Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

MANAGEMEN PENDIDIKAN ISLAM


Fungsi Perencanaan Dalam Managemen Pendidikan

Dosen Pengampu :
Dr. Subandi, M.M

Disusun Oleh:

MASRURI
NPM: 182200012
HENDRO EDI SAPUTRO
NPM: 182200006

PROGRAM PASCASARJANA
MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM MAARIF
NAHDLOTUL ULAMA (IAIM NU)
METRO LAMPUNG
2018 / 2019

i
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur yang kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan hidayah untuk berpikir sehingga dapat menyelesaikan makalah pada
mata kuliah Manajemen Pendidikan Islam.
Dalam penulisan ini kami tulis dalam bentuk sederhana, sekali mengingat
keterbatasan yang ada pada diri penulis sehingga semua yang ditulis masih sangat
jauh dari sempurna.
Atas jasanya semoga Allah SWT memberikan imbalan dan tertulisnya
Makalah ini dapat bermanfaat dan kami minta ma’af sebelumnya kepada Dosen,
apabila ini masih belum mencapai sempurna kami sangat berharap atas kritik dan
saran-saran nya yang sifatnya membangun tentunya.

Metro, 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i


KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 1
C. Tujuan ............................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................ 3
A. Pengertian Perencanaan ................................................................ 3
B. Prinsip Perencanaan ....................................................................... 3
C. Teknik Dan Proses Perencanaan .................................................... 4
D. Pentingnya Perencanaan................................................................. 7
E. Tujuan Perencanaan ....................................................................... 8
F. Hambatan Dalam Penetapan Tujuan Perencanaan ......................... 10
BAB III PENUTUP ........................................................................................ 11
A. Kesimpulan ..................................................................................... 11
B. Saran ................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 13

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perencanaan merupakan tindakan menetapkan terlebih dahulu apa yang
akan dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, apa yang harus dikerjakan dan
siapa yang akan mengerjakannya.
Beishline (1957) mengungkapkan bahwa; “Perencanaan menentukan
apa yang harus dicapai (menentukan waktu secara kualitatif), dan bila hal itu
harus dicapai, dimana hal itu harus dicapai, bagaimana hal itu harus dicapai,
siapa yang bertanggungjawab, mengapa hal itu harus dicapai”. Dari pendapat
tersebut jelas diketahui bahwa pada dasarnya membuat perencanaan itu
menyangkut 5 W+I H (What, Who, Why, When, Where dan How).
Untuk itulah dalam membuat sebuah perencanaan yang baik, seorang
pemimpin harus benar-benar tanggap terhadap kondisi lingkungan sekitarnya
dan bisa memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang mungkin muncul di
masa yang akan datang. Lebih lanjut Roger A. Kauffman (1972) menjelaskan
bahwa Perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak
dicapai dan menetapkan jalan serta sumber yang diperlukan untuk seefisien
dan seefektif mungkin.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam membuat perencanaan
membutuhkan data dan informasi agar keputusan yang diambil tidak lepas
kaitannya dengan masalah yang dihadapi pada masa yang akan datang. Sesuai
dengan yang diungkapkan oleh E. Mc. Farland dalam bukunya Supervision
Management bahwa; Perencanaan adalah Suatu keaktifan pemimpin untuk
meramalkan keadaan yang akan datang dalam mencapai harapan, kondisi dan
hasil yang akan datang.
B. Rumusan masalah
1. Apa pengertian dari perencanaan?
2. Apa saja prinsip dalam membuat perencanaan ?
3. Seperti apa Teknik dan proses perencanaan ?
4. Seberapa penting perencanaan dalam pendidikan ?

1
5. Apa saja tujuan dan manfaat dari Penerapan Perencanaan?
6. Apa saja hambatan yang mungkin terjadi dalam melakukan proses
perencanaan?
C. Tujuan
Sesuai dengan masalah yang dihadapi maka makalah ini bertujuan
untuk :
1. Mengetahui pengertian dari perencanaan
2. Mengetahui prinsip dalam membuat perencanaan
3. Mengetahui Teknik dan proses perencanaan
4. Mengetahui pentingnya perencanaan dalam pendidikan
5. Mengetahui tujuan dan manfaat dari Penerapan Perencanaan
6. Mengetahui hambatan - hambatan dalam melakukan proses
perencanaan

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perencanaan
Perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan
dan menentukan cakupan pencapaiannya. Merencanakan berarti
mengupayakan penggunaan sumberdaya manusia, sumber daya alam, dan
sumber daya lainya untuk mencapai suatu perencanaan. perencanaan dalam
pengertian ini menitikberatkan kepada usaha untuk menyeleksi dan
menghubungkan sesuatu dengan kepentingan masa yang akan datang serta
usaha untuk mencapainya.
Adapun tokoh lain mengartikan sebagai berikut:
a) Herbert simon (1996) : perencanaan adalah sebuah proses pemecahan
masalah yang bertujuan adanya solusi dalam suatu pilihan.
b) Gordon Rowland (1993) : perencanaan bukan hanya membantu
menciptakan solusi tapi juga membantu untuk lebih memahami
permasalahan itu sendiri.
Perencanaan secara garis besar diartikan seagai proses mendefinisikan
tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan
mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.
Pada dasarnya yang dimaksud perencanaan yaitu memberi jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan :
1. What : Apa yang harus dikerjakan
2. Why : Mengapa pekerjaan itu harus dilakukan
3. Who : Siapa yang akan mengerjakan
4. When : Kapan pekerjaan tersebut dikerjakan
5. Where : Dimana pekerjaan itu dilakukan
6. How : Bagaimana cara mengerjakannya

B. Prinsip Dalam Perencanaan


Prinsip Perencanaan yang baik tidak mulai dari nol, tetapi dari sumber
daya yang sudah ada. Keberhasilan dan faktor-faktor kritis keberhasilan,

3
Kegagalan masa lampau, Potensi, tantangan , dan kendala yang ada, Kemauan
merubah kelemahan menjadi kekuatan, dan ancaman menjadi peluang
analisis. Mengikut-sertakan pihak-pihak terkait, Memperhatikan komitmen
dan mengkoordinasikan pihak-pihakt terkait, Mempertimbangkan efektifitas
dan efisiensi, demokratis, transparan, realitis, legalistis dan praktis.
Planning yang efektif didasarkan pada fakta dan informasi, bukan atas
dasar emosi atau keinginan. Fakta-fakta yang relevan dengan situasi yang
sedang dihadapi berhubungan erat dengan pengalaman dan pengetahuan
seorang Pimpinan. Dibutuhkan cara berfikir yang berefleksi; juga dapat
dibantu oleh imaginasi dan forecast.
Suatu rencana dikatakan baik, apabila;
1. Mempermudah tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya;
2. Bersifat lues, artinya mengandung kemungkinan untuk perubahan-
perubahan yang dengan perkembangan dan situasi yang terjadi;
3. Bersifat rasional, artinya disusun berdasarkan fakta dan data, bukan
merupakan hasil khayalan dan dugaan yang tak berdasar;
4. Bersifat sederhana, artinya mudah dimengerti oleh pelaksana;
5. Harus bersifat praktis, artinya mudah dilaksanakan dan tidak bersifat
abstrak dan idealis;
Menurut Wursanto (1987), Mempunyai daya guna, artinya hasil
pelaksanaan suatu rencana benar-benar dapat dirasakan manfaatnya, baik
bagi diri sendiri maupun masyarakat luas.
C. Teknik dan Proses Perencanaan
Menurut Louis A.Allen (1963), perencanaan terdiri atas aktivitas yang
dioperasikan oleh seorang pemimpin untuk berfikir kedepan dan mengambil
keputusan saat ini, yang memungkinkan untuk mendahului serta menghadapi
tantangan pada waktu yang akan datang.
Berikut ini aktivitas tersebut.
1. Prakiraan(forecasting) merupakansuatuusaha yang sistematis untuk
memperkirakan waktu yang akan dating dengan penarikan kesimpulan
atas fakta yang telah diketahui.

4
2. PenetapanTujuan (estabilishing objective) merupakan suatu aktivitas
untuk menetapkan sesuatu yang ingin dicapai melalui pelaksanaan
pekerjaan.
3. Pemograman(pr0graming) adalahsuatuaktivitas yang dilakukan dengan
maksud untuk menetapkan:
a) Langkah-langkah utama yang diperlukan untuk mencapai suatu
tujuan.
b) Unit dan anggota yang bertanggung-jawab untuk setiap langkah
c) Urutan serta pengaturan waktu setiap langkah
4. Penjadwalan (scheduling) adalah penetapan waktu menurut kronologi
tertentu guna melaksanakan berbagai macam pekerjaan.
5. Penganggaran (budgeting) merupakan suatu aktivitas untuk membuat
pernyataan tentang sumber daya keuangan (funansialrecoures) yang
disediakan untuk aktivitas dan waktu tertentu.
6. PengembanganProsedur (developing procedure) adalah suatu aktivitas
menormalisasikan cara teknik, dan metode pelaksanaan suatu
pekerjaan.
7. Penetapan dan interpretasi kebijakan (establishing and interpreting
policies) adalah suatu aktivitas yang dilakukan dalam menetapkan
syarat berdasarkan kondisi manamanajer dan bawahannya akan
berkerja. Suatu kebijakan adalah suatu keputusan yang senantiasa
berlaku untuk permasalahan yang timbul berulang demi suatu
organisasi.
Asnawir menyatakan bahwa langkah-langkah dalam perencanaan
adalah sebagai berikut:
1. Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai;
2. Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan
dilakukan;
3. Masalah-masalah atau informasi-informasi yang diperlukan;
4. Menentukan tahap-tahap atau rangkaian tindakan;

5
5. Merumuskan bagaimana masalah-masalah tersebut akan dipecahkan
dan bagaimana pekerjaan pekerjaan itu harus diselesaikan;
6. Menentukan siapa yang akan melakukan dan apa yang mempengaruhi
pelaksanaan tindakan tersebut;
7. Menentukan cara bagaimana mengadakan perubahan dalam
penyusunan rencana.
Menurut Banghurt and Trull (1973), meliputi tahapan sebagai berikut:
Pendahuluan, Mengidentifikasi permasalahan pendidikan, Analisis area
masalah perencanaan, Penyusunan konsep dan rencana, Mengevaluasi
rencana, Menentukan rencana, Menerapan rencana, Rencana umpan balik.
Menurut chesswas (1973), proses perencanaan pendidikan meliputi:
a) Menilai kebutuhan akan pendidikan,
b) Merumuskan tujuan dan sasaran pendidikan,
c) Merumuskan kebijakan dan menentukan prioritas,
d) Merumuskan proyek dan program,
e) Menguji kelayakan,
f) Menerapkan rencana,
g) Menilai dan merevisi untuk rencana yang akan datang.
Sedangkan untuk membuat rencana yang baik, sehingga hasilnya sesuai
dengan harapan maka perlu melalui beberapa macam proses perencanaan
sebagai berikut;

a. Pendekatan Perkembangan yang menguntungkan (Profitable Growth


Approach). Seperti yang kita ketahui bahwa masyarakat kita semakin
hari semakin berkembang. Dengan perkembangan yang terus menerus
tersebut akan terjadi ketidakseimbangan antara sarana dan kebutuhan
masyarakat. Untuk itulah diperlukan adanya proses perencanaan yang
baik sehingga lembaga bisa terus berkembang dan tetap dipercaya oleh
masyarakat. Proses perencanaan tersebut dapat lakukan dengan
menganalisa sarana dan prasarana yang dimiliki, kemudian
menghubungkannya dengan kebutuhan masyarakat sehingga akan
diketahui kemungkinan-kemungkinan yang mungkin muncul, mencari

6
solusi yang terbaik dan perkembangan yang menguntungkan bagi
lembaga pasti akan diperoleh.
b. Pendekatan SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunity, Treath).
Perencanaan memang sangat penting untuk dilakukan. Untuk membuat
suatu rencana yang baik maka kita perlu memperhatikan dan
menganalisa beberapa factor baik ekstern maupun intern. Factor-faktoir
tersebut harus menyangkut kelebihan (Strength) yang dimiliki,
kelemahannya (Weaknesses), kemungkinan yang mungkin terjadi
(Opportunity), dan hambatan yang mungkin dihadapi (Treath).
Setelah keempat factor tersebut diketahui, maka kita dapat menyusun
rencana yang strategis yang kemudian diterjemahkan dalam rencana-
rencana operasional dengan mencantumkan target-target yang harus
dicapai dari rencana operasional tersebut. Di mana secara jelas dapat
digambarkan dalam bagan berikut;

D. Pentingnya Perencanaan
Perencanaan mempunyai posisi yang penting dalam sebuah organisasi,
lembaga dan kumpulan pendidikan lainya, tanpa adanya perencanaan maka
jalannya organisasi tidak jelas arah dan tujuannya.
Oleh Karena itu perencanaan penting karena pertama, dengan adanya
perencanaan diharap akan tumbuhnya suatu pengarahan kegiatan, adanya

7
pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada
pencapaian tujuan. Kedua, dengan perencanaan, maka dapat dilakukan suatu
perkiraan terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui. Ketiga,
perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternative
tentang cara terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang
terbaik. Keempat, dengan perencanaan dapat dilakukan skala prioritas.
Kelima, dengan adanya rencana, maka akan ada suatu alat pengukur atau
standar untuk mengadakan pengawasan.
Dengan demikian perencanaan mempunyai peranan penting dalam
organisasi pendidikan maupun dalam organisasi yang bersifat pribadi.
Dengan adanya perencanaan akan dimungkinkan untuk memprediksi kerja
dimasa yang akan datang, bahkan akan mampu memprediksi kemungkinan
hasil yang akan dicapai.
Dari penjelasan tersebut tergambar dengan jelas bahwa perencanaan
dalam manajemen pendidikan sangat rumit. Perencanaan tidak dapat
dilakukan tanpa adanya pemikiran yang matang, komprehensif dan rasional.
Untuk itu perhatian terhadap langkah-langkah perencanaan dan segala yang
berkaitan dengan perencanaan penting bagi manajemen dan bagi para
manajer pendidikan. Paling tidak dalam penyusunan perencanaan hendaknya
memenuhi hal tersebut, jika hal tersebut tidak dilalui maka ada kemungkinan
rencana yang telah dibuat akan sulit untuk di realisasikan.
Untuk menghindarkan dari kegagalan dalam menyusun perencanaan,
langkah terbaik adalah menggunakan langkah-langkah yang telah teruji
kebenarannya dalam menyusun perencanaan.
E. Tujuan Perencanaan
Stephen Robbins dan Mary Coulter mengemukakan empat tujuan
perencanaan:
pertama adalah untuk memberikan pengarahan baik. Dengan rencana,
dapat diketahui apa yang harus dicapai, dengan siapa harus bekerjasama, dan
apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Tanpa rencana, kelompok

8
dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan,
sehingga kerja organisasi kurang efisien.
kedua adalah untuk mengurangi ketidak-pastian. Ketika seorang
pemimpin membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan,
meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan
menyusun rencana untuk menghadapinya.
ketiga adalah untuk meminimalisir pemborosan. Dengan kerja yang
terarah dan terencana, maka akan dapat bekerja lebih efesien dan
mengurangi pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang pemimpin juga
dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan
inefesiensi anggaran .
keempat adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan
dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian.
Proses pengevaluasian atau evaluating adalah proses membandingkan
rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, seorang
pemimpin tidak akan dapat menilai kinerja organisasi yang dipimpinnya.
Selain itu, Perencanaan juga bertujuan untuk:
1) Standar pengawasan, yaitu mencocokan pelaksanaan dengan
perencanaannya.
2) Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan.
3) Mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya), baik
kualifikasinya maupun kuantitasnya.
4) Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas
pekerjaan.
5) Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan
menghemat, biaya, tenaga, dan waktu.
6) Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan.
7) Menyerasikan dan memadukan beberapa subkegiatan.
8) Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui.
9) Mengarahkan pada pencapaian tujuan.

9
F. Hambatan dalam Penetapan dan Tujuan dan Perencanaan
1. Tujuan yang Tidak Tepat
Tujuan yang tidak tepat mempunyai banyak bentuk. Tujuan juga tidak
tepat jika tujuan itu menepatkan terlalu banyak penekanan pada ukuran
kuantitatif maupun kualitatif dari keberhasilan.
2. Sistem Penghargaan yang Tidak Tepat
Dalam beberapa lingkungan, sistem penghargaan yang tidak tepat
merupakan hambatan dalam penetapan tujuan dan perencanaan
3. Lingkungan yang Dinamis dan Kompleks
Sifat dari suatu lingkungan organisasi juga merupakan hambatan bagi
penetapan tujuan dan perencanaan yang efektif. Perubahan yang cepat,
inovasi teknologi, dan persaingan yang ketat juga dapat meningkatkan
kesulitan bagi suatu organisasi untuk secara akurat mengukur
kesempatan dan ancaman di masa mendatang
4. Keengganan untuk Menetapkan Tujuan
Hambatan lain terhadap perencanaan yang efektif adalah tujuan bagi
mereka sendiri. Alasan untuk ini mungkin adalah kurangnya rasa
percaya diri atau takut akan kegagalan. Jika seorang pemimpin
menetapkan suatu tujuan spesifik, ringkas, dan berhubungan dengan
waktu, maka apakah ia mencapai atau tidak mencapai tujuan tersebut
akan tampak nyata. pemimpin yang secara sadar atau tidak sadar
berusaha untuk menghindari tingkat tanggung jawab ini lebih mungkin
untuk menghindari usaha perencanaan organisasi.
5. Penolakan terhadap Perubahan
Hambatan lain dalam menetapkan tujuan dan perencanaan adalah
penolakan terhadap perubahan. Perencanaan pada intinya terkait
dengan perubahan sesuatu dalam organisasi.
6. Keterbatasan
Keterbatasan (constraints) yang membatasi apa yang dapat dilakukan
organisasi merupakan hambatan utama yang lain.

10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perencanaan adalah suatu proses perumusan kebijakan dan instrument
sekaligus tekhnik penentuan prioritas, Adapun kegunaan dalam suatu
perencanaan adalah sebagai berikut;
a. Untuk membedakan arah dari setiap kegiatan dengan jelas sehingga
hasil yang diperoleh bisa seefektif dan seefisien mungkin.
b. Untuk mengevaluasi setiap tujuan-tujuan yang sudah dilakukan
sehingga penyimpangan-penyimpangan yang terjadi sehingga bisa
dihindari lebih awal.
c. Memudahkan pelaksanaan kegiatan untuk mengidentifikasi hambatan-
hambatan yang mungkin muncul sehingga lebih waspada dan dapat
diselesaikan dengan cepat.
d. Menghindari pertumbuhan dan perkembangan yang tak terkendali.
Fungsi perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu
fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yang
berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini perencanaan harus lebih
mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada
intuisi dan firasat (dugaan). Merencanakan pada dasarnya menentukan
kegiatan yang hendak dilakukan pada masa depan.
Selain itu, Fungsi perencanaan dalam manajemen pendidikan adalah
suatu proses pengambilan keputusan sehubungan dengan hasil yang
diinginkan, dengan penggunaan sumberdaya dan pembentukan suatu sistem
komunikasi untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan
efisien. Tujuan perencanaan dalam manajemen pendidikan: Standar
pengawasan, yaitu:
1. Mencocokan pelaksanaan dengan perencanaannya,
2. Untuk mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan,
3. Mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasi) baik
kualifikasinya maupun kuantitas,

11
4. Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas
pekerjaan,
5. Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat
biaya, tenaga ,dan waktu,
6. Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan,
7. Menyerasikan dan memadukan sub kegiatan, Mendeteksi hambatan
kesulitab yang bakal ditemui,
8. Mengarahkan untuk pencapaian tujuan.
B. Saran
Semoga makalah ini dapat membantu para pembaca untuk menegtahui
tentang fungsi perencanaan dalam manajmen pendidikan. Demikian makalah
ini kami susun, kami menyadari bahwa sepenuhnya makalah ini kurang dari
sempurna untuk itu kami memohon kepada para pembaca untuk memberikan
kritik dan saran yang membangun demi perbaikan makalah ini.

12
DAFTAR PUSTAKA

1. Sugiyo,Prof.DR.MS,i.2012. manajemen bimbingan dan konseling di


sekolah. Semarang: widya karya
2. Usman Husaini, Manajemen – Teori, Praktek dan Riset Pendidikan, Ed. 3
(Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2010)
3. Tilaar.H.H.A.R.Prof.Dr, M.Sc.Ed.2008.Manajemen pendidikan nasional
Kajian Pendidikan Masa depan.Bandung:PT Remaja Rospadakarya
4. Fattah, Nanang, Landasan Manajemen Pendidikan, (Bandung, PT Remaja
Rosdakarya, 2001). Cet. V.
5. Handoko, T. Hani.. Manajemen. (Yogyakarta, BPFE, 1999).
6. Griffin. Pengantar Manajemen. (Jakarta, Penerbit Erlangga, 2003).
7. Amirullah & Rindyah Hanafi, Pengantar Manajemen, (Yogyakarta , Graha
Ilmu, 2002).
8. M.A. Mukhyi, Pengantar Manajemen Umum, (Jakarta, Gundarma, 1995).
9. Sondang P. Siagian MPA, Fungsi-fungsi Manajemen, (Jakarta, Bumi
Aksara, 1996).
10. Sukanto Reksohadiprodjo, Dasar-dasar Manajemen, (Yogyakarta, BPFE,
1986).
11. Andi Makkulau, Analisis Kebijakan Publik dan Perencanaan
Pendidikan, (Makassar, UNM, 2004).
12. Atmodiwirio, Soebagio, Manajemen Pendidikan Indonesia. (Jakarta: PT
Ardadizya. 2001). Cet. II.
13. Dr. H.B. Siswanto, M.Si, Pengantar Manajemen, (Jakarta, Bumi Aksara,
2005)
14. Abin Syamsuddin dkk, Perencanaan Pendidikan, (Bandung: Rosda Karya,
2007)
15. Asnawir, Manajemen Pendidikan, (Padang: IAIN IB Press, 2006)
16. Endang Sunarya, Teori Perencanaan Pendidikan : Berdasarkan Pendekatan
Sistem, (Yogyakarta: Adicita Karya Nusa, 2000)
17. Harjanto, Perencanaan Pengajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005)

13