Anda di halaman 1dari 5

Regulator gen mampu memproduksi beberapa produk dari sel pada jaringan atau organ

pada tiap individu. Adanya Regulasi ini dapat menyebabkan adanya perbedaan wujud tiap sel.
Adanya mutasi, gen regulator mampu menghancurkan gen normal yang diturunkan dan
menghasilkan gen anakan yang berbeda. Dalam hal ini banyak gen mengkode trans-protein
berikatan pada cis- meregulasi set gen untuk mengontrol ekspresi gen.
 Differensiasi sel pada Eukariota Tinggi

Selama perkembangan eukarit tingkat tinggi, sebuah zigot yang merupakan sel tunggal
yang berdeferensiasi menjadi bermacam-macam tipe sel yang memiliki tipe dan fungsi yang
berbeda-beda. Contohnya, sel darah merah yang membuat hemoglobin yang fungsinya mengikat
oksigen dan diedarkan keseluruh tubuh, sedangkan sel saraf dapat menghasilkan
neurotransmitter. Mekanisme terjadinya differensiasi terjadi pada suatu ekspresi gen yaitu pada
transkripsi dan proses pre-mRNA yang disebabkan oleh adanya regulasi ekspresi gen atau
perubahan komposisi genom.

Perkembangan pada eukariotik tingkat tinggi ini dikontrol oleh preprogammed circuits of
genes expression. Misalkan, pada pelepasan hormon pada aliran darah atau pada fertilisasi sel
telur menggerakkan sepasang gen. Produk dari satu ataupun lebih dari fungsi gen dengan
transkipsi turning off dari sepasang gen dan/ atau turning on transkipsi pada pasangan gen kedua,
dimana produk dari sepasang gen kedua ini akan men turning on pasangan gen ketiga dst.
Sehingga ekpresi gen telah terprogam secara genetik dan gen tidak dapat keluar dari
rangkaiannya. Terdapat elemen regulasi yang disebut enhancer dan silencer yang mengatur
tingkatan ekspresi gen di dekat promotor.

CONTOH NEOKLASIKAL PERKEMBANGAN EKSPRESI GEN TEREGULASI


 Transkripsi Pada Kromosom Lampbrush Pada Oosit Amphibian

Sebagian besar eukariotik sintesi protein tidak mengiringi sintesis RNA. Transkip gen
pada bentuk molekul mRNA dan pre-mRNA harus ada dalam sel telur pada tingkat dorman.
Transkripsi terjadi pada profase I (diptolen) pada meiosis. Molekul pusat dikelilingi oleh
[3H]uridin kromosom lampbrush membuka pada sisi aktif dari transkipsi. Transkrip gen pada
Kromosom ini dibutuhkan pada tahap awal embriogenesi. Gen transkrip yang disintesis selama
oogenesis harus tersedia dalam bentuk inaktif namun stabil (RNA protein kompleks) selama
fertilisasi terjadi. Gen transkrip yang disintesis selama oogenesis harus tersedia dalam bentuk
inaktif namun stabil (RNA protein kompleks) selama fertilisasi terjadi. Produk gen harus
bertempat pada lokasi tertentu pada sitoplasma sel telur selama oogenesis. . Pada amphibi dan
vertebrata lainnya perkembangan progam genetik ditentukaan selama oogenesis. Perkembangan
selanjutnya pada diferensiasi sel dimulai saat gastrula.
 Gen rRNA pada oosit Amphibi

Meskipun inisiasi terjadi secara cepat pada sintesis protein selama fertilisasi, tidak ada
rRNA yang disintesis pada embryo amphibi hingga fase gastrulasi. Hal ini sebabkan karena
rRNA sudah ada sejak oogenesis, hingga ahal tersebut dinamakan gen spesifik amplifikasi. Pada
oosit amphibi, Terdapat 1000 gen rRNA disetiap nukleoli diploid. D. Brown dan I. Dawid
menunjukkan bahwa Xenopus laevis mengandung 100 nukleoli yang mengandung DNA sirkular
membawa rRNA copy. Molekul DNA ektrakromosomal muncul untuk mereplikasi pada putaran
mekanisme.

\ POPULASI GEN TRANSKRIP BERBEDA PADA TIPE SEL BERBEDA


Pada eukariot tingkat tinggi hanya sedikit dari genom yang mewakili mRNA pada tipe
sel, hal iniditunjukkan pada percobaan penjenuhan hibrididasi pada DNA-RNA. RNA diekstrak
sel dan digunakan untuk hibrididasi DNA nuclear. Kemudian DNA-RNA hibrid akan terbentuk
dengan cara RNA ditambahkan pada reaksi yang hampir sama dengan konsentrasi DNA, hingga
semua rangkaian DNA akan melengkapi rangkaian populasi RNA. Ekperimen ini berakhir
dengan menggunakan tipe sel yang berbeda dengan hasil 10% genom DNA mewakili molekul
mRNA disetiap sel. Ada Beberapa gen yang sama dan ada yang tidak sama transkip pada
jaringan yang berbeda.
MEKANISME REGULASI TRANSKRIPSI PADA EUKARIOT TINGKAT TINGGI
Pada E.Coli, holoenzim, RNA polymerase mengandung semua informasi yang digunakan
untuk inisiasi transkripsi dengan memberikan sinyal promoter yang akurat. Akan tetapi RNA
polymerase II pada eukariot yang mentrankripsikan sebagian besar gen-gen inti pengkode
protein, tidak dapat menginisiasi transkripsi secara tepat dalam keadaan in vitro tanpa adanya
penambahan 4 protein asesori/ factor transkripsi pada umumnya.
 Kebanyakan Unit Transkripsi Eukariotik bersifat Monogenik

Pada eukariotik tinggi, telah terihat bahwa operon tidak berperan penting jikalau mereka
ada Operon atau yang menyerupainya yang terdapat pada tingkat rendah yaitu jamur, operon
sepertinya jarang ditemui pada eukariot tingkat tinggi. Sebagian besar RNAd memiliki
karakteristik monogenic (mengandung sekuen pengkode yang terdiri atas satu gen structural.
Pada beberapa kasus hasil transkripsi primer bersifat poligenik dan di potong-potong untuk
menghasilkan RNAd monogerik.
 Enhancers (meningkat trankripsi) dan Silencers (menurunkan transkripsi) Mengatur
Transkripsi pada Eukariotik

Gen-gen eukariotik yang diregulasi elemen cis-acting dinamakan enhancer dan silencer.
Enhancer merupakan elemen yang besar, yang memiliki panjang lebih dari ratusan pasang
nukleotida. Enhancer berfungsi untuk melengkapi bagian dari kerja suatu jaringan, selain itu juga
berfungsi untuk menngkatkan trakskripsinya gen-gen pada jaringan target (yang produk gen-
gennya diperlukan). Beberapa enhancer memiliki karakteristik sebagai pemegang peranan dalam
ekspresi gen, selain itu, juga menunjukkan spesifisitas jaringan . model kerja enhancer dan
silencer mirip dengan mekanisme regulasi operon ara pada E.Coli, kecuali bahwa pada
euakriotik tinggi melibatkan protein regulatory.
 Regulasi Pada Level Transkripsi melalui metilasi DNA

Pendapat-pendapat yang mengikuti metilasi pada control regulasi gen pada organisme
eukariot didasarkan pada 3 bukti secara tidak langsung
1. Banyak kajian yang mendemonstrasikan hubungan antara level ekspresi gen dan tingkat
metilasi
2. Pola metilasi bersifat spesifik pada setiap jaringan
3. Obat-obatan (analog basa) 5-azacyidine, yang tidak dapat termetilasi setelah bergabung
dengan DNA telah menunjukkan hasil ekspresi gen pada jaringan dimana secara normal
maka tidak terekspresi

Hal penting dari pola metilasi yaitu mereka terwariskan secara klonal, Dengan adanya
separuh-sekuen metilasi, keturunan dapat terkloning. Kunci utama model regulasi ekspresi
gen/differensiasi melalui metilasi DNA melibatkan pembentukan pola metilasi yang spesifik
pada suatu jaringan.
QUESTION-ANSWER
1. Jelaskan gambaran dasar tentang enhanser yang membedakan dara promoter !
Jawab :- enhancer mampu bekerja pada jarak yang relative jauh
-orientasi enhance bebas , yang bisa berfungsi sebagai orientasi baik normal
maupun bolak-balik
-posisi enhancer bebas , yang bisa berfungsi pada posisi upstream (5’) atau
downstream (3’) dari gen/hadir dalam intron gen