Anda di halaman 1dari 14

1. Konservasi: Ilmu pengawetan gigi tahan panas seperti zat anorganik.

Dasar pemilihan metode ini adalah


2. Operative dentistry: Ilmu Penambalan gigi karenalebih efisien, cepat, dan aman.
3. Endodontia: Ilmu perawatan saluran akar b. Bioburden Sterilitation
4. Orthodontia: Ilmu meratakan gigi , merupakan suatu metode sterilisasi yang dilakukan dengan monitoring
5. Prothodontia: Ilmu geligi tiruan terkontrol dan ketat terhadap beban mikroba sekecil mun gkin di
6. Exodontia: Ilmu pencabutan gigi beberapa lokasi jalur produksi sebelum m e n j a l a n i p r o s e s
7. Periodontia: Ilmu perawatan jaringan luar sterilisasi lanjutan dengan tingkat sterilitas
8. Dental teknologi: Ilmu teknologi gigi y a n g dipersyaratkan SAL 10 -6. Dalam metode ini digunakan suatu
zat yangdapat mengalami degradasi kandungan bila dipanaskan pada suhu
Definisi Sterilisasi yangsangat tinggi. Sebagai contoh adalah penggunaan Dextrose
yang biladipanaskan dapat menghasilkan senyawa Hidro Methyl
Furfural (HMF) yang merupakan suatu senyawa hepatotoksik.
Sterilisasi adalah proses penghilangan semua jenis organisme
hid up,d a l a m h a l i n i a d a l a h m i k r o o r g a n i s m e ( p r o t o z o a ,
f u n g i , b a k t e r i , m y c o p l a s m a , vir us) yang terdapat dalam 2. Aseptic Processing
suatu benda. Proses ini melib atkan aplikasi biocidal agent a t a u Metode ini merupakan metode pembuatan produk
steril menggunakansaringan dengan filter khusus
proses fisik dengan tujuan untuk membunuh atau
u n t u k b a h a n o b a t s t e r i l a t a u b a h a n b a k u steril yang
m e n g h i l a n g k a n mikroorganisme. Sterilisasi didesain untuk membunuh
diformulasi dan dimasukkan kedalam ko ntainer steril
atau menghilangkan mikroorganisme. Target suatu metode inaktivasi
dalamlingkungan terkontrol. Suplai udara, material, peralatan, dan petugas
tergantung dari metode dan tipemikroorganisme yaitu tergantung
dari asam nukleat, protein atau membran mikroorganisme tersebut. telahterkontrol sedemikian hingga kontaminasi mikroba tetap berada pada
Agen kimia untuk sterilisasi disebut sterilant (Pratiwi,2006). levelyang dapat diterima dalam clear zone.

Tujuan
1. Menyiapkan peralatan perawatan dan kedokteran dalam keadaan siap pakai Pelaksanaan
2. Mencegah peralatan cepat rusak
3. Mencegah terjadunya infeksi silang (1)Sterilisasi dengan cara rebus
Mensterikan peralatan dengan cara merebus didalam air sampai mendidih
4. Menjamin kebersihan alat
(1000C) dan ditunggu antara 15 sampai 20 menit. Misalnya peralatan dari
5. Menetapkan produk akhir dinyatakan sudah steril dan aman digunakan
logam, kaca dan karet.
pasien.
(2)Sterilisasi dengan cara stoom
Cara Sterilisasi
Cara sterilisasi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu: Mensterikan peralatan dengan uap panas didalam autoclave dengan waktu,
suhu dan tekanan tertentu. Misalnya alat tenun, obat-obatan dan lain-lain.
1.Terminal Sterlization (sterilisasi akhir). Menurut PDA Technical Monograph
(3)Sterilisasi dengan cara panas kering
dibagi menjadi 2, yaitu:
Mensterikan peralatan dengan oven dengan uap panas tinggi. Misalnya
a. Overkill Method peralatan logam yang tajam, peralatan dari kaca dan obat tertentu.
, yaitu metode sterilisasi menggunakanpemanasan
(4)Sterilisasi dengan cara menggunakan bahan kimia
dengan uap panas pada suhu 121 C s e l a m a 1 5
Mensterikan peralatan dengan menggunakan bahan kimia seperti alkohol,
m e n i t . Penggunaan metode ini biasanya dipilih untuk bahan-bahan yang
sublimat, uap formalin, khususnya untuk peralatan yang cepat rusak bila Cara Sterilisasi cawan petri :
kena panas. Misalnya sarung tangan, kateter, dan lain-lain. 1. Seluruh permukaan cawan petri dibungkus dengan kertas HVS
2. Kemudian dimasukkan kedalam autoclave
Cara Sterilisasi pipet volume :
(5) Sterilisasi dengan radiasi
1. Kapas dibungkus kain kasa dan diikat menggunakan benang kasur
Radiasi sinar gama atau partikel elektron dapat digunakan untuk
2. Bungkusan kapas dimasukkan kedalam mulut pipet volume
mensterilkan jaringan yang telah diawetkan maupun jaringan segar. Untuk
3. Ujung mulut ditutup menggunakan alumuniun foil
jaringan yang dikeringkan secara liofilisasi, sterilisasi radiasi dilakukan
pada temperatur kamar (proses dingin) dan tidak mengubah struktur 4. Kemudian pipet volume dibungkus dengan kertas HVS secara
jaringan, tidak meninggalkan residu dan sangat efektif untuk membunuh menyeluruh
5. Masukkan kedalam autoclave
mikroba dan virus sampai batas tertentu. Sterilisasi jaringan beku dilakukan
pada suhu -40 derajat Celsius. Teknologi ini sangat aman untuk
diaplikasikan pada jaringan biologi.
Perhatian :
(6) Sterilisasi dengan penyaringan (1)Sterilisator harus dalam keadaan siap pakai.
Sterilisasi dengan penyaringan dilakukan untuk mensterilisasi cairan yang (2)Peralatan harus bersih dan masigh berfungsi.
(3)Peralat yang dibungkus harus diberi label yang dengan jelas
mudah rusak jika terkena panas atu mudah menguap (volatile). Cairan yang
mencantumkan : nama, jenis peralatan, tanggal dan jam disterilkan.
disterilisasi dilewatkan ke suatu saringan (ditekan dengan gaya sentrifugasi
(4)Menyusun peralatan didalam sterilisator harus sedemikian rupa, sehingga
atau pompa vakum) yang berpori dengan diameter yang cukup kecil untuk
seluruh bagian dapat disterilkan.
menyaring bakteri. Virus tidak akan tersaring dengan metode ini.
(5)Waktu yang diperlukan untuk mensterilkan setiap jenis peralatan harus
(7) Sterilisasi gas tepat (dihitung sejak peralatan disterilkan).
(6)Dilarang memasukkan atau menambahkan peralatan lain kedalam
Sterilisasi gas digunakan dalam pemaparan gas atau uap untuk membunuh
sterilisator, sebelum waktu untuk mensterilkan selesai.
mikroorganisme dan sporanya. Meskipun gas dengan cepat berpenetrasi ke
(7)Memindahkan peralatan yang sudah steril ketempatnya harus dengan
dalam pori dan serbuk padat. Sterilisasi adalah fenomena permukaan dan
mikroorganisme yang terkristal akan dibunuh. Sterilisasi gas biasanya korentang steril.
digunakan untuk bahan yang tidak bisa difiltrasi, tidak tahan panas dan (8)Untuk mendinginkan peralatan steril dilarang membuka bungkus
maupun tutupnya.
tidak tahan radiasi atau cahaya.
(9)Bila peralatan yang baru disterilkan terbuka, peralatan tersebut harus
disterilkan kembali
Beberapa proses sterilisasi
Cara sterilisasi tabung reaksi dan gelas ukur: alat alat kedokteran gigi
1. Kapas dibungkus dengan kain kasa dan diikat dengan benang kasur. alat alat kedokteran gigi terbagi menjadi beberapa alat yaitu :
2. Bungkusan kapas dimasukkan ke mulut tabung reaksi dan labu ukur
3. Kemudian permukaannya ditutup dengan alumunium foil dan diikat 1. ALAT ORAL DIAGNOSTIK
menggunakan benang kasur agar tidak lepas
4. Selanjutnya tabung reaksi dimasukkan ke dalam autoclave a. KACA MULUT /MOUTHMIRROR/SPIEGEL
Cara sterilisasi gelas kimia dan labu takar : CIRI-CIRI :
1. Permukaan gelas kimia dan labu takar ditutup dengan alumunium foil Alat yang tangkainya dari logam / non logamdengan diujungnya terdapat
2. Selanjutnya gelas kimia dan labu takar dimasukkan ke dalam autoclave kaca berbentuk bulat.
Macam permukaan kaca :
– datar -Ujung yang runcing hanya pada satu sisi ( single end atau di kedua sisi (
– cembung Diameter kaca ada beberapa macam mulai dari nomor 3 sampai double end ).
nomor 6. -Macam :
Sonde bengkok/melengkung ½ lingkaran.
KEGUNAAN Sonde lurus
-Melihat permukaan gigi yang tidak dapat dilihat langsung mata
-Membantu memperluas daerah pekerjaan yaitu dengan menahan pipi, lidah KEGUNAAN :
dan ,bibir. Mencari caries & mengukur kedalamannya Memeriksa adanya debris dan
-Mengetahui adanya debris, karang gigi, lubang gigi. calculus. Memeriksa adanya ferforasi atap pulpa. Tankainya bisa untuk tes
-Melihat hasil preparasi, tumpatan. perkusi Mengetahui tumpatan atau tepi tumpatan sudah rata/belum.
-Melihat kelainan di dalam rongga mulut, lidah, gusi, palatum.
PEMELIHARAAN :
PEMELIHARAAN : Setelah selesai dipakai dicuci bersih dan disterilkan.Disimpan
Setelah selesai dipakai, cuci bersih dan sterilkan.
Disimpan/digunakan sesuai dengan fungsinya KETERANGAN :
Bila kaca pecah/sdh buram kaca baru dpt diganti tanpa Alat kritis
mengganti handle baru.
d. EXCAVATOR
KETERANGAN :
Kurang atau semi kritis CIRI-CIRI :
-Alat dari stainlees steel dengan bagian ujungnya menyerupai sendok kecil.
b. PINSET (DENTAL PINSET) -Bentuk ujungnya mempunyai berbagai ukuran, mulai dari nomor nol s/d
no. 6.
CIRI-CIRI :
Alat penjepit dari stainless steel dengan ujung jepitan KEGUNAAN :
melengkung/membentuk sudut. -Membersihkan jaringan karies yang lunak dan kotoran- kotorannya atau
sisa makanan -yang terdapat di dalam kavitas.
KEGUNAAN : -Membongkaran tumpatan sementara.
Untuk menjepit kapas, kasa, tampon, cotton roll, cotton pellet, mata bur -Mengambil kelebihan fletcher, cement, amalgam.
gigi.
PEMELIHARAAN :
PEMELIHARAAN : LIHAT BAGIAN KONSERVASI
Setelah selesai dipakai dicuci bersih dan disterilkan.
Disimpan e. ALAT DENTAL RONTGEN FOTO

KETERANGAN : CIRI-CIRI :
Alat kritis Peralatan foto jaringan keras dengan penggunaan sinar rontgen.

c. SONDE / PROBE / EXPLORER KEGUNAAN :


Untuk melihat gigi dan kelainan jaringan pendukung gigi.
CIRI-CIRI :
-Alat dari stainless steel/logam dengan bagian ujung yang runcing.
PEMELIHARAAN : KEGUNAAN :
Dimainkan dari sumber listrik. – Untuk mengukur dalamnya saku gusi (gingiva pocket)

KETERANGAN : PEMELIHARAAN
Alat tidak kritis – Dicuci bersih dan disterilkan.
– Kalau sudah tumpul/rusak maka dapat dibentuk kembali dengan diasah.
f. VITALITESTER
KETERANGAN
CIRI-CIRI : – Kritis
Alat yang menggunakan aliran listrik yang akan menimbulkan reaksi pulpa.
b. SCALER
KEGUNAAN :
Untuk viitalitas pulpa CIRI-CIRI :
– Terbuat dari stainless steel
PEMELIHARAAN : – Bentuknya bermacam-macam, sesuai dengan kegunaannya
Dimainkan dari sumber listrik.
KEGUNAAN :
KETERANGAN : – Untuk membersihkan karang gigi
Alat tidak kritis
PEMELIHARAAN
g. WATER SYRINGE – Dicuci bersih dan disterilkan.
– Kalau sudah tumpul/rusak maka dapat dibentuk kembali dengan diasah.
CIRI-CIRI
TERDIRI DR 4 BAGIAN : KETERANGAN
1.PENGHISAP 3. BELAKANG – Kritis
2.BADAN 4. PER
-GUNA *1. HOE SCALER
UTK MEMBERSIHKAN CARIES WAKTU MELAKUKAN
PEMERIKSAAN GIGI/SETELAH PREPRARASI GIGI CIRI-CIRI :
– Bentuknya seperti cangkul
PEMELIHARAAN
Selesai dipakai ujungnya dilepas dibersihkan dan disterilkan KEGUNAAN :
– Untuk meratakan permukaan akar, sehinggabebas dari karang gigi.
2. ALAT-ALAT PERLINDUNGAN KHUSUS
PEMELIHARAAN
a. PERIODONTAL PROBE – Dicuci bersih dan disterilkan.
– Kalau sudah tumpul/rusak maka dapat dibentuk kembali dengan diasah.
CIRI-CIRI :
– Terbuat dari stainless steel KETERANGAN
– berbentuk sperti sonde lurus dengan garis – Kritis

*2. CHISEL SCALER


CIRI-CIRI : KETERANGAN
– Bentuknya sperti pahat – Kritis

KEGUNAAN : *5. CURRET SCALER


– Untuk membersihkan karang gigi pada permukaan proximal gigi anterior.
CIRI-CIRI :
PEMELIHARAAN – Bentuknya seperti sendok.
– Dicuci bersih dan disterilkan.
– Kalau sudah tumpul/rusak maka dapat dibentuk kembali dengan diasah. KEGUNAAN :
– Untuk mengambil sub gingival calculus, jaringan cementum dan jaringan
KETERANGAN lunak dari dinding pocket.
– Kritis
PEMELIHARAAN
*3. FILE SCALER – Dicuci bersih dan disterilkan.
– Kalau sudah tumpul/rusak maka dapat dibentuk kembali dengan diasah.
CIRI-CIRI :
– Bentuknya seperti kikir. KETERANGAN
– Kritis
KEGUNAAN :
– Alat ini jarang dipakai, karena bisa menyebabkan permukaan gigi menjadi 3. CAVITRON / SUPER SONIC SCALER
rata.
CIRI-CIRI :
PEMELIHARAAN – Suatu alat yang dipakai untuk membersihkan karang gigi yang dijalankan
– Dicuci bersih dan disterilkan. dengan listrik/ultrasonic.
– Kalau sudah tumpul/rusak maka dapat dibentuk kembali dengan diasah. – Bagian ujung dari alat ini dapat diganti-ganti disesuaikan dengan bentuk
yang kita butuhkan
KETERANGAN – Pada bagian ujung dari alat ini ada lubang yang gunanya untuk
– Kritis mengeluarkan air ketika dipakai, maksudnya supaya tidak menjadi panas.

*4. SICKLE SCALER KEGUNAAN :


– Ujung yang tipis dipakai untuk bagian approximal
CIRI-CIRI : – Ujung yang permukaannya lebar, dipakai untuk bagian buccal.
– Bentuknya seperti bulan sabit. – Untuk membersihkan karang gigi, baik sub maupun supra gingival
calculus serta debris dan stain.
KEGUNAAN :
– Untuk mengambil supra/sub gingival calculus pada interdental space. PEMELIHARAAN :
– Ujung yang bisa dilepas dicuci bersih, kemudian disterilkan.
PEMELIHARAAN – Sehabis dipakai bersihkan instrument.
– Dicuci bersih dan disterilkan. – Bila terjadi sumbatan pada tip, bersihkan dengan clening wire.
– Kalau sudah tumpul/rusak maka dapat dibentuk kembali dengan diasah.
KETERANGAN :
Alat kritis
1. Kaca Mulut
3. Amalgam Stopper/Plugger

ini adalah salah satu instrumen paling familiar dari semua alat-alat
kedokteran gigi. Terdiri dari kaca/mirror, handle(pegangannya), dan Amalgam stopper ini punya ujung yang lurus, tapi permukaan atasnya bulat,
konektor (yang ngehubungi kaca dan konektornya). Seperti namanya, kaca dan bergaris-garis, supaya apa? supaya si amalgamnya nggak kepleset dari
mulut ini berfungsi buat ngaca dalem mulut..(eh?). enggak, sebenernya buat alat ini. fungsi amalgam stopper adalah buat menekan amalgam di dalam
ngacain bagian dalem mulut. jadi si dokter gigi bisa liat bagian belakang kavita atau emm.. bagian gigi yang bolong, supaya padat.
dari gigi pasien. terus juga kepala si dokter nggak perlu sampe goyang
karawang buat ngeliat-liatin dalem mulut pasien, tinggal geser-geserin 4. Cement Stopper
kacanya aja ;)

2. Amalgam Carver

Ini mirip sama amalgam stopper tapi ujungnya lebih slim dan permukaan
ujungnya nggak ada garis-garis, jadi rata gitu. fungsinya buat masukin dan
ngeratain cement lining ke dalam lubang gigi atau kavitanya dengan cara
ditekankan supaya si semen padat.

sebenernya amalgam carver itu beberapa jenis kalo nggak salah, tapi yang 5. Plastis Filling Instrument
aku punya ini adalah carver yang ujungnya bentuk layang-layang. jadi kalo
dokter giginya lagi bete, carvernya tinggal diraut dan ditimbang dengan
benang. terus cari angin dan tarik ulur tarik ulur.. aduhh.. ini fungsinya buat
mengukir/membentuk tumpatan/tambalan amalgam yang disesuaikan
dengan anatomi gigi. apa itu amalgam? googling aja yak :D
satunya untuk mengetahui apakah ada lubang/calon lubang pada gigi
sekaligus mengetahui kedalaman kavitas.

7. Sonde Lurus

Jangan terkecoh dengan namanya "plastis", bukan berarti alat ini dari
plastik, tetep dari stainless steel kok. nah plastis itu maksudnya buat
tumpatan plastis gitu deh... apa itu tumpatan plastis? ntar ya... yang nulis
juga belum paham :D fungsinya buat ngambil dan mengaplikasikan bahan
tambalan seperti silikat, cement phosphate dari lempengan kaca ke kavita. sama kayak yang halfmoon, tapi bedanya, ujungnya lurus. oh iya kalo
nggak salah, pas konsul behel, dokter gigiku juga sering make alat semacem
6. Sonde Halfmoon ini buat ganti karet, feelingku bilang sih itu juga sonde. ._.

8. Amalgam Burnisher

kenapa nama sondenya half moon? tentu karena bentuknya bengkok kayak
gitu. karena ujungnya yang tajam, bisa nusuk-nusuk gitu, sonde ini salah
Burnisher ini ujungnya bulat tapi permukannnya agak ceper, hemm kayak
palu gitu deh. nah, jadi sudah jelas fungsinya buat menghaluskan dan
ngeratain. ngeratain tumpatan/tambalan amalgam, komposit, GIC, dll.

9. Spatula Semen (Zinc Phosphate)

keliatan kan bentuknya kayak pistol... hemm nggak juga sih, tapi paling
enggak ada pencetan injeksinya. ini buat masukin amalgam ke dalam
kavita. jadi dari adonan itu dibawa ke gigi pake si pistol ini

12. Scalpel & Mata Scalpel


namanya juga spatula, pasti pasti fungsinya buat ngaduk atau nggerak-
gerakin gitu deh. kalo spatula yang ini fungsinya buat mengaduk semen
sebelum menumpat. terbuat dari stainless steel, kedua ujungnya bentuknya
sama, tapi yang satu, tumpul dan satunya agak tajam.

10. Lecron / Pisau Model

setelah aku cek di catetan, ternyata aku ga nyatet bagian alat ini ._. tapi
seinget aku lecron itu buat mengukir cetakan. jadi pisaunya itu buat ngukir,
ngukir malam ngukir permukaan oklusal, supaya bentuknya lebih mantep,
nah kalo ujung satunya yang agak nyendok itu buat nambel kalo misalnya
ukirannya kedaleman. kedua ujungnya beda, satu bentuk pisau, buat scalpel ini kayak pisau tapi matanya bisa diganti-gnti. dan tajem geelaaa!
mengukir, satu agak menyendok buat nambahin malamnya. aku nggak tau pasti fungsinya, tapi pasti nggak jau-jauh dari kegiatan
memotong, menyayat, dsb. kebetulan mata scalpel ini aku punya yang
11. Amalgam Pistol nomor 11 dan 15. yang 11 itu lancip, yang 15 itu kayak pisau.
13. Dental Pinset

dental pinset ya buat menjepit apa aja yang butuh di jepit, barang-barang
kecil misalnya kapas kecil, dsb. pertama supaya nggak susah ngambilnya,
dan juga supaya tetap steril dari sentuhan tangan kita yang penuh noda.

dan beginilah kalo alat-alat stainless bersatu... unyuw cekali :3

spatula buat mengaduk alginat (bahan pencetak gigi) di rubber bowl. terbuat
dari plastik :)

15. Spatula GIC (Glass Ionomer Cement)

14. Spatula Alginat

buat ngaduk GIC sebelum menumpat. beda sama spatula alginat dll. semua
instrumen buat GIC itu hampir selalu plastik.

16. Spatula Elastomer dan Pisau Gips


yang diatas itu spatula gips, yang dibawah itu pisaunya kan ada bagian untuk memulas bagian yang luas/gede di gigi.
tajemnya. Kalo spatula gips itu untuk mengaduk gips secara manual. kalo
pisaunya untuk memotong kelebihan gips. (sebenernya aku masih nggak 19. Tip Applicator
yakin itu spatula gips atau spatula elastomer...)

17. Syringer
atau nama gaulnya suntikan. yaitu untuk mengambil cairan. cukup jelas
kan?

sama kayak kuas fungsinya, tapi untuk bagian yang lebih spesifik dan luas
yang sangat kecil.

20. Mortar & Pestle

18. Kuas Besar


dulu sih aku nyebutnya tumbukan. tapi ternyata mereka punya nama gaul :') ini sendok cetak yang gede untuk nyetak seluruh gigi, baik rahang atas dan
sudah jelas fungsinya untuk menghaluskan dan mencampur. biasanya bawah. ada ukuran 1-4, yang paling gede ukuran 1 yang paling kecil ukuran
amalgam 4.

21. Gelas Ukur 50 ml

Kalo ini sendok cetak yang lebih kecil, buat nyetak gigi yang lebih spesifik,
pada gigi-gigi tetentu aja,

23. Rubber Bowl

buat ngukur cairan-cairan dan sejenisnya, bukan buat ngukur berat badan
kamu.
ini bukan mangkok biasa. bener-bener elastis. mangkuk ini buat ngaduk
22. Sendok Cetak yang cukup pake air, kayak alginat, gips, dsb.

24. Kain Katun (60 x 40 cm)


kalo stress abis praktikum mungkin bisa langsung dijadiin kain kafan ._. buat apa ya ini? buat naroh kue lebaran? bukaann. ini buat memanipulasi
kayaknya bukan itu sih, itu sebenernya buat alas pas praktikum aja kok, akrilik, dipakenya sama cement spatula.
selain koran. 27. Dappen Glass

25. Kuvet

wadah untuk alkohol dan cairan-cairan dalam jumlah sedikit, karena bentuk
dappen glass itu kecil bangeett. atau bisa juga buat cairan-cairan yang udah
untuk memproses akrilik jadi gigi tiruan. kuvet inilah yang nanti bakal ga dipake lagi.
dipake bersamaan dengan alat press buat nyetak. ini instrumen paling berat
yang aku miliki sejauh ini. mungkin kalo ada alat press bakal lebih berat 28.Bunsen
lagi :')

26. Mangkok porcelain 30 ml + tutup


ini nanti diisi spirtus dan bisa buat membakar. gunanya buat memberi angin, angin yang bertiup sepoi(?) supaya kering.
caranya tinggal pencet bola karet merahnya, dan angin akan keluar dari pipa
29. Glass Lab besinya.

Masih ada alat-alat yang masih coming soon sih fotonya, belum sempet
mindahin,

ekskavator, untuk membersihkan kavitas atau membersihkan cetakan gigi


yang mau dikasih tumpatan.

alat press, alat press ini buat nge-press dong pastinya. aku juga belum ngerti
gimana mekanismenya, tapi ntar si kuvet diselipin di alat press, terus supaya
ngepress si alat press diputer. ini
untuk tempat mengaduk sedikit bahan dan air seperti semen, jadi tidak di
dalam bowl. pisau malam, pisau malam ini kedua ujungnya berbeda bentuk, satu rata,
dan satu ada cekungannya, cekungan ini berfungsi untuk mewadahi saat
30. Chip Blower / Puspus malam dipanaskan.

filling instrument gic, ini adalah salah satu instrumen yang paling susah
nyarinya. sampe sekarang aku belum punyaaa... semua instrumen GIC kan
plastik tuh, nah ini kayak filling instrumen yang dari logam bentuknya, tapi
dari plastik. biasanya warna putih/ transparan. gunanya untuk mem-fill GIC
ke kavita.

spatula elastomer, tentu saja untuk mengaduk elastomer.

rubber bowl tinggi, dsb. Insya Allah gambarnya segera menyusul ya ^^


Oke, sekian penjabaran aku tentang alat-alat itu. Kepada kaum yang lebih
expert masalah dental instruments mohon bimbingannya ya, kalo ada
kesalahan informasi, salah nama, salah fungsi, salah paham, jangan
salahkan ibu mengandung *eh… langsung aja di komen di bawah supaya
bisa aku baikin jadinya nggak menyesatkan :)