Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL BOOK REPORT

DISUSUN OLEH:

NAMA : ACHMAD RIZKY SYAHRIAN PURBA

NIM : 5183121025

MATA KULIAH : KEPEMIMPINAN

DOSEN PENGAMPU :

DR. YUNIARTO MUDJISUSATYO, MPD

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
DAFTAR ISI

Daftar isi………………….………………………………………………………………………………………………..1

Identitas buku…………………………………………………………………………………………………………..2

Ringkasan isi buku…………………………………………………………………………………………………….3


Bab I………….…………………………………………………………………………………………………………..3
Bab II………….………………………………………………………………………………………………………….3
Bab III……..……………………………………………………………………………………………………………...6
Bab IV………………………………………………………………………………………………………………….…8
Bab V……………………………………………………………………………………………………………………..9

Pembahasan isi buku……………………………………………………………………………………………….10

Kelebihan dan kekuranganbuku………………………………………………………………………………11

Kesimpulan………………………………………………………………………………………………….…………12

1
IDENTITAS BUKU

A. Buku Utama
- Judul : KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
- Pengarang : Noorsyamsa Djumara
- Penerbit : Jakarta LAN
- Kota terbi t : Jakarta
- Tahun Terbit : 2008
- ISBN : 979-8619-61-7

B. Buku Pembanding
- Judul : STRATEGIC LEADERSHIP
- Pengarang : Richard L. Morrill
- Penerbit : American Council on Education
- Kota terbit : United States
- Tahun Terbit : 2010
- ISBN : 978-1-60709-654-2

2
RINGKASAN ISI BUKU

BAB I PENDAHULUAN
Kata “Kepemimpinan” terjemahan dari bahasa Inggris “Leadership” yang
menurut Ensiklopedi Umum dalam tahun 1993 penerbit Yayasan Kanisius diartikan
sebagai “hubungan yang erat antara seorang dan kelompok manusia, karena ada
kepentingan yang sama”. Hubungan tersebut ditandai oleh tingkah laku yang tertuju
dan terbimbing dari pemimpin dan yang dipimpin. Berkaitan dengan hal tersebut,
maka dalam kepemimpinan tentu akan melibatkan unsur pemimpin yakni orang
yang akan mempengaruhi tingkah laku pengikutnya (influence) dan pengikut-
pengikutnya (influence) dalam situasi tertentu.

BAB II PRINSIP DASAR KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF


Kepemimpinan, menyentuh berbagai segi kehidupan manusia seperti cara hidup,
kesempatan berkarya, bertetangga, bermasyarakat bahkan bernegara. Oleh karena
itu usaha sadar untuk semakin mendalami berbagai segi kepemimpinan yang efektif
perlu dilakukan secara terus menerus. Hal ini disebabkan keberhasilan suatu
organisasi baik sebagai keseluruhan maupun sebagai kelompok dalam suatu
organisasi tertentu sangat bergantung pada mutu kepemimpinan yang terdapat
dalam organisasi yang bersangkutan.
Berikut kutipan-kutipan tentang definisi kepemiminan :
1. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam suatu
situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi, ke arah satu atau
beberapa tujuan tertentu (TANNENBAUM, Weschler dan Nassarik, 1961 halaman
24);
2. Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-
aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama (Shared Goal)
(Hemhiel and Coons, 1957 halaman 7);

Kepemimpinan dalam organisasi, halaman 1 & 7 3


3. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitasaktivitas sebuah kelompok
yang diorganisasikan ke arah pencapaian tujuan (Rauch and Behling, 1984 halaman
46);

Peran Kepemimpinan menurut H.G. Hicks dan C.R. Gullet dalam bukunya yang
berjudul Organization: Theory and Behaviors yaitu :
1) Bersikap adil

Dalam kehidupan organisasi apapun, rasa kebersamaan di antara para anggotanya


adalah mutlak. Sebab rasa kebersamaan pada hakikatnya merupakan pencerminan
dari kesepakatan antar sesama bawahan, maupun antara pemimpin dengan
bawahan, dalam mencapai tujuan organisasi. Tetapi dalam hal-hal tertentu mungkin
akan terjadi ketidaksesuaian di antara para bawahan, timbul persoalan. Apabila di
antara mereka tidak bisa memecahkan persoalan, pemimpin perlu turun tangan
untuk segera menyelesaikan. Dalam hal memecahkan persoalan hubungan di antara
bawahan, pemimpin harus adil, tidak memihak.

2) Memberikan sugesti (Suggesting)

Sugestinya bisa disebut saran atau anjuran. Dalam rangka kepemimpinan sugesti
merupakan kewibawaan atau pengaruh yang seharusnya mampu menggerakkan
hati orang lain. Dan sugesti mempunyai peranan yang sangat penting di dalam
memelihara dan membina rasa pengabdian, partisipasi dan harga diri, serta rasa
kebersamaan diantara para bawahan.

3) Mendukung tercapainya tujuan (Supplying Objevtives)

Tercapainya tujuan organisasi tidak otomatis, melainkan harus didukung oleh


adanya berbagai sumber. Oleh karena itu, agar setiap organisasi dapat efektif dalam
arti mencapai tujuan yang telah ditetapkan serta pendayagunaan sumber daya
manusia secara optimal, maka perlu disiapkan sumber pendukungnya yang
memadai, seperti: mekanisme dan tata kerja, sarana, serta sumber yang lain

Kepemimpinan dalam organisasi, halaman 13 & 14 4


4) Katalisator (Catalysing)

Secara kimiawi arti kata katalis atau katalisator ialah zat yang tidak ikut bereaksi,
tetapi mempercepat reaksi (kimia).Jadi dalam dunia kepemimpinan, seorang
pemimpin dikatakan berperan sebagai katalisator, selalu meningkatkan segala
sumber daya manusia yang ada. Berusaha memberikan reaksi yang menimbulkan
semangat dan daya kerja cepat dan semaksimal mungkin, selalu tampil sebagai
pelopor dan pembawa perubahan

5) Menciptakan rasa aman (Providing Security)

Setiap pemimpin berkewajiban menciptakan rasa aman bagi para bawahannya. Dan
fungsi ini, hanya dapat dilaksanakan apabila setiap pemimpin selalu mampu
memelihara hal-hal yang positif, sikap optimisme dalam menghadapi segala
permasalahan, sehingga dengan demikian dalam melaksanakan tugas-tugasnya
bawahan merasa aman, bebas dari segala perasaan gelisah, kekhawatiran, merasa
memperoleh jaminan keamanan dari pimpinan.

6) Sebagai wakil organisasi (Representing)

Setiap bawahan yang bekerja pada unit organisasi apapun selalu memandang atasan
atau pemimpinnya mempunyai peranan dalam segala bidang kegiatan, lebih-lebih
kepemimpinan yang menganut prinsip “keteladanan atau panutan”. Seorang
pemimpin adalah segala-galanya oleh karenanya, segala perilaku, perbuatan, dan
kata-katanya akan selalu memberikan kesan tertentu terhadap organisasinya.
Penampilan dan kesan-kesan positif seorang pemimpin akan memberikan gambaran
yang positif pula terhadap organisasi yang dipimpinnya. Dengan demikian setiap
pemimpin tidaklain juga diakui sebagai tokoh yang mewakili dalam segala hal dari
pada organisasi yang dipimpin.

Kepemimpinan dalam organisasi, halaman 13 & 14 5


7) Sumber inspirasi (Inspiring)

Seorang pemimpin pada hakekatnya adalah sumber semangat bagi para


bawahannya. Oleh karena itu, setiap pemimpin harus selalu dapat membangkitkan
semangat para bawahan, sehingga para bawahan menerima dan memahami tujuan
organisasi secara antusias, dan bekerja secara efektif ke arah tercapainya tujuan
organisasi.

8) Bersikap menghargai (Praising)

Setiap orang pada dasarnya menghendaki adanya pengakuan dan penghargaan dari
orang lain. Demikian pula setiap bawahan dalam suatu organisasi memerlukan
adanya pengakuan dan penghargaan dari atasannya. Oleh karena itu, menjadi
kewajiban pemimpin harus mau memberikan penghargaan atau pengakuan dalam
bentuk apapun kepada bawahannya.

BAB III PENDEKATAN GAYA KEPEMIMPINAN

Pendekatan gaya kepemimpinan oleh para ahli diklasifikasikan pada pendekatan


klasik dan pendekatan modern, termasuk di dalamnya adalah gaya kepemimpinan
dalam era perubahan. Pendekatan kepemimpinan tersebut dibahas di dalam uraian
lebih lanjut:

A. Pendekatan Teori Sifat (Traits Theory) Pendekatan teori ini lebih menekankan
pada atribut-atribut/ciriciri pribadi yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Teori ini
bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan
oleh sifat-sifat atau watak, kualitas pribadi yang dimiliki oleh seorang pemimpin.
Kualitas tersebut menyangkut aspek fisik dan psikis. Beberapa contoh kualitas
pribadi tersebut diantaranya kondisi seseorang dengan variabel sifat kepribadian
seperti inisiatif, ketekunan, semangat, tanggung jawab, kewibawaan dan sebagainya.
Adapun aspek fisik di antaranya adalah tinggi badan, penampilan, tingkat energi dan

Kepemimpinan dalam organisasi, halaman 14 & 25 6


lain sebagainya. Contoh lain yang berkaitan dengan sifat-sifat pemimpin tersebut
adalah seperti yang diungkapkan oleh Stogdill sebagai berikut:

1. Capacity yang meliputi kecerdasan, kewaspadaan, kemampuan berbicara,


originality dan judgement;

2. Achievement seperti gelar kesarjanaan, pengetahuan dan keberhasilan dalam olah


raga;
3. Responsibility;
4. Participation yang meliputi aktif, kemampuan bergaul, kerjasama dan mudah
menyesuaikan diri;
5. Status seperti kedudukan sosial, ekonomi, ketenaran

B. Pendekatan Perilaku (Behaviour Theory)

Teori ini dikembangkan mulai awal tahun 50-an, akibat ketidak puasan dari teori
sifat. Teori ini lebih menitikberatkan pada keberhasilan seorang pemimpin
dipengaruhi oleh perilaku seorang pemimpin. Hal ini disebabkan karena pada
dasarnya kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan seseorang
atau kelompok dalam usahanya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
(Wahyo Sumidjo, Dasar-dasar Kepemimpinan dan Manajemen)

C.Pendekatan Situasional
Pendekatan teori ini lahir karena teori sifat dan pendekatan perilaku tidak banyak
memberikan jawaban dalam gaya kepemimpinan. Mengapa demikian? Karena
keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang
berasal dari dirinya, namun juga variabel-variabel lain, di antaranya adalah visi dan
misi organisasi, sifat pekerjaan, lingkungan organisasi serta karakteristik individu
yang terlibat dalam organisasi. Pendekatan ini memberikan arti yang cukup banyak
bagi pemimpin dalam prakteknya, yaitu dengan memasukan pertimbangan situasi
secara keseluruhan dalam rancangan kegiatan.

Kepemimpinan dalam organisasi, halaman 26 & 37 7


BAB IV KECERDASAN DAN EMOSIONAL

A. Pengertian dan Kegunaan Emosi

Emosi berasal dari bahasa Latin “movere” yang berarti menggerakkan, bergerak
ditambah awalan-me untuk member arti “bergerak menjauh”, menyiratkan bahwa
kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Sedangkan menurut
Oxford English Dictionary yang dimaksud dengan emosi adalah “setiap kegiatan atau
pengolahan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-
luap”. Sedangkan menurut Prof DR Sarlito Wirawan Sarwono mengatakan bahwa
yang disebut dengan emosi adalah sisi lain dari kepribadian yang diwujudkan dalam
perasaan/affect yang positif maupun negatif dan ditampilkan dalam berbagai
perilaku seperti senyum, tawa, teriak, tangis, agresi dan lain sebagainya. Menurut
Descrates tahun l596-l650 mengatakan bahwa pada dasarnya dalam diri setiap
manusia terdapat 6 (enam) emosi dasar yaitu :
1. Joy (senang);
2. Sorrow( sedih);
3. Love (Cinta);
4. Desire (hasrat);
5. Rage (marah);
6. Wonder ( kagum).

B. Ciri Pemimpin Yang Cerdas Secara Emosi

1. Mampu menyadari dirinya sendiri termasuk di dalamnya mampu


mengidentifikasi diri dan efeknya, menilai diri sendiri secara teliti termasuk
kekuatan dan kelemahan dirinya serta percaya kepada dirinya sendiri dalam arti
memiliki harga diri dan kemampuan diri.
2. Mampu mengendalikan diri Pemimpin tipe ini harus mampu mengelola
emosinya secara efektif, memiliki kejujuran dan integritas yang tinggi, bertanggung
jawab, mampu melakukan adaptasi dengan baik serta terbuka terhadap hal-hal yang
baru.

Kepemimpinan dalam organisasi, halaman 60 & 61 8


3. Memotivasi diri dengan efektif Memiliki kebutuhan akan berprestasi yang
tinggi (Needs Achievement), ingin menjadi yang terbaik, komitmen pada sasaran
kelompok dan organisasi, berinisiatif dan selalu memanfaatkan kesempatan serta
selalu “optimis”.
4. Memiliki kepekaan terhadap orang lain Seorang pemimpin harus mampu (1).
memahami orang lain baik perilaku, perasaan, pandangan serta potensi yang
dimiliki oleh anak buahnya serta mampu memberdayakan secara maksimal; (2).
berorientasi pada pelayanan dalam artian mampu mengantisipasi, mengenali dan
berusaha memenuhi kebutuhan orang lain; (3). mengembangkan orang lain yakni
sadar akan kebutuhan orang lain dan mengusahakannya; (4). mampu mengatasi
keragaman serta (5). kesadaran politis yakni mampu membaca arus emosi
kelompok dan kekuasaan.
5. Memiliki keterampilan social Seorang pemimpin perlu memiliki kecakapan
membina hubungan dengan orang lain. Kecerdasan emosi yang diperlukan adalah
mampu memberikan persuasi, komunikasi jelas dan meyakinkan, mampu
membangkitkan inspirasi kelompok dan orang lain, katalisator perubahan, mampu
mengelola konflik, melakukan kolaborasi dan bersinergi.

BAB 5 PENUTUP

Kepemimpinan dalam organisasi, halaman 61 & 62 9


PEMBAHASAN ISI BUKU

A. Buku Kepemimpinan dalam organisasi


Pada buku ini sudah cukup lengkap menurut saya, walaupun hanya terdiri dari 5 bab
(1 bab penutup). Pembahasannya di jabarkan dengan lengkap dan kata-katanya
mudah dipahami juga gaya bahasa yang digunakan mudah dimengerti. Dalam buku
ini diajarkan bagaimana menjadi pemimpin yang baik, dengan menjabarkan peran
pemimpin, gaya kepemimpinan dan pemimpin yang cerdas. Pada buku ini dijelaskan
bahwa “Kepemimpinan merupakan inti dari manajemen. Ini berarti bahwa
manajemen akan berhasil dengan baik apabila seorang pemimpin mampu
melaksanakan tugas dan peranannya secara baik. Di samping itu juga menerapkan
kepemimpinan berprinsip. Kepemimpinan berprinsip adalah suatu gagasan
alternatif yang ditawarkan kepada para pemimpin untuk mengatasi
problemproblem manajerial.”

B. Buku Strategic Leadership


Pada buku ini sangat lengkap pembahasannya, karna menyangkut soal fenomena
kepemimpinan, visi dan misi kepemimpinan, membuat dan mengatur sebuah
srategi, strategis dari program ekonomis dan keuangan sampai konflik dan masalah
pada kepemimpinan. Buku ini terdiri dari 13 chapter yang masing-masing chapter
menyajikan materi yang kompleks. Buku ini ditujukan untuk menciptakan
karakteristik yang berkualitas pada seorang pemimpin. Seperti pada kutipan
“Leaders in any walk of life will only be able to lead their colleagues if
they have a mastery of the intellectual and practical tools of their trade, whether
they work on Main Street or Wall Street, in a courtroom or a classroom” yang artinya
Pemimpin di setiap jalan kehidupan hanya akan dapat memimpin rekan-rekan
mereka jika mereka memiliki penguasaan intelektual dan praktis dari perdagangan
mereka, baik mereka bekerja di Main Street atau Wall Street (sebuah tempat dengan
yang di sebut pusat keuangan dunia), di ruang sidang atau ruang kelas.

Strategic leadership, halaman 17 & Kepemimpinan dalam organisasi halaman 23 10


KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU

A. Kelebihan buku
Pada buku Kepemimpinan Dalam Organisasi, menggunakan bahasa yang mudah
dipaham dan tidak berbilit-belit, isi buku ini banyak memaparkan pendapat –
pendapa ahli & terdapat kesimpulan disetiap akhir bab, yang memudahkan pembaca
untuk lebih memahami isi bab tersebut.

Pada buku Strategic Leadership, susunan kalimatnya sangat bagus dan enak untuk
di lihat serta pembagian dan isi bab nya sudah sangat rinci dan lengkap

B. Kekurangan buku
Pada buku Kepemimpinan Dalam Organisasi, penggunaan huruf nya terkesan
membosankan dan banyak menggunakan kalimat bercetak miring yang sulit untuk
dibaca

Pada buku Strategic Leadership, Menggunakan bahasa inggris yang membuat


kebanyakan orang sulit memahaminya dan banyak menggunakan kata yang sulit
dimengerti

11
KESIMPULAN

Kepemimpinan adalah kegiatan untuk memimpin aktivitas orang lain dalam sebuah
organisasi atau kelompok agar dapat mencapai suatu tujuan bersama. Seorang pemimpin
haruslah mampu mengatur, memantau dan membimbing orang-orang yang ia pimpin.
Seorang pemimpin yang cerdas bukanlah suatu jaminan untuk memimpin suatu unit
organisasi yang efektif dan efisien, karena seorang pemimpin selain memiliki pengetahuan
dan keterampilan untuk memimpin juga dituntut berperilaku sebagai panutan dan
tauladan bagi bawahannya. Kepemimpinan berprinsip mempunyai ciri-ciri yang
berorientasi kepada pembangunan dan kebersamaan. Orientasi pembangunan diterapkan
ke dalam pembangunan diri dan kelompok yang diwujudkan dalam bentuk selalu belajar,
memperbaiki karakter dan mengarahkan visi ke depan. Sementara orientasi kebersamaan
diwujudkan dalam sikap toleransi, sinergi dan pelibatan staf dan karyawan maupun mitra
kerja di dalam pemecahan masalah-masalah yang ada.

12