Anda di halaman 1dari 75

PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA

DINAS P.U BIDANG TATA KOTA KABUPATEN


EMPAT LAWANG

BAB 1
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Penelitian

Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu aset penting instansi

pemerintahan. Manusia merupakan faktor penting dalam pencapaian target atau

tujuan instansi/perusahaan. Sehingga timbul istilah Human Resources atau Human

Capital dimana sumber daya manusia bukan hanya dianggap sebagai mesin

instansi pemerintahan, tetapi aset yang memiliki nilai bagi instansi pemerintahan

dan dapat dikembangkan. Di dalam sumber daya manusia terdapat suatu ilmu

yang disebut dengan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Ilmu MSDM

memiliki peran untuk dapat mengatur peran sumber daya manusia (pegawai) di

dalam instansi pemerintahan, Sehingga perusahaan dapat memanfaatkan nilai

yang dimiliki oleh sumber daya manusia tersebut untuk dapat mencapai tujuan

secara efektif dan efisien. Lidia, dkk (2017:84).

Motivasi berasal dari kata Latin movere yang berarti dorongan atau

menggerakkan. Motivasi (motivation) dalam manajemen hanya ditujukan pada

sumber daya manusia umumnya dan bawahan khususnya. Motivasi

mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar

mau berkerja sama secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan

yang telah ditentukan Sidik Priadana (2016:172).

1
Kinerja merupakan salah satu upaya tanggung jawab yang dilakukan oleh

SDM di dalam instansi/perusahaan untuk dapat mewujudkan visi dan misi yang

telah ditetapkan. Program-program yang direncanakan oleh instansi/perusahaan

merupakan bentuk pengaplikasian dari visi dan misi instansi. Agar dapat tercapai,

harus dipastikan program tersebut dapat diaplikasikan dengan baik oleh pelaku

instansi. Berhasil atau tidaknya tujuan instansi/perusahaan tersebut diwujudkan

dapat dilihat dari proses dan faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai salah

satunya adalah motivasi Hamzah (2013:22).

Menurut Elpis Anto Manalu Prihatin Lumbanraja, Sitti Raha Agoes Salim

(2014) dalam penelitiannya “Pengaruh Motivasi, Kepemimpinan Dan Disiplin

Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Dinas Kehutanan Dan Perkebunan

Kabupaten Tapanuli Tengah” Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan

menganalisis Pengaruh Motivasi, Kepemimpinan dan Disiplin terhadap

Produktivitas kerja Pegawai Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten

Tapanuli Tengah, kemudian tujuan penelitian ini adalah Untuk mengungkapkan

adanya pengaruh Motivasi, Kepemimpinan dan Disiplin Pegawai Terhadap

Produktivitas kerja baik secara bersama sama maupun secara masing masing.

Menurut Julia Anita, Nasir Aziz, Mukhlis Yunus (2013) Dalam

Penelitiannya “Pengaruh Penempatan Dan Beban Kerja Terhadap Motivasi Kerja

Dan Dampaknya Pada Prestasi Kerja Pegawai Dinas Tenaga Kerja Dan Mobilitas

Penduduk Aceh” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penempatan

dan beban kerja terhadap motivasi kerja pegawai Dinas Tenaga Kerja Dan

2
Mobilitas Penduduk Aceh baik secara simultan maupun secara parsial. Nilai

koefisien korelasi (R) dalam penelitian ini sebesar 0,815.

Menurut Imam Ghozali (2017) Dalam Penelitiannya “Pengaruh Motivasi

Kerja, Kepuasan Kerja Dan Kemampuan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjar”Kantor Kementerian Agama

Kabupaten Banjar merupakan salah satukantor pemerintah yang melaksanakan

tugas pokok dan fungsi kementerian agamadalam wilayah kabupaten/kota

berdasarkan kebijakan kepala kantor wilayahkementerian agama provinsi dan

peraturan perundang-undangan yang berlaku.Tujuan dari penelitian ini adalah

untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja,kepuasan kerja dan kemampuan kerja

terhadap kinerja pegawai pada KantorKementerian Agama Kabupaten Banjar.

Metode yang digunakan adalah analisisregresi linear berganda. Hasil penelitian

menunjukkan secara parsial variabel. Motivasi kerja, kepuasan kerja, dan

kemampuan kerja berpengaruh terhadapkinerja pegawai pada Kantor Kementerian

Agama Kabupaten Banjar.

MenurutI Wayan Juniantara ,I Gede Riana (2015) dalam penelitiannya

“Pengaruh Motivasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Koperasi

Di Denpasar”Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi

dan kepuasan kerja terhadap kinerjakaryawan koperasi di Denpasar. Populasi data

yang dikumpulkan dalam penelitian adalah seluruhaccount officer yang berjumlah

130 orang dari 39 koperasi yang dijadikan obyek penelitian. Tehniksampling yang

digunakan adalah tehnik Proportionate Stratified Random Sampling yaitu tehnik

inidipakai bila populasi mempunyai anggota yang tidak homogen dan berstrata

3
secara proposional,untukmenentukan hasilnya menggunakan Partial Least Square

(PLS)Hasil penelitian menyatakan bahwamotivasi berpengaruh positif dan

signifikan terhadap kinerja, motivasi berpengaruh positif dansignifikan terhadap

kepuasan kerja, kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap

kinerja.Implikasi dari penelitian ini adalah teori dua faktor juga memiliki

keterbatasan lain yaitu variabelsituasional.

Menurut I Gede Purnawan Adi, I Wayan Bagia, Wayan Cipta (2016)

dalam penelitiannya “ Pengaruh Promosi Jabatan Dan Disiplin Kerja Terhadap

Kinerja Pegawai” Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat

ditarik beberapa simpulan sebagai berikut.

(1) Ada pengaruh positif dan signifikan dari promosi jabatan dan disiplin kerja

terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perhubungan Kab. Buleleng.

(2) Ada pengaruh positif dan signifikan dari promosi jabatan terhadap disiplin

kerja pegawai pada Dinas Perhubungan Kab. Buleleng.

(3) Ada pengaruh positif dan signifikan dari promosi jabatan terhadap kinerja

pegawai pada Dinas Perhubungan Kab. Buleleng.

(4) Ada pengaruh positif dan signifikan dari disiplin kerja terhadap kinerja

pegawai pada Dinas Perhubungan Kab. Buleleng.

Pada dinas P.U bidang tata kota kabupaten empat lawang yang bergerak

dalam (bidang tata kota), yang membutuhkan sumber daya manusia yang baik

untuk menjalankan operasinya. Tanpa manajemen sumber daya manusia yang

baik instansi tidak akan bisa berjalan dengan baik dan lancar, maka sangat penting

bagi instansi pemerintahan untuk memanfaatkan seluruh sumber daya manusia

4
yang dimilikinya semaksimal mungkin. Sumber daya yang dimaksud adalah

sumber daya manusia dalam hal ini memiliki peranan terbesar dan sangat penting

yang harus dikelola dengan baik. Penurunan atau peningkatan kinerja pegawai

merupakan unsur yang paling penting dalam mempengaruhi kelangsungan hidup

instansi khususnya pada dinas P.U kabupaten empat lawang yang bergerak dalam

bidang tata kota, unsur manusia adalah yang terpenting sebab sebagian besar

proses kerjanya dilakukan oleh manusia. Sehingga perlu adanya motivasi kerja

yang bisa mendukung dan memberikun support secara terus menerus agar

karyawan memiliki kinerja yang tinggi dan akan bisa melakukan pekerjaannya

dengan sangat baik.

Dinas P.U bidang tata kota kabupaten empat lawang adalah instansi

pemerintahan yang dibawah kementrian P.U yang mempunyai tugas pokok

Mewujudkan perencanaan tata ruang yang modern dan serasi dengan lingkungan.

Untuk mewujudkan kinerja yang baik, profesional, dan berkompetensi,

seluruh pegawai yang ada di dinas P.U bidang tata kota harus memiliki semangat

yang baik dan motivasi kerja yang tinggi. Oleh karena itu motivasi kerja sangat

diperlukan oleh pegawai, dengan melakukan berbagai cara baik memberikan

insentif kerja, promosi jabatan dan lain lain untuk meningkatkan motivasi kerja

pegawai.

Penelitian tentang motivasi karyawan perlu dilakukan pada dinas P.U

bidang tata kota yang berorentasikan pada motivasi kerja. Kurangnya semangat

kerja kerja sering kali dijumpai, kurangnya motivasi terhadap produktivitas kerja

untuk tugas-tugas pokok merupakan salah satu masalah yang di hadapi oleh

5
pegawai. Sehubungan dengan hal diatas, maka peneliti ingin melakukan penelitian

dengan topik “Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas P.U

Bidang Tata Kota Kabupaten Empat Lawang’’

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka perumusan

masalah yang akan penulis kemukakan :

Bagaimana pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai Pada dinas P.U

bidang tata kota kabupaten Empat Lawang?

1.3 Tujuan penelitian

Berdasarkan latar belakang dan permasalahan di atas,maka tujuan yang hendak di

capai :

Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada dinas

P.U bidang tata kota kabupaten Empat Lawang?

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat laporan akhir ini, antara lain:

a. Bagi Penulis

Diharapkan dapat menambah atau memperkaya wawasan dan ilmu

pengetahuan, khususnya dalam memanfaatkan pengetahuan yang telah

diperoleh selama pelaksanaan dan penulisan ini dibidang manajemen sumber

daya.

6
b. Bagi perusahaan

Diharapkan penulisan ini dapat menjadi bahan pertimbangan dan menambah

masukan untuk meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia

pada instansi pemerintahan tersebut.

c. Bagi almamater

Membantu perkembangan ilmu pengetahuan dalam kajian keilmuan dan

perkembangan teknologi serta dengan penerbitan jurnal secara rutin dan

berkala dapat membantu akademik dalam pengajuan akreditasi perguruan

tinggi, program studi dan jurnal ilmiah.

1.5 Profil Dinas P.U Dan Tata Kota Kabupaten Empat Lawang

1.5.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi


Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten empat lawang Nomor 5 Tahun 2016

tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten empat lawang,

telah dibentuk Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Kota Kabupaten empat lawang

ditetapkan dengan Peraturan Bupati empat lawang Nomor 42 Tahun 2016 tentang

Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas, serta

Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Kota Kabupaten empat lawang.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Kota Kabupaten empat lawang merupakan unsur

pelaksana urusan pemerintahan wajib di bidang pekerjaan umum dan Tata kota

dengan Tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut :

7
8
1. Perumusan dan penetapan kebijakan dibidang Pekerjaan Umum dan Tata

Kota

2. Pelaksanaan kebijakan dibidang Pekerjaan Umum dan Tata Kota

3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan;

4. Pengkoordinasian dan pengendalian pelaksanaan tugas dinas;

5. Pembinaan terhadap Unit Pelaksana Teknis Dinas.

1. Kepala Dinas

Kepala Dinas mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan

mengendalikan Dinas dalam melaksanakan tugas membantu Bupati melaksanakan

urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan di

bidang Pekerjaan Umum dan Tata Kota.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1) Peraturan

Bupati Nomor 42 Tahun 2016 tersebut, Kepala Dinas mempunyai fungsi :

a. Perumusan dan penetapan kebijakan dibidang Pekerjaan Umum dan tata

Kota;

b. Pelaksanaan kebijakan dibidang Pekerjaan Umum dan tata Kota

c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan;

d. Pengkoordinasian dan pengendalian pelaksanaan tugas dinas;

e. Pembinaan terhadap Unit Pelaksana Teknis Dinas.

Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (2), Kepala Dinas

mempunyai uraian tugas:

a. Merumuskan dan menetapkan kebijakan daerah di bidang Pekerjaan Umum

dan Tata Kota sesuai dengan kewenangannya;

9
b. Memimpin, membina, dan mengendalikan pelaksanaan tugas dinas;

c. Mengesahkan dan menandatangani naskah dinas sesuai dengan

kewenangannya;

d. Memberikan rekomendasi dan perizinan teknis, serta pelayanan umum sesuai

dengan kewenangannya;

e. Membina pelaksanaan tugas Unit Pelaksanaan Teknis Dinas;

f. Melaksanakan koordinasi dengan instansi lainnya dalam rangka pelaksanaan

tugas;

g. Melaksanakan pembinaan pegawai di lingkungan Dinas;

h. Melaksanakan administrasi dan koordinasi dengan instansi lainnya dalam

rangka pelaksanaan tugas;

i. Memberikan saran dan pertimbangan kebijakan kepada Bupati dalam

pelaksanaan sebagian urusan pemerintahan sesuai bidang tugasnya;

j. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada Bupati

melalui Sekretaris Daerah;

k. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Bupati.

2. Sekretariat

(1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan perencanaan program,

pengelolaan keuangan, pembinaan administrasi umum, dan kepegawaian,

serta pengoordinasian pelaksanaan tugas unit organisasi di lingkungan

dinas.

(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1),Sekretaris

mempunyai fungsi :

10
a. Pengelolaan dan pembinaan administrasi umum, kepegawaian, perencanaan

program dan keuangan;

b. Pemberian dukungan administrasi bagi unit organisasi di lingkungan dinas;

c. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas unit organisasi di lingkungan dinas.

(3) Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (2), Sekretaris

mempunyai uraian tugas :

a. Menyusun rencana strategis dan program kerja dinas;

b. Menyusun rencana dan program kerja sekretariat;

c. Mengelola, membina dan memberikan pelayanan administrasi umum yang

meliputi ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan dan kerumahtanggaan di

lingkungan dinas;

d. Mengelola, membina dan memberikan pelayanan administrasi kepegawaian

sesuai dengan kewenangan dinas;

e. Merumuskan bahan-bahan perencanaan program, kegiatan, anggaran dan

pelaporan pelaksanaan tugas;

f. Mengelola, membina dan memberikan pelayanan administrasi keuangan

di lingkungan dinas;

11
g. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas unit-unit organisasi di lingkungan

dinas;

h. Melaksanakan koordinasi dengan instansi lainnya dalam rangka pelaksanaan

tugas;

i. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Dinas dalam

perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan kegiatan dinas;

j. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada Kepala

Dinas;

k. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Dinas.

(4) Sekretariat, membawahkan :

a. Sub. Bagian Umum;

b. Sub. Bagian Keuangan dan Program.

2.a Sub Bagian Umum

(1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan

pelayanan administrasi ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan dan

rumahtangga serta kepegawaian di lingkungan dinas.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

Sub Bagian Umum mempunyai fungsi :

a. Pengelolaan dan pelayanan administrasi ketatausahaan dan kearsipan dinas;

12
b. Pengelolaan dan pelayanan administrasi perlengkapan dan

kerumahtanggaan dinas;

c. Pengelolaan dan pelayanan administrasi kepegawaian dinas;

(3) Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (2), Sub Bagian

Umum mempunyai uraian tugas :

a. Menyusun rencana kerja sekretariat dinas;

b. Menyusun rencana dan program kerja Sub Bagian Umum;

c. Mengelola dan memberikan pelayanan administrasi ketatausahaan dan

kearsipan yang meliputi surat menyurat, ekspedisi, pencatatan dan

penyimpanan arsip naskah dinas;

d. Mengelola dan memberikan pelayanan administrasi perlengkapan dan

rumah tangga yang meliputi pencatatan dan pemeliharaan barang inventaris,

pengadaan dan pendistribusian barang pakai habis, serta penyediaan

kebutuhan rumah tangga di lingkungan dinas;

e. Mengoordinasikan pelaksanaan pemeliharaan kebersihan, ketertiban dan

keindahan lingkungan kantor;

f. Menghimpun dan mengelola data kepegawaian di lingkungan dinas;

g. Menyiapkan bahan penyusunan formasi pegawai di lingkungan dinas;

h. Mengelola dan memberi pelayanan administrasi kepegawaian yang meliputi

penyiapan berkas kenaikan pengkat, kenaikan gaji berkala, pensiun, serta

pelayanan izin dan rekomendasi bidang kepegawaian di lingkungan dinas;

13
i. Memberikan pelayanan kesejahteraan pegawai yang meliputi pengurusan

tabungan perumahan, askes, korpri dan pembuatan karis/karsu;

j. Menyiapkan dan mengoordinasikan pelaksanaan disiplin pegawai di

lingkungan dinas;

k. Mengoordinasikan pembuatan daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan

(DP3), penilaian prestasi kerja dan evaluasi kinerja pegawai di lingkungan

dinas;

l. Menyiapkan bahan pembinaan dan penyelesaian masalah kepegawaian di

lingkungan dinas;

m. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan dalam

pelaksanaan tugas;

n. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada atasan;

o. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Sekretaris.

2.b Sub Bagian Keuangan dan Program

(1) Sub Bagian Keuangan dan Program mempunyai tugas melaksanakan

perencanaan program, pengelolaan, pelayanan administrasi keuangan dan

pelaporan pelaksanaan kegiatan di lingkungan dinas.

14
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Sub

Bagian Keuangan mempunyai fungsi;

a. Penyiapan bahan penyusunan rencana strategis dan program kerja dinas;

b. Pengelolaan dan pelayanan administrasi keuangan dinas;

c. Penyiapan bahan pertanggungjawaban keuangan dinas;

d. Penyiapan laporan pelaksanaan program dan kegiatan lingkup dinas.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sub

Bagian Keuangan dan program mempunyai uraian tugas :

a. Menyusun rencana dan program kerja Sub Bagian Keuangan dan Program;

b. Menyiapkan bahan rencana anggaran dinas;

c. Menyiapkan penyusunan rencana strategis dinas;

d. Mengelola dan memberikan pelayanan administrasi keuangan yang meliputi

pembayaran gaji dan tunjangan pegawai, penyiapan administrasi keuangan

kegiatan, penerimaan dan penyetoran PAD sesuai kewenangan dinas serta

pelayanan administrasi keuangan lainnya;

e. Melaksanakan penerimaan, penyimpanan dan pembayaran uang untuk

keperluan dinas sesuai dengan peraturan yang berlaku;

f. Melaksanakan pencatatan dan pembukuan keuangan dinas sesuai dengan

peraturan yang berlaku;

g. Mengoordinasikan pelaksanaan tugas satuan pemegang kas di lingkungan

dinas;

h. Menghimpun bahan penyusunan pertanggungjawaban keuangan dinas;

i. Melaksanakan pembinaan administrasi keuangan di lingkungan dinas;

15
j. Menyiapkan bahan laporan pelaksanaan program dan kegiatan dinas sesuai

ketentuan perundang-undangan, meliputi laporan akuntabilitas kinerja

instansi pemerintah, laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah, laporan

keterangan pertanggungjawaban, dan laporan pelaksanaan program/kegiatan

lainnya;

k. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan dalam

pelaksanaan tugas;

l. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada atasan;

m. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Sekretaris.

3. Bidang Perencanaan Teknik

(1) Bidang Perencanaan Teknik mempunyai tugas pokok menyelenggarakan

perumusan dan pelaksanaan kebijakan rencana kegiatan fisik, rekayasa

teknik, monitoring dan evaluasi bidang pekerjaan umum.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Bidang

Perencanaan Teknik mempunyai fungsi :

a. Penyelenggaraan perumusan perencanaan program kegiatan fisik di bidang

pekerjaan umum;

b. Penyelenggaraan kebijakan rekayasa teknik bidang pekerjaan umum;

c. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi program kegiatan bidang

pekerjaan umum dan tata ruang;

d. Penyelenggaraan fasilitasi rekayasa teknik bidang pekerjaan umum.

16
(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Bidang

Perencanaan Teknik mempunyai uraian tugas :

a. Menyusun rencana program kerja bidang perencanaan teknik;

b. Menyelenggarakan perumusan kebijakan di bidang perencanaan teknik pekerjaan

umum;

c. Menyelenggarakan perumusan bahan pembinaan teknis pelaksanaan pengadaan

jasa konstruksi;

d. Menyelenggarakan penyusunan rencana kebutuhan pembangunan dan rehabilitasi

bidang pekerjaan umum, meliputi jalan, jembatan, jaringan irigasi, sungai dan

sumber-sumber mata air kewenangan kabupaten;

e. Menyelenggarakan kegiatan rekayasa teknik pembangunan dan rehabilitasi bidang

pekerjaan umum;

f. Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi pembangunan dan rehabilitasi bidang

pekerjaan umum;

g. Menyelenggarakan perumusan bahan pelaporan kegiatan dan evaluasi hasil

pekerjaan fisik bidang pekerjaan umum;

h. Menyelenggarakan perumusan bahan bantuan perencanaan teknik pembangunan

dan rehabilitasi sarana dan prasarana bidang pekerjaan umumlintas sektor;

17
i. Menyelenggarakanpengelolaan sistem informasi bidang pekerjaan umum dan tata

kota;

j. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja lainnya;

k. Menyelenggarakan tugas-tugas administrasi bidang perencanaan teknis;

l. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

(4) Bidang Perencanaan Teknik membawahkan :

a. Seksi Perencanaan Teknik Jalan dan Jembatan;

b. Seksi Perencanaan Teknik Sumber Daya Air;

c. Seksi Monitoring dan Evaluasi.

3.a Seksi Perencanaan Teknik Jalan dan Jembatan

(1) Seksi Perencanaan Teknik Jalan dan Jembatan mempunyai tugas pokok

melaksanakan perumusan kebutuhan, rekayasa teknik dan rancang bangun jalan

dan jembatan.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi

perencanaan teknik jalan dan jembatan mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan perumusan perencanaan pembangunan dan rehabilitasi, jalan dan

jembatan;

18
b. Pelaksanaan penyusunan rekayasa teknik dan rancang bangun, jalan dan

jembatan;

c. Pelaksanaan fasilitasi rekayasa teknik jalan dan jembatan.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Seksi

perencanaan teknis jalan dan jembatan mempunyai uraian tugas:

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi perencanaan teknik jalan dan jembatan;

b. Melaksanakan perumusan regulasi bidang perencanaan teknik jalan dan jembatan;

c. Melaksanakan perumusan rencana pembangunan dan rehabilitasi jalan dan

jembatan;

d. Melaksanakan perencanaan dan rekayasa teknik pembangunan dan rehabilitasi

jaringan jalan kabupaten, jalan poros desa, jembatan dan bangunan pelengkapnya;

d. Melaksanakan perumusan bahan bantuan perencanaan teknik pembangunan dan

rehabilitasi sarana dan prasarana jalan dan jembatan lintas sektor;

e. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lainnya;

f. Melaksanakan tugas-tugas administrasi seksi perencanaan teknik jalan dan

jembatan;

g. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang

3.b Seksi Perencanaan Teknik Sumber Daya Air

19
(1) Seksi perencanaan teknik sumber daya air mempunyai tugas pokok melaksanakan

perumusan kebutuhan, rekayasa teknik dan rancang bangun bidang sumber daya

air.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi

perencanaan teknik sumber daya air mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan perumusan rencana kebutuhan pembangunan dan

rehabilitasi jaringan irigasi, sungai dan sumber mata air;

b. Pelaksanaan penyusunan rekayasa teknik jaringan irigasi, sungai

dan sumber mata air;

c. Pelaksanaan fasilitasi rekayasa teknik jaringan irigasi, sungai dan

sumber mata air.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), seksi

perencanaan teknik sumber daya air mempunyai uraian tugas :

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Perencanaan Teknik Sumber Daya air;

b. Melaksanakan perumusan regulasi perencanaan teknik sumber daya air;

c. Melaksanakan perencanaan kebutuhan pembangunan dan rehabilitasi jaringan

irigasi, sungai dan sumber-sumber mata air;

d. Melaksanakan perencanaan dan rekayasa teknik pembangunan dan rehabilitasi

jaringan irigasi, sungai dan sumber-sumber mata air;

e. Melaksanakan fasilitasi bantuan perencanaan teknik pembangunan dan rehabilitasi

sarana dan prasarana irigasi, sungai dan sumber-sumber air lintas sektor;

f. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lainnya;

g. Melaksanakan tugas-tugas administrasi seksi perencanaan teknik sumber daya air;

20
h. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.

3.c Seksi Monitoring dan Evaluasi

(1) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas pokok melaksanakan

penyusunan, pengolahan pelaporan dan evaluasi serta pengelolaan sistem

informasi bidang pekerjaan umum dan tata ruang.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Seksi

monitoring dan evaluasi mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan penyusunan dan pengolahan data laporan kegiatan dan

evaluasi pekerjaan fisik bidang pekerjaan umum dan tata ruang;

b. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembangunan dan

rehabilitasi kegiatan fisik;

c. Pelaksanaan pengelolaan sistem informasi.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2),

Seksi monitoring dan evaluasi mempunyai uraian tugas :

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Monitoring dan Evaluasi;

b. Melaksanakan penyusunan dan pengolahan data laporan kegiatan

dan evaluasi pekerjaan fisik bidang pekerjaan umum dan tata kota;

c. Melaksanakan bahan pembinaan teknis pelaksanaan pengadaan

jasa konstruksi;

d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pembangunan dan

rehabilitasi jalan, jembatan, jaringan irigasi, sungai dan sumber-

sumber mata air;

21
e. Melaksanakan pengelolaan sistem informasi bidang pekerjaan

umum dan tata kota;

f. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lainnya.

g. Melaksanakan tugas-tugas administrasi seksi monitoring dan

evaluasi.

h. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala

Bidang.

i.

4. Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air

(1) Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air mempunyai tugas pokok

menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan irigasi,

persungaian dan konservasi sumber daya air.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Bidang

Pengelolaan Sumber Daya Air mempunyai fungsi :

a. Penyelenggaraan perumusan kebijakan pengelolaan irigasi, persungaian dan

konservasi sumber daya air;

b. Penyelenggaraan pelaksanaan kebijakan pengelolaan irigasi, persungaian dan

konservasi sumber daya air;

c. Penyelenggaraan fasilitasi pengelolaan irigasi, persungaian dan konservasi sumber

daya air.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Bidang

Pengelolaan Sumber Daya Air mempunyai uraian tugas :

22
a. Menyusun rencana program kerja bidang pengelolaan sumber daya air;

b. Menyelenggarakan perumusan regulasi kebijakan umum pemerintah daerah di

bidang pengelolaan irigasi, persungaian dan konservasi sumber daya air;

c. Menyelenggarakan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air

yang terpadu dan berkelanjutan;

d. Menyelenggarakan perumusan bahan pembinaan teknis pengembangan sistem

irigasi primer dan sekunder, penyelesaian sengketa, kerjasama antar lembaga dan

kegiatan pemberdayaan masyarakat bidang sumber daya air pada daerah irigasi

kewenangan kabupaten;

e. Menyelenggarakan perumusan bahan pengendalian ijin pada jaringan irigasi

primer dan sekunder, meliputi penggunaan, pengusahaan air tanah untuk

keperluan irigasi, pembangunan, pemanfaatan, pengubahan dan atau

pembongkaran bangunan;

f. Menyelenggarakan perumusan bahan pembinaan teknis pengelolaan kegiatan

operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, persungaian dan sumber-sumber mata

air;

g. Menyelenggarakan perumusan kebijakan rencana tata tanam global;

23
h. Menyelenggarakan perumusan bahan pembinaan teknis kegiatan pengembangan

dan pengelolaan sistem irigasi perdesaan;

i. Menyelenggarakan perumusan bahan pembinaan teknis pengelolaan dan

penyediaan air baku;

j. Menyelenggarakan perumusan bahan pembinaan teknis rehabilitasi dan

pengendalian daya rusak air;

k. Menyelenggarakan perumusan bahan pembinaan teknis dan koordinasi

peningkatan partisipasi stakeholders dalam pengelolaan sumber-sumber air;

l. Menyelenggarakan pelaksanaan administrasi Bidang Pengelolaan Sumber Daya

Air;

m. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

(4) Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air membawahkan :

a. Seksi Pengelolaan Irigasi;

b. Seksi Persungaian;

c. Seksi Konservasi Sumber Daya Air.

4.a Seksi Pengelolaan Irigasi;

24
(1) Seksi Pengelolaan Irigasi mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan,

pengolahan bahan pembinaan tekniskegiatan pengembangan dan pengelolaan

sistem irigasi.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Seksi

Pengelolaan Irigasi mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan penyusunan bahan regulasi pengelolaan irigasi;

b. Pelaksanaan pembinaan pengelolaan irigasi;

c. Pelaksanaan fasilitasi pengelolaan irigasi.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Seksi

Pengelolaan Irigasi mempunyai uraian tugas :

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi pengelolaan irigasi;

b. Melaksanakan perumusan regulasi pengelolaan irigasi;

c. Melaksanakan kebijakan di bidang pengelolaan irigasi yang terpadu dan

berkelanjutan, meliputi pengelolaan aset irigasi dan sistem pengelolaan berbasis

IT;

d. Melaksanakan pembinaan teknis pengembangan sistem irigasi primer dan

sekunder;

e. Melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi;

25
f. Melaksanakan kegiatan fasilitasi penyelesaian sengketa, kerjasama antar

lembaga dan kegiatan pemberdayaan masyarakat bidang sumber daya air pada

daerah irigasi kewenangan kabupaten;

g. Melaksanakan pengendalian ijin pada jaringan irigasi primer dan sekunder,

meliputi penggunaan, pengusahaan air tanah untuk keperluan irigasi,

pembangunan, pemanfaatan, pengubahan dan atau pembongkaran bangunan;

h. Melaksanakan perumusan kebijakan rencana tata tanam global;

i. Melaksanakan perumusan dan pengolahan data debit, pelaksanaan kalibrasi

bangunan ukur dan pemeliharaan stasiun hidrologi/hidrometri;

j. Melaksanakan pembinaan teknis kegiatan pengembangan, pengelolaan sistem

irigasi perdesaan dan kegiatan pendukung lainnya;

k. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait;

l. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Bidang.

4.b Seksi Persungaian

(1) Seksi Persungaian mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan

pengolahan bahan pembinaan teknis kegiatan pengelolaan persungaian.

26
(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Seksi

Persungaian mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan perumusan regulasi pengelolaan persungaian;

b. Pelaksanaan kebijakan pengelolaan persungaian;

c. Pelaksanaan fasilitasi pengelolaan persungaian.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), seksi

Persungaian mempunyai uraian tugas:

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi persungaian;

b. Melaksanakan perumusan regulasi kebijakan pengelolaan persungaian;

c. Melaksanakan kebijakan di bidang pengelolaan persungaian yang terpadu dan

berkelanjutan, meliputi inventarisasi sungai, pengendalian daya rusak air dan

sistem pengelolaan sungai berbasis IT;

d. Melaksanakan pembinaan teknis rehabilitasi dan pengendalian daya rusak air;

e. Melaksanakan upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan

sungai dan pengendalian daya rusak air;

f. Melaksanakan koordinasi konservasi sungai dan pengendalian daya rusak air;

g. Melaksanakan operasi dan pemeliharaan persungaian;

h. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait;

i. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Bidang.

27
4.c Seksi Konservasi Sumber Daya Air

(1) Seksi Konservasi Sumber Daya Air mempunyai tugas pokok melaksanakan

penyusunan, pengolahan pembinaan teknis dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan

konservasi sumber daya air.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Seksi

Konservasi Sumber Daya Air mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan perumusan regulasi pengelolaan konservasi sumber daya air;

b. Pelaksanaan kegiatan pengelolaan sumber daya air;

c. Pelaksanaan fasilitasi pengelolaan sumber daya air.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Seksi

Konservasi Sumber Daya Air mempunyai uraian tugas :

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi konservasi sumber daya air;

b. Melaksanakan perumusan regulasi di bidang konservasi sumber daya air;

c. Melaksanakan kebijakan di bidang konservasi sumber daya air yang terpadu dan

berkelanjutan, meliputi inventarisasi sumber-sumber air, pemeliharaan dan

pengelolaan air baku, pengelolaan sumber air berbasis IT;

d. Melaksanakan pembinaan teknis pengelolaan dan penyediaan air baku;

e. Melaksanakan kegiatan teknis pelestarian, pendayagunaan dan pengusahaan

sumber-sumber mata air;

f. Melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan sumber-sumber mata air;

g. Melaksanakan pengumpulan, penyusunan, pengolahan teknis peningkatan

partisipasi stakeholders dalam pengelolaan sumber daya air;

h. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait;

28
i. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Bidang.

5. Bidang Bina Marga

(1) Bidang Bina Marga mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan pedoman

dan petunjuk teknis pembinaan pelaksanaan, pembangunan, pemeliharaan dan

pemanfaatan jalan dan jembatan.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Bidang

Bina Marga mempunyai fungsi :

a. Penyelenggaraan pembangunan jalan dan jembatan;

b. Penyelenggaraan pemeliharaan jalan dan jembatan;

c. Penyelenggaraan pemanfaatan jalan dan jembatan.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (2), Bidang Bina

Marga mempunyai uraian tugas :

a. Menyusun rencana program kerja Bidang Bina Marga;

b. Menyusun rencana umum pembangunan, pemeliharaan, dan pemanfaatan jalan

dan jembatan;

c. Menyelenggarakan studi kelayakan dan analisa dampak lingkungan;

d. Melaksanakan pengukuran dan penyelidikan untuk penyusunan rencana

pendahuluan rencana teknik;

e. Menyelenggarakan kegiatan dalam bidang pembangunan, pemeliharaan,

pemanfaatan jalan dan jembatan;

f. Membuat visualisasi perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan

pembangunan, pemeliharaan, dan pemanfaatan jalan dan jembatan;

29
g. Menyusun kebutuhan peralatan dan bahan jalan dan jembatan sesuai dengan

program kegiatan;

h. Melaksanakan penanggulangan bencana alam jalan dan jembatan;

i. Memantau, mengevaluasi dan melaksanakan kegiatan administrasi teknis serta

penyusunan laporan kegiatan;

j. Memberikan saran, informasi kepada Kepala Dinas sebagai bahan penetapan

kebijakan dan pengambilan keputusan;

k. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Dinas;

l. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

(4) Bidang Bina Marga membawahkan :

a. Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan;

b. Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan;

c. Seksi Bina Manfaat Jalan dan Jembatan.

5.a Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan

(1) Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan mempunyai tugas pokok melaksanakan

kegiatan pembangunan jalan dan jembatan;

30
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Seksi

Pembangunan Jalan dan Jembatan mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan penyusunan dan pengolahan data program Pembangunan jalan dan

jembatan;

b. Pelaksanaan dan penyusunan rencana kebutuhan pembangunan jalan dan

jembatan;

c. Pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan dan jembatan.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (2), Seksi

Pembangunan Jalan dan Jembatan mempunyai uraian tugas :

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan;

b. Mengumpulkan dan pengolahan data rencana Pembangunan Jalan dan Jembatan;

c. Menyiapkan bahan dan penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan

pengendalian Pembangunan Jalan dan Jembatan;

d. Menyelenggarakan survai lapangan pendahuluan jalan dan jembatan;

e. Membuat rencana teknis (desain) pendahuluan Pembangunan Jalan dan

Jembatan;

f. Membuat jadwal pelaksanaan kegiatan Pembangunan Jalan dan Jembatan;

31
g. Melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap pelaksanaan program

Pembangunan Jalan dan Jembatan;

h. Mendokumentasikan surat-surat masuk, berkas kegiatan Pembangunan Jalan dan

Jembatan;

i. Membuat laporan pelaksanaan tugas di bidang Bina Marga sesuai dengan

ketentuan yang berlaku;

j. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Bina Marga.

5.b Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

(1) Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan mempunyai tugas pokok melaksanakan

operasi pemeliharaan jalan dan jembatan;

(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Seksi

Pemeliharaan Jalan dan Jembatan mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan penyusunan dan pengolahan data program pemeliharaan Jalan dan

Jembatan;

b. Pelaksanaan penyusunan rencana kebutuhan pemeliharaan Jalan dan Jembatan;

c. Pelaksanaan pemeliharaan Jalan dan Jembatan.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (2), Seksi

Pemeliharaan Jalan dan Jembatan mempunyai uraian tugas :

32
a. Menyusun rencana kegiatan Seksi pemeliharaan jalan dan

jembatan;

b. Menyelenggarakan survai lapangan pendahuluan pemeliharaan

jalan dan jembatan;

c. Membuat rencana teknis (desain) pendahuluan pemeliharaan

Jalan dan Jembatan;

d. Menyiapkan dan menyusun kebutuhan anggaran untuk

program pemeliharaan Jalan dan Jembatan;

e. Menyusun pelaksanaan pemeliharaan Jalan dan Jembatan

dengan bangunan pelengkapnya;

f. Penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan pengendalian dan

pemeliharaan jalan;

g. Pengumpulan dan pengolahan data hasil pemeliharaan Jalan

dan Jembatan;

h. Menyiapkan bahan dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan

pengendalian dan pemeliharaan Jalan dan Jembatan;

i. Melaksanakan penanggulangan dan perbaikan Jalan dan

Jembatan akibat bencana alam;

j. Melaksanakan pengawasan pemeliharaan Jalan dan Jembatan;

k. Mendokumentasikan surat-surat masuk, berkas kegiatan,

kemajuan fisik kegiatan pemeliharaan Jalan dan Jembatan;

l. Membuat laporan pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan

jalan kepada Kepala Bidang Bina Marga;

33
m. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Bidang Bina Marga.

5.c. Seksi Bina Manfaat Jalan dan Jembatan

(1) Seksi Bina Manfaat Jalan dan Jembatan mempunyai tugas pokok melaksanakan

pengelolaan dan pelayanan penggunaan jalan dan jembatan;

(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Seksi Bina

Manfaat Jalan dan Jembatan mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan penyusunan dan pengolahan data program bina manfaat jalan dan

jembatan;

b. Pelaksanaan penyusunan rencana kebutuhan bina manfaat jalan dan jembatan;

c. Penyelenggaraan pengelolaan dan pelayanan penggunaan daerah jalan (daerah

manfaat jalan, Ruang milik jalan, dan ruang pengawasan jalan).

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (2), Seksi Bina

Manfaat Jalan dan Jembatan mempunyai uraian tugas :

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Bina Manfaat Jalan dan Jembatan;

b. Pelaksanaan pelayanan pengelolaan penggunaan ruang jalan (Ruang manfaat

jalan, Ruang milik jalan dan ruang pengawasan jalan);

c. Penganalisa dan pengevaluasi pelaksanaan pengembangan jaringan jalan dan

jembatan;

d. Penyusunan data teknis, leger Jalan dan Jembatan;

e. Menyusun perencanaan teknis dan leger Jalan dan Jembatan dengan;

f. Pengumpulan dan pengolahan data pemanfaatan Jalan dan Jembatan;

34
g. Pelaksanaan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan kegiatan pengelolaan

dan pelayanan pemanfaatan jalan dan jembatan;

h. Pelaksanaan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam rangka pelaksanaan

tugasnya;

i. Mendokumentasikan surat-surat masuk, berkas kegiatan, kemajuan fisik kegiatan

pemeliharaan Jalan dan Jembatan;

j. Membuat laporan pelaksanaan tugas di bidang Pemanfaatan jalan kepada

Kepala Bidang Bina Marga;

k. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Bina Marga.

6. Bidang Penataaan Ruang

(1) Bidang Penataan Ruang mempunyai tugas pokok melaksanakan koordinasi dan

penyusunan serta pemanfaatan tata ruang serta melaksanakan kegiatan

pengendalian dan pengawasan tata ruang.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Bidang

Penataan Ruang mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan perencanaan penataan ruang wilayah kota dan

daerah yang meliputi perencanaan pengembangan

wilayah/daerah;

b. Pelaksanaan penyusunan, pengaturan dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan lingkungan;

c. Penyusunan petunjuk teknis tata kota.

35
(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (2), Bidang

Penataan Ruang mempunyai uraian tugas:

a. Menyusun rencana program kerja di Bidang Tata Kota;

b. Melaksanakan sosialisasi dan pengawasan penerapan peraturan tentang tata kota;

c. Menyusun kebijakan strategi pembangunan Jangka pendek, jangka menengah dan

jangka panjang dilingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Kota;

d. Menyusun petunjuk teknis pemanfaatan ruang yang meliputi pengaturan,

penelitian administrasi dan lapangan, serta pertimbangan teknis pengesahan

rencana penggunaan ruang untuk kepentingan penetapan Ijin Lokasi dan Ijin

Mendirikan Bangunan dan pengesahan Site Plan yang disiapkan oleh pihak

ketiga;

e. Melaksanakan pembangunan dan penataan kawasan Ruang Terbuka Hijau;

f. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Bidang Tata Kota;

g. Membuat dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala

Dinas;

h. Melaksanakan tugas Kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

(4) Bidang Penataan Ruang, membawahkan :

a. Seksi Perencanaan dan PemanfaatanTata Kota;

b. Seksi Pengendalian dan Pengawasan Tata Kota;

c. Seksi Ruang Terbuka Hijau.

36
6.a Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Tata Kota;

(1) Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Tata Kota mempunyai tugas pokok

melaksanakan penyiapan bahan koordinasi, penyusunan dan pemanfaatan

tata kota.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1),

Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Tata Kota mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan perencanaan penataan ruang wilayah kota dan

daerah yang meliputi perencanaan pengembangan

wilayah/daerah;

b. Pelaksanakan pemanfaatan ruang dan lingkungan.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (2), Seksi

Perencanaan dan Pemanfaatan Tata ruang mempunyai uraian tugas :

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan

Penataan Ruang;

b. Menyusun Program jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan di

lingkungan dinas;

c. Menyelenggarakan perencanaan dan pemanfaatan tata ruang wilayah

kota dan daerah;

d. Mempersiapkan bahan petunjuk teknis Pemanfaatan ruang yang meliputi

pengaturan, penelitian administrasi dan lapangan, pertimbangan teknis

pengesahan rencana penggunaan ruang untuk kepentingan penetapan Ijin

Lokasi dan Ijin Mendirikan Bangunan dan pengesahan Site Plan yang

disiapkan oleh pihak ketiga;

37
e. Melaksanakan sosialisasi peraturan daerah tentang penataan kota;

f. Membuat dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas kepada

kepala Bidang Tata Kota;

g. Melaksanakan Tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang

Tata Kota;

6.b Seksi Pengendalian dan Pengawasan Tata Kota

(1) Seksi Pengendalian dan Pengawasan Tata Ruang mempunyai tugas pokok

melaksanakan penyiapan bahan Pengendalian dan Pengawasan Tata Kota.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Seksi

Pengendalian dan Pengawasan Tata Kota mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang dan lingkungan

b. Pelaksanakan pengawasan pemanfaatan ruang dan lingkungan.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (2), Seksi

Pengendalian dan Pengawasan Tata Kota mempunyai uraian tugas :

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi pengendalian dan pengawasan penataan ruang;

b. Menyusun Program jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan di lingkungan

dinas;

c. Menyelenggarakan pengendalian dan pengawasan tata ruang wilayah kota dan

daerah;

d. Melaksanakan pengendalian dan pengawasan penerapan peraturan daerah tentang

tata kota;

38
e. Membuat dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas kepada kepala

Bidang Tata Kota;

f. Melaksanakan Tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Tata

Kota.

6.c Seksi Ruang Terbuka Hijau

(1) Seksi Ruang Terbuka Hijau mempunyai tugas pokok melaksanakan pembangunan

dan penataan Ruang Terbuka Hijau.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Seksi

Ruang Terbuka Hijau mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan perencanaan pembangunan dan penataan ruang terbuka hijau;

b. Pelaksanaan pembangunan dan penataan Ruang Terbuka Hijau.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (2), Seksi Ruang

Terbuka Hijau mempunyai uraian tugas :

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Ruang Terbuka Hijau;

b. Menyusun bahan pelaksanaan program dan petunjuk teknis di bidang

pengembangan ruang terbuka hijau;

c. Melaksanakan koordinasi dan kerja sama di bidang pengembangan ruang terbuka

hijau;

d. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan program di bidang

pengembangan ruang terbuka hijau;

e. Menyiapkan bahan pembinaan teknis di bidang pengembangan ruang terbuka

hijau;

39
f. Membuat dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas kepada kepala

Bidang Tata Kota;

g. Melaksanakan Tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Tata

Kota;

7. Unit Pelaksana Teknis Dinas

Ketentuan mengenai pembentukan, Tugas dan Fungsi Unit Pelaksana Teknis

Dinas diatur dalam Peraturan Bupati tersendiri.

8. Kelompok Jabatan Fungsional

(1) Kelompok jabatan Fungsional di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata

Kota mempunyai tugas menunjang tugas pokok Dinas sesuai dengan keahliannya

masing-masing.

(2) Kelompok jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin

oleh seorang tenaga fungsional senior yang berada di bawah dan bertanggung

jawab langsung kepada dinas.

(3) Kelompok jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri atas

sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai

kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

(4) Jumlah Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditentukan

berdasarkan sifat, jenis, kebutuhan dan beban kerja.

(5) Pembinaan terhadap Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

40
BAB II

STUDI KEPUSTAKAAN

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Pengertian Motivasi

Sutrisno (2013:109) mengemukakan motivasi adalah “faktor yang mendorong

seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, motivasi sering kali diartikan

pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang”. Mangkunegara (2012:61) juga

mengemukakan motivasi adalah “kondisi atau energi yang menggerakkan diri

karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan”.

Motivasi Hasibuan (2011:141) berasal dari kata Latin movere yang berarti

dorongan atau menggerakkan. Motivasi (motivation) dalam manajemen hanya

ditujukan pada sumber daya manusia umumnya dan bawahan khususnya.

Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi

bawahan, agar mau bekerja sama secara produktif berhasil mencapai dan

mewujudkan tujuan yang telah ditentukan. Motivasi adalah “hal yang

menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau

bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal”.

41
2.1.1 Jenis-Jenis Motivasi

Menurut (Suhardi, 2013) motivasi terbagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu motivasi

intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

1. Motivasi Instinsik

Motivasi intrinsik adalah motivasi yang datangnya dari dalam diri seseorang.

Motivasi ini terkadang muncul tanpa pengaruh apa pun dari luar. Biasanya

orang yang termotivasi secara instrinsik lebih mudah terdorong untuk

mengambil tindakan. Bahkan, mereka bisa memotivasi dirinya sendiri tanpa

perlu dimotivasi orang lain. Semua ini terjadi karena ada prinsip tertentu yang

mempengaruhi mereka. (Suhardi, 2013).

2. Motivasi Ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik adalah kebalikannya motivasi instrinsik, yaitu motivasi

yang muncul karena pengaruh lingkungan luar. Motivasi ini menggunakan

pemicu untuk membuat seseorang termotivasi. Pemicu ini bisa berupa uang,

bonus, insentif, penghargaan, hadiah, gaji besar, jabatan, pujian dan

sebagainya. Motivasi ekstrinsik memiliki kekuatan untuk mengubah kemauan

seseorang. Seseorang bisa berubah pikiran dari yang tidak mau menjadi mau

berbuat sesuatu karena motivasi ini. (Suhardi, 2013).

2.1.2 Indikator motivasi

Indikator untuk mengukur motivasi pegawai secara individu terdiri dari 4

indikator:

42
a. Daya Pendorong

b. Kemauan

c. Kerelaan

d. Membentuk Keahlian

2.1.3Pengertian Kinerja

Suatu organisasi atau perusahaan jika ingin maju atau berkembang maka dituntut

untuk memiliki pegawai yang berkualitas. Pegawai yang berkualitas adalah

pegawai yang kinerjanya dapat memenuhi target atau sasaran yang ditetapkan

oleh organisasi . Untuk memperoleh pegawai yang memiliki kinerja baik maka

diperlukan penerapan kinerja. Ukuran kinerja dapat dilihat dari sisi jumlah dan

mutu tertentu sesuai dengan standart yang telah ditetapkan oleh organisasi atau

perusahaan bentuknya dapat bersifat tangible (dapat ditetapkan alat ukurnya atau

standarnya) atau intangible (tak dapat ditetapkan alat ukurnya atau standarnya),

tergantung pada bentuk dan proses pelaksanaan pekerjaan itu. Kinerja yang

dihasilkan oleh pegawai dalam suatu perusahaan ditentukan oleh beberapa faktor

dan kondisi yang baik itu yang berasal dari dalam diri pegawai ataupun yang

berasal dari luar individu pegawai.

Menurut Moeheriono (2012:95), kinerja atau performance merupakan

sebuah penggambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program

kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan misi

organisasi yang dituangkan dalam suatu perencanaan strategis suatu organisasi.

43
Keberhasilan suatu organisasi dipengharui oleh kinerja (job performance)

sumber daya manusia, untuk itu setiap perusahaan akan berusaha untuk

meningkatkan kinerja karyawannya dalam mencapai tujuan organisasi yang telah

ditetapkan. Budaya organisasi yang tumbuh dan terpelihara dengan baik akan

mampu memacu organisasi ke arah pengembangan yang lebih baik, Disisi lain,,

kemampuan pemimpinan dalam mengerakan dan memperdayakan karyawannya

akan mempengaruhi kinerja.

Menurut Rivai (2013:604), kinerja merupakan suatu istilah secara umum

yang digunakan sebagian atau seluruh tindakan atau aktivitas dari suatu organisasi

pada suatu periode dengan suatu referensi pada sejumlah standar seperti biaya

masa lalu yang diproyeksikan dengan dasar efisiensi, pertanggungjawaban atau

akuntabilitas manajemen dan semacamnya.Pengertian tersebut dapat di simpulkan

bahwa kinerja karyawan sumber daya manusia adalah prestasi kerja atau hasil

kerja baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai SDM persatuan priode waktu

dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tangung jawab yang di berikan

padanya.

44
2.1.4 Indikator Kinerja

a. Kualitas

Kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang

dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan

karyawan.

b. Kuantitas

Merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah

unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan.

c. Ketepatan waktu

Merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang

dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta

memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.

d. Efektivitas

Merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi (tenaga, uang,

teknologi, bahan baku) dimaksimalkan dengan maksud menaikkan hasil dari

setiap unit dalam penggunaan sumber daya.

e. Kemandirian

Merupakan tingkat seorang karyawan yang nantinya akan dapat menjalankan

fungsi kerjanya Komitmen kerja. Merupakan suatu tingkat dimana karyawan

mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab karyawan

terhadap kantor.

45
2.2 Penelitian Terdahulu

Penelitian Sidanti (2015) dengan judul “Pengaruh Lingkungan Kerja,

Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil di

Sekretariat DPRD Kabupaten Madiun”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan sekretariat

DPRD Kabupaten Madiun.

Penelitian Yuliani (2010) dengan judul “Pengaruh Motivasi Kerja dan

Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja” Hasil penelitian menunjukkan bahwa

motivasi, komitmen organisasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap

kinerja karyawan Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Yogyakarta.

2.3 Kerangka Pemikiran

Motivasi Kinerja

(X) (Y)

Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran

Keterangan :

Berdasarkan kerangka pemikiran diatas dapat diketahui bahwa yang

menjadi variabel independen adalah motivasi (X) sedangkan yang menjadi

variabel dependen adalah kinerja pegawai (Y)

46
2.4 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, maka hipotensisdalam penelitian ini

adalah sebagai berikut:

H0 = DidugaAda Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai.


Ha = DidugaTidak Ada Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai

47
BAB III

METODELOGI PENELITIAN

3.1 Ruang Lingkup Penelitian

Agar penelitian ini dapat dilakukan lebih fokus, sempurna, dan mendalam maka

penulis hanya memandang permasalahan penelitian yang hanya berkaitan dengan

“pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas P.U bidang tata

kota Kabupaten Empat Lawang’’

3.2 Rancangan Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan penuh padaDinas P.U bidang tata kota Kabupaten

Empat Lawang.

48
Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas P.U
Bidang Tata Kota Kabupaten Empat Lawang

Merumuskan masalah

Menentukan metode penelitian, Jenis dan Sumber Data yang digunakan

Menentukan Populasi dan Sampel Dari pegawai pada dinas P.U bidang tata kota
Kabupaten Empat Lawang

Pembuatan Kuisoner Untuk Mendapatkan Data Responden yang menjadi Sampel

Tehnik Analisis Data, Penulisan mengunakaan: uji validasi , uji Reliabilitas, uji
Regresi sederhana, uji T, uji Normalitas

Kesimpulan dari hasil penelitian

Gambar 1.2 Rancangan Penelitian

3.3 Batasan Penelitian

Pada ruang lingkup penelitian ini penulis memberi batasan, yaitu hanya

membahas tentang pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas P.U

bidang tata kota kabupaten empat lawang.

49
3.4 Jenis dan Sumber Data

3.4.1 Jenis Data

Menurut Sugiyono (2010), sifatdata yang diperoleh dapat dikelompokan menjadi

dua bagian, yaitu:

a. Data Kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata,kalimat, dan

gambar.

b. Data Kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data Kuantitatif

yang diangkat.

3.4.2 Sumber Data

Menurut Sugiyono (2010), data penelitian dapat dikelompokkan dalam dua jenis

yaitu:

a) Data Primer

Data primer merupakan sumber data yang di peroleh langsung dari objek

yang diteliti, dari hasil kuesioner yang telah penulis berikan pada responden

yaitu pegawai Pada Dinas P.U Bidang Tata Kota Kabupaten Empat

Lawang.

b) Data Sekunder

Data yang di dapat dengan melakukan riset kepustakaan dengan cara

membaca literatur, buku-buku pedoman, struktur organisasi dan aktivitas

pekerjaan yang dilakukan pegawai Pada Dinas P.U Bidang Tata Kota

Kabupaten Empat Lawang dengan cara mengamati, menganlisis, dan

mengidentifikasi kegiatan-kegiatan terhadap objek yang dijadikan sebagai

bahan penelitian.

50
3.5 Teknik Pengumpulan Data

Sumber data penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan para informan sebagai

data primer dan tulisan atau dokumen-dokumen yang mendukung penyataan

informan. Menurut Maman Abdulrahman dan Sambas Ali (2012:84) Teknik

pengumpulan data adalah cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk

mengumpulkan data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian

ini adalah:

a. Studi Pustaka

Suatu teknikpengumpulan informasi dan data dengan bantuan berbagai

macam material yang ada di perpustakaan seperti dokumen, buku, catatan,

majalah, kisah-kisah dan sebagainya.

b. Observasi

Observasi ialah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-

gejala yang diteliti Usman dan Akbar ( 2011).

Kegiatan observasi telah penulis lakukan sejak bulan September sampai akhir

penelitian.

c. Kuesioner

Kuesioner yaitu cara mengumpulkan data dengan memberikan dan

mengajukan pertanyaan yang telah disiapkan kepada responden yang

bersangkutan dari jawaban itulah penulis dapat melengkapi data dan menarik

kesimpulan.

51
3.6 Populasi dan Sampel

a. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang

mempunyai kualitas dan karakeristik tertentu yang diharapkan oleh

peneliti untuk di pelajari dan ditarik kesimpulannya. (sugiyono,2011:80).

Populasi dalam penelitian ini adalah 34 pegawai yang terdiri dari Aparatur

Sipil Negara (ASN)

Sampel.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi tersebut (Sugiyono 2014: 81). Sampel pada penelitian ini meliputi

Aparatur Sipil Negara (ASN) sejumlah 34 pegawai.jumlah sampel dua

yaitu ASN berjumlah 34 pegawai.

3.7 Teknik Analisa Data

Dalam penulisan penelitian ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara,,

obeservasi, kuisioner dan dokumentasi kemudian data yang diperoleh diolah dan

digolongkan berdasarkan kebutuhan.Selanjutnya data di analisis dalam bentuk

uraian penjelasan menggunakan analisis kualitatif.

Menurut Bungin (2010:131) penelitian kualitatif pada dasarnya sama dengan

pelaksanaan penelitian kuantitatif, terutama pada persiapan masalah

administrative, logistic, dan sebagainya.Jadi, teknik analisa kualitatif digunakan

untuk menguraikan, membandingkan dan menjelaskan tentang motivasi dalam

menentukan motivasi kerja pada dinas P.U bidang tata kota kabupaten empat

lawang.

52
Teknik analisis data bertujuan untuk menyederhanakan data sehingga lebih

di mengerti. Langkah awal yang dilakukan penulis adalah dengan cara

mengunakan alat ukur yang relavan secara kuantitatif dan perhitungan

mengunakan SPSS 16 yang menganalisa berdasarkan data yang didapat dari

sumber-sumber yang ada.

Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisa dengan mengunakan dua

macam metode analisis data, yaitu :

a. Analisis Kualitatif

Yaitu data mengenai objek penelitian yang merupakan data kuantitatif

dianalisis berdasarkan perbandingan antara teori dari literatur dengan

pernyataan yang penulis dapatkan selama penelitian dilakukan di perusahaan.

b. Analisis kuantitatif

Yaitu penganalisaan data dengan mengunakan rumus-rumus statistik yaitu

analisis regresi liniersederhana, dan uji hipotensis.

6.8.Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

6.8.1. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah aspek penelitian yang memberikan informasi kepada

kita tentang bagaimana caranya mengukur variabel. Definisi operasional adalah

semacam petunjuk kepada kita tentang bagimana caranya mengukur suatu

variabel. Definisi operasional merupakan informasi ilmiah yang sangat membantu

peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan menggunakan variabel yang

sama. Karena berdasarkan informasi itu, ia akan mengetahui bagaimana caranya

melakukan pengukuran terhadap variabel yang dibangun berdasarkan konsep yang

53
sama. Dengan demikian ia dapat menentukan apakah tetap menggunakan prosedur

pengukuran yang sama atau diperlukan pengukuran yang baru.

Definisi operasional adalah penjelasan definisi dari variabel yang telah

dipilih oleh peneliti. Logikanya, boleh jadi, antara peneliti yang satu dengan yang

lain bisa beda definisi operasional dalam 1 judul skripsi yang sama. DO (Definisi

Operasional) boleh merujuk pada kepustakaan.

6.8.2. Pengukuran Variabel

Objek yang dapat diukur secara fisik dengan sejumlah instrumen standar bukan

merupakan masalah pengukuran. Ada setidaknya dua jenis variabel, yang satu

bisa diukur secara objektif dan tepat. Yang lain lebih samar-samar dan tidak dapat

diukur secara akurat karena sifatnya yang subjektif. Tetapi meskipun instrumen

pengukuran fisik untuk mengukur yang terakhir kurang, ada cara-cara untuk

menelusurinya, salah satu tekniknya memiliki konsep seperti motivasi,

keterlibatan, kepuasan, perilaku pembeli, kegairahan pasar saham, dan

semacamnya,menjadi perilaku dan karakteristik yang dapat diamati.

a. Uji validitas

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan

Data(mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebutdapat digunakan

untuk mengukur apa yang harusnya di ukur. Dengan mengunakan instrumen

yang valid dan relibel dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil

penelitian akan menjadi validdan relibel.

b. Reliabilitas

54
Menurut Juliansyah Noor (2012:97 ) Reabilitas adalah indeks yang

menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat

diandalkan.

c) Koefisien Determinasi (R2)

Menurut Ghozali (2012) koefisien determinasi (R2) merupakan alat untuk

mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi

variabel dependen.Nilai koefisien determinasi adalah antara nol atau

satu.Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen

dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas.Dan sebaliknya

jika nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan

hampir semua informasi yang dibutuhkanuntuk memprediksi variabel-

variabel dependen.

d) Uji F

Selain R2 ketepatan model hendaknya diuji dengan uji F. Hipotesis dalam uji

F adalah sebagai berikut:

Hipotesis mengenai ketepatan model:

Ho : b1 = b2 = 0 (Pengambilan variabel X1 dan X2 tidak cukup tepat dalam

menjelaskan variasi Y, ini berarti pengaruh variabel di luar model terhadap Y,

lebih kuat dibanding dengan variabel yang sudah dipilih).

Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0 (Pengambilan variabel X1 dan X2 sudah cukup tepat

karena mampu menjelaskan variasi Y, dibanding dengan pengaruh variabel di

luar model atau errror terhadap Y).

55
Untuk menguji kebenaran hipotesis alternatif, yaitu bahwa model pilihan

peneliti sudah tepat, maka dilakukan uji F .

Uji Regresi Sederhana

Uji Regresi Sederhanaadalah analisis yang mengukur pengaruh variabel

bebas terhadap variabel terikat. Pengukuran pengaruh ini melibatkan satu

variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y), yang dinamakan analisis regresi

linier sederhana dengan rumus Y= a+bX.

Y = Variabel dependen (nilai yang diprediksikan)

X = Variabel Independen

a = Konstanta (nilai Y apabila X = 0)

b = Koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan)

e) Uji Normalitas

Uji Normalitas adalah sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai

sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah sebaran data

tersebut berdistribusi normal ataukah tidak.Uji Normalitas berguna untuk

menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil

dari populasi normal.

f) Uji T

Uji T dikenal dengan uji parsial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh

masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel

56
terikatnya.Uji ini dapat dilakukan dengan mambandingkan T hitung dengan T

tabel atau dengan melihat kolom signifikan.

57
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Berdasarkan kuisioner yang dibagikan kepada responden, berikut ini akan

dilakukan pembahasan yang bertujuan untuk membahas masalah penelitian dan

menjawab tujuan penelitian. Responden merupakan keseluruhan pegawai dari

dinas P.U Bidang Tata Kota Kabupaten Empat Lawang yang berjumlah 34 orang.

Agar tidak menimbulkan kekeliruan serta penyimpangan dari tujuan penelitian,

maka penulis memfokuskan pada tanggapan dari responden. Adapun proses

pengambilan data yaitu:

4.1.1 deskripsi responden penelitian

Untuk mengetahui gambaran umum responden, maka dapat dilihat pada

tabel berikut :

1. Karakteristik responden berdasarkan usia.

Adapun responden yang diteliti berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel

berikut :

58
Tabel.4.1

Responden Berdasarkan Usia

Umur Frekuensi responden persentasi


21-30 tahun 10 29,4
31-40 tahun 12 41,2
41-50 tahun 8 23,5
51-58 tahun 4 5,9
Total 34 orang 100%
Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16

Tabel 4.1 diatas menunjukan bahwa dari data yang diperoleh dari reponden adalah

berusia 20 - 30 tahun, yaitu sebanyak 10 orang (29,4 %), diikuti oleh responden

yang berusia 31- 40 tahun sebanyak 16 orang (47,1 %), sedangkan responden

yang berusia 41 - 50 tahun hanya berjumlah 8 orang (23,5 %).

2. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

Adapun responden yang diteliti berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada

tabel berikut :

Tabel.4.2

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin

Jenis kelamin Frequency Percent

Valid pria 25 73.5

wanita 9 26.5

Total 34 100.0

Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16

Berdasarkan tabel 4.2 diatas dapat diketahui bahwa responden adalah laki laki

sebanyak 25 orang ( 73,5 %) sedangkan perempuan berjumlah 9 orang (26,5 %).

59
3. Karakteristik responden berdasarkan masa kerja.

Adapun responden yang diteliti berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada

tabel berikut :

Tabel.4.3

Responden Berdasarkan masa kerja

Masa Kerja Frekuensi responden Persent

1-10 tahun 10 29,4

11-20 tahun 8 23,5

21-30 tahun 16 47,1

total 34 orang 100

Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16

Tabel 4.3 diatas menunjukan bahwa dari data diperoleh responden adalah masa

kerjanya 1- 10 tahun, yaitu sebanyak 10 orang (29,4 %), diikuti oleh responden

yang masa kerjanya 11-20 tahun sebanyak 8 orang (23,5%).dan 21-30 tahun

sebanyak 16 orang (47,1).

4. Karakteristik responden berdasarkan Tingkat Pendidikan

Adapun responden yang diteliti berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat

pada tabel berikut :

60
Tabel.4.4

Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Pendidikan

Pendidikan Frekuensi Persent

Valid D3 2 5.9

S1 28 82.4

S2 4 11.8

Total 34 100.0
Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16

Tabel 4.4 diatas menunjukan bahwa dari data diperoleh responden yang

berpendidikan terakhir D3 berjumlah 2 orang (5,9 %), responden yang

berpendidikan S1 berjumlah 28 orang (82,4%), %), responden yang berpendidikan

S2 berjumlah 4 orang ( 43.3 %).

5. Karakteristik responden berdasarkan Tingkat Golongan

Adapun responden yang diteliti berdasarkan tingkat golongan jabatan dapat

dilihat pada tabel berikut :

61
Tabel.4.5

Responden Berdasarkan Tingkat Golongan Jabatan

Golongan

Golongan
Jabatan Frekuensi Persent

Valid II c 1 2.9

II d 1 2.9

III a 7 20.6

III c 15 44.1

IIIa 1 2.9

IIIb 4 11.8

IIId 3 8.8

IV a 1 2.9

IV c 1 2.9

Total 34 100.0
Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16

Tabel 4.5 diatas menunjukan bahwa dari data diperoleh responden adalah

responden yang golongan IIc - IId sebanyak orang (5,8 %), diikuti oleh

responden yang golongan IIId,IIIc,IIIb,IIIa. sebanyak 30 orang (88,2%),

sedangkan responden yang golongan IVc– IVa berjumlah 2 orang (5,8%)

4.2 Pembahasan

4.2.1.1 uji normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,

variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dalam penelitian

ini ada 2 cara yang digunakan yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik.

Penguji normalitas dengan analisis grafik yaitu grafik Normal Probability Plot

dan grafik histogram. Selain analisis grafik, penelitian ini juga menggunakan uji

62
statistik yaitu dengan non- parametik Kolmogorov-Smirnov (K-S) dalam

melakukan uji normalitas karena penulis ingin mengetahui besarnya angka dalam

uji tersebut, dengan ketentuan jika Nilai A Simp Sig (2-tailed) > 0,05 maka data

terdistribusi normal, sedangkan jika nilai A Simp Sig (2-tailed) < 0,05 maka data

tidak terdistrusi normal.

Gambar 4.1

Hasil Uji Normalitas – Histogram

Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16

Gambar 2.1 menunjukkan bahwa dari grafik histogram dapatkan

garis kurva normal, sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diteliti

berdistribusi normal.

63
Gambar 4.2

Hasil Uji Normalitas – Histogram

Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16

Pada gambar 4.2 dapat dilihat bahwa data (titik) menyebar disekitar garis

diagonal dan megikuti arah garis diagonal yang berarti data tersebut berdistribusi

secara normal.

64
4.3 Hasil Uji Kualitas Data

4.3.1 uji validitas

Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat

kevalidan atau kesahihan sesuatu instrument (Yusi dan Idris, 2009). Instrumen

yang valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur secara

tepat dan benar, dengan mempergunakan instrumen penelitian yang memiliki

validitas yang tinggi, hasil penelitian, mampu menjelaskan masalah penelitian

sesuai dengan keadaan atau kejadian yang sebenarnya adapun hasil uji validitas

kuisioner untuk variabel yang diteliti disajikan padal tabel sebagai berikut:

Tabel.4.10
NHasil Uji Validitas
Variabel pelatihan (X)
ITEM R Hitung R Tabel KETERANGAN
MOTIVASI 1 0.560 0,233 VALID
MOTIVASI 2 0.764 0,233 VALID
MOTIVASI 3 0.836 0,233 VALID
MOTIVASI 4 0.848 0,233 VALID
MOTIVASI 5 0.865 0,233 VALID
Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16

Tabel 4.11 menunjukan bahwa nilai r hitung > r tabel = 0,233 dan nilai signifikasi

lebih kecil dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua item pertanyaan

dalam variabel motivasi (X) dinyatakan valid.

65
Tabel.4.11
Hasil Uji Validitas
Variabel Kinerja (Y)
ITEM R Hitung R Tabel KETERANGAN
KINERJA 1 0.782 0,233 VALID
KINERJA 2 0.681 0,233 VALID
KINERJA 3 0.766 0,233 VALID
KINERJA 4 0.671 0,233 VALID
KINERJA 5 0.506 0,233 VALID
Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16

Tabel 4.11 menunjukan bahwa nilai r hitung > r tabel = 0,233 dan nilai signifikasi

lebih kecil dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua item pertanyaan

dalam variabel kinerja (Y) dinyatakan valid.

4.3.2 Hasil Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah data untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan

indikator dari variabel atau konstruk. Suatu pengukuran dikatakan reliable

apabila pengukur tersebut menghasilkan hasil-hasil yang konsisten (Yusi dan

Idris, 2009:90).

Uji reliabilitas yang digunakan yaitu teknik Cronbach’s Alpha dimana

variabel atau konstruk dikatakan reliabel jika nilai Cronbach’s Alpha > 0.60.

Semakin nilai alpanya mendekati satu maka nilai reliabilitas datanya semakin

terpercaya untuk masing-masing variabel. Hasil pengujian reliabilitas data dapat

dilihat pada tabel 4.5 sebagai berikut:

66
Tabel 4.12

Motivasi

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.834 5

Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16

Tabel 4.13 Kinerja

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.787 5

Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16

Tabel 4.14

Hasil Uji Reliabilitas

VARIABEL Cronchbach’s Ketentuan HASIL


Alha R Table
X 0.834 0.6 Reliabel
Y 0.787 0.6 Reliabel
Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16

Hasil uji reliabelitas tersebut menunjukan semua variabel mempunyai koefisien

alpha yang cukup besar yaitu diatas 0.6 sehingga dapat dikatakan semua konsep

pengukur masing masing variabel dari kuisioner reliabilitas sehingga untuk

selanjutnya item- item pada masing masing konsep variabel tersebut layak

digunakan sebagai alat ukur.

67
4.4 Uji Hipotesis

4.4.1 Uji T (Statistik)

4.4.1.1 Uji T variabel (Statistik)

Uji statistik t pada dasarya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu

variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan

perbedaan antara dua nilai rata-rata dengan standar error dari perbedaan rata-rata

dua sampel (Ghozali, 2013:98- 99). Untuk menguji pengaruh masing-masing

variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini secara parsial digunakan uji t

dengan tingkat signifikan 5%.

Tabel 4.15
Hasil uji signifikan parameter individual (uji statistik t)

Coefficientsa

Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta T Sig.

1 (Constant) 4.105 2.122 1.935 .062

X .838 .096 .839 8.736 .000

a. Dependent Variable: KINERJA


Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16

Berdasarkan data tabel 4.15 diperoleh t-hitung sebesar 8,736 pada tingkat

sig sebesar 0,000. Hasil uji-t tersebut dikaitkan dengan hipotesis pertama yang

diajukan dalam penelitian ini yaitu :

Ho : β1, < 0 : menunjukkan tidak terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja

pegawai pada dinas P.U bidang Tata Kota Kabupaten Empat

Lawang.

68
H1 : β1 > 0 : menunjukkan terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai

pada dinas P.U Bidang Tata Kota Kabupaten Empat Lawang.

Kriteria diterimanya hipotesis :

- Jika t-hitung > t-tabel dan sig < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima.

- Jika t-hitung < t-tabel, dan sig > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak.

- Taraf nyata = 5%, derajat kebebasan (df) = n-2 = 34-1 = 33

Dari hasil perhitungan di atas diketahui bahwa nilai t-hitung sebesar 8,736> t-

tabel (8,736 > 2,035) dan sig < 0,00 (0,00 < 0,05) hal ini berarti H0 ditolak dan H1

diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan berpengaruh secara

signifikan terhadap kinerja pegawai pada dinas P.U Bidang Tata Kota Kabupaten

Empat Lawang.

4.4.3 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana

Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan model regresi linier

berganda. Siregar (2013:39) mengatakan regresi linier berganda digunakan untuk

satu variabel tidak bebas (depeden) dan dua atau lebih variabel bebas

(independen). Tujuan penerapan metode ini adalah untuk meramalkan atau

memprediksi besaran nilai variabel tidak bebas (dependen) yang dipengaruhi oleh

variabel bebas (independen). Berikut ini merupakan hasil uji regresi linier

berganda:

69
Tabel 4.16
Hasil Uji Linier Sederhana
Coefficientsa

Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) 4.105 2.122 1.935 .062

X .838 .096 .839 8.736 .000

a. Dependent Variable: KINERJA

Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16


Constanta = 4.105

Y = Kinerja

X = Motivasi

Berdasarkan tabel 4.16 diatas, maka nilai konstanta dan koefisien regresi

dapat dibentuk menjadi:

Y = 4,105 + 0,838 X

4.4.4 koefisien determinasi (R2)

Menurut Ghozali (2012: 97) koefisien determinasi (R2) merupakan alat untuk

mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel

dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol atau satu. Nilai R2 yang

kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi

variabel dependen amat terbatas. Dan sebaliknya jika nilai yang mendekati 1

berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang

dibutuhkanuntuk memprediksi variabel-variabel dependen.

70
Tabel 4.17

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Model Summary

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square Square Estimate

1 .839a .705 .695 1.15450

a. Predictors: (Constant), X

Sumber : hasil pengolahan dengan IBM SPSS version 16

Tabel 4.17 menunjukkan nilai Adjusted R2 sebesar 0,705 atau 70,5 %

menunjukkan bahwa variabel kinerja yang dapat dijelaskan oleh motivasi adalah

70,5%, sedangkan sisanya 0,295 atau 29,5% dijelaskan oleh faktor-faktor lain

yang tidak disertakan dalam penelitian ini.

71
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya,

maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut :

 Motivasi dan kinerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap

kinerja pegawai pada dinas P.U Bidang Tata Kota Kabupaten empat

Lawang Karena nilai t hitung Pelatihan berpengaruh secara positif dan

signifikan terhadap kinerja pegawai pada dinas P.U bidang tata kota

kabupaten empat lawang karena nilai t hitung (8.736) > t tabel (2,035)

dan sig 0,00<0.05.

 Motivasi Terhadap Kinerja berpengaruh secara positif dan signifikan

terhadap kinerja pegawai pada dinas P.U bidang tata kota kabupaten empat

lawang.

 dari hasil uji koefisien determinasi (R2) diperoleh nilai sebesar 0,705 atau

70,5 %. Hal ini menunjukan besarnya kontribusi variabel motivasi (X)

menunjukkan bahwa variabel kinerja yang dapat dijelaskan oleh motivasi

adalah 70,5 %, sedangkan sisanya 0,295 atau 29,5% dijelaskan oleh

faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.

72
5.2 Saran

 Dinas P.U Bidang tata Kota Kabupaten Empat Lawang harus terus

meningkatkan kinerja pegawai dengan memberikan motivasi terhadap

pegawai.

 Kinerja pegawai yang telah dicapai saat ini hendaknya harus terus

dipertahankan dan lebih ditingkatkan, aga r tercapai hasil yang diinginkan

Dinas P.U Bidang Tata Kota Kabupaten Empat Lawang.

73
DAFTAR PUSTAKA

Anita,julia & nazir aziz & mukhlis (2013), pengaruh penempatan dan beban kerja
terhadap motivasi kerja dan dampaknya pada prestasi kerja pegawai di
dinas tenaga kerja dan mobilitas penduduk aceh, universitas syiah kuala
banda aceh: Jurnal vol.2,no 1,67-77

Hasibuan, Malayu .(2013),manajemen sumber daya manusia, jakarta: bumi aksara

Lusri,Lidia & Hotlan Siagian (2017), pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja
karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada
karyawan PT. Motivasi citra prima surabaya, surabaya: Jurnal AGORA
,vol 5, No 1

Manalus,elpis anto (2014),pengaruh motivasi,kepemimpinan dan disiplin kerja


terhadap produktivitas kerja pegawai di dinas kehutanan dan perkebunan
kabupaten tapanuli tengah, universitas terbuka: vol 1,no 1

Noor,juliansyah (2010),metodologi penelitian, jakarta: penerbit kencana

Prabu, Anwar. (2010), Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia, Jakarta: Refika
Aditama.
Sidanti (2015), Pengaruh lingkungan kerja, disiplin kerja dan motivasi kerja
terhadap kinerja pegawai negeri sipil di sekretariat DPRD Kabupaten
Madiun: Jurnal ilmiah.

Siregar,Syofian.2010.Statistik DeskriktifUntuk Penelitian. Jakarta: Penerbit


Rajawali
Sugiyono. (2010), Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, Bandung:
Alfabeta.

Siregar,syofian ( 2012), statistik parametik untuk penelitian kualitatif,jakarta:


bumi aksa

Tampubolon, Hotner. (2016), Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia dan


Peranannya Dalam Pengembangan Keunggulan Bersaing, Jakarta: Papas
Sinar Sinanti.

Juniantara, I wayan & I gede riana (2015), pengaruh motivasi dan kepuasan kerja
terhadap kinerja karyawan koperasi di denpasar,universitas udayana bali
: Jurnal 611-628

74
Adi, I gede purnawa adi.i wayan bagia & wayan cipta ( 2016).pengaruh promosi
jabatan dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai.universitas
pendidikan ganesha : Jurnal vol.4

Gozhali,iman (2017), pengaruh motivasi kerja, kepuasan kerja dan kemampuan


kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor kementrian agama kabupaten
banjar,Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjar: jurnal Jurnal
Ilmiah Ekonomi Bisnis, Vol 3, No 1, 130- 137

Yuliani (2010), pengaruh motivasi kerja dan komitmen organisasi terhadap


kinerja pada balai latihan pendidikan teknik (BLPT) yogyakarta: Jurnal
ilmiah.

75