Anda di halaman 1dari 5

• Tejada pergeseran perspektif yang mendasar dari keperawatan sebagai pekerjaan yang

bersifat vokasional

• Dapat diterima sebagai suatu profesi.

• Pelayanan Keperawatan yg semula diteriam sebagai pelayanan pelengkap asuhan


medis,secara bertahap mulai diterima sebagai pelayanan asuhan keperawatan profesional
yang mandiri.

Keperawatan dan Pelayanan Keperawatan

• Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari
pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-
psiko-sosial-spiritual yang komprehensif, ditujukan pada individu, keluarga dan masyarakat
baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.

Asuhan Keperawatan adalah suatu rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan yang langsung
diberikan kepada klien/pasien, pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan, dengan menggunakan
metodologi proses keperawatan, berpedoman pada standar keperawatan, dilandasi etik dan etika
keperawatan, dalam lingkup wewenang serta tanggung jawab keperawatan.

• Praktik Keperawatan adalah tindakan mandiri perawat profesional melalui kerjasama


berbentuk kolaborasi dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan
keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya.

• Menggunakan pengetahuan teoritik yang mantap dan kokoh dari berbagai ilmu dasar (biologi,
fisika, biomedik, perilaku, sosial) dan ilmu keperawatan.
Arti dan makna keperawatan sebagai suatu profesi
• Menurut Webster ; Profesi : Suatu pekerjaan yang memerlukan
pendidikan yang lama dan menyangkut keterampilan intelektual.
• Profesi : suatu pekerjaan yang ditujukan untuk kepentingan
masyarakat dan bukan untuk kepentingan golongan/kelompok
tertentu.

• Moore dan Rosenblum (1970) mengidentifikasi enam elemen dari suatu profesi, yaitu :
• 1. Memiliki teori yang sistematik
• 2. Mempunyai otoritas
• 3. Memiliki wibawa atau prestige
• 4. Memiliki kode etik
• 5. mempunyai budaya profesional
• 6. menjadi sumber utama penghasilan.

• Menurut Lindberg, Hunter dan Kruszewski (1993),Leddy dan Pepper (1993), dan Berger dan
williams (1992), Keperawatan sebagai profesi mempunyai karakteristik sebagai berikut:
• 1. Kelompok pengetahuan yang melandasi keterampilan untuk menyelesaikan maslaah
dalam tatanan praktik keperawatan.
• 2. Kemampuan memberikan pelayanan yang unik kepada masyarakat.
• 3. Pendidikan yang memenuhi standar dan diselenggarakan diperguruan
tinggi/Universitas.
• 4. Pengendalian terhadap standar praktik.
• 5. Bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap tindakan yang dilakukan.
• 6. Karier seumur hidup
• 7. Fungsi mandiri.

• Dalam konsep profesi terkait erat tiga nilai sosial ( kemampuan yang harus dimiliki)
• 1. Pengetahuan yang mendalam dan sistematis (Intelektual)
• 2. Keterampilan teknis dan kiat yang diperoleh melalui latihan dan teliti.
• 3. Moral/perilaku yang mendasari pelayanan/ asuhan keperawatan.

Keperawatan sebagai profesi memiliki ciri-ciri :


• 1. mempunyai body of knowledge yang berbatas tegas.
• 2. Pendidikan berbasis keahlian pada jenjang pendidikan tinggi.
• 3. Memberi pelayanan kepada masyarakat melalui praktik dalam bidang profesi.
• 4.Memiliki perhimpunan dalam bidang keprofesian.
• 5. Pemberlakuan kode etik keperawatan.
6. Motivasi bersifat altruistic

Proses Profesionalisasi Keperawatan :


• Profesionalisasi meupakan proses dinamis,profesi yang sedang terbentuk mengalami
perubahan karakteristik dan meningkat menjadi profesi.
• Proses profesionalisasi pada dasarnya adalah proses pengakuan terhadap sesuatu yang
dirasakan,dinilai dan diterima secara spontan oleh masyarakat.

• Profesi keperawatan selalu berusaha untuk mendapat pengakuan sebagai profesi dengan
bersikap profesional di dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.(Pemberian
Asuhan Keperawatan ).

Asuhan Keperawatan dikatakan bermutu bila


• 1. Dilaksanakan oleh perawat profesional dengan didampingi oleh tenaga teknis
pelaksana asuhan keperawatan.
• 2. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan menggunakan pendekatan
holistik,bersifat”humane” dan mencakup aspek- aspek bio-psiko-sosio-kultural
spiritual.
• 3.Asuhan keperawatan yang dilaksanakan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, selalu
mengikuti perkembangan atau kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
keperawatan, serta mengacu pada standar profesional keperawatan dan menggunakan kode
etik keperawatan sebagai tuntunan dalam melaksanakan praktek keperawatan.
• Beberapa langkah utama dalam pengembangan dan pembinaan keperawatan untuk
menghadapi tuntutan perkembangan zaman.
• 1. Penataan sistem pendidikan tinggi keperawatan secara mendasar dan menyeluruh sehingga
mampu menghasilkan berbagai keluaran bermutu melalui pelaksanaan tiga fungsi
utamanya.
• 2. Penataan sistem pelayanan/asuhan keperawatan profesional secara menyeluruh di
berbagai tatanan pelayanan kesehatan dengan sistem rujukan keperawatan yang
efektif dan efisien.
• 3. Pembinaan kehidupan profesi keperawatan sehingga mampu berperan aktif dalam setiap
upaya pengembangan keperawatan, serta bertindak sebagai pengawal pengembangan
profesi keperawatan di Indonesia.

• Langkah penting dalam proses profesionalisasi:


• 1. Penataan Pendidikan Keperawatan.
• 2. Penataan Praktik Keperawatan
• 3. Penataan Pendidikan Keperawatan Berlanjut.
• 4. Penataan Organisasi Profesi Keperawatan.
5. Penataan lingkungan untuk perkembangan Keperawatan

KIAT-KIAT DALAM KEPERAWATAN


Kiat keperawatan 9nursing arts) lebih difokuskan pada kemampuan perawat untuk memberikan
asuhan keperawatan secara komprehensif dengan sentuhan seni dalam arti menggunakan kiat-kiat
tertentu dalam upaya memberikan kepuasan dan kenyamanan pada klien.
• 1. Nursing is Caring : Perawat berperan dalam pemberian asuhan keperawatan.
• 2. Nursing is sharing : Dalam pemberian asuhan keperawatan,perawat selalu
melakukan diskusi antara sesama perawat anggota tiem kesehatan lainnya dan
kepada klien.
• 3. Nursing is Laughing : Perawat meyakini bahwa senyum merupakan suatu kiat
dalam asuhan keperawatan untuk meningkatkan rasa nyaman klien.

• 4. Nursing is Crying : Perawat menerima respon emosional dari perawat dan


orang lain sebagai suatu hal yang biasa pada situasi senang atau duka.
• 5. Nursing is Touching : Perawat dapat menggunakan sentuhan untuk meningkatkan rasa
nyaman klien di dalam memberikan asuhan keperawatan.
• 6. Nursing is Helping : asuhan keperawatan dilakukan untuk menolong klien dengan
sepenuhnya memahami kondisinya.
• 7. Nursing is believing in onthers: Perawat meyakini bahwa orang lain memiliki
hasrat dan kemampuan untuk meningkatkan status kesehatannya.
• 8. Nursing is trusting : Bahwa perawat harus menjaga kepercayaan orang lain/klien
yaitu dengan menjaga mutu asuhan keperawatan.
• 9. Nursing is believing in self : Perawat yakin bahwa dirinya memiliki pengetahuan dan
mampu menolong orang lain dalam memelihara kesehatannya.

• 10. Nursing is learning : Perawat selalu belajar atau mengembangkan pengetahuan dan
keterampilan keperawatan profesional melalui asuhan keperawatan yang dilakukan.
• 11. nursing is respecting ; Perawat memperlihatkan rasa hormat dan
penghargaan kepada orang lain/klien dan keluarganya dengan menjaga
kepercayaan dan rahasia klin.
• 12. Nursing is Listening : Perawat harus mau menjadi pendengar yang baik ketika klien
berbicara atau mengeluh.

• 13. Nursing is Doing :Perawat melakukan pengkajian dan intervensi keperawatan


berdasarkan pengetahuannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman
serta asuhan keperawatan yang komprehensif.
• 14. nursing is Feeling : Perawat harus dapat menerima,merasakan dan memahami perasaan
duka, senang, frustasi dan rasa puas klien.
• 15. Nursing is Accepting : Perawat harus dapat menerima diri dendiri sebelum
menerima orang lain.