Anda di halaman 1dari 2

Sabtu, 08 Sep 2018 19:45 WIB

Mentan Dorong Mahasiswa Berani Jadi


Pengusaha Pertanian

Makassar - Menteri Pertanian Amran Sulaiman memotivasi mahasiswa agar


menjadi pengusaha sukses yang bergelut di sektor pertanian. Sebab, menurut dia,
delapan dari 10 atau 80% pengusaha terkaya bergerak di sektor pertanian.

"Tekad kuat dan kerja keras, mengubah nasib mereka, sehingga mampu bangkit
dari keterpurukan ekonomi masa lalu. Mahasiswa Fakultas Unhas harus jadi
pengusaha. Kami akan bantu permudah izinnya," ujar Amran dalam keterangan
tertulis, Jumat (7/9/2018).

Hal itu dikatakan Amran saat memberikan kuliah kepada mahasiswa Fakultas
Pertanian Universitas Hasanudin (Unhas).

Dia mengatakan, mahasiswa harus memiliki karakter yang kuat dan cerdas sehingga
mampu menjadi pemimpin dan pengusaha bidang pangan yang sukses di masa
depan. Kunci utama menurut Amran yang harus dilakukan adalah berinovasi.

"Dulu saya tinggal di kos-kosan ukuran 4x6 meter dan di desa terpencil, 12
bersaudara. Umur 9 tahun saya sudah cari uang, gali batu gunung. Kami lahir dalam
keadaan miskin, tapi kami tidak ingin dikuburkan dalam keadaan miskin. Saya kerja
keras di bidang pertanian. Dulu saya tahun 1989 pinjam uang Rp 500 ribu dalam
waktu 8 tahun menjadi Rp 3 triliun. Kalau kita kerja keras pasti bisa sukses," ucap
Amran.

Lebih lanjut Amran mengatakan berkat kerja keras pembangunan sektor pertanian
tergolong berhasil. Menurutnya, program dan kebijakan tidak hanya bertujuan
meningkatkan produksi, akan tetapi mendorong pertumbuhan ekonomi, ekspor dan
meningkatkan investasi.

"Kami menghapus aturan yang menghambat investasi dan ekspor di sektor


pertanian. Totalnya ada 191 aturan yang sudah dicabut. Hasilnya investasi di sektor
pertanian, dari sebelumnya Rp 23 triliun, menjadi Rp 46 triliun saat ini dan ekspor
pangan kita naik," sebutnya.

Pertumbuhan ekonomi, tegasnya, sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi


ditentukan dua hal, yakni investasi dan ekspor. Untuk mempermudah perizinan
investasi, pemerintah telah menerapkan OSS (Online Single Submission).

"Sehingga para investor dapat dengan cepat mengurus perizinannya dan nyaman.
Kita jemput bola dan antar mereka," tegasnya.

Ia mengutip data BPS yang menyatakan total ekspor pertanian di 2017 mencapai Rp
441 triliun atau naik 24,47% dibandingkan 2016 yang sebesar Rp 355 triliun. Tak
hanya itu, pada Maret 2018 persentase penduduk miskin di Indonesia turun 0,30%
(630 ribu orang) menjadi 9,82% (25,95 juta orang), yang awalnya sebesar 10,12%
(26,58 juta orang) pada September 2017.

"Ini pertama kali Indonesia mendapatkan tingkat angka kemiskinan satu digit," kata
Amran.

"kontribusi sektor pertanian pun dalam menyumbang pertumbuhan Produk Domestik


Bruto pada Triwulan II 2018 dibandingkan Triwulan I 2018 sebesar 9,93% (q to q).
Kontribusi ini tertinggi dibanding sektor lainnya seperti jasa perusahaan,"
tambahnya.

Karena itu, Amran menyebutkan Kementan akan terus meningkatkan volume


ekspor. Baru-baru ini Kementan telah menandatangani nota kesepahaman dengan
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) terkait Stabilisasi Ketersediaan
Pasokan Pangan dan Percepatan Ekspor Komoditas Pertanian.

"Bersama KADIN kemarin kami langsung ekspor manggis ke Tiongkok dan bibit
ayam petelur ke Timor Leste. Negara tujuan ekspor ke depan akan terus ditambah,"
pungkas dia.

Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4203541/mentan-dorong-
mahasiswa-berani-jadi-pengusaha-pertanian