Anda di halaman 1dari 2

- Hauna Taslima Psikologi (190110140005)

- Nur Indah Sari Farmasi (260110140001)


- Iflakhatul Ulfa Farmasi (260110140039)

Tenaga Kesehatan dan Lingkungan Sehat di Desa Sukanagara

Kesehatan merupakan salah satu aspek terpenting dalam suatu wilayah.


Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan merupakan suatu
keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental, dan sosial serta bukan hanya bebas
dari penyakit tetapi bagaimana cara menjaga agar tubuh tetap dalam keadaan sehat
dengan gaya hidup yang bersih dan sehat. Mencegah lebih baik daripada
mengobati. Meskipun sakit itu bisa dicegah, tidak sedikit orang yang tetap
terjangkit penyakit, bisa jadi dikarenakan lingkungannya yang kotor, keturunan,
atau faktor lainnya. Maka dari itu, diperlukan upaya pengobatan yang memadai,
mencakup fasilitas kesehatan yang baik serta tenaga kesehatan yang kompeten.
Kesehatan manusia mencakup berbagai macam aspek, seperti kesehatan umum,
kesehatan gigi, gizi, psikologis, dan lain-lain, sehingga diperlukan tenaga
kesehatan yang mumpuni di masing-masing bidang tersebut.

Secara umum pelayanan kesehatan di Sukanagara sudah cukup baik,


kesadaran masyarakat terhadap kesehatan diri mereka juga sudah cukup tinggi,
namun yang menjadi permasalahan adalah tenaga kesehatan yang kurang.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap salah satu dokter umum yang
ada di Puskesmas Lakbok Desa Sukanagara, diketahui bahwa jumlah dokter
umum hanya 1, apoteker 1, dokter gigi 1 dan tidak adanya psikolog di desa
Sukanagara. Selain itu, sebagian tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Lakbok
belum sesuai dengan basis pendidikan yang dimiliki. Salah satu contohnya adalah
bidan desa yang diberikan wewenang dalam penanganan penyakit ringan seperti
flu, demam dan lainnya yang seharusnya dilakukan oleh seorang dokter. Contoh
lainnya adalah perawat yang memeriksa pasien diluar jam kerja dokter.
Salah satu tindakan yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah
kekurangan sumber daya manusia tersebut yaitu program “Indonesia Mengabdi”.
Program tersebut diadaptasi dari program “Indonesia Mengajar”, dimana para
pemuda dari seluruh Indonesia diberikan kesempatan untuk mengajar di pelosok
Indonesia dan memberikan pendidikan yang berkualitas. Tidak jauh berbeda,
program “Indonesia Mengabdi” juga memberikan kesempatan kepada para
pemuda khususnya para lulusan medis untuk mengabdi di daerah-daerah yang
kekurangan tenaga kesehatan, membantu memberikan pelayanan kesehatan yang
layak. Program dilakukan secara rutin setiap tahun dan relawan tinggal selama
enam bulan.

Hal lain yang terkait dengan masalah kesehatan di desa Sukanagara adalah
perilaku hidup sehat di masyarakat yang masih kurang, bisa dilihat dari kesadaran
masyarakat mengenai sanitasi air bersih yang masih kurang, dimana masih banyak
yang melakukan Open Defecation Free (ODF), yaitu buang air besar di luar
kamar mandi seperti di jamban yang bawahnya kolam ikan atau kolam yang sudah
tak terurus. Perilaku ODF ini sudah dilakukan sejak dahulu sehingga kebiasaan
tersebut sulit dihilangkan. Salah satu tindakan yang dapat diambil yaitu dengan
membuat program penyuluhan mengenai ODF, agar desa yang tergolong ODF
dapat menurun. Penyuluhan mengenai ODF tersebut lebih baik ditekankan pada
dampak negatif atau bahaya terhadap kesehatan jika melakukan ODF dalam
jangka waktu yang panjang. Selain itu, sasaran penyuluhan mengenai edukasi
ODF tidak hanya untuk pelaku ODF tetapi juga untuk seluruh kalangan
masyarakat yang ada di desa Sukanagara seperti anak-anak, remaja dan lainnya
agar anak-anak lebih mengetahui dan menyadari bahwa ODF ini sebaiknya tidak
dilakukan untuk kesehatan serta semua pihak bisa saling mengingatkan dan saling
membantu menghilangkan kebiasaan ODF di desa Sukanagara ini.