Anda di halaman 1dari 83

LAPORAN KELOMPOK

PRAKTIK KOMUNITAS PKL – PKMD


DAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) MAHASISWA
DI DUSUN GUNUNGSARI DESA JANGRANA
KECAMATAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP

DISUSUN OLEH :
1. Anantia Sari Utami ( 15.02.00032 )
2. Ida Mangisah ( 15.02.00039 )
3. Kiki Ambar K ( 15.02.00045 )
4. Nurwijayanti ( 15.02.00050)
5. Oktafiani Wulandari ( 15.02.00052 )
6. Pipiet Susanti ( 15.02.00053 )
7. Murti Chasanah ( 16.01.00059)
8. Ruswati ( 16.01.00062 )
9. Sindy Oktika Sari ( 16.01.00064 )

STIKES PAGUWARMAS MAOS CILACAP

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN DAN S1 FARMASI

TAHUN AJARAN 2018/2019


LEMBAR PENGESAHAN
MANAJEMEN ASUHAN KOMUNITAS
DUSUN GUNUNGSARI DESA JANGRANA
KABUPATEN CILACAP

Laporan Dusun Praktik Komunitas PKL-PKMD & KKN

Nama Tanda Tangan

1. Anantia Sari Utami 1.


2. Ida Mangisah 2.
3. Kiki Ambar Kurnia 3.
4. Nurwijayanti 4.
5. Oktafiani Wulandari 5.
6. Pipiet Susanti 6.
7. Murti Chasanah 7.
8. Ruswati 8.
9. Sindy Oktika Sari 9.

Telah melaksanakan tahap responsi dan presentasi di hadapan penguji pada

Tanggal ….bulan….tahun….

Menyetujui dan Mengesahkan

Pembimbing Tanda Tangan

1. Norif Didik N.I, M.Kes 1.


2. Septi Tri Aksari, M.Keb 2.
3. Dahlia Arief R, M.Keb 3.
4. Triyo Nova, S. Farm.,Apt 4.

Mengetahui,

STIKES PAGUWARMAS MAOS CILACAP

Ketua,

Norif Didik Nur Imanah, M.Kes

NIK. 74120289
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya, sehingga mahasiswa dan mahasiswi STIKES PAGUWARMAS MAOS
CILACAP laporan di Desa Jangrana, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Laporan
ini disusun dalam rangka memenuhi tugas kebidanan dan farmasi komunitas sebagai bentuk
pertanggungjawaban kegiatan PKL PKMD dan KKN yang telah dilaksanakan.
Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih banyak serta penghargaan
yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat :
1. Selaku Kepala Kecamatan Kesugihan
2. Bapak Mahafidz selaku Kepala Desa Jangrana
3. Bapak Hudaefah, SKM, M. Kes Selaku Kepala Puskesmas Kesugihan
4. Ibu Weti Amd.Keb Selaku bidan pembimbing lahan
5. Ibu Norif Didik Nur Imanah,.M.Kes, Direktur STIKES PAGUWARMAS MAOS
CILACAP
6. Seluruh Ketua RT dan RW dusun Gunungsari.
7. Tokoh Masyarakat, Kader, warga masyarakat Dusun Gunungsari yang telah banyak
membantu dalam pelaksanaan PKL PKMD dan KKN.
8. Rekan-rekan seperjuangan yang telah banyak membantu dalam penyusunan Laporan
Asuhan Kebidanan dan Farmasi Komunitas.
Kami menyadari dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan oleh karena itu
kami mengharap kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini di masa
yang akan datang. Semoga laporan ini dapat dimanfaatkan bagi pembaca umum dan
Mahasiswi Program Studi Kebidanan dan S1 Farmasi.
Jangrana, September 2018

Penyusun

DAFTAR ISI
HalamanJudul............................................................................................... i

Lembar Pengesahan .................................................................................... ii

KataPengantar ............................................................................................. iii

Daftar Isi...................................................................................................... iv

Daftar Tabel.................................................................................................. v

Daftar Gambar.............................................................................................. vi

Daftar Grafik................................................................................................

Daftar Lampiran...........................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

A. LatarBelakang............................................................................. 1

B. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus ............................................. 2

C. Metode Pengambilan Data ......................................................... 2

D.Langkah Kerja ............................................................................. 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep PKMD............................................................................ 3

B. Konsep Dasar Manajemen Asuhan Komunitas........................... 4

C.Konsep Pendokumentasian PIS-PK ............................................ 5

BAB III MANAJEMEN ASUHAN KOMUNITAS

A.Pengkajian ................................................................................... 7

B.Analisa Data ................................................................................ 9

C. Perumusan Masalah .................................................................... 10


D. Prioritas Masalah ........................................................................ 10

E. Perencanaan Kegiatan (POA) ..................................................... 10

F. Pelaksanaan Kegiatan .................................................................. 12

G. Evaluasi ...................................................................................... 12

BAB IV PEMBAHASAN

A.Merokok....................................................................................... 14

BAB V PENUTUP

A.Kesimpulan ................................................................................. 15

B. Saran ........................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
Daftar isi

Daftar tabel

Daftar ganbar

Daftar grafik

Daftar lampiran
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelayanan kesehatan pada tatanan komunitas dilaksanakan dengan memperhatikan
budaya setempat melalui pendekatan manajemen kesehatan dan didasari oleh konsep,
ketrampilan dan sikap profesional bidan dan farmasi.
Praktek kerja lapangan (PKL) PKMD dan (KKN) Stikes Paguwarmas Maos
Cilacap tahun 2018 di tempatkan di Desa Jangrana, Kecamatan Kesugihan. Desa
Jangrana dipilih menjadi Desa binaan karena untuk mengetahui tingkat kesehatan
masyarakat Desa Jangrana sudah baik atau masih kurang, khususnya tentang kesehatan
lingkungan.
Desa Jangrana merupakan desa yang terletak di kecamatan Kesugihan yang
sebagian besar penduduknya yaitu buruh tani. Desa Jangrana terdiri dari 4 dusun, yaitu
dusun Kedungwaru, Jangrana, Karanggandul dan Gunungsari.
Wilayah Dusun Gunungsari terdiri dari 4 RW dan 10 RT yang masing-masing
masih membutuhkan pembinaan karena pada setiap keluarga terdapat masalah kesehatan
yang termasuk dalam kategori 12 indikator PIS-PK .
Keluarga dijadikan unit pelayanan karena masalah kesehatan keluarga saling
berkaitan dan saling mempengaruhi antara sesama anggota keluarga dan akan
mempengaruhi pula keluarga-keluarga yang ada di sekitarnya. Peningkatan status
kesehatan keluarga merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam memberikan asuhan
perawatan kesehatan keluarga, diharapkan keluarga tersebut mau dan mampu
meningkatkan produktivitas dengan kemampuan yang dimiliki oleh keluarga tersebut.
Apabila produktivitas keluarga meningkat diharapkan kesejahteraan keluarga akan
meningkat dan keluarga sehat akan tercapai.

B. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus

1. Tujuan Umum
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya swadaya masyarakat
dalam meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup masyarakat.
2. Tujuan Khusus:
a. Menumbuhkan peran serta masyarakat dalam kegiatan kebersihan lingkungan.
b. Mengaktifkan kembali kader-kader kesehatan yang berasal dari masyarakat yang
mampu dan aktif dalam program pembangunan kegiatan desa.
c. Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.
C. Metode
1. Pengkajian data secara langsung dengan wawancara.
Mengadakan tanya jawab secara langsung dengan responden untuk mengumpulkan
data menggunakan kuesioner.
2. Observasi
Menggadakan pengamatan secara langsung terhadap hal-hal yang berhubungan
dengan masalah yang di teliti.
3. Studi Kepustakaan
Mengumpulkan data dari buku-buku sumber, internet yang dijadikan bahan yang
digunakan dalam pemecahan masalah.

D. Langkah Kerja
1. Pertemuan tingkat dusun dan pendekatan kepada tokoh masyarakat yang bertujuan
untuk mengenal dan mengetahui program-program kesehatan sebagai upaya untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
2. Survey diri masyarakat untuk menggali masalah kesehatannya.
a. Kegiatan :
1) Perkenalan/sosialisasi
2) Pengumpulan data
3) Pengkajian masalah kesehatan
b. Tempat : Dusun Gunungsari
c. Pelaksana : Mahasiswa
d. Waktu : Tanggal 15 agustus 2018
3. Pelaksanaan kegiatan sesuai rencana (POA terlampir)
4. Evaluasi hasil pelaksanaan
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep PKMD
1. Definisi
PKMD adalah bentuk operasional dari PHC ( Primary Health Care ). PKMD
mencakup serangkaian kegiatan masyarakat yang dilaksanakan atas dasar gotong royong
dan swadaya dalam rangka menolong diri sendiri yang didukung oleh pemerintah
melalui koordinasi lintas sektoral dalam memecahkan masalah untuk memenuhi
kebutuhannya dibidang kesehatan dan dibidang lain yang berkaitan agar masyarakat
dapat hidup sehat guna mencapai kualitas hidup dan kesejahteraan yang lebih baik.
PKMD adalah kegiatan atau pelayanan kesehatan berdasarkan sistem pendekatan
edukatif masalah kesehatan melalui Puskesmas dimana setiap individu atau kelompok
masyarakat dibantu agar dapat melakukan tindakan-tindakan yang tepat dalam mengatasi
kesehatan mereka sendiri. Disamping itu, kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan
juga dapat mendorong timbulnya kreativitas dan inisiatif setiap individu atau kelompok
masyarakat untuk ikut secara aktif dalam program-program kesehatan di daerahnya dan
menentukan prioritas program sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat yang
bersangkutan.
2. Tujuan
Tujuan umum PKMD adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat
menolong diri sendiri dibidang kesehatan dalam rangka meningkatkan mutu hidup.
Tujuan khusus PKMD :
 Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan potensi yang dimilikinya untuk
menolong diri mereka sendiri dalam meningkatkan mutu hidup mereka.
 Mengembangkan kemampuan dan prakarsa masyarakat untuk berperan
secara aktif dan berswadaya dalam meningkatkan kesejahteraan mereka
sendiri.
 Menghasilkan lebih banyak tenaga-tenaga masyarakat setempat yang
mampu, trampil, serta mampu berperan aktif dalam kegiatan pembangunan
desa.
 Meningkatnya kesehatan masyarakat dalam arti memenuhi beberapa
indikator:
1) Angka kesakitan menurun
2) Angka kematian menurun, terutama kematian bayi dan anak
3) Angka kelahiran menurun
4) Menurunnya angka kekurangan gizi pada anak balita
3. Ciri-ciri PKMD
a. Kegiatan dilaksanakan atas dasar kesadaran, kemampuan dan prakarsa
masyarakat sendiri, dalam arti bahwa kegiatan dimulai dengan kegiatan untuk
mengatasi masalah kesehatan yang memang dirasakan oleh masyarakat sendiri
sebagai kebutuhan.
b. Perencanaan kegiatan ditetapkan oleh masyarakat secara musyawarah dan
mufakat.
c. Pelaksanaan kegiatan berdasarkan pada peran serta aktif dan swadaya
masyarakat dalam arti memanfaatkan secara optimal kemampuan dan sumber
daya yang dimiliki masyarakat
d. Masukan dari luar hanya bersifat memacu, melengkapi, dan menunjang tidak
mengakibatkan ketergantungan
e. Kegiatan dilakukan oleh tenaga-tenaga masyarakat setempat
4. Prinsip-prinsip PKMD
Kegiatan masyarakat sebaiknya dimulai dengan kegiatan yang memenuhi
kebutuhan masyarakat setempat walaupun kegiatan tersebut bukan merupakan kegiatan
kesehatan secara langsung. Ini berarti kegiatan tidak hanya terbatas pada aspek kesehatan
saja, melainkan juga mencakup aspek-aspek kehidupan lainnya yang secara tidak
langsung menunjang taraf kesehatan.

Dalam membina kesehatan masyarakat diperlukan kerja sama yang baik :

a. Antar dinas-dinas/ instansi-instansi/ lembaga-lembaga lainnya yang


bersangkutan
b. Antar dinas-dinas/ instansi-instansi/ lembaga-lembaga lainnya dengan
masyarakat
c. Dalam hal masyarakat tidak dapat mmecahkan masalah atau kebutuhannya
sendiri, maka pelayanan langsung diberikan oleh sektor yang bersangkutan.

5. Wadah kegiatan PKMD


Karena kegiatan PKMD merupakan bagian integral dari pembangunan desa,
sedangkan wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa adalah LKMD
(Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa), maka dengan sendirinya wadah kegiatan PKMD
adalah LKMD. Pembangunan PKMD yang bersifat lintas sektoral dengan sendirinya
merupakan bagian dari tugas Tim Pembinaan LKMD.
6. Strategi pembinaan
Tim pembinaan PKMD di masing-masing tingkat sekaligus dijadikan sebagai
forum kordinasi di masing-masing tingkat. Setiap kegiatan partisipasi masyarakat yang
akan dipromosikan oleh salah satu sektor,terlebih dahulu dibahas dalam forum
kordinasi,untuk memungkinkan bantuan dari sektor-sektor lain untuk menghindari
tumpang tindih.
Jenis bantuan apapun yang akan dijalankan harus selalu berdasarkan pada proporsi
kebutuhan masyarakat setempat. Seluruh tahap kegiatan, mulai dari persiapan,
perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pembinaan, sampai pada perluasan, dilakukan oleh
masyarakat sendiri dan dimana perlu dibantu oleh pemerintah secara lintas program dan
lintas sektoral.
Wadah kegiatan PKMD adalah lembaga ketahanan masyarakat desa (LKMD)
sesuai surat keputusan presiden nomor 28 tentang “ Penyempurnaan dan penempatan
fungsi lembaga swadaya desa menjadi LKMD. Maka pada dasarnya LKMD merupakan
wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
PKMD adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dari masyarakat untuk
masyarakat.Pengembangan dan pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah adalah suatu
pendekatan,bukan pendekatan yang berdiri sendiri.
7. Pengembangan dan Pembinaan
a. Pengembangan dan pembinaan PKMD berpedoman dengan GBHN.
b. Pengembangan dan pembinaan PKMD dilaksanakn dengan kerja sama lintas
program dan lintas sektoral melalui pendekatan edukatif.
c. Kordinasi pembinaan melalui jalur fungsional pada tiap tingkatan,tingkat
provinsi oleh gubernur,tingkat kabupaten oleh bupati,tingkat kecamatan oleh
camat.
d. PKMD merupakan bagian integral dari pembangunan desa secara keseluruhan.
e. Kegiatan dilaksanakan dengan membantu mekanisme kerja yang edukatif
antara instansi yang berkepentingan dalam pembinaan masyarakat desa
f. Puskesmas sebagai pusat pengembangan dan pembangunan kesehatan
berfungsi sebagai dinamisator.

B. Konsep Dasar Manajemen Asuhan Komunitas


Bidan menurut ikatan bidan Indonesia adalah seorang perempuan yang lulus dari
pendidikan bidan yang diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah Negara
Republik Indonesia serta memiliki kualifikasi untuk deregister , sertifikasi dan atau sah
mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan.
Menurut kemenkes no.369/menteri/SK/III.2007, kebidanan adalah satu bidang
ilmu yang mempelajari keilmuan dan seni yang mempersiapkan kehamilan , menolong
persalinan, nifas dan menyusui, masa interval dan pengaturan kesuburan , klimakterium,
dan menopause, BBL, dan Balita, fungsi-fungsi reproduksi manusia serta memberikan
bantuan atau dukungan pada perempuan, keluarga, dan komunitasnya.
Komunitas dalam bahasa latin, communicans yang artinya kesamaan, communis
yang artinya sama, public, banyak. Pelayanan kebidanan komunitas adalah upaya yang
dilakukan bidan untuk pemecahan terhadap masalah kesehatan ibu dan anak balita dalam
keluarga dan masyarakat. Bidan yang melayani keluarga , masyarakat, wilayah tertentu
(community midwife).
Kompetensi bidan menurut Kepmenkes RI No. 900/Menkes/SK/VII/2002 :
1. Pengetahuan/keterampilan yang membentuk dasar asuhan berkualitas sesuai budaya
2. Prakonsepsi KB dan gineklogi
3. Asuhan konseling selama kehamilan
4. Asuhan tambahan selama hamil dan kehamilan
5. Asuhan pada ibu nifas dan menyusui
6. Asuhan pada bayi baru lahir
7. Asuhan pada bayi dan balita
8. Kebidanan komunitas
9. Asuhan pada ibu/wanita dengan gangguan reproduksi
Peran dan fungsi bidan dalam Kebidanan Komunitas meliputi, berkemampuan
memberikan penyuluhan dan pelayanan individu, keluarga dan masyarakat. Peran Bidan
di komunitas, yaitu:
1. Sebagai pendidik , memberikan penyuluhan di bidang kesehatan khususnya kesehatan
ibu, anak dan keluarga. Secara Langsung melalui ceramah, bimbingan, diskusi,
demonstrasi dan sebagainya. Secara tidak langsung yaitu poster, leaf let, spanduk dan
sebagainya.
2. Sebagai pelaksana, memberikan pelayanan kebidanan dengan menggunakan asuhan
Kebidanan. Contoh : mempeliharaan kesehatan ibu bersalin,tindakan pertolongan
pertama pada kasus kebidanan dengan resti dikeluarga, dan Bimbingan terhadap
kelompok remaja masa pra perkawinan.
3. Sebagai pengelola, pengelola kegiatan kebidanan di unit puskesmas, poli ndes,
posyandu dan praktek bidan. Sebagai pengelola bidan memimpin dan
mendayagunakan bidan lain atau tenaga kesehatan yang pendidikannya lebih rendah.
Contoh : praktek mandiri/ BPS
4. Sebagai Peneliti, mengkaji perkembangan kesehatan pasien yang dilayaninya,
perkembangan keluarga dan masyarakat. Secara sederhana bidan dapat memberikan
kesimpulan atau hipotersis dan hasil analisanya. Contoh : penelitian terhadap gizi
bayi/balita.

C. Konsep Pendokumentasian PIS-PK


Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari agenda ke-5 Nawa
Cita, yaitu “Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia”. Program ini didukung
oleh program sektoral lainnya yaitu Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Kerja,
dan Program Indonesia Sejahtera. Sasaran dari Program Indonesia Sehat adalah
meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan
pelayanan kesehatan. Sasaran ini sesuai dengan sasaran pokok Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2015-2019, yaitu: (1) meningkatnya status kesehatan
dan gizi ibu dan anak, (2) meningkatnya pengendalian penyakit, (3) meningkatnya akses
dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal
dan perbatasan, (4) meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu
Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)
Kesehatan, (5) terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin, serta (6)
meningkatnya responsivitas sistem kesehatan.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat, Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan
(UKP) tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk
mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Puskesmas bertanggung jawab atas satu wilayah administrasi pemerintahan, yakni
kecamatan atau bagian dari kecamatan. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun
2014 juga menegaskan adanya dua fungsi Puskesmas berikut:
1. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama, yakni kegiatan untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah
kesehatan dengan sasaran keluarga, kelompok, dan masyarakat. Penyelenggaraan
UKP tingkat pertama, yakni kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan
kesehatan yang ditujukan untuk peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit,
pengurangan penderitaan akibat penyakit, dan memulihkan kesehatan perseorangan.
Fungsi UKM dan UKP harus seimbang, agar upaya peningkatan derajat kesehatan
masyarakat dapat tercapai. Upaya kesehatan perorangan saja dengan program JKN
yang diikuti oleh seluruh rakyat pun belum cukup untuk mengangkat derajat
kesehatan masyarakat. Pendekatan keluarga adalah salah satu cara kerja Puskesmas
untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan/meningkatkan akses
pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga.
Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam
gedung, melainkan juga keluar gedung dengan mengunjungi keluarga-keluarga di
wilayah kerjanya. Kunjungan rumah dilakukan secara terjadwal dan rutin,dengan
memanfaatkan data dan informasi dari Profil Kesehatan Keluarga (Prokesga).

Puskesmas tidak hanya mengandalkan upaya kesehatan berbasis masyarakat


(UKBM) yang selama ini dilakukan, melainkan juga langsung berkunjung ke
keluarga dalam menjangkau keluarga. Pendekatan keluarga melalui kunjungan rumah
tidak mematikan UKBM-UKBM yang ada, tetapi justru memperkuat UKBM-UKBM
yang selama ini dirasakan masih kurang efektif. Puskesmas akan dapat mengenali
masalah-masalah kesehatan yang dihadapi keluarga secara menyeluruh (holistik)
dengan mengunjungi keluarga di rumahnya. Anggota keluarga yang perlu
mendapatkan pelayanan kesehatan kemudian dapat dimotivasi untuk memanfaatkan
UKBM yang ada dan/atau pelayanan Puskesmas. Keluarga juga dapat dimotivasi
untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang sehat dan faktor-faktor risiko lain yang
selama ini merugikan kesehatannya, dengan pendampingan dari kader-kader
kesehatan UKBM dan/atau petugas kesehatan Puskesmas. Pelaksanaan pendekatan
keluarga di Puskesmas mencakup langkah-langkah sebagai berikut:

a. Pendataan kesehatan keluarga menggunakan formulir Prokesga oleh Pembina


Keluarga (dapat dibantu Kader Kesehatan).
b. Pembuatan, pengelolaan pangkalan data, pengolahan data, dan pelaksanaan sistem
informasi Puskesmas oleh tenaga pengelola data Puskesmas.

c. Analisis, perumusan intervensi masalah kesehatan, dan penyusunan rencana


Puskesmas oleh tim manajemen Puskesmas.

d. Pelaksanaan penyuluhan kesehatan melalui kunjungan rumah oleh Pembina


Keluarga.

e. pelaksanaan pengorganisasian masyarakat dan pembinaan UKBM oleh tim


Puskesmas.

f. Pelaksanaan pelayanan kesehatan (dalam dan luar gedung) oleh tenaga kesehatan
Puskesmas.

Menyimak uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan


pendekatan keluarga di Puskesmas akan memperkuat manajemen Puskesmas. Manajemen
Puskesmas mengintegrasikan seluruh manajemen yang ada (program/pelayanan
kesehatan, sumber daya, pemberdayaan masyarakat, sarana dan prasarana, sistem
informasi Puskesmas dan mutu) dalam menyelesaikan masalah prioritas kesehatan di
wilayah kerjanya.

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dimulai dengan integrasi


ke dalam Manajemen Program/Pelayanan Kesehatan. Integrasi ini dengan sendirinya akan
mendorong manajemen aspek-aspek lain untuk mendukung pelaksanaan Program
Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.

Manajemen Program/Pelayanan Kesehatan Puskesmas dilaksanakan melalui tiga


tahapan, yaitu Perencanaan (P1), Penggerakan-Pelaksanaan (P2), dan Pengawasan-
Pengendalian-Penilaian (P3). Perencanaan (P1) adalah tahap menyusun rencana usulan
kegiatan (RUK) dan rencana pelaksanaan kegiatan (RPK) yang didasari oleh fakta dan
data. Penggerakan-Pelaksanaan (P2) adalah tahap melaksanakan hal-hal yang sudah
tercantum dalam RPK dan mendorong pencapaiannya melalui lokakarya mini (lokmin)
secara berkala.

Pengawasan - Pengendalian - Penilaian (P3) adalah tahap memantau


perkembangan pencapaian (yang juga dilakukan melalui lokmin berkala), melakukan
koreksi pelaksanaan kegiatan, dan menilai pencapaian kegiatan pada pertengahan dan
akhir tahun. Penguatan manajemen Puskesmas melalui pendekatan keluarga akan terjadi
baik dalam tahap P1, tahap P2, maupun tahap P3. Perencanaan (P1) akan diperkuat
dengan bertambahnya data seluruh keluarga di wilayah kerja Puskesmas yang berasal dari
Prokesga. Penggerakan-Pelaksanaan (P2) akan diperkuat karena Puskesmas dapat
melaksanakan pelayanan yang benar-benar sesuai dengan masalah kesehatan yang
dihadapi keluarga-keluarga (masyarakat). Pelayanan tersebut bukan hanya terintegrasi
untuk setiap golongan umur, melainkan juga mengikuti siklus hidup manusia, karena
fokus perhatiannya adalah pada keluarga, selain individu-individu anggota keluarga.
Lokakarya mini dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan kegiatan-kegiatan yang lebih
efektif dan efisien, serta meningkatkan koordinasi lintas program dan kerjasama lintas
sektor. Lokakarya Mini dapat jugadimanfaatkan untuk melakukan pengawasan dan
pengendalian pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang lebih efektif dan efisien, serta penilaian
secara lebih tepat (P3). Penilaian yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
akan dapat memacu kompetisi sehat antar-Puskesmas.

Petunjuk teknis ini berisi uraian tentang persiapan pelaksanaan langkah-langkah


pelaksanaan pendekatan keluarga yang diintegrasikan ke dalam langkah-langkah
pelaksanaan manajemen Puskesmas (P1, P2, dan P3), penguatan manajemen sumber daya
dan pemberdayaan, dan langkah-langkah teknis manajerial.

D. PERSIAPAN PELAKSANAAN

Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga oleh


Puskesmas akan berjalan dengan baik, bila dilaksanakan langkah-langkah persiapan yang
meliputi (A) sosialisasi, (B) pengorganisasian, (C) pembiayaan,dan (D) persiapan
pendataan.

KONSEP PENDEKATAN KELUARGA

Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan


jangkauan sasaran dan mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah
kerjanya dengan mendatangi keluarga. Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan
pelayanan kesehatan di dalam gedung, melainkan juga keluar gedung dengan
mengunjungi keluarga di wilayah kerjanya. Keluarga sebagai fokus dalam pelaksanaan
program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga. Keluarga memiliki lima fungsi,
yaitu:

1. Fungsi afektif (The Affective Function) adalah fungsi keluarga yang utama untuk
mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan
dengan orang lain. Fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan individu dan
psikososial anggota keluarga. Fungsi sosialisasi yaitu proses perkembangan dan
perubahan yang dilalui individu yang menghasilkan interaksi sosial dan belajar
berperan dalam lingkungan sosialnya. Sosialisasi dimulai sejak lahir. Fungsi ini
berguna untuk membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah
laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan meneruskan nilai-nilai
budaya keluarga.

2. Fungsi reproduksi (The Reproduction Function) adalah fungsi untuk


mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.

3. Fungsi ekonomi (The Economic Function) yaitu keluarga berfungsi untuk


memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat dalam
mengembangkan kemampuan individu meningkatkan penghasilan agar
memenuhi kebutuhan keluarga.

4. Fungsi perawatan atau pemeliharaan kesehatan (The Health Care Function)


adalah untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap
memiliki produktivitas yang tinggi. Fungsi ini dikembangkan menjadi tugas
keluarga di bidang kesehatan.Tugas-tugas keluarga dalam pemeliharaan
kesehatan adalah:

a. Mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggota keluarganya.

b. Mengambil keputusan untuk tindakan kesehatan yang tepat.

c. Memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang sakit.

d. Mempertahankan suasana rumah yang menguntungkan untuk kesehatan dan


perkembangan kepribadian anggota keluarganya.
e. Mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan fasilitas
kesehatan.

Pendekatan keluarga yang dimaksud dalam pedoman umum ini merupakan


pengembangan dari kunjungan rumah oleh Puskesmas dan perluasan dari upaya
Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas), yang meliputi kegiatan berikut:

1. Kunjungan keluarga untuk pendataan/pengumpulan data profil kesehatan


keluarga dan peremajaan (updating) pangkalan datanya.

2. Kunjungan keluarga dalam rangka promosi kesehatan sebagai upaya promotif dan
preventif.

3. Kunjungan keluarga untuk menindaklanjuti pelayanan kesehatan dalam gedung.

Pemanfaatan data dan informasi dari profil kesehatan keluarga untuk


pengorganisasian/pemberdayaan masyarakat dan manajemen Puskesmas.Kunjungan
rumah (keluarga) dilakukan secara terjadwal dan rutin, dengan memanfaatkan data dan
informasi dari profil kesehatan keluarga (family folder). Dengan demikian,pelaksanaan
upaya Perkesmas harus diintengrasikan ke dalam kegiatan pendekatan keluarga. Dalam
menjangkau keluarga, Puskesmas tidak hanya mengandalkan UKBM yang ada
sebagaimana selama ini dilaksanakan, melainkan juga langsung berkunjung ke keluarga.
Perlu diperhatikan, bahwa pendekatan keluarga melalui kunjungan rumah ini tidak berarti
mematikan UKBM-UKBM yang ada, tetapi justru untuk memperkuat UKBM-UKBM
yang selama ini dirasakan masih kurang efektif.

PELAKSANAAN PENDEKATAN KELUARGA

Satu keluarga adalah satu kesatuan keluarga inti (ayah, ibu, dan anak)
sebagaimana dinyatakan dalam kartu keluarga. Keluarga yang terdapat kakek dan atau
nenek atau individu laindalam satu rumah tangga, maka rumah tangga tersebut dianggap
terdiri lebih dari satu keluarga.Suatu keluarga dinyatakan sehat atau tidak digunakan
beberapa penanda atau indikator. Dalam rangka pelaksanaaan Program Indonesia Sehat
telah disepakati adanya dua belas indikator utama untuk penanda status kesehatan
sebuah keluarga. Kedua belas indikator utama tersebut adalah sebagai berikut:

1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB)


2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan

3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap

4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif

5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan

6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar

7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur

8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan

9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok

10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih

12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat

Berdasarkan indikator tersebut, dilakukan penghitungan Indeks Keluarga Sehat


(IKS) dari setiap keluarga, sedangkan keadaan masing-masing indikator mencerminkan
kondisi PHBS dari keluarga yang bersangkutan. Pelaksanaan pendekatan keluarga ini
memiliki tiga hal yang harus diadakan atau dikembangkan, yaitu:

1. Instrumen yang digunakan di tingkat keluarga.

2. Forum komunikasi yang dikembangkan untuk kontak dengan keluarga.

3. Keterlibatan tenaga dari masyarakat sebagai mitra Puskesmas.

Instrumen yang diperlukan di tingkat keluarga adalah sebagai berikut:

1. Profil Kesehatan Keluarga (selanjutnya disebut Prokesga), berupafamilyfolder,


yang merupakan sarana untuk merekam (menyimpan) data keluarga dan data
individu anggota keluarga. Data keluarga meliputi komponen rumah sehat
(akses/ketersediaan air bersih dan akses/penggunaan jamban sehat). Data individu
anggota keluarga mencantumkan karakteristik individu (umur, jenis kelamin,
pendidikan, dan lain-lain) serta kondisi individu yang bersangkutan, seperti
mengidap penyakit (hipertensi, tuberkulosis, dan ganggguan jiwa). Setiap keluarga
memiliki Tim Pembina Keluarga
2. Setiap Tim Pembina memiliki Profil Kesehatan Keluarga dan Rencana Pembinaan

3.Terdapat interaksi antara Tim Pembina dan Keluarga

Pendekatan keluarga adalah pendekatan pelayanan oleh Puskesmas yang


mengintegrasikan upaya kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat
(UKM) secara berkesinambungan, dengan target keluarga, didasarkan pada data dan
informasi dari profil kesehatan keluarga.Tujuan dari pendekatan keluarga adalah sebagai
berikut:

1. Meningkatkan akses keluarga beserta anggotanya terhadap pelayanan kesehatan


komprehensif, meliputi pelayanan promotif dan preventif serta pelayanan kuratif
dan rehabilitatif dasar.

2. Mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimum (SPM) kabupaten/kota dan


provinsi, melalui peningkatan akses dan skrining kesehatan.

3. Mendukung pelaksanaan JKN dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk


menjadi peserta JKN.

4. Mendukung tercapainya tujuan Program Indonesia Sehat dalam Renstra


Kementerian Kesehatan Tahun 2015 – 2019.

BAB III

MANAJEMEN ASUHAN KOMUNITAS


A. PENGKAJIAN
1. Gambaran Umum Data Wilayah
a. Data Geografi
1. Nama dusun : Gunungsari
2. Nomor Kode Wilayah : 33.01.022015
3. Nomor Kode Pos : 53274
4. Kecamatan : Kesugihan
5. Kabupaten : Cilacap
6. Provinsi : Jawa Tengah
b. Data umum
1. Luas Wilayah : 225 Hektar
2. Batas Wilayah
a. Sebelah Utara : dususn Kedungwaru
b. Sebelah Selatan : Tritih Wetan
c. Sebelah Barat : Tritih Lor
d. Sebelah Timur : Kuripan Kidul
3. Orbitasi (Jarak dari Pusat Pemerintahan)
a. Jarak dari Pusat Kecamatan : 9 Km
b. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kota : 20 Km
c. Jarak dari Kabupaten / Kota : 20.5 Km
d. Jarak dari Ibukota Provinsi : 250 Km
4. Jumlah Tanah Bersertifikat :
5. Luas Tanah Kas Desa :

6. Jumlah Penduduk

842 913
7.
7. UMUR
No. Umur Jumlah

1 0-11 BULAN 28

2 12-59 BULAN 119

3 6-12 tahun 192

4 13-18 tahun 199

5 19-24 tahun 247

6 25-55 tahun 754

7 56-79 tahun 192

8 ˃80 tahun 24

Total 1755

8. \

8. Pekerjaan / Mata Pencaharian


212

459
13

147
68
88

1
393

347

9. Tingkat Pedidikan Masyarakat


a. Lulusan Pendidikan Umum

883

375

195 197
98
5 2

b. Lulusan Pendidikan Khusus


1. Pondok Pesantren : - Orang
2. Pendidikan Keagamaan : - Orang
3. Sekolah Luar Biasa : - Orang
4. Kursus Ketrampilan : - Orang
10. Sarana Prasarana
a. Kantor Desa : Permanen
b. Prasarana Kesehatan
1. Puskesmas : Tidak ada
2. Poskesdes : - Buah
3. UKBM (Posyandu, Polindes) : 3 Buah
c. Prasarana Pendidikan
1. Perpustakaan Desa : - Buah
2. Gedung Sekolah PAUD : 1 Buah
3. Gedung Sekolah TK : - Buah
4. Gedung Sekolah SD / MI : - Buah
5. Gedung Sekolah SMP : - Buah
6. Gedung Sekolah SMA : - Buah
7. Gedung Perguruan Tinggi : - Buah
d. Prasarana Ibadah
1. Masjid : 1
2. Mushola : 8
3. Gereja : -
4. Pura : -
5. Vihara : -
6. Klenteng : -
e. Prasarana Umum
1. Olahraga :
2. Kesenian / Budaya :
3. Balai Pertemuan : -
4. Sumur Desa :
5. Pasar Desa : -
6. Lainnya : -
 Data kesehatan masyarakat

B. PENGKAJIAN
 Data kesehatan keluarga (terlampir)

C. ANALISA DATA
Berdasarkan data yang diperoleh, di Dusun Gunungsari, Desa Jangrana,
Kecamatan Kesugihan terdapat total KK (Kartu Keluarga) dengan jumlah warga
sebanyak 1755 jiwa. Dengan jumlah pria sebanyak 913 jiwa, wanita 842 jiwa. Data
pendidikan di dusun gunungsari terdapat 883 jiwa lulus SD, 375 jiwa lulus SMP, 98 jiwa
lulus SMA, 5 jiwa lulusan D1/D2/D3, 2 jiwa lulusan S1/S2 ,195 jiwa tidak/ belum
sekolah dan belum tamat SD 197 Jiwa . Mayoritas pekerjaan warga dusun gunungsari
adalah buruh dan lainnya dengan jumlah 459 dan 212 jiwa ,sekolah dengan jumlah 393,
warga dengan pekerjaan petani 174, wiraswasta/pedagang 68 jiwa pegawai swasta 88
jiwa, PNS 1 jiwa, nelayan 13 jiwa. Di dusun gunungsari terdapat 393 jiwa yang masih
bersekolah dan 347 jiwa tidak bekerja.
Berdasakan hasil penentuan skala prioritas masalah ditemukan jumlah atau nilai
total dari masyarakat yang merokok sebanyak 180, kepemilikan JKN sebanyak 232,
Imunisasai lengkap sebnayak 32, kesehatan jiwa sebanyak 1, ASI ekslusif sebanyak 38,
dan pemantauan tumbuh kembang balita sebanyak 89. Hal ini berkaitan dengan latar
belakang pekerjaan, pendapatan masyarakat tersebut dan pengetahuan masyarakat tentang
bahaya merokok, pentingnya JKN, pentingnya ASI ekslusif, pentingnya Imunisasi
lengkap dan pemantauan tumbuh kembang anak.

D. PERUMUSAN MASALAH

Masih banyak warga dusun Gunungsari yang kurang sadar pentingnya kesehatan,
diantaranya memiliki tingkat kecanduan yang tinggi terhadap rokok, hipertensi,
kepemilikan JKN atau jaminan kesehatan yang masih rendah, serta kepemilikan jamban
sehat yang belum terpenuhi, dan masalah lain yang timbul pada bayi maupun balita yaitu
tumbang.

Masalah potensialnya :

 Serangan jantung, stroke, resiko impotensi, kanker pada lidah, tenggorokan


dan bibir, gangguan fertilitas dan reproduksi.

 Stroke, gagal ginjal kronis

 Diare, disentri, polio, hepatitis

 Kurang gizi kronis atau stunting

Dasar :

 Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat dan pentingnya dalam


penggunaan kartu jaminan kesehatan (JKN) ,serta kurangnya partisipasi
masyarakat dalam menurunkan jumlah perokok dan faktor lingkungan juga
berpengaruh pada meningkatnya jumlah perokok.

 Kurangnya kesadaran orangtua khususnya ibu terhadap manfaat melakukan


penimbangan dan pengukuran tinggi badan di posyandu, karena jarak dari
rumah ke posyandu yang jauh dan sebagian besar pekerjaan ibu rumah tangga
adalah buruh.

E. PRIORITAS MASALAH

Masalah Perhatian Poin Tingkat Kemungkinan Nilai


masyarakat prevalensi bahaya dikelola total

KEPEMILIKA 3 1 2 3 18
N JAMBAN

KEPEMILIKA 2 3 1 3 18
N JKN

MEROKOK 2 3 4 2 48

PENDERITA 3 1 2 4 24
HIPERTENSI

TUMBANG 3 1 2 4 24

F. PELAKSANAAN KEGIATAN
Disusun POA pada lampiran ke ….., kemudian dilakukan kegiatan untuk
menyelesaikan masalah , yaitu :
1. Jum’at tanggal 31 Agustus 2018 telah dilaksanakan penyuluhan hipertensi dan
merokok di RT 02 RW 09 dengan sasaran bapak-bapak dan remaja putra. Kegiatan
penyuluhan dihadiri 25 peserta dari 45 peserta, metode yang digunakan adalah
penyuluhan dengan menggunakan leaflet dan diskusi. Penyuluhan dilakukan
selama 30 menit dan kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi.Selain
itu, dilakukan pula pengukuran tekanan darah terhadap seluruh peserta yang hadir.
Para peserta memiliki antusiasme yang tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan
yang diajukan. Hal ini dilakukan karena rendahnya prosentase IKS (Indeks
Keluarga Sehat) merokok sehingga dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat
terutama pada perokok pasif.
2. Sabtu, 01 September 2018 telah dilaksanakan penyuluhan JKN (Jaminan
Kesehatan Nasional) dan Jamban Sehat di RT 03/07 dengan sasaran bapak-bapak
ketua RT, ketua RW, linmas, mantan ketua RT dan mantan ketua RW yang dihadiri
oleh 16 peserta dari 23 peserta. Metode penyuluhan dilakukan dengan
menggunakan leaflet, tanya jawab dan diskusi. Penyuluhan dilakukan selama 30
menit dan kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi. Para peserta
memiliki antusiasme yang cukup tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang
diajukan. Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini para perwakilan masyarakat
mampu serta dapat memahami tentang pentingnya kepemilikan kartu JKN
(Jaminan Kesehatan Nasional) dan penggunaan jamban sehat guna meningkatkan
derajat kesehatan warganya.

G. EVALUASI

1. Penyuluhan merokok dan hipertensi memperoleh hasil yang memuaskan, hal ini
terlihat dari antusiasme para peserta yang tinggi dengan banyaknya pertanyaan
yang diajukan.
2. Penyuluhan tentang JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dan jamban sehat
memperoleh antusiasme yang cukup tinggi dan mendapat perhatian dari para
perangkat dusun dimana masih terdapat warga yang belum mengakses maupun
memiliki jamban sehat serta masih adanya warga dusun Gunungsari yang belum
memiliki kartu JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
BAB IV

PEMBAHASAN KASUS

A. Status program PIS PK masih belum memenuhi syarat 12 IKS pada masalah
Hipertensi dan banyaknya perokok aktif
Pendataan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dilakukan
selama kurang lebih 5 hari pada warga dusun Gunungsari, kecamatan Kesugihan. Total
KK yang didapatkan sebanyak 475 KK. Terdapat 12 IKS (Indeks Keluarga Sehat) yang
digunakan sebagai acuan dalam pendataan PIS PK.

Setelah dilakukan pendataan secara menyeluruh, didapatkan data dimana terdapat


warga yang memiliki penyakit hipertensi dan masih banyaknya perokok aktif di dusun
ini. Masih banyaknya perokok aktif dapat disebabkan karena beberapa hal, antara lain
karena pengaruh lingkungan, pergaulan dan pekerjaan rata-rata warganya yang sebagai
buruh, dimana menuntut mereka untuk lembur dan bahkan tidak tidur. Penderita
hipertensi di dusun Gunungsari terjadi pada usia lanjut, sedangkan pada remaja tidak
ditemukan.

Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara melakukan
penyuluhan mengenai hipetensi dan merokok. Kegiatan ini dilakukan pada hai Jum’at, 31
Agustus 2018 dan bertempat di rumah warga Rt 02/09. Peserta yang datang yakni Kepala
Dusun, Ketua Rt, dan Ketua Rw 09, dengan jumlah peserta sebanyak 25 dari 45 peserta
yang seharusnya hadir. Metode yang digunakan yakni penyampaian materi penyuluhan,
tanya jawab dan diskusi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi
dan edukasi melalui para perangkat dusun akan pentingnya menjaga kesehatan baik diri
sendiri maupun lingkungan.

B. Kesehatan Lingkungan pada status PIS PK khususnya pada ketidak pemilikan


kartu JKN dan jamban sehat

Di dusun Gunungsari masih terdapat warga yang tidak memiliki kartu Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini menjadi perhatian para perangkat dusun dan
puskesmas, karena JKN pada dasanya bersfat wajib berdasarkan Undang-Undang No. 40
Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan
masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran
atau iurannya dibayar oleh pemerintah.

Selain kartu JKN, masih ada warga Gunungsari yang belum memiliki jamban
sehat, padahal bantuan material jamban sudah diserahkan kepada kepala dusun tesebut.
Ketidak pemilikan jamban di dusun Gunungsari diakibatkan beberapa hal, diantaranya
karena masih kurang secara finansial dan dipengaruhi pula oleh kebiasaan warga yang
buang air besar di halaman belakang rumah.

Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara melakukan
penyuluhan mengenai JKN dan jamban sehat. Kegiatan ini dilakukan dalam acara arisan
Rt di rumah ketua Rt 03/07, peserta yang datang merupakan ketua Rt, ketua Rw, linmas,
mantan ketua Rt dan mantan ketua Rw. Peserta yang hadir sejumlah 16 dari 23 peserta
yang seharusnya hadir. Metode yang digunakan ialah berupa penyampaian materi
mengenai permasalahan tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya
jawab. Media yang digunakan berupa leaflet yang dibagikan kepada para peserta. Tujuan
dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan edukasi kepada para perangkat
dusun akan pentingnya memiliki kartu JKN dan jamban sehat. Serta untuk meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat, khususnya di dusun Gunungsari.
C. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada status PIS PK khususnya terhadap
pemantauan pertumbuhan balita

Istilah tumbuh kembang mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi
saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Menurut
Soetjiningsih, pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar
jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan
ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm, m), umur tulang dan
keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh); sedangkan perkembangan
(development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam stuktur dan fungsi tubuh
yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari
proses pematangan. Menurut Depkes RI, pertumbuhan adalah bertambah banyak dan
besarnya sel seluruh bagian tubuh yang bersifat kuantitatif dan dapat diukur; sedangkan
perkembangan adalah bertambah sempurnanya fungsi dari alat tubuh. Menurut Markum
dkk, pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah ukuan atau
dimensi tingkat sel, orang maupun individu; perkembangan lebih menitikberatkan aspek
perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ atau individu, termasuk perubahan
perubahan aspek sosial atau emosional akibat pengaruh lingkungan.

Pemantauan pertumbuhan di dusun Gunungsari masih terbilang baik, tetapi masih


ada balita yang tidak mengikuti posyandu. Hal ini disebabkan karena beberpapa hal,
diantaranya; jarak tempuh ke tempat posyandu berlangsung dan waktu. Oleh karena itu,
untuk menyelesaikan masalah tersebut dilaksanakan acara posyandu pada hari Selasa, 4
September 2018. Kegiatan ini dilaksanakan pula atas kebijakan dari Dinas Kesehatan
(Dinkes) untuk mengadakan kegiatan posyandu secara serentak.

Tujuan diadakannya kegiatan ini ialah untuk menentukan apakah tumbuh


kembang seorang anak berjalan normal atau tidak, baik dilihat dari segi medis maupun
statistik. Anak yang sehat akan menunjukkan tumbuh kembang yang optimal.
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Dalam pelaksanaan pendataan pada Program Indonesia Sehat (PIS) dengan


Pendekatan Keluarga (PK) tidak mengalami hambatan yang berarti.

2. Masyarakat cukup komunikatif dengan adanya pendataan pada program PIS PK

3. Berdasakan hasil penentuan skala prioritas masalah ditemukan jumlah atau nilai total
dari masyarakat yang merokok sebanyak 180, kepemilikan JKN sebanyak 232,
Imunisasai lengkap sebanyak 32, kesehatan jiwa sebanyak 1, ASI ekslusif sebanyak
38, pemantauan tumbuh kembang balita sebanyak 89, ketidak pemilikan jamban
sebanyak 19 KK, dan pendeita TB paru sebanyak 3 orang.

4. Dari permasalahan yang ada, terdapat 5 masalah yang ditangani, diantaranya


merokok, penderita hipertensi, pemantauan pertumbuhan balita, kepemilikan JKN,
dan kepemilikan jamban sehat.

B. Saran

1. Bagi Masyarakat Dusun Gunungsari

a. Diharapkan masyarakat dapat menerapkan informasi telah diberikan oleh


mahasiswa PKL PKMD dan KKN.
b. Dukungan warga masyarakat sangat kami harapkan untuk melaksanakan
kegiatan demi kemajuan bersama.

c. Dharapkan masyarakat dusun Gunungsari dapat mendukung dan ikut


berpartisipasi guna meningkatkan derajat kesehatan.

2. Bagi mahasiswa PKL PKMD dan KKN

a. Mahasiswa sebaiknya mempersiapkan diri baik fisik maupun keterampilan.

b. Mahasiswa harus mampu mengembangkan sikap kerjasama, kebersamaa,


tanggung jawab, dan saling menghargai sesama anggota kelompoknya.

c. Diharapkan mahasiswa menciptakan dan meningkatkan hubungan yang baik


dan hamonis dengan aparat, tokoh masyarakat, serta masyarakat di dusun
Gunungsari.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Gambar 1.1: Peta Wilayah Dusun Gunungsari
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

BAHAYA MEROKOK

Oleh :
1. Anantia Sari Utami (15.02.00032)
2. Ida Mangisah (16.02.00039)
3. Kiki Ambar Kurnia (15.02.00045)
4. Nur Wijayanti (15.02.00050)
5. Oktafiani Wulandari (15.02.00052)
6. Pipiet Susanti (15.02.00053)
7. Murti Chasanah (16.01.00059)
8. Ruswati (16.01.00062)
9. Sindy Oktika Sari (16.01.00064)

STIKES PAGUWARMAS MAOS CILACAP


JL.RAYA MAOS NO.505 B TELP/FAX (0282)695188
MAOS CILACAP
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan / Topik : Bahaya Merokok

Hari/ tanggal : Jumat, 31 Agustus 2018

Waktu : 30 menit

Tempat : Rumah Warga (RT 02 RW 09)

A. Tujuan intruksional
1. TIU
Setelah mendapat penyuluhan tentang Bahaya Merokok, diharapkan
audience memahami tentang bahaya merokok.

2. TIK
a. Setelah mengikuti penyuluhan dan tanya jawab audience dapat
menyebutkan bahan-bahan kimia yang terkandung dalam rokok, dampak
merokok terhadap lingkungan dan diri sendiri.
b. Setelah mengikuti penyuluhan dan tanya jawab peserta dapat menjelaskan
mengenai bahaya merokok.

B. Sasaran :
Bapak-bapak yang merokok dan ibu-ibu perokok pasif

C. Pokok-pokok Materi :
1. Bahan-bahan yang terkandung dalam rokok.
2. Dampak merokok aktif dan pasif.
3. Cara pencegahan merokok.

D. Kegiatan Penyuluhan
No. Tahap/waktu Kegiatan Penyuluruh Kegiatan Peserta

1. Pendahuluan 1. Memberikan salam 1. Menjawab


pembuka salam
5 menit
2. Memperkenalkan diri 2. Memperhatika
n

3. Memberikan
apersepsi tentang materi yang 3. Memberikan
akan diberikan. tanggapan.
4. Menjelaskan TIU dan
TIK 4. Memperhatika
n

1. Menye
butkan bahan-bahan yang 1. Memperhatika
terkandung dalam rokok. n
2. Penyajian
2. Menjel
20 menit askan dampak merokok.
3. Menjel
askan cara pencegahan 2. Memperhatika
merokok. n
4. Memb
erikan kesempatan peserta
3. Memperhatika
untuk bertanya.
n
5. Menja
wab pertanyaan peserta.
6. Evalua 4. Audience
si materi bertanya
5. Menjawab
pertanyaan
6. Audience
1. memahami
Mengajukan pertanyaan tentang
materi
2. 1. Menjawab
Merangkum materi yang telah
3. Penutup
diberikan
2. Memperhatikan
5 menit 3.
Memberikan salam penutup
3. Menjawab salam

E. Metode : Ceramah dan Tanya jawab

F. Media / Alat peraga : -

G. Evaluasi

Prosedur : Menjelaskan materi

Bentuk : Lisan

Metode : Tanya jawab

1. Sebutkan 2 bahan kimia yang terkandung dalam rokok.


2. Sebutkan dampak/bahaya merokok bagi diri sendiri dan orang lain.
MATERI

BAHAYA MEROKOK

A. Bahan-Bahan yang terkandung dalam rokok


Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh
perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini
terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida,
nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan,
benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari
beribu – ribu zat di dalam rokok. Tapi diantara zat – zat yang disebutkan tadi, ada 3
zat yang paling berbahaya yang terkandung di dalam sebatang rokok. Zat – zat itu
adalah:

1. Zat Kimia
Rokok tentu tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya,
yakni tembakau. Di Indonesia, tembakau ditambah cengkih dan bahan-bahan
lain dicampur untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek, tembakau juga dapat
digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa, dan
tembakau tanpa asap (chewing tobacco atau tembakau kunyah).Komponen gas
asap rokok adalah karbon monoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen
oksida, dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan
kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi, dan menimbulkan kanker
(karsinogen).

2. Timah Hitam (Pb)


Timah hitam yang dihasilkan oleh sebatang rokok sebanyak 0,5 ug.
Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari akan
menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas bahaya timah hitam yang
masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayangkan, bila seorang
perokok berat menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa banyak
zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh.
3. Nikotin
Adalah suatu zat yang dapat membuat kecanduan dan mempengaruhi
sistem syaraf, mempercepat detak jantung ( melebihi detak normal),sehingga
menambah resiko terkena penyakit jantung. Selain itu zat ini paling sering
dibicarakan dan diteliti orang, karena dapat meracuni saraf tubuh,
meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi
dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar
nikotin 4-6 mg yang dihisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa
membuat seseorang ketagihan. Selain itu Nikotin berperan dalam memulai
terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh
jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan
gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan
akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan
gusi.

4. Karbon Monoksida (CO)


Zat ini dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan
sel - sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga
sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.Selain itu,
karbonmonoksida memudahkan penumpukan zat - zat penyumbat pembuluh
nadi, yang dapat menyebabkan serangan jantung yang fatal selain itu juga
dapat menimbulkan gangguan sirkulasi darah di kaki.Efek terakhir ini
membuat para wanita perokok lebih beresiko ( daripada wanita non perokok )
mendapat efek samping berbahaya bila meminum pil kontrasepsi ( pil
KB).Karena itulah sebabnya mengapa para dokter kandungan ( ginekolog )
umumnya segan memberi pil KB pada wanita yang merokok.

B. Dampak Rokok
a. Lingkungan
Merokok bukan hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang di sekitar
Anda. Orang yang menghirup asap rokok juga memiliki risiko terkena kanker paru-
paru dan penyakit jantung.

b. Diri sendiri
Beberapa dampak bahaya merokok bagi tubuh:

1) Paru-paru:
Merokok menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
PPOK penyakit progresif yang membuat seseorang sulit untuk bernapas.
Banyak perokok tidak tahu bahwa mereka telah terkena penyakit ini hingga
sudah terlambat. Tidak ada obat untuk penyakit ini dan tidak ada cara untuk
membalikkan kerusakan.

2) Jantung:
Karbon monoksida dari rokok mencuri oksigen darah dan mengarah
pada pengembangan kolesterol mengendap di dinding arteri. Efek ini
meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

3) Reproduksi dan Fertilitas:


Pengaruh dari merokok terhadap reproduksi dan kesuburan cukup fatal.
Merokok dapat meningkatkan risiko impotensi, kerusakan sperma, mengurangi
jumlah sperma dan menyebabkan kanker testis.

4) Mulut dan Gigi:


Merokok dapat menyebabkan bau mulut dan gigi bernoda. Hal ini juga
dapat menyebabkan penyakit gusi dan kerusakan indera perasa. Penyebab
paling serius dari merokok pada area ini adalah peningkatan risiko
mengembangkan kanker pada lidah, tenggorokan, dan bibir.

5) Kulit:
Merokok mengurangi jumlah oksigen ke kulit sehingga dapat
mempercepat penuaan dan kulit tampak abu-abu.

6) Tulang:
Merokok dapat menyebabkan tulang cepat lemah dan rapuh. Wanita
terutamanya, 5-10% lebih mungkin untuk menderita osteoporosis
dibandingkan non-perokok.

7) Perut:
Merokok dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker perut dan
resiko kanker ginjal, pankreas dan kandung kemih.
8) Stroke
Dampak rokok dapat menimbulkan stroke.Penyumbatan pembuluh
darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan
merokok. Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok
dibandingkan dengan bukan perokok.

C. Upaya pencegahan merokok


1. Hal pertama yang harus dilakukan perokok untuk menghentikan kebiasaan
merokoknya adalah dengan menanamkan kemauan yang kuat untuk dapat keluar
dari kebiasaan tersebut.
2. Hendaklah seorang perokok menyadari bahaya rokok bagi kesehatan tubuhnya.
3. Pilihlah teman-teman baik yang tidak suka merokok, dan jauhilah teman-teman
yang memiliki budaya merokok.
4. Berusahalah untuk mengurangi rokok yang dikonsumsi, sedikit demi sedikit
secara rutin setiap harinya.
5. Alihkanlah perhatian ketika timbul keinginan merokok pada diri Anda, misalnya
mengalihkan keinginan merokok tersebut dengan memakan permen, makan
cemilan sehat atau makan buah.
6. Tidak ada salahnya meminta bantuan keluarga untuk membantu Anda
menghentikan kebiasaan buruk tersebut, misalnya dengan cara mengingatkan
Anda akan bahaya rokok, lebih intensif mengajak ngobrol untuk mengalihkan
perhatian Anda akan rokok ataupun melakukan tindakan tegas ketika Anda
melanggar proses rehabilitasi merokok Anda.
7. Jauhilah kebiasaan melamun, kebiasaan menyendiri atau diam tanpa melakukan
aktifitas apapun, karena hal tersbut dapat memicu keinginan merokok.
8. Sibukkanlah diri dengan kegiatan yang positif seperti olahraga, membaca,
mengakses internet dan sebagainya.
9. Buanglah segala sesuatu hal yang berhubungan dengan rokok seperti asbak,
wadah rokok bahkan korek api, karena cara ini cukup positif untuk membantu
Anda melupakan rokok.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)
JAMBAN SEHAT

Oleh :
10. Anantia Sari Utami (15.02.00032)
11. Ida Mangisah (16.02.00039)
12. Kiki Ambar Kurnia (15.02.00045)
13. Nur Wijayanti (15.02.00050)
14. Oktafiani Wulandari (15.02.00052)
15. Pipiet Susanti (15.02.00053)
16. Murti Chasanah (16.01.00059)
17. Ruswati (16.01.00062)
18. Sindy Oktika Sari (16.01.00064)

STIKES PAGUWARMAS MAOS CILACAP


JL.RAYA MAOS NO.505 B TELP/FAX (0282)695188
MAOS CILACAP

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Penyuluhan : Jamban Sehat


Tempat Penyuluhan : Rumah Ketua RT 03 RW 07 ( Bapak Sutarno)

Waktu : 20.00 WIB

Hari/Tanggal : Sabtu, 01 September 2018

Nama Penyuluh :

1. Anantia Sari Utami (15.02.00032)


2. Ida Mangisah (16.02.00039)
3. Kiki Ambar Kurnia (15.02.00045)
4. Nurwijayanti (15.02.00050)
5. Oktafiani Wulandari (15.02.00052)
6. Pipiet Susanti (15.02.00053)
7. Murti Chasanah (16.01.00059)
8. Ruswati (16.01.00062)
9. Sindy Oktika Sari (16.01.00064)

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL
1. TIU
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan masyarakat mampu mengetahui kreteria
dan menggunakan jamban sehat.
2. TIK
Setelah mengikuti penyuluhan ibu diharapkan dapat :
a. Mengetahui pengertian jamban sehat
b. Mengetahui gangguan yang timbul akibat BAB sembarangan
c. Mengetahui manfaat jamban
d. Mengetahui syarat jamban
e. Mengetahui jenis jamban
f. Mengetahui cara memelihara jamban sehat

B. SASARAN
Seluruh masyarakat dusun Gunungsari

C. POKOK-POKOK MATERI
a. Pengertian jamban sehat
b. Gangguan yang timbul akibat BAB sembarangan
c. Manfaat jamban
d. Syarat jamban
e. Jenis jamban
f. Cara memelihara jamban sehat

D. KEGIATAN PENYULUHAN
TAHAP/WAKTU KEGIATAN KEGIATAN MEDIA METODE
PENYULUHAN PESERTA DAN
ALAT
Pendahuluan 1. Memberi salam Menjawab salam ceramah
15 menit pembuka Memperhatikan

2. Memperkenalkan diri Memberi


tanggapan

3. Melakukan apersepsi
tentang materi yang Memperhatikan
akan diberikan

4. Menjelaskan TIU dan


TIK
Penyajian 1. Menjelaskan Mendengarkan Leaflet Ceramah
20 menit pengertian jamban dan dan Tanya
sehat memperhatikan jawab
2. Menjelaskan Mendengarkan
gangguan yang
timbul akibat BAB
sembarangan

3. Menjelaskan manfaat
jamban Mendengarkan
4. Menjelaskan syarat
jamban
Mendengarkan
5. Menjelaskan jenis
jamban
Mendengarkan
6. Menjelaskan cara
memelihara jamban
sehat Mendengarkan

7. Memberikan Mengajukan
kesempatan untuk
pertanyaan
bertanya

8. Menjawab pertanyaan
Memperhatikan

Penutup 1. Mengajukan Menjawab Ceramah


10 menit pertanyaan tentang pertanyaan dan Tanya
materi jawab
2. Merangkum materi Menyimak
yang telah diberikan
3. Memberikan salam
penutup Menjawab salam

E. Evaluasi
Prosedur : Menjelaskan materi

Bentuk : Lisan

Metode : Tanya jawab

3. Sebutkan pengertian jamban


4. Sebutkan gangguan yang timbul akibat BAB sembarangan

F. Referensi
1. Referensi yang digunakan dalam penyusunan materi penyuluhan

G. LAMPIRAN
1. Materi (Leaflet)
2. Dokumentasi pelaksanaan penyuluhan
3. Berita acara
4. Daftar hadir penyuluhan
MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian Jamban Sehat

a. Jamban adalah suatu bangunan yang digunakan untuk membuang dan


mengumpulkan kotoran sehingga kotoran tersebut tersimpan dalam suatu tempat
tertentu dan tidak menjadi penyebab suatu penyakit serta tidak mengotori
permukaan ( Kusnoputranto, 1997 )

b. Jamban adalah pengumpulan kotoran manusia disuatu tempat sehingga tidak


menyebabkan bibit penyakit yang ada pada kotoran manusia dan mengganggu
estetika ( Josep Soemardi, 1999 )

2. Ganggguan yang timbul akibat BAB sembarangan :

 Diare
 Cacingan
 Gatal-gatal
 Muntaber
 Disentri
 Polio myelitis
 Hepatitis

3. Manfaat Jamban Sehat


a. Mencegah terjadinya penularan penyakit dan pencemaran kotoran manusia
b. Tidak mengotori permukaan tanah di sekeliling jamban tersebut
c. Tidak mengotori air permukaan di sekitarnya
d. Tidak mengotori air tanah di sekitarnya
e. Tidak terjangkau oleh serangga terutama lalat dan kecoa, dan binatang-binatang
lainnya
f. Tidak menimbulkan bau
g. Mudah digunakan dan dipelihara
h. Sederhana desainnya
i. Murah
j. Dapat diterima oleh pemakainya

4. Syarat Jamban Sehat

a. Jamban sebaiknya bangunan jamban terlindung panas dan hujan, serangga dan
binatang-binatang lain serta terlindung dari pandangan orang lain ( tertutup )

b. Tempat Duduk Kakus: Fungsi tempat duduk kakus merupakan tempat


penampungan tinja, harus kuat, mudah dibersihkan, berbentuk leher angsa atau
memakai tutup yang mudah diangkat

c. Kecukupan Air Bersih: Jamban hendaklah disiram minimal 4-5 gayung, bertujuan
menghindari penyebaran bau tinja dan menjaga kondisi jamban tetap bersih. Juga
agar menghindari kotoran tidak dihinggapi serangga sehingga dapat mencegah
penularan penyakit

d. Tersedia Alat Pembersih :

 Sabun cair untuk cuci tangan sesudah BAK maupun BAB

 Sikat lantai untuk memebersihkan jamban

 Sabun lantai sebagai anti kuman dan untuk mempermudah pembersihan


jamban

Pembersihan dilakukan minimal 2-3 hari sekali meliputi kebersihan lantai agar
tidak berlumut dan licin

e. Tempat Penampungan Tinja

Adalah rangkaian dari sarana pembuangan tinja yang berfungsi sebagai tempat
mengumpulkan kotoran/tinja. Konstruksi lubang harus kedap air dapat terbuat dari
pasangan batu bata dan semen, sehingga menghindari pencemaran lingkungan.

f. Saluran Peresapan
g. Merupakan sarana terakhir dari suatu sistem pembuangan tinja yang lengkap,
berfungsi mengalirkan dan meresapkan cairan yang bercampur tinja.

h. Sebaikya jamban di bangun dilokasi yang tidak mengganggu pandangan dan tidak
menimbulkan bau

5. Cara Merawat Jamban Sehat

Jamban hendaknya selalu dijaga dan dipelihara dengan baik. Adapun cara
pemeliharaan yang baik menurut Depkes RI 2004 adalah sebagai berikut :

a. Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan kering

b. Di sekeliling jamban tidak ada genangan air

c. Tidak ada sampah berserakanan

d. Rumah jamban dalam keadaan baik

e. Lantai selalu bersih dan tidak ada kotoran yang terlihat

f. Lalat, tikus dan kecoa tidak ada

g. Tersedia alat pembersih

h. Bila ada yang rusak segera diperbaiki

Selain itu ditambahkan juga pemeliharaan jamban keluarga dapat dilakukan dengan :

a. Air selalu tersedia dalam bak atau dalam ember

b. Sehabis digunakan, lantai dan lubang jongkok harus disiram bersiih agar tidak
bau dan mengundang lalat

c. Lantai jamban diusahakan selalu bersih dan tidak licin, sehingga tidak
membahayakan pemakai

d. Tidak memasukkan bahan kimia dan detergen pada lubang jamban

6. Jenis jamban:

a. Jamban cubluk/cemplung
Tempat jongkok berada langsung di atas lubang penampungan kotoran dilengkapi
tutup.Keuntungan dari jenis jamban cubluk/cemplung:

 Dapat dibuat dengan biaya murah.

 Dapat dibuat di setiap tempat di dunia.

b. Aqua-Privy (Cubluk Berair)

Adalah jamban yang terdiri atas bak yang kedap air,di isi air di dalam tanah sebagai
tempat pembuangan Excreta.Proses pembusukannya sama seperti hasil pembusukan
Faeces dalam air kali.Untuk jamban ini agar berfungsi dengan baik,perlu pemasukan
air setiap hari,baik sedang dipergunakan atau tidak.Bila airnya penuh dapat dialirkan
ke sistem lain misalnya sumur resapan.

c. Angsa trine (Leher angsa)

Adalah jamban yang closetnya berbentuk leher angsa sehingga akan selalu terisi air.
Fungsi air ini gunanya sebagai sumbat sehingga bau busuk dari cubluk tidak tercium
di ruangan rumah kakus.Bila dipakai,faecesnya tertampung sebentar dan bila disiram
air,baru masuk ke bagian yang menurun untuk masuk ke tempat
penampungannya.Keuntungannya:

 Baik untuk masyarakat kota karena memenuhi syarat keindahan.

 Dapat ditempat di dalam rumah karena tidak bau sehingga pemakaiannya lebih
praktis.

d. Overlung Latrine (Jamban Empang)

Adalah jamban yang dibagun diatas empang,sungai ataupun rawa.Jamban model ini
ada yang kotorannya tersebar begitu saja,yang biasanya dipakai untuk makanan ikan.

Kerugian: Faeces mengotori air permukaan sehingga bibit penyakit yang terdapat di
dalamnya dapat tersebar kemana-mana dengan air yang dapat menimbulkan wabah.

e. Jamban Plengsengan

Jamban ini, perlu air untuk menggelontor kotoran. Lubang jamban perlu juga ditutup.

f. Kakus Kimia
Merupakan Instalasi pembuangan tinja yang efisien dan memenuhi semua kriteria
jamban saniter tersebut diatas.Faeces ditampung dalam suatu bejana yang berisi
caustic soda sehingga dihancurkan sekalian didensifeksi.Sebagai pembersih tidak
dipergunakan air,tetapi dengan kertas (toilet paper).
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

TUMBUH KEMBANG ANAK

Oleh :
1. Anantia Sari Utami (15.02.00032)
2. Ida Mangisah (16.02.00039)
3. Kiki Ambar Kurnia (15.02.00045)
4. Nurwijayanti (15.02.00050)
5. Oktafiani Wulandari (15.02.00052)
6. Pipiet Susanti (15.02.00053)
7. Murti Chasanah (16.01.00059)
8. Ruswati (16.01.00062)
9. Sindy Oktika Sari (16.01.00064)

STIKES PAGUWARMAS MAOS CILACAP


JL.RAYA MAOS NO.505 B TELP/FAX (0282)695188
MAOS CILACAP

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)

Penyuluhan : Tumbuh Kembang Anak

Tempat Penyuluhan : PAUD Bina Insani II

Waktu : 09.00 WIB

Hari/Tanggal : Selasa, 04 September 2018

Nama Penyuluh :

1. Anantia Sari Utami (15.02.00032)


2. Ida Mangisah (16.02.00039)
3. Kiki Ambar Kurnia (15.02.00045)
4. Nurwijayanti (15.02.00050)
5. Oktafiani Wulandari (15.02.00052)
6. Pipiet Susanti (15.02.00053)
7. Murti Chasanah (16.01.00059)
8. Ruswati (16.01.00062)
9. Sindy Oktika Sari (16.01.00064)

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL
1. TIU
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan masyarakat mampu mengerti dan
memahami tentang masalah tumbang anak
2. TIK
Setelah mengikuti penyuluhan ibu diharapkan dapat :
a. Menyebutkan pengertian pertumbuhan dan perkembangan dengan benar.
b. Menyebutkan 2 dari 3 tahap-tahap oertumbuhan dan perkembangan yang
dialami.
c. Menjelaskan kembali faktor-faktor yang mempengaruhi tumbang
d. Menyebutkan 2 dari setiap fase perkembangan.

B. SASARAN
Ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita di dusun Gunungsari

C. POKOK-POKOK MATERI
a. Pengertian tumbuh kembang
b. Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan yang dialami balita
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbang
d. Fase perkembangan pada anak

D. KEGIATAN PENYULUHAN
TAHAP/WAKTU KEGIATAN KEGIATAN MEDIA METODE
PENYULUHAN PESERTA DAN
ALAT

Pendahuluan 5. Memberi salam Menjawab salam ceramah


15 menit pembuka Memperhatikan

6. Memperkenalkan diri Memberi


tanggapan

7. Melakukan apersepsi
tentang materi yang Memperhatikan
akan diberikan

8. Menjelaskan TIU dan


TIK
Penyajian 9. Menjelaskan Mendengarkan Leaflet Ceramah
20 menit pengertian tumbuh dan dan Tanya
kembang memperhatikan jawab
10. Menjelaskan tahap- Mendengarkan
tahap pertumbuhan
dan perkembangan
yang dialami balita

11. Menjelaskan faktor-


faktor yang
mempengaruhi Mendengarkan
tumbang

12. Menjelaskan fase


perkembangan pada Mendengarkan
anak

13. Memberikan
kesempatan untuk Mengajukan
bertanya pertanyaan

14. Menjawab pertanyaan


Memperhatikan

Penutup 4. Mengajukan Menjawab Ceramah


10 menit pertanyaan tentang pertanyaan dan Tanya
materi jawab
5. Merangkum materi Menyimak
yang telah diberikan
6. Memberikan salam Menjawab salam
penutup

E. Evaluasi
Prosedur : Menjelaskan materi

Bentuk : Lisan

Metode : Tanya jawab

1. Sebutkan pengertian pertumbuhan


2. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi tumbang

F. Referensi
Referensi yang digunakan dalam penyusunan materi penyuluhan

G. LAMPIRAN
1. Materi (Leaflet)
2. Dokumentasi pelaksanaan penyuluhan
3. Berita acara
4. Daftar hadir penyuluhan
BERITA ACARA

PENDIDIKAN KESEHATAN

STIKES PAGUWARMAS MAOS CILACAP

T.A 2017/2018

Pada hari………… tanggal…..…… bulan…………..tahun 2018 bertempat di dusun


Gunungsari telah dilaksanakan pendidikan kesehatan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Waktu penyuluhan : …………. menit


2. Jumlah peserta yang mengikuti penyuluhan : …………. orang
3. Jumlah peserta yang tidak mengikuti penyuluhan : …………. orang

Kejadian – kejadian penting selama pelaksanaan penyuluhan :

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

Demikian berita acara ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Cilacap, …………………… 2018

Mengetahui,

Ketua Dusun Gunungsari Kepala Desa Jangrana

WARIS MAKHAFIDZ
BERITA ACARA

PENDIDIKAN KESEHATAN

STIKES PAGUWARMAS MAOS CILACAP

T.A 2017/2018

Pada hari………… tanggal…..…… bulan…………..tahun 2018 bertempat di dusun


Gunungsari telah dilaksanakan pendidikan kesehatan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Waktu penyuluhan : …………. menit


2. Jumlah peserta yang mengikuti penyuluhan : …………. orang
3. Jumlah peserta yang tidak mengikuti penyuluhan : …………. orang

Kejadian – kejadian penting selama pelaksanaan penyuluhan :

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

Demikian berita acara ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Cilacap, …………………… 2018

Mengetahui,

Ketua RT 03 RW 07 Kepala Desa Jangrana

SUTRISNO MAKHAFIDZ
BERITA ACARA

PENDIDIKAN KESEHATAN

STIKES PAGUWARMAS MAOS CILACAP

T.A 2017/2018

Pada hari………… tanggal…..…… bulan…………..tahun 2018 bertempat di dusun


Gunungsari telah dilaksanakan pendidikan kesehatan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Waktu penyuluhan : …………. menit


2. Jumlah peserta yang mengikuti penyuluhan : …………. orang
3. Jumlah peserta yang tidak mengikuti penyuluhan : …………. orang

Kejadian – kejadian penting selama pelaksanaan penyuluhan :

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

Demikian berita acara ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Cilacap, …………………… 2018

Mengetahui,

Guru PAUD Kepala Desa Jangrana

SRI MAKHAFIDZ
BERITA ACARA

PENDIDIKAN KESEHATAN

STIKES PAGUWARMAS MAOS CILACAP

T.A 2017/2018

Pada hari………… tanggal…..…… bulan…………..tahun 2018 bertempat di dusun


Gunungsari telah dilaksanakan pendidikan kesehatan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Waktu penyuluhan : …………. menit


2. Jumlah peserta yang mengikuti penyuluhan : …………. orang
3. Jumlah peserta yang tidak mengikuti penyuluhan : …………. orang

Kejadian – kejadian penting selama pelaksanaan penyuluhan :

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

Demikian berita acara ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Cilacap, …………………… 2018

Mengetahui,

Ketua Dusun Gunungsari Kepala Desa Jangrana

WARIS MAKHAFIDZ
BERITA ACARA

PENDIDIKAN KESEHATAN

STIKES PAGUWARMAS MAOS CILACAP

T.A 2017/2018

Pada hari………… tanggal…..…… bulan…………..tahun 2018 bertempat di dusun


Gunungsari telah dilaksanakan pendidikan kesehatan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Waktu penyuluhan : …………. menit


2. Jumlah peserta yang mengikuti penyuluhan : …………. orang
3. Jumlah peserta yang tidak mengikuti penyuluhan : …………. orang

Kejadian – kejadian penting selama pelaksanaan penyuluhan :

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

Demikian berita acara ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Cilacap, …………………… 2018

Mengetahui,

Ketua RT 03 RW 07 Kepala Desa Jangrana

SUTRISNO MAKHAFIDZ
MATERI

KONSEP DASAR TUMBANG ANAK

1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Tumbang merupakan dua proses yang saling berkaitan dan sulit untuk dipisahkan.

a. Pertumbuhan

yaitu yang berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar jumlah, ukuran yang
bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pounds, Kg), ukuran panjang (milimeter,
centimeter, meter). Contoh : BB, TB, PB.

b. Perkembangan

yaitu akibatnya kemampuan / skill/ kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh
yang lebih kompleks dalam polay / teratur. Sebagai hasil dari proses kematangan.
Pertumbuhan berdampak pada aspek fisik.

2. Tahap-tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

a. Proses Pertumbuhan yang Dialami

Pertumbuhan paling cepat terjadi pada masa bayi adalah sejak ia lahir sampai
berumur 1 tahun. Hal ini terlihat dari pertumbuhan BB saat bayi umur 6 bulan BB
nya 2x lipat dari BB saat lahir dan usia 12 bulan BB nya + 3x lipat dari BB waktu
lahir.

b. Proses Perkembangan yang Dialami

1) Perkembangan Motorik

Perkembangan yang berhubungan dengan kemampuan duduk, berjalan,


melompat, menulis, mengambil sesuatu.

2) Perkembangan Bahasa

Berhubungan dengan kemampuan mendengar, mengerti dan menggunakan


bahasa.
3) Perkembangan Sosial

Untuk berhubungan dengan orang lain, contoh : bermain dengan teman.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbang

a. Faktor Genetik

Faktor keturunan sangat menentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan.


Contoh : jenis kelamin, suku bangsa.

b. Faktor Lingkungan

1) Sebelum Hamil (Prenatal)

Gizi ibu waktu hamil, obat-obatan yang dikonsumsi, penyakit yang diderita
saat hamil, trauma (cedera) yang pernah dialami ketika hamil, contoh :
terjatuh/kecelakaan stress, pekerjaan yang terlalu berat.

2) Post Natal (Setelah Lahir)

Ras, jenis kelamin, umur, gizi, perawatan kesehatan, penyakit kronis, cuaca
dan musim, sanitasi, kebersihan rumah, stimulasi, motivasi orang tua, cara
mendidik dan sosok keluarganya.

4. Fase Perkembangan dan Pertumbuhan Anak

a. Dari Lahir sampai 3 bulan

 Belajar mengangkat kepala.

 Belajar mengikuti objek dengan matanya.

 Melihat ke muka orang dengan tersenyum.

 Bereaksi terhadap suara/bunyi.

 Melihat ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan komtak.

 Menahan barang yang dipengannya.


b. Dari 3 sampai 6 bulan

 Mengangkat kepala 90 derajat dan mengangkat dada dengan tangan.

 Mulai belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau di luar
jangkauannya.

 Menaruh benda-benda di mulut.

 Berusaha memperluas lapangan pandangan.

 Tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain.

 Mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang.

c. Dari 6 sampai 9 bulan

 Dapat duduk tanpa dibantu.

 Dapat tengkurep dan berbalik sendiri.

 Dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang.

 Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain.

 Memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk.

d. Dari 9 sampai 12 Bulan

 Dapat berdiri sendiri tanpa dibantu.

 Dapat berjalan dengan dituntun.

 Menirukan suara.

 Mengulang bunyi yang didengarnya.

 Belajar mengatakan satu atau dua kata.

 Mengerti perintah sederhana larangan.

e. Dari 12 sampai 18 bulan


 Berjalan dan mengeksplorasi rumah sekeliling rumah.

 Menyusun 2 atau 3 kotak.

 Memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing.

f. Dari 18 sampai 24 bulan

 Naik turun tangga.

 Menyusun 6 kotak.sss

 Menunjuk mata dan hidungnya.

 Menyusun dua kata.

 Belajar makan sendiri.

 Menggambar garis di kertas atau pasir.

g. Dari 2 sampai 3 tahun

 Belajar meloncat, memanjat, melompat, ddengan satu kaki.

 Membuat jembatan dengan 3 kotak.

 Mampu menyusun kalimat.

 Mempergunakan kata-kata saya, bertanya, mengerti kata-kata yang dituj


SATUAN ACARA PENYULUHAN
( SAP )

Pokok Bahasan : Pendidikan kesehatan tentang Jaminan Kesehatan Nasional

Sub Pokok Bahasan :

1. Pengertian Jaminan Kesehatan Nasional


2. Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional
3. Pelayanan yang dijamin dan tidak dijamin oleh Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN)
4. Cara pendaftaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Waktu pertemuan : 20.00 WIB

Hari/ tanggal : Sabtu, 1 September 2018

Sasaran : Masyarakat Dusun Gunungsari

Penyuluh : Mahasiswa Stikes Paguwarmas Maos Cilacap

Tempat : Rumah Ketua Rt 3 Rw 7

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL
1. Tujuan Instruksional Umum
Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam
kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

2. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mendapatkan penyuluhan ini diharapkan masyarakat mampu:

a. Mengetahui dan memahami tentang pengertian dari Jaminan Kesehatan Nasional


(JKN)
b. Mengetahui dan memahami tentang manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
c. Mengetahui dan memahami tentang pelayanan yang dijamin dan tidak dijamin
oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
d. Mengetahui dan memahami tentang cara pendaftaran Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN)
B. POKOK-POKOK MATERI
1. Sesuai sub pokok bahasan

C. SUSUNAN ACARA
Tahap/ Kegiatan Media &
audien alat
Waktu Kegiatan penyuluh Metode

Pendahuluan 1. Memberikan salam Menjawab salam Leaflet  Ceramah


pembuka
5 menit
2. Menjelaskan cakupan
materi Memperhatikan
3. Menjelaskan tujuan
yang ingin dicapai
4. Menjelaskan manfaat Memperhatikan
penyuluhan ini

Memperhatikan

Penyajian 5. Melakukan apersepsi  Diskusi


6. Menerangkan tentang :
10 menit
a. Pengertian dari Jaminan
Kesehatan Nasional
(JKN)
b. Manfaat Jaminan
Kesehatan Nasional
(JKN)
Memperhatikan
c. Pelayanan yang dijamin
dan tidak dijamin oleh
Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN)
d. Cara pendaftaran
Jaminan

Penutup e. Kesehatan Nasional  Tanya


(JKN) jawab
5 menit
7. Memberi kesempatan
untuk bertanya bila kurang Bertanya
jelas
8. Menjawab dan
menjelaskan kembali
9. Melakukan evaluasi
10. Memberikan
kesimpulan dari materi
kuliah
11. Berterimakasih dan
mengucapkan salam

D. Evaluasi
Prosedur : Tes dalam proses dan pada akhir penyuluhan
Jenis : Lisan

E. Referensi
2. Referensi yang digunakan dalam penyusunan materi penyuluhan
.

F. Lampiran
1. Materi (Leaflet/lembar balik dll)
2. Daftar Hadir
3. Dokumentasi (Foto kegiatan)

MATERI

JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

A. Pengertian
Program JKN merupakan suatu program pemerintah dan masyarakat dengan tujuan
memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi setip rakyat Indonesia
agar penduduk Indonesia dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera. Menurut Undang-
undang No. 40 tentang system jaminan social nasional menjelaskan bahwa JKN
menjamin biaya pemeliharaan kesehatan yang diselenggarakan nasional secara gotong
royong wajib oleh seluruh penduduk Indonesia dengan membayar iuran berkala atau
iurannya dibayar oleh pemerintah pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Kesehatan.

Tujuan dari JKN adalah untuk menjamin agar peserta memperoleh manfaat
pemeliharaaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi keutuhan dasar kesehatan.

B. Manfaat JKN
Manfaat JKN adalah pelayanan kesehatan perorangan menyeluruh yang mencakup
pelayanan peningkatan kesehatan (promotif), pelayanan pencegahan penyakit (preventif),
pengobatan dan perawatan (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) termasuk
obat dan bahan medis habis pakai sesuai dengan kebutuhan medis yang diperlukan.
1. Manfaat medis:
Seluruh peserta JKN berhak atas manfaat medis yang sama sesuai dengan
kebutuhan medisnya mencakup penyuluhan kesehatan, konsultasi, pemeriksaan
penunjang diagnostic, tindakan medis dan perawatan, transfusi, obat-obatan, bahan
medis habis pakai, rehabilitasi medis, serta pelayanana jenazah.
2. Manfaat nonmedis:
Meliputi pelayanan akomodasi rawat inap dan ambulan. Manfaat nonmedis
terikat pada besarnya iuran yang dibayarkan. Ambulan diberikan untuk pasien rujukan
dari fasilitas kesehatan dengan kondisi tertentu yang ditentukan oleh BPJS Kesehatan.
C. Pelayanan yang dijamin dan tidak dijamin oleh Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN)
Tidak seluruh pelayanan kesehatan dijamin oleh JKN. Peserta perlu mengenal
pelayanan yang dijamin dan pelayanan yang tidak dijamin serta syarat dan ketentuan yang
berlaku pada penyelenggaraan JKN.
Pelayan yang dijamin antara lain:

Manfaat Pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan


tingkat pertama rujukan tingkat lanjut

Administrasi pelayanan √ √

Pelayanan promotif dan √


preventif

Pemeriksaan dan √ √
pengobatan

Kosultasi medis oleh √ √


dokter umum

Tindakan medis √ √
nonspesialitik (non
operatif dan opearatif)

Pemeriksaan penunjang √ √
diagnostic tingkat
pertama

Pemeriksaan pengobatan √ √
dan tindakan pelayanan
kesehatan gigi tingkat
pertama

Pelayanan rujuk balik √ √

Rehabilitasi medis dasar √ √

Pemeriksaan ibu hamil, √



ibu nifas, ibu menyusui,
bayi dan balita oleh
dokter dan bidan

Konsultasi medis oleh √


dokter spesialis dan
nonspesialis

Tindakan medis √
spesialistik

Pemeriksaan penunjang √
diagnostic tingkat
lanjutan

Obat, bahan medis habis √ √


pakai, alat kesehatan

Pelayanan darah √ √

Rawat inap tingkat √ √


pertama

Rawat inap non intensif √

Rawat inap di ruang √


intensif

Pelayan kedokteran √
forensic klinik

Pelayanan jenazah bagi √


pasien yang meninggal
pasca perawatan di
fasilitas kesehatan yang
bekerja sama dengan
BPJS

Pelayanan yang tidak dijamin oleh JKN:


Terdapat 19 kategori pelayanan yang tidak dijamin oleh JKN yaitu:
1. Pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui prosedur sebagaimana diatur dalam
peraturan yang berlaku
2. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerjasama dengan
BPJS Kesehata, kecuali dalam keadaan darurat.
3. Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja terhadap
penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja.
4. Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas yang
bersifat wajib sampai nilai yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas;
5. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri.
6. Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik.
7. Pelayanan untuk mengatasi infertilitas.
8. Pelayanan meratakan gigi (ortodonsi).
9. Pelayanan kesehatan untuk mengatasi gangguan kesehatan/ penyakit akibat
ketergantungan obat dan/atau alcohol.
10. Pelayanan kesehatan untuk mengatasi gangguan kesehatanaibat sengaja menyakiti diri
sendiri, atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri.
11. Pengobatan komplementer, alternative dan tradisional, termsuk akuputur, shin se,
chiripatic, yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan
(health technology assesment).
12. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan (eksperimen).
13. Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggp darurat, kejadian luar biasa/wabah.
14. Biaya pelayanan kesehatan yang pada kejadian yang tidak diharapkan yang dapat dicegah
(preventable adverse events).
15. Jaminan pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan manfaat jaminan kesehatan
yang diberikan.
16. Obat dan alat kesehatan program nasional yang telah ditanggung oleh pemerintah dan/atau
pemerintah daerah, yaitu alat kontrasepsi dasar, vaksin untuk imunisasi dasar, dan obat
program pemerintah.
17. Kosmetik, makanan bayi dan susu.
18. Perbekalan kesehatan rumah tangga.
19. Peti jenazah.
D. Cara Pendaftaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
1. Pendaftaran otomatis (dengan sendirinya menjadi peserta)
Kepesertaan program jaminan kesehatan/pelayanan kesehatan berpindah dengan
sendirinya tanpa perlu mendaftar ulang ke BPJS Kesehatan, bagi:
a. Peserta askes social (PNS), pensiunan PNS, Pensiunan TNI/POLRI, Perintis
Kemerdekaan, anggota Legiun Veteran, beserta keluarganya.
b. Anggota POLRI dan prajurit TNI beserta keluarganya
c. Peserta Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS)
2. Pendaftaran ulang dan perubahan kepesertaan
Kepesertaan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek berpindah
dengan sendirinya menjadi kepesertaan JKN disertai persyaratan wajib daftar ulang kepada
BPJS Kesehata. Kartu JPK Jamsostek tetap berlaku untuk pelayanan kesehatan sepanjang
peserta membayar iuran dan BPJS Kesehatan belum menerbitkan kartu JKN.
3. Pendaftaran peserta baru
Perusahaan atau penduduk yang belum mengikuti program jaminan kesehatan,
diwajibkan untuk segera mendaftar ke kantor BPJS Kesehatan terdekat dengan melengkapi
administrasi pendaftaran.
Dokumen pendukung untuk pendaftaran perusahaan dan pekerjanya :
a. Mengisi formulir pendaftaran
b. Mengisi data calon peserta
c. NPWP perusahaan
d. Surat ijin usaha perdagangan perusahaan
e. Fotokopi ktp pekerja
f. Fotokopi kartu keluarga pekerja
g. Pas foto 3x4 berwarna 2 lembar (masing-masing peserta)
Dokumen pendukung untuk pendaftaran perorangan, adalah:

a. Mengisi formulir pendaftaran


b. Fotokopi KTP
c. Fotokopi Kartu Keluarga
d. Pas foto 3x4 berwarna 2 lembar (masing-masing peserta)
Gambar 1.2 Penyuluhan Bahaya Merokok

Gambar 1.3 Penyuluhan Hipertensi


Gambar 1.4 Penyuluhan Kepemilikan Jamban

Gambar 1.5 Penyuluhan Kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)


Gambar 1.6 Kegiatan Senam Ibu Hamil

Gambar 1.7 Kegiatan Posbindu


Gambar 1.7 Kegiatan Pendataan PIS-PK
Gambar 1.8 Mengajar TPQ
Gambar 1.9 Mengajar PAUD

Gambar 1.10 Kegiatan Senam Cuci Tangan

Gambar 1.11 Kegiatan Posyandu Serentak


Gambar 1.13 Kegiatan Bank Sampah Mandiri