Anda di halaman 1dari 4

APLIKASI GEOSTATISTIK DALAM BIDANG GEOLOGI,

PERTAMBANGAN, DAN PERMINYAKAN

Disusun Oleh:
Erwin Kundya Y.P
111.150.082
Kelas Mekanika Tanah A

MATA KULIAH MEKANIKA TANAH


PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2018
 Statistik dan Geostatistik
Statistik digunakan dalam dunia riset dan peramalan (dalam ekonomi). ada
dua macam statistik, yaitu Statistik deskriptif yang hanya menghasilkan angka-angka
dari proses pengolahan dengan salah satu metode statistik, dan statistik inferensial
yang memberikan makna dari angka-angka. Sedangkan geostatistik merupakan suatu
jembatan antara statistik dan GIS. Analisis geostatistik merupakan teknik geostatistik
yang terfokus pada variable spasial, yaitu hubungan antara variable yang diukur pada
titik tertentu dengan variable yang sama diukur pada titik dengan jarak tertentu dari
titik pertama. Proses yang dilakukan dalam analisis geostatistik adalah meregister
seluruh data, mengeksplorasi data, membuat model, melakukan diagnostic
danmembandingkan model. Selain it dapat digunakan untuk menampilkan suatu
struktur dari korelasi spasial.Tidak terikat dengan model distribusi populasi dengan
asumsi bahwa semua sampel dari seluruh populasi terdistribusi secara normal dan
independen.
 Ruang Lingkup Geostatistik
1. Analisis Statistik (Review)
2. Analisis Spasial:
a. Non-geostatistikal
b. Geostatistikal
3. Pemodelan Variogram
4. Estimasi
 Penerapan Geostatistik dalam Geologi dan Pertambangan
1. Untuk pemetaan dan estimasi, variogram dapat digunakan untuk
menginterpolasi antara titik data (kriging).
2. Untuk mengkarakterisasi suatu ketidaktentuan pada estimasi (volume
minyakbumi, kadar di atas cut-off, resiko polusi).
3. Mengestimasi cadangan total.
4. Mengestimasi error.
5. Menghitung jarak sampling optimal.
6. Mengestimasi cadangan blok.
7. Pemetaan kontur dan pembuatan grid.
8. Mensimulasikan deposit untuk perencanaan.
9. Mengestimasi pemulihan area.
 Penerapan Geostatistik dalam Industri Perminyakan
Tujuan dari pemodelan pada industri perminyakan adalah tentu saja untuk
membuat model dari reservoir minyak dan gas. Model ini sangat berguna untuk
mendapatkan perseujuan dari pemerintah dalam hal ini pemerintah akan juga
mempertimbangkan aspek ekonomi berdasarkan model yang dibuat (Tyson and Math,
2009). Daerah konsesi Natuna terletak sekitar 225 km timur laut Pulau Natuna di laut
Natuna bagian timur. Analisis mendalam dan terintegrasi dengan geostatistik sangat
diperlukan untuk dapat membuat model geologi detail untuk analisa fasies dan peta
porositas untuk tujuan determinasi dan input pada model simulasi reservoir.

Untuk pembuatan peta fasies seismik tiap sikuen data yang diperlukan adalah
geometri refleksi internal dan hubungannya dengan batas sikuen, tambahan atribut
seismik seperti amplitude dan continuity juga diidentifikasi (Dunn et al, 1996). Fasies
deposisi diidentifikasi dari karakter seismiknya dan deskripsi litofasies yang
dikalibrasi dari core dan analisis log. Untuk mengidentifikasi karakter seismik
sekarang ini dibutuhkan seorang interpreter modern. Tantangannya adalah untuk
mengintegrasikan prediksi kuantitatif, kenampakan dan pengukuran dari data seismic
ke dalam deskripsi reservoir statis dan model reservoir dinamis melalui seismic 3D
dan 4D (Hargrave et al, 2003). Untuk pembuatan peta penyebaran porositas
digunakan data porositas dari data sumur dan kecepatan seismic. Pengolahan dari data
yang ada menghasilkan peta seperti pada lampiran. Pola kontur pada peta porositas
jelas memperlihatkan bahwa interpretasi porositas pada reservoir sangat dipengaruhi
oleh fasies deposisinya (Dunn et al, 1996).
Analisis geostatic sangat diperlukan dalam pemodelan geologi. Dengan
penggunaan statistic dapat diprediksi nilai dari daerah yang tidak memiliki data real
sehingga dapat dibuat hasil prediksi yang mendekati nilai penyebaran sebenarnya.
Dari data beberapa sayatan seismic dapat dibuat peta fasies seismic dan analisa fasies
deposisi. Sedangkan untuk pembuatan peta penyebaran porositas digunakan dari
beberapa data sumur dan analisa kecepatan seismic.
REFERENSI

Dunn, et al, 1996, Application of Geoscience Technology in a Geologic Study of the


Natuna Gas Field, Natuna Sea, Offshore Indonesia, Proceeding IPA.
Hargrave, et al, 2003, What are Interpreters for? The Impact of Faster and More
Objective Interpretation Systems, Proceeding IPA.
Mair, et al, 2003, Prospects to Reservoir Models: Streamline the Workflow, Proceeding
IPA.
Tyson and Math, 2009, Regulatory Aspects of Geological Modelling, Proceeding IPA.