Anda di halaman 1dari 7

NAMA : CITA ADE RESMI

NIM : 160810301023

KELAS : SPM D

RESUME

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

“PERILAKU DALAM ORGANISASI”

Keselarasan Tujuan

Tujuan utama dari sistem pengendalian manajemen adalah memastikan


(sejauh mungkin) tingkat keselarasan tujuan (goal congcruen) yang tinggi. Dalam
dunia yang tidak sempurna, keselarasan yang sempurna antara tujuan individu dan
tujuan organisasi tidak ada, sementara jika alasan tersebut tidak ada partisipan
individual biasanya menginginkan kompensasi sebanyak mungkin sementara
organisasi mempertahankan bahwa gaji hanya dapat naik sejumlah tertentu tanpa
mempengaruhi laba secara negatif.
A. Faktor-faktor Internal yang Mempengaruhi Keselarasan Tujuan
Terdapat dua faktor yang memainkan peranan kunci dalam rangka meraih
keselarasan tujuan, yakni faktor eksternal dan internal.

1. Faktor-faktor Eksternal

Faktor-faktor eksternal adalah norma-norma mengenai perilaku yang diharapkan di


dalam masyarakat, dimana organisasi menjadi bagiannya. Norma-norma ini
mencakup sikap, yang secara kolektif sering juga disebut sebagai etos kerja. Etos
kerja diwujudkan melalui loyalitas pegawai terhadap organisasi, keuletan, semangat,
dan juga kebanggaan yang dimiliki oleh pegawai dalam menjalankan tugas.

2. Faktor-faktor Internal

a. Budaya
Faktor internal yang terpenting adalah budaya di dalam organisasi itu sendiri.
Budaya meliputi keyakinan bersama, nilai-nilai hidup yang dianut, norma-
norma perilaku serta asumsi-asumsi yang secara implisit diterima dan yang
secara eksplisit dimanifestasikan di seluruh jajaran organisasi.
b. Gaya Manajemen
Barangkali faktor internal yang memiliki dampak yang paling kuat terhadap
pengendalian manajemen adalah gaya manajemen. Biasanya sikap-sikap
bawahan mencerminkan apa yang mereka anggap sebagai sikap atasan
mereka, seperti para manajer memiliki kualitas dan gaya yang beragam
diantaranya kharisma dan ramas sementara yang lain ada yang agak santai.

c. Organisasi Informal
Dalam bagan organisasi, garis-garis menggambarkan hubungan-hubungan
formal, yaitu pemegang otoritas resmi dan tanggung jawab dari setiap
manajer. Kenyataan yang ditemui selama berlangsungnya proses pengendalian
manajemen tidak bisa dipahami tanpa mengenali arti penting dari hubungan-
hubungan yang menyusun di organisasi yang bersifat informal.
d. Persepsi dan Komunikasi
Para manajer operasi harus mengetahui tujuan dan tindakan yang harus
diambil untuk mencapainya. Mereka menyerap informasi dari berbagai pihak,
baik formal maupun informal yang sangat beragam. Pesan-pesan yang diserap
dari berbagai sumber ini dapat menjadi pertentangan satu sama lain, atau
bahkan memiliki interpretasi yang sangat beragam.

B. SISTEM PENGENDALIAN FORMAL


1. Aturan-aturan
Aturan adalah pedoman kerja yaitu para anggota organisasi diizinkan, dan
bahkan diharapkan, untuk tidak menyimpang dari pedoman tersebut, baik dalam
situasi-situasi khusus atau ketika mereka menilai bahwa penyimpangan tersebut akan
berakibat baik nagi organisasi.
Beberapa jenis aturan bisa dilihat di bawah ini:
a. Pengendalian fisik
Penjaga keamanan, gudang-gudang yang terkunci, ruang besi, password
komputer, televisi pengawas, dan pengendalian fisik lainnya mungkin merupakan
bagian dari struktur pengendalian.
b. Manual
Manual dalam organisasi birokratis jauh lebih rinci dibandingkan dengan aturan di
organisasi lain.organisasi besar memiliki panduan dan aturan yang lebih banyak
dibandingkan dengan organisasi-organisasi lain yang bersifat kecil.
c. Pengamanan sistem
Organisasi merancang berbagai pengamanan ke dalam sistem pemrosesan
informasi untuk menjamin agar informasi yang mengalir melalui sistem itu akan
bersifat akurat dan untuk mencegah (atau setidaknya meminimalkan) kecurangan.
d. Sistem pengendalian tugas
Pengendalian tugas dapat didefinisikan sebagai suatu proses untuk menjamin
bahwa tugas-tugas tertentu dijalankan secara efektif dan efisien.

2. Proses kendali secara formal


Suatu perencanaan strategis akan melaksanakan tujuan dan strategi organisasi.
Selain itu, seluruh informasi yang tersedia digunakan untuk membuat perencanaan ini.
Perencanaan strategi tersebut kemudian dikonversi menjadi anggaran tahunan yang
fokus pada pendapatan dan belanja yang direncanakan untuk masing-masing pusat
tanggung jawab. Pusat tanggung jawab ini juga dituntut oleh aturan-aturan dan
informasi formal lain. Pusat tanggung jawab bertugas menjalankan operasi-operasi
yang menjadi tanggung jawabnya, kemudian menilai dan melaporkan hasilnya. Hasil
aktual kemudian dibandingkan dengan target yang tercantum dalam anggaran untuk
menentukan apakah kinerjanya memuaskan atau tidak.

C. JENIS-JENIS ORGANISASI
Organisasi dapat dikelompokan kedalam tiga klasifikasi, yaitu:
1. Struktur fungsional, di dalamnya setiap manajer bertanggung jawab atas fungsi-
fungsi yang terspesialisasi seperti produksi atau pemasaran.
2. Struktur unit bisnis, di dalamnya para unit manajer bertanggung jawab atas
aktivitas-aktivitas dari masing-masing unit, dan unit bisnis berfungsi sebagai
bagian yang semi-independen dari perusahaan.
3. Struktur matriks, di dalamnya unit-unit fungsional memiliki tanggung jawab
ganda.

a) Organisasi-organisasi fungsional
Alasan di balik bentuk organisasi fungsional melibatkan gagasan
mengenai seorang manajer yang membawa pengetahuan khusus untuk
mengambil keputusan yang berkaitan dengan fungsi spesifik, yang berlawanan
dengan general manajer yang kurang memiliki pengetahuan khusus.
Namun, ada kelemahan yang terdapat pada sturktur fungsional. Pertama,
dalam sebuah organisasi fungsional terdapat ketidakjelasan dalam menentukan
efektivitas manajer fungsional secara terpisah karena tiap-tiap fungsi tersebut
sama-sama memberikan kontribusi pada hasil akhir. Kedua, jika organisasi
terdiri dari beberapa manajer yang bekerja dalam satu fungsi yang melapor ke
beberapa manajer pada tingkat yang lebih tinggi dari fungsi tersebut, maka
perselisihan antara manajer dari fungsi-fungsi berbeda hanya dapat
diselesaikan di tingkat atas, meskipun perselisihan itu berasal dari tingkatan
organisasi yang lebih rendah. Ketiga, struktur fungsional tidak memadai untuk
diterapkan pada sebuah perusahaan dengan produk dan pasar yang beragam.
Kelemahan yang terakhir, organisasi fungsional cenderung menciptakan
“sekat-sekat” bagi tiap fungsi yang dimilikinya.
b) Unit-unit bisnis
Dalam organisasi, bentuk organisasi unit bisnis dirancang untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang terdapat pada struktur fungsional. Unit
bisnis bertanggung jawab untuk melakukan perencanaan dan koordinasi kerja
dari berbagai fungsi yang terpisah.
Ada beberapa keuntungan dari bentuk perusahaan unit bisnis.
Keuntungan tersebut adalah bahwa struktur ini bisa berfungsi sebagai tempat
pelatihan bagi manajemen secara umum. Keuntungan lain dari tipe ini adalah
bahwa karena unit bisnis lebih dekat dengan pasar dari produksi-produksinya
dibandingkan dengan kantor pusat, maka para manajer unit bisnis dapat
membuat keputusan-keputusan produksi dan pemasaran yang lebih baik
dibandingkan dengan cara yang diputuskan oleh kantor pusat.
Selain ada keuntungan ada juga kekurangan dari unit bisnis ini.
Kekurangan dari unit bisnis ini adalah adanya kemungkinan bahwa masing-
masing bisnis menduplikasi sejumlah pekerjaan yang dalam organisasi
fungsional, dikerjakan di kantor pusat. Kerugian lainnya adalah perselisihan
yang terjadi diantara spesialis fungsional dalam organisasi perusahaan
fungsional digantikan dengan perselisihan diantara unit-unit bisnis dalam
organisasi unit bisnis.
c) Implikasi terhadap rancangan sistem
Setiap manajer unit bertanggung jawab untuk meningkatkan
kemampuan setiap produk yang dihasilkan oleh unitmya untuk menghasilkan
laba, melakukan perencanaan, mengkoordinasikan, dan mengendalikan
elemen-elemen yang berpengaruh pada kemampuan itu. Para perancang sistem
pengendalian harus merekomendasikan organisasi dengan mempertimbangkan
hal-hal lain yang terkait.

D. Fungsi kontroler
Kontroler adalah orang yang bertanggung jawab dalam merancang dan
mengoperasikan sistem pengendalian manajemen.
Fungsi kontroler yaitu :
a) Merancang dan mengoperasikan informasi serta sistem pengendalian
b) Menyiapkan pernyataan keuangan dan laporan keuangan kepada stakeholder
c) Menyiapkan dan menganalisis laporan kinerja, menginterpretasikan laproan-
laporan ini untuk para manajer, menganalisis program dan proposal-proposal
anggaran dari berbagai segmen perusahaan serta mengkonsolidasikannya ke
dalam anggaran tahunan secara keseluruhan
d) Melakukan supervisi audit internal dan mencatat perosedur-prosedur pengendalian
untuk menjamin validitas informasi, menetapkan pengamanan yang memadai
terhadap pencurian dan kecurangan serta menjalankan audit opersional
e) Mengembangkan personel dalam organisasi pengendalian dan berpartisipasi
dalam pendidikan personal manajemen dalam kaitannya dengan fungsi
pengendali.

1. Relasi ke jajaran organisasi


Seorang kontroler bertanggung jawab untuk merancang maupun
mengoperasikan sistem, yang mengumpulkan dan melaporkan organisasi. Seorang
pengendali bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menganalisis tolok ukur
yang digunakan untuk melakukan pengendalian serta merekomendasikan tindakan-
tindakan yang diperlakukan pihak manajemen.
2. Kontroler unit bisnis
Kontroler unit bisnis memberikan laporan kepada manajer unit bisnis. General
manager unit bisnis adalah atasan langsung kontroler, dan dia memiliki wewenang
dalam mempekerjakan, melatih, memundahkan, memberikan kompensasi,
mempromosikan dan memecat para kontroler di unit yang bersangkutan.