Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Semenjak Immanuel Kant yang menyatakan bahwa filsafat merupakan disiplin ilmu
yang mampu menunjukkan batas-batas dan ruang lingkup pengetahuan manusia secara
tepat; maka semenjak itu pula refleksi filsafat mengenai pengetahuan manusia menjadi
menarik perhatian. Mula-mula filsafat berarti sifat seseorang berusaha menjadi bijak,
selanjutnya filsafat mulai menyempit yaitu lebih menekankan pada latihan berpikir
untuk memenuhi kesenangan intelektual (intelectual curiosity), juga filsafat pada masa
ini ialah menjawab pertanyaan yang tinggi yaitu pertanyaan yang tidak dapat dijawab
oleh sains. Secara terminologi filsafat banyak diartikan oleh para ahli secara berbeda,
perbedaan konotasi filsafat disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan pandangan hidup
yang berbeda serta akibat perkembangan filsafat itu sendiri seperti; James melihat
konotasi filsafat sebagai kumpulan pertanyaan yang tidak pernah terjawab oleh sains
secara memuaskan. Russel melihat filsafat pada sifatnya ialah usaha menjawab,
objeknya ultimate question.. Hasbullah Bakry (1971: 11) mengatakan filsafat
menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta, dan
manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya
sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagiamana sikap manusia itu harus setelah
mencapai pengetahuan itu, dan masih banyak pendapat dari tokoh-tokoh lainnya.

B. RUMUSAN MASALAH

Apa saja aliran-aliran filsafat tersebut ?

C. TUJUAN

Untuk mengetahui jenis-jenis aliran filsafat.


BAB II
PEMBAHSAN

1. RASIONALISME
Rasionalisme atau gerakan rasionalis adalah doktrin filsafat yang menyatakan
bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang
berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama.
Pada pertengahan abad ke-20, ada tradisi kuat rasionalisme yang terencana, yang
dipengaruhi secara besar oleh para pemikir bebas dan kaum intelektual.
Rasionalisme modern hanya mempunyai sedikit kesamaan dengan rasionalisme
kontinental yang diterangkan René Descartes. Perbedaan paling jelas terlihat pada
ketergantungan rasionalisme modern terhadap sains yang mengandalkan percobaan
dan pengamatan, suatu hal yang ditentang rasionalisme kontinental sama sekali

2. EMPIRISME
Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua
pengetahuan berasal dari pengalaman manusia. Empirisme menolak anggapan
bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan.
Empirisme lahir di Inggris dengan tiga eksponennya adalah David Hume, George
Berkeley dan John Locke

3. KRITISME
Aliran Kritisisme adalah aliran yang mengkritisi terhadap aliran rasionalisme dan
empirisme. Faham Rasionalisme adalah faham yang beranggapan bahwa dasar
semua pengetahuan itu ada dalam pikiran (berasal dari rasio/ akal). Faham ini
depelopori oleh Rene Descartos (1596-1650). Faham Empirisme adalah faham yang
beranggapan bahwa seluruh pengetahuan tentang dunia itu berasal dari indra
(pengalaman) kita. Faham ini di pelopori oleh David Hume (1711-1776). Kant
membagi kritisisme dalam 3 hal, yaitu : Kritik der Reinen Vernunft (Kritik atas
Rasio Murni), Kritik der Praktischen Vernunft (Kritik atas Rasio Praktis), dan Kritik
der Urteilskraft (Kritik atas Daya Pertimbangan).
Aliran kritisisme menunjukkan bahwa daya pemikiran, pengalaman adalah hal
penting untuk pengetahuan manusia. Manusia harus bisa menerapkan pemikiran dan
kemampuan inderanya dalam setiap melakukan tindakan agar mereka dapat
memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang dapat memunculkan ide-ide baru

4. MATERIALISME
Kata materialisme terdiri dari kata materi dan isme. Materi dapat dipahami
sebagai bahan; benda; segala sesuatu yang tampak. Materialisme adalah pandangan
hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di
dalam alam kebendaan semata-mata, dengan mengesampingkan segala sesuatu yang
mengatasi alam indra. Sementara itu, orang-orang yang hidupnya berorientasi
kepada materi disebut sebagai materialis. Orang-orang ini adalah para pengusung
paham (ajaran) materialisme atau juga orang yang mementingkan kebendaan semata
(harta,uang,dsb). Maka materilisme adalah paham yang menyatakan bahwa hal yang
dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi. Pada dasarnya semua hal terdiri atas
materi dan semua fenomena adalah hasil interaksi material. Materi adalah satu-
satunya substansi. Kemudian, istilah inipun sering digunakan dalam filsafat.

5. IDEALISME
Idealisme berasal dari kata ide yang artinya adalah dunia di dalam jiwa (Plato),
jadi pandangan ini lebih menekankan hal-hal bersifat ide, dan merendahkan hal-hal
yang materi dan fisik. Realitas sendiri dijelaskan dengan gejala-gejala psikis, roh,
pikiran, diri, pikiran mutlak, bukan berkenaan dengan materi. Kata idealisme pun
merupakan istilah yang digunakan pertama kali dalam dunia filsafat oleh Leibniz
pada awal abad 18. Ia menerapkan istilah ini pada pemikiran Plato, seraya
memperlawankan dengan materialisme Epikuros.

6. POSITIVISME
Istilah positivisme sangat berkaitan erat dengan istilah naturalisme dan dapat
dirunut asalnya ke pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat,
positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains.
Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika
ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial
berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.

7. PRAGMATISME
Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah
segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada
akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dengan demikian,
bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana
kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu. Dasar dari
pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada
manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual dan konkret. Dunia
ditampilkan apa adanya dan perbedaan diterima begitu saja.

8. SEKULARISME

Istilah sekularisme pertama kali diperkenalkan pada tahun 1846 oleh George
Jacub Holyoake yang menyatakan bahwa schularism is an ethical system pounded
on the principle of natural morality and in independent of reveald religion or
supernaturalism. (sekularisme adalah suatu sistem etik yang didasarkan pada prinsip
moral alamiah dan terlepas dari agama-wahyu atau supernaturalisme).

Jika sekularisasi menunjuk kepada suatu proses yang terjadi dalam pikiran orang
seorang dalam kehidupan masyarakat dan negara maka sekularisme menunjuk
kepada suatu aliran, paham, pandangan hidup, sistem atau sejenisnya yang dianut
oleh individu atau masyarakat. H.M.Rasjidi mendefinisikan sekularisme sebagai
berikut, Sekularisme adalah nama sistem etika plus filsafat yang bertujuan memberi
interpretasi atau pengertian terhadap kehidupan manusia tanpa percaya kepada
Tuhan, kitab suci dan hari kemudian.

Jadi, pada intinya sekulerisme merupakan aliran pemikiran yang memiliki


pandangan bahwa urusan dunia di bidang apapun tidak bisa di sandingkan dengan
aspek keagamaan
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Ada banyak aliran-alairan filsafat yang di kemukakan oleh para filsuf-


filsuf berdasarkan ilmu dan pengetahuan mereka sendiri yang sudah
teruji secara ilmiah seperti rasionalisme, empirisme, kritisme,
materialisme, idealisme, positivme, pragmatisme dan sekularisme.

B. SARAN

Dengan adanya makalah ini, semoga bisa menambah wawasan dan


pengetahuan kita tengtang berbagai aliran filsafat.
DAFTAR PUSTAKA

Praja, Juhaya, Alira-Lliran Filsafat dan Etika, Jakarta Timur, Prenada Media, 2003.

https://harkaman01.wordpress.com/2013/01/11/aliran-aliran-filsafat-idealisme-
materialisme-eksistensialisme-monisme-dualisme-dan-pluralisme/comment-page-1 (di
akses pada hari jumat 02 Maret 2018 pukul 13.45 WITA )
ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT

(Diajukan untuk memenuhi salahsatu tugas kelompok Mata Kuliah Filsafat Ilmu)

Dosen Pengampuh : Dr. Sudirman, M.Pd, Ph.D

Oleh :

KELOMPOK 1

ATIKA (1747241054)

LITA SETIO NINGSIH (1747241058)

ANDI CANDRA RAMADHANA (1747241030)

27D

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2018