Anda di halaman 1dari 4

1.

Customer Segments

Customer segment dari bisnis yang akan saya jalankan adalah segmen menengah
ke atas yang terdiri dari mahasiswa dan pegawai kantoran, karena pelanggan
adalah hal yang sangat penting dan menciptakan nilai dengan menggunakan
brand yang unik. Sebab saya tidak menargetkan menengah ke bawah karena
harga makanan yang saya jual sekitar Rp30.000 atau lebih karena dengan harga
segitu mendapatkan bahan-bahan yang berkualitas, enak, aman, dan higenis.
Maka pelanggan bukan merupakan gangguan terhadap pekerjaan tetapi justru
merupakan tujuan dari pekerjaan tersebut atau artinya pelanggan lah yang
memberikan kesempatan kepada kita untuk melayaninya dengan baik. Segmen
pelanggan yang saya ambil adalah pasar ceruk. Pasar ceruk adalah pelanggan
yang spesifik dan nonspesifik dan terspesialisasi, contoh yang saya ambil adalah
bisnisnya akan saya jalani yaitu kuliner makanan street food di Bandung,
memfokuskan kepada segmen atas dengan berbagai pilihan makanan street food
serta toppingnya yang menggiurkan.

2. Value Propositions

Nilai yang saya beri kepada pelanggan adalah nilai pengalaman. Karena nilai
pengalaman adalah nilai yang diciptakan melalui pengalaman yang menarik dan
tidak mudah dilupakan dalam jangka waktu yang panjang. Contohnya adalah
produk street food yang saya tawarkan kepada pelanggan adalah berbagai jenis
makanan kentang menggunakan toppingnya yang banyak dan menggunakan keju
raclette. Selain itu makanan tersebut dapat dimodifikasi sesuai keinginan
konsumen, seberapa banyak makanan tersebut dan seberapa banyak toppingnya
yang diberi kepada pelanggan tersebut. Yang membedakan dengan makanan saya
dengan yang lain adalah sebagian besar makanan street food di Indonesia justru
menjual makanannya melainkan toppingnya, karena topping tersebut dapat
kolaborasi dengan makanan tersebut dan menjadikan kedua tersebut yang
awalnya hal yang berbeda menjadi suatu nilai yang yang membuat pelanggan
beralih dari satu toko ke toko lain.

Lalu dengan konsep tersebut maka memecahkan salah satu masalah pelanggan
dan memuaskan kebutuhan tersebut karena konsep yang saya jabarkan adalah
memenuhi keinginan dan ketergantungan pelanggan tersebut dengan cara yang
unik dan invoatif. Varian proposisi nilai yang saya beri adalah dengan
meningkatkan kinerja produk tersebut karena sebenarnya produk tersebut telah
diciptakan oleh Ribuan Orang sebelum menciptakan ini, tetapi saya
memodifikasinya agar mengubah presentasi makanan tersebu. Saya ingin
memberikan nilai tambah pada produk yang saya ciptakan dan saya jual , dan
saya harus tahu terlebih dahulu yang membuat produk saya pantas mendapatkan
nilai tambah dari yang lain.
3. Channels

Saluran komunikasi, distribusi, dan penjualan saya ambil adalah konsumen


menengah keatas. Proses pembuatan makanan tersebut sampai ke tangan
konsumen adalah bertemu dengan karyawan saya lalu memesan makanan yang
konsumen inginkan. Lalu dari keinginan tersebut ada berbagai pilihan macam
makanan dan toping, lalu oleh kami membuat makanan tersebut sesuai
keinginan konsumen . Dan setelah makanan selesai konsumen membayar
makanan tersebut dan akhirnya makanan tersebut dapat disanta. Saluran yang
saya ambil adalah toko sendiri. Karena dengan memiliki toko sendiri maka saya
dengan mudahnya mengatur pendistribusian makanan, arus kas, dan ekspansi
bisnis kedepannya. Cara konsumen mengetahui produk saya adalah dengan
melakukan marketing melalui sosial media. Karena dalam melakukan sosial
media maka saya dapat menekan biayanya cara efisien dan lalu membaginya
secara keseluruhan.

Meningkatkan kesadaran pelanggan atas produk dan jasa sangat penting, maka
saya harus mengembangkan produk dan jasa tersebut. Contohnya saat konsumen
datang ke toko saya bisa lalu disapa hangat dan langsung diberikan pilihan
keinginan konsumen yang diinginkan bahan membuat produk tersebut dari
keinginan konsumen. Lalu agar mendapatkan pelayanan yang terbaik kita harus
mendapatkan feedback dari pelanggan tersebut agar pelanggan tersebut secara
langsung mengevaluasi proposisi nilai toko. Saat di bagian pembelian pelanggan
dapat membeli produk-produk secara spesifik dan mengikuti keinginan
pelanggan tersebut, seberapa banyak makanan yang ingin dibeli, seberapa
banyak topping, macam topingnya.

4. Customer Relationship

Hubungan yang ingin saya berikan kepada pelanggan bersifat pribadi dengan dua
interaksi manusia. Contohnya saat konsumen datang dan berbicara dengan
karyawan, lalu adanya bantuan personal khusus. Karyawan tersebut melayani
konsumen yang sesuai permintaan mereka secara spesifik. Layanan otomatisnya
adalah dengan bekerjasama dengan Go-Jek agar dapat memesan makanan secara
online dan konsumen tersebut dapat makan di mana saja tanpa harus datang ke
tokonya.

5. Revenue Streams

Harga dari produk saya adalah sekitar Rp30.000 atau lebih. Makanan yang saya
tawarkan adalah kentang yang terdiri dari mashpotato atau french fries, sosis
bakar, nachos, berbagai jenis daging lainnya seperti beef atau chicken nugget.
topping yang saya sediakan adalah barbeque , raclette cheese, spicy cheese,
cream cheese , pedas, dan seterusnya. Sebab mereka bersedia membayar nilai
yang besar adalah mereka mendapatkan produk yang berkualitas, tempat yang
nyaman, dan pelayanan yang terbaik. Penjualan aset yang saya dapatkan berasal
dari penjualan produk fisik. pembayarannya mereka dengan melakukan
menggunakan cash atau debit.
6. Key Resources

Sumber daya saya ambil dari pasar di Bandung, tetapi untuk raclette cheese di
ambil dari pemasok keju di Jakarta. Fasilitasnya adalah stand atau toko yang
berada di mall lalu penempatannya di tempat yang strategis dan kerjasama
dengan mall agar sistem jaringan distribusi bahan-bahan pokok lebih mudah.
Nama yang saya pikirkan adalah Kartofel. Artinya adalah kentang dalaman
Bahasa rusia.

7. Key Activities

Produk yang akan saya buat adalah dengan konsep kualitas yang unggul dan
perancangan desain makanan serta tempatnya yang unik, lalu dengan
menggunakan alat bantu seperti garpu atau alat pencapit khusus. Jaringan yang
akan saya gunakan adalah melalui Instagram, line, dan penggunaan fasilitas Go-
Jek

8. Key Partnerships

Bisnis yang akan saya jalankan tidak akan partnership dari bagian modal dengan
siapapun dan menggunakan seluruh modal saya untuk bisnis saya diri sendiri
agar dapat mengontrol secara penuh usaha yang akan dijalankan. Mitra yang
akan saya bekerja sama adalah dengan pihak mall agar saluran distribusi bahan
mentah lebih mudah.
9. Cost Structure

Biaya Variabel

Biaya pemasaran : Rp 0

Biaya Variabel
Kentang 1 kilogram : Rp 30.000
Sosis 1 kilogram : RP 60.000
1 bungkus nachos : Rp 5.000
Raclette cheese 1 kilogram : Rp 300.000
Saos barbeque 1 kilogram : Rp 30.000
Sendok plastik : Rp 4.000
Stiker : Rp 15.000
Packaging : Rp 14.000
--------------------------------------
Total : Rp 458.000

Biaya Tetap

Biaya Sewa per Bulan : Rp 6.000.000


Gaji karyawan per Bulan : Rp 2.000.000
Kompor : Rp 1.000.000
Pemanas keju raclette : Rp 250.000
Alat masak : Rp 1.000.000

-------------------------------------
Total Rp 10.250.000