Anda di halaman 1dari 2

Jepara, 4 Maret 2015

Indomaret gencar berekspansi cabang sebanyaknya di daerah daerah, tanpa pedulikan regulasi dan
norma peraturan perundangan. Modusnya ialah buka dulu sebelum mendapatkan ijin, sosialisasi
dilakukan sendiri door to door bergerilya ke warga sekitar, beberapa syarat formil dalam Perda
Permendag dan Perpres tidak dihiraukan

Di Jepara, Jawa tengah, sejak 28 Feb 2015 Indomaret di Jl raya Soekarno Hatta-Tahunan KM 4,
membuka cabang baru minimarket sebelum mendapat ijin operasional IUTM dari dinas BPMPPT Kab
Jepara.

Sedangkan ijin masih dalam pengajuan, di tahap proses ijin HO dan IMB ke dinas yantap BPMPPT,
selanjutnya untuk memenuhi persyaratan masih diperlukan musyawarah warga pemilik
warung/toko kios usaha sejenis yang telah ada sebelumnya, disekitar lokasi toko minimarket
Indomaret tsb. untuk mendapat persetujuan atau tidak keberatan dari pemilik kios tradisional itu.
halmana sosialisasi ini adalah bagian dari kewajiban dari Indomaret, yang merupakan bagian tahap
dari proses analisa dampak ekonomi dan sosial, yang wajib dilakukan tim teknis dinas terkait untuk
beri risalah rekomendasi kepada yantap BPMPPT sebelum ijin disetujui untuk diberikan.

Regulasi daerah JEPARA yang mengatur persyaratan perijinan toko modern adalah PERDA no 3 thn
2010 dan Perbup No 3 thn 2011. yang mengatur a.l: wajib perhitungkan kondisi sosial ekonomi
masyarakat UMKM di sekitar {Psl 6 a ). Ketahanan dan dampak negatip atas jarak indomaret dengan
toko/warung UMKM sekitarnya (Psl 10) Jarak tempat usaha minimal 500 m dari Usaha Kecil Sejenis
yang telah ada. (Psl 12) juga Kewajiban indomaret mentaati ketentuan izin operasional dan
peraturan perundangan yang berlaku. (PERDA, PERBUP, PERMENDAG, PERPRES ).

Atas pelanggaran Indomaret yang sudah beroperasi sebelum dapat ijin IUTM, maka Satpol PP
membuat surat teguran, bahwa mulai sejak 5 Mar Indomaret diminta untuk menutup dulu. sampai
izin sudah didapat. Namun peringatan ini idak dihiraukan, Indomaret tetap beroperasi hingga
sekarang. suatu sikap meremehkan terhadap dinas Satpol PP Khususnya dan Pemerintah Daerah
Kabupaten pada umumnya. Hal yang sama juga dilakukan indomaret diberbagai daerah lain.
melecehkan regulasi, melakukan operasional ilegal. indikasi ini merupakan suau kesengajaan atau
Modus dari Indomaret dalam melakukan kegiatan ekspansi bisnisnya, dengan gunakan segala cara
termasuk hal ilegal. khususnya dalam hal perolehan izin IUTM

Pelanggaran indomaret ini sbb:

1.

2. Tidak melakukan musyawarah dengan warga pemilik Usaha Kecil Sejenis di sekitar secara
formal dan normatip.

3. Melanggar Perda dan Perbup prihal Jarak Tempat Usaha tidak boleh kurang dari 500 m dari
warung toko usaha kecil sejenis yang sudah ada.

4. Sudah beroperasi atau berjualan walau belum mendapat izin.

5. Mengacuhkan teguran Satpol PP agar tidak beroperasi, tetap buka beroperasi.


Dengan unsur unsur pelanggaran dan kesengajaan tersebut, seharusnya aparat dinas dan pejabat
Pemda sudah lakukan penindakan tegas dan sanksi terhadap Indomaret, namun ada kesan bahwa
para staf dari dinas: indagkop, yantap BPMPPT dan Satpol PP dll nampak enggan dan lamban untuk
lakukan penindakan. halmana berindikasi tafsiran akan adamya kemungkinan praktik KKN oleh
Oknum oknum di aparat dinas maupun pejabat Pemda. Jika pembiaran ini masih berlangsung, maka
perlu kiranya tipikor Polisi dan kejaksaan mulai investigasi lakukan penyelidikan dan Pulbaket atas
pelanggaran Perda dan modus kejahatan ekonomi kepada usaha kecil rakyat warung/toko
tradisional ini (monopoli dan persaingan tidak sehat).

Sanksi atas pelanggaran Perda ini terhadap pelaku usaha/pemohon izin, ialah Pidana 3 bulan penjara
atau denda 50 Juta. juga pembekuan dan pencabuan izin (Psl 35, Psl 36 dalam PERDA N0 3 Thn
2010).

Ditambah Sanksi Pidana lain atas perbuatan kesengajaan melalaikan dan selewengkan wewenang
jabatan. melakukan pengkondisian dan kesengajaan atas perbuatan ilegal dalam kerangka suatu
rencana kejahatan ekonomi persaingan tidak-sehat ataupun monopoli-pasar retail kepada usaha
kecil rakyat UKR dan UMKM.

Sebagaimana Mentri pedagangan baru baru ini umumkan bahwa akan dirancang peraturan untuk
membatasi ekspansi Indomaret dan minimarket lainnya sesuai Perpres 112. seharusnya aparat
pejabat daerah tanggap dan menindak lanjuti dan menyikapi dengan seksama. Adanya dibuat Perda
itu untuk kepedulian kepada wong-cilik. slogan ekonomi Pro-Rakyat hendaknya dilakukan secara
konsekwen. Tujuan Perda adalah untuk pengendalian, penataan dan pengawasan minimarket toko
modern. bukan melulu hal pengaturan perizinan saja.