Anda di halaman 1dari 2

1.

Kenapa setiap penyakit mempunyai dosis obat yang berbeda-


beda dan apa efek samping dari setiap obat?
(Ervina Ayu Megaheni)
Jawab :
Karena dosis obat sudah masuk ke buku panduan dosis obat, dan
dilihat juga pertimbangan berdasarkan usia, jenis kelamin, dll.
Efek samping dari obat :
Aspirin : Mual, muntah, kotoran berwarna hitam,
telinga berdering
Diklofenak : Sembelit, Kembung, ada ruam, telinga
berdering
Ibuprofen : Gangguan pencernaan, kembung
Fenibutazon : Gagal jantung, sakit kepala, ruam,hipertensi
Meloksikam : Mual, muntah, gangguan pencernaan, nyeri
ulu hati, kembung,
(Eksa Shinta Kartika Dewi, Ulin Lian Driandari Putri, Tiffani
rasmani Dewi, Afaf Agil Al Munawar)

2. Apa Itu Hepatotoksik? (Dianika Sulistyani)


Jawab :
Hepa artinya hati dan toxic artinya racun, yang bisa
menyebabkan efek samping pada hati dalam meminum obat
(Yayi Setianing Nagari K)

3. Ada Orang yang mengonsumsi obat untuk menghilangkan rasa


sakit, setelah mengonsumsi obat tersebut dalam waktu yang
lama, orang tersebut mengalami kencing darah, kenapa hal
tersebut bisa terjadi (Ratna Aryani)
Jawab :
Obat diciptakan untuk mengobati, tetapi setiap sakit bukan
berarti harus langsung mengonsumsi obat. Di dalam obat
terdapat filter yaitu ginjal dan hati. Ketika seseorang
mengonsumsi obat harus disertai dengan lebih banyak minum
air putih, karena kerja ginjal lebih keras, meminum air banyak
saat mengonsumsi obat berguna untuk “menyiram” ginjalnya,
dan obat yang diminum memiliki efek panjang.
(Ika Setyoningsih)

4. Apa maksud dari dosis bagi? (Siva)


Jawab :
???????????

5. Kenapa ada orang yang mengalami ketergantungan obat?


(Yeni Setya Arindra)
Jawab :
Tidak semua obat menimbulkan ketergantungan. Mungkin obat
tersebut membentuk sistem,pada saat tertentu membutuhkan
obat itu, karena tubuh (sel DNA) sudah hafal dengan obat itu.
Sel DNA mempunyai agen yang sudah hafal dengan obat itu
kemudian pada batas-batas tertentu tubuh tidak menemui obat
itu (zat itu tidak muncul) kemudian sel itu akan mendorong agar
mengingat obat itu, sehingga tubuh menginginkan obat tersebut.
(drg. Ani Subekti)