( )
32 𝐷

5735,621 x 32 = 3,14 (1 – 0,96) D3


183539,866 = 0,1256 D3
D = 3√1461304,662
D = 112,943 cm
Diameter tiang muat dibagian ujung RM II dan RM III
d = 0,96 x D
d = 0,96 x 112,943
d = 108,425 cm
Tebal tiang muat II (S)
𝐷−𝑑
S= 2

S = 112,943 - 108,425 / 2
S = 2,259 cm
E. Perhitungan Derrick Crane
Panjang Derrick Crane (Lb) pada RM 1
𝐹
Cos 45o =
𝐿𝑏

Lb = 7,013
0,707

Lb = 10,04 m
Panjang Derrick Crane (Lb) pada RM II dan RM III
𝐹
Cos 45o =
𝐿𝑏
10,213
Lb =
0,707

Lb = 14,44 m

F. Perhitungan Daya Derrick Crane


Mengitung Winch Power (PE)
𝑊𝑥𝑉
Pe = 75 𝑋 60

Dimana :

Tugas Gambar Rencana Umum 67


0115040022

Pe = effective power
W = Rated load = 4500 Kg
V = Rated hoisting speed = 50m/min
Sehingga :
4500 𝑥 50
Pe = 75 𝑋 60

Pe = 50 HP
Input of motor power (Ip)
Ip = f x Pe
Dimana :
f = 1,05 s/d 1,1, direncanakan f = 1,1
Sehingga :
Ip = 1,1 x 50
Ip = 55 HP
Direncanakan Crane sesuai katalog dibawah ini
Brand = TTS Group ASA
Type = TTS Cargo Crane GPC Twin jib head with two
independently operated winches (www.ttsgroup.com)
Specification =
SWL = 5,0 T
Outreach = -19 m
Hoist Speed =20/40 m/min
Luff Time = 30 second
Slew Speed = 1,3 second
Power Requirement 40% = 75 Kw
Start = 1176 bar
Main Dimension Motor Current = 2050 x 1600 x 1420
Weight Crane = 7,3-8,1 ton

Tugas Gambar Rencana Umum 68


0115040022

G. Perencanaan Provision Crane


Provision Crane berguna untuk mengangkat barang kebutuhan ABK seperti
makanan, air tawar siap minum, dan lain lain. Provision Crane direncanakan
terletak di Boat Deck. Direncanakan sesuai katalog dibawah ini
Brand = HaoYi (www.chinaseniorsupplier.com)
Type = CQ1Z3
Certification = CE/CCC/ISO9000
Specification
Max. Lifting Moment = 8.0 Ton.M
Max. Lifting Capacity = 1000 Kg
Max. Working Radius = 8.0 M
Hydraulic Rated Pressure = 28 MPa
Hydraulic Flow = 40 L/Min
Slewing Speed = <2 R/Min
Recommended Power = 20 Kw
Installation Space = 1100 MM
Crane Self Weight = 1080 Kg

2.10. Alat Keselamatan Kapal


A. Sekoci

Tugas Gambar Rencana Umum 69


0115040022

Sekoci Penolong direncanakan menggunakan sistem meluncur (Freefall


Lifeboat) yang diletakkan di buritan pada starboard, dengan kemiringan 30o.
Persyaratan sekoci penolong sesuai SOLAS 1974 Chapter 3 : Perangkat
Pertolongan Dan Alat Pengaturnya :
a. Dilengkapi dengan tabung udara yang diletakkan dibawah tempat duduk.
b. Memiliki kelincahan dan kecepatan untuk menghindar dari tempat kecelakaan
c. Cukup kuat dan tidak berubah bentuknya saat mengapung dalam air ketika
dimuati ABK beserta perlengkapannya.
d. Stabilitas dan lambung timbul yang baik
e. Mampu diturunkan kedalam air meskipun kapal dalam kondisi miring 150
f. Perbekalan cukup untuk waktu tertentu.
g. Dilengkapi dengan peralatan navigasi, seperti kompass radio komunikasi
Berdasarkan ketentuan tersebut, maka diperoleh sekoci
Brand = Boatyard Ernst Hatecke (www.hatecke.de)
Type = Freefall-Lifeboat GFF-(T) 6.5M
Sliding Ramp Type = FFA 6.5M
Dimensions boat: (over all) = 6,57 x 2,40 x 3,24 m
Weight data : Dry cargo version
Boat empty incl. Inventory = 2990 kg
Boat recovery weight with 4 persons = 3290 kg
Max. launching weight with 22 person= 4640 kg
Davit system = abt. 4800 kg
Total weight of empty boat and sliding ramp = abt. 7790 kg

Tugas Gambar Rencana Umum 70


0115040022

B. Rakit Penolong Otomatis (Infantable Liferats)


a. Rakit kaki mempunyai daya angkut 1 orang dengan volume minimum 73 cm 3,
berat rakit 180 kg.
b. Rakit harus diberi tali-tali penolong
c. Rakit yang dikembangkan mempunyai daya angkut 24 orang, berbentuk kapal
yang dapat berkembang secara otomatis bila dilempar kelaut. Dalamnya
terdapat batteray beserta makanan yang berkalori tinggi.
Direncanakan Rakit Penolong Otomatis sesuai katalog dibawah ini
Brand = Landfall (www.landfallnavigation.com/)
Type = Revere Offshore Elite
Life Raft 45-OE8C
Capacity = 8 person Container
Wight = 88 kg
Dimensions = 34 x 25 x 13
L" x W" x H"

Tugas Gambar Rencana Umum 71


0115040022

C. Pelampung Penolong (Lifebuoy)


Persyaratan untuk pelampung penolong menurut SOLAS 1974 Chapter 3 :
Perangkat Pertolongan Dan Alat Pengaturnya :
a. Dibuat dari bahan yang ringan (gabus dan bahan semacam plastik)
b. Berbentuk lingkaran atau tapal kuda
c. Harus mampu mengapung dalam air selama 24 jam dengan beban sekurang-
kurangnya 14,5 kg besi
d. Tahan pada pengaruh minyak, berwarna menyolok dan diberi tali pegangan,
keliling pelampung dilengkapi dengan lampu yang menyala secara otomatis
serta ditempatkan pada dinding atau pagar yang mudah terlihat dan dijangkau
e. Jumlah pelampung untuk kapal dengan panjang dibawah 100 m sebanyak 8
buah
Direncanakan Lifebuoy
Brand = Shanghai Dehuan Industry Co., Ltd.
(dehuanindustry.en.alibaba.com)
Type = DH Life Buoy-006
Specification =Life Buoy With
Size = 760*460*105mm
Weight = 4.5 kg

D. Baju Penolong (Life Jacket)


Sebagai pelindung tambahan pada saat meninggalkan kapal akibat
kecelakan agar para awak dapat tergantung dalam waktu cukup lama dengan bagian
kepala tetap diatas permukaan air.
Persyaratan baju penolong :
a. Harus tersedia minimal baju penolong untuk ABK
b. Mampu mengapung diatas permukaan air selama 24 jam sebagai beban minimal
7,5 kg (tahan terhadap minyak)
c. Harus disimpan pada tempat yang strategis pada saat ada bahaya dapat mudah
diambil.
d. Harus mempunyai warna yang jelas atau dapat dilihat dengan dilengkapi peluit.
Direncanakan Baju Penolong sesuai katalog dibawah ini :

Tugas Gambar Rencana Umum 72


0115040022

Brand = Landfall (www.landfallnavigation.com/)


Type = I Adult Yoke Style
Bouyancy = 35lb equal 15 kg

E. Tanda Bahaya Dengan Signal atau Radio


Bila dengan signal dapat berupa cahaya, misal lampu menyala, asap, roket,
lampu sorot, kaca dsb. Bila berupa radio dapat berupa suara radio, misal radio
dalam sekoci, Auto Amateur Rescue Signal Transmiter dsb.
Brand = Landfall (www.landfallnavigation.com/)
Type = EPIRB (Emergency Position
Indicating Radio Beacons) ACR GlobalFIX V4

F. Pemadam Kebakaran
Sistim pemadam kebakaran dan peralatan pemadam kebakaran, diatur
sesuai dengan ketentuan yang tercantum didalam peraturan SOLAS Chapter II-Fire
Fighting. Sistem pemadam kebakaran yang dipakai ada 2 macam :
A. System Smothering
Menggunakan CO2 yang dialirkan untuk memadamkan api pada
ruang muat
B. Foam Type Fire Extinguisher
Pemadam api menggunakan busa, ditempatkan terbesar di seluruh
ruangan kapal.
Brand = Safe Fire Direct
(www.safefiredirect.co.uk/)
Type = 9 Ltr AFFF
Foam Fire Extinguisher

Tugas Gambar Rencana Umum 73


0115040022

BAB III
PENUTUP

3.1. Simpulan
Setelah menyelesaikan Tugas Rencana Umum ini dapatlah diambil
kesimpulan yang perlu diperhatikan :
a. Ruang merupakan sumber pendapatan, sehingga diusahakan kamar mesin
sekecil mungkin tetapi jangan sampai mengurangi efektifitas dari mesin,
agar didapat volume ruang muat yang lebih besar.
b. Penentuan jumlah ABK seefisien dan seefektif mungkin dengan kinerja
yang optimal pada kapal agar kebutuhan ruangan akomodasi dan keperluan
lain dapat ditekan.
c. Perencanaan Ruang Akomodasi dan ruangan lain termasuk kamar mesin
dilakukan dengan seefisien dan seefektif mungkin dengan hasil yang
optimal.
d. Pengaturan sistem yang secanggih dan seoptimal mungkin agar
mempermudah dalam pengoperasian, pemeliharaan, perbaikan, pemakaian
ruangan yang kecil dan mempersingkat waktu berthing kapal dipelabuhan
bongkar muat.
e. Dalam pemilihan Mesin Bongkar Muat dilakukan dengan
mempertimbangkan bahwa semakin lama kapal sandar dipelabuhan bongkar
muat semakin besar biaya untuk keperluan tambat kapal
3.2. Saran
Dalam pengerjaan Tugas Gambar Rencana Umum diperlukan ketelitian yang
cukup tinggi. Pertimbangan – pertimbangan selalu diperlukan guna mendapatkan
hasil yang optimal. Sehingga tercipta susunan dari Rencana Umum yang sesuai
dengan keinginan.

Tugas Gambar Rencana Umum 74


0115040022

DAFTAR PUSTAKA

_______.1949.Accommodation Convention In Geneva


_______.2014.Biro Klasifikasi Indonesia Volume II Rules Of Hull
_______.1974.International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS)
_______.1972.International Collision Regulations
Holms, A. Campbell.1904.Practical Shipbuilding
Khetagurov, M.2004.Marine Auxiliary Machinery & System

Tugas Gambar Rencana Umum 75