Anda di halaman 1dari 7

Nama : Ilvi Lian Suri

NIM : 131000264
M.K : Ergonomi
Kerja Otot – Faal Kerja
1. Definisi
Ilmu tentang fisiologi tubuh manusia saat bekerja Bekerja merupakan hasil koordinasi dari
kerja sama indera, otak, syaraf dan otot yang ditunjang oleh kerja jantung, paru, ginjal dan
lain-lain.

2. Klasifikasi Kerja
a) Kerja Otot Statis
Kerja otot statis adalah kerja otot yang tidak bergerak atau dengan kata lain otot hanya
diam. Biasanya kerja otot statis akan lebih cepat mengalami kelelahan dibandingkan dengan
kerja otot dinamis.
Kriteria :
 Ringan selama 4 menit/ lebih
 Kerja sedang selama 1 menit/ lebih
 Kerja berat selama 10 detik atau lebih
Contoh :
 Seorang satpam yang harus menjaga pintu selama beberapa jam tanpa bisa duduk.
Tentu otot kakinya akan merasa kelelahan dengan kerja otot statis seperti itu.
 Menggendong, menjinjing, membawa dg lengan mendatar, berdiri satu kaki, menekan
pedal, mendorong, menekan, menjangkau lama

Efek Kerja Statis


 Tekanan kurang dari 15 - 20 % , normal tanpa keluhan
 Tekanan 15 - 20 %, keluhan nyeri setelah beberapa hari kerja
 Tekanan 60 %, aktivitas terganggu
 Konsumsi energi lebih tinggi
 Frekwensi jantung lebih tinggi
 Memerlukan waktu istirahat yang lebih panjang
 Daya tahan untuk bekerja secara statis jauh lebih kecil daripada kerja statis, karena
terjadinya hambatan pada aliran darah, sehingga menghambat pertukaran oksigen
 Efek kerja otot statis adalah otot yang digunakan dalam keadaan diam sehingga akan
terjadi penumpukan asam laktat lebih cepat dibandingkan dengan kerja otot dinamis,
sehingga pekerja akan lebih cepat mengalami kelelahan. Ketika pekerja cepat merasa
lelah meka pekerjaan atau produktivitasnya akan mengalami penurunan. Sebagai
contoh seorang tukang cat yang sedang melakukan pekerjaanya pada saat berdiri,
akan mengalami kelelahan pada kedua otot kakinya.

b) Kerja Otot Dinamis


Efek kerja dinamis adalah efek yang sebenarnya sangat baik karena tidak menyebabkan
kelelehan pada saat bekerja. Tidak seperti kerja otot statis yang menyebabkan kelelahan pada
pekerja saat bekerja, kerja otot dinamis sangat dianjurkan dalam melakukan setiap gerakan
dan postur kerja. Karena pada saat bekerja, otot si pekerja akan mengalami relaksasi,
sehingga menyebabkan si pekerja tidak cepat merasakan kelelahan pada saat bekerja dan
produktivitasnya tidak akan mengalami penurunan.
Efek Kerja Dinamis :
• Frekwensi pernafasan meningkat
• Denyut jantung & tekanan darah meningkat
• Aliran darah & Oksigen meningkat ke otot yang aktif dan berkurang ke daerah inaktif
• Beban kerja yang dianjurkan 30 – 35% dari maksimum konsumsi Oksigen
(VO2maks)

Tabel. 1 Perbedaan Kerja Dinamis dan Statis


Kontraksi otot – hambatan aliran darah dimulai pada 25%, 70% = hambatan total
No Kerja Dinamis Kerja Statis
Kontraksi tetap (hambatan aliran darah Kontraksinya berirama (hambatan aliran
1
sementara “pumping effect”) darah lama)
2 Aliran darah terhambat Aliran darah di pompa ke seluruh tubuh
3 Memerlukan energi yang banyak Memerlukan energi yang sedikit
Bila pekerjaan > 15% VO2 maks – O2
4 Oksigen 20 – 30 kali lebih banyak
kurang
5 Heart Rate tidak maksimal HR < 120/menit
6 Tekanan darah tidak banyak berubah TD meningkat beban jantung meningkat
Tabel 2. Waktu maksimal untuk kerja otot statis dibandingkan kekuatan yang
dibutuhkan. (Menurut Monod – 1967)

Persentase Kekuatan yang dibutuhkan Waktu maksimal kontraksi


dari kekuatan maksimum (dalam menit)

20 % 9 menit
30% 4 menit
40% 2 menit
50% 1 menit
60% - 100% < 1menit

3. Mekanisme Bekerja Otot dengan Energi


Kontraksi otot adalah suatu proses yang memerlukanenergi untuk bekerja mengubah
tenaga kimia menjadi mekanik. Sumber cepat tenaga ini merupakan tturunan fosfat organic
yang kaya akan tenaga dalam otot. Sumber akhir merupakan metabolisme antara karbohidrat
dan lipid hidrolisis ATP untuk memberikan tenaga kontraksi.
Pada keadaan normal, tenaga untuk reaksi endoterm digunakan untuk memecah glukosa
menjadi CO2 dan H2O. Bila ada oksigen yang lebih kuat maka piruvat memasuki siklus
asam sitrat melalui lintasan enzim pernapasan yaitu glikolisis anaerob.
Selain itu di dalam otot, fosforilkretin yang kaya akan tenaga membentuk ATP dari ADP
sehingga memungkinkan kontraksi berlanjut. Fosfokreatin diurai menjadi kreatin, fosfat, dan
ATP. Di dalam oto terjadi pemecahan glikolisis menjadi asam laktat yang menghasilkan
ATP, dan berlangsung secara anaerob.
Mekanisme kerja otot pada dasarnya melibatkan suatu perubahan dalam keadaan yang
relatif dari filament-filamen aktin dan myosin. Selama kontraksi otot, filamen-filamen tipis
aktin terikat pada dua garis yang bergerak ke Pita A, meskipun filamen tersebut tidak
bertambah banyak. Namun, gerakan pergeseran itu mengakibatkan perubahan dalam
penampilan sarkomer, yaitu penghapusan sebagian atau seluruhnya garis H. selain itu filamen
myosin letaknya menjadi sangat dekat dengan garis-garis Z dan pita-pita A serta lebar
sarkomer menjadi berkurang sehingga kontraksi terjadi. Kontraksi berlangsung pada interaksi
antara aktin miosin untuk membentuk komplek aktin-miosin.
Mekanisme Kontraksi Otot (Sumber : http://www.colorado.edu)
a) Potensial aksi berjalan sepanjang saraf motorik sampai ke ujung serat saraf.
b) Setiap ujung saraf mensekresi substansi neurotransmiter.
c) Asetilkolin bekerja untuk area setempat untuk membuka saluran asetilkolin melalui
molekul protein dalam membran serat otot.
d) Terbukanya saluran asetilkolin memungkinkan ion Na mengalir ke dalam membran serat
otot pada titik saraf.
e) Potensial aksi berjalan sepanjang membran saraf dengan cara yang sama.
f) Potensial aksi menimbulkan depolarisasi membran otot.
g) Ion Kalsium menimbulkan kekuatan menarik antara filamen aktin dan miosin yang
menyebabkan bergerak bersama menghasilkan kontraksi.
h) Setelah kurang dari satu detik, kalsium dipompa kembali dalam retikulum sarkoplasma
tempat ion-ion disimpan sampai potensial otot yang baru lagi.

Kontraksi otot dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :


a) Treppe atau staircase effect, yaitu meningkatnya kekuatan kontraksi berulang kali pada
suatu serabut otot karena stimulasi berurutan berseling beberapa detik. Pengaruh ini
disebabkan karena konsentrasi ion Ca2+ di dalam serabut otot yang meningkatkan
aktivitas miofibril.
b) Summasi, berbeda dengan treppe, pada summasi tiap otot berkontraksi dengan kekuatan
berbeda yang merupakan hasil penjumlahan kontraksi dua jalan (summasi unit motor
berganda dan summasi bergelombang).
c) Fatique adalah menurunnya kapasitas bekerja karena pekerjaan itu sendiri.
d) Tetani adalah peningkatan frekuensi stimulasi dengan cepat sehingga tidak ada
peningkatan tegangan kontraksi.
e) Rigor terjadi bila sebagian terbesar ATP dalam otot telah dihabiskan, sehingga kalsium
tidak lagi dapat dikembalikan ke RS melalui mekanisme pemompaan.
Metode pergeseran filamen dijelaskan melalui mekanisme kontraksi pencampuran aktin
dan miosin membentuk kompleks akto-miosin yang dipengaruhi oleh ATP. Miosin
merupakan produk, dan proses tersebut mempunyai ikatan dengan ATP. Selanjutnya ATP
yang terikat dengan miosin terhidrolisis membentuk kompleks miosin ADP-Pi dan akan
berikatan dengan aktin. Selanjutnya tahap relaksasi konformasional kompleks aktin, miosin,
ADP-pi secara bertahap melepaskan ikatan dengan Pi dan ADP, proses terkait dan
terlepasnya aktin menghasilkan gaya fektorial.
Otot bekerja dengan kontraksi dan relaksasi. Pada otot lurik terdapat aktin dan miosin
yang mempunyai daya berkerut membentuk aktomiosin. Bila aktin mendekat ke miosin
makan otot akan berkontraksi, sebaliknya bila aktin menjauhi miosin makan otot akan
relaksasi.
Energi untuk kontraksi otot berasal dari penguraian molekul ATP, yaitu sebagai berikut :
ATP à ADP + P + energi
ADP à AMP + P + energi
Kreatinfosfat adalah sumber energi cadangan yang dapat melepaskan P untuk disintesakan
dengan ATP sehingga membentuk glikogen.
Glikogen adalah gula otot yang merupakan zat makanan cadangan (polisakarida) yang tidak
larut dalam air.

4. Pekerjaan yang Berkaitan dengan Penyakit Otot


Sindrom Carpal Tunnel adalah rasa sakit yang menekan bagian syaraf yang melalui
pergelangan tangan.
Penyebab
Sindrom carpal tunnel disebabkan bagian syaraf yang tertekan, di bagian telapak dari
pergelangan tangan (daerah tersebut disebut carpal tunnel). Bagian tengah syaraf yang
melayani ibu jari tangan. Tekanan tersebut terjadi ketika jaringan serat menjadi menumpuk
dan membengkak karena berbagai macam sebab pada bagian telapak pada pergelangan
tangan.
Sindrom carpal tunnel sering terjadi-khususnya pada wanita- dan dapat berpengaruh pada
satu atau pada kedua tangan. Biasanya berisiko pada orang yang pekerjaannya memerlukan
pergerakan pergelangan tangan terus-menerus, seperti penggunaan obeng. penyebab lain
adalah penggunaan keyboard pada komputer yang posisinya tidak baik. Gerakan yang terus
menerus (misalnya penggunaan berbagai macam alat) juga diklaim sebagai penyebab
sindrom carpal tunnel. Wanita hamil dan orang yang menderita diabetes, kelenjar gondok
jinak, gout, sendi rematik beresiko tinggi terkena sindrom carpal tunnel.

Gejala
Gejalanya, berkaitan dengan tekanan syaraf, rasa tidak nyaman, kebas, rasa gatal, dan
nyeri pada tiga jari pertama dari sebelah ibu jari tangan. kadangkala, terasa sakit dan terbakar
atau rasa gatal pada lengan dan bahu. lebih terasa ketika penderita tidur karena cara tangan
diposisikan. Seiring waktu, otot pada tangan di Gejalanya, berkaitan dengan tekanan syaraf,
rasa tidak nyaman, kebas, rasa gatal, dan nyeri pada tiga jari pertama dari sebelah ibu jari
tangan. kadangkala, terasa sakit dan terbakar atau rasa gatal pada lengan dan bahu. lebih
terasa ketika penderita tidur karena cara tangan diposisikan. Seiring waktu, otot pada tangan
di bagian ibu jari menjadi lemas dan menyusut sampai tidak bisa digerakkan (atrophy).
bagian ibu jari menjadi lemas dan menyusut sampai tidak bisa digerakkan (atrophy).

Diagnosa
Diagnosa yang banyak dilakukan adalah memeriksa tangan dan pergelangan tangan yang
terkena, sebelum operasi seorang dokter pertama-tama memperhatikan cara kerja syaraf
untuk meyakinkan apakah yang menjadi penyebab sindrom carpal tunnel.

Pengobatan
Untuk penyakit ini pengobatan terbaik adalah menghindari posisi pergelangan tangan
terulur atau menekan terlalu keras bagian syaraf. Mengikat pergelangan tangan untuk
menopang tangan pada posisi normal (khususnya pada malam hari) dan mengatur sudut
keyboard komputer dapat membantu. Pengobatan berdasarkan penyakit (seperti rheumatoid
arthritis atau kelenjar tiroid kurang aktif) dapat membantu mengurangi gejala.
Suntikan cairan kortikosteroid ke dalam pergelangan tangan ada kalanya memberi rasa
nyaman yang lama. Jika rasa sakit terjadi terus menerus atau jika pergerakan otot tidak
berfungsi atau melemah, operasi adalah jalan keluar terbaik untuk membebaskan tekanan
pada bagian syaraf. Ahli bedah akan memotong gumpalan jaringan serat yang letaknya
menekan syaraf.

Pencegahan
Letak keyboard yang benar
Sindrom carpal tunnelPenggunaan keyboard komputer yang tidak benar menimbulkan
sindrom carpal tunnel. Untuk menghindari luka tersebut, pengguna harus menjaga
pergelangan pada posisi yang benar, yaitu, antara tangan dengan bahu harus lurus. tangan
boleh lebih rendah daripada bahu. Tetapi tangan tidak boleh lebih tinggi, dan pergelangan
tidak boleh menggantung. Keyboard letaknya harus selalu rendah, tangan dijaga supaya lebih
rendah dari siku. Penyangga pergelangan tangan dipergunakan untuk menopang pergelangan
tangan.
5. Penyakit Antropometri
Masalah antropometri yaitu berkaitan dalam perancangan stasiun kerja, fasilitas kerja, dan
desain produk agar diperoleh ukuran-ukuran yang sesuai dan layak dengan dimensi anggota
tubuh manusia yang akan menggunakannnya. Hal ini dilakukan agar tercapai suatu kondisi
yang enak, nyaman, aman, dan sehat bagi manusia serta menciptakan kondisi kerja yang
efisien dengan hasil efektif untuk mencapai keadaan yang ergonomis.
Contoh dampak negatif apabila kita mendesain stasiun kerja (interaksi antara operator
dengan kursi, meja dan seperangkat komputer) tidak menggunakan antropometri manusia
adalah desain worksatation tersebut apabila tidak ergonomis dapat menyebabkan penyakit
Occupational Ceruicobbrachial Syndrome (OCS), dan kelelahan mata akibat dari lamanya
menatap layar monitor atau akibat dari posisi monitor yang tidak sesuai dengan user
(Suasmini, 2012).
Contoh dampak negatif apabila kita mendesain jok mobil tidak menggunakan
antropometri manusia adalah tempat duduk mobil untuk driver yang tidak ergonomis dan
tidak nyaman untuk ukuran dimensi tubuh dan sudut jok mobil.
Apabila kita mendesain baju ataupun kaos tidak menggunakan antropometri manusia
adalah baju atau kaos uang dihasilkan tidak sesuai dengan ukuran tubuh sehingga akan
menyebabkan ukuran baju tersebut longgar maupun kesempitan.

Referensi
Suasmini, I. D. A. S. 2012. Penempatan Posisi Ketinggian Monitor Diturunkan Dapat
Mengurangi Keluhan Subjektif Para Pemakai Kaca Bifokal. Denpasar: Institut Seni Rupa
indonesia.