Anda di halaman 1dari 16

A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN

1)

Home Industri

Permen adalah produk pangan yang banyak digemari. Permen atau kembang gula merupakan produk sejenis gula-gula (confectionary) yang dibuat dengan mendidihkan campuran gula dan air bersama dengan bahan perwarna dan pemberi rasa sampai mencapai kadar air kira-kira 3% . Menurut SII (Standar Industri Indonesia), permen atau kembang gula adalah jenis makanan selingan berbentuk padat dari gula atau pemanis lainnya atau campuran gula dengan pemanis lain, dengan atau tanpa pembuatan bahan makanan lain yang lazim dan bahan makanan yang diijinkan. Produk confectionary adalah suatu produk bahan makanan semi basah yang mempunyai kadar gula tinggi seperti permen dan coklat, mempunyai beberapa bahan selain gula untuk memodifikasi produknya seperti susu, putih telur, gum, lemak pada buah-buahan, emulsifier, flavour, kacang, coklat dan lainlain. Semuanya merupakan bahan pelengkap untuk mencirikan tipe permen dan beberapa bahan lain secara khusus ditambahkan untuk memengaruhi sifat kimia dan fisika gula selama proses pembuatan permen. Prinsip pembuatan permen adalah pemanasan untuk menguapkan kelebihan air yang ditambahkan. Faktor yang harus diperhatikan dalam pembuatan permen adalah lama waktu memasak adonan yang akan menentukan banyaknya air yang diuapkan untuk mendapatkan konsistensi produk yang diinginkan. Faktor utama yang

menentukan konsistensi produk akhir adalah konsentrasi gula dalam adonan.

2)

Pasar

Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang

dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada satu dari dua belah pihak.

Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan.

Terdapat banyak jemis-jenis pasar, salah satu diantaranya adalah pasar tradisional. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.

Kebanyakan pasar tradisional menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan- bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang- barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat dengan permukiman warga agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Pasar tradisional masuk kedalam kelompok pasar persaingan sempurna.

Selain itu, terdapat juga pasar yang lebih modern di era globalisasi ini. Seperti pasar swalayan. Semakin berkembangnya teknologi juga membuat manusia untuk menciptakan kembali berbagai jenis pasar. Namun pasar tradisional dan pasar swalayan mempunyai perbedaan. Dalam pasar swalayan tidak terjadi tawar menawar, karena harga dari suatu barang telah ditentukan.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, kami akan melakukan observasi langsung di lapangan ke beberapa macam lokasi pasar yang terletak di sekitar Denpasar

dan Badung, untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana bentuk-bentuk nyata dari beberapa jenis pasar serta ciri-ciri dari pasar tersebut.

  • B. RUMUSAN MASALAH

    • a) Home Industri

      • 1. Bagaimana latar belakang pendirian usaha di perusahaan “SERBA SUSU”?

      • 2. Bagaimana jenis usaha yang digeluti di perusahaan “SERBA SUSU”?

      • 3. Bagaimana struktur organisasi di perusahaan “SERBA SUSU”?

      • 4. Berapa tenaga kerja di perusahaan “SERBA SUSU” dan bagaimana sistem pengupahannya?

      • 5. Bagaimana proses produksi di permen susu di perusahaan “SERBA SUSU”?

      • 6. Bagaimana diagram alir permen susu?

      • 7. Bagaimana promosi di perusahaan “SERBA SUSU”?

      • 8. Apa saja hambatan yang dialami oleh perusahaan “SERBA SUSU’? Baik pada saat produksi maupun distribusi?

  • b) Pasar

    • 1. Bagaimana kondisi pasar tradisional dan pasar modern saat ini?

    • 2. Apakah faktor yang menyebabkan masyarakat lebih memilih berbelanja di pasar modern dibandingkan di pasar tradisional?

    • 3. Apa perbedaan antara pasar modern dan pasar tradisional?

  • C. MAKSUD DAN TUJUAN

    • a) Home indutri

      • 1. Untuk jenis usaha yang ditekuni Bu Lusi

      • 2. Untuk mengetahui bagaimana pembuatan permen susu

      • 3. Untuk mengetahui proses pemasaran

  • b) Pasar Untuk mengetahui perbedaan-perbedaan pasar tradisional dan pasar modern, juga mengetahui mengetahui alasan alasan masyarakat atau pendapat masyarakat tentang pasar modern dan pasar tradisional di Kota Madya Bandung bagian Barat.

    • D. MANFAAT KEGIATAN

      • a) Home Industri

    Manfaat dari kegiatan observasi ini yaitu menambah wawasan mahasiswa/i tentang dunia luar khususnya dalam bidang usaha atau industri olahan pangan, mulai dari jenis

    barang yang dihasilkan, proses pembuatan, dan pemasarannya.

    • b) Pasar

    Mengetahui perbedaan-perbedaan pasar tradisional dan pasar modern saat ini, juga mengetahui pendapat dari masyarakat tentang pasar tradisional dan pasar modern serta faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat memilih salah satu pasar tersebut.

    • E. LOKASI OBSERVASI

      • a) Home Industri Serba Susu : Jl. Kayuambon Dalam No.7, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391

      • b) Pasar

        • A. Pasar Modern

          • 1. Borma Toserba Setiabudi Alamat: Jl. DR. Setiabudhi No.148-152, Hegarmanah, Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141

          • 2. Griya Setiabudi Alamat: Jl. DR. Setiabudi No. 170L, Hegarmanah, Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141

      • B. Pasar Tradisional

        • 1. Pasar Inpres Gegerkaong Alamat: Jl. Gegerkalong Tengah No. 35A, Gegerkalong, Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40153

        • 2. Pasar Cibogo Alamat: Sukawarna, Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat 4016

    • 1. Home Industri

    BAB II PEMBAHASAN

    • A. Latar Belakang Alasan Pendirian Perusahaan Berdiri pada tanggal 28 Agustus 2009, Ibu Lusi sebagai pendiri awal bekerja sebagai peternak sapi pada tahun 2001 dan hasil susunya disetorkan ke koperasi denan harga masih sekitar Rp. 4000 Rp. 5000 / Litter dan dilihat dari dari hal itu Bu Susi perihatin dengan para peternak di sekitaran rumah Bu Lusi, ternyata apa yang dihasilkan yang telah disetorkan ke koperasi berupa susu murni itu sebenarnya tidak sesuai dengan operasional yang di keluarkan oleh peternak sapi. Dari hal itu Bu Lusi perihatin dan berusaha mengadakan pelatihan buat peternak sapi supaya selain memeras susu dan di setorkan ke koperasi bisa diolah sendiri dan dipasarkan.

    • B. JENIS USAHA

    Usaha yang dikembangkan oleh Bu Lusi bergerak pada bidang usaha pangan jadi (sudah bisa dimakan/matang). Jenis usaha yang sudah siap dikonsumsi langsung oleh konsumen.

    • C. Struktur organisasi

    Struktur organisasi yang terdapat di pabrik “Serba Susu” merupakan struktur

    organisasi kekeluargaan. Yaitu Ibu Lusi sebagai Direktur Utama

    Suaminya sebagai Manger Produksi

    • D. Tenaga kerja dan sistem pengupahan

    Tenaga kerja yang terdapat di pabrik ini sebanyak 32 orang dan semuanya pegawai tetap. Untuk pengupahan karyawan dibayarkan setiap bedasarkan tugas kerja yang dilakukan atau perproduksi.

    F. Pembuatan Permen Susu

    • a) Peralatan dan Bahan yang digunakan Alat:

      • Kuali atau Wajan atau Penggorengan

      • Sutil kayu atau Pengaduk kayu

      • Pemanas

      • Cetakan

      • Timbangan

    Bahan-bahan: (misal untuk 0,5 kg permen)

    • susu segar : 2 liter

    • gula pasir sekitar 20% : 400 gram

    • agar-agar : 1 gram

    • b) Prosedur Pembuatan Permen Susu

      • Menguapkan air susu dengan memanaskan susu sampai volume tinggal setengah bagian

      • Mendinginkan adonan / hangat

      • Menambahkan agar-agar, gula pasir

      • Mengentalkan adonan dengan memanaskan

      • Menuang adonan permen kedalam cetakan

      • Biarkan suhu adonan permen sampai hangat

      • Mencetak permen

      • Mengemas permen setelah dingin

    G. DIAGRAM ALIR

    G. DIAGRAM ALIR HASIL OBSERVASI PABRIK PERMEN “SERBA SUSU” DAN KUNJUNGAN PASAR MODERN DAN TRADISIONAL 7
    G. DIAGRAM ALIR HASIL OBSERVASI PABRIK PERMEN “SERBA SUSU” DAN KUNJUNGAN PASAR MODERN DAN TRADISIONAL 7
    G. DIAGRAM ALIR HASIL OBSERVASI PABRIK PERMEN “SERBA SUSU” DAN KUNJUNGAN PASAR MODERN DAN TRADISIONAL 7
    G. DIAGRAM ALIR HASIL OBSERVASI PABRIK PERMEN “SERBA SUSU” DAN KUNJUNGAN PASAR MODERN DAN TRADISIONAL 7
    G. DIAGRAM ALIR HASIL OBSERVASI PABRIK PERMEN “SERBA SUSU” DAN KUNJUNGAN PASAR MODERN DAN TRADISIONAL 7
    G. DIAGRAM ALIR HASIL OBSERVASI PABRIK PERMEN “SERBA SUSU” DAN KUNJUNGAN PASAR MODERN DAN TRADISIONAL 7
    G. DIAGRAM ALIR HASIL OBSERVASI PABRIK PERMEN “SERBA SUSU” DAN KUNJUNGAN PASAR MODERN DAN TRADISIONAL 7
    G. DIAGRAM ALIR HASIL OBSERVASI PABRIK PERMEN “SERBA SUSU” DAN KUNJUNGAN PASAR MODERN DAN TRADISIONAL 7
    • H. Promosi

    Pemasaran hasil produksi yang ada di pabrik “Serba Susu” dipasarkan melalui

    Outlet yang didirikan di beberapa rest area, dipasarkan juga di Tokopedia dan Blibli.com

    dan kejasama dengan IO. Promosi utama yang paling efektif yaitu dari mulut ke mulut

    tentang cita rasa dari perusahaan “Serba Susu”

    • I. Hambatan yang dialami oleh perusahaan “SERBA SUSU’ Kendala atau masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan “Seba Susu” dalam proses pengeriman barang ke outlet dan susu yang mau diolah

    2. Pasar

    • A. Kondisi Pasar Modern dan Tradisonal Untuk seorang konsumen membeli barang dengan tingkat harga yang lebih rendah adalah hal paling dicari, apalagi dengan kondisi ekonomi masyarakat menengah kebawah. Dijaman sekarang ini sudah banyak pasar modern yang menyediakan barang dengan harga murah serta fasilitas kenyamanan dalam belanja. Mungkin banyak orang yang senang dengan hal ini, tetapi bagaimana ya kondisi pasar tradisional yang ada di Indonesia sekarang ini. Mungkin jika anda pergi kesebuah pasar tradisional anda akan lebih bisa mendapatkan barang barang kebutuhan dengan harga yang lebih murah, seperti sayur atau ikan misalnya, biasanya selalu baru dan segar, mungkin fasilitasnya yang kurang. Biasanya jika berbelanja dipasar modern anda tidak perlu kepanasan, dan produk yang disajikan biasanya telah tertata rapi, apalagi jika diberikan discount khusus, biasanya konsumen akan senang untuk membelinya.

    Pasar Modern kini telah banyak kita jumpai, hinggan kekota kecilpun kini telah ada, ya karena perkembangan jaman yang semakin cepat tentunya, tetapi sebenarnya kita juga perlu tetap melestarika pasar tradisional. Karena itu juga menyangkut kondisi ekonomi masyarakat Indonesia yang ada ditingkat menengah kebawah.Sebenarnya semua tergantung konsumen itu sendiri, dimana mereka ingin berbelanja.

    1) PASAR MODERN

    Menurut sifat/wujud barang yang diperjualbelikan Pasar modern termasuk pasar konkret/nyata, karena pasar modern memenuhi beberapa syarat pasar konkret, yaitu : barang yang diperjualbelikan nyata (dapat dilihat dan diraba), penjual dan pembeli dapat bertemu secara langsung, sistem pembayaran dilakukan secara cash and curry (tunai), dan barang yang kita beli dapat kita ambil pada saat itu juga.

    Menurut barang yang diperjualbelikan Pasar modern termasuk pasar barang konsumsi (pasar output), karena pasar modern merupakan pasar yang menjual barang barang yang dapat dikonsumsi secara langsung.

    Menurut sifat pembentukan harga Pasar modern tergolong pasar monopoli, karena harga harga produk pada pasar modern ditentukan oleh satu orang penjual dan pasar modern memiliki pembeli yang banyak.

    Menurut bentuk/struktur pasar Pasar modern tergolong pasar persaingan tidak sempurna, karena pasar modern memenuhi beberapa syarat pasar persaingan tidak sempurna, yaitu :

    jumlah penjual lebih sedikit dibanding jumlah pembeli, penjual dapat menentukan harga pasar dengan bebas, ada hambatan dalam memasuki pasar, barang yang diperjualbelikan bersifat heterogen (beraneka ragam), pembeli dan penjual tidak memiliki kebebasan untuk melakukan interaksi, serta pembeli dan penjual tidak mengetahui keadaan pasar dengan baik. Pasar modern pun terbuka setiap hari terkecuali pada hari libur atau hari tertentu, pasar modern akan terbuka hanya dalam waktu tertentu saja. Pasar modern juga dapat didatangi oleh berbagai kalangan darimanapun.

    • a. Kelebihan dan Kekurangan Pasar Modern Kelebihan pasar modern cukup jelas, mereka memiliki banyak keunggulan yaitu nyaman, bersih serta terjamin. Dan tiga hal tersebut yang membuat para konsumen mau membeli ke pasar modern. Terdapat AC,

    1) PASAR MODERN  Menurut sifat/wujud barang yang diperjualbelikan Pasar modern termasuk pasar konkret/nyata, karena pasar

    HASIL OBSERVASI PABRIK PERMEN “SERBA SUSU” DAN KUNJUNGAN

    PASAR MODERN DAN TRADISIONAL

    9

    bersih, nyaman mempunyai peranan penting bagi pasar modern, dan ketiga komponen tadi menjadi andalan dari pasar modern dan hal tersebut tidak dimiliki oleh pasar tradisional. Bahkan apabila kita melihat, tidak ada kelemahan dari pasar modern ini. Mungkin kelemahannya hanya di praktik jual belinya dimana konsumen tidak bisa menawar harga barang yang hendak dibelinya.

    2) PASAR TRADISIONAL

    Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar menawar yang terjadi. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari hari seperti bahan bahan makanan berupa ikan, buah, sayur sayuran, telur, daging, kain, pakaian, barang elektronik, jasa dan lain-lain. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan dan perkampungan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Sisi negatif dari pasar tradisional adalah keadaannya yang cenderung kotor dan kumuh sehingga banyak orang yang segan berbelanja disana.

    • a) Kelebihan dan Kekurangan Pasar Tradisional

    Pasar tradisional merupakan pasar yang memiliki keunggulan bersaing alamiah yang tidak miliki secara langsung oleh pasar modern. Keunggulan yang dimiliki pasar tradisional adalah lokasi yang strategis, area penjualan yang luas, keragaman barang yang lengkap, harga yang rendah, serta sistem tawar menawar yang menunjukkan sikap keakraban antara penjual dan pembeli. Selain keunggulan tersebut, pasar tradisional juga merupakan salah satu pendongkrak perekonomian kalangan menengah ke bawah, dan itu jelas memberikan efek yang baik bagi negara. Pasar tradisional memiliki kelemahan yang sangat urgen ialah pada kumuh dan kotornya lokasi pasar. Bukan hanya itu saja, banyaknya produk yang mayoritas diperjual belikan oleh oknum pedagang yang tidak bertanggung jawab itu menggunakan bahan kimia yang tidak seharusnya dipakai, dan praktek seperti itu marak sekali terjdai di pasar tradisional. Bukan hanya itu saja, cara

    pengemasan di pasar tradisional juga membuatnya kurang dilirik konsumen, bahkan makin hari bukannya semakin bagus akan tetapi malah semakin memburuk kondisinya. Dan jelas hal seperti itu cukup membahayakan keberadaan pasar tradisional.

    • Hal-hal yang membedakan pasar tradisional dan modern adalah sebagai berikut :

    Harga Barang

    Barang-barang yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern memiliki perbedaan harga yang cukup signifikan. Harga suatu barang di pasar tradisional bahkan bisa sepertiga dari harga barang yang sama yang dijual di supermarket, terutama untuk produk-produk segar seperti sayur-mayur serta bumbu-bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, merica, cabai merah, cabai rawit, dan lain sebagainya. Tawar menawar

    Berbelanja di pasar tradisional memungkinkan pembeli untuk menawar harga barang-barang hingga mencapai kesepakatan dengan pedagang. Jika cukup pintar menawar, seseorang bisa mendapatkan barang dengan harga yang jauh lebih murah. Sedangkan di pasar modern, pembeli tidak mungkin melakukan tawar menawar karena semua barang telah diberi harga pas. Diskon

    Untuk urusan diskon, sejumlah supermarket memang sering memberikan berbagai penawaran yang menggiurkan. Akan tetapi, perlu diperhatikan apakah hal tersebut merupakan rayuan terselubung (gimmick) agar pembeli bersikap lebih konsumtif. Tak jarang, orang menjadi lapar mata ketika berbelanja di supermarket dan tergoda membeli barang-barang yang tidak mereka butuhkan. Kesegaran produk Untuk produk-produk segar seperti daging, ikan, sayur-mayur, telur, dan lain sebagainya, pasar tradisional biasanya menyajikan produk yang jauh lebih segar ketimbang supermarket, karena belum ditambahkan zat pengawet. Logikanya, pedagang di pasar tradisional memiliki dana yang cukup terbatas sehingga hanya mampu membeli pasokan barang dengan jumlah tidak terlalu banyak. Dengan demikian, produk-produk yang dijual pun lebih terjaga kesegarannya.

    Tempat Yang membuat para konsumen senang berbelanja ke pasar modern adalah mereka memiliki banyak keunggulan yakni tempat yang nyaman, bersih serta terjamin, serta mempunyai gengsi yang tinggi menjadi andalan dari pasar modern, dan hal itu tidak dimiliki oleh pasar tradisional.

    • a) Kesimpulan

    BAB III

    PENUTUP

    Dari hasil obsevasi kami ke pabrik serba susu dan kunjungan ke pasar Modern & Tradisional , dapat disimpulkan bahwa dari pabrik serba susu dengan produk permen susu, dan produk lain nya yang berbahan dasar dari susu yang diolah menjadi berbagai macam jenis makanan dan minuman siap konsumsi.

    Dari hasil observasi kami ke pasar tradsional dan pasar modern dapat disimpulkan bahwa terdapat kekurangan dan kelebihan , diantaranya pada pasar Tradsional keadaan pasar nya masi kurang kerawat dan kumuh ,namun harganya juga barang jualan nya mrah dan segar , sedangkan pada pasar modern keadaan nya baik terawat, juga besih sehingga menarik ,namun harga dan barang yang dijual mahal dan kuramg segar .

    • b) Saran

      • 1. Home Industri

    Agar kelangsungan usaha Serba Susu berjalan dengan baik perlu adanya kesadaran dan disiplin dari seorang pengusaha, karena dengan adanya kesadaran dan disiplin tersebut menentukan hasil kerja yang maksimal dan baik. Dalam proses pembuatan permen susu hendaklah berhati-hati karena selain proses pembuatanya membutuhkan waktu yang lama juga membutuhkan keahlian dan kecermatan dalam proses pembuatannya membutuhkan keahlian dan kecermatan dalam proses pembuatan, agar proses ini berjalan dengan baik.

    • 2. Pasar

    Pemerintah harus membantu para pedagang pasar tradisional agar tidak

    tersisihkan oleh pasar modern Pemerintah harus mengeluarkan aturan yang tidak memihak salah satu pihak

    Pedagang harus menambah citra pada pasar tersebut agar masyarakat tidak meninggalkan pasar tradisional

    Kita sebagai masyarakat harus mendukung agar kegiatan di pasar tradisional tetap berlangsung

    PERTANYAAN

    LAMPIRAN

    • 1. RIZKI TRIANA A ( 173020235) Bagaimana kandungan gizi susu setelah diolah? Kandungan gizi susu setelah diolah banyak berubah, berbeda halnya dengan kandungan gizi susu sebelum diolah. Nilai kandungan gizi tergantung pada jenis pengolahan susu tersebut . Kandungan susu segar per 100 gram adalah

    Kandungan Gizi

    Komposisi

    Energi (kkal)

    59

    Air ( g )

    88,5

    Protein ( g )

    3,2

    Karbohidrat( g )

    4,5

    Lemak ( g )

    3,5

    Kalsium ( mg )

    100,0

    Fosfor (mg )

    90,0

    Besi ( mg )

    0,1

    Niasin (mg )

    0,20

    Kandungan susu sapi yang telah diolah (UHT )

    Kandungan Gizi

    Komposisi

    Protein (g)

    6,2

    Lemak ( total ) (g)

    7,0

    Karbohidrat (g)

    9,2

    Energi (kkal)

    125

    • 2. Alya Adilla P.O (173020270) Apa saja pemicu kemasan rusak ?

    Suhu

    Kadar Air

    Sinar Matahari

    Jangka Penyimpanan

    Oksigen

    • 3. Anisa Tathirah ( 173020264) Apa saja standar pembungkusan permen susu?

    Klasifikasi kemasan berdasarkan frekuensi pemakaian

    Klasifikasi kemasan berdasarkan struktur sistem kemas ( kontak produk

    dengan kemasan ) Klasifikasi kemasan berdasarkan sifat kekuatan bahan kemasan

    Klasifikasi kemasan berdasarkan sifat perlindungan terhadap lingkungan

    Klasifikasi kemasan berdasarkan tingkat kesiapan pakai

    • 4. Sari Rahma Reformasiani (173020244) Sebutkan mengenai sertifikat yang didapat toko “Serba Susu”

      • a) Sertifikat Dari Kesehatan

    Nama Perusahaab : Serba Susu

    Nama Pemilik : Lucy Trisna Mayasanti

    Jenis Produk : Dodol Susu

    • b) Seritifikat Halal Dari MUI Jenis Usaha : Olahan Susu Nama Produk : Serba Susu

    Kelompok Usaha : Pengolahan “Serba Susu”

    • c) Surat Izin Berdagang Dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat

    Nama Perusahaan Nama Penanggung Jabatan Penanggung Jawab Modal dan Kekayaan

    : Serba Susu : Lucy Trisna Mayasanti

    : Rp. 200.000.000