Anda di halaman 1dari 26

Budiman

1. Perbedaan endotoksin, pirogen, ujian LAL


Pirogen adalah substansi yang menyebabkan demam, terdiri dari eksotoksin dan
endotoksin.
Endotoksin : Substansi pyrogen yang paling aktif, yaitu toksin berupa
lipopolisakarida yang dihasilkan dari bakteri gram negatif pada saat bakteri tersebut
lilis. Lipopolisakardida berada pada membran luar dari dinding sel yang pada keadaan
tertentu bersifat toksik
Ciri2 pirogen:
 Thermostabil, sehingga hanya dapat dihilangkan dengan pemanasan pada suhu 650ºC
selama 1 menit, 250ºC selama 15 menit atau 180ºC selama 4 jam;
 Larut dalam air. Sehingga tidak bisa memakai penyaring bakteri;
 Tidak dipengaruhi oleh bakterisida yang biasa;
 Tidak menguap, destilasi biasa ada yang ikut bersama percikan air;
 Berat molekul (BM) antara 15.000 – 4.000.000; dan
 Ukuran umumnya 1 – 50µm.
(Limulus Amoebocyte Lysate merupakan salah satu uji endotoksin (pirogen). LAL
test didasarkan pada observasi pembentukan gel beku sewaktu endotoksin
bersentuhan dengan protein pembeku dari amoebocytes Limulus yang
bersikulasi. Perangkat uji ini terdiri dari kalsium, enzim propembekuan (proclotting)
dan senyawa propenggumpalan/prokoagulan (procoagulan). Enzim proclotting akan
teraktivasi oleh endoktoksin dan kasium unuk membentuk enzim pembeku (clotting
enzyme) yang akan memotong prokoagulan menjadi subunit polipeptida
(koagulogen). Bila menggumpal ada endotoksin.
Pengujian endotoksin yang lebih moden daripada rabbit test.
LAL  pengujian endotoksin

2. Tentang suspensi, suspensi flokulasi, deflokulasi. Mengapa flokulasi lebih cepat


mengendap?
Sistem pembentukan suspensi ada dua, system flokulasi dan system deflokulasi.
Flokulasi : partikel obat terdispersi dalam bentuk agregat atau berkelompok, sehingga
makin bertabah berat agregattnya sehingga pengendapannya terjadi lebih cepat.
sedimen yang dihasilkan tidak membentuk cake yang keras sehingga dapat
tersuspensi kembali.
Deflokulasi : partikel obat terdispersi secara memisah sehingga partikel2 akan
mengendap sendiri2 dan pengendapannya lebih lambar dari flokulasi. agregasi dan
cake yang terbentuk keras dan sukar tersuspensi kembali.

3. Hukum stokes
Hukum stokes : Bila sebuah benda padat bergerak dalam suatu fluida yang diam
maka terhadap benda itu akan bekerja gaya gesek dalam bentuk gaya gesekan yang
arahnya berlawanan dengan arah gerak benda tersebut
Gaya gesek antara permukaan benda padat yang bergerak dengan fluida akan
sebanding dengan kecepatan relatif gerak benda ini terhadap fluida. Gaya gesek itu
sebanding dengan koefisien viskositas (η) fluida. Menurut Stokes, gaya gesek adalah:
Fs = 6 π r η v
Keterangan:

Fs: gaya gesek (N)


r: jari-jari benda (m)
v: kecepatan jatuh dalam fluida (m/s)

4. Perbedaan suspensi, emulsi, eliksir, larutan!


Suspensi: sediaan mengandung partikel padat yang terdispersi dalam cairan sebagai
fase terdispersinya;
emulsi: sediaan system dua fase dengan cairan yang terdispersi dalam cairan lainnya;
eliksir adalah sediaan cair yang mengandung etanol sebagai pelarut
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih bahan kimia obat.

5. Gel itu apa? Ciri-ciri sediaan gel? Macam-macamnya?


Gel : sediaan semipadat yang terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel padat
anorganik atau organik yg kecil, terpenetrasi oleh suatu cairan .
Macam-macam Sediaan secara umum : di FI dii!

Ciri-ciri gel, bening atau tembus pandang.


Penggolongan Gel Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV:
a. Gel sistem dua fase
Dalam sistem dua fase, jika ukuran partikel dari fase terdispersi relatif besar ,
massa gel kadang-kadang dinyatakan sebagai magma misalnya magma bentonit.
Baik gel maupun magma dapat berupa tiksotropik, membentuk semipadat jika
dibiarkan dan menjadi cair pada pengocokan. Sediaan harus dikocok dahulu
sebelum digunakan untuk menjamin homogenitas.
b. Gel sistem fase tunggal
Gel fase tunggal terdiri dari makromolekul organik yang tersebar sama dalam
suatu cairan sedemikian hingga tidak terlihat adanya ikatan antara molekul makro
yang terdispersi dan cairan. Gel fase tunggal dapat dibuat dari makromolekul
sintetik misalnya karboner atau dari gom alam misanya tragakan.
Evaluasi sediaan Gel : uji pH, organoleptis, kesukaan, homogenitas
6. Evaluasi sediaan steril?
 Uji Ph dengan ph meter
 Uji kemurnian, bebas dari partikel kecil yang dapat dilihat oleh mata
 Uji keseragaman volume
 Uji kebocoran (ampul) dengan meletakkan ampul dalam zat warna dalam
ruang vakum
 Uji sterilitas, larutan uji pada media pertumbuhan bila ada kekeruhan: ada
pertumbuhan mikroorganisme
 Uji pirogenitas, dengan kelinci atau LAL
 Penetapan kadar
7. Uji efektifitas sediaan steril yg make bahan pengawet, gmn cara ngebedain kalo
bakteri yg ga tumbuh dimedia itu disebabkan krna zat aktifnya atau justru karna bahan
pengawetnya?
8. Uji pyrogen apa saja?
LAL dan rabbit test (diatas)
9. Dalam mengukur viskositas dapat mengggunakan apa saja?
Jawab :
Viskositas : suatu jumlah yang menggambarkan ketahanan fluida yang mengalir
berdasarkan gaya gesek antar molekul2 yang menyusun fluida

Faktor yang Mempengaruhi Viskositas


1. Gaya intermolekuler
Viskositas juga dihubungkan dengan adanya gaya intermolekuler pada cairan. Jika gaya
intermolekuler kuat, viskositas akan tinggi. Sebagai contoh, air mempunyai viskositas yang
lebih tinggi daripada metanol karena gaya intermolekuler air lebih besar daripada metanol.
2. Temperatur
Kenaikan temperatur menyebabkan penurunan viskositas. Hal ini menyebabkan
kenaikan energi kinetik rata-rata. Maka dari itu gaya intermolekuler dapat ditahan.
3. Ikatan hidrogen
Cairan dengan ikatan hidrogen yang kuat mempunyai viskositas lebih tinggi karena
peningkatan ukuran dan massa molekul. Sebagai contoh, gliserol dan asam sulfat mempunyai
viskositas yang lebih tinggi daripada air karena adanya ikatan hidrogen yang lebih kuat.

Metode pengukuran viskositas :


Jenis-jenis Viskometer
Viskometer merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengukur viskositas suatu
cairan, dimana viskositas sendiri yaitu tahanan aliran fluida yang merupakan gesekan antara
molekul-molekul yang satu dengan yang lainnya.
1. Viskometer kapiler / Ostwald
Digunakan untuk menentukan laju aliran kuat kapiler. Pada viskositas Ostwald yang
diukur adalah waktu yang diperlukan oleh sejumlah cairan tertentu untuk mengalir melalui
pipa kapiler dengan gaya yang disebabkan oleh berat cairan itu sendiri.
Cara kerja Viskometer Ostwald :
 Sebelum digunakan , viscometer hendaknya di bersihkan terlebih dahulu
 Letakkan viscometer pada posisi vertical
 Pipet cairan yang akan ditentukan kekentalannya dimasukkan kedalam reservoir a sampai
melewati garis reservoirnya (kira-kira setengahnya)
 Biarkan viscometer beberapa menit dalam thermostat untuk menyeimbangkan atau mencapai
suhu yang di kehendaki
 Cairan dihisap melalui pipa b sampai melewati garis m.reservoirnya
 Cairan dibiarkan turun sampai garis n
 Catat waktu yang dibutuhkan cairan untuk mengalir dari garis m ke n

2. Viskometer Hoppler
Pada viscometer hoppler yang diukur waktu yang dibutuhkan oleh sebuah bola untuk
melewati cairan pada jarak atau tinggi tertentu. Prinsip kerjanya adalah menggelindingkan
bola yang terbuat dari kaca. Karena gaya gravitasi benda yang jatuh melalui medium yang
berviskositas dengan kecepatan yang besar sampai pada kecepatan yang maksimum.
Kecepatan jatuhnya bola merupakan fungsi dari harga respirok sampel.

3. Viskometer Cup and Bob


Prinsip kerjanya sampel digeser dalam ruangan antara dinding luar dari bob dan
dinding dalam dari cup dimana bob masuk persis ditengah tengah. Kelemahan viscometer ini
adalah terjadinya aliran sumbat yang disebabkan geseran yang tinggi disepanjangkeliling
bagian tube sehingga menyebabkan penurunan konsentrasi. Penurunan konsentrasi ini
menyebabkan bagian tengah zat yang ditekan keluar memadat. Hal inidisebut aliran sumbat(
Martin, 1993).

4. Viskometer Cone/Plate
Viscometer Cone/ Plate adalah alat ukur kekentalan yang memberikan peneliti suatu
instrumen yang canggih untuk menentukan secara rutin viskositas absolut cairan dalam
volume sampel kecil. Cone dan plate memberikan presisi yang diperlukan untuk
pengembangan data rheologi lengkap.
Ada beberapa hal yang mempengaruhi akurasi dari alat ini, misalnya:
1. Dipakai pada cone dan plate
2. ukuran sample
3. waktu yang dibutuhkan untuk memungkinkan sampel untuk menstabilkan pada pelat
sebelum terbaca
4. kebersihan kerucut dan plat
5. jenis bahan, tinggi atau rendah viskositas, ukuran partikel
6. tipe cone, cone rentang yang lebih rendah memberikan akurasi yang lebih tinggi

4. Viskometer Brookfield
Viskometer ini mengukur tenaga putaran (torque) yang diperlukan untuk
memutarkan (spindle) yang dicelupkan dalam cairan. Spindle digerakan oleh motor
sinkron melalui pegas yang terkalibrasi; refleksi pegas di tunjukan jarum penunjuk
atau angka (peragaan digital). Viskositas berbanding lurus dengan kecepatan
spindle berotasi dan berkaitan dengan ukuran dan bentuk (geometri) dari spindle.
(Martin, 1993).
Pada viskometer ini nilai viskositas didapat dengan mengukur gaya pinter
sebuah rotor silinder (spindel) yang dicelupkan kedalam sample. Alat ukur
kekentalan (yang juga disebut viskometer) dapat mengukur viskositas melalui
kondisi aliran berbagai bahan sampel uji. Pada metode ini sebuah spindel di
celupkan kedalam cairan yang akan diukur viskositasnya. Gaya gesek antara
permukaan spindel dengan cara akan menentukan tingkat viskositas cairan.
Viskmoter Brookfield memungkinkan untuk mengukur viskositas dengan
menggunakan teknik dalam viscometry. Dapat mengukur viskositas melalui kondisi
aliran berbagai bahan sampel yang diuji. Bahan harus diam dalam wadah sementara
poros bergerak sambil direndam cair.
(semakin besar rpm, viskositas makin kecil )
Ostwald brookfield

10. Mekanisme pembentukan suspensi dan emulsi?


- Suspensi

Sistem pembentukan suspensi :

 Sistem flokulasi
 Sistem deflokulasi

Secara umum sifat-sifat dari partikel flokulasi dan deflokulasi adalah :


a. Deflokulasi

 Partikel suspensi dalam keadaan terpisah satu dengan yang lain.


 Sedimentasi yang terjadi lambat masing-masing patikel mengendap terpisah dan ukuran
partikel adalah minimal.
 Sediaan terbentuk lambat.
 Diakhir sedimen akan membentuk cake yang keras dan sukar terdispersi lagi.

b.Flokulasi

 Partikel merupakan agregat (berkelompok membentuk agregat)


 Sedimentasi terjadi begitu cepat
 Sedimen tidak membentuk cake yang keras dan padat dan mudah terdispersi kembali seperti
semula.
Membuat suspensi stabil secara fisis ada 2 kategori:
o Pada penggunaan “Structured Vehicle” untuk menjaga partikel
deflokulasi dalam suspensi Structured Vehicle, adalah larutan hidrokoloid
seperti tilose, gom, bentonit, dan lain-lain
o Penggunaan prinsip-prinsip flokulasi untuk membentuk flok, meskipun
terjadi cepat pengendapan, tetapi dengan pengocokan ringan mudah
disuspensikan kembali.

Pembuatan suspensi sistem flokulasi:

 Partikel diberi zat pembasah dan dispersi medium.


 Lalu ditambah zat pemflokulasi, biasanya berupa larutan elektrolit,
surfaktan atau polimer.
 Diperoleh suspensi flokulasi sebagai produk akhir.
 Apabila dikehendaki agar flok yang terjadi tidak cepat mengendap,
maka ditambah Structured Vehicle.
 Produk akhir yang diperoleh ialah suspensi flokulasi dalam Structured
Vehicle.
- Emulsi
Zat pengemulsi memudahkan pembentukan emulsi dengan 3 mekanisme:
1. Mengurangi tegangan antarmuka-stabilitas termodinamis
2. Pembentukan suatu lapisan antarmuka yang halus-pembatas mekanik untuk
penggabungan.
3. Pembentukan lapisan listrik rangkap-penghalang elektrik untuk mendekati
partikel
11. Sifat Aliran
Sifat-sifat aliran, tipe-tipe
- Sistem newton
Pada cairan Newton, hubungan antara shearing rate dan shearing stress adalah
linear, dengan suatu tetapan yang dikenal dengan viskositas atau koefisien
viskositas. Tipe alir ini umumnya dimiliki oleh zat cair tunggal serta larutan
dengan struktur molekul sederhana dengan volume molekul kecil.
- Sistem nonnewton
Pada cairan non-Newton, shearing rate dan shearing stress tidak memiliki
hubungan linear, viskositasnya berubah-ubah tergantung dari besarnya tekanan
yang diberikan. Tipe aliran non-Newton terjadi pada dispersi heterogen antara
cairan dengan padatan seperti pada koloid, emulsi, dan suspensi cair, salep

Tidak dipengaruhi waktu :


 Aliran plastis Aliran plastis berhubungan dengan adanya partikel-partikel yang
tersuspensi dalam suspensi pekat. Viskositas menurun jika diberi gaya yang cukup
besar
 Aliran pseudoplastis Aliran pseudoplastis ditunjukkan oleh beberapa bahan
farmasi yaitu gom alam dan sisntesis seperti dispersi cair dari tragacanth,
natrium alginat, metil selulosa, dan natrium karboksimetil selulosa. Viskositas
aliran pseudoplastis berkurang dengan meningkatnya rate of shear.
Viskositas menurun dengan gaya yang kecil
 Aliran dilatan Aliran dilatan terjadi pada suspensi yang memiliki presentase
zat padat terdispersi dengan konsentrasi tinggi. Terjadi peningkatan daya
hambat untuk mengalir (viskositas) dengan meningkatnya rate of shear. Jika
stress dihilangkan, suatu sistem dilatan akan kembali ke keadaan fluiditas
aslinya.
Semakin dikocok atau diberi gaya,viskositasnya semakin besar
Dipengaruhi waktu :
 Rheopeksi : padat-> dikocok  gel  cair
 Tiksotropik : bisa pseudo bisa plastis
 Antitiksotropik : larutan  gel larutan lagi
12. Syarat aliran yang baik
Α Sifat
25-30 Sgt mudah mengalir
30-40 Mudah mengalir
40-45 Mengalir
>45 Kurang mengalir

13. Evaluasi tablet, fungsi dan alatnya apa


http://fitriyanisari031.blogspot.co.id/
14. Pelarut untuk uji disolusi apa, suhunya berapa?
Medium dapar fosfat ph 5,8 atau 7,4 (gak paham gue kapan pake mereka) suhu 37 ±℃

Pak Iyan

15. Pro-drug
Obat dalam bentuk in aktif, yang jika dimetabolisme akan berubah menjadi bentuk
aktifnya. Prodrug artinya perubahan turunannya secara farmakologi melepaskan zat
aktif obat untuk mendapatkan efek farmakologi
16. Enhancer buat apa?
Pada sediaan transdermal, enhancer berfungsi untuk meningkatkan permeasi dan
menfasilitasi absorbsi obat.
17. Sebutkan macam-macam sediaan farmasi!
 Tablet
 Kapsul
 Pulvis Pulveres
 Larutan
o Larutan untuk mata
o Larutan untuk hidung
o Larutan untuk telinga
o Larutan untuk mulut
o Larutan untuk anus
o Larutan oral
o Larutan topikal
o Larutan untuk vagina
o Larutan parenteral
 Salep
 Emulsi
 Suspensi
 Pil
 Suposutoria
18. Fungsi emulgator dan suspending agent? Dan contoh!
Emulgator: Menstabilkan emulsi dan menurunkan tegangan antar muka antara minyak
dan air dan membentuk film yang liat mengelilingi tetesan terdispersi sehingga
mencegah koalesensi dan terpisahnya fase terdispersi
Contoh: tragakan, agar-agar, gom arab, chondrus, cmc, adeps lanae, betonit.
Suspending agent: Mendispersikan partikel tidak larut kedalam pembawa dan
meningkatkan viskositas sehingga kecepatan pengendapan bisa diperkecil.
Contoh: metil selulosa, cmc, carbophol 934, tragakan, akasia, chondrus, kaolin,
karbomer

Pak Insan
19. Pengertian larutan
Menurut FI IV, larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia
yang terlarut.
20. Kandungan larutan terbesar apa? Kandungan gula dari total larutan berapa?
Kadar sukrosa dalam sirop adalah 64-66%
21. Pengertian eliksir
Eliksir adalah larutan oral yang mengandung etanol sebagai kosolven (pelarut)
22. Etanol apa yang digunakan pada eliksir? Berapa kadarnya?
Etanol 90%, kadarnya berkisar antara 3% dan 4%. Biasaya pada eliksir mengandung
etanol 5-10%.
23. Kandungan obat tetes mata!
Obat, larutan pembawa, bahan pengawet, dapar, bahan pengental,
24. Cara sterilisasi obat mata? Kenapa pilihnya itu? Alasannya?
Bisa panas basah (autoklav) dan penyaringan. Tapi bilang aja penyaringan, untuk
mencegah kerusakan akibat panas bila menggunakan metode panas terutama
viscosity-modyfying agent
Kecuali kalua salep mata, harus sterilisasi panas kering.
25. Jenis sterilisasi! Karakteristik bahan yang dapat disterilisasi dengan metode tersebut
apa?
26. Syarat tonisitas obat mata berapa? Dibawah 0,9 boleh gak?
Nilai isonisitas sama dengan larutan NaCl P 0,9%, tapi mata tahan isotonisitas antara
0,6-2% setara dgn NaCl P.
27. Bahan aktif atau eksipien disediaan yang bersifat sbg antibakteri apa contohnya?
Metal paraben (Konsentrasi metilparaben pada sediaan topikal sekitar 0,02-0,3%),
propil paraben (Konsentrasi propilparaben pada sediaan topikal sekitar 0,01-0,6%),
fenil merkuri nitrat, asam benzoat, benzalkonium klorida, natrium benzoat,
klorbutanol (obat luar) dan senyawa ammonium (amonium klorida kuarterner) (OTT
dengan metil selulosa).
28. Komponen suspensi?
Suspending agent, structured vehicle (seperti tilose, gom, bentonite) atau bahan
pemflokulasi (eletrolit, surfaktan, atau polimer)
29. Kriteria CPOB
1. Sistem Mutu,
2. Personalia
3. Bangunan dan Sarana Penunjang,
4. Peralatan,
5. Sanitasi dan Higiene,
6. Produksi,
7. Pengawasan Mutu,
8. Inspeksi Diri dan Audit Mutu,
9. Penanganan Keluhan Terhadap Produk, Penarikan Kembali Produk da
10. Produk Kembalian
11. Dokumentasi
12. Pembuatan dan Analisis Berdasarkan Kontrak,
13. Kualifikasi dan Validasi
14. Sediaan infus

30. Syarat sediaan steril


- Bebas dari mikroorganisme, steril atau penyiapan dari bahan bahan steril dibawah
kondisi yang meminimalkan terkontaminasi dengan mikroorganisme (proses aseptis).
- Secara khusus bebas dari bakteri endotoksin dan bahan pirogen lainnya.
-Harus bebas dari bahan eksitioreus atau bahan asing yang tidak larut.

31. Larutan buffer untuk infus


Dapar untuk larutan parenteral:
- Dapar: dapar fosfat, dapar borat, dan dapar dosfat isotonik
- Asam: asam klorida, asam askorbat dan asam sitrat
- Basa: na-karbonat, na-sitrat, na-bikarbonat, na-hidroksida dan senyawa amino
32. Rabbit test
Menggunakan alat pengukur suhu, dengan menggunakan kelinci dewasa (Gunakan
kelinci dewasa yang sehat. Tempatkan kelinci satu ekor dalam satu kandang dalam
ruang dengan suhu yang seragam antara 20-23oC dan bebas dari gangguan yang
menimbulkan kegelisahan. Beda suhu tidak boleh berbeda kurang lebih 3oC dari suhu
yang telah ditetapkan. Untuk kelinci yang belum pernah digunakan untuk uji pirogen,
adaptasikan kelinci tidak boleh lebih dari tujuh hari dengan uji pendahuluan yang
meliputi semua tahap pengujian yang tertera pada prosedur, kecuali penyuntikan,
kelinci tidak boleh digunakan untuk uji pirogen lebih dari sekali dalam waktu 48 jam
atau sebelum 2 minggu setelah digunakan untuk uji pirogen bila menunjukkan
kenaikan suhu maksimal 0,6oC atau lebih.)
Prosedur: pengujian dalam ruang terpisah yang khusus untuk uji pirogen dan denagn
kondisi lingkungan yang sama dengan ruang pemeliharaan, bebas dari keributan yang
menyebabkankegelisahan. Kelinci tidak diberi makan selama waktu pengujian.
Penafsiran hasil: Setiap penurunan suhu dengan nol. Sediaan memenuhi syarat apabila
tak seekor kelinci pun menunjukkan kenaikan suhu 0,6o atau lebih. Jika ada kelinci
yang menunjukkan kenaikan suhu 0,6o atau lebih. Lanjutkan pengujian dengan
menggunakan lima ekor kelinci. Jika tidak lebih dari tiga ekor dari 8 ekor kelinci
masing-masing menunjukkan kenaikan suhu 0,6o atau lebih dan jumlah kenaikan suhu
maksimal 8 ekor kelinci tidak lebih dari 3,7o sediaan dinyatakan memenuhi syarat
bebas pirogen.
33. LAL Test
(Limulus Amoebocyte Lysate). LAL test didasarkan pada observasi pembentukan gel
beku sewaktu endotoksin bersentuhan dengan protein pembeku dari amoebocytes
Limulus yang bersikulasi. Perangkat uji ini terdiri dari kalsium, enzim propembekuan
(proclotting) dan senyawa propenggumpalan/prokoagulan (procoagulan). Enzim
proclotting akan teraktivasi oleh endoktoksin dan kasium unuk membentuk enzim
pembeku (clotting enzyme) yang akan memotong prokoagulan menjadi subunit
polipeptida (koagulogen). Bila menggumpal ada endotoksin.
Pengujian endotoksin yang lebih moden daripada rabbit test.

34. Media uji sterilisasi


 Sterilisasi panas basah (autoklav, 121℃, 15 menit)
 Sterilisasi panas kering (oven 160-170℃, 2-4 jam; dengan api langsung (buat
yang luas pemukaan kecil kek kaca arloji; dan pemijaran (ose))
 Sterilisasi filtrasi (HEPA, pori-pori 0,3 µm dan membrane filtration >0,22 µm)

Bu Mita
35. Tablet
Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat secara kempa cetak, dalam bentuk tabung
pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung satu jenis
obatatau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Zat tambahan yang digunakan dapat
berfungsi sebagai zat pengisi, zat pengembang, zat pengikat, zat pelicin, zat pembasah
atau zat lain yang cocok (FI III,1979).
36. Ciri tablet bermutu!
 Harus mengandung zat aktif dan non aktif yang memenuhi persyaratan.
 Harus mengandung zat aktif yang homogen dan stabil.
 Fisik harus cukup kuat terhadap gangguan fisik atau mekanik.
 Keseragaman bobot dan penampilan harus memenuhi persyaratan.
 Waktu hancur dan lahu disolusi harus memenuhi persyaratan.
 Harus stabil terhadap udara dan suhu lingkungan.
 Terbebas dari kerusakan fisik.
 Stabilitas fisik dan kimiawi cukup baik selama penyimpanan.
 Zat aktif dapat dilepaskan secara homogen dalam waktu tertentu.
 Memenuhi persyaratan Farmakope yang berlaku.

37. Hormon kalo dibikin injeksi, cara sterilisasinya gimana?


Sterilisasi untuk sediaan yang mengandung hormone, antibiotic dengan cara sterilisasi
aseptis. Metode yg digunakan dapat metode sterilisasi radiasi (sinar x)

38. Bagian resep!


 Nama, alamat dan nomor izin praktek dokter, dokter gigi dan dokter hewan
(inscriptio)
 Tanggal penulisan resep (inscriptio)
 Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep (inscrptio)
 Nama setiap obat atau komposisi obat (praescriptio/ordonatio)
 Aturan pemakaian obat yang tertulis (signatura)
 Tanda tangan atau paraf dokter penulis resep sesuai dgn UU yg berlaku
(subscriptio)
 Nama, umur, alamat pasien (signatura)
Copy resep : misal iter 3 x

Kasus 1 :

Resep asli udh abis diambil. Dia bawa copy resep ke apotek, apotekernya nanti
ngasi tulisan det orig di copy resep itu dan tulisan iter 1

Copy reep kedua, ga d kasi det orig, tapi kasi iter 2

Kasus 2 : iter 3 x (dr resep asli udah diambil separo)

Dir resep asli msh ada did, trus u

Klo udh semua ditebus, bru nanti copy resep 1 dikasi det orig sama iter 1x dan
seterusnya

al : Telinga kiri

ad : Telinga kanan

Mf (misca fuc): campur dan buatlah

Recipe : ambillah

Sue (signa usus externum) : pemakaian luar

Pc (post coenam) : sesudah makan

Ac (ante coenam): sebelum amkan

Prn (pro re nata) : bila perlu

d.i.d : diberikan separonya

39. Perbedaan resep dengan Salinan resep!


Resep adalah permintaan tertulis dari seorang dokter, drg, drh yang diberi izin
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada apoteker untuk
menyiapkan dan atau membuat, meracik serta menyerahkan obat kepada pasien.
Salinan resep adalah salinan yang dibuat apoteker, selain memuat semua keterangan
yang terdapat dalam resep asli harus memuat pula: nama dan alamat apotek, nama dan
SIA, tanda tangan atau paraf APA, det/ detur untuk obat yang sudah diserahkan atau
ne detur untuk obat yang belum diserahkan, nomor resep, dan tanggal pembuatan.
40. Tentang resep untuk diberikan berulang!
Ada kata iter/iteratie dan berapa kali boleh diulang missal: iter 3x berarti bisa dilayani
sebanyak 1+3= 4 kali.

41. Bagaimana resep yang ada narkotika


Resep yang mengandung narkotik tidak boleh ada tulisan iter (dapat diulang), m.i
(mihi ipsi artinya dipakai sendiri) atau u.c (usus cognitus artinya pemakaiannya
diketahui)
Resep harus baru tidak boleh diulang, penyimpanannya terpisah dari resep lain
Warna merah : narkotik , biru : psikotrik

42. Cara pembuatan suppo, etiketnya, basisnya


Bahan dasar dipilih yang meleleh ditubuh, melarut pada bahan dasar (bila sukar larut
pada bahan dasar, panaskan atau dibuat serbuk halus). Campuran obat dan bahan
dasar meleleh atau mencair, dituangkan ke cetakan, dan didinginkan. Suposutoria
dibuat ±10% untuk mengatasi massa yang hilang nempel dicetakan. Sebelum
digunakan cetakan dibahasahi dengan paraffin cair atau minyak lemak, kecuali bahan
dasar supo yang digunakan PEG dan tween.

Etiket warna biru(obat luar)


Basis:
 Bahan dasar lemak: oleum cacao
 Bahan dasar yang dapat bercampur dengan air: gliserin-gelatin, PEG
 Bahan dasar lain: pembentuk emulsi A/M, misalnya campuran tween 61 85%
dengan gliserin laurat 15%

Bu Anis
43. Pengertian emulsi
Menurut FI IV, Emulsi adalah system dua fase, yang salah satu cairannya terdispersi
dalam cairan lain dalam bentuk tetesan kecil.
44. Apa saja yang mempengaruhi stabilitas emulsi?
Kondisi minyak dan air yang “diharuskan” menyatu dengan membutuhkan energi.
45. Jenis ketidakstabilan emulsi

46. Mekanisme creaming


Creaming yaitu peristiwa mengapungnya fase minyak. Hal ini terjadi jika fase minyak
memiliki densitas yang lebih kecil daripada fase air. Definisi lain menyebutkan bahwa
creaming merupakan peristiwa memisahnya emulsi menjadi 2 bagian dengan salah
satu bagian mengandung lebih banyak fase disperse daripada bagian yang lain. Hal ini
mungkin disebabkan karena homogentias emulsi ketika formulasi kurang tetapi
masalh ini bisa diatasi dengan penggojogan ringan.
47. Cara deteksi emulsi m/a atau a/m
a. Dengan pengenceran fase. Setiap emulsi dapat diencerkan dengan fase
externalnya. Dengan prinsip tersebut, emulsi tipe o/w dapat diencerkan dengan air
sedangkan emulsi tipe w/o dapat diencerkan dengan minyak.
b. Dengan pengecatan/pemberian warna. Zat warna akan tersebar dalam emulsi
apabila zat tersebut larut dalam fase external dari emulsi tersebut. Misalnya
(dilihat dibawah mikroskop). Emulsi + larutan Sudan III dapat memberi warana
merah emulsi tipe w/o, karena Sudan III larut dalam minyak. Emulsi + larutan
metilen blue dapat memberi warna biru pada emulsi tipe o/w karena metilen blue
larut dalam air.
c. Dengan kertas saring. Bila emulsi diteteskan pada kertas saring, kertas saring
menjadi basah maka tipe emulsi o/w,dan bila timbul noda minyak oada kertas
berarti wmulsi tipe w/o.
d. Dengan konduktivitas listrik Alat yang dipakai adalah kawat dan stop kontak,
kawat dengan tahanan 10 K ½ watt, lampu neon ¼ watt, dihubungkan secara seri.
Elektroda dicelupkan dalam cairan emulsi. Lampu neon akan menyala bila
elektroda dicelupkan dalam cairan emulsi tipe o/w, dan akan mati bila dicelupkan
pada emulsi tipe w/o.

48. Na-CMC turunan apa? Selulosa? Fungsinya apa?


Na-CMC merupakan turunan selulosa. Fungsinya meningkatkan viskositas dan
suspending agent
49. Mekanisme Na-CMC membentuk suspensi/emulsi/gel
Na-CMC akan terdispersi dalam air, kemudian butir-butir Na-CMC yang bersifat
hidrofilik akan menyerap air dan terjadi pembengkakan. Air yang sebelumnya ada di
luar granula dan bebas bergerak, tidak dapat bergerak lagi dengan bebas sehingga
keadaan larutan lebih mantap dan terjadi peningkatan viskositas (Fennema,
Karen and Lund, 1996). Hal ini akan menyebabkan partikel-partikel terperangkap
dalam sistem tersebut dan memperlambat proses pengendapan karena adanya
pengaruh gaya gravitasi.
50. Perbedaan emulsi dan suspensi
 Emulsi adalah kombinasi dari dua cairan yang tidak bercampur sedangkan, dalam
suspensi, kedua komponen dapat dalam fase serupa.
 Stabilitas emulsi dapat ditingkatkan dengan menambahkan bahan pengemulsi
 Partikel dalam suspensi dapat dipisahkan dengan penyaringan, namun partikel /
tetesan dalam emulsi tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan.

51. Faktor mempengaruhi stabilan suspensi


 Ukuran partikel, semakin kecil ukuran partikel makin besar luas
permukaannya, maka daya tekanan ke atas cairan akan semakin besar,
sehingga memperlambat gerakan partikel untuk mengendap
 Kekentalan, semakin kental, kecepatan alirnya menurun/ gerakan turun
partikel untuk mengendap berkurang (Hk. Stokes)
 Jumlah partikel (Konsentrasi), semakin besar konsentrasi partikel, semakin
besar kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu singkat
 Sifat atau muatan partikel
52. Komponen tablet
o Zat aktif
o Eksipien
 Pengisi (diluent) untuk membesar volume. Contoh: laktosa, pati,
selulosa mikrokristal
 Pengikat (binder) untuk meningkatkan gaya adhesi. Contoh: avicel,
cmc, avicel
 Penghancur (disentegran) contohnya explotab, metilselulosa, hpmc
 Bahan pelicin
Lubrikan
Lubricants adalah bahan yang berfungsi untuk mengurangi
friksi antara permukaan dinding/tepi tablet dengan dinding die
selama kompresi dan ejeksi.
Glidan
Glidants ditambahkan dalam formulasi untuk
menaikkan/meningkatkan fluiditas massa yang akan dikempa,
sehingga massa tersebut dapat mengisi die dalam jumlah yang
seragam. Contoh: amilum
Antiadherent
Antiadherents adalah bahan yang dapat mencegah melekatnya
(sticking) permukaan tablet pada punch atas dan punch bawah.
Contohnya talk, mg sterat

53. Perbedaan kapsul dan tablet


Kapsul adalah bentuk sediaan padat yang terbungkus dalam suatu cangkang keras
atau lunak yang dapat larut
Tablet adalah sediaan padat yang mengandung obat dengan atau bahan pengisi. Tablet
yang berbentuk kapsul disebut kaplet.
54. Jenis-jenis basis salep, krim, gel

Basis salep yang digunakan sebagai pembawa dibagi dalam 4 kelompok: (1.) basis
hidrokarbon, (2.) basis absorpsi (basis serap), (3). basis yang dapat dicuci dengan air,
dan (4.) basis larut dalam air.

Basis krim: emulgid, lemak bulu domba, setasium, setil alcohol, stearil alcohol,
golongan sorbitan, polisorbat, PEG, dan sabun.
Basis gel: gom arab, tragakan, karagenan, gelatin, pektin, natrium alginate, karbomer,
polietilen, karboksimetilselulosa sodium

55. Contoh sediaan semi solid


Krim, salep, gel

Bu Marline
56. Praktikum paling berkesan
57. Basis emulsi
Emulsi M/A: sabun polivalen, span, adeps lanae, cera, kolesterol
A/M: sabun monovalent (TEA, na K sterat, ammonium strearat), tween, na lauril
sulfat, cmc, pektin
58. Perbedaan salep, gel, dan krim
 Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sbg
obat luar.
 Gel merupakan system semipadat (massa lembek) terdiri atas suspensi yang
dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organic yang besar,
terpenetreasi oleh suatu cairan.
 Krim adalah sediaan setengah padat berupa emulsi mengandung air tidak
kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar.

Lebih lanjut dapat dilihat di: http://tipsnahu.blogspot.co.id/2015/03/perbedaan-salep-


cream-dan-pasta.html (lengkap dengan referensinya loh ;))
59. Perbedaan kapsul, tablet, kaplet (kandungannya)
Kaplet (kapsul tablet) adalah bentuk tablet yang dibungkus dengan lapisan gula dan
biasanya diberi zat warna yang menarik.

60. Selama kuliah belajar apa di farset?


Banyak bu terutama formulasi
61. Kapan pakai granulasi basah, kering, cetak langsung?
Granulasi basah: bahan tahan panas dan lembab, laju alir buruk
Granulasi kering: bahan tidak tahan panas, dosis besar, laju alir buruk
Cetak langsung: laju alir baik, dosis kecil, zat aktif tidak tahan panas dan lembab
62. Macam-macam sediaan tablet! Jelaskan perbedaan dan penggunannya
63. Formulasi tablet, tujuan pengikat, kalua cetak langsung butuh pengikat ga?
R/ Teofilin 50 gr
Starch rx 60 gr
Na. starch glikolat 4 gr
Talcum 2 gr
Asam stearate 2 gr

Pengikat untuk meningkatkan gaya adhesi antar partikel dalam tablet (massa serbuk)

Kempa langsung butuh/tidak pengikat

64. Metode pembuatan tablet, kekurangan dan kelebihan


Keuntungan granulasi basah
- memperoleh aliran yang lebih baik
- meningkatkan kompresibilitas
- untuk mendapatkan berat jenis yang sesuai
- mengontrol pelepasan
- mencegah pemisahan komponen selama prose
- meningkatkan distribusi keseragaman kandungan
Kekurangan/kerugian granulasi basah
- tahap pengerjaan lebih lama
- banyak tahapan validasi yang harus dilakukan
- biaya cukup tinggi
- zat aktif tidak tahan lembab dan panas tidak dapat dikerjakan dengan metode ini

Keuntungan granulasi kering


- peralatan lebih sedikit dibanding granulasi basah
- cocok digunakan pada zat aktif tidak tahan panas dan lembab
- tahap pengerjaan tidak terlalu lama
- biaya lebih efisien dibanding granulasi basah
- mempercepat waktu hancur obat dalam tubuh karna tidak menggunakan pengikat
Kerugian/kekurangan granulasi kering:
- memerlukan mesin tablet khusus untuk slug
- tidak dapat mendistribusikan zat warna dengan seragam
- proses banyak menghasilkan debu, sehingga rentan terhadap kontaminasi silang

Keuntungan metode kempa langsung:


- lebih ekonomis
- lebih singkat prosesnya
- dapat diterapkan pada zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab
- waktu hancur dan disolusi lebih baik karna tidak memakai pengikat
Kerugian/kekurangan metode kempa langsung:
- kurang seragamnya kandungan zat aktif karna kerapatan bulk antar zat aktif dan
pengisi berbeda.
- zat aktif dengan dosis besar tidak mudah untuk dikempa langsung
- sulit memilih eksipien, karna harus memiliki sifat mudah mengalir, memiliki
kompresibilitas, kohesifitas dan adhesifitas yang baik. dsb
65. Kelebihan granul
66. Perbedaan dan kelebihan jenis tablet (sustained, controlled, chew, dll)
67. Sterilisasi bagian plastic infus bagaimana?
68. Bahan alam bisa dijadikan sediaan apa aja? Tingtur, tablet,
Kecuali sediaan steril seperti tetes mata, larutan parenteral, vaginal
69. Beda granulasi kering, basah, kempa langsung? Kapan diaplikasikan?
 Graulasi basah
70. Bahan pengisi, pelincir, disentegran dll yang cocok dengan ekstrak?
71. Evaluasi granul
 Granulometri
 Bobot Jenis
- Bobot jenis sejati
BJ sejati dapat dilakukan dengan menggunakan alat piknometer
- Bobot jenis nyata
BJ nyata dapat dilakukan dengan menggunakan alat yaitu gelas ukur,
dengan cara ditimbang bobot granul, misalnya 50 gram dimasukkan
kedalam gelas ukur. Kemudian dimasukkan kedalam rumus sebagai
berikut : P = W V
 Aliran
100 g granul (tutup bagian bawah corong) kemudian tampung granul di atas
kertas grafik. Hitung α. Jika α
α sifat
25-30 Sgt mudah mengalir
30-40 Mudah mengalir
40-45 Mengalir
>45 Kurang mengalir

 Kompresibilitas
% K = BJ mampat – Bj nyata x 100%
Bj mampat
% K = 5-15 % aliran sangat baik
16-25% aliran baik
>/ 26% aliran buruk

Pak Dolih
72. Kegunaan amilum dan jenis-jenis yang digunakan dlm farset?
Amilum merupakan bahan tambahan/eksipien yang penting dalam formulasi sediaan
tablet yang berfungsi sebagai bahan pengisi, bahan pengikat dan bahan penghancur
(Swabrick, 2007)
73. Starch rx1500 maksudnya?
Modifikasi pada starch (pati) yang memungkinkan untuk di kompres atau kempa.
Laju alirnya baik
74. Rifampisin berwarnah merah, cara penutupannya dengan apa?
Coating
75. Jenis penyalutan! Pakai bahan apa untuk penyalutan masing-masing?
- Tablet bersalut selaput (film coating)
Dalam penyalutan lapis film pada tablet biasanya mengandung jenis-jenis bahan
seperti polimer (pembentukan selaput), plasticizer, surfaktan, pewarna,
pemanis/perasa/pengharum, pengkilap, dan pelarut. Bahan polimer yang
digunakan adalah hidroksipropil metilselulosa (HPMC).
- Tablet salut enteric:
a. Malam karnauba, asam stereat, oleum ricini terhidrogenasi, ceresin, paraffin,
semarmaseti, gelatin-formaldehid, keratin, gluten, kasein dan zein (mekanisme
erosi)
b. Turunan selulosa dan metakrilat (mekanisme perubahan ph yang drastic)
76. Sediaan suppo yang bentuknya larutan apa namanya?
Liquid Glycerin Suppository
77. Rute pemberian obat yang paling baik BA nya
Intravena
78. Friabilitas itu apa?
Uji kerapuhan, salah satu parameter melihat ketahanan tablet terhadap bantingan dan
gesekan
79. Kelarutan menurut farmakope, besarannya?
Sangat mudah larut (< 1)
Mudah larut (1 – 10)
Larut (10 – 30)
Agak sukar larut (30 – 100)
Sukar larut (100 – 1.000)
Sangat sukar larut (1.000 – 10.000)
Praktis tidak larut (> 10.000)
Keterangan: angka adalahjumlah bagian pelarut yang diperlukan untuk melarutkan 1
gram bagian zat
80. Pengikat tablet?
Pemberi daya adhesi pada massa serbuk sewaktu granulasi
Contoh: elulosa, Mikrokristalin selulosa (Avicel), Polimer (CMC Na, HPC, dan
HPMC), PVP, gelatin, gom alam, tragakan, guar, pektin, amilum, PEG, Na alginat,
magnesium dan aluminum silikat.
81. Kepanjangan amprotab?
Amprotab adalah nama dagang dari amylum manihot, yaitu pati yang diperoleh dari
umbi akar Manihot uttilissima Pohl (Familia Euphorbiaceae). Amprotab tersusun atas
amilosa dan amilopektin, 2 polisakarida dari 2 glukosa
82. Amoxicilin bisa dijadikan suspensi gak? Larut air gak? (suspensi terkonstitusi)
Bisa, amoksisilin larut dalam air
83. Syarat zat yang dapat dijadikan suspensi
84. Fungsi karagenn
Sebagai matriks dan pengikat
85. Tablet kecil dan besar kerasan mana? :/
Uji kekerasan tablet saja
86. Uji kekerasan tablet
Kekerasan tablet untuk mengatahuikekerasannya, agar tablet tidak terlalu rapuh atau
terlalu keras. Kekerasan tablet erat hubungannya dengan ketebelan, bobot dan waktu
hancur tablet. Alat: hardness tester.
87. Sediaan injeksi, syarat, rute pemberian
88. Isontonis, isohidris, contoh pengisotonis
Isotonis adalah suatu keadaan pada saat tekanan osmosis larutan obat sama dengan
tekanan osmosis cairan tubuh kita (darah, air mata) contoh pengisotonis: NaCl,
destroksa
Isohidris artinya pH larutan injeksi sama dengan pH darah dan cairan tubuh lain, yaitu
pH 7,4
89. Kalau sediaan injeksi hipotonis? Kalo hipertonis gimana?
Jika larutan injeksi yang hipertonis diinjeksikan, air dalam sel akan ditarik keluar sel
sehingga sel akan mengkerut (keadaan ini sementara dan tidak menyebabkan kerusakan
pada sel)
Bila larutan injeksi hipotonis, air injeksi akan diserap dan masuk ke dalam sel, sel akan
mengembang dan pecah (tetap)
90. Perbedaan injeksi suspensi dan larutan!