Anda di halaman 1dari 5

SOP PENGISIAN KARTU IBU

No.dokumen :

No.revisi :
SOP
Tanggal terbit :

Halaman :

Kepala Puskesmas

UPTD
PUSKESMAS
WANGI-WANGI
SELATAN
HASMI, AM.Keb

NIP. 19690520 199003 2 004

1. Pengertian Alat bantu untuk mengetahui identitas, status kesehatan, dan riwayat kehamilan
sampai kelahiran
2. Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan pengisian kartu status ibu hamil secara lengkap
dan teliti.
3. Kebijakan Setiap ibu hamil yang datang berkunjung diharapkan bidan dapat mengetahui
anamnesa identitas, status kesehatan dan riwayat kehamilan sampai kelahiran
4. Referensi Gondodiputro, Sharon.2007.Rekam Medis dan Sistem Informasi Kesehatan
5. Prosedur/ Alat
Langkah-Langkah
1. Ballpoint
2. Tensimeter
3. Timbangan berat badan
4. Meteran
5. Leanec
6. Doppler
7. Kartu status
8. Pita lila
9. KMS ibu hamil

Instruksi Kerja
1. Tulis kartu ibu hamil menggunakan tinta hitam dengan rapi dan jelas
2. Tulis nomor register pasien pada kolom bagian kanan atas
3. Tulis identitas pasien pada kolom yang tersedia
- Nama, umur, agama, pekerjaan dan alamat pasien
- Nama, umur, dan pekerjaan suami
4. Beri tanda rumput √ pada kolom yang tersedia, bila sudah dilakukan imunisasi
TT
5. Tulis riwayat kehamilan sebelumnya pada kolom yang tersedia
- Tanggal kelahiran
- Hasil persalinan
- (lahir hidup (LH), Lahir mati (LM), Abortus (A)
- Jenis kelaamin anak laki-laki (L) dan anak perempuan (P)
- Keadaan pada kelahiran
- Berat badan anak waktu lahir
- Lamanya menyusui
- Penolong persalinan
6. Isi kolom riwayat penyakit
- Beri tanda rumput √ jika pasien menderita penyakit yang tertulis dalam kolom
yang tersedia
- Tulis TAA (tidak ada apa-apa) jika pasien tidak menderita penyakit tersebut
- Tulis tahun riwayat penyakit tersebut diderita pasien
7. Isi kolom riwayat persalinan
- Beri tanda rumput √ pada kolom yang tersedia tentang riwayat persalinan
- Tulis tahun riwayat persalinan tersebut
8. Isi kolom riwayat persalinan sekarang
- Tulis tanggal HPHT (haid pertama haid terakhir)
- Tulis usia kehamilan
- Tulis tafsiran persalinan
- Coret salah satu yang tidak perlu pada riwayat haid
- Tulis siklus haid
- Tulis cara kontrasepsi pasien
9. Isi kolom Antenatal care
- Tulis tinggi badan dan ukuran lila pasien
- Tulis tanggal kunjungan pasien
- Tulis keluhan pasien saat kunjungan
- Tulis berat badan pasien saat kunjungan
- Tulis umur kehamilan ( dalam minggu)
- Tulis tinggi fundus uteri saat kunjungan (dibawah 24 minggu dengan jari,
diatas 24 minggu dengan sentimeter)
- Tulis letak kepala janin (kepala, sungsang,lintang)
- Tulis frekuensi denyut jantung janin dalam satu menit
- Tulis hasil pemeriksaan laboratorium (Hb, Golongan Darah, reduksi urine,
protein urin)
- Tulis hasil pemeriksaan khusus (pemeriksaan cor dan pulmo)
- Tulis tindakan dan terapi yang dilakukan (pemberian imunisasi TT, tablet
FE, dan lain-lain) dikolom yang tersedia
- Bubuhkan paraf petugas pada kolo yang tersedia setiap pemeriksaan
10. Isi kolom pemeriksaan resiko tinggi
- Tulis tanggal ditemukannya faktor resiko tinggi pada pasien
- Tulis jenis faktor resiko tinggi yang ditemukan pada pasien dengan acuan
poedji rochyati score
6. Unit Terakait UKP, UKM, Pustu, Poskesdes

1. Kartu ibu hamil


2. Kartu status ibu RB (ibu hamil)
7. Dokumen 3. Buku register kohort ibu hamil
Terkait 4. Buku register kesehatan ibu hamil
5. Buku KIA
6. KMS ibu hamil
SOP REST PLASENTA
No.dokumen :

No.revisi :
SOP
Tanggal terbit :

Halaman :

Kepala Puskesmas
UPTD
PUSKESMAS
WANGI-WANGI
SELATAN HASMI, AM.Keb
NIP. 19690520 199003 2 004

1. Pengertian Rest plasenta adalah Tertinggalnya bagian plasenta dalam uterus yang dapat
menimbulkan perdarahan post partum primer atau perdarahan post partum
sekunder
2. Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan tindakan pada pasien Rest plasenta agar tidak
menimbulkan perdarahan post partum dan komplikasi lainnya
3. Kebijakan Setiap Bidan diharapkan mampu mengevalusi dan melaksanakan tindakan yang
akan dilakukan agar tidak terjadi infeksi pada setiap ibu bersalin dengan kasus
Rest Plasenta yang akan menimbulkan gangguan pembekuan darah atau
perdarahan post partum
4. Referensi 1. Maryunani, anik dan A. 2013. Asuhan kegawatdaruratan maternal dan
neonatal. Jakarta timur: Trans Info Media
2. Nugroho, Taufan. 2011. Buku Ajar Obstetri. Yogyakarta: Nuha Medika
5. Prosedur/ Alat
Langkah-
1. Tensi meter
Langkah 2. Stetoscope
3. Neirbeken
Bahan
1. Sarung tangan
2. Kasa steril
3. Antibiotik
4. Cairan infus
Instruksi Kerja
1. Perbaiki keadaan umum ibu (pasang infus)
2. Kosongkan kandung kemih
3. Memakai sarung tangan steril
4. Desinfeksi genitalia eksterna
5. Tangan kiri melebarkan genitalia eksterna,tangan kanan dimasukkan secara
obstetri sampai serviks
6. Lakukan eksplorasi didalam cavum uteri untuk mengeluarkan sisa plasenta
7. Lakukan pengeluaran plasenta secara digital
8. Setelah plasenta keluar semua diberikan injeksi uterus tonika
9. Berikan antibiotik untuk mencegah infeksi, Antibiotika Ampisilin dosis
awal 1 gram IV, dilanjutkan dengan ampisilin 3x1 gram per oral.
Dikombinasikan dengan metronidazol 1 gram suppositoria, dilanjutkan
Metronidazol 3x500 mg per oral
10. Observasi tanda-tanda vital dan perdarahan
6. Unit Terakait UKP

7. Dokumen Terkait Rekam medis