Anda di halaman 1dari 6

KATA PENGANTAR

Indonesia adalah negara yang sangat luas dan sangat beragam dalam berbagai hal. Salah
satunya adalah suku. Tepatnya Indonesia memiliki 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS pada
tahun 2010. Dalam makalah ini saya akan membahas mengenai kearifan lokal dari salah satu
suku di Indonesia, yaitu suku Batak. Suku ini merupakan salah satu suku yang jumlahnya cukup
banyak di Indonesia. Maka dari itu saya sangat tertarik untuk meneliti mengenai suku Batak.
Makalah ini di buat dalam rangka memenuhi tugas Antropologi Budaya mengenai
kearifal lokal. Semoga dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan kita dan lebih
mengenal setiap suku yang ada di Indonesia untuk mempererat persatuan bangsa.
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar belakang

Dalam pengertian sehari-hari kearifan lokal adalah segala bentuk kebijaksanaan


yang didasari oleh nilai-nilai yang dipercaya, diterapkan dan senantiasa dijaga
keberlangsungannya dalam kurun waktu yang cukup lama (turun temurun) oleh
sekelompok orang dalam lingkungan atau wilayah tertentu yang menjadi tempat tinggal
mereka.
Indonesia memiliki jumlah suku yang sangat banyak, dan setiap suku memiliki
kearifan lokal yang berbeda-beda. Disini saya akan membahas tentang kearifan budaya
suku batak toba yang sejak sebelum agama masuk ke wilayah danau toba di pulau
sumtara utara. Penemuan tanah batak oleh si raja batak pertama kali di awali dari Pusuk
Buhit yaitu kekaguman nya kepada danau bagaikan cermin raksasa merupakan keajaiban
Muljadi Nabolon dan menyebut nya Tao Toba. Energi danau toba dalam pandangan
spiritual yang melekat pada dirinya merupakan energi kehidupan dan taor yang artinya
air tawar danau. Si raja batak memilih danau toba dan tanah sekitar nya menjadi tempat
keturunan nya kelak untuk mendapat kehidupan makmur dan rukun dalam adat istiadat
untuk menata kehidupan yang berada dalam pustaka Agong dan Pustaha Tumbaga
Holing, dan sumber energi di daerah itu adalah air. Dan setelah raja batak mempunyai
keturunan keturunan yang sangat banyak maka disitulah mulai timbulnya kearifan-
kearifan dari sana seperti tidak boleh nikah dengan satu marga, ada nya ritual untuk para
nenek moyang dengan tarian dan nyanyian, dan kegiatan seni yang mempunya arti dan
makna tertentu di zaman dulu dan sampai sekarang terbawa oleh keturunan suku batak.
Saya memilih suku batak sebagai objek penelitian karena banyaknya stigma dan
juga berbagai pandangan yang sebenarnya belum tentu benar mengenai suku batak.
Dalam makalah ini saya akan mencoba untuk meluruskan berbagai pandangan tersebut.

B. Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menunjukan dengan banyaknya
perbedaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, tidak menjadi suatu masalah yang besar
dan justru dapat mempererat hubungan antara berbagai suku yang ada di Indonesia.
Selain itu kita juga tau bahwa anak-anak muda sekarang mulai melupakan kearifan lokal
yang ada,maka dari itu dengan makalah ini saya juga ingin mengingatkan bahwa kita tidak
boleh lupa dan meninggalkan kearifan lokal yang ada.
BAB 2
PEMBAHASAN

A. Kearifan Lokal Budaya Suku Batak

Batak adalah suku yang terdapat di Sumatra Utara, mereka memiliki budaya yang
sangat kuat dan mempunyai persatuan yang kokoh. Dimana orang batak berada di
seluruh Indonesia dia akan membentuk persatuan dan rasa solidaritas mereka yang
sangat tinggi. Mereka seperti itu karena dari para leluhur dan nenek moyang mereka
mengajarkan seperti itu dari dulu hingga sekarang. Orang batak juga mempunyai harga
diri yang sangat tinggi mereka tidak akan pernah mau mengemis untuk meminta atau
menginginkan sesuatu.

Dalam artikel yang saya buat ini akan saya uraikan mengenai beberapa kearifan
yang ada di budaya lokal orang batak, terutama batak yang ada di masyrakat batak toba,
karena masyrakat batak asli adalah batak yang berasal dari daerah danau toba di pulau
samosir.

Yang pertama saya akan menjelaskan tentang kearifan batak toba. Suku batak
toba menyusun system kekerabatan tidak hanya berdasarkan hubungan darah saja,
namun juga berdasar pada kasih sayang terhadap sesame makhluk hidup dan lingkungan
yang mereka tempatin dari dulu sampai sekarang adat ini masi di budidayakan agar
sampai sekarang untuk terus menyambung tali silahturami sesama masyrakat. Makna
dari kekerabatan ini untuk memperkuat persatuan di dalam lingkungan suku batak agar
bisa saling bantu membantu untuk membangun diri agar lebih maju dalam hal per
ekonomian maupun tradisi dan untuk mengharumkan nama kampung mereka. Kearifan
batak toba ini sudah sangat lama di budidayakan oleh para leluhur mereka sampai saat
ini orang batak sangat solid dalam pertemanan dimana pun dia berada pasti mereka saling
bantu membantu

Yang kedua saya akan menjelaskan tentang tradisi di dalam suku batak yang kearifan nya
masi tersosialisasi sampai saat ini contoh nya yaitu :
Budaya hagabon artinya ungkapan yang berarti banyak keturunan dan panjang
umur. Ungkapan tradisional batak ini di kenal dan di ucapkan pada pengantin dengan
harapan mereka banyak di karunia anak ritual ini di lakukan sebelum seorang pasangan
mengucapkan janji di depan penghulu atau pendeta ritual ini di lakukan dengan memtong
satu hewan kerbau atau babi. Tapi sayang nya tradisi ini sudah mulai hilang tidak
sebanyak zaman dulu pada saat zaman purba atau zaman nenek moyang mereka. Selain
itu ada lagi tradisi untuk menegakan hukum adat di kampung atau daerah toba itu nama
nya adalah Patik Dohot Ukum sampai sekarang masi di sosialisasikan oleh orang batak
dalam menegakan kebenaran yang berlaku dalam adat batak itu sendiri, terutama hokum
yang mengatur hak asasi manusia di daerah sana masi menggunakan patik dohot ukum
dan patik dohot ukum selalu di tanam kan oleh keturunan keturunan masyrakat batak
oleh karena itu banyak masyrakat batak yang menjadi pengacara sukses.

Selain tradisi budaya hagabon ada juga tradisi Sari matua yaitu seseorang yang
meninggal dunia apakah suami atau istri yang sudah bercucu baik dari anak laki-laki atau
pun perempuan, tetapi masih ada di antara anak anak- anak nya yang belum kawin. Dari
defenisi berikut, seseorng tidak bias di alihkan status nya dari sari martua k saur martua
(orang yang sudah meninggal). Dalam contoh praktek nya, ketika hasahuton
“marpangidon (bermohon) kepada dongan sahuta, tulang, hula dan semua yang hadir
pada acara ria raja atau pangarapotan, agar yang meninggal sari matua itu di tolopi atau
di setujui menjadi saur matua. Jadi kepada anak masyrakat di suku batak yang belum
menikah tetapi dari segi usia sudah sepantas nya menikah apa lagi anak di suku batak
yang sudah bekerja mereka lah yang membelanjai orang tua kami yang tengah berbaring
dirumah duka atau yang sudah meninggal untuk acara adat pelepasan dari sari matua
mnjadi saur martua dan anak suku batak yang membiyai itu semua berharp dengan acara
adat ini mereka secepat nya menemukan jodoh yang dalam bahasa batak nya asa
najonok. Tapi pengertia sari martua di zamansekarang sudah di plesetkan di zaman dulu
pengertia adat sari martua adaah orang tua yang meninggal sebelum selesai tugas nya
menikahi anak anak mereka. Makna dari saur martua sendiri di kalangan suku batak toba
agar anak yang belum menikah tetap sudah di tinggal dunia oleh kedu orang tua nya
segera menikan untuk mempunya keturunan dari orang tua mereka tersebut agar bias
menurunkan nama marga di belakang nama mereka.

Yang ketiga saya akan membahas tentang tarian tor tor yang termasuk kearifan seni suku
batak :
Sejarah tarian tortor adalah tarian yang jenis nya termasuk tarian purba yang
berasal dari mandailing, berasal di pulau sumtra utara yang meliputi tapanuli utara,
Humbang hasundutan, toba samosir, dan pulau samosir.Tarian ini juga termasuk kearifan
yang ada di masyrakat batak toba karena peninggalan dari para leluhur di jaman dulu dan
mempunyai makna yang sangat kental dalam kehidupan masyrakat.Kata “tor-tor” berasal
dari suara entekan kaki penari di atas papan rumah adat batak dan penari bergerak
dengan iringan gondang yang berirama mengentak.Tarian tortor adalah tarian seremonial
yang di sajikan dengan musik gondang.Secara fisik tarian tortor termasuk tarian yang unik
karena menggerakan tangan keatas kebawah namun dari gerakan-gerakan nya tarian
tortor menunjukan tarian tortor tersebut adalah media komunikasi di zaman dulu untuk
menyampaikan pesan pesan kepada masyrakat dalam upacara upacara adat di daerah
batak toba, dimana melalui gerakan yang disajikan terjadi interaksi antara partisipasi
setiap pengikut upacara.Tarian tortor juga di iramai dengan music gondang ibarat sebuah
pasangan yang tak dapat di pisahkan alat music gondang berasal dari kabupaten
mandailing Natal sejak ratusan tahun silam, sebelum agama masuk ke mandailing. Pada
zaman dulu music gondang hanya di pertunjukan kepada kalangan istana, setelah
kemerdekaan baru lah music gondang di padukan dengan tarian tortor dan di pertunjukan
ke masyrakat, musik gondang Sembilan dimainkan oleh Sembilan orang. Alat musik yang
di mainkan terdiri atas Sembilan gondang, seruling, tiga eneng eneng dua gong sepasang
sasayang, dan sebuah mong-mongan.Tujuan tarian tor-tor itu sendiri untuk upacara
kematian, panen di lading, dan penyembuhan. Makna tarian ini adalah untuk membantu
masyrakat dalam membantu dengan hal yang sedikit magic karena tarian asli tor tor yang
di toba sana menurut ahli sejarah ada acara ritusl yang berhubngsn dengan roh. Dan
sekarang tarian tor tor sudah terkenal di asia dan menjadi tarian tradisional suku batak di
tanah karo pulau Sumatra Utara.
BAB 3
KESIMPULAN

Kearifan lokal yang di miliki oleh suku batak sangatlah banyak dan akan sangat banyak jika
saya kupas. Dari yang telah saya coba paparkan kita dapat melihat bagaimana kearifan lokal
masyarakat batak yang sangat kental dan masih tetap terjaga untuk di teruskan kepada
keturunan mereka. Suku batak dapat memiliki pengaruh besar di Indonesia karena mereka dapat
menjaga kearifan lokal yang ada dengan baik. Maka dari itu saya sangat berharap agar kearifan
lokal yang ada di Indonesia jangan sampai ada yang hilang. Agar kita dapat merasakannya
bersama-sama.
Selain itu dengan mempelajari kearifan lokal kita juga dapat mempromosikan setiap
daerah-daerah di Indonesia agar orang dari luar negeri juga tertarik untuk datang. Dengan
mempromosikan, kita juga telah ikut dalam melestarikan budaya yang ada agar tidak punah dan
tetap ada kedepan untuk dinikmati oleh anak dan cucu kita.